• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUDAYA KERJA ORGANISASI PEMERINTAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BUDAYA KERJA ORGANISASI PEMERINTAH"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

BUDAYA KERJA

ORGANISASI

PEMERINTAH

Oleh :

(2)

Dikoordinasikan secara sadar, di sini mengandung pengertian

manajemen, merupakan salah satu fungsi manajemen.

Kesatuan sosial, berarti bahwa organisasi terdiri dari orang-orang/

sekelompok orang yang berinteraksi satu sama lain. Pola interaksi tidak begitu saja timbul melainkan telah dipikirkan, dengan demikian pola

interaksi harus diseimbang dan diselaraskan untuk meminimalkan

keberagaman dan keberlebihan (redundancy) dengan tetap memastikan bahwa tugas-tugas dilaksanakan dan diselesaikan.

Batasan yang relatif dapat diidentifikasi, karena batasan dapat

berubah dalam kurun waktu tertentu. Maka batasan yang nyata harus ada agar kita dapat membedakan antara anggota dan bukan

angggota. Batasan cenderung dicapai melalui perjanjian yang eksplisit maupun implisit antara para anggota dengan organisasi.

ORGANISASI

adalah suatu kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus-menerus untuk

mencapai tujuan bersama (Stephen P. Robbins, 1994).

(3)

Bekerja atas dasar yang terus menerus,

Orang-orang dalam sebuah organisasi mempunyai ikatan yang relative terus-menerus (bukan berarti seumur hidup). Dimana organisasi menghadapi perubahan yang konstan

didalam keanggotaannya. Selama menjadi anggota, mereka berpartisipasi secara relatif teratur. Biasanya mereka

memperoleh imbalan/penghargaan dari organisasi.

Mencapai tujuan tertentu,

Dimana tujuan tersebut adalah tujuan organisasi yang biasanya tidak dapat dicapai oleh individu yang bekerja sendiri, tujuan dicapai dengan usaha kelompok secara bersama.

 Adanya pola interaksi antar anggota kelompok secara formal.

Perlu adanya struktur organisasi yang menetapkan siapa melapor kepada siapa, dan mekanisme koordinasi serta pola interaksi. Sebuah struktur organisasi mempunyai komponen :

(4)

Kompleksitas,

Mempertimbangkan tingkat diferensiasi yang ada dalam organisasi, termasuk di dalammnya spesialisasi, tingkat

pembagian kerja, jumlah tingkatan hierarki organisasi, serta sejauhmana unit-unit organisasi tersebar secara geografis.

Formalisasi,

Sejauhmana organisasi menyandarkan diri pada

peraturan/prosedur untuk mengatur perilaku para anggotanya, dan sejauh mana pekerjaaan dalam organisasi itu

distandardisasikan.

Sentralisasi,

Mempertimbangkan dimana letak pusat pengambilan

keputusan/dimana pengambilan keputusan disentralisasikan. Dimana memperhatikan penyebaran kekuasaan untuk

membuat keputusan dalam organisasi. Tidak ada kesangsian bahwa wewenang formal merujuk pada hak-hak formal yang melekat pada posisi manajerial untuk memberi perintah dan mengharapkan perintah tsb dipatuhi, sentralisai pengambilan keputusan mencakup mereka yang mempunyai

(5)

ORGANISASI PEMERINTAHAN

Organisasi yang menyelenggarakan aktivitas dalam

rangka pememenuhan kebutuhan masyarakat,

lebih berorientasi utk mencapai tujuan sosial-politis

yang lebih besar

(non-profit oriented) daripada

tujuan ekonomis

(profit oriented).

Dikenal dengan

sebutan

Instansi Pemerintah (Milik Negara).

Artinya,

aktivitas (kerja) yang dilakukan oleh

instansi pemerintah (milik negara) tidak didasarkan

oleh pertimbangan untuk memperoleh keuntungan

semata, melainkan lebih banyak berdasarkan pada

pertimbangan untuk mewujudkan keadilan sosial

bagi masyarakat.

(6)

ORGANISASI PEMERINTAHAN

Cirinya :

a.

Asumsinya bahwa pengguna layanan lebih dilihat posisinya

sebagai warga negara daripada hanya dilihat sebagai

pengguna layanan semata.

b.

Hubungan antara pemberi layanan dan masyarakat tidak

semata dilihat sebagai hubungan antara penjual dan

konsumennya.

c.

Hubungan antara pemberi layanan dan konsumen dapat

dilihat sebagai hubungan yang bersifat resiprokal antara

penarik pajak (pemerintah) dan pembayar pajak (warga

negara).

d.

