• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBAHASAN ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PEMBAHASAN ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PERILAKU KONSUMEN

A. PERILAKU KONSUMEN

Perilaku konsumen merupakan suatu proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.

Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa (Blackwell, Miniard, & Engel, 2001). perilaku konsumen sendiri dapat di definisikan sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dengan kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaan yang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi.

Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi.

Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonomi yang selalu berubah dan bergerak sepanjang waktu.

(2)

1. Berpikir jangka pendek (short term perspective), ternyata sebagian besar konsumen Indonesia hanya berpikir jangka pendek dan sulit untuk diajak berpikir jangka panjang, salah satu cirinya adalah dengan mencari yang serba instant.

2. Tidak terencana (dominated by unplanned behavior). Hal ini tercermin pada kebiasaan impulse buying, yaitu membeli produk yang kelihatan menarik (tanpa perencanaan sebelumnnya).

3. Suka berkumpul. Masyarakat Indonesia mempunnyai kebiasaan suka berkumpul

(sosialisasi). Salah satu indicator terkini adalah situs social networking seperti Facebook dan Twitter sangat diminati dan digunakan secara luas di Indonesia.

4. Gagap teknologi (not adaptive to high technology). Sebagian besar konsumen Indonesia tidak begitu menguasai teknologi tinggi. Hanya sebatas pengguna biasa dan hanya menggunakan fitur yang umum digunakan kebanyakan pengguna lain.

5. Berorientasi pada konteks (context, not content oriented). Konsumen kita cenderung menilai dan memilih sesuatu dari tampilan luarnya. Dengan begitu,konteks-konteks yang meliputi suatu hal justru lebih menarik ketimbang hal itu sendiri.

6. Suka buatan Luar Negeri (receptive to COO effect). Sebagian konsumen Indonesia juga lebih menyukai produk luar negeri daripada produk dalam negeri, karna bias dibilang kualitasnya juga lebih bagus dibanding produk di Indonesia

7. Beragama(religious). Konsumen Indonesia sangat peduli terhadap isu agama. Inilah salah satu karakter khas konsumen Indonesia yang percaya pada ajaran agamanya. Konsumen akan lebih percaya jika perkataan itu dikemukakan oleh seorang tokoh agama, ulama atau pendeta. Konsumen juga suka dengan produk yang mengusung simbol-simbol agama. 8. Gengsi (putting prestige as important motive). Konsumen Indonesia amat getol dengan

(3)

terjadi “pemberontakan” untuk cepat naik kelas. Masyarakat kita mengukur kesuksesan dengn materi dan jabatan sehingga mendorong untuk saling pamer.

9. Budaya lokal (strong in subculture). Sekalipun konsumen Indonesia gengsi dan menyukai produk luar negeri, namun unsur fanatisme kedaerahan-nya ternyata cukup tinggi. Ini bukan berarti bertentangan dengan hukum perilaku yang lain.

10. Kurang peduli lingkungan (low consciousness towards environment). Salah satu karakter konsumen Indonesia yang unik adalah kekurangpedulian mereka terhadap isu

lingkungan. Tetapi jika melihat prospek kedepan kepedulian konsumen terhadap

lingkungan akan semakin meningkat, terutama mereka yang tinggal di perkotaan begitu pula dengan kalangan menengah atas relatif lebih mudah paham dengan isu lingkungan. Lagi pula mereka pun memiliki daya beli terhadap harga premium sehingga akan lebih mudah memasarkan produk dengan tema ramah lingkungan terhadap mereka.

Mengenai Perilaku Konsumen Secara Umum

Yang dimaksud konsumen yaitu orang yang memakai atau menggunakan barang/jasa yang tersedia dalam masyarakat baik bagi kepentingan sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuannya untuk menjual kembali, maka dia disebut sebagai pengecer atau distributor.

Sedangkan Perilaku Konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang

mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

Perilaku Konsumen secara umum dibagi menjadi 2 yaitu Perilaku Konsumen yang bersifat Rasional dan Irrasional.

(4)

1. Konsumen memilih barang berdasarkan kebutuhan

2. Barang yang dipilih konsumen memberikan kegunaan optimal bagi konsumen 3. Konsumen memilih barang yang mutunya terjamin

4. Konsumen memilih barang yang harganya sesuai dengan kemampuan konsumen Beberapa ciri-ciri Perilaku Konsumen yang bersifat Irrasional:

1. Konsumen sangat cepat tertarik dengan iklan dan promosi di media cetak maupun elektronik 2. Konsumen memiliki barang-barang bermerk atau branded yang sudah dikenal luas

3. Konsumen memilih barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan gengsi atau prestise

Analisis perilaku konsumen dimulai dengan pertanyaan : • Siapakah konsumen kita ?

• Apa kebutuhan dan keinginannya? • Kapan dan bagaimana mereka membeli? • Dalam proses pembelian, siapa ?

1. pencetus inisiatif 2. pemberi pengaruh 3. pengambil keputusan

4. melakukan proses pembelian 5. pemakai

Apa yang dimaksud dengan perilaku konsumen?

Engel et al (1994:4) memberikan definisi Perilaku konsumen sebagai, “ tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini”.

(5)

Perilaku konsumen dapat dilihat dari perspektif: • Pengaruh konsumen,

Perilaku konsumen memiliki kepentingan khusus bagi orang yang karena pelbagai alasan, berhasrat mempengaruhi atau mengubah perilaku itu, termasuk mereka yang kepentingan utamanya adalah pemasaran, pendidikan dan perlindungan konsumen, serta kebijakan umum. Pemasaran: pertanyaan mendasar yang menjadi pedoman adalah “Susunan apa dari bauran pemasaran akan memiliki efek apa pada perilaku konsumen dari konsumen jenis apa?”

Buying process lebih menjadi perhatian para pemasaran ketimbang proses konsumsi

Pendidikan dan perlindungan konsumen, pihak lain ingin membentuk dan mempengaruhi perilaku konsumen dalam upaya membantu konsumen membeli secara bijaksana.

Kebijakan publik, pemerintah wajib mempengaruhi pilihan konsumen melalui pembatasan dalam kekuatan monopoli dan melalui pengekangan kecurangan dan praktek dagang lain yang tidak jujur

• Perspektif holistic

Mengambil konsumsi sebagai penekanan sentral dan memeriksa “semua segi dari nilai yang secara potensial diberikan ketika beberapa organisme hidup mendapatkan, menggunakan, atau menghabiskan produk apapun yang dapat mencapai suatu tujuan, memenuhi suatu kebutuhan, atau memuaskan suatu keinginan”.

Pengertian menyeluruh adalah tujuannya Penganut masih relatif sedikit

• Perspektif antar budaya

Memandang perilaku konsumen sebagai kebutuhan universal. Karena kebutuhan dasar manusia bersifat universal

Walaupun ada perbedaan yang dalam dan tidak dapat disangkal di dalam pengungkapan

(6)

Dengan analisis perilaku konsumen, kita mengenal siapa konsumen yang dilayani, apa kebutuhan dan keinginannya, kapan dan bagaimana mereka membeli, dalam proses pembelian, siapa pencetus inisiatif, pemberi pengaruh, pengambil keputusan, melakukan proses pembelian, dan pemakainya.

Merencanakan dan Mengorganisasikan Aktivitas pemasaran

Dengan mengenal konsumen, kita membuat perencanaan dan mengorganisasikan aktivitas pemasaran, antara lain dengan memfokuskan mempertahankan dan memperbaiki hubungan dengan konsumen dari pada mencari konsumen baru. Mempertahankan hubungan dengan konsumen yang ada sekarang hanya memerlukan biaya yang murah dari pada menarik konsumen baru. Konsumen adalah partner, maka perusahaan harus mempertahankan hubungan melalui kualitas, pelayanan dan terus melakukan inovasi terhadap produk yang ditawarkannya.

Orientasi pelanggan

Definisi Konsumen berdasarkan Undang – Undang Perlindungan Konsumen : Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yg tersedia dlm masyarakat. Hal itu berlaku bagi kepentingan diri sendiri,keluarga,orang lain dan tidak diperdagangkan

Cambridge International Dictionaries, pelanggan adalah : A person who buys goods or service (Pelanggan : seseorang yang membeli suatu barang atau jasa)

Webster s 1928 Dictionary, pelanggan adalah One who frequents any place of sale for the sake or purchasing goods or wares (Pelanggan adalah seseorang yang beberapa kali datang ke tempat yang sama untuk membeli barang atau peralatan atau Customer is one who frequens or visit any place for procuring what he wants….. (Pelanggan adalah seseorang yang beberapa kali datang ke tempat yang sama untuk memenuhi keinginan)

(7)
(8)
(9)

DAFTAR PUSTAKA

 http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumen

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan data yang disajikan pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa lokasi areal reklamasi Arboretum memiliki nilai rata-rata karbon tegakan yang paling besar, yaitu

Prosedur Tetap tentang Penyusunan Guide Arsip Kartografik dan Kearsitekturan ini meliputi Penyusunan Guide Arsip Kartografi Dan Kearsitekturan, Identifikasi Fisik,

Telah terjadi bencana kapal tenggelam yaitu Kapal Teratai Prima II yang berangkat dari Pare-Pare tanggal 10 Januari 2009 pukul 19.00 Wita menuju Samarinda, Kalimantan Timur,

Industri Peralatan: Peralatan Pemboran: Onshore Rig, Offshore Rig, Drilling Jar, Drilling Bit, Drill Collar, Drill Pipe, Kelly, Stabilizer, Top Drive, Mud Motor, Mud Pump,

[r]

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian dan kesuburan dari tanaman kacang hijau yang di rawat pada suhu tinggi, suhu rendah dan suhu normal berbeda – beda. Untuk lebih

Data diperoleh melalui wawancara terhadap dokter kepala puskesmas dan bidan pelaksana KB/ KIA mengenai program skrining kanker serviks yang pernah atau masih dilaksanakan, jumlah

Ekstrak daun gaharu (Aquilaria malaccensis) dengan konsentrasi 30 % menghasilkan aktivitas antibakteri yang paling kuat terhadap Pseudomonas aeruginosa dan