LEMBAR PERSETUJUAN
Substansi Prosedur Tetap tentang Penyusunan Guide Arsip Kartografik dan Kearsitekturan telah saya setujui.
Disetujui di Jakarta
pada tanggal Juli 2009
Plt. DEPUTI BIDANG KONSERVASI ARSIP,
Arsip Nasional Republik Indonesia
PROSEDUR TETAP NOMOR 08 TAHUN 2009
TENTANG
PENYUSUNAN GUIDE
ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN
BAB I PENDAHULUAN
A. Umum
Arsip statis sebagai warisan budaya bangsa merupakan salah satu aset bangsa yang perlu dilestarikan bersama. Secara yuridis formal pelestarian arsip statis merupakan tanggung jawab lembaga kearsipan baik di pusat (Arsip Nasional Republik Indonesia), maupun di daerah (Lembaga Kearsipan Provinsi, Kabupaten/Kota). Di dalamnya terkandung informasi yang tiada ternilai harganya tentang kiprah perjalanan bangsa, mulai masa penjajahan sampai dalam mengisi kemerdekaan.
Arsip statis disimpan, dipelihara dan diolah bukan untuk kepentingan lembaga kearsipan semata, namun yang jauh lebih penting adalah untuk kepentingan pendidikan, penelitian, pembangunan, kesejahteraan dan kemaslahatan bangsa. Maka peran instansi terkait dan masyarakat menjadi sangat penting. Hal ini sejalan dengan era informasi yang telah melanda pula di Indonesia dimana kebutuhan informasi menjadi sangat penting.
Mengantisipasi keadaan tersebut maka ANRI dituntut untuk selalu tanggap. Peran ANRI sebagai salah satu sumber informasi sangat vital. Namun demikian agar informasi yang tersimpan dapat diakses oleh publik diperlukan finding aids, baik dalam bentuk daftar, inventaris dan guide arsip. Disinilah peran Direktorat Pengolahan.
Pengolahan arsip tidak seperti mengolah jenis informasi lainnya. Pengolahan arsip harus mengacu pada standar internasional yang telah diatur oleh ICA dengan ISAD (G). Di dalamnya mencakup berbagai aturan dan komponen yang harus dipenuhi. Guna mengaplikasikan standar pengaturan arsip yang benar maka di samping harus diatur sesuai ketentuan ISAD (G) juga perlu diatur dalam bentuk petunjuk teknis dan langkah-langkah pengaturannya dalam bentuk Prosedur Tetap tentang Penyusunan Guide Arsip Kartografik dan Kearsitekturan.
- 2 -
B. Maksud dan Tujuan
Penyusunan Prosedur Tetap tentang Penyusunan Guide Arsip Kartografik dan Kearsitekturan ini dimaksudkan untuk memberikan panduan agar terdapat kesamaan pemahaman dan langkah pada semua pihak yang terkait dalam pelaksanaan kegiatan di Lingkungan Subdit Pengolahan Arsip Kartografik dan Kearsitekturan.
Tujuan Prosedur Tetap tentang Penyusunan Guide Arsip Kartografik dan Kearsitekturan adalah sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan bagi Sub Direktorat Pengolahan Arsip Kartografik dan Kearsitekturan. Manfaat lain adalah adanya suatu sinergi dan keterkaitan antara kegiatan unit yang satu dengan unit yang lain untuk pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dalam satuan program lembaga.
C. Ruang Lingkup
Prosedur Tetap Penyusunan Guide Arsip Kartografik dan Kearsitekturan berlaku dan digunakan di Lingkungan Subdit Pengolahan Arsip Kartografik dan Kearsitekturan. Prosedur Tetap tentang Penyusunan Guide Arsip Kartografik dan Kearsitekturan ini meliputi Penyusunan Guide Arsip Kartografi Dan Kearsitekturan, Identifikasi Fisik, Sistem Penataan Dan Provenance, Penyusunan Rencana Teknis, Penelusuran Sumber Dan Referensi Serta Keterkaitan Arsip-Arsip Nusantara Berbahasa Asing Dan Daerah, Penulisan Guide, Penilaian Dan Penelaahan Guide, Penyempurnaan Guide, Penilaian Dan Pengesahan.
