• Tidak ada hasil yang ditemukan

SOAL DAN JAWABAN UTS EVALUASI PEMBELAJAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "SOAL DAN JAWABAN UTS EVALUASI PEMBELAJAR"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

JAWABAN TAKE HOME UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) EVALUASI PEMBELAJARAN BIOLOGI

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Ujian Tengah Semester (UTS) Mata Kuliah : Evaluasi Pembelajaran Biologi

Dosen Pengampu : Ipin Aripin, M.Pd

Disusun Oleh : Nurul Syiam 14121620645 Tadris IPA Biologi C/VI

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

(2)

Soal !

1. Coba Anda jelaskan hubungan antara evaluasi, tes, pengukuran, dan asesmen seperti pada gambar di bawah ini:

2. Apa yang Anda ketahui tentang : a. Taksonomi Bloom Revisi b. Taksnomi Marzano

c. Perbedaan Taksonomi Bloom dan Taksnomi Marzano

3. Buatlah kisi-kisi soal untuk soal tes pilihan ganda pada soal nomor 4, mengacu pada kurikulum 2013 atau KTSP !

4. Buatlah soal pilihan ganda materi biologi SMA, dengan ketentuan sebagai berikut: a. Tipe soal C2 (Memahami) sebanyak 3 soal

b. Tipe soal C3 (Menerapkan) sebanyak 2 soal c. Tipe soal C4 (Menganalisis) sebanyak 2 soal d. Tipe soal C5 (Mengevaluasi) sebanyak 2 soal e. Tipe soal C6 (Mencipta) sebanyak 1 soal

5. Buatlah soal essay sebanyak 3 (tiga) soal lengkapi dengan jawaban dan prosedur penskorannya !

(3)

Jawaban :

1. Hubungan antara evaluasi, tes, pengukuran, dan asesmen :

Untuk mengetahui hubungan antara evaluasi, tes, pengukuran, dan asesmen, sebelumnya akan dikemukakan terlebih dahulu definisi dari masing-masing point tersebut sesuai dengan gambar. Menurut Wulan tes (test) merupakan suatu alat penilaian dalam bentuk tulisan untuk mencatat atau mengamati prestasi siswa yang sejalan dengan target penilaian. Lalu pengukuran (measurement) adalah suatu proses pengumpulan data melalui pengamatan empiris untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan tujuan yang telah ditentukan. Dalam hal ini guru menaksir prestasi siswa dengan membaca atau mengamati apa saja yang dilakukan siswa, mengamati kinerja mereka, mendengar apa yang mereka katakan, dan menggunakan indera mereka seperti melihat, mendengar, menyentuh, mencium, dan merasakan. Kemudian asesmen (assessment) merupakan penilaian proses, kemajuan, dan hasil belajar siswa (outcomes). Dan evaluasi dapat dinyatakan sebagai suatu proses pengambilan keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui asesmen dan pengukuran hasil belajar, baik yang menggunakan instrumen tes maupun non tes.

(4)

secara informal. Semua tes adalah penilaian formal, tetapi tidak semua penilaian formal merupakan tes.

Daftar Pustaka :

Gabel, D.L. 1993. Handbook of Research on Science Teaching and Learning. New York : Maccmillan Company.

Wilda, A. 2010. http://wildaalbeta.blogspot.com/2010/04/hubungan-pengukuran-penilaiantes dan.html. Diakses pada tanggal 7 April 2015 Pukul 16.00 WIB.

Wulan, AR. Pengertian Dan Esensi Konsep Evaluasi, Asesmen, Tes, dan Pengukuran. Bandung : FPMIPA Universitass Pendidikan Indonesia.

Zainul & Nasution. 2001. Penilaian Hasil belajar. Jakarta : Dirjen Dikti.

