• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan praktikum GEL PIROXICAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan praktikum GEL PIROXICAM"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN LIQUIDA DAN SEMISOLIDA LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN LIQUIDA DAN SEMISOLIDA

“GEL PIROXICAM” “GEL PIROXICAM” 11/20/2014 11/20/2014 Disusun Oleh: Disusun Oleh: Kelompok D-3 Kelompok D-3 1.

1. Elok Elok Dea Dea Orens Orens U.W. U.W. 122210101012221010107070 2.

2. Dwi Dwi Citra Citra Nur Nur U. U. 122210101012221010107272 3.

3. Arini Arini Marga Marga M. M. 122210101012221010108282 4.

4. Angga Angga Yonaditya Yonaditya 122210101012221010108484 5.

5. Maharani Maharani Dwi Dwi P. P. 122210101012221010108686 6.

6. Lucky Lucky Yuristika Yuristika P. P. 122210101012221010108888 7.

7. Dhita Dhita Oktavia Oktavia 122210101012221010109292

Bagian Farmasi Farmasetika Bagian Farmasi Farmasetika

Fakultas Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Jember Universitas Jember 2014 2014

(2)

DAFTAR ISI DAFTAR ISI

I.

I. TUJUAN TUJUAN PRAKTIKUM PRAKTIKUM ... ... 33 II.

II. DASAR DASAR TEORI TEORI ... . 33 III.

III. EVALUASI EVALUASI PRODUK PRODUK REFEREN REFEREN ... 88 IV.

IV. STUDI STUDI PRAFORMULASI PRAFORMULASI BAHAN BAHAN AKTIF AKTIF ... ... 1010 V.

V. JENIS JENIS DAN DAN CONTOH CONTOH BAHAN BAHAN TAMBAHAN TAMBAHAN DALAM DALAM FORMULA FORMULA ... ... 1515 VI.

VI. SUSUNAN SUSUNAN FORMULA FORMULA DAN DAN KOMPOSISI KOMPOSISI BAHAN BAHAN YANG YANG DIRENCANAKAN DIRENCANAKAN .. .. 1919 1.

1. Susunan Formula Susunan Formula ... ... 1919 99 2.

2. Spesifikasi Spesifikasi Sediaan Sediaan Yang Yang Diinginkan Diinginkan ... ... 1919 3.

3. Rancangan Etiket Rancangan Etiket Dan Kemasan Dan Kemasan ... 2020 VII.

VII. METODE METODE ... 2121 1.

1. Alat Alat dan dan Bahan Bahan ... 2121 2.

2. Prosedur Prosedur Pembuatan Pembuatan ... 21... 21 3.

3. Prosedur Prosedur Evaluasi Evaluasi ... 2222 VIII.

VIII. HASIL DAN HASIL DAN PEMBAHASAN PEMBAHASAN ... 2323 1.

1. Hasil Praktikum Hasil Praktikum ... 2323 1.1

1.1 Evaluasi Sediaan Gel Evaluasi Sediaan Gel Piroxicam Piroxicam ... 2323 1.2

1.2 Rangkuman Hasil Pengamatan ...Rangkuman Hasil Pengamatan ... 2424 2.

2. Pembahasan ..Pembahasan ... 2525 IX.

IX. KESIMPULAN KESIMPULAN ... 3030 X.

(3)

Judul

Judul Praktikum : Praktikum : GEL GEL PIROXICAMPIROXICAM Hari/

Hari/ Tanggal Tanggal : : 20 20 November November 20142014 Kelompok

Kelompok : : D_3D_3  Nama Peserta

 Nama Peserta ::

II.. TUJUAN PRAKTIKUMTUJUAN PRAKTIKUM 1.

1. Mahasiswa dapat menyusun rancangan formula, pembuatan, evaluasi danMahasiswa dapat menyusun rancangan formula, pembuatan, evaluasi dan kemasan gel serta mendiskusikan berdasarkan karakteristik fisika kimianya.

kemasan gel serta mendiskusikan berdasarkan karakteristik fisika kimianya. 2.

2. Mahasiswa dapat membuat sediaan gel yang telah dirancang dan mengevaluasiMahasiswa dapat membuat sediaan gel yang telah dirancang dan mengevaluasi sediaan yang telah dibuat.

sediaan yang telah dibuat.

IIII.. DASAR TEORIDASAR TEORI 1.

1. Anatomi dan Fisiologi KulitAnatomi dan Fisiologi Kulit

Kulit merupakan lapisan pelindung tubuh yang sempurna terhadap pengaruh Kulit merupakan lapisan pelindung tubuh yang sempurna terhadap pengaruh luar, baik

luar, baik pengaruh fisik pengaruh fisik maupun pengmaupun pengaruh kima. Dimana aruh kima. Dimana kulit berfungsi sebagaikulit berfungsi sebagai sistem epitel pada tubuh untuk menjaga kelurnya substansi-substansi penting dalam sistem epitel pada tubuh untuk menjaga kelurnya substansi-substansi penting dalam tubuh. Meskipun kulit relatif permeabel terhadap senyawa kimia namun dalam tubuh. Meskipun kulit relatif permeabel terhadap senyawa kimia namun dalam keadaan tertentu kulit dapat ditembus oleh senyawa senyawa kimia namun dalam keadaan tertentu kulit dapat ditembus oleh senyawa senyawa kimia namun dalam keadaan tertentu kulit dapat ditembus oleh senyawa senyawa obat/bahan yang keadaan tertentu kulit dapat ditembus oleh senyawa senyawa obat/bahan yang  berbahaya

