• Tidak ada hasil yang ditemukan

Renja SKPD | Website Resmi Kabupaten Tulang Bawang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Renja SKPD | Website Resmi Kabupaten Tulang Bawang"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KEPUTUSAN KEPALA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN

KABUPATEN TULANG BAWANG TAHUN 2016-2017

KEPALA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN TULANG BAWANG,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka pengukuran dan peningkatan kinerja serta lebih meningkatkan akuntabilitas kinerja setiap satuan kerja perangkat daerah, perlu menetapkan indikator kinerja utama di lingkungan instansi masing-masing;

b. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 5 ayat (2) point c Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah, Satuan Kerja Perangkat Daerah wajib menetapkan Indikator Kinerja Utama;

c. bahwa penetapan Indikator Kinerja Utama sebagaimana dimaksud pada pertimbangan huruf a, dan huruf b, perlu diatur dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tulang Bawang.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1997 tentang Pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Tulang Bawang dan Kabupaten Daerah Tingkat II Tanggamus (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3667);

2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5587);

(3)

6. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

7. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4614);

8. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP);

9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah;

10. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

11. Peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Nomor 4 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2013-2018

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN TULANG BAWANG TENTANG PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA DI LINGKUNGAN DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN TULANG BAWANG

KESATU : Indikator Kinerja Utama sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini,merupakan acuan ukuran kinerja yang digunakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan untuk menetapkan Rencana Kerja Tahunan, menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran, menyusun dokumen Penetapan Kinerja, menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja serta melakukan evaluasi pencapaian kinerja.

KEDUA : Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja dan Evaluasi terhadap pencapaian kinerja dilakukan oleh setiap pimpinan Unit Kerja dan disampaikan kepada Bupati Tulang Bawang.

KETIGA : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dengen ketentuan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Menggala

(4)

Lampiran : Keputusan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Nomor : 900/5/SK/VI.1/TB/I/2016

Tanggal : Januari 2016

NO. SASARAN INDIKATOR KINERJA UTAMA FORMULASI PERHITUNGAN

(1) (2) (3) (4)

1. Meningkatnya produksi perikanan dan kelautan

Produksi Perikanan (Jumlah produksi ikan (ton) dibagi target daerah

(ton)) x 100%

2. Meningkatnya pembinaan dan

pendampingan masyarakat perikanan dalam mengembangkan usaha perikanan yang memenuhi standar keamanan pangan

Konsumsi Ikan (Jumlah konsumsi ikan (kg) dibagi target daerah

(kg) x 100%

3. Meningkatnya pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya perikanan dan kelautan secara optimal dan berkelanjutan

Cakupan Bina Kelompok Nelayan (Jumlah kelompok nelayan yang mendapatkan

(5)

I K U Dinas K elautan dan Perikanan K abupaten Tulang Bawang 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Kebijakan umum pemerintah mengacu kepada pembangunan yang good

governance, dimana dalam menjalankan pemerintahan berorientasi kepada hasil

(result oriented government). Pelaksanaan pemerintahan berupaya untuk

menghasilkan output dan outcome yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Output adalah hasil langsung dari program-program atau kegiatan-kegiatan yang

dijalankan pemerintah dan dapat berwujud sarana, barang dan jasa pelayanan

kepada masyarakat. Sedangkan outcome adalah berfungsinya sarana, barang dan

jasa tersebut sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat. Output dan

Outcome inilah yang selayaknya dipandang sebagai kinerja. Bukan kemampuan

menyerap anggaran seperti persepsi yang ada selama ini. Namun demikian uang

tetap merupakan faktor penting untuk mencapai kinerja tertentu, karena itu prinsip

dasar manajemen berbasis kinerja adalah no performance, no money.

Sehubungan dengan itu maka sistem akuntabilitas kinerja instansi

pemerintah yang telah dibangun dalam rangka upaya mewujudkan good

governence dan sekaligus result oriented goverment, perlu terus dikembangkan

dan informasi kinerjanya diintegrasikan ke dalam sistem penganggaran dan

pelaporan sesuai dengan amanat UU. No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan

Negara dan UU No. 1 Tahun 2004 tentang Pembendaharaan Negara serta berbagai

peraturan perundangan dibawahnya. Dengan demikian, kedepan anggaran negara

baik pusat maupun daerah menjadi anggaran berbasis kinerja, yaitu anggaran

yang dihitung dan disusun berdasarkan perencanaan kinerja atau dengan kata lain

dihitung dan disusun berdasarkan kebutuhan untuk menghasilkan output dan

(6)

