PENGARUH CARA MENGAJAR PENDIDIK DAN KEMAMPUAN BELAJAR MANDIRI
TERHADAP MOTIVASI BELAJAR
MAHASISWA MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN Martin Salim
Universitas Kristen Satya Wacana [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai 1) cara mengajar pendidik dan kemampuan belajar mandiri 2) pengaruh cara mengajar pendidik dan kemampuan belajar mandiri terhadap motivasi belajar mahasiswa. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah kuisioner. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Terdapat pengaruh antara cara mengajar pendidik terhadap motivasi belajar mahasiswa. 2) Terdapat pengaruh antara kemampuan belajar mandiri terhadap motivasi belajar mahasiswa. 3) Terdapat pengaruh antara cara mengajar pendidik dan kemampuan belajar mandiri secara bersama-sama terhadap motivasi belajar mahasiswa magister manajemen pendidikan universitas satya wacana.
Kata Kunci: cara mengajar pendidik, kemampuan belajar mandiri, motivasi
THE EFFECT OF HOW EDUCATOR TEACH AND SELF LEARNING
ABILITY ON COLLEGE STUDENT LEARNING MOTIVATION Abstract
This study aims to gain a general description about: 1) how educator teach and self learning ability. 2) the effect of how educator teach and self learning ability on learning motivation of college student in Satya Wacana Christian University, the methode used to collecting the data were questionnaires. The data analysis was regression analysis. The result of the study indicate that: 1) there is an effect of how educator teach on learning motivation. 2) there is an effect of self learning ability on learning motivation. 3) there is an effect of how educator teach and self learning ability on learning motivation of college student in master of education management program, Satya Wacana Christian University.
Keyword: how educator teach, self learning ability, motivation
PENDAHULUAN
Motivasi seseorang dapat ditimbulkan dan tumbuh berkembang melalui dirinya sendiri-intrinsik dan dari lingkungan-ekstrinsik. Motivasi intrinsik bermakna sebagai keinginan dari diri sendiri untuk bertindak tanpa adanya rangsangan dari luar. Motivasi intrinsik akan lebih menguntungkan dan memberikan keajegan dalam belajar. Motivasi ekstrinsik dijabarkan sebagai motivasi yang datang dari luar individu dan tidak dapat dikendalikan oleh individu tersebut. Elliott et al. (2000). Motivasi dalam belajar akan mendukung terciptanya proses pembelajaran yang efektif terkhususnya di program S2 karena dalam program ini mahasiswa akan menerima perlakuan yang berbeda pada saat menempuh program S1, dimana mahasiswa tidak hanya menjadi obyek pendidikan yang hanya menerima pengetahuan dari dosen namun mahasiswa juga dilibatkan secara penuh dalam proses pembelajaran dan pendidik dalam hal ini dosen hanya berperan sebagai fasilitator pendidikan. Sukiniarti (2006) menyatakan bahwa makin tinggi motivasi belajar yang dimiliki mahasiswa, makin besar pula usaha yang dilakukan mahasiswa untuk mencapai hasil belajar yang tinggi.
Studi sebelumnya yang meneliti mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa menunjukan bahwa mahasiswa sebagian besar telah memiliki motivasi yang tinggi, namun belum didukung oleh metode pembelajaran, peranan pembimbing akademik dan pembimbing klinik yang efektif. Hal ini berarti ada faktor ekstrinsik atau eksternal yang mempengaruhi motivasi belajar dari mahasiswa yaitu peranan pembimbing akademik dan pembimbing klinik dan faktor intrinsik atau internal yang masih belum teranalisis yaitu kemampuan belajar mandiri.
Cara mengajar pendidik dalam hal ini dosen adalah faktor ekstrinsik atau eksternal yang mempengaruhi motivasi belajar siswa. Faktor eksternal ini muncul dari luar pribadi seseorang yang dapat memengaruhi psikologis orang yang bersangkutan. Nasution dalam moekijat (2002). Cara mengajar dapat memotivasi siswa untuk belajar jika dosen bisa mengajar dengan menarik perhatian mahasiswa untuk berkonsentrasi dalam proses pembelajaran dengan cara menerapkan reward dan Punishment. Mahasiswa juga akan termotivasi jika dosen mampu memberikan tujuan yang jelas dalam tiap pertemuan di kelas dan yang terakhir adalah jika dosen bisa mengakhiri kelas dengan meninggalkan suatu hal yang berkesan untuk mahasiswa.