2. a. Taksonomi Bloom Revisi

Salah seorang murid Bloom yang bernama Lorin Anderson merevisi taksonomi Bloom pada tahun 1990. Hasil perbaikannya dipublikasikan pada tahun 2001 dengan nama Revisi Taksonomi Bloom. Dalam revisi ini ada perubahan kata kunci, Masing-masing kategori masih diurutkan secara hirarkis dari urutan terendah ke yang lebih tinggi. Pada ranah kognitif kemampuan berpikir analisis dan sintesis diintegrasikan menjadi analisis saja. Dari jumlah enam kategori pada konsep terdahulu tidak berubah jumlahnya karena Lorin memasukan kategori baru yaitu creating yang sebelumnya tidak ada. Menurut Anderson dan Krathwohl (Widodo : 2006) dimensi proses kognitif terdiri atas beberapa tingkat yaitu:

C1 : Mengingat Mengingat adalah kemampuan memperoleh kembali pengetahuan yang relevan dari memori jangka panjang. Kategori mengingat terdiri dari proses kognitif Recognizing (mengenal

kembali) dan Recalling (mengingat).

C2 : Memahami Memahami adalah kemampuan merumuskan makna dari pesan pembelajaran dan mampu mengkomunikasikannya dalam bentuk lisan, tulisan maupun grafik. Kategori memahami terdiri dari proses kognitif Interpreting

(5)

Summarizing (menyimpulkan), Inferring (menduga), Comparing (membandingkan), dan Explaining (menjelaskan)

C3 : Mengaplikasikan Menerapkan adalah kemampuan menggunakan prosedur untuk menyelesaikan masalah.

Kategori menerapkan (Apply) terdiri dari proses kognitif kemampuan melakukan (Executing) dan kemampuan menerapkan (Implementing). C4 : Menganalisis Menganalisis meliputi kemampuan untuk

memecah suatu kesatuan menjadi bagian-bagian dan menentukan bagaimana bagian-bagian tersebut dihubungkan satu dengan yang lain atau bagian tersebut dengan keseluruhannya. Kategori Apply terdiri kemampuan

membedakan (Differentiating), mengorganisasi (Organizing) dan memberi simbol (Attributing) C5 : Mengevaluasi Menilai didefinisikan sebagai kemampuan

melakukan judgement berdasar pada kriteria dan standar tertentu. Kriteria sering digunakan adalah menentukan kualitas, efektifitas, efisiensi, dan konsistensi, sedangkan standar digunakan dalam menentukan kuantitas maupun kualitas. Kategori menilai terdiri dari Checking (mengecek) dan Critiquing (mengkritik). C6 : Mencipta Mencipta didefinisikan sebagai

menggeneralisasi ide baru,

(6)

(4) Sebelum kita berkreasi sesuatu maka kita harus mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis dan mengevaluasi, serta memperbaharui. Pentahapan berpikir seperti itu bisa jadi mendapat sanggahan dari sebagian orang. Alasannya, dalam beberapa jenis kegiatan, tidak semua tahap seperti itu diperlukan, (Anonim : 2014).

b. Taksonomi Marzano

Robert J. Marzano merupakan seorang peneliti pendidikan terkemuka berasal dari Colorado, Amerika Serikat telah mengusulkan apa yang disebutnya “Sebuah Taksonomi Baru dari Tujuan Pendidikan”. Dikembangkan untuk menjawab keterbatasan dari taksonomi Bloom yang telah digunakan secara luas serta situasi terkini, model kecakapan berpikir yang dikembangkan Marzano memadukan berbagai faktor yang berjangkauan luas, yang mempengaruhi bagaimana siswa berpikir, dan menghadirkan teori yang berbasis riset untuk membantu para guru memperbaiki kecakapan berpikir para siswanya. Robert Marzano menstruktur dan mengkonsep kembali hirarki Bloom menjadi 6 kategori yang berbeda. Berikut enam level yang dikemukakan oleh Robert Marzano (Anonim : 2012) :

Sistem Level Deskripsi

Kognitif 1. Retrieval Proses dari prosedur pengetahuan, mengingat kembali atau melakukan, tanpa pemahaman.