I K U Dinas K elautan dan Perikanan K abupaten Tulang Bawang 2 Salah satu upaya untuk memperkuat akuntabilitas dalam kerangka

penerapan tata pemerintahan yang baik di Indonesia adalah telah dikeluarkannya

Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor :

PER/09/M.PAN/5/2007, tanggal 31 Mei 2007 tentang Pedoman Umum Penetapan

Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah. Setiap Instansi

Pemerintah wajib menetapkan Indikator Kinerja Utama (Key Performance

Indicators) secara formal untuk tujuan dan sasaran strategis untuk masing-masing

tingkatan (level) secara berjenjang. Indikator Kinerja Utama (IKU) pada unit

organisasi setingkat Eselon II/Satuan Kerja/Unit kerja mandiri

sekurang-kurangnya adalah indikator keluaran (output). Dengan ditetapkannya indikator

kinerja utama secara formal dalam suatu lembaga pemerintah, diharapkan akan

diperoleh informasi kinerja yang penting diperlukan dalam menyelenggarakan

manajemen kinerja secara baik serta diperolehnya ukuran keberhasilan dari

pencapaian suatu tujuan dan sasaran strategis organisasi yang digunakan untuk

perbaikan kinerja dan peningkatan akuntabilitas kinerja

1.2. Maksud dan Tujuan

Maksud dari penyusunan indikator kinerja utama pada Dinas Kelautan dan

Perikanan Kabupaten Tulang Bawang adalah untuk memperoleh gambaran atau

sebagai alat ukur mengenai tingkat pencapaian sasaran atau tujuan dinas sebagai

penjabaran dari visi, misi dan sasaran strategis Dinas Kelautan dan Perikanan

yang mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan,

sesuai dengan program dan kebijakan yang telah ditetapkan.

Tujuan dari penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) ini adalah:

1. Untuk memperoleh informasi kinerja yang penting dan diperlukan dalam

penyelenggaraan manajemen kinerja secara baik;

2. Untuk memperoleh ukuran keberhasilan dan pencapaian suatu tujuan dan

sasaran strategis organisasi yang digunakan untuk perbaikan kinerja dan

(7)

I K U Dinas K elautan dan Perikanan K abupaten Tulang Bawang 3 1.3. Landasan Hukum

1.

Undang–Undang Nomor 02 Tahun 1997 tentang Pembentukan Kabupaten

Daerah Tingkat II Tulang Bawang dan Kabupaten Daerah Tingkat II

Tanggamus;

2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan

Pembangunan Nasional;

4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan

Perundang-Undangan;

5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah

sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014;

6. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan

Daerah;

7. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan

Kinerja Instansi Pemerintah;

8. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas

Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP);

9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pembentukan

Produk Hukum Daerah;

10. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kerja, Pelaporan

Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

11. Peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Nomor 4 Tahun 2013 tentang

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Tulang Bawang

(8)

I K U Dinas K elautan dan Perikanan K abupaten Tulang Bawang 4

BAB II

PENGERTIAN INDIKATOR KINERJA

1.1. Definisi Indikator Kinerja Utama

Indikator Kinerja Utama adalah ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran

strategis operasional. Setiap lembaga atau Instansi pemerintah wajib merumuskan

Indikator Kinerja Utama sebagai suatu prioritas program dan kegiatan yang

mengacu pada sasaran strategis dalam RPJMD dan RENSTRA Satuan Kerja

Perangkat Daerah.

Indikator Kinerja Utama pada Unit Organisasi setingkat Eselon II/SKPD/Unit

kerja mandiri sekurang-kurangnya adalah Indikator keluaran (output) untuk

mendukung pencapaian sasaran strategis.

1.2. Syarat Kriteria Indikator Kinerja Utama

Penetapan Indikator Utama harus memenuhi karakteristik dan kriteria Indikator

Kinerja yang memadai untuk pengukuran kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah

(SKPD) yaitu:

1. Spesifik;

Indikator Kinerja harus spesifik mengacu pada apa yang akan diukur,

sehingga mempunyai persepsi yang sama.

2. Measurable;

Indikator Kinerja harus dapat diukur secara obyektif baik yang bersifat

kuantitatif maupun kualitatif.

3. Achievable;

Indikator Kinerja yang ditetapkan harus dapat dikumpulkan datanya oleh

(9)

I K U Dinas K elautan dan Perikanan K abupaten Tulang Bawang 5 4. Relevant;

Indikator Kinerja harus merupakan alat ukur yang menggambarkan sedekat

mungkin ( keberhasilan/kegagalan) yang akan diukur.

5. Timelines;

Indikator kinerja yang ditetapkan menggambarkan suatu kinerja yang dapat

dicapai untuk kurun waktu tertentu. Sedapat mungkin Indikator Kinerja juga

fleksibel apabila dikemudian hari terjadi perubahan.