D. Dasar
1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsipan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1971 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2964);
2. Keputusan Presiden Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 143);
3. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/21/M.PAN/11/2008 tentang Pedoman Penyusunan Standard Operating Prosedures (SOP);
4. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 22/KEP/M.PAN/07/2008 tentang Pedoman Umum Tata Naskah Dinas;
5. Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Arsip Nasional Republik Indonesia.
6. Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 06 Tahun 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Prosedur Tetap Di Lingkungan Arsip Nasional Republik Indonesia
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA - 3 -
E. Pengertian
Dalam Prosedur Tetap ini yang dimaksud dengan :
1. Guide Arsip adalah sarana penemuan arsip yang berisi abstraksi dalam berbagai derajat rincian yang memuat khasanah arsip yang umumnya dilengkapi dengan sejarah penataan arsip, sejarah dan fungsi lembaga/organisasi pencipta serta indeks dan lampiran pendukung lainnya
2. Identifikasi Arsip Statis adalah kegiatan pendataan arsip secara langsung di lokasi penyimpanan arsip baik fisik arsip, sistem penataan arsip maupun provenance atau pencipta arsipnya.
3. Rencana Teknis Penyusunan Guide Arsip yaitu kegiatan membuat rancangan kerja dengan menguraikan perkiraan rincian waktu, biaya dan pelaksana yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pengolahan arsip statis.
4. Penelusuran Sumber dan Referensi adalah kegiatan kegiatan penelitian data melalui sumber cetakan/bahan referensi dari perpustakaan atau instansi terkait ke lembaga pencipta arsip yang akan dibuat guidenya.
5. Sinkronisasi Arsip-arsip Nusantara berbahasa Belanda adalah kegiatan secara bertahap melakukan identifikasi dan inventarisir sehingga diketahui informasi serta keterkaitannya (sinkronisasi) terhadap khasanah arsip lainnya, terutama arsip yang berbahasa lokal dan bahasa asing termasuk bahasa Belanda berada di daerah agar dapat dihasilkan suatu sarana temu balik berupa daftar/inventaris arsip yang sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku sehingga dapat dimanfaatkan seluas-luasnya bagi kepentingan publik dalam rangka Sistem Jaringan Kearsipan Nasional.
6. Penulisan Guide adalah perumusan materi prosedur tetap guide yang dituangkan dalam format guide berdasarkan hasil identifikasi arsip statis, sistem penataan maupun provenance yang berlaku di Lingkungan ANRI.
7. Penilaian dan Penelaahan adalah kegiatan penilaian dan telaah terhadap guide yang telah dibuat untuk mendapat masukan dan koreksi dari Kasubdit Pengolahan Arsip Kartografik dan Kearsitekturan dan juga Direktur Pengolahan.
8. Penyempurnaan adalah kegiatan menyempurnakan dan editing terhadap guide yang telah mendapat penilaian dan penelaahan dari atasan yang berwenang.
9. Pengesahan adalah penandatanganan hasil penyempurnaan guide oleh pejabat yang berwenang melegalisasi.
10.Pejabat yang Berwenang adalah pejabat yang berhak untuk memberi paraf dan atau menandatangani prosedur tetap sesuai dengan tugas dan tanggung jawab kedinasan.
- 4 -
BAB II
PROSEDUR PENYUSUNAN GUIDE
ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN
Prosedur Penyusunan Guide Arsip Kartografik dan Kearsitekturan dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut:
1. Penyusunan guide
Penyusunan guide dimulai dengan kegiatan identifikasi arsip sampai dengan pengesahan. 2. Identifikasi arsip (fisik, sistem dan provenance)
Kegiatan identifikasi arsip antara lain untuk mengetahui jumlah dan kondisi fisik arsip, sistem penataan dan provenance arsip, pemahaman akan hal tersebut akan mempermudah proses penyusunan guide selanjutnya yaitu penyusunan rencana teknis.