2. Comprehension Proses dari urutan atau struktur pengetahuan, sintesis/lamgkah-langkah dan gambarannya secara mendasar untuk pemahaman dasar atau pemahaman awal. 3. Analisis Proses mengakses dan menguji

pengetahuan mengenai persamaan dan perbedaan, hubungan pangkat atas dan pangkat bawah, mendiagnosa kesalahan, atau logika yang konsekuen, atau prinsip yang dapat diduga.

(7)

dapat diperoleh.

Metakognitif 5. Metakognisi Proses untuk memonitor apa dan bagaimana pengetahuan yang baik bisa dimengerti, pengujian yang secara sadar terhadap proses-proses kognitif untuk melihat apakah proses-proses tersebut mempengaruhi tujuan-tujuan yang akan dicapai.

Self-system 6. Self Proses mengidentifikasi respon/ rangsangan emosi, melatih persepsi, motivasi, dan manfaatnya pada kepercayaan terhadap pengetahuan awal.

Secara nyata, taksonomi ini bergerak : (a) dari cara yang sederhana ke proses yang lebih komplit baik informasi atau prosedur-prosedurnya, (b) dari kesadaran yang kurang ke kesadaran yang lebih tentang pengontrolan yang lebih terhadap proses pengetahuan dan bagaimana menyusun atau menggunakannya, dan (c) dari kurangnya keterlibatan personal atau komitmen terhadap kepercayaan yang besar secara terpusat dan refleksi dari identitas seseorang. Enam tingkatan atau level tersebut juga berinteraksi dengan apa yang disebut Marzano “tiga pengetahuan awal”, yaitu:

1. Informasi, mencakup: kosakata, isi secara lengkap atau prinsip.

2. Prosedur mental, mencakup: recalling, mengklasifikasikan secara umum, memonitor metakognitif, dan sebagainya.

3. Presedur psikomotor, mencakup: keahlian dan kecakapan atau penampilan. c. Perbedaan Taksonomi Bloom dan Taksnomi Marzano :

Secara umum perbedaan antara taksonomi bloom revisi dengan taksonomi Marzano pada ranah kognitif menurut Anderson (2010) adalah sebagai berikut :

Pembeda Bloom Marzano

Dasar Pemikiran Dasar Proses Akademik Proses kognitif-metakognitif Ranah

Pengetahuan

Kognitif, afektif, psikomotir

Informasi,Prosedural mental, prosedur psikomotor

Tingkatan atau Hierarki

Mengingat, memahami, menerapkan,

(8)

menganalisis, mengevaluasi dan mencipta

metacognision, self system thinking

Daftar Pustaka :

Anderson, Lorin W et al. 2010. Kerangka Landasan untuk Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen Revisi Taksonomi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Anonim. 2012. https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd %2Fnoviarnigiant.files.wordpress.co%2011%2F03%2Fevaluasitaksonomimarzano.doc&ei. Diakses pada Tanggal 7 April 2015 Pukul 16.08 WIB.

Anonim. 2014. http://www.aanchoto.com/perbedaan-taksonomi-marzano-dengan-taksonomi-bloom-dan-cangelosi.html. Diakses pada Tanggal 7 April 2015 Pukul 16.30 WIB.

(9)

3. Kisi-Kisi Soal Pilihan Ganda (PG) Materi Sistem Pernafasan Kelas XI SMA Sederajat No Kompetensi Dasar/ SKL Bahan

Kelas/ Semester

Materi Indikator

Soal

Bentuk Tes (Tertulis/Praktik)

No Soal

1. SK 3 :

Memahami penerapan konsep dasar dan prinsip-prinsip hereditas serta implikasinya pada salingtemas

KD 3.8 :

Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem respirasi dan

mengaitkannya dengan bioprosesnya sehingga dapat menjelaskan proses pernapasan serta gangguan fungsi yang mungkin terjadi pada sistem respirasi manusia melalui studi literatur, pengamatan,

percobaan, dan simulasi.