 berbahaya yang dapat yang dapat menimbulkan efek menimbulkan efek terapetik terapetik / / efek efek toksik toksik baik baik yang bersifatyang bersifat setempat/.sistemik. (Aiache.1993)Dari suatu penelitian diketahui bahwa pergerakan setempat/.sistemik. (Aiache.1993)Dari suatu penelitian diketahui bahwa pergerakan air melalui lapisan kulit yang tebal tergantung pada pertahanan stratum corneum air melalui lapisan kulit yang tebal tergantung pada pertahanan stratum corneum yang berfungsi sebagai ratelimiting barier pada kulit (Swarbick dan Boylan. 1995) yang berfungsi sebagai ratelimiting barier pada kulit (Swarbick dan Boylan. 1995) Secara mikroskopis kulit tersusun dari berbagai lapisan yang berbeda beda dari luar Secara mikroskopis kulit tersusun dari berbagai lapisan yang berbeda beda dari luar dalam epidermis, lapisan dermis, subkutan (Aiache.1993)

dalam epidermis, lapisan dermis, subkutan (Aiache.1993) 1.

1. EloElok k Dea Dea OreOrens ns U.WU.W. . 122122210210101101070070 2.

2. Dwi Dwi CitrCitra a Nur Nur U. U. 122122210210101101072072 3.

3. AriArini ni MarMarga ga M. M. 122122210210101101082082 4.

4. AngAngga ga YonYonadiaditya tya 122122210210101101084084 5.

5. MahMaharaarani ni Dwi Dwi P. P. 122122210210101101086086 6.

6. LuLucky cky YurYuristiistika ka P. P. 122122210210101101088088 7.

(4)

2.

2. Absorbsi PerkutanAbsorbsi Perkutan

Absorbsi perkutan adalah masuknya molekul obat dari kulit ke dalam jaringan Absorbsi perkutan adalah masuknya molekul obat dari kulit ke dalam jaringan dibawah kulit kemudian masuk ke dalam sirkulasi darah dengan mekanisme difusi dibawah kulit kemudian masuk ke dalam sirkulasi darah dengan mekanisme difusi  pasif.

 pasif. Istilah Istilah perkutan perkutan menunjukan menunjukan bahwa bahwa penembusan penembusan terjadi terjadi pada pada lapisanlapisan epidermis dan penyerapan dapat terjadi pada lapisan epidermis yang berbeda epidermis dan penyerapan dapat terjadi pada lapisan epidermis yang berbeda  beda.(Aiache,

 beda.(Aiache, 1993). 1993). Penentuan Penentuan molekul molekul dari dari bagian bagian luar luar ke ke bagian bagian dalam dalam kulitkulit secara nyata dapat terjadi baik melalui penetrasi transpidermal dan secara nyata dapat terjadi baik melalui penetrasi transpidermal dan transpendegeal(Swarbick dan Boylan. 1995). Untuk memasuki sistem sistemik, transpendegeal(Swarbick dan Boylan. 1995). Untuk memasuki sistem sistemik, tahapan pada absorpsi perkutan dapat melalui penetrasi pada permukaan

tahapan pada absorpsi perkutan dapat melalui penetrasi pada permukaan  stratum stratum corneum

corneum di bawah gradien konsentrasi, difusi melaluidi bawah gradien konsentrasi, difusi melalui  stratum  stratum corneumcorneum, epidermis, epidermis dan dermis, kemudian masuknya molekul ke dalam mikrosirkulasi (Aiache.1993) dan dermis, kemudian masuknya molekul ke dalam mikrosirkulasi (Aiache.1993) (Ansel. 2008) Tahapan ini dapat digambarkan pada

(Ansel. 2008) Tahapan ini dapat digambarkan pada gambar 2.gambar 2.

a.

a. Penetrasi TransepidermalPenetrasi Transepidermal

Sebagian obat berpenetrasi melintasi stratum korneum melalui ruang Sebagian obat berpenetrasi melintasi stratum korneum melalui ruang

Gambar 1.

Gambar 1. Struktur kulit. Terdiri dari lapisan epidermis (1),Struktur kulit. Terdiri dari lapisan epidermis (1), dermis (2), subkutis(3), folikel rambut (4), kelenjar dermis (2), subkutis(3), folikel rambut (4), kelenjar sebaseus(5) dan kelenjar keringat (6). (Aiache.1993)

sebaseus(5) dan kelenjar keringat (6). (Aiache.1993)

Gambar 2. Mekanisme penghantaran obat melalui rute Gambar 2. Mekanisme penghantaran obat melalui rute transdermal mulai dari pelepasan obat sampai menuju jaringan transdermal mulai dari pelepasan obat sampai menuju jaringan target (Aiache.1993)

(5)

melalui transepidermal dibandingkan transapendegeal. Pada prinsipnya melalui transepidermal dibandingkan transapendegeal. Pada prinsipnya masuknya penetran ke dalam stratum korneum adalah adanya koefisien partisi masuknya penetran ke dalam stratum korneum adalah adanya koefisien partisi dari penetran obat

dari penetran obat

 – 

 – 

 obatan yang bersifat hidrofilik akan berpartisi melalui jalur obatan yang bersifat hidrofilik akan berpartisi melalui jalur transseluler sedangkan obat

transseluler sedangkan obat

 – 

 – 

 obat yang bersifat lipofilik akan masuk kedalam obat yang bersifat lipofilik akan masuk kedalam stratum korneum melalui intraseluler (Swarbick dan Boylan. 1995).

stratum korneum melalui intraseluler (Swarbick dan Boylan. 1995).  b.

