• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk

Laporan Keuangan

Dengan Laporan Auditor Independen

Untuk Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal

31 Desember 2006 dan 2005

(2)

PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk LAPORAN KEUANGAN

DENGAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 DESEMBER 2006 DAN 2005

Daftar Isi

Halaman Laporan Auditor Independen

Neraca…....……….. 1

Laporan Laba Rugi………..………... 2

Laporan Perubahan Ekuitas………..……… 3

Laporan Arus Kas ………... 4 Catatan atas Laporan Keuangan ..………... 5 - 21

(3)

Laporan Auditor Independen

Laporan No. xxx

Pemegang Saham, Komisaris dan Direksi PT Roda Panggon Harapan Tbk

Kami telah mengaudit neraca PT Roda Panggon Harapan Tbk (Perusahaan) tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, serta laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen Perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami.

Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.

Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT Roda Panggon Harapan Tbk tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, dan hasil usaha serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

JUNARTO TJAHJADI BAP

Junarto Tjahjadi NIAP 02.1.0828 7 Maret 2007

(4)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. .

1

PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk NERACA

31 Desember 2006 dan 2005

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan 2006 2005 AKTIVA

Kas dan setara kas 2b,3 3.844.271.249 2.508.922.853

Piutang usaha 2c, 4 1.467.375.974 484.903.600

Persediaan 2d, 5 37.342.150.151 40.606.573.701

Biaya dibayar di muka 34.072.667 6.825.000

Uang muka pembelian tanah 6 11.812.973.128 11.812.973.128 Tanah yang belum dikembangkan 2e,2j, 7 17.753.069.032 17.753.069.032

Aktiva tetap - setelah dikurangi

akumulasi penyusutan sebesar Rp 770.299.432 pada tanggal

31 Desember 2006 dan Rp 603.412.679

pada tanggal 31 Desember 2005 2f, 2h, 8 528.029.268 605.916.021

Aktiva pajak tangguhan 2k, 11 107.499.000 83.157.300

Aktiva lain-lain 44.727.686 44.727.686

JUMLAH AKTIVA 72.934.168.155 73.907.068.321

KEWAJIBAN DAN EKUITAS

KEWAJIBAN

Hutang bank 9 48.830.701 -

Hutang usaha 10 364.897.650 239.451.650

Hutang pajak 2k, 11 1.367.008.891 1.035.585.428

Hutang lain-lain 31.891.170 8.713.025

Biaya masih harus dibayar 22.500.000 22.500.000

Uang muka penjualan 101.495.510 1.449.676.330

Hutang dengan pihak yang mempunyai

hubungan istimewa 2g, 12 - 477.723.506

Penyisihan imbalan kerja karyawan 2m, 21 358.330.000 277.191.000

Jumlah Kewajiban 2.294.953.922 3.510.840.939

EKUITAS

Modal saham - nilai nominal Rp 100 Modal dasar - 1.680.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh -

591.000.000 saham 13 59.100.000.000 59.100.000.000 Tambahan modal disetor - bersih 2l,14 2.029.014.645 2.029.014.645 Saldo laba :

Telah ditentukan penggunaannya 15 1.500.000.000 1.500.000.000 Belum ditentukan penggunaannya 8.010.199.588 7.767.212.737

Jumlah Ekuitas - Bersih 70.639.214.233 70.396.227.382

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 72.934.168.155 73.907.068.321

(5)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. .

2

PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk LAPORAN LABA RUGI

Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan 2006 2005

PENDAPATAN USAHA 2i, 17 9.025.222.500 4.317.199.727

BEBAN POKOK PENJUALAN 2i, 18 (7.113.249.756) (3.151.758.119)

LABA KOTOR 1.911.972.744 1.165.441.608

BEBAN USAHA 2i, 19

Beban penjualan 153.533.716 1.076.749.299

Beban umum dan administrasi 1.728.522.828 2.131.531.937

Jumlah Beban Usaha 1.882.056.544 3.208.281.236

LABA (RUGI) USAHA 29.916.200 (2.042.839.628)

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN

Pendapatan administrasi penjualan 2i 344.500.000 106.523.002

Jasa giro dan bunga deposito 50.191.224 61.214.012

Beban administrasi bank (4.422.924) (4.124.500)

Bunga sewa guna usaha 2f (6.022.701) -

Lain-lain - bersih 14.698.352 (109.349.173)

Penghasilan Lain-lain - Bersih 398.943.951 54.263.341

LABA (RUGI) SEBELUM MANFAAT (BEBAN)

PAJAK PENGHASILAN 428.860.151 (1.988.576.287)

MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 2k,11

Tahun berjalan (210.215.000) (216.838.700)

Tangguhan 24.341.700 735.747.080

Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan - Bersih (185.873.300) 518.908.380

LABA (RUGI) BERSIH 242.986.851 (1.469.667.907)

LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM 2n, 20 0,41 (2,49)

(6)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

3

PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Saldo Laba

Modal Saham Tambahan Telah Belum

Ditempatkan dan Modal Disetor - Ditentukan Ditentukan Jumlah Ekuitas -

Catatan Disetor Penuh Bersih Penggunaannya Penggunaannya Bersih

Saldo per 1 Januari 2005 13, 14, 15 59.100.000.000 2.029.014.645 1.500.000.000 9.236.880.644 71.865.895.289

Rugi bersih tahun 2005 - - - (1.469.667.907 ) (1.469.667.907 )

Saldo per 31 Desember 2005 13, 14, 15 59.100.000.000 2.029.014.645 1.500.000.000 7.767.212.737 70.396.227.382