XI/2

 Perbedaan antara pernapasan eksternal dengan pernapasan internal

 Pernapasan dada  Mekanisme pernapasan

C2 C2 C2 Tertulis Tertulis Tertulis 1 2 3 2. XI/2

 Mekanisme fase ekspirasi

 Fase inspirasi

C3 C3 Tertulis Tertulis 4 5 3. XI/2

 Studi kasus terjadinya tersedak

 Kelainan sistem pernafasan (asma) C4 C4 Tertulis Tertulis 6 7 4. XI/2

 Studi kasus keterkaitan antara rokok dengan kesehatan paru-paru  Kelainan pada sistem

pernafasan (radang pada pleura) C5 C5 Tertulis Tertulis 8 9

(10)

4. Soal pilihan ganda (PG) materi biologi SMA Sistem Pernapasan, dengan ketentuan :

C2

(Memahami)

1. Perbedaan antara pernapasan eksternal dengan pernapasan internal adalah ….

b. Pernapasan eksternal adalah pertukaran O2 dan CO2 di paru-paru, pernapasan internal pertukaran O2 dan CO2 di sel-sel tubuh

c. Pernapasan eksternal terjadi pada sel tubuh, pernapasan internal terjadi di paru-paru

d. Pernapasan eksternal ialah pertukaran O2 dan CO2 di arteri, pernapasan internal pertukaran O2 dan CO2 di vena

e. Pernapasan eksternal adalah pertukaran O2 dan CO2 di dalam pembuluh darah, pernapasan internal pertukaran O2 dan CO2 di paru-paru

f. Pernapasan eksternal terjadi pertujaran udara pada hidung dan mulut, pernapasan internal terjadi pertukaran O2 dan CO2 di paru-paru

2. Pada pernapasan dada udara masuk ke paru-paru akibat kontraksi...

a. Otot antartulang rusuk luar b. Otot antartulang rusuk dalam c. Otot diafragma

d. Otot perut e. Otot lurik

3. Bagaimana oksigen diangkut dalam darah? a. Terlarut dalam plasma

b. Terikat pada hemoglobin c. Dalam bentuk CO2 d. Sebagai bikarbonat e. Terlarut dalam air C3

(Menerapkan)

(11)

a. Rongga dada mengecil, berarti tekanan udara membesar dan udara keluar dari paru-paru

b. Rongga dada membesar, berarti tekanan udara membesar dan udara keluar dari paru-paru

c. Rongga dada mengecil, berarti tekanan udara mengecil dan udara masuk ke paru-paru

d. Rongga dada membesar, berarti tekanan udara mengecil dan udara keluar dari paru-paru

e. Rongga dada membesar, berarti tekanan udara membesar dan udara masuk ke paru-paru

5. Inspirasi atau udara masuk ke paru-paru akan terjadi jika.... a. Otot dada relaksasi

b. Otot diafragma relaksasi c. Otot perut kontraksi d. Rongga dada membesar e. Otot dada kontraksi C4

(Menganalisis)

6. Saat makan sambil berbicara dapat menyebabkan tersedak, mengapa terjadi hal demikian....

a. Karena saat makan sambil berbicara, katup pada esofagus dan trakea sama-sama tertutup, sehingga makanan dapat masuk kedalam trakea

b. Karena saat makan sambil berbicara, katup pada esofagus dan trakea sama-sama terbuka, sehingga makanan dapat masuk kedalam trakea

c. Karena saat makan sambil berbicara, katup pada esofagus dan trakea salah satunya terbuka, sehingga makanan dapat masuk kedalam esofagus

d. Karena saat makan sambil berbicara, katup pada esofagus dan trakea sama-sama terbuka, sehingga makanan tidak dapat masuk kedalam trakea

(12)

