• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MODEL QUANTUM LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MEMAINKAN ALAT MUSIK PIANIKA PADA SISWA KELAS VII SMP SWASTA METHODIST 9 MEDAN TAHUN AJARAN 2016/2017.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH MODEL QUANTUM LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MEMAINKAN ALAT MUSIK PIANIKA PADA SISWA KELAS VII SMP SWASTA METHODIST 9 MEDAN TAHUN AJARAN 2016/2017."

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MODEL QUANTUM LEARNING TERHADAP

KEMAMPUAN MEMAINKAN ALAT MUSIK PIANIKA

PADA SISWA KELAS VII SMP SWASTA

METHODIST 9 MEDAN TAHUN

AJARAN 2016/2017

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

OLEH :

ALEX FERNANDO TUMANGGOR

NIM. 2123340003

JURUSAN SENDRATASIK

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)

i

ABSTRAK

ALEX FERNANDO TUMANGGOR, Pengaruh Model Quantum Learning Terhadap Kemampuan Memainkan Alat Musik Pianika Pada Siswa Kelas VII SMP Swasta Methodist 9 Tahun Ajaran 2016/2017. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan 2016/2017

Keterampilan bermain pianika merupakan salah satu keterampilan yang lazim dikuasai oleh siswa SMP khusunya, pianika merupakan bentuk miniature dari piano atau keyboard yang dimainkan dengan cara meniup lubang suara dan menekan tuts tertentu untuk menghasilkan berbagai macam nada dengan lagu yang dimainkan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Quantum Learning Terhadap Kemampuan Memainkan Alat Musik Pianika Pada Siswa Kelas VII SMP Swasta Methodist 9 Tahun Ajaran 2016/2017, untuk mengetahui sarana dan prasarana yang digunakan dalam pembelajaran instrument pianika, untuk mengetahui tingkat keberhasilan anak dalam pembelajaran instrument pianika, untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran instrument pianika pada siswa kelas VII SMP Swasta Methodist 9.

Penelitian ini menggunakan desain penelitian posttest – only control design. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara acak (random sampling), sehingga yang menjadi sampel adalah kelas VII-1 yang diberikan akan diberi perlakuan sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-2 yang menjadi kelas kontrol yang masing – masing berjumlah 33 orang.

Nilai rata-rata postes kelas eksperimen = 75 dengan SD= 12.11 dan kelas kontrol = 71.81dengan SD= 9.42. Maka harga ttabel pada uji satu pihak sebesar 1,669. Karena harga thitung lebih besar dari harga ttabel 1,71 > 1,669 atau jatuh pada daerah penerimaan Ha, maka Haditerima dan Hoditolak. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Quantum Learning terhadap kemampuan memainkan alat musik pianika pada SMP Swasta Methodist 9

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana

belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan

potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,

kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,

masyarakat, bangsa, dan negara. Sehingga dalam melaksanakan prinsip

penyelenggaraan pendidikan harus sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yaitu:

mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang

bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk

berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan

bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,

kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sejalan dengan tujuan pendidikan tersebut, maka dirancang sebuah kurikulum

yang dapat menunjang terealisasinya tujuan pendidikan. Adapun kurikulum yang

dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan sesuai dengan tuntutan zaman

yaitu kurikulum 2013. Kurikulum 2013 sebagai pengganti KTSP (Kurikulum Tingkat

Satuan Pendidikan) merupakan pencapaian dalam kompetensi yang berimbang antara

sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Hal menjadi pembahasan dalam penelitian ini

(8)

2

adalah keterampilan siswa dalam memainkan musik sederhana. Kompetensi Dasar

No 4.3. pada pelajaran Seni Budaya Kelas VII SMP menjelaskan bahwa siswa harus

mampu memainkan instrument musik sederhana perorangan dan kelompok.

Seni musik merupakan salah satu kekayaan budaya yang selalu berkembang

sejalan dengan berjalannya waktu. Musik adalah suatu hasil karya seni bunyi dalam

bentuk lagu atau komposisi musik, yang mengungkapkan pikiran dan perasaan

penciptanya melalui unsur-unsur musik yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk atau

struktur lagu, dan ekspresi sebagai satu kesatuan. Hal itu senada dengan pendapat

Sumardjo (2000:41) kata seni dipakai sebagai padanan kata Inggris „art‟,seni

merupakan suatu wujud yang terindra. Karya seni merupakan sebuah benda atau

artefak yang dapat dilihat, didengar, dan dilihat sekaligus didengar ( visual, audio,

dan audio-visual ). Salah satu instrumen musik sederhana yang digunakan untuk

meningkatkan keterampilan siswa dalam memainkan alat musik adalah pianika.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti, terdapat

masalah-masalah yang timbul di sekolah. Masalah-masalah-masalah tersebut yaitu guru belum

memahami sepenuhnya model-model pembelajaran yang digunakan pada kurikulum

2013. Pada proses pembelajaran, guru hanya menjelaskan materi tanpa adanya umpan

balik dari siswa. Guru masih menggunakan metode konvensional sehingga keadaan

kelas pasif. Selain itu, tidak tersedia alat-alat musik yang dapat menunjang kegiatan

untuk pembelajaran memainkan instrumen musik sederhana. Hal ini membuat tujuan

(9)

3

Kemampuan siswa dalam memainkan alat musik khususnya pianika masih

tergolong rendah. Minat siswa dalam memainkan alat musik juga masih rendah,

padahal seni musik penting dalam dunia pendidikan karena seni musik diyakini dapat

menggerakan jiwa perasaan manusia sehingga sangat dibutuhkan dalam

membentuk kepribadian peserta didik sehingga diharapkan menjadi manusia yang

memiliki kepribadian yang utuh (berkarakter) di kemudian hari.

Rendahnya kemampuan siswa dalam memainkan alat musik pianika

disebabkan siswa yang kesulitan dalam memahami teknik atau aturan dengan baik

dan benar. Dengan kata lain tidak adanya hubungan interaksi yang intens antara

guru dan siswa dalam membimbing siswa pada saat mata pelajaran senibudaya

berlangsung atau pada saat latihan memainkan alat musik tersebut. Untuk

memperbaiki kemampuan siswa dalam memainkan alat musik pianika, peneliti

menawarkan sebuah model yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 yaitu

model Quantum Learning.

Quantum learning merupakan kiat, petunjuk, strategi dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar

sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Quantum learning ini

berakar dari upaya Georgi Lozanov, pendidik berkebangsaan Bulgaria. Ia melakukan

eksperimen yang disebutnya suggestology. Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat

dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detil apapun memberikan

sugesti positif atau negatif. Dengan model quantum learning tersebut, pembelajaran

(10)

4

peserta didik, karena secara pengertian model quantum learning sudah dipaparkan

diatas bahwa quantum learning itu adalah kiat, atau cara untuk mempertajam

pemahaman belajar dan daya ingat. Jadi,dengan model Quantum Learning siswa

diajak untuk aktif dalam proses pembelajaran dikelas. Quantum Learning dapat

meningkatkan daya ingat siswa dalam memainkan alat musik. Selain itu model ini

memberikan suasana yang nyaman, menyenangkan, dan efektif digunakan di kelas.

Pembelajaran Quantum memusatkan perhatian pada pembentukan

keterampilan akademis, keterampilan dalam hidup dan prestasi fisikal atau

material.Strategi pembelajaran Quantum yaitu: (1) Mengorkestrasikan suasana yang

menggairahkan. Suasana kelas adalah penentu psikologi utama yang mempengaruhi

belajar akademis menurut Walberg dan Greenberg. Adapun kunci untuk membangun

suasana tersebut adalah : (a) kekuatan terpendam (niat). Niat guru atau kekuatan akan

kemampuan sangat berpengaruh pada kemampuan itu sendiri untuk dapat memotivasi

peserta didik pandangan guru akan lebih cepat. (b) Jalinan rasa simpati dan saling

pengertian. Dengan membangun jalinan rasa simpati dan saling pengertian dapat

membangun jembatan menuju kehidupan dunia baru mereka, mengetahui minat kuat

mereka dan berbicara dengan bahasa hati mereka. (c) Keriangan dan Ketakjuban.

Keriangan dan ketakjuban dapat membawa siswa siap belajar dan lebih mudah dan

bahkan mengubah sikap negatif. Bentuk keriangan atau kegembiraan yang biasa

digunakan adalah : tepuk tangan, tiga kali hore, wuus, jentikan jari, poster umum,

catatan pribadi, persekongkolan, pengakuan kekuatan, kejutan, pujian pada teman

(11)

5

memiliki akan mempercepat proses pengajaran dan meningkatkan rasa tanggung

jawab peserta didik.(e) Keteladanan. Memberi teladan adalah salah satu cara ampuh

untuk membangun hubungan dan memahami orang lain serta akan menambahkan

kekuatan kedalam pembelajaran.

Berdasarkan kelebihan model Quantum learning diatas diharapkan dapat

mengatasi masalah-masalah yang timbul dalam kemampuan memainkan alat musik

pianika. Selain itu diharapkan juga dapat meningkatkan kreativitas dan minat siswa

dalam memainkan alat musik.

Berdasarkan penjabaran peneliti tertarik untuk mencoba meneliti dengan

menerapkan model Quantum Learning dalam pembelajaran memainkan instrument

musik sederhana perorangan dan kelompok. Dalam hal ini peneliti memilih instrumen

pianika. Atas dasar itulah peneliti mengaplikasikannya dalam judul “Pengaruh

Model Quantum Learning Terhadap Kemampuan Memainkan Alat Musik Pianika Pada Siswa Kelas VII SMP Swasta Methodist 9 Tahun Ajaran

2016/2017”.

B. Identifikasi Masalah

Punaji (2010:53) mengatakan bahwa “mengidentifikasi masalah-masalah

penelitian bukan sekedar mendaftar sejumlah masalah, tetapi kegiatan ini lebih dari

pada itu karena masalah yang telah dipilih hendaknya memiliki signifikansi untuk

(12)

6

Adapun yang menjadi identifikasi masalah berdasarkan latar belakang

masalah adalah :

1. Bagaimana kemampuan memainkan alat musik pianika pada siswa kelas VII

SMP Swasta Methodist 9 Tahun Ajaran 2016/2017 menggunakan model

Quantum Learning?

2. Apakah ada pengaruh model Quantum Learning terhadap kemampuan

memainkan alat musik pianika pada siswa kelas VII SMP Swasta Methodist 9

Tahun Ajaran 2016/2017?

3. Bagaimana minat dan kemampuan siswa dalam memainkan alat musik

Pianika?

4. Bagaimana kondisi atau fasilitas alat musik di SMP Swasta Methodist?

5. Adakah interaksi yang intens dalam proses pembelajaran tersebut?

C. Pembatasan Masalah

Mengingat luasnya cakupan masalah, keterbatasan waktu, dana dan

kemampuan teoritis, maka penulis merasa perlu mengadakan pembatasan masalah

untuk memudahkan pemecahan masalah yang dihadapi dalam penelitian ini.Sesuai

dengan pendapat Punaji (2010:57) bahwa: “akan lebih baik peneliti membatasi atau

mempersempit cakupan ruang lingkup masalah penelitian”. Berdasarkan latar

belakang dan identifikasi masalah di atas, maka penulis membatasi ruang lingkup

(13)

7

1. Bagaimana kemampuan memainkan alat musik pianika pada siswa kelas VII

SMP Swasta Methodist 9 Tahun Ajaran 2016/2017 menggunakan model

Quantum Learning?

2. Apakah ada pengaruh model Quantum Learning terhadap kemampuan

memainkan alat musik pianika pada siswa kelas VII SMP Swasta Methodist 9

Tahun Ajaran 2016/2017?

D. Rumusan Masalah

Rumusan masalah adalah awal dari penelitian, dan merupakan langkah

penting dan pekerjaan yang sulit dalam penelitian ilmiah. Adapun menurut pendapat

ahli yaitu Sugiyono (2009:55) mengatakan bahwa “ rumusan masalah merupakan

suatu pertanyaan yang akan dicari jawabannya melalui pengumpulan data”.Rumusan

masalah yang akan dibahas dan dipecahkan dalam penelitian ini adalah “Bagaimana

pengaruh model Quantum learning terhadap kemampuan memainkan alat musik

(14)

8

E. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan sasaran yang hendak dicapai oleh penelitian

sebelum melakukan penelitian dan mengacu kepada permasalahan”. Maka yang

menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mendekskripsikan kemampuan memainkan alat musik pianika pada

siswa kelas VII SMP Swasta Methodist 9 Tahun Ajaran 2016/2017

menggunakan model Quantum Learning.

2. Untuk mendekskripsikan adanya pengaruh yang signifikan terhadap

kemampuan memainkan alat musik pianika pada siswa kelas VII SMP Swasta

(15)

9

F. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian merupakan kegunaan dari penelitian yang dapat dijadikan

sumber informasi dalam mengembangkan kegiatan penelitian selanjutnya. Setiap

penelitian pastilah hasilnya akan bermanfaat, segala sesuatu yang dapat digunakan

baik sipeneliti itu sendiri maupun lembaga dan instansi tertentu ataupun orang lain.

Beberapa manfaat penelitian yang dapat diambil dari kegiatan penelitian ini

adalah sebagai berikut :.

1. Sebagai bahan acuan, referensi atau perbandingan bagi peneliti berikutnya

yang berniat melakukan penelitian yang berkaitan dengan topik penelitian ini.

2. Sebagai masukan bagi peneliti dan menambah wawasan mengenai pengaruh

model Quantum Learning terhadap kemampuan memainkan alat musik

pianika pada siswa kelas VII SMP Swasta Methodist 9 Tahun Ajaran

2016/2017.

3. Menambah sumber kajian bagi perpustakaan FAKULTAS BAHASA DAN

SENI Universitas Negeri Medan.

4. Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi kepada masyarakat atau

(16)

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan

anugerah-Nya dalam hidup ini sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini,

sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada

Jurusan Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan. Judul

skripsi “Pengaruh Model Quantum Learning Terhadap Kemampuan Memainkan Alat

Musik Pianika Pada Siswa Kelas VII SMP Swasta Methodist 9 Medan Tahun Ajaran

2016/2017”.

Selama penyelesaian Skripsi ini penulis sering mengalami kesulitan dalam

proses penelitian. Namun berkat bantuan dari berbagai pihak, akhirnya Skripsi ini

dapat diselesaikan. Maka, dalam kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima

kasih kepada:

1. Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, Rektor Universitas Negeri Medan.

2. Dr. Isda Pramuniati, M.Hum, Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas

Negeri Medan.

3. Uyuni Widiastuti, M.Pd, Ketua Jurusan Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni

Universitas Negeri Medan.

4. Dr. Pulumun P. Ginting, S.Sn., M.Sn, Ketua Program Studi Pendidikan

Musik Jurusan Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri

(17)

iii

5. Mukhlis Hasbullah, M.Sn, Pembimbing Skripsi I.

6. Wiflihani, M.Pd, Pembimbing Skripsi II.

7. Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni

Universitas Negeri Medan yang telah memberikan ilmunya selama

perkuliahan.

8. Kedua orang tua penulis tercinta Bapak Pdt. Lusten Tumanggor dan Ibu

Porman Pasaribu S.Pd, atas doa dan perhatiannya kepada penulis hingga dapat

menyelesaikan pendidikan ini.

9. Teman - teman seperjuangan penulis stambuk 2012, karena telah membuat

masa-masa kuliah penulis menjadi indah dan berwarna.

10. Seluruh pihak yang terkait dalam penyelesaian Skripsi ini.

Penulis mohon maaf atas kekurangan dan keterbatasan pada Skripsi ini.

Penulis juga mengharapkan kritik dan saran dalam rangka penyempurnaan Skripsi

ini. Kiranya Skripsi ini dapat bermanfaat sebagai referensi pada penelitian-penelitian

selanjutnya.

Medan, Maret 2017

Penulis

(18)

DAFTAR ISI

B. Identifikasi Masalah ... 5

C. Pembatasan Masalah ... 6

1. Pengertian Pengaruh dan Model Pembelajaran ... 10

2. Pengertian Model Quantum Learning ... 11

3. Pengertian Kemampuan Memainkan ... 17

4. Pengertian Alat Musik Pianika ... 18

B. Kerangka Konseptual ... 21

C. Hipotesis Penelitian ... 23

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN ... 24

A. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 24

B. Populasi Dan Sampel ... 24

C. Metode dan Desain Penelitian ... 25

D. Variabel Penelitian ... 27

E. Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian ... 27

F. Teknik Analisis Data ... 31

1. Uji Normalitas…. ... 32

2. Uji Homogenitas Data… ... 33

3. Uji Hipotesis…. ... 34

(19)

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.. ... 35

A. Hasil Penelitian…. ... 35

1. Deskripsi Hasil Penelitian… ... 35

2. Analisis Data Penelitian…... 37

a) Uji Normalitas… ... 38

b) Uji Homogenitas Data… ... 39

c) Uji Hipotesis…. ... 40

B. Pembahasan Hasil Penelitian… ... 41

BAB. V KESIMPULAN DAN SARAN ... 46

A. Kesimpulan…. ... 46

B. Saran… ... 47

DAFTAR PUSTAKA ... 48

(20)

46

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan uji statistik serta pembahasan maka

disimpulkan hasil belajar seni budaya pada materi kemampuan bermain pianika di

SMP Swasta Methodist 9 Medan adalah sebagai berikut :

1. Pada kelas kontrol tidak diberi perlakuan. Kelas kontrol menggunakan model

pembelajaran konvensional yaitu model pembelajaran sebagaimana biasa

dilakukan dikelas oleh guru mata pelajaran. Setelah diujikan dengan

memainkan lagu Ibu Kita Kartini sebagai lagu bahan ujian terakhir, maka hasil

rata-rata postest siswa diperoleh sebesar 71,81.

2. Pada kelas eksperimen diberikan perlakuan pembelajaran yaitu dengan model

pembelajaran Quantum Learning yang mampu membangkitkan semangat

siswa untuk belajar. Setelah langkah – langkah model tersebut diterapkan, atau

yang di istilahkan dengan TANDUR pada saat proses belajar mengajar, maka

ada banyak perubahan positif yang terjadi pada proses belajar-mengajar

berlangsung saat itu. Ketika diujikan dengan memainkan lagu Ibu Kita Kartini

sebagai lagu bahan ujian terakhir, maka hasil rata-rata postest siswa diperoleh

(21)

47

3 B. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, saran yang dapat diberikan untuk

pelaksanaan penerapan model pembelajaran Quantum Learning adalah :

1. Diharapkan kepada guru mata pelajaran seni budaya agar mencoba untuk

menerapkan model pembelajaran Quantum Learning ini untuk meningkatkan

semangat belajar siswa dalam proses belajar-mengajar nanti.

2. Siswa belum terbiasa dengan cara pembelajaran yang diubah diwaktu mereka

mengikuti pelajaran. Selain itu keadaan siswa yang kurang kondusif pada saat

pembagian kelompok, yaitu dengan menggeser-geser kursi dan meja, yang

bertukar teman satu kelompok, mengakibatkan sedikit keributan terjadi

dikelas tersebut. Jadi disarankan bagi para peneliti selanjutnya hendaknya

lebih memahami situasi dan kondisi dalam proses belajar mengajar, lebih

mampu mengontrol siswa dengan baik, dan lebih memotivasi siswa.

3. Diharapkan kepada kepala sekolah SMP Swasta Methodist agar melengkapi

beberapa perlengkapan alat belajar siswa seperti alat-alat musik, alat-alat

olahraga, dan alat-alat kebutuhan lainnya untuk membantu siswa lebih cepat

(22)

48

3

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan dan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta

Arikunto, Suharsimi. 2012. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : PT Bumi Aksara

B.C, Malatu. Seni Musik Cara Memainkan Alat Musik Pianika. Jl. Dr. Supomo 23 Solo : PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

DePorter, Bobbi dkk.2015. Pengertian Tentang Quantum Learning. Bandung : Kaifa.

Djamarah, S. B. (2010). Strategi Belajar Mengajar : Jakarta

Hamalik, Oemar. 2013. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara.

Juli Seflina Sihite, 2014. Skripsi: “Pembelajaran Pianika Pada Ekstrakuler Musik di SMP Eka Prasetya Medan : Universitas Negeri Medan.

Manurung, P.2013. Statistik Pendidikan. Jakarta Barat : Moeka Publishing.

Munadi,Y, (2008),Media Pembelajaran, Gaung Persada Press, Jakarta.

Purwanto (2011), Strategi Belajar Mengajar.Rineka Cipta,Jakarta.

Ramadhani, Miftaqul (2016) Upaya Peningkatan Kemampuan Bermain Pianika Dalam Pembelajaran Ekstrakurikuler Pianika Menggunakan Metode Dalcroze Di Smp Muhammadiyah 7 Yogyakarta. S1 thesis, Universitas Negeri Yogyakarta.

Rosdiana, Shinta.2007. Pengaruh Metode Mengajar Problem Solving Terhadap Keterampilan Bermain Pianika Pada Siswa Kelas V SD Katolik Budi Murni 7 Medan. Skripsi Unimed

Rusman, (2013), Aktifitas Belajar danPembelajaran InovatifRemaja Bandung.

Sadirman,A.,dkk, (2009),Media Pendidikan, Rajawali Press,Jakarta.

Slameto, (2013), Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaryhinya, Rineka Cipta. Jakarta.

(23)

49

3

Sudjana.2002. Prosedur atau Teknik Pengumpulan Data. Bandung : Tarsito.

Sudjana, (2005), Metode Statistika, Penerbit Tarsito : Bandung.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan ( Pendekatan Kuantitatif dan Pendekatan Kualitatif, R&D ).

Alfabeta. Bandung.

Sumarjo, Jakob. Filsafat Seni. Bandung : ITB Bandung

Vili, Petra. Panjaitan. 2016. Pembelajaran Instrumen Pianika Pada Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Kenanga Padang Bulan Medan.

Skripsi Unimed.

https://senturi09.wordpress.com/2010/07/05/teknik-memainkan-alat-musik-melodis-pianika/

https://www.scribd.com/doc/315334266/PiaNika

Referensi

Dokumen terkait

Awalnya pada pertama kali peluncuran Flexi Combo tahun 2004, layanan Flexi Combo diperkenalkan kepada pengguna Flexi dengan mengharuskan pengguna layanan Flexi Combo datang

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan cara evaluasi kandungan nutrien pada tepung ikan dengan jaringan syaraf tiruan (JST) menggunakan data absorbsi near infrared. Tujuan

MEMR/ the Centre for Data and Information on Energy and Mineral.. Resources (PUSDATIN) and the IEA may work together to

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sanitasi fisik rumah yang meliputi ventilasi rumah, pencahayaan alami rumah, kelembaban rumah, lantai rumah, dinding

BERKEYAKINAN bahwa dialog konstruktif mengenai aspek-aspek penting dalam hubungan bilateral, dan isu-isu regional serta internasional yang menjadi kepentingan bersama akan

Nasabah mempunyai kecenderungan lebih besar untuk menunggak (menjadi nasabah gagal) apabila nasabah berada pada usia muda, tingkat pendidikan lebih rendah dari SMA,

bahwa negara Republik Indonesia adalah negara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menghormati dan

Dari data penelitian di atas maka kedepannya infeksi ini akan menjadi masalah utama di bidang obstetri dan gynecology karena angka kematian yang disebabkan oleh infeksi sangat