3. Penyusunan rencana teknis
Berdasarkan hasil identifikasi tersebut diatas tahapan kegiatan berikutnya membuat rancangan kerja atau rencana teknis dengan menguraikan perkiraan rincian waktu, biaya dan pelaksana yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pengolahan arsip statis. Keberhasilan dalam membuat rencana teknis akan mempermudah proses penyusunan guide selanjutnya yaitu penelusuran sumber dan referensi serta keterkaitan arsip-arsip nusantara berbahasa asing dan daerah
4. Melaksanakan penelusuran sumber dan referensi serta keterkaitan arsip-arsip nusantara berbahasa asing dan daerah
Tahapan selanjutnya dari penyusunan guide adalah kegiatan penelusuran sumber dan referensi serta sinkronisasi arsip-arsip nusantara berbahasa belanda yang ada pada instansi terkait dengan tujuan penelitian data melalui sumber cetakan/bahan referensi dari perpustakaan atau instansi terkait ke lembaga pencipta arsip yang akan dibuat guidenya. Apabila dalam penelusuran tersebut diketemukan arsip-arsip berbahasa Belanda maka langkah berikutnya adalah melakukan identifikasi dan inventarisir sehingga diketahui informasi serta keterkaitannya terhadap khasanah arsip lainnya, terutama arsip yang berberbahasa lokal dan bahasa asing termasuk bahasa Belanda berada di daerah agar dapat dihasilkan suatu sarana temu balik berupa daftar/inventaris arsip bagi kepentingan publik dalam rangka Sistem Jaringan Kearsipan Nasional.
5. Penulisan Guide
Setelah semua data dan informasi terkumpul maka perlu dilakukan kegiatan perumusan materi prosedur tetap guide yang dituangkan dalam format guide berdasarkan hasil identifikasi arsip statis, sistem penataan maupun provenance yang berlaku di Lingkungan ANRI. Pada kegiatan penulisan ini dibuat skema isi guide yang terdiri dari komponen: abstraksi, daftar isi, pendahuluan, daftar pustaka, isi guide, indeks dan daftar singkatan.
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA - 5 -
6. Penilaian dan Penelaahan
Penulisan draf guide telah selesai maka tahap selanjutnya adalah kegiatan penilaian dan telaah terhadap guide yang telah dibuat untuk mendapat masukan dan koreksi dari Kasubdit Pengolahan Arsip Kartografik dan Kearsitekturan dan juga Direktur Pengolahan.
7. Penyempurnaan guide
Apabila penilaian dan telaah telah dilaksanakan maka perlu dilakukan penyempurnaan dan editing agar guide tersebut siap untuk ditandatangani dan disahkan oleh Direktur Pengolahan. 8. Penilaian dan Pengesahan guide
Tahap terkahir dari penulisan guide ini adalah penandatanganan hasil penyempurnaan guide oleh pejabat yang berwenang melegalisasi.
- 6 -
BAB III PENUTUP
Prosedur Tetap tentang Penyusunan Guide Arsip Kartografik dan Kearsitekturan ini dapat menjadi acuan di Lingkungan Subdit Pengolahan Arsip Kartografik dan Kearsitekturan dalam menyusun guide arsip sehingga pada akhirnya semua unit kerja dapat memiliki pedoman dalam melaksanakan tugas dan fungsinya yang pada gilirannya akan berdampak pada efisiensi dan efektifitas pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan khususnya di ANRI dalam kerangka reformasi birokrasi nasional.