7. Pada saat suhu dingin penderita asma sering kambuh, mengapa hal itu dapat terjadi....

a. Karena saat suhu dingin, pembuluh darah pada saluran nafas melebar sehingga udara (O2) yang masuk kedalam paru-paru banyak

b. Karena saat suhu dingin, pembuluh darah pada saluran nafas melebar sehingga udara (CO2) yang masuk kedalam diafragma banyak

c. Karena saat suhu dingin, pembuluh darah pada saluran nafas menyempit sehingga udara (O2) yang masuk kedalam paru-paru sedikit

d. Karena saat suhu dingin, pembuluh darah pada saluran nafas melebar sehingga udara (O2) yang masuk kedalam paru-paru sedikit

e. Karena saat suhu dingin, pembuluh darah pada saluran nafas menyempit sehingga udara (CO2) yang masuk kedalam difragma sedikit

C5

(Mengevaluasi)

8. Rokok merupakan penyumbang devisa terbesar bagi negara Indonesia, bagaimana keterkaitannya dengan kesehatan, terutama paru-paru....

a. Rokok lebih banyak menimbulkan kerugian dibandingkan manfaatnya, salah satunya pada kesehatan paru-paru seperti kanker paru-paru dan radang-paru-paru

b. Rokok merupakan penyumbang devisa terbesar di Indonesia, oleh karena itu sangat bermanfaat bagi manusia

c. Rokok sangat menguntungkan bagi manusia

d. Tidak hanya bermanfaat bagi negara, bagi manusiapun rokok bermanfaat sebagai penenang

e. Rokok sering dimanfaatkan baik untuk manusia maupun bagi negara

(13)

a. Ketika jaringan pada trakea meradang, itu berakibat pada nyeri yang tajam pada dada yang memburuk dengan napas, atau pleurisy. Gejala-gejala lain dari pleurisy dapat termasuk batuk, kepekaan dada, dan sesak napas.

b. Serat-serat nyeri dari paru berlokasi pada pleura. Ketika jaringan ini meradang, itu berakibat pada nyeri yang tajam pada hidung

c. Ketika diafragma meradang, itu berakibat pada nyeri yang tajam

d. Serat-serat nyeri dari paru berlokasi pada pleura. Ketika jaringan ini meradang, itu berakibat pada nyeri yang tajam pada dada yang memburuk dengan napas, atau pleurisy. Gejala-gejala lain dari pleurisy dapat termasuk batuk, kepekaan dada, dan sesak napas.

e. Nyeri pada diafragma menyebabkan pleurisy

C6 (Mencipta) 10.Menit ventilasi adalah keseluruhan jumlah udara yang berpindah kedalam dan keluar dari tiap-tiap system pernafasan dan itu dijumlahkan dengan waktu volume tidal dari kecepatan pernafasan. Kecepatan pernafasan adalah jumlah dari tiupan nafas yang diambil setiap menit. Berikan pendapat tentang ventilasi menit dari orang yang beristirahat, Siapakah yang memiliki volume tidal 500 ml dan kecepatan pernafasan 12 pernafasan/menit dan gerakan badan orang tsb, Siapakah yang memiliki volume tidal 400ml dan kecepatan pernafasan 24 pernafasan/menit....

a. Orang yang sehabis beraktivitas penuh atau berolah raga akan mengalami penurunan pernafasan daripada orang yang dalam keadaan santai/refleks

b. Orang yang dalam keadaan rileks akan mengalami peningkatan pernafasan daripada orang yang beraktivitas penuh

(14)

akan mengalami peningkatan pernafasan daripada orang yang dalam keadaan santai/refleks. Sehingga yang memiliki kecepatan 24 pernafasan/menit adalah orang yang sehabis melakukan aktivitas dan yang memiliki kecepatan 12 pernafasan/menit adalah orang yang berada dalam keadaan refleks/santai

e. Orang yang dalam keadaan santai/refleks memiliki kecepatan 24 pernafasan/menit dibandingkan orang yang sehabis beraktivitas yang memiliki kecepatan 12 pernafasan/menit.