Laba bersih tahun 2006 - - - 242.986.851 242.986.851

Saldo per 31 Desember 2006 59.100.000.000 2.029.014.645 1.500.000.000 8.010.199.588 70.639.214.233

(7)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

4

PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk LAPORAN ARUS KAS

Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan 2006 2005

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan kas dari pelanggan 6.694.496.196 4.146.684.635

Pembayaran kas kepada :

Pemasok (3.789.202.061) 17.483.441

Beban usaha (1.351.334.506) (3.420.620.366)

Penerimaan bunga - 61.214.012

Penerimaan dari penghasilan lainnya - 106.523.002

Penerimaan (pembayaran) pajak penghasilan 121.208.463 (66.989.630)

Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 1.675.168.092 844.295.094

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Penambahan aktiva tetap 8 89.000.000 (21.694.000)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Kenaikan hutang hubungan istimewa (477.650.396) (829.255.599) Pembayaran hutang pembiayaan jangka panjang 48.830.700 -

Kas Bersih Digunakan untuk

Aktivitas Pendanaan (428.819.696) (829.255.599)

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH

KAS DAN BANK 1.335.348.396 (6.654.505)

KAS DAN BANK AWAL TAHUN 2.508.922.853 2.515.577.358

KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 3 3.844.271.249 2.508.922.853

(8)

PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

31 Desember 2006 dan 2005

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

5 1. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

a. Pendirian Perusahaan

PT Roda Panggon Harapan Tbk. (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta Notaris Benny Kristianto, SH No. 83 pada tanggal 15 Oktober 1984 yang telah diubah dengan Akta dari Notaris yang sama No. 241 tanggal 31 Desember 1984. Akta Pendirian dan perubahannya telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C2-2260.TH.01.01.Th.85 tanggal 24 April 1985, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 72 tanggal 6 September 1985, Tambahan No. 1098. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Fathiah Helmi, SH yang perubahannya seperti diungkapkan pada Catatan 12 atas Laporan Keuangan dan telah mendapat persetujuan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C-04552.HT.01.04.Th.2001 tanggal 2 Agustus 2001.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi usaha perdagangan umum, peragenan, kontraktor, perindustrian, pengangkutan, percetakan, pertanian, real estate, perkebunan dan pertambangan. Pada saat ini kegiatan Perusahaan terutama adalah pembangunan dan penjualan real estat. Perumahan Simprug diPoris, Tangerang. Perusahaan memulai kegiatan operasi komersial pada bulan November 1995. Kantor pusat Perusahaan terletak di Gedung Ribens Autocars, Jalan R.S Fatmawati No. 188, Jakarta Selatan. b. Penawaran Umum Perusahaan

Pada tanggal 28 September 2001, Perusahaan memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif atas Pernyataan Pendaftaran Emisi Saham No. S-2366/PM/2001 dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal untuk mengadakan Penawaran Umum Perdana kepada masyarakat sejumlah 150.000.000 (seratus lima puluh juta) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100 setiap saham dengan harga penawaran Rp 120 setiap saham dan sejumlah 175.000.000 (seratus tujuh puluh lima juta) Waran yang menyertai Saham Biasa Atas Nama, di mana setiap pemegang 6 (enam) saham baru Perusahaan berhak memperoleh 7 (tujuh) Waran Seri I dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 150 (seratus lima puluh rupiah). Waran tersebut berlaku dari tanggal 22 April 2002 sampai dengan tanggal 20 Oktober 2006. Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya pada PT Bursa Efek Jakarta pada tanggal 22 Oktober 2001.

c. Komisaris, Direksi dan Karyawan,

Pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, susunan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut :

Komisaris:

Komisaris Utama : Parningotan Okto Luther P. Komisaris/

Komisaris Independen : Supadmi Direksi:

Direktur Utama : Richard Rachmadi Wiriahardja Direktur : Heru Widodo

(9)

PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

31 Desember 2006 dan 2005

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

6 1. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN (lanjutan)

c. Komisaris, Direksi dan Karyawan (lanjutan)

Jumlah kompensasi yang diterima Komisaris dan Direksi Perusahaan masing-masing sebesar Rp 272.720.000 pada tahun 2006 dan Rp 246.000.000 pada tahun 2005.

Pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, jumlah karyawan Perusahaan masing-masing adalah 26 dan 33 karyawan (tidak diaudit).

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan

Laporan keuangan ini telah disajikan sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), peraturan dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diedarkan oleh Bursa Efek Jakarta bagi perusahaan real estat yang menawarkan sahamnya kepada masyarakat.

Dasar pengukuran laporan keuangan adalah konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali persediaan yang dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Laporan keuangan disusun dengan metode akrual kecuali laporan arus kas.

Laporan arus kas menyajikan informasi penerimaan dan pengeluaran kas yang dikelompokkan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Laporan arus kas dari aktivitas operasi disusun berdasarkan metode langsung.

Neraca disajikan tanpa dikelompokkan menjadi bagian lancar dan tidak lancar (unclassified balance sheet) sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 44 mengenai “Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat”.

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah Rupiah. b. Setara Kas

Deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak dijaminkan atau dibatasi penggunaannya diklasifikasikan sebagai “Setara Kas“.

c. Penyisihan Piutang Ragu-ragu

Penyisihan piutang ragu-ragu ditetapkan berdasarkan penelaahan terhadap keadaan kemungkinan tertagihnya piutang tersebut pada akhir tahun yang bersangkutan.

d. Persediaan

Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan persediaan dinyatakan berdasarkan metode “Identifikasi Khusus” (specific identification). Penyisihan persediaan usang ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun.