Kemampuan belajar mandiri mahasiswa adalah faktor intrinsik atau Internal yang mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa. Faktor internal muncul dari dalam diri seseorang itu sendiri. Nasution dalam moekijat (2002). Kemampuan belajar ini terbentuk karena kesadaran diri atas pemahaman betapa pentingnya belajar untuk mengembangkan dirinya dan bekal untuk menjalani kehidupan
METODE PENELITIAN Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif karena data yang diperoleh berupa angka-angka dan diselesaikan dengan metode statistika.
Waktu dan tempat penelitian
Populasi dan Sampel
Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Kristen Satya Wacana angkatan XXXIV yang berjumlah 45 mahasiswa yang diambil secara acak sebanyak 38 mahasiswa sebagai sampel dalam penelitian. Teknik analisis data
Pengolahan data dilakukan dengan tahap pengumpulan data, pengelompokan data, tabulating data, Analisa data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik Analisa data menggunakan analisis regresi untuk mengetahui tingkat asosiasi dan hubungan fungsional dari masing-masing variabel independent dengan variabel dependent
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data
Analisis
Dari output tabel terlihat nilai F yaitu 1.369 dengan tingkat signifikansi 0.268 Dari table kedua dapat dituliskan persamaan regresi yang diperoleh, yaitu :
Dimana, Y = Motivasi Belajar Mahasiswa CARA = Cara Mengajar Pendidik
MANDIRI = Kemampuan belajar mandiri Siswa
Konstanta sebesar 2.468 menyatakan bahwa jika tidak ada cara mengajar pendidik dan kemampuan belajar mandiri mahasiswa, maka motivasi belajar mahasiswa hanya bernilai 2.468
Koefisien Regresi untuk CARA sebesar 0.115 menyatakan bahwa setiap perubahan skor cara mengajar pendidik akan memberi kontribusi perubahan pada motivasi belajar mahasiswa sebesar 0.115
Koefisien Regresi untuk MANDIRI sebesar 0.302 menyatakan bahwa setiap perubahan skor kemampuan belajar mandiri akan memberi kontribusi perubahan pada motivasi belajar mahasiswa sebesar 0.302 Hipotesis
H0 = Koefisien Regresi tidak signifikan H1 = Koefisien Regresi signifikan
Pengambilan keputusan
a. Dengan membandingkan Statistik Hitung dengan Statistik Tabel Jika Statistik t Hitung < Statistik t Tabel, maka H0 diterima Jika Statistik t Hitung < Statistik t Tabel, maka H0 ditolak
Pada output SPSS, diketahui bahwa t hitung sebesar 0.449. sedangkan t table dengan taraf kepercayaan 5% dan derajat kebebasan 9 di dapat nilai t = 2.262. dengan demikian t hitung > t table, sehingga H0 ditolak. Dengan kata lain, koefisien regresi adalah signifikan.
b. Berdasarkan probabilitas
Jika probabilitas > 0.05, maka H0 diterima Jika probabilitas < 0.05, maka H0 ditolak
Pada output didapatkan bahwa nilai probabilitas adalah 0.268 atau lebih besar dari 0.05, sehingga H0 ditolak. Atau, koefisien korelasi adalah tidak signifikan.
Uji Hipotesis pertama
Dari data diketahui bahwa Cara mengajar pendidik memiliki pengaruh sebesar 0.035 atau 3.5% terhadap motivasi belajar mahasiswa
Uji Hipotesis kedua
Hipotesis kedua, terdapat pengaruh antara kemampuan belajar mandiri terhadap motivasi belajar mahasiswa
Dari data diketahui bahwa kemampuan belajar mandiri memiliki pengaruh sebesar 0.069 atau 6.9% terhadap motivasi belajar mahasiswa.
Uji hipotesis ketiga
Hipotesis ketiga, terdapat pengaruh antara cara mengajar pendidik dan kemampuan belajar mandiri terhadap motivasi belajar mahasiswa
Dari data diketahui bahwa cara mengajar pendidik dan kemampuan belajar mandiri secara bersama-sama memiliki pengaruh sebesar 0.075 atau 7.5% terhadap motivasi belajar mahasiswa.
berdasarkan data-data hasil analisis di atas maka dapat diketahui bahwa cara mengajar pendidik dan kemampuan belajar mandiri memiliki pengaruh positif terhadap motivasi belajar mahasiswa. Ini berarti bahwa motivasi belajar mahasiswa akan meningkat searah dengan meningkatnya cara mengajar pendidik dan meningkatnya kemampuan belajar mandiri.
Elliot, S.N., et al.(2000). Educational psychology: effective teaching, effective learning. Boston: The McGraw-Hill Companies, Inc.
Moekijat. (2002). Dasar-dasar Motivasi. Bandung:CV. Pionir Jaya Bandung