5. Soal essay beserta jawaban dan prosedur penskorannya!

No Soal dan Score Jawaban

1. Sebutkan alat-alat pernapasan manusia beserta fungsinya ! (Score 40)

 Rongga Hidung (Cavum Nasalis) Udara dari luar akan masuk lewat rongga hidung (cavum nasalis). Rongga hidung berlapis selaput lendir, di dalamnya terdapat kelenjar minyak (kelenjar sebasea) dan kelenjar keringat (kelenjar sudorifera). Selaput lendir berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat saluran pernapasan. Selain itu, terdapat juga rambut pendek dan tebal yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara. Juga terdapat konka yang mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menghangatkan udara yang masuk.

 Faring (Tenggorokan) Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring merupakan percabangan 2 saluran, yaitu saluran pernapasan (nasofarings) pada bagian depan dan saluran pencernaan (orofarings) pada bagian belakang.  Tenggorokan (Trakea) Tenggorokan berupa pipa yang

panjangnya ± 10 cm, terletak sebagian di leher dan

(15)

pernapasan.

 Cabang-cabang Tenggorokan (Bronki) Tenggorokan (trakea) bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan trakea, hanya tulang rawan bronkus

bentuknya tidak teratur dan pada bagian bronkus yang lebih besar cincin tulang rawannya melingkari lumen dengan sempurna. Bronkus bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus.

 Paru-paru (Pulmo) Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas, di bagian samping dibatasi oleh otot dan rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat. Paru-paru ada dua bagian yaitu paru-paru kanan (pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri (pulmo sinister) yang terdiri atas 2 lobus. Paru-paru

dibungkus oleh dua selaput yang tipis, disebut pleura. Selaput bagian dalam yang langsung menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam (pleura visceralis) dan selaput yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar (pleura parietalis).

2. Jelaskan mekanisme pertukaran Oksigen dan Karbon dioksida alveolus ! (Score 20)

Oksigen yang dibutuhkan berdifusi masuk ke darah dalam kapiler darah yang menyelubungi alveolus. Selanjutnya, sebagian besar oksigen diikat oleh zat warna darah atau pigmen darah (hemoglobin) untuk diangkut ke sel-sel jaringan tubuh. Hemoglobin yang terdapat dalam butir darah merah atau eritrosit ini tersusun oleh senyawa hemin atau hematin yang mengandung unsur besi dan globin yang berupa protein.

3. Jelaskan mekanisme ekspirasi dan

1. Pernapasan dada

Pada pernapasan dada melibatkan otot antartulang

(16)

inspirasi

pernapasan dada dan perut! (Score 40)

interkostalis berkontraksi → tulang rusuk terangkat →

rongga dada membesar → tekanan udara dalam dada

(toraks) menurun → paru-paru mengembang → tekanan udara dalam paru-paru lebih rendah daripada tekanan luar

sehingga udara masuk ke paru-paru.

Saat ekspirasi (udara diembuskan), otot

interkostalis berelaksasi → tulang rusuk turun → rongga

dada mengecil → tekanan udara dalam torak meningkat

→ paru-paru mengempis → tekanan udara dalam paru -paru lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan udara luar

sehingga udara keluar dari paru-paru.

2. Pernapasan perut

Dalam pernapasan perut, otot yang terlibat adalah

otot diafragma. Saat inspirasi, otot diafragma berkontraksi

→ diafragma menjadi datar → rongga dada membesar →

paru-paru mengembang → tekanan udara dalam paru-paru

lebih rendah daripada tekanan udara luar sehingga udara

masuk ke paru-paru.

Saat ekspirasi, otot diafragma berelaksasi →

diafragma melengkung ke arah rongga dada → rongga

dada mengecil → paru-paru mengempis → tekanan dalam

paru-paru lebih tinggi dari tekanan udara luar sehingga

udara keluar dari paru-paru.

No Kriteria Penskoran Nilai

1.  31-40

 16-30  1-15

 Semua pertanyaan dijawab dengan baik, sistematis, logis, relevan, sesuai dengan pertanyaan dengan menyebutkan

 Jawaban kurang sistematis, namun sesuai dengan pertanyaan

 Hanya terdapat sedikit kesesuaian antara jawaban dengan pertanyaan.