Dalam penetapkan dan pemilihan Indikator Kinerja Utama hendaknya

mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

1. Adanya keselarasan dan mengacu pada Dokumen RPJMD, RENSTRA dan

Kebijakan Umum;

2. Bidang kewenangan, tugas dan fungsi SKPD;

3. Kebutuhan informasi kinerja untuk menyelenggarakan Akuntabilitas Kinerja;

4. Kebutuhan statistik pemerintah;

(10)

I K U Dinas K elautan dan Perikanan K abupaten Tulang Bawang 6

BAB III

GAMBARAN UMUM

3.1. Visi

Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir

periode perencanaan. Keadaan yang diinginkan tersebut akan diwujudkan melalui

berbagai usaha pembangunan daerah yang terencana, terarah dan berkelanjutan

selama kurun waktu tertentu (panjang atau menengah) dengan melibatkan pihak

masyarakat, swasta dan pemerintah. Salah satu wujud pembangunan yang

dikembangkan dalam upaya mendukung pembangunan daerah adalah melalui

pembangunan sektor kelautan dan perikanan Kabupaten Tulang Bawang.

Kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan merupakan wujud implementasi

dari visi pembangunan jangka menengah Kabupaten Tulang Bawang.

Adapun Visi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tulang Bawang adalah

sebagai berikut :

TERWUJUDNYA SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN YANG

TANGGUH, TERTATA DAN BERKUALITAS MENUJU KEHIDUPAN

MASYARAKAT NELAYAN DAN PETANI IKAN YANG MAKMUR DAN

SEJAHTERA”.

Untuk mencapai visi diperlukan adanya rumusan upaya-upaya sesuai dengan

sektor pembangunan di masing-masing Satuan Perangkat Daerah melalui misi

pembangunan kelautan dan perikanan. Adapun misi Dinas Kelautan dan

Perikanan Kabupaten Tulang Bawang adalah sebagai berikut:

1. Membangun dan mendukung pembangunan fisik prasarana dan sarana di

bidang Kelautan dan Perikanan.

2. Meningkatkan perekonomian melalui konsentrasi pada sektor Kelautan dan

Perikanan dengan melakukan upaya pemulihan stabilitas ekonomi, titik berat

(11)

I K U Dinas K elautan dan Perikanan K abupaten Tulang Bawang 7 3. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang beriman, bertaqwa dan

menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi;

4. Membuka peluang dan kesempatan investasi yang bersifat ramah lingkungan;

5. Pelestarian dan pemanfaatan dumber daya perairan dan lingkungannya secara

proporsional;

6. Membuka peluang dan mendorong investasi sub sektor perikanan;

7. Menata tumbuh kembangkan kawasan sentra produksi pembudidayaan

sebagai embrio lumbung.

3.2. Tujuan

Tujuan merupakan pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan

untuk mencapai visi melaksanakan misi, memecahkan permasalahan dan

menangani isu-isu strategis. Adapun tujuan yang ingin dicapai Dinas Kalautan

dan Perikanan Kabupaten Tulang Bawang, adalah sebagai berikut :

a. Berkembangnya perikanan berbasis rakyat mencakup aspek produksi dan

pemasaran.

b. Berkembangnya dan berdaya gunanya perikanan berdasarkan manajemen

perikanan yang mengacu pembangunan fisik di bidang Kelautan dan

Perikanan yang berkelanjutan.

c. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang Kelautan dan

Perikanan.

d. Meningkatnya pemanfaatan sumber daya perairan dan lingkungan secara

profesional berdasarkan prinsip pembangunan yang ramah lingkungan dan

berkelanjutan.

e. Meningkatkan pengelolaan dan melestarikan sumberdaya Kelautan dan

Perikanan serta meningkatnya peluang dan kesempatan investasi yang

(12)

I K U Dinas K elautan dan Perikanan K abupaten Tulang Bawang 8 3.3. Sasaran

Sasaran adalah hasil yang diharapkan dari suatu tujuan yang dioptimalisasikan

secara terukur, spesifikasi, mudah dicapai, rasional untuk dicapai dalam waktu

5 (lima) tahun kedepan, adapun sasaran yang ingin dicapai Dinas Kelautan dan

Perikanan Kabupaten Tulang Bawang, sebagai berikut:

a. Meningkatnya produksi perikanan rakyat;

b. Terwujudnya dan meratanya kualitas sumber daya manusia yang beriman dan

bertaqwa serta menguasai iptek;

c. Berkembangnya pemasaran hasil perikanan;

d. Berkembangnya Unit Pembenihan Rakyat (UPR);

e. Terbukanya dan berpeluangnya kesempatan berinvestasi yang bersifat ramah

lingkungan;

f. Tergali dan berkembangnya produk-produk perikanan yang berorientasi

aquabisnis;

g. Terwujudnya ketersediaan tenaga kerja yang sesuai dengan kemampuan dan

keahlian di bidang Kelautan dan Perikanan;

h. Menurunnya tingkat penangkapan ikan dengan menggunakan alat dan bahan

terlarang.

3.4. Strategi dan Kebijakan

Rumusan strategi merupakan pernyataan-pernyataan yang menjelaskan bagaimana

tujuan dan sasaran akan dicapai serta selanjutnya dijabarkan dalam serangkaian

kebijakan. Kebijakan adalah pedoman yang wajib dipenuhi dalam melakukan

tindakan-tindakan untuk melaksanakan strategi yang dipilih, agar lebih terarah

dalam mencapai tujuan dan sasaran. Berikut strategi dan kebijakan yang sudah

(13)

I K U Dinas K elautan dan Perikanan K abupaten Tulang Bawang 9 Strategi:

 Peningkatan produksi Kelautan dan Perikanan dengan memanfaatkan

teknologi dan sumberdaya manusia yang tersedia.

 Peningkatan sumberdaya manusia dengan memanfaatkan peran lembaga

penelitian, pelatihan - pelatihan, bimtek, serta mengoptimalkan pengunaan

sarana dan prasarana.

 Peningkatan kualitas dan kuantitas induk dan benih ikan.

 Pengawasan terhadap pelestariaan lingkungan sumberdaya ikan.

 Penguatan kelembagaan dan memperluas lapangan pekerjaan di bidang

perikanan.

Kebijakan:

 Memanfaatkan teknologi dan sumberdaya manusia yang tersedia untuk

mengelola sumberdaya alam yang ada secara optimal, guna meningkatkan

produksi dan produktifitas secara berkelanjutan.

 Memanfaatkan peran lembaga penelitian yang ada serta mengoptimalkan

pembangunan sarana dan prasarana dalam rangka peningkatan sumberdaya

manusia aparatur dan masyarakat perikanan.

 Meningkatnya kualitas dan kuantitas induk dan benih ikan yang berdaya

saing melalui investasi, pemanfaatan teknologi dan penggunaan input yang

memadai serta pemanfaatan saran dan prasarana yang ada.

(14)

I K U Dinas K elautan dan Perikanan K abupaten Tulang Bawang 10

BAB IV

PENUTUP

Dengan ditetapkannya Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Kelautan dan

Perikanan Kabupaten Tulang Bawang, diharapkan dapat dijadikan acuan dalam

mengukur kinerja pelaksanaan program dan kegiatan dinas, sehingga dapat

dijadikan dasar dalam pembuatan kontrak kinerja yang baik diwujudkan oleh para

pejabat sebagai pelaksanaan tugas dan tanggung jawab. Dengan Indikator Kinerja

Utama ini diharapkan para pimpinan instansi tidak hanya mengelola anggaran

saja, akan tetapi pimpinan juga harus mampu menunjukkan serta

mempertanggungjawabkan kinerjanya kepada masyarakat.

Mudah-mudahan Indikator Kinerja Utama ini dapat dijadikan parameter

terhadap pencapaian kinerja aparatur pemerintah dalam pelaksanaan

Referensi

Dokumen terkait

- Pengembangan sarana prasarana perkantoran Terwujudnya Pelayanan Prima dan terpenuhinya kebutuhan perlengkapan kantor dan sarana kerja. 1 Tahun 233.850.000

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tulang Bawang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Nomor 07 Tahun 2011 tentang Organisasi

pelak sanaan SP IP di SKPD.. tingk at Daerah, Propinsi maupun Pusat. Kebijak an : Memberdayak an sumber daya pemer ik sa. Program. Peningk atan profes ionalis me tenaga pemerik

KESATU : Indikator kinerja utama sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini merupakan acuan ukuran kinerja yang digunakan oleh masing-masing unit kerja di lingkungan

KESATU : Indikator kinerja utama sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini merupakan acuan ukuran kinerja yang digunakan oleh masing-masing unit kerja di lingkungan

KESATU : Indikator Kinerja Individu sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini, merupakan acuan ukuran kinerja yang digunakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga

KESATU : Indikator Kinerja Utama sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini, merupakan acuan ukuran kinerja yang digunakan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten

KESATU : Indikator Kinerja Utama (NAMA PERANGKAT DAERAH), sebagaimana tercantum dalam lampiran Keputusan ini, merupakan acuan ukuran kinerja yang digunakan oleh (NAMA