(10)

PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

31 Desember 2006 dan 2005

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)

e. Tanah yang Belum Dikembangkan

Tanah untuk pengembangan di masa mendatang dikelompokkan dalam akun “Tanah yang Belum Dikembangkan”, dimana akumulasi biaya tersebut akan diklasifikasikan ke persediaan pada saat pengembangan dimulai.

f. Aktiva Tetap

Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan, kecuali untuk tanah dicatat berdasarkan biaya perolehan dan tidak diamortisasi. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap sebagai berikut:

Masa Manfaat

Jenis Aktiva (Tahun) Tarif

Bangunan 20 5 %

Peralatan Kantor 5 20 %

Kendaraan Bermotor 5 20 %

Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya; pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, biaya perolehan serta akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi dilaporkan dalam usaha tahun yang bersangkutan.

Sesuai dengan PSAK No. 47 tentang “Akuntansi Tanah”, yang berlaku efektif tanggal 1 Januari 1999, semua biaya yang terjadi sehubungan dengan perolehan tanah antara lain, biaya perizinan, survei lokasi, biaya pengukuran, biaya notaris dan pajak-pajak yang berkaitan, ditangguhkan dan disajikan secara terpisah dari biaya perolehan tanah. Beban tangguhan tersebut diamortisasi selama masa berlaku hak atau masa manfaat tanah mana yang lebih pendek dengan menggunakan metode garis lurus.

Aktiva dan Kewajiban Sewa Guna Usaha

Transaksi sewa guna usaha digolongkan sebagai sewa guna usaha yang dapat dikapitalisasi (capital lease) apabila memenuhi semua kriteria sebagai berikut:

- Memiliki hak opsi untuk membeli aktiva yang disewa guna usahakan pada akhir masa sewa guna usaha dengan harga yang telah disetujui bersama pada saat dimulainya perjanjian sewa guna usaha.

- Seluruh pembayaran berkala ditambah dengan nilai sisa mencakup pengembalian biaya perolehan barang modal yang disewagunausahakan serta bunganya, sebagai keuntungan sewa guna usaha (full payout lease).

(11)

PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

31 Desember 2006 dan 2005

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

8 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)

f. Aktiva Tetap (lanjutan)

Aktiva dan Kewajiban Sewa Guna Usaha (lanjutan)

Jika salah satu kriteria tersebut di atas tidak terpenuhi, maka transaksi sewa guna usaha dikelompokkan sebagai transaksi sewa menyewa biasa (operating lease).

Aktiva sewa guna usaha yang dapat dikapitalisasi dan kewajiban sewa guna usaha dinyatakan dalam Neraca sebesar nilai tunai dari seluruh sewa guna usaha pada saat dimulainya periode sewa guna usaha ditambah nilai sisa (hak opsi) yang harus dibayar pada akhir masa sewa guna usaha. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode dan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama dengan aktiva tetap pemilikan langsung yang diperoleh.

Laba atau rugi dari aktiva yang dijual dan disewagunausahakan kembali dengan hak opsi (sale and leaseback) ditangguhkan dan diamortisasikan selama sisa masa manfaat ekonomis aktiva tersebut dengan menggunakan metode Garis Lurus.

g. Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa

Perusahaan melakukan transaksi dengan beberapa pihak yang mempunyai hubungan istimewa seperti yang dimaksud dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.7 mengenai “Pengungkapan Pihak-pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa”.

Seluruh transaksi signifikan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa yang dilakukan dengan maupun tidak dengan tingkat harga, persyaratan dan kondisi normal sebagaimana dilakukan dengan pihak diluar hubungan istimewa, diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.

h. Penurunan Nilai Aktiva

Perusahaan melakukan penelaahan untuk menentukan apakah terjadi indikasi penurunan nilai atas aktiva pada akhir tahun, sesuai dengan PSAK No. 48 tentang “Penurunan Nilai Aktiva”. Apabila indikasi tersebut terjadi, Perusahaan disyaratkan untuk menentukan taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (recoverable amount) atas nilai aktiva dan mengakui penurunan nilai aktiva sebagai rugi pada laporan laba rugi. Pemulihan penurunan nilai diakui sebagai laba pada tahun terjadinya pemulihan.

i. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan dari penjualan Real Estat diakui berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 44 tentang “Akuntansi Pengembangan Real Estat”. Berdasarkan pernyataan tersebut maka:

1) Penjualan bangunan rumah, ruko, bangunan sejenis lainnya serta kavling tanahnya diakui dengan metode akrual penuh karena telah memenuhi seluruh kriteria berikut ini:

a. Proses penjualan telah selesai; b. Harga jual akan tertagih;

c. Tagihan penjual tidak akan bersifat subordinasi di masa yang akan datang terhadap pinjaman lain yang akan diperoleh pembeli; dan

d. Penjual telah mengendalikan risiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli melalui suatu transaksi yang secara substansi adalah penjualan dan penjual tidak lagi berkewajiban atau terlibat secara signifikan dengan unit bangunan tersebut.

(12)

PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

31 Desember 2006 dan 2005

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

9 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) i. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)

2) Penjualan kavling tanah tanpa bangunan diakui dengan metode akrual penuh karena pada saat pengikatan jual beli, seluruh kriteria berikut ini telah terpenuhi:

a. Jumlah pembayaran oleh pembeli telah mencapai 20% dari harga jual yang disepakati dan jumlah tersebut tidak dapat diminta kembali oleh pembeli;

b. Harga jual akan tertagih;

c. Tagihan penjual tidak subordinasi terhadap pinjaman lain yang akan diperoleh pembeli di masa yang akan datang;

d. Proses pengembangan tanah telah selesai sehingga penjual tidak berkewajiban lagi untuk menyelesaikan kavling tanah yang dijual, seperti kewajiban untuk mematangkan kavling tanah atau kewajiban untuk membangun fasilitas-fasilitas pokok yang dijanjikan oleh atau yang menjadi kewajiban penjual, sesuai dengan pengikatan jual beli atau ketentuan peraturan perundang-undangan; dan

e. Hanya kavling tanah saja yang dijual, tanpa diwajibkan keterlibatan penjual dalam pendirian bangunan di atas kavling tanah tersebut.