(17)

 8-14

 1-7

pertanyaan

 Jawaban kurang sistematis, namun sesuai dengan pertanyaan

 Hanya terdapat sedikit kesesuaian antara jawaban dengan pertanyaan.

3.  31-40

 16-30

 1-15

 Semua pertanyaan dijawab dengan baik, sistematis, logis, relevan, sesuai dengan pertanyaan

 Jawaban kurang sistematis, namun sesuai dengan pertanyaan

 Hanya terdapat sedikit kesesuaian antara jawaban dengan pertanyaan.

6. Langkah-langkah yang harus dilakukan bagi seorang guru dalam proses pengembangan alat evaluasi agar diperoleh instrumen yang valid dan reliable yakni : a. Tahapan persiapan,

Pada tahapan ini bahan-bahan yang diperlukan untuk menyusun alat evaluasi dihimpun, bahan-bahan tersebut meliputi :

1) Tujuan Pengajaran. Yakni bentuk perilaku yang akan dievaluasi. Bila evaluasi dilakukan secara formatif tujuan pengajaran di samping untuk kepentingan evaluasi, juga dalam rangka pengembangan sistem pengajaran (system instructional). Bila evaluasi dilakukan sebagai evaluasi sumatif atau untuk kepentingan diagnostik maupun penempatan, maka perumusan tujuan disesuaikan dengan maksud tertentu. Dalam perumusan tujuan perlu diperhatikan aspek yang akan diukur berdasarkan klasifikasi taxonomi pendidikan.

2) Menentukan ruang lingkup dan urutan bahan berpedoman pada kisi-kisi yang dibuat. Dalam hal ini perlu diperhatikan pula penggunaan sumber bahan yang representatif, sehingga dalam mengambil sample bahan yang akan dievaluasikan betul-betul mencerminkan tentang berbagai aspek yang akan diukur. Hal ini terutama sekali berlaku bila bukan evaluasi formatif yang akan dilaksanakan. 3) Menuliskan butir-butir soal dengan bentuk sebagaimana direncanakan dan dibuat

dalam kisi-kisi.

4) Bila evaluasi dilaksanakan selain untuk kepentingan evaluasi formatif, soal yang dibuat perlu diuji coba terlebih dahulu sebelum diperbanyak sesuai dengan kebutuhan.

(18)

Melaksanakan evaluasi harus disesuaikan dengan maksud tertentu. Evaluasi formatif dilaksanakan setiap kali dilakukan pengajaran terhadap satu unit pelajaran tertentu. Evaluasi sumatif dilakukan pada akhir program, apakah semester atau kelas terakhir (Evaluasi Belajar Tahap Akhir termasuk pula evaluasi sumatif). Evaluasi diagnostik dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan.

c. Tahap pemeriksaan

Penentuan dan pengolahan angka atau skor. Dalam memeriksa pekerjaan hasil evaluasi seharusnya digunakan kunci jawaban, baik untuk evaluasi dengan test essay ataupun t6es obyektif. Hal ini disamping untuk mempermudah pemeriksaan juga untuk menghindari unsur subyektif dalam memberikan angka.

Angka yang diperoleh dari hasil pemeriksaan masih dalam bentuk angka mentah. Agar kita memperoleh angka masak (angka terjabar) perlu dilakukan pengolahan dengan menggunakan aturan-aturan tertentu. Untuk menghasilkan angka terjabar ini dasar penentuan angka disesuaikan dengan acuan yang digunakan, apakah aduan petokan ataukah acuan norma.

Daftar Pustaka :

Anas Sudijono. 2005. Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindo.

7. Teori tes klasik dan teori tes modern a. Teori Tes Klasik

Teori Tes Klasik adalah sebuah teori yang mudah dalam penerapannya serta model yang cukup berguna dalam mendeskripsikan bagaimana kesalahan dalam pengukuran dapat mempengaruhi skor amatan. Inti teori klasik adalah asumsi-asumsi yang dirumuskan secara sistematis serta dalam jangka waktu yang lama. Dari asumsi-asumsi tersebut kemudian dijabarkan dalam beberapa kesimpulan. Daya beda, indeks kesukaran, efektifitas distraktor, reliabilitas dan validitas adalah formula penting yang disarikan dari teori tes klasik. Terdapat tujuh macam asumsi yang ada dalam teori tes klasik, yakni sebagai berikut:

1) Terdapat hubungan antara skor tampak (observed score) yang dilambangkan dengan huruf X, skor murni (true score) yang dilambangkan dengan T dan skor kasalahan (error) yang dilambangkan dengan E.

2) Skor murni (T) merupakan nilai harapan є (X).

(19)

4) Korelasi antara kesalahan pada pengukuran pertama dan nol (ρe1e2 = 0).

5) Jika terdapat dua tes untuk mengukur atribut yang sama maka skor kesalahan pada tes pertama tidak berkorelasi dengan skor murni pada tes kedua (ρelt2).

6) Menyajikan tentang pengertian tes yang pararel 7) Definisi tes yang setara (essentially t equivalent).

Asumsi-asumsi teori klasik di atas memungkinkan untuk dikembangkan dalam rangka pengembangan berbagai formula yang berguna dalam melakukan pengukuran psikologis. Daya beda, indeks kesukaran, efektifitas distraktor, reliabilitas dan validitas adalah formula penting yang disarikan dari teori tes klasik.

b. Teori tes modern

Teori tes modern yaitu performance subjek dalam suatu tes yang dapat diprediksi dari kemampuannya yang bersifat laten. Unsur teori dalam tes modern meliputi:

1) Butir (item tes) 2) Subjek (responnya) 3) Isi respon subjek

Asumsi-asumsi dalam tes modern:

1) Parameter butir soal dan kemampuan adalah Invariant. Artinya soal yang dibuat memiliki korelasi positif dengan kemampuan yang diukur.

2) Unidimensionality, artinya 1 item mengukur satu kemampuan.

3) Local independence, artinya respon terhadap suatu item tidak akan berpengaruh terhadap item lainnya.

Ukuran atau aturan-aturan yang digunakan untuk mengetahui mana soal yang valid (bisa dipakai) dan mana soal yang tidak valid (tidak bisa dipakai). Aturannya ada 3 yakni daya pembeda soal, taraf kesukaran soal, dan kebetulan menjawab benar.

Daftra Pustaka :

Referensi

Dokumen terkait

Langkah berikutnya adalah penggunaan media dan bahan ajar oleh siswa dan guru. Melimpahnya ketersediaan media dan bergesernya filsafat dari belajar yang berpusat pada guru ke

Lokasi dimana user dapat mengakses melalui mobile computer ( seperti Laptop atau PDA ) tanpa menggunakan koneksi kabel dengan tujuan suatu jaringan

- Dalam hak atas suatu bidang tanah sudah diterbitkan sertifikat secara sah atas nama orang atau badan hukum yang memperoleh tanah tersebut dengan itikad baik dan secara

---Pasal 5--- Dalam hal terdapat perbedaan luas tanah yang menjadi obyek jual beli dalam akta ini dengan hasil pengukuran oleh instansi Badan Pertanahan Nasional, maka

Melalui evaluasi, dapat diketahui kemajuan – kemajuan belajar yang dialami oleh anak, dapat ditetapkan keputusan penting mengenai apa yang telah diperoleh dan diketahui

kemu-kakan bahwa evaluasi adalah suatu proses pemberian penghargaan atau keputusan berdasarkan tlata,/informasi yang diperoleh melalui tes dan penguku.ran yan6

Asesmen merupakan proses mengumpulkan informasi yang biasanya digunakan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan yang nantinya akan dikomunikasikan kepada

Makna Evaluasi dan Evaluasi-diri Evaluasi, secara umum merupakan suatu proses pengumpulan serta pemrosesan data dan informasi yang akan digunakan sebagai dasar pengambilan