Prosedur Tetap tentang Penyusunan Guide Arsip Kartografik dan Kearsitekturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal Juli 2009
DIREKTUR PENGOLAHAN,
Arsip Nasional Republik Indonesia
LAMPIRAN PROSEDUR TETAP NOMOR 08 TAHUN 2009 TENTANG PENYUSUNAN GUIDE1
-DAFTAR LAMPIRAN
PROSEDUR TETAP TENTANG PENYUSUNAN GUIDE ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN
A. DIAGRAM ALIR PENYUSUNAN GUIDE ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN
B. DIAGRAM ALIR IDENTIFIKASI FISIK, SISTEM PENATAAN DAN PROVENANCE DALAM PENYUSUNAN GUIDE ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN
C. DIAGRAM ALIR PENYUSUNAN RENCANA TEKNIS DALAM PENYUSUNAN GUIDE ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN
D. DIAGRAM ALIR PENELUSURAN SUMBER DAN REFERENSI SERTA KETERKAITAN ARSIP-ARSIP NUSANTARA BERBAHASA ASING DAN DAERAH DALAM PENYUSUNAN GUIDE ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN
E. DIAGRAM ALIR PENULISAN GUIDE DALAM PENYUSUNAN GUIDE ARSIP
KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN
F. DIAGRAM ALIR PENILAIAN DAN PENELAAHAN GUIDE DALAM PENYUSUNAN GUIDE ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN
G. DIAGRAM ALIR PENYEMPURNAAN GUIDE DALAM PENYUSUNAN GUIDE ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN
H. DIAGRAM ALIR PENILAIAN DAN PENGESAHAN GUIDE DALAM PENYUSUNAN GUIDE ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 2
-DIAGRAM ALIR PENYUSUNAN GUIDE
ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN
No Tahap Kegiatan Unit Penyelesaian Arsiparis Kasubdit Pengolahan Arsip Kartografik & Kearsitekturan Direktur Pengolahan Direktur Preservasi Kasubdit Penyimpanan Arkon 1 Melaksanakan Identifikasi
Arsip, Sistem dan Provenance
2 Menyusun Rencana Teknis
3 Melaksanakan penelusuran sumber dan referensi serta sinkronisasi arsip-arsip nusantara berbahasa Belanda 4 Penulisan Guide Arsip
5 Penilaian dan Penelaahan Guide
6 Penyempurnaan Guide
7 Pengesahan Guide
3
-DIAGRAM ALIR
IDENTIFIKASI FISIK, SISTEM PENATAAN DAN PROVENANCE
DALAM PENYUSUNAN GUIDE ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN
No Tahap Kegiatan Unit Penyelesaian Arsiparis Kasubdit Pengolahan Arsip Kartografik & Kearsitekturan Direktur Pengolahan Direktur Preservasi Kasubdit Penyimpanan Arkon
1 Membuat dan mengajukan
rencana identifikasi arsip, sistem dan provenance yang akan diolah arsip ke Kasubdit Pengolahan Arsip Kartografik & Kearsitekturan
2 Memberikan penilaian dan arahan
3 Membuat revisi rencana identifikasi arsip, sistem dan provenance yang telah dinilai dan diarahkan oleh Kasubdit Pengolahan Arsip Kartografik & Kearsitekturan
4 Mengajukan rencana
identifikasi arsip, sistem dan provenance yang akan diolah ke Direktur Pengolahan 5 Menilai dan mengarahkan ke
Kasubdit Pengolahan
Kartografik & Kearsitekturan tentang teknik identifikasi arsip, melakukan koordinasi dengan Direktur Preservasi, Direktur Preservasi Memerintahkan Kasubdit Penyimpanan Arkon untuk berkoordinasi dengan Kasubdit Pengolahan
Kartografik & Kearsitekturan 6 Memerintahkan Arsiparis untuk
melaksanakan identifikasi fisik, sistem dan provenance arsip
7 Melaksanakan identifikasi fisik, sistem dan provenance arsip ke Depo
8 Mengetik hasil identifikasi dalam bentuk laporan identifikasi.
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 4 -No Tahap Kegiatan Unit Penyelesaian Arsiparis Kasubdit Pengolahan Arsip Kartografik & Kearsitekturan Direktur Pengolahan Direktur Preservasi Kasubdit Penyimpanan Arkon 9 Menyampaikan laporan identifikasi ke Kasubdit Pengolahan Kartografik & Kearsitekturan. 10 Menyampaikan laporan verifikasi ke Direktur Pengolahan. 11 Berdasarkan laporan identifikasi, Direktur Pengolahan memutuskan tentang prioritas khasanah arsip yang akan dibuat guide.