Metode yang digunakan untuk menentukan tingkat penyelesaian aktivitas pengembangan adalah berdasarkan biaya yang telah dikeluarkan dibandingkan dengan total biaya yang harus dikeluarkan (cost to cost basis).

Seluruh penerimaan hasil penjualan rumah dan tanah yang belum memenuhi persyaratan tersebut, dikelompokkan sebagai “Uang Muka Penjualan”. Sedangkan penerimaan administrasi atas penjualan rumah dan tanah dikelompokkan sebagai “Pendapatan Administrasi”.

Beban diakui atas dasar akrual.

j. Kapitalisasi dan Metode Alokasi Biaya Proyek Pengembangan Real Estat

Biaya aktivitas pengembangan real estat yang dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat adalah:

1. Biaya pra-perolehan tanah; 2. Biaya perolehan tanah;

3. Biaya yang secara langsung berhubungan dengan proyek; 4. Biaya yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real estat. 5. Biaya pinjaman.

Biaya yang dialokasikan sebagai beban proyek adalah:

1. Biaya pra-perolehan tanah atas tanah yang tidak berhasil diperoleh.

2. Kelebihan biaya dari hasil yang diperoleh atas pembangunan sarana umum yang komersialkan, yang dijual atau dialihkan, sehubungan dengan penjualan unit.

Apabila akumulasi biaya ke proyek pengembangan lebih rendah dari realisasi pendapatan pada masa depan maka selisihnya akan dibebankan pada laba rugi tahun berjalan, atas perbedaan yang terjadi Perusahaan akan melakukan penyisihan secara periodik. Jumlah penyisihan tersebut akan mengurangi nilai tercatat proyek dan dibebankan ke laba rugi tahun berjalan.

Biaya yang telah dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat dialokasikan ke setiap unit real estat dengan metode identifikasi khusus.

(13)

PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

31 Desember 2006 dan 2005

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

10 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)

j. Kapitalisasi dan Metode Alokasi Biaya Proyek Pengembangan Real Estat (lanjutan)

Pengkajian atas estimasi dan alokasi biaya dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan sampai proyek selesai secara substansial, jika terjadi perubahan mendasar Perusahaan akan melakukan revisi dan realokasi biaya.

Beban yang diakui pada saat terjadinya adalah biaya yang tidak berhubungan dengan proyek real estat.

k. Pajak Penghasilan

Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak tahun berjalan. Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas perbedaan waktu antara dasar pelaporan komersial dan dasar pajak atas aktiva dan kewajiban pada masing-masing tanggal pelaporan. Manfaat pajak di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan, diakui sejauh terdapat cukup kemungkinan atas realisasi dari manfaat pajak tersebut.

Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diukur pada tarif pajak yang diharapkan akan digunakan pada periode ketika aktiva direalisasi atau ketika kewajiban dilunasi, berdasarkan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang telah berlaku atau yang telah berlaku secara substantif pada tanggal neraca.

Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat Surat Ketetapan Pajak (SKP) diterima atau jika Perusahaan mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditentukan.

l. Tambahan Modal Disetor - Bersih

Tambahan modal disetor - bersih terdiri dari agio saham dan biaya emisi saham. Agio Saham

Pos ini merupakan kelebihan setoran pemegang saham di atas nilai nominal saham. Biaya Emisi Saham

Pos ini merupakan biaya yang terjadi dalam rangka penawaran umum dan penjualan sejumlah saham kepada masyarakat.

Sejak tanggal 1 Januari 2000, biaya emisi saham disajikan sebagai bagian ekuitas sesuai dengan Peraturan Nomor VIII.G.7 yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor Kep-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 mengenai Pedoman Penyajian Laporan Keuangan.

m. Penyisihan Imbalan Kerja Karyawan

Perusahaan mencatat kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai berdasarkan Undang-Undang No.13 tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003 (“UU No. 13”). Sebelum tanggal 1 Januari 2004, Perusahaan mencatat kewajiban imbalan kerja berdasarkan perhitungan manajemen Perusahaan dan mengamortisasi biaya jasa lalu yang belum diakui berdasarkan sisa masa kerja karyawan. Efektif tanggal 1 Januari 2005, Perusahaan menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2004), mengenai “Imbalan Kerja” yang diterapkan secara retrospektif dan mengubah metode akuntansi yang dipakai sebelumnya ke metode yang diwajibkan berdasarkan PSAK ini.

(14)

PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

31 Desember 2006 dan 2005

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

11 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)

m. Penyisihan Imbalan Kerja Karyawan (lanjutan)

Berdasarkan PSAK No. 24 (Revisi 2004), biaya imbalan kerja sesuai dengan UU No. 13 dihitung berdasarkan metode projected unit credit. Keuntungan dan kerugian aktuarial diakui sebagai penghasilan atau beban apabila akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui pada akhir periode pelaporan sebelumnya melebihi jumlah yang lebih besar diantara 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal tersebut. Besarnya keuntungan dan kerugian aktuarial ini diakui selama rata-rata sisa masa kerja yang akan dijalani para pekerja dengan menggunakan metode garis lurus. Biaya jasa lalu yang timbul akibat pengenalan program imbalan pasti atau perubahan kewajiban imbalan kerja dari program sebelumnya harus diamortisasi sampai imbalan kerja tersebut telah menjadi hak karyawan.

n. Laba (Rugi) Bersih per Saham

Sesuai dengan PSAK No. 56 tentang “Laba Per Saham“, laba (rugi) bersih per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih dengan jumlah tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama tahun yang bersangkutan. Jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar adalah sejumlah 591.000.000 saham.

o. Penggunaan Estimasi

Penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen untuk membuat perkiraan dan asumsi pada nilai aktiva dan kewajiban yang dilaporkan pada tanggal neraca dan pendapatan dan beban yang dilaporkan pada tahun berjalan. Karena tidak adanya kepastian dalam menentukan taksiran sehingga terdapat kemungkinan hasil akhir yang dilaporkan pada masa yang akan datang akan berbeda dengan perkiraan tersebut. Selisih estimasi dengan hasil akhir dibebankan dalam operasi tahun berjalan.

3. KAS DAN SETARA KAS Kas dan setara kas terdiri dari:

2006 2005

Kas 875.000 900.000

Bank - Pihak Ketiga

PT Bank Victoria International Tbk 714.466.761 10.626.075

PT Bank Panin Tbk 491.665.446 732.789.312

PT Bank Negara Indonesia Tbk 369.065.393 -

PT Bank Central Asia Tbk 201.040.238 -

Citibank, N.A. Jakarta 58.894.212 56.343.267

PT Bank Tabungan Negara (Persero) 8.264.199 8.264.199

Jumlah bank 1.843.396.249 808.022.853

Deposito - PT Bank Victoria International Tbk 2.000.000.000 1.700.000.000

Jumlah 3.844.271.249 2.508.922.853

Deposito dengan tingkat bunga tahunan masing-masing sebesar 9,75% dan 13% pada tahun 2006 dan 2005.

(15)

PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

31 Desember 2006 dan 2005

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

12 4. PIUTANG USAHA

Akun ini merupakan tagihan atas penjualan sebagai berikut:

2006 2005 Tipe 38/90 706.731.766 94.586.308 Tipe 36/72 315.267.150 - Tipe 80/150 102.917.162 40.218.206 Tipe 38/77 82.322.602 5.400.000 Tipe 54/105 65.272.500 - Tipe 43/84 56.497.727 62.568.972 Tipe 38/102 51.628.000 - Tipe 110/120 29.383.292 29.383.292 Tipe 50/96 16.162.294 11.640.285 Tipe 61/120 12.287.856 12.287.856 Tipe 45/105 7.365.275 7.365.275 Tipe 78/75 (Ruko) 1.540.350 9.371.450 Tipe 18/60 - 176.920.000 Tipe 105/180 - 15.161.956 Tipe Kavling 20.000.000 20.000.000 Jumlah 1.467.375.974 484.903.600 Rincian umur piutang dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut:

2006 2005

Sampai dengan 1 bulan 550.114.158 88.460.000

- 1 bulan sampai 3 bulan 279.327.775 127.060.274

- 3 bulan sampai 6 bulan 197.830.227 89.254.496

- 6 bulan sampai 1 tahun 241.729.324 43.115.839

- lebih dari 1 tahun 198.374.490 137.012.991

Jumlah 1.467.375.974 484.903.600

Berdasarkan penelaahan terhadap keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa seluruh piutang tersebut dapat tertagih seluruhnya, sehingga Perusahaan tidak membuat penyisihan piutang ragu-ragu.

5. PERSEDIAAN Persediaan terdiri dari:

2006 2005 Tanah 36.431.001.220 39.690.315.205 Bangunan 911.148.931 916.258.496 Jumlah 37.342.150.151 40.606.573.701 Perusahaan tidak mengasuransikan persediaan bangunannya.

(16)

PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

31 Desember 2006 dan 2005

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13 6. UANG MUKA PEMBELIAN TANAH

Akun ini merupakan uang muka pembelian tanah yang berlokasi di Jalan Daan Mogot, Tangerang dan 53.318 meter persegi pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005.

7. TANAH YANG BELUM DIKEMBANGKAN

Akun ini merupakan tanah untuk dikembangkan pada masa mendatang dan berlokasi di Tangerang masing-masing seluas 114.411 meter persegi pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005. 8. AKTIVA TETAP

Rincian aktiva tetap adalah sebagai berikut:

2006 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir

Biaya Perolehan

Pemilikan Langsung

Tanah dan bangunan 364.000.000 - - 364.000.000

Kendaraan bermotor 650.505.000 86.000.000 - 736.505.000

Peralatan kantor 194.823.700 3.000.000 - 197.823.700

Jumlah Pemilikan Langsung 1.209.328.700 89.000.000 - 1.298.328.700

Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Bangunan 86.449.976 18.116.672 - 104.566.648 Kendaraan bermotor 396.668.111 124.366.300 - 521.034.411 Peralatan kantor 120.294.592 24.403.781 - 144.698.373

Jumlah Pemilikan langsung 603.412.679 166.886.753 - 770.299.432

Nilai Buku 605.916.021 528.029.268

2005 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir

Biaya Perolehan Pemilikan Langsung

Tanah dan bangunan 364.000.000 - - 364.000.000

Kendaraan bermotor 650.505.000 - - 650.505.000

Peralatan kantor 173.129.700 21.694.000 - 194.823.700

Jumlah Harga Perolehan 1.187.634.700 21.694.000 - 1.209.328.700

Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Bangunan 68.249.972 18.200.004 - 86.449.976 Kendaraan bermotor 283.852.115 112.815.996 - 396.668.111 Peralatan kantor 98.181.828 22.112.764 - 120.294.592

Jumlah Akumulasi Penyusutan 450.283.915 153.128.764 - 603.412.679

Nilai Buku 737.350.785 605.916.021

(17)

PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

31 Desember 2006 dan 2005

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

14 8. AKTIVA TETAP

Beban penyusutan untuk tahun 2006 dan 2005 adalah masing-masing sebesar Rp 166.886.753 dan Rp 153.128.764 yang disajikan sebagai bagian dari beban umum dan administrasi (lihat Catatan 19). Berdasarkan hasil penelaahan, manajemen tidak melihat indikasi terjadinya peristiwa-peristiwa yang dapat menyebabkan turunnya nilai aktiva Perusahaan, sehingga Perusahaan tidak melakukan penyisihan penurunan untuk aktiva tetap.

Perusahaan belum mengasuransikan aktiva tetapnya.

Kendaraan tertentu dijaminkan pada PT Bank Victoria International Tbk (lihat Catatan 9) 9. HUTANG BANK

Pada tahun 2006, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit kepemilikan kendaraan bermotor dari PT Bank Victoria International Tbk untuk pembelian kendaraan bermotor dengan jangka waktu tiga (3) tahun yang akan jatuh tempo pada tahun 2009.

Pinjaman ini dijamin dengan kendaraan yang bersangkutan dan dikenakan bunga 9,99% (flat) per tahun.

10. HUTANG USAHA

Akun ini terutama merupakan hutang usaha dalam mata uang rupiah pada CV Ulan Jaya masing-masing sebesar Rp 364.897.650 dan Rp 239.451.650 pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005.

Rincian umur hutang dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut:

2006 2005

Sampai dengan 1 bulan 4.411.750 94.354.000

- 1 bulan sampai 3 bulan 312.070.000 102.054.600

- 3 bulan sampai 6 bulan 45.822.500 14.111.550

- 6 bulan sampai 1 tahun 2.593.400 28.931.500

Jumlah 364.897.650 239.451.650

11. PERPAJAKAN Hutang Pajak

Akun ini terdiri dari:

2006 2005 Pajak Penghasilan: Pasal 21 13.395.503 6.869.388 Pasal 23 85.082.552 65.766.272 Pasal 25 18.071.142 13.972.142 Pasal 29 5.658.329 55.639.800

Pajak Pertambahan Nilai 1.244.801.365 893.337.826

Jumlah 1.367.008.891 1.035.585.428

(18)

PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

31 Desember 2006 dan 2005

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15 11. PERPAJAKAN (lanjutan)

Berdasarkan Undang-undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia, laba atau kerugian Perusahaan serta rekonsiliasi perhitungan perpajakannya, dilakukan sendiri oleh wajib pajak dalam Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT) (self assessment system). Pihak fiskus dapat memeriksa perhitungan perpajakan tersebut dalam jangka waktu 10 tahun. Apabila dalam jangka waktu tersebut terhadap perhitungan perpajakan di atas tidak dilakukan pemeriksaan maka SPT Perusahaan dianggap rampung. Apabila ada kewajiban perpajakan lainnya akan diselesaikan oleh Perusahaan pada saat jatuh temponya.

Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Perusahaan

Akun ini terdiri dari:

2006 2005

Pajak tahun berjalan (210.215.000) (216.838.700)

Pajak tangguhan 24.341.700 735.747.080

Bersih (185.873.300) 518.908.380

Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-03/WPJ.07/KP.0404/2002 tanggal 13 Maret 2002, Perusahaan memperoleh persetujuan untuk mengalokasi pengakuan penghasilan berupa keuntungan karena pembebasan hutang yang diperoleh dari perjanjian restrukturisasi dengan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebesar Rp 11.857.091.333 dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Jangka waktu alokasi adalah (5) tahun terhitung mulai tahun pajak 2001.

b. Besarnya pengakuan penghasilan untuk masing-masing tahun sebesar Rp 2.371.418.267. Pajak Tahun Berjalan

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dengan penghasilan kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 sebagai berikut:

2006 2005

Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak

penghasilan menurut laporan laba rugi 428.860.151 (1.988.576.287)

Ditambah (dikurangi) beda tetap:

Pajak-pajak 50.527.849 27.993.308

Sumbangan dan jamuan 500.000 112.500.000

Pendapatan bunga yang dikenakan pajak final (50.191.224) (61.214.012)

Lain-lain 248.214.330 237.936.015

Jumlah 249.050.955 317.215.311

(19)

PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

31 Desember 2006 dan 2005

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

16 11. PERPAJAKAN (lanjutan)

2006 2005

Ditambah (dikurangi) beda waktu:

Penyisihan imbalan kerja karyawan 81.139.000 81.072.000

Pendapatan luar biasa - 2.371.418.267

Jumlah 81.139.000 2.452.490.267

Penghasilan kena pajak 759.050.106 781.129.291

Penghasilan kena pajak (dibulatkan) 759.050.106 781.129.000

Beban Pajak Kini:

10% x Rp 50.000.000 5.000.000 5.000.000 15% x Rp 50.000.000 7.500.000 7.500.000 30% x Rp 659.050.106 - tahun 2006 197.715.033 - 30% x Rp 681.129.000 - tahun 2005 - 204.338.700 Jumlah 210.215.033 216.838.700

Pajak penghasilan Pasal 25 dibayar di muka (204.556.704) (161.198.900)

Hutang Pajak Penghasilan - Pasal 29 5.658.329 55.639.800

Perhitungan penghasilan kena pajak dan hutang pajak penghasilan untuk tahun 2005 sesuai dengan Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan Perusahaan yang disampaikan kepada Kantor Pelayanan Pajak.