 b. Penetrasi TransapendegealPenetrasi Transapendegeal

Penetrasi melalui rute transapendegeal adalah penetrasi melalui kelenjar folikel Penetrasi melalui rute transapendegeal adalah penetrasi melalui kelenjar folikel yang ada pada kulit. Dimana penetrasi transapendegeal akan membawa yang ada pada kulit. Dimana penetrasi transapendegeal akan membawa senyawa obat melalui kelenjar keringat dan kelenjar rambut yang berhubungan senyawa obat melalui kelenjar keringat dan kelenjar rambut yang berhubungan dengan kelenjar sabapeus. Pada rute ini, dapat menghasilkan difusi yang cepat dengan kelenjar sabapeus. Pada rute ini, dapat menghasilkan difusi yang cepat dan segera setelah penggunaan obat karena dapat menghilangkan waktu yang dan segera setelah penggunaan obat karena dapat menghilangkan waktu yang diperlukan obat untuk melewati stratum korneum (Swarbrick et al, 1995).

diperlukan obat untuk melewati stratum korneum (Swarbrick et al, 1995). 3.

3. Definisi GelDefinisi Gel

Gel merupakan sistem semipadat yang terdiri dari suspensi yang dibuat dari Gel merupakan sistem semipadat yang terdiri dari suspensi yang dibuat dari  partikel

 partikel anorganik anorganik yang yang kecil kecil atau atau molekul molekul organik organik yang yang besar, besar, terpenetrasi terpenetrasi oleholeh suatu cairan (Departemen Kesehatan RI, 1995). Gel pada umumnya memiliki suatu cairan (Departemen Kesehatan RI, 1995). Gel pada umumnya memiliki karakteristik yaitu strukturnya yang kaku. Gel dapat berupa sediaan yang jernih karakteristik yaitu strukturnya yang kaku. Gel dapat berupa sediaan yang jernih atau buram, polar, atau non

atau buram, polar, atau non polar, dan hidroalkoholik tergantung konstituennya. Gelpolar, dan hidroalkoholik tergantung konstituennya. Gel  biasanya terdiri

 biasanya terdiri dari gom dari gom alami (tragacanth, alami (tragacanth, guar, atau xguar, atau xanthan), bahan semisintetanthan), bahan semisintetisis (misal

(misal : : methylcellulose, methylcellulose, carboxymethylcellulose, carboxymethylcellulose, atau atau hydroxyethylcellulose),hydroxyethylcellulose),  bahan

 bahan sintetis sintetis (misal (misal : : carbomer), carbomer), atau atau clay clay (misal (misal : : silikat). silikat). Viskositas Viskositas gel gel padapada umumnya sebanding dengan jumlah dan berat molekul bahan pengental yang umumnya sebanding dengan jumlah dan berat molekul bahan pengental yang ditambahkan.

ditambahkan.

Gel dapat dikelompokkan menjadi : lipophilic gels dan hydrophilic gels. Gel dapat dikelompokkan menjadi : lipophilic gels dan hydrophilic gels. Lipophilic gels(oleogel) merupakan gel dengan basis yang terdiri dari parafin cair, Lipophilic gels(oleogel) merupakan gel dengan basis yang terdiri dari parafin cair,  polietilen atau min

 polietilen atau minyak lemak yang ditambah yak lemak yang ditambah dengan silika koloid dengan silika koloid atau sabun-satau sabun-sabunabun aluminium atau seng. Sedangkan hydrophylic gels, basisnya terbuat dari air, aluminium atau seng. Sedangkan hydrophylic gels, basisnya terbuat dari air, gliserol atau propilen glikol, yang ditambah gelling agent seperti amilum, turunan gliserol atau propilen glikol, yang ditambah gelling agent seperti amilum, turunan selulosa, carbomer dan magnesium-aluminum silikat (Gaur et al, 2008).

selulosa, carbomer dan magnesium-aluminum silikat (Gaur et al, 2008).

Berdasarkan sifat pelarut terdiri dari hidrogel, organogel, dan xerogel. Berdasarkan sifat pelarut terdiri dari hidrogel, organogel, dan xerogel. Hydrogel (sering disebut juga aquagel)merupakan bentuk jaringan tiga dimensi dari Hydrogel (sering disebut juga aquagel)merupakan bentuk jaringan tiga dimensi dari rantai polimer hidrofilik yang tidak larut dalam air tapi dapat mengembang di rantai polimer hidrofilik yang tidak larut dalam air tapi dapat mengembang di dalam air. Karena sifat hidrofil dari rantai polimer, hidrogel dapat menahan air dalam air. Karena sifat hidrofil dari rantai polimer, hidrogel dapat menahan air dalam jumlah banyak di dalam struktur gelnya (superabsorbent)Organogel dalam jumlah banyak di dalam struktur gelnya (superabsorbent)Organogel

(6)

cairan organic yang tertahan dalam jaringan cross-linked tiga dimensi. Cairan dapat cairan organic yang tertahan dalam jaringan cross-linked tiga dimensi. Cairan dapat  berupa pelarut organic, minyak mineral, atau miny

 berupa pelarut organic, minyak mineral, atau minyak sayur.ak sayur.