5
-DIAGRAM ALIR
PENYUSUNAN RENCANA TEKNIS
DALAM PENYUSUNAN GUIDE ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN
Norma waktu: 3 hari kerja
No Uraian Prosedur Unit Penyelesaian Arsiparis Kasubdit Pengolahan Arsip Kartografik & Kearsitekturan Direktur Pengolahan Direktur Preservasi Kasubdit Penyimpanan Arkon
1 Mengajukan draf rencana
teknis penyusunan guide yang terdiri dari jangka waktu pembuatan guide, biaya dan peralatan serta jumlah SDM yang dibutuhkan ke Kasubdit Pengolahan Arsip Kartografik & Kearsitekturan
2 Memberikan penilaian dan arahan kepada Arsiparis tentang penyusunan rencana teknis
3 Merevisi draf rencana teknis setelah mendapat penilaian dan arahan dari Kasubdit
Pengolahan Arsip Kartografik & Kearsitekturan
4 Mengajukan program rencana
teknis ke Direktur Pengolahan
5 Memberikan penilaian dan arahan ke Kasubdit tentang penyusunan rencana teknis
6 Merevisi draf penyusunan rencana teknis yang telah dinilai selanjutnya diarahkan kepada Direktur Pengolahan
7 Berdasarkan penyempurnaan
draf rencana teknis yang telah dilakukan oleh arsiparis, Direktur Pengolahan
menyetujui rencana teknis dan membuat pengesahan terhadap rencana teknis
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 6
-DIAGRAM ALIR
PENELUSURAN SUMBER DAN REFERENSI SERTA
KETERKAITAN ARSIP-ARSIP NUSANTARA BERBAHASA ASING DAN DAERAH DALAM PENYUSUNAN GUIDE ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN
No Tahap Kegiatan Unit Penyelesaian Arsiparis Kasubdit Pengolahan Arsip Kartografik & Kearsitekturan Direktur Pengolahan Deputi Konservasi Arsip Instansi Terkait
1 Membuat draf surat
permohonan melakukan penelusuran sumber dan referensi serta keterkaitan arsip-arsip nusantara berbahasa asing dan daerah kepada instansi terkait 2 Mengajukan draf surat kepada
Kasubdit Pengolahan Arsip Kartografik & Kearsitekturan
3 Mengoreksi draft surat
4 Merevisi draf surat korespondensi yang telah dinilai dan diarahkan oleh Kasubdit Pengolahan Arsip Kartografik & Kearsitekturan
5 Memberi paraf dan
mengajukan draf surat ke Direktur Pengolahan
6 Memberikan arahan ke
Kasubdit Pengolahan Arsip Kartografik & Kearsitekturan tentang draft surat yang akan di tandatangani oleh Deputi Konservasi Arsip
7 Melakukan penyempurnaan
terhadap draft surat yang telah dinilai dan diarahkan oleh Direktur Pengolahan
8 Membuat Nota dinas sebagai pengantar surat yang akan ditandatangani oleh Deputi Konservasi Arsip
7 -No Tahap Kegiatan Unit Penyelesaian Arsiparis Kasubdit Pengolahan Arsip Kartografik & Kearsitekturan Direktur Pengolahan Deputi Konservasi Arsip Instansi Terkait
9 Arsiparis dan Kasubdit Pengolahan melakukan penelusuran sumber/referensi serta keterkaitan arsip-arsip nusantara berbahasa asing dan daerah ke instansi terkait 10 Mencari dan mencatat
data-data mengenai lembaga pencipta arsip, provenance dan sistem penataan serta yang diperoleh di instansi terkait 11 Melakukan identifikasi
terhadap khasanah arsip berbahasa belanda pada instansi terkait
12 Menindaklanjuti hasil identifikasi dengan memberi masukan tentang pengelolaan arsip-arsip nusantara berbahasa asing dan daerah
13 Melakukan diskusi dan praktek pengolahan arsip-arsip nusantara berbahasa asing dan daerah dengan instansi terkait
14 Melakukan telaah terhadap daftar/inventaris arsip-arsip nusantara berbahasa asing dan daerah pada instansi terkait
15 Hasil penelusuran sumber dan bahan referensi serta
keterkaitan arsip-arsip
nusantara berbahasa asing dan daerah ke instansi terkait dibuat laporan
16 Menyampaikan Laporan ke
Direktur Pengolahan.