2006 2005

Pajak Tangguhan

Pengaruh Beda Waktu pada Tarif Maksimum (30%) Keuntungan hasil restrukturisasi pinjaman -

tangguhan - 711.425.480

Penyisihan imbalan kerja karyawan 24.341.700 24.321.600

Jumlah 24.341.700 735.747.080

Rincian Aktiva Pajak Tangguhan adalah sebagai berikut :

2006 2005

Penyisihan imbalan kerja karyawan 107.499.000 83.157.300

Aktiva Pajak Tangguhan 107.499.000 83.157.300

(20)

PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

31 Desember 2006 dan 2005

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

17

12. HUTANG DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA

Akun ini merupakan hutang hubungan istimewa kepada Richard Rachmadi Wiriahardja (Direktur Utama dan Pemegang saham) yang timbul dari transaksi di luar usaha pokok yaitu transaksi atas pembiayaan operasi dan kebutuhan modal kerja Perusahaan yang tidak dikenakan bunga, serta tanpa jaminan dan tidak ditentukan jangka waktu pengembaliannya.

Pada tanggal 31 Desember 2005, transaksi hubungan istimewa terdiri dari hutang hubungan istimewa dengan rincian sebagai berikut:

Persentase Terhadap

Jumlah Total Kewajiban

Hutang hubungan istimewa

Richard Rachmadi Wiriahardja 477.723.506 13,61%

13. MODAL SAHAM

Susunan pemegang dan pemilikan saham 31 Desember 2006 dan 2005 berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Adimitra Transferindo, Biro Administrasi Efek adalah sebagai berikut:

Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh

Persentase

Kepemilikan Jumlah

Pemegang Saham Jumlah Saham (%)

PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk 440.900.000 74,60 44.090.000.000

Richard Rachmadi Wiriahardja (Direktur Utama) 100.000 0,02 10.000.000

Masyarakat (masing-masing pemilikan saham

di bawah 5 %) 150.000.000 25,38 15.000.000.000

Jumlah 591.000.000 100,00 59.100.000.000

Perusahaan telah menerapkan perdagangan tanpa warkat (scriptless trading). Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya pada Bursa Efek Jakarta. 14. TAMBAHAN MODAL DISETOR - BERSIH

Akun ini terdiri dari agio saham dan biaya emisi saham dengan rincian sebagai berikut:

Agio saham 3.000.000.000

Biaya emisi saham (970.985.355)

Jumlah 2.029.014.645

Agio Saham

Agio saham berasal dari selisih antara harga penawaran saham perdana kepada masyarakat yang dilakukan pada tahun 2001 dengan nilai nominal sejumlah Rp 3.000.000.000.

Biaya Emisi Saham

Biaya emisi saham merupakan biaya-biaya yang terjadi berkaitan dengan penawaran saham perdana kepada masyarakat yang dilakukan pada tahun 2001 sebesar Rp 970.985.355.

(21)

PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

31 Desember 2006 dan 2005

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

18 15. SALDO LABA

Berdasarkan Rapat Umum Tahunan Para Pemegang Saham pada tahun 2002, Perusahaan mengalokasikan laba bersih tahun 2001 untuk tujuan pembentukan cadangan umum sebesar Rp 1.500.000.000.

16. WARAN

Berdasarkan Akta Pernyataan Penerbitan Waran Seri I No. 21 tanggal 13 Agustus 2001 dan Akta Pengubahan I Pernyataan Penerbitan Waran Seri I No. 18 tanggal 18 September 2001 yang dibuat oleh Notaris Fathiah Helmi, SH, Perusahaan menerbitkan Waran Seri I yang seluruhnya berjumlah 175.000.000 lembar. Waran Seri I tersebut diberikan secara cuma-cuma kepada para pemegang saham baru Perusahaan yang namanya tercatat dalam Daftar Penjatahan Penawaran Umum yang dilakukan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Efek pada Penjatahan tanggal 16 Oktober 2001. Nilai wajar waran ditentukan oleh nilai pasarnya.

Sampai dengan masa berlaku waran berakhir yaitu tanggal 20 Oktober 2006 belum ada waran yang ditukarkan. Mengingat harga pelaksanaan lebih tinggi dibandingkan dengan harga pasar maka hal tersebut tidak menguntungkan bagi pemegang waran sehingga pemegang waran tidak melaksanakan konversi. Dengan demikian waran berpotensi saham tidak dimasukkan dalam perhitungan Laba Per Saham Dilusian.

17. PENDAPATAN USAHA

Pendapatan usaha adalah berasal dari penjualan bersih sebagai berikut:

2006 2005 Tipe 38/90 2.407.468.000 - Tipe 36/72 1.181.792.000 - Tipe 21/60 1.085.500.000 - Tipe 38/77 897.600.000 120.650.000 Tipe 80/150 (Ruko) 850.084.500 727.330.630 Tipe 50/96 675.788.000 - Tipe 18/60 442.750.000 280.800.000 Tipe 43/84 362.800.000 501.984.175 Tipe 54/150 226.600.000 - Tipe 45/195 194.520.000 - Tipe 38/90 163.300.000 1.772.067.272 Tipe 61/120 156.700.000 50.877.650 Tipe 38/102 139.100.000 - Tipe 110/120 - 583.440.000 Tipe 45/105 - 171.570.000 Tipe Kavling 241.220.000 108.480.000 Jumlah 9.025.222.500 4.317.199.727 Seluruh penjualan dilakukan dengan pihak ketiga.