Xerogel berbentuk gel padat yang dikeringkan dengan cara penyusutan. Xerogel berbentuk gel padat yang dikeringkan dengan cara penyusutan. Xerogel biasanya mempertahankan porositas yang tinggi (25%),luas permukaan Xerogel biasanya mempertahankan porositas yang tinggi (25%),luas permukaan yang besar (150-900 m/g), dan ukuran porinya kecil (1-10 nm). Saat pelarutnya yang besar (150-900 m/g), dan ukuran porinya kecil (1-10 nm). Saat pelarutnya dihilangkan di bawah kondisi superkritikal,

dihilangkan di bawah kondisi superkritikal, jaringannya tidak menyusut dan porous,jaringannya tidak menyusut dan porous, dan terbentuk aerogel.

dan terbentuk aerogel.

Gelling agent bersifat hidrofilik dan larut dalam air. Gom alam dan polimer Gelling agent bersifat hidrofilik dan larut dalam air. Gom alam dan polimer  berfungsi

 berfungsi dengan dengan membentuk membentuk lapisan lapisan tipis tipis pada pada permukaan permukaan partikel. partikel. Pada Pada saatsaat dikempa, partikel cenderung beraglomerasi. Bahan sangat larut seperti gula, dikempa, partikel cenderung beraglomerasi. Bahan sangat larut seperti gula, mengikat partikel bersama dengan membentuk jembatan kristal. Pengikat untuk mengikat partikel bersama dengan membentuk jembatan kristal. Pengikat untuk  proses

 proses granulasi granulasi basah basah biasanya biasanya dilarutka dilarutka dalam dalam air air atau atau suatu suatu pelarut pelarut biasanyabiasanya  berupa

 berupa alkohol alkohol dan dan larutan larutan pengikat pengikat digunakan digunakan untuk untuk membentuk membentuk masamasa  basah/granul. Dalam

 basah/granul. Dalam pengikatan partipengikatan partikel kel bersama bersama yang berperan yang berperan adalah adalah ikatan ikatan vanvan der walls dan ikatan hidrogen. Contoh : mikrokristalin selulosa, gom arab.

der walls dan ikatan hidrogen. Contoh : mikrokristalin selulosa, gom arab.

Penggunaan gelling agent dengan konsentrasi yang tinggi mengakibatkan Penggunaan gelling agent dengan konsentrasi yang tinggi mengakibatkan viskositas dari gel meningkat pula sehingga bisa mengakibatkan gel akan sulit viskositas dari gel meningkat pula sehingga bisa mengakibatkan gel akan sulit dikeluarkan dari wadahnya. Temperature yang tinggi pada saat penyimpanan akan dikeluarkan dari wadahnya. Temperature yang tinggi pada saat penyimpanan akan mengakibatkan konsistensi dari basis berubah, misalnya pada hydrogel yang mengakibatkan konsistensi dari basis berubah, misalnya pada hydrogel yang sebagian besar solvennya berupa air maka temperature yang tinggi akan sebagian besar solvennya berupa air maka temperature yang tinggi akan mengakibatkan sebagian dari solvennya akan menguap sehingga akan mengakibatkan sebagian dari solvennya akan menguap sehingga akan mengakibatkan perubahan pada struktur gel.Basis gel sebagian besar berupa mengakibatkan perubahan pada struktur gel.Basis gel sebagian besar berupa  polimer

 polimer

 – 

 – 

  polimer. Gel merupakan crosslinked system dimana aliran tidak akan  polimer. Gel merupakan crosslinked system dimana aliran tidak akan terjadi apabila berada dalam keadaan steady state. Sebagian besar bahan merupakn terjadi apabila berada dalam keadaan steady state. Sebagian besar bahan merupakn liquid tetapi gel memiliki sifat seperti padatan karena adanya ikatan 3 dimensi liquid tetapi gel memiliki sifat seperti padatan karena adanya ikatan 3 dimensi didalam larutan. Ikatan ini mengakibatkan adanya sifat swelling dan elastic. Untuk didalam larutan. Ikatan ini mengakibatkan adanya sifat swelling dan elastic. Untuk melihat kerusakan dari struktur gel dapat dilihat dari kekakuan/rigidness dari gel melihat kerusakan dari struktur gel dapat dilihat dari kekakuan/rigidness dari gel tersebut. Temperature tinggi dapat mengakibatkan kekakuan dari gel meningkat tersebut. Temperature tinggi dapat mengakibatkan kekakuan dari gel meningkat oleh karena itu proses penyimpanan dari sediaan bentuk gel harus diperhatikan. oleh karena itu proses penyimpanan dari sediaan bentuk gel harus diperhatikan. 4.

4. Definisi PiroksikamDefinisi Piroksikam

Piroksikam merupakan salah satu AINS dengan struktur baru yaitu oksikam, Piroksikam merupakan salah satu AINS dengan struktur baru yaitu oksikam, derivate enolat (Clarke, 2004). AINS mampu mengahmbat sintesis mediator nyeri derivate enolat (Clarke, 2004). AINS mampu mengahmbat sintesis mediator nyeri  prostaglandin

 prostaglandin dan dan sangat sangat bermanfaat bermanfaat sebagai sebagai anti anti nyeri. nyeri. Khasiat Khasiat AINS AINS sangatsangat ditentykan kemampuan menghambat sintesis prostaglandin melalui hambatan ditentykan kemampuan menghambat sintesis prostaglandin melalui hambatan

(7)

osteoarthritis ditunjukkan bahwa AINS baik yang non selektif maupun yang selektif osteoarthritis ditunjukkan bahwa AINS baik yang non selektif maupun yang selektif menghambat aktifitas COX-2 berkhasiat dalam mengurangi nyeri rematik (Kumar, menghambat aktifitas COX-2 berkhasiat dalam mengurangi nyeri rematik (Kumar, 2011)

2011)