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 8
-DIAGRAM ALIR PENULISAN GUIDE
DALAM PENYUSUNAN GUIDE ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN
No Tahap Kegiatan Arsiparis Kasubdit Pengolahan Arsip Kartografik & Kearsitekturan
Ketua Sekretaris Anggota Editorial
1 Membagi tugas
2 Membuat pembagian tugas
secara tertulis
3 Membuat skema isi guide yang terdiri dari komponen:
abstraksi, daftar isi,
pendahuluan, daftar pustaka, isi guide, indeks dan daftar singkatan
4 Menulis dan berkonsultasi dengan editor
5 Membuat masukan dan telaah
terhadap guide yang dibuat
6 Penyempurnaan hasil editing diserahkan kepada ketua
7 Menyerahkan guide dalam
bentuk laporan kepada Kasubdit Pengolahan Arsip Kartografik & Kearsitekturan
9
-DIAGRAM ALIR
PENILAIAN DAN PENELAAHAN
DALAM PENYUSUNAN GUIDE ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN
No Tahap Kegiatan Unit Penyelesaian Arsiparis Kasubdit Pengolahan Arsip Kartografik & Kearsitekturan Direktur Pengolahan Deputi Konservasi Arsip Instansi Terkait
1 Mempersiapkan draf guide dan menelaah deskripsi yang tertuang dalam inventaris/ daftar arsip
2 Mempersiapkan arsip yang
akan diujipetikkan
3 Mencocokkan informasi arsip
dengan fisik arsip
4 Mengajukan draf guide ke Kasubdit Pengolahan Arsip Kartografik & Kearsitekturan
5 Memberikan arahan kepada
Arsiparis tentang penulisan guide
6 Merevisi draf guide setelah mendapat arahan dari Kasubdit Pengolahan Arsip Kartografik & Kearsitekturan
7 Mengajukan draft guide ke Direktur Pengolahan
8 Memberikan arahan ke
Kasubdit Arsip Kartografik & Kearsitekturan tentang penyusunan guide arsip Norma waktu: 5 hari kerja
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 10
-DIAGRAM ALIR PENYEMPURNAAN GUIDE
DALAM PENYUSUNAN GUIDE ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN
Norma waktu: 5 hari kerja
No Tahapan Kegiatan Unit Penyelesaian Arsiparis Kasubdit Pengolahan Arsip Kartografik & Kearsitekturan Direktur Pengolahan Direktur Preservasi Kasubdit Penyimpanan Arkon
1 Mengajukan draf guide ke Kasubdit Pengolahan Arsip Kartografik & Kearsitekturan
2 Memberikan arahan kepada
Arsiparis tentang penulisan guide
3 Merevisi draf guide setelah mendapat arahan dari Kasubdit Pengolahan Arsip Kartografik & Kearsitekturan
4 Mengajukan draft guide ke Direktur Pengolahan
5 Memberikan arahan ke
Kasubdit Pengolahan Arsip Kartografik & Kearsitekturan tentang penyusunan guide arsip
6 Merevisi draf guide teknis yang telah dinilai dan diarahkan oleh Direktur Pengolahan
7 Melakukan uji petik terhadap guide
8 Berdasarkan penyempurnaan
guide yang telah dilakukan oleh arsiparis, Direktur
Pengolahan memutuskan guide telah final
11
-DIAGRAM ALIR
PENILAIAN DAN PENGESAHAN GUIDE
DALAM PENYUSUNAN GUIDE ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN
No Tahap Kegiatan Unit Penyelesaian Arsiparis Kasubdit Pengolahan Arsip Kartografik & Kearsitekturan Direktur Pengolahan Direktur Preservasi Kasubdit Penyimpanan Arkon
1 Memeriksa kelengkapan guide
yang akan dilegalisasi yang akan disahkan
2 Membuat Nota dinas untuk
ditandatangani oleh Direktur Pengolahan
3 Mensahkan guide
Norma waktu: 2 hari kerja
DIREKTUR PENGOLAHAN,