Setiap transaksi penjualan pada perusahaan, tidak ada yang bernilai melebihi 10% dari total penjualan bersih.

(22)

PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

31 Desember 2006 dan 2005

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

19 18. BEBAN POKOK PENJUALAN

Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:

2006 2005 Tanah 3.896.966.831 1.590.459.119 Bangunan 3.216.282.925 1.561.299.000 Jumlah 7.113.249.756 3.151.758.119 19. BEBAN USAHA

Rincian beban usaha adalah sebagai berikut:

2006 2005

Beban Penjualan

Komisi penjualan 96.559.716 123.501.537

Iklan dan promosi 56.474.000 840.747.762

Sumbangan dan jamuan 500.000 112.500.000

Sub jumlah 153.533.716 1.076.749.299

Beban Umum dan Administrasi

Gaji, upah dan tunjangan 1.007.669.000 982.416.859

Penyusutan (lihat Catatan 8) 166.886.753 153.128.764

Air, listrik dan telepon 86.985.210 90.766.139

Penyisihan imbalan kerja karyawan

(lihat Catatan 21) 81.139.000 81.072.000

Pajak-pajak 78.503.991 27.993.308

Sewa 67.500.000 67.500.000

Administrasi efek 49.100.000 42.275.000

Jasa profesional 47.800.000 171.454.054

Iuran dan perijinan 34.442.840 113.100.000

Perjalanan dinas dan transportasi 32.845.610 195.020.612

Pajak bumi dan bangunan 31.815.849 28.228.856

Perbaikan dan pemeliharaan 16.407.500 88.789.905

Perlengkapan dan alat tulis 6.852.394 34.437.138

Representasi dan jamuan 5.128.554 18.746.562

Lain-lain 15.446.127 36.602.740 Sub jumlah 1.728.522.828 2.131.531.937 Jumlah 1.882.056.544 3.208.281.236

(23)

PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

31 Desember 2006 dan 2005

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

20 20. LABA (RUGI) PER SAHAM

Laba (rugi) per saham untuk masing-masing tahun adalah sebagai berikut:

2006 2005

Jumlah rata-rata tertimbang dari saham yang

ditempatkan dan disetor penuh

(dalam lembar saham) 591.000.000 591.000.000

Laba (rugi) bersih yang digunakan dalam perhitungan

laba (rugi) bersih per saham 242.986.851 (1.469.667.907)

Laba (rugi) bersih per saham 0,41 (2,49)

21. PENYISIHAN IMBALAN KERJA KARYAWAN

Perusahaan mencatat penyisihan imbalan kerja untuk karyawannya yang telah mencapai usia pensiun yaitu 55 tahun sesuai dengan Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003. Imbalan kerja tersebut yang tidak didanai.

Tabel berikut ini merangkum komponen-komponen atas beban penyisihan imbalan kerja yang diakui di laporan laba rugi dan penyisihan imbalan kerja yang diakui di neraca berdasarkan penilaian aktuaria yang dilakukan oleh PT Dayamandiri Dharmakonsilindo, aktuaris independen, berdasarkan laporannya tanggal 28 Februari 2007 untuk tahun 2006 serta tanggal 7 Maret 2006 untuk tahun 2005. a. Beban penyisihan imbalan kerja karyawan adalah sebagai berikut

2006 2005

Biaya jasa kini 89.762.000 44.142.000

Biaya bunga 48.496.000 29.705.000

Amortisasi tahun berjalan 9.392.000 7.225.000

Laba atas penghentian dan penyelesaian (66.511.000) -

Beban penyisihan imbalan kerja karyawan 81.139.000 81.072.000

b. Penyisihan imbalan kerja karyawan dengan rincian sebagai berikut:

2006 2005

Nilai kini kewajiban imbalan kerja karyawan 552.829.000 428.754.000 Kerugian aktuarial yang belum diakui (194.499.000) (151.563.000)

Penyisihan imbalan kerja karyawan 358.330.000 277.191.000

(24)

PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

31 Desember 2006 dan 2005

(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

21

21. PENYISIHAN IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan)

c. Mutasi penyisihan imbalan kerja untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 adalah sebagai berikut:

2006 2005

Saldo awal tahun 277.191.000 196.119.000

Beban penyisihan imbalan kerja 81.139.000 81.072.000

Saldo akhir tahun 358.330.000 277.191.000

Asumsi dasar yang digunakan Perusahaan dalam menentukan penyisihan imbalan kerja karyawan pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 adalah sebagai berikut:

Tingkat diskonto 11%

Tingkat kematian Table modifikasi CSO-1980

Kenaikan upah dan gaji 8%

Usia pensiun 55 tahun

22. PENYELESAIAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 telah diselesaikan dan disetujui oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 7 Maret 2007.

Referensi

Dokumen terkait

Menurut pendapat kami, laporan keuangan konsolidasi yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk

Menurut pendapat kami, Laporan Keuangan Konsolidasi yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, Posisi Keuangan PT Inter Delta Tbk dan

Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT Century Textile Industry Tbk tanggal

Menurut pendapat kami, laporan keuangan konsolidasi yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT Citra Tubindo Tbk dan

Menurut pendapat kami, laporan keuangan konsolidasi yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT Nusantara Infrastructure Tbk

Menurut pendapat kami, laporan keuangan konsolidasi yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT Modern Photo Tbk dan

Menurut pendapat kami, laporan keuangan konsolidasian yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan konsolidasian PT Bank

Menurut pendapat kami, laporan keuangan konsolidasi tersebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT Indosat Tbk dan Anak Perusahaan