Makin lebih selektif suatu AINS menghambat COX-1 makin berkurang Makin lebih selektif suatu AINS menghambat COX-1 makin berkurang khasiatnya sebagai antiinflamasi dan sebaliknya dengan sediaan yang makin lebih khasiatnya sebagai antiinflamasi dan sebaliknya dengan sediaan yang makin lebih selektif menghambat COX-2. Penggunaan COX-2 sebagai obat analgetika tunggal selektif menghambat COX-2. Penggunaan COX-2 sebagai obat analgetika tunggal akan menunjukkan efek mengatap. Waktu paruh dalam plasma lebih dari 45 jam akan menunjukkan efek mengatap. Waktu paruh dalam plasma lebih dari 45 jam sehingga dapat diberikan hanya sekali sehari. Absorbs berlangsung cepat sehingga dapat diberikan hanya sekali sehari. Absorbs berlangsung cepat dilambung, terikat 99% pada protein plasma. Kira

dilambung, terikat 99% pada protein plasma. Kira

 – 

 – 

 kira sama dengan kadar cairan kira sama dengan kadar cairan sinovia. Efek samping tersering adalah gangguan saluran cerna, antara lain yang sinovia. Efek samping tersering adalah gangguan saluran cerna, antara lain yang  berat

 berat adalah adalah tukak tukak lambung. Eflambung. Efek ek samping samping tersering tersering adalah adalah pusing, pusing, tinnitus, tinnitus, nyerinyeri kepala dan eritema kulit. Piroksikam tidak dianjurkan diberikan pada wanita hamil, kepala dan eritema kulit. Piroksikam tidak dianjurkan diberikan pada wanita hamil,  pasien

 pasien tokak tokak lambung lambung dan dan pasien pasien yang yang sedang sedang minum minum antikoagulan antikoagulan indikasiindikasi  piroksikam

 piroksikam hanya hanya untuk untuk penyakit penyakit inflamasi inflamasi sendi sendi misalnya misalnya arthritis arthritis momatoid,momatoid, osteoarthritis, sponditis ankilosa. Dosis 10-20 mg sehari (Syarif. 2007)

osteoarthritis, sponditis ankilosa. Dosis 10-20 mg sehari (Syarif. 2007)

Piroksikam merupakan antiinflamasi non steroid (AINS) emmpunyai sifat tidak Piroksikam merupakan antiinflamasi non steroid (AINS) emmpunyai sifat tidak larut dalam air, asam-asam encer dan sebagian besar pelarut organic, sehingga perlu larut dalam air, asam-asam encer dan sebagian besar pelarut organic, sehingga perlu diupayakan untuk menaikkan kelarutannya dengan penambahan surfaktan (Kumar, diupayakan untuk menaikkan kelarutannya dengan penambahan surfaktan (Kumar, 2011). Prinsip kelarutan piroksikam adalah stabilitas yang sangat baik pada pH 7,5 2011). Prinsip kelarutan piroksikam adalah stabilitas yang sangat baik pada pH 7,5 dengan pKa 6,3. Factor yang mempengaruhi laju degradasi antara lain pH, dapar, dengan pKa 6,3. Factor yang mempengaruhi laju degradasi antara lain pH, dapar, suhu, media reaksi dan adanya bahan tambahan seperti surfaktan (Kumar, 2011) suhu, media reaksi dan adanya bahan tambahan seperti surfaktan (Kumar, 2011)

Pada penelitian ini bentuk sediaan terpilih adalah gel mempunyai kadar air Pada penelitian ini bentuk sediaan terpilih adalah gel mempunyai kadar air yang tinggi sehingga dapat mengurangi kondisi panas dan tegang yang sifatnya yang tinggi sehingga dapat mengurangi kondisi panas dan tegang yang sifatnya setempat dan timbulnya kulit meradang. Gel diaplikasikan langsung pada kulit yang setempat dan timbulnya kulit meradang. Gel diaplikasikan langsung pada kulit yang mengalami gangguan dan setelah kering akan meninggalkan lapisan tipis tembus mengalami gangguan dan setelah kering akan meninggalkan lapisan tipis tembus  pandang,

 pandang, elastic elastic dengan dengan daya daya lekat lekat tinggi, tinggi, yang yang tidak tidak menyumbat menyumbat pori pori sehinggasehingga tidak mempengaruhi pernafasan kulit. Pelepasan obat pada sediaan gel sangat tidak mempengaruhi pernafasan kulit. Pelepasan obat pada sediaan gel sangat  bagus.

 bagus. Bahan Bahan obat obat dilepaskan dilepaskan dalam dalam waktu waktu yang yang singkat singkat dan dan hmapir hmapir sempurnasempurna (voight, 1971). Sediaan dalam bentuk gel lbih banyak digunakan karena rasa dingin (voight, 1971). Sediaan dalam bentuk gel lbih banyak digunakan karena rasa dingin dikulit, mudah mongering membentuk lapisan film sehingga mudah dicuci dengan dikulit, mudah mongering membentuk lapisan film sehingga mudah dicuci dengan air (Massey. 2010)

(8)

III.