Hubungan tersebut tidak sebatas resiprokal pajak, akan

tetapi lebih merupakan komitmen bersama.

e.

Hubungan pemerintah dan warga negara yang dilayani

memiliki landasan fundamental yang ditandai oleh adanya

komitmen bersama antara pemerintah dan rakyat untuk

membangun suatu negara.

(7)

PERSPEKTIF ORGANISASI BIROKRATIS

7 KONSEP BIROKRASI

1. BIROKRASI SEBAGAI ORGANISASI RASIONAL

Suatu mekanisme sosial yang memaksimumkan efisiensi dan administrasi, serta memiliki bentuk organisasi yang khas.

2. BIROKRASI SEBAGAI INEFISIENSI ORGANISASI

Susunan manifestasi kelembagaan yang cenderung ke arah infleksibilitas dan depersonalisasi (intropersi atau ketertutupan, terlalu menekankan pada umur atau senioritas).

3. BIROKRASI SEBAGAI KEKUASAAN YANG DIJALANKAN OLEH PEJABAT

Suatu sistem kontrol pemerintahan yang sepenuhnya berada di tangan pejabat dengan kewenangannya.

(8)

PERSPEKTIF ORGANISASI BIROKRATIS

4. BIROKRASI SEBAGAI ADMINISTRASI NEGARA

Suatu kelompok manusia yang menjalankan fungsi tertentu yang dianggap penting oleh suatu masyarakat (negara).

5. BIROKRASI SEBAGAI ADMINISTRASI YANG DIJALANKAN OLEH PEJABAT

Sistem administrasi modern memiliki ciri umum, yaitu susunan pegawai yang terdiri dari pejabat (jabatan dan hierarkhi), otoritas, diiringi dengan pembagian dalam departemen-departemen dan menitikberatkan pada pencatatan-pencatatan (sistem pelaporan).

6. BIROKRASI SEBAGAI SUATU ORGANISASI

Sebagai unit sosial (unity), memiliki spesialisasi, hierarkhi, otoritas, status, rasionalitas, efisiensi, aturan, pembagian kerja, dan juga pemilihan berdasarkan kompetensi.

7. BIROKRASI SEBAGAI MASYARAKAT MODERN

Kerangka pengaturan birokrasi yang merefleksikan struktur sosial yang lebih luas. Sebagai keadaan tunduknya masyarakat pada pengaruh, sikap, dan nilai-nilai dari para birokrat.

(9)

Memahami BUDAYA ORGANISASI

BUDAYA ORGANISASI

 adalah nilai dan keyakinan bersama yang mendasari identitas

organisasi.

BUDAYA KERJA ORGANISASI

 adalah suatu wujud anggapan yang dimiliki, diterima secara

implisit oleh kelompok dan bagaimana kelompok tersebut rasakan, pikirkan, bereaksi dan berperilaku terhadap lingkungannya yang beraneka ragam.

(10)

DIMENSI BUDAYA KERJA

ORGANISASI

1. Inovasi dan Pengambilan Resiko;

Sejauhmana karyawan didorong untuk berinovasi dan

berani mengambil resiko.

2. Perhatian ke Hal yang Rinci;

Sejauhmana para karyawan diharapkan mau

memperlihatkan kecermatan, analisis dan perhatian

yang rinci dan detail.

3. Orientasi Hasil;

Sejauhmana manajemen fokus pada hasil.

4. Orientasi Orang;

Sejauhmana keputusan/kebijakan manajemen

memperhitungkan efeknya terhadap orang-orang

dalam organisasi.

(11)

DIMENSI BUDAYA KERJA

ORGANISASI

5. Orientasi Tim;

Sejauhmana kegiatan kerja diorganisasi-kan

dalam tim-tim kerja bukan individual.

6. Keagresifan;

Sejauhmana orang-orang dalam organisasi itu

agresif dan kompetitif, dan bukan bersantai.

7. Kemantapan;

Sejauhmana kegiatan organisasi menekankan

dipertahankannya status quo sebagai lawan dari

perubahan dan inovasi.

(12)

ADA 3 FENOMENA BUDAYA KERJA ORGANISASI

1. Budaya kerja organisasi diberikan/ditularkan kepada karyawan (baru) melalui sosialisasi;

2. Budaya kerja organisasi mempengaruhi perilaku karyawan di tempat kerjanya;

3. Budaya kerja organisasi berlaku dalam 2 (dua) wujud, yaitu :

(1). Budaya diwakili benda-benda khusus (terlihat), yang merupakan perwujudan fisik budaya organisasi. Seperti akronim, gaya berbusana (uniform), penghargaan, mitos dan cerita mengenai organisasi, upacara, ritual, perilaku yang ditunjukkan oleh para individu anggota, dekorasi dsb.

(2). Budaya merefleksikan nilai-nilai dan keyakinan yang dimiliki

oleh para anggota organisasi (tidak terlihat), dimana nilai-nilai ini cenderung berlangsung dalam waktu yang lebih lama dan lebih tahan terhadap perubahan. Seperti keyakinan pelayanan berkualitas tinggi. Para karyawan dapat memberikan pelayanan berkualitas tinggi karena pengalamannya saat berinteraksi dengan para pelanggan atau konsumen. ///// jujur, baik, dan sebagainya.

(13)

KARAKTERISTIK PENTING BUDAYA KERJA

1. ATURAN-ATURAN PERILAKU

yaitu : bahasa, terminologi, dan ritual yang biasa dipergunakan oleh para anggota suatu organisasi.

2. NORMA

yaitu : standar perilaku yang meliputi petunjuk bagaimana melakukan sesuatu. Norma agama, norma sosial, norma susila, norma adat dan sebagainya.

3. NILAI-NILAI DOMINAN

yaitu : nilai utama yang diharapkan dari organisasi untuk dilakukan oleh para anggota. Misalnya : produk berkualitas tinggi, layanan berkualitas tinggi, tingkat absensi rendah, produktivitas tinggi, disiplin kerja, efisiensi, high performance work system.

(14)

KARAKTERISTIK PENTING BUDAYA KERJA

4. FILOSOFI

yaitu : kebijakan yang dipercaya/diyakini organisasi mengenai hal-hal yang disukai para karyawan dan pelanggan.

Seperti : “Konsumen adalah Raja”

“Kepuasan Anda adalah Harapan Kami” dll.

5. PERATURAN-PERATURAN

yaitu : aturan yang tegas dari organisasi. Semua pegawai harus mempelajari dan mentaatinyanya agar keberadaannya dapat diterima di dalam organisasi.

6. IKLIM ORGANISASI

yaitu : keseluruhan perasaan yang meliputi hal-hal yang bersifat fisik. Bagaimana para anggota berinteraksi, dan Bagaimana para anggota mengendalikan diri dalam berhubungan dengan sesama anggota, pihak pelanggan dan pihak luar organisasi.

(15)

ELEMEN BUDAYA KERJA

ADA 3 TINGKATAN ELEMEN BUDAYA KERJA

1. ARTIFACTS

yaitu : Sesuatu yang dimodifikasi oleh manusia untuk tujuan tertentu. Hal-hal yang dapat dilihat, didengar, dirasakan. Seperti struktur,

proses, cerita-cerita, mitos, ritual, upacara seremoni, pahlawan-pahlawan, dan simbol-simbol organisasi dan memiliki dampak yang langsung dapat ditangkap secara emosional.

2. BELIEFS, VALUES, DAN ATTITUDE

yaitu : Kepercayaan, Nilai dan Perilaku. Ini baru dapat diketahui jika kita sudah memasuki dan menyelami organisasi serta tinggal atau berada lebih lama dalam organisasi tersebut. Biasanya menjadi acuan bagi tiap langkah yang dilakukan oleh para anggota organisasi. Seperti

strategi, tujuan, filosofi dasar, nilai, kepercayaan, moral, etika.

3. BASIC ASSUMPTION

yaitu : Asumsi–asumsi dasar yang diyakini bersama. Asumsi-asumsi ini baru dapat ditemui jika kita menelusuri sejarah organisasi tersebut. Hal-hal yang dianggap normal/kebiasaan/sudah diterima dan penting dalam membawa kesuksesan organisasi. Ada 5 (lima) dimensi Basic Assumption.

(16)

ELEMEN BUDAYA KERJA

ARTIFACTS

BELIEFS, VALUES, ATTITUDE

BASIC ASSUMPTION

Gambar : ELEMEN-ELEMEN DASAR BUDAYA KERJA ORGANISASI

(17)

ADA 5 (LIMA) DIMENSI TERKAIT BASIC

ASSUMPTION

1. Humanity’s Relationship To Its Environment

yaitu : Hubungan dengan Lingkungannya. Organisasi merubah lingkungan, atau lingkungan yang akan merubah organisasi.

2. The Nature of Reality and Truth

yaitu : Cara pandang terhadap kebenaran. Ada organisasi memandang dogma murni berdasarkan tradisi/kebijaksanaan yang ditunjukkan para pemimpin. Ada organisasi yang menganggap dlm memecahkan masalah perlu proses rasional berdasarkan peraturan dan prosedur lainnya. Ada organisasi yang menganggap jika sesuatu bekerja, maka itulah kepercayaan.

3. The Nature of Human Nature

yaitu : Konsep tipe manusia, terdiri dari 2 (dua) kelompok. Manusia tipe X, cenderung bersifat pemalas (kurang memiliki motivasi diri). Manusia tipe Y, biasanya memiliki motivasi diri yang tinggi.

(18)

ADA 5 (LIMA) DIMENSI TERKAIT BASIC

ASSUMPTION

4. The Nature of Human Activity

yaitu : Prinsip manusia terhadap tugas. Ada orang yang mampu menyelesaikan tugas yang dibebankan dengan menjadi orang yang practive achievers. Ada orang yang mementingkan untuk menyelaraskan/menjaga hubungan baik dengan orang lain. Ada yang berpegang pada norma kekeluargaan.

5. The Nature of Human Relationship

yaitu : Bagaimana tiap orang berinteraksi satu sama lain dalam organisasi. Misalnya, ada organisasi yang menganggap kerja individu lebih penting daripada Team Work. Ada organisasi yang memandang pola Team Work lebih penting.

(19)

MODEL ETIKA BERPERILAKU DI TEMPAT KERJA

PENGARUH BUDAYAKeluarga  Pendidikan  Agama  Media Massa PENGARUHORGANISASI  Kode Etik  Budaya Organisasi  Model Peran

 Tekanan untuk Mencapai

Hasil yang Diharapkan

 Sistem Reward-Punishment PENGARUH  Ekonomi  Politik  Hukum INDIVIDU  Kepribadian  Nilai  Prinsip Moral  Sejarah Hidup  Gender Perilaku Etis Peran yang Diharapkan

(20)

BUDAYA KERJA TERKAIT DENGAN KINERJA

1. BUDAYA YANG KUAT

(STRONG CULTURE)

Budaya yang kuat diasosiasikan dengan kinerja yang unggul, karena pada strong culture hampir semua manajer memiliki seperangkat nilai dan metode yang konsisten dalam menjalankan aktivitas (kerja) organisasi. Karyawan mau tidak mau harus mengadopsi nilai-nilai tersebut secara cepat. Anggota organisasi yang melanggar nilai/norma-norma yang berlaku akan mendapat koreksi dari atasan, rekan sejawat atau bawahannya.

2. BUDAYA ADAPTIF

Budaya yang dapat mengantisipasi dan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Mengembangkan pendekatan yang berorientasi keberanian mengambil resiko, kepercayaan (menumbuhkan sikap saling percaya), proaktif terhadap kehidupan organisasi, spirit, bersikap reseptif dan antisipatif terhadap perubahan serta inovatif. Budaya adaptif cenderung mendorong kinerja yang unggul.

(21)

Manajemen :

 Memiliki kepedulian thd kepuasan pelanggan dan stakeholders

 Menghargai orang-orang dan proses yang dapat menciptakan dan

mengantisipasi perubahan

Manajemen :

 Hanya peduli pada dirinya sendiri, kelompok kerja terdekat, atau beberapa produk yang diasosiasikan dengan kelompoknya saja.  Menghargai keteraturan

dan menghindar resiko. Manajemen :

 Memberikan perhatian lebih terhadap seluruh konstituennya, terutama pelanggan.

 Mengambil inisiatif perubahan pada saat diperlukan walaupun harus mengambil resiko.

Manajemen :

 Cenderung berfikir sempit, politis dan birokratis.

 Tidak mengubah strategi mereka dengan cepat guna mengambil manfaat dari perubahan

lingkungan.

NILAI INTI

PERILAKU UMUM

BUDAYA ADAPTIF BUDAYA TDK ADAPTIF PERBANDINGAN BUDAYA ADAPTIF DAN TIDAK ADAPTIF

(22)

Gambar

Gambar : ELEMEN-ELEMEN DASAR BUDAYA  KERJA ORGANISASI

Referensi

Dokumen terkait

Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (etity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasikasi, yang

Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (etity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasikasi, yang

4 Ndraha, Taliziduhu, Budaya Organisasi, Jakarta: Rineka Cipta, 2003, h.. relative dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relative terus menerus

Organisasi adalah sebuah entitas sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan batasan yang relatif dapat diidentifikasikan, dan bekerja atas dasar relatif terus

Organisasi adalah kesatuan (entitity) sosial yang dikordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas atas dasar yang relatif

Arti Kata Organisasi Secara Terminologis, Organisasi adalah kesatuan (Entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang relatif

Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relative dapat diidentifikasi, yang

Organisasi merupakan kesatuansosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang reaktif dapat diidentifikasikan, bekerja secara terus menerus untuk mencapai tujuan