• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANCANGAN MESIN PEMERAS TEBU KAPASITAS 800 KG/JAM DENGAN ROLL BERGERIGI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERANCANGAN MESIN PEMERAS TEBU KAPASITAS 800 KG/JAM DENGAN ROLL BERGERIGI"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

I. Pengenalan dan Latar Belakang Perancangan Mesin Pemeras Tebu

Tugas akhir ini, seperti yang dinyatakan dalam judulnya, “Perancangan Mesin Pemeras Tebu Kapasitas 800 kg/jam dengan Roll Bergerigi,” difokuskan pada pengembangan mesin pemeras tebu yang lebih efisien dan ekonomis, terutama bagi pengusaha kecil. Penulis mencatat kelemahan mesin pemeras tebu yang ada saat ini, yaitu penggunaan roll polos yang menyebabkan slip dan mengurangi efisiensi proses pemerasan. Ini didukung oleh pernyataan dalam dokumen, "...terdapat suatu kelemahan dalam rancangan tersebut, diantara kelemahan dari rancangan tersebut yaitu dengan menggunakan roll yang polos, dimana roll polos banyak mempengaruhi kinerja mesin pemeras tebu tersebut karena sering terjadinya slip pada pemeras tebu, di karenakan tidak adanya cengkraman yang kuat dari roll tersebut." Oleh karena itu, penggunaan roll bergerigi diusulkan sebagai solusi untuk meningkatkan cengkraman dan optimalisasi pemerasan tebu. Tujuan utama perancangan ini adalah untuk menciptakan desain baru yang lebih optimal, efisien, dan ekonomis dibandingkan dengan mesin-mesin yang sudah ada. Ini sejalan dengan pernyataan tujuan perancangan yang bertujuan untuk "mendapatkan desain baru dari sebuah kontruksi mesin pemeras tebu yang sudah ada saat ini untuk mendapatkan nira lebih optimal dan efisien dan ekonomis." Dokumen ini juga menekankan pentingnya aspek praktis, ketahanan terhadap korosi, dan kemudahan dalam perakitan dan pembongkaran komponen mesin.

II. Tinjauan Teori dan Metodologi Perancangan

Bagian tinjauan teori (Bab II) menyediakan landasan pengetahuan yang diperlukan untuk perancangan mesin. Topik-topik yang dibahas meliputi tinjauan umum mesin pemeras tebu, perancangan roll (termasuk dimensi dan gaya), kapasitas mesin (c), roda gigi (klasifikasi dan spesifikasi), poros (termasuk perhitungan beban puntir dan lentur, serta perencanaan kopling dan pemilihan baut dan mur), bantalan, pasak, dan daya motor yang dibutuhkan. Ini menunjukkan pendekatan yang komprehensif dalam mempertimbangkan berbagai aspek teknikal. Metodologi perancangan (Bab III) menjelaskan metode pengumpulan data, konsep rancangan, cara kerja alat, variabel yang diamati, kapasitas alat pemeras, komponen yang digunakan, dan perhitungan perancangan yang rinci untuk masing-masing komponen. Penggunaan diagram alir perancangan menunjukkan pendekatan sistematis dan terstruktur. Dokumen menyebutkan berbagai referensi seperti "Sularso. Kiyakatsu Suga, “Dasar Perencanaan Dan Pemilihan Elemen Mesin”, 1991" dan beberapa buku teks lain tentang desain mesin dan teknologi gula tebu. Ini menunjukkan bahwa perancangan ini didasarkan pada prinsip-prinsip rekayasa yang mapan dan praktik industri yang relevan. Integrasi teori dan metodologi yang komprehensif ini penting untuk memastikan desain yang efektif dan efisien.

III. Perhitungan dan Hasil Perancangan

Bab IV dokumen ini berfokus pada perhitungan detail dari berbagai aspek desain, termasuk perancangan dimensi roll dan beban, perhitungan kekuatan roll, perancangan kopling, perancangan poros (Poros I dan Poros II), perencanaan pasak, perencanaan bantalan, perancangan roda gigi, dan pemilihan gearbox. Ini adalah bagian inti dari dokumen, dimana teori-teori yang telah dibahas diterapkan secara praktis. Detail perhitungan dan gambar-gambar yang disertakan (walaupun tidak tersedia dalam cuplikan teks yang diberikan) menunjukkan bahwa perancangan ini dilakukan dengan teliti dan berbasis pada prinsip-prinsip rekayasa yang solid. Hasil perhitungan ini akan menentukan spesifikasi teknis dari masing-masing komponen mesin, memastikan bahwa mesin dapat beroperasi sesuai dengan kapasitas yang diinginkan (800 kg/jam) dan memenuhi persyaratan kekuatan dan ketahanan. Keberhasilan perhitungan ini menentukan keberhasilan perancangan mesin secara keseluruhan.

IV. Kesimpulan dan Relevansi Praktis

Bab V menyimpulkan temuan dan memberikan saran-saran untuk pengembangan selanjutnya. Kesimpulan akan merangkum hasil perancangan, menunjukkan apakah tujuan perancangan telah tercapai, dan memberikan evaluasi terhadap desain yang dihasilkan. Saran-saran mungkin mencakup aspek-aspek yang perlu ditingkatkan atau dipertimbangkan dalam implementasi aktual mesin. Relevansi praktis dari dokumen ini sangat tinggi, terutama bagi pengusaha kecil di industri pengolahan tebu. Dengan memberikan desain mesin pemeras tebu yang efisien dan ekonomis, dokumen ini berpotensi untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan para pengusaha tersebut. Penggunaan roll bergerigi sebagai solusi untuk mengatasi masalah slip juga merupakan inovasi yang berharga dan dapat diadaptasi untuk mesin-mesin serupa. Secara keseluruhan, dokumen ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan teknologi pengolahan tebu dan menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip rekayasa dapat diterapkan untuk memecahkan masalah nyata di industri.

Referensi Dokumen

  • Dasar Perencanaan Dan Pemilihan Elemen Mesin ( Sularso. Kiyakatsu Suga )
  • Rolling Mill Practice ( P. Polukhin, N. Fedosov, A. Kotolyov and V, Matvegen )
  • Machine Design ( R. S. Khurmi, J. K. Gupta )
  • Machinery and Equipment of Cane Sugar Factory ( L. A. Tromp )
  • Handbokk of Cane Sugar Engineering ( E. Hugort )
  • Handbook Of Cane Sugar Teknology ( Mathur )
  • Mekanika Teknik ( E. P. Popov, Zainal Astamar )
  • Gambar ISO ( Takeshi Sato )

Referensi

Dokumen terkait

Pada perancangan ini difokuskan untuk membuat mesin pencetak briket dari hasil ampas tebu dengan bentuk seperti pellet karena mudah digunakan dan sesuai dengan kebutuhan

mengaplikasikan konsep pemikiran dalam wujud perencanaan suatu alat atau mesin yang sedianya menunjang proses

Alat penye rut es yang akan dirancang oleh penulis mengadopsi prinsip kerja dari mesin bor duduk untuk penggerak dan prinsip kerja mesin penyerut es manual untuk prinsip

Industri ini membutuhkan mesin untuk mengelolanya, salah satu mesin yang digunakan yaitu mesin press sampah plastik. Mesin press sampah plastik yang dirancang oleh penulis

Oleh karena itu dalam penelitian ini, penulis berusaha untuk mempermudah pekerjaan dalam pemerasan santan kelapa dengan cara merancang mesin pemeras santan kelapa yang memiliki

Tahun 2014, Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian telah melakukan modifikasi prototipe mesin pemeras tebu yang kompak dan praktis dengan tenaga penggerak 11,0 Hp,

Sebagai salah satu alternative untuk meningkatkan produktivitas dan efesiensi dalam menghasilkan sari kelapa yang murni, akan dirancanglah mesin pemeras daging

Mesin pemarut dan pemeras kelapa otomatis Alat ini adalah alat yang disatukan menjadi satu mesin yang berguna untuk memarut daging kelapa sekaligus memeras parutan kelapa untuk