III. EVALUASI PRODUK REFERENEVALUASI PRODUK REFEREN 1.

1. Feldene GelFeldene Gel Komposisi

Komposisi : : PiroksikamPiroksikam Indikasi

Indikasi : : Kondisi Kondisi yang yang ditandai ditandai oleh oleh nyeri/rasa nyeri/rasa sakit sakit dan dan meradangmeradang seperti osteoartritis (artrosis, penyakit sendi degeneratif), seperti osteoartritis (artrosis, penyakit sendi degeneratif), setelah trauma (terpukul, terbentur, dll) atau kelainan setelah trauma (terpukul, terbentur, dll) atau kelainan muskuloskeletal akut, termasuk tendinitis, tenosinovitis, muskuloskeletal akut, termasuk tendinitis, tenosinovitis,  periartritis, keseleo, ketegangan otot, dan sakit pinggang

 periartritis, keseleo, ketegangan otot, dan sakit pinggang.. Kontra

Kontra Indikasi Indikasi : Hipersensitifitas. : Hipersensitifitas. Pasien yPasien yang bila ang bila mengkonsumsi mengkonsumsi Aspirin atauAspirin atau obat-obat anti radang non steroid lainnya bisa mengalami obat-obat anti radang non steroid lainnya bisa mengalami gejala-gejala asma, rhinitis, angioedema, atau biduran/kaligata. gejala-gejala asma, rhinitis, angioedema, atau biduran/kaligata. Perhatian

Perhatian : : Jangan Jangan digunakan digunakan pada pada mata, mata, mukosa, mukosa, luka luka terbuka terbuka pada pada kulit.kulit. Efek

Efek Samping Samping : : Iritasi Iritasi lokal, lokal, eritema eritema (kemerahan (kemerahan pada pada kulit kulit karena karena pelebaranpelebaran  pembuluh-pembuluh

 pembuluh-pembuluh darah), darah), ruam ruam kulit, kulit, desquamasi desquamasi pitiroidpitiroid  pada

 pada bagian bagian yang yang diberi diberi gel. gel. Perubahan Perubahan warna warna kulit kulit yangyang  bersifat ringan dan sementara.

 bersifat ringan dan sementara.

Indeks keamanan pada wanita hamil : Penelitian pada hewan menunjukkan efek Indeks keamanan pada wanita hamil : Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.

memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin. Kemasan

Kemasan : : Gel Gel 0,5 0,5 % % x x 25 25 gram.gram. Dosis

Dosis : : Gunakan Gunakan 1 1 gram gram pada pada bagian bagian yang yang sakit sakit 3-4 3-4 kali kali sehari.sehari. Pabrik

Pabrik : : PfizerPfizer

2.

2. Scandene GelScandene Gel Komposisi

Komposisi : : Piroxicam Piroxicam / / Piroksikam.Piroksikam. Indikasi

Indikasi : : Kondisi Kondisi yang yang memerlukan memerlukan obat obat dengan dengan aktifitas aktifitas antianti  peradangan,

 peradangan, seperti seperti osteoartritis, osteoartritis, artrosis, artrosis, penyakit penyakit sendisendi degeneratif, kelainan muskuloskeletal akut, dan kaku otot degeneratif, kelainan muskuloskeletal akut, dan kaku otot karena traumatik (terkilir, dll).

karena traumatik (terkilir, dll). Perhatian

Perhatian : : Hindari Hindari kontak kontak dengan dengan mata, mata, mukosa, mukosa, dan dan luka luka kulit kulit terbuka.terbuka. Hamil, menyusui, dan anak-anak.

(9)

Efek

Efek Samping Samping : : Iritasi Iritasi lokal, lokal, gatal-gatal, gatal-gatal, ruam ruam kulit, kulit, eritema eritema (kemerahan (kemerahan kulitkulit karena pelebaran pembuluh-pembuluh darah), kulit bersisik karena pelebaran pembuluh-pembuluh darah), kulit bersisik dan mengelupas. Perubahan warna kulit yang bersifat ringan dan mengelupas. Perubahan warna kulit yang bersifat ringan dan sementara.

dan sementara.

Indeks keamanan pada wanita hamil : Penelitian pada hewan menunjukkan efek Indeks keamanan pada wanita hamil : Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.

memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin. Kemasan

Kemasan : : Gel Gel 0,5 0,5 % % x x 20 20 gram.gram. Dosis

Dosis : : Gosokkan Gosokkan sebanyak sebanyak 1 1 gram gram pada pada dareah dareah yang yang sakit sakit 3 3 atau atau 44 kali sehari.

kali sehari. Penyajian

Penyajian : : Tak Tak ada ada pilihanpilihan Pabrik

Pabrik : : Tempo Tempo Scan Scan PacificPacific

3.

3. Pirofel GelPirofel Gel Komposisi

Komposisi : : PiroksikamPiroksikam Indikasi

Indikasi : : Osteoartritis, Osteoartritis, kelainan kelainan muskuloskeletal muskuloskeletal akut akut atau atau setelahsetelah traumatik (terpukul, terbentur, teriris, dll) termasuk tendinitis traumatik (terpukul, terbentur, teriris, dll) termasuk tendinitis (radang urat), tenosinovitis, periartritis, otot tegang, keseleo, (radang urat), tenosinovitis, periartritis, otot tegang, keseleo, dan nyeri pinggang.

dan nyeri pinggang. Kontra

Kontra Indikasi Indikasi : Pasien yang bila mengko: Pasien yang bila mengkonsumsi Aspirin atau obat-obat antinsumsi Aspirin atau obat-obat anti radang non steroid lainnya dapat mengalami gejala-gejala radang non steroid lainnya dapat mengalami gejala-gejala asma, rinitis, angioedema, dan urtikaria (biduran/kaligata). asma, rinitis, angioedema, dan urtikaria (biduran/kaligata). Perhatian

Perhatian : : Hindari Hindari kontak kontak dengan dengan mata, mata, permukaan permukaan mukosa, mukosa, luka luka kulitkulit terbuka, dermatosis atau infeksi ; Hamil dan menyusui ; terbuka, dermatosis atau infeksi ; Hamil dan menyusui ; Anak-anak.

anak. Efek

Efek samping samping : Iritasi lokal : Iritasi lokal ringan sampai ringan sampai sedang, eritema, sedang, eritema, gatal-gatal,gatal-gatal, dermatitis, perubahan warna kulit (ringan tetapi bersifat dermatitis, perubahan warna kulit (ringan tetapi bersifat sementara).

sementara). Kemasan

Kemasan : : Gel Gel 0,5 0,5 % % x x 20 20 gram.gram. Dosis

Dosis : : Oleskan Oleskan 1 1 gram gram pada pada bagian bagian yang yang sakit sakit 3-4 3-4 kali kali sehari.sehari. (Anonim. 2009)

(10)

IIVV.. STUDI PRAFORMULASI BAHAN AKTIFSTUDI PRAFORMULASI BAHAN AKTIF Bahan Bahan Aktif Aktif Efek Efek Utama

Utama Efek SampingEfek Samping

Karakteristik Karakteristik Fisika Fisika Karakteristik Karakteristik Kimia

Kimia Sifat lainSifat lain Piroksikam Anti Piroksikam Anti inflamasi inflamasi ((Farmakol ((Farmakol ogi dan ogi dan Terapi, hal Terapi, hal 240), anti 240), anti radang radang akut, akut, analgetis, analgetis, antipiretis, antipiretis, serangan serangan encok (obat encok (obat

 – 

 – 

   obatobat  penting).  penting). Eritema kulit Eritema kulit (Farmakologi (Farmakologi dan Terapi hal dan Terapi hal 240), iritasi 240), iritasi lokal, reaksi lokal, reaksi kulit yang kulit yang serius termasuk serius termasuk nekrolisis toksik nekrolisis toksik epidermal, epidermal, sterens jhonson sterens jhonson sindrom sindrom (obat-obat obat  penting,Ed.36  penting,Ed.36 hal 117-118) hal 117-118) Serbuk, Serbuk, hampir putih hampir putih atau coklat atau coklat terang atau terang atau kuning terang, kuning terang, tidak berbau, tidak berbau,  bentuk  bentuk monohidrat monohidrat  berwarna  berwarna kuning, kuning, kelarutan : kelarutan : sangat sukar sangat sukar larut dalam larut dalam air, dalam air, dalam asam encer asam encer dan sebagian dan sebagian  besar

 besar pelarutpelarut organik; sukar organik; sukar larut dalam larut dalam etanol dan etanol dan dalam larutan dalam larutan alkali yang alkali yang mengandung mengandung air air (Farmakope (Farmakope Indonesia IV, Indonesia IV, hal 683). hal 683). - Piroksikam - Piroksikam hanya hanya dianjurkan dianjurkan oleh oleh spesialis spesialis rematologi rematologi s, dan ini s, dan ini  pun  pun sebagai sebagai terapi terapi kedua bila kedua bila obat lain obat lain tidak tidak  berhasil.  berhasil. Diklorofen Diklorofen ak ak Menurunka Menurunka n panas dan n panas dan menghilang menghilang Mual gastritis, Mual gastritis, eritema kulit, eritema kulit, dan sakit dan sakit Organoleptis Organoleptis  putih,

 putih, agakagak kuning, kuning, Larut dalam Larut dalam alkohol, alkohol, sangat mudah sangat mudah Stabilitas Stabilitas  pada  pada cahaya: cahaya:

(11)

kan

kan nyeri. nyeri. kepala. kepala. higroskopis,higroskopis, dan serbuk dan serbuk kristal. kristal. larut dalam larut dalam aseton, dan aseton, dan  praktis

 praktis tidaktidak larut dalam larut dalam eter, air serta eter, air serta mudah larut mudah larut dalam dalam metanol. metanol. mudah mudah teroksidasi, teroksidasi, stabilitas stabilitas  pada udara:  pada udara: higroskopi higroskopi s pH 1 % s pH 1 %  b/v  b/v dalamdalam air 7-8,5 air 7-8,5 Ibu

Ibu profen profen AnalgesikAnalgesik dan anti dan anti inflamasi inflamasi yang tidak yang tidak terlalu kuat terlalu kuat (Farmakolo (Farmakolo gi dan gi dan Terapi, ) Terapi, ) Eritema

Eritema kulit kulit Serbuk,Serbuk,

hablur putih hablur putih hingga hampir hingga hampir  putih, berkilau  putih, berkilau khas lemah. khas lemah. Kelarutan : Kelarutan :  praktis

 praktis tidaktidak larut dalam larut dalam air, sangat air, sangat mudah larut mudah larut dalam dalam etanol,dalam etanol,dalam metanol, metanol, aseton,dan aseton,dan dalam dalam kloroform, kloroform, serta sukar serta sukar larut dalam larut dalam etil asetat. etil asetat. Pemberian Pemberian ibu profen ibu profen dengan dengan aspirin aspirin dapat dapat mengantag mengantag onis efek onis efek aspirin aspirin terhadap terhadap trombosit trombosit sehingga sehingga meniadaka meniadaka n sifat n sifat kardioprote kardioprote ktif aspirin. ktif aspirin.  Na-diklofenak diklofenak Aktivitas Aktivitas sebagai sebagai antiinflama antiinflama si,analgetik si,analgetik & & antipiretik. antipiretik. Metabolis Metabolis me me terutama terutama melalui melalui hati. hati. - Pencernaan : - Pencernaan : gangguan pada gangguan pada saluran cerna saluran cerna  bagian

 bagian atasatas (20% pasien) (20% pasien) tukak lambung, tukak lambung,  perdarahan  perdarahan saluran. saluran. -Saraf : sakit -Saraf : sakit kepala (3-9% kepala (3-9%  pasien),

(12)

insomnia, insomnia, cemas. cemas. -Ginjal : -Ginjal : (kurang dari 1% (kurang dari 1%  pasien)  pasien) terganggu terganggu fungsi fungsi ginjal(azotemia, ginjal(azotemia,  proteinuria,nefr   proteinuria,nefr  otik sindrom otik sindrom dll), dll), -Kardiovaskular -Kardiovaskular : retensi cairan, : retensi cairan, hipertensi, (3-hipertensi, (3-9% pasien), 9% pasien), -Pernapasan : -Pernapasan : asma (kurang asma (kurang dari 1% pasien), dari 1% pasien), --Darah:lekopenia, Darah:lekopenia, trombositopenia, trombositopenia, hemolitik anemia hemolitik anemia (kurang dari 1% (kurang dari 1%  pasien).  pasien). -Hati : hepatitis, -Hati : hepatitis, sakit kuning sakit kuning (jarang), (jarang),  peningkatan  peningkatan SGOT terjadi SGOT terjadi  pada  pada 2 2 %%  pasien,  pasien, Lain-lain : Lain-lain : ruam, pruritus, ruam, pruritus, tinnitus, reaksi tinnitus, reaksi

(13)

sensitivitas sensitivitas (1-3% pasien). 3% pasien). Asam Asam salisilat salisilat (Farmakolo (Farmakolo gi dan gi dan Terapi, ) Terapi, ) Analgesik, Analgesik, anti piretik, anti piretik, dan dan antiinflams antiinflams ii (Farmakolo (Farmakolo gi dan gi dan Terapi, ) Terapi, ) Sangat iritatif, Sangat iritatif, memberikan memberikan efek piretik efek piretik sehungga pada sehungga pada keracunan berat keracunan berat terjadi demam terjadi demam dan dan hiperhidrolisis, hiperhidrolisis, hepatotoksik, hepatotoksik, mengganggu mengganggu  pernafasan,  pernafasan, memperpanjang memperpanjang masa masa  pendarahan,  pendarahan, iritasi saluran iritasi saluran cerna..(Farmako cerna..(Farmako logi dan Terapi, logi dan Terapi, )) Hablur ringan, Hablur ringan, tidak tidak  berwarna  berwarna atauatau

serbuk serbuk  berwarna  berwarna  putih;

 putih; hampirhampir tidak berbau; tidak berbau; rasa agak rasa agak manis dan manis dan  baerbau

 baerbau tajamtajam (Farmakope (Farmakope Indonesia Indonesia Edisi III). Edisi III). Kelarutan : Kelarutan : larut dalam larut dalam 550 bagian air 550 bagian air dan dalam 4 dan dalam 4  bagian

 bagian etanoletanol

(95%) p: (95%) p: mudah larut mudah larut dalam dalam kloroform p kloroform p dan dalam dan dalam eter p; larut eter p; larut dalam larutan dalam larutan amonium amonium asetat p, asetat p, dinatrium dinatrium hidrogen hidrogen fosfat p, fosfat p, kalium sitrat p kalium sitrat p dan natrium dan natrium sitrat sitrat  p.(Farmakope  p.(Farmakope Indonesia Indonesia Edisi III). Edisi III). Menyebak  Menyebak  an iritatif an iritatif  pada  pada lambung..( lambung..( Farmakolo Farmakolo gi dan gi dan Terapi, ) Terapi, ) 

 Alasan Pemilihan Bahan Aktif (Piroksikam)Alasan Pemilihan Bahan Aktif (Piroksikam)

1.

1. Digunakan bahan aktif piroksikam karena memiliki BM lebih kecil danDigunakan bahan aktif piroksikam karena memiliki BM lebih kecil dan sifatnya yang lebih nonpolar daripada turunan oksikam lainnya, sehingga sifatnya yang lebih nonpolar daripada turunan oksikam lainnya, sehingga  piroksikam

 piroksikam memiliki memiliki kemampuan kemampuan menembus menembus kulit kulit lebih lebih besar besar dibandingkandibandingkan turunan oksikam lainnya (Soebagio, Boesro dkk, 2011)

turunan oksikam lainnya (Soebagio, Boesro dkk, 2011) 2.

2. Efek yang ditimbulkan piroksikam lebih cepat dari golongan anti inflamasi lainEfek yang ditimbulkan piroksikam lebih cepat dari golongan anti inflamasi lain (FI IV, 1995)

(FI IV, 1995) 3.

(14)

-- Piroksikam memiliki proporsi dari partisipan diamati telah sukses terobatiPiroksikam memiliki proporsi dari partisipan diamati telah sukses terobati sebesar 68% dengan plasebo 47%

sebesar 68% dengan plasebo 47%

-- Ibuprofen proporsi dari partisipan diamati telah sukses terobati sebesar 55%Ibuprofen proporsi dari partisipan diamati telah sukses terobati sebesar 55% dengan plasebo 33%

dengan plasebo 33%

-- Indometasin Indometasin proporsi proporsi dari dari partisipan partisipan diamati diamati telah telah sukses sukses terobatiterobati sebesar 68% dengan plasebo 47%

sebesar 68% dengan plasebo 47%

-- Diklofenak proporsi dari partisipan diamati telah sukses terobati sebesarDiklofenak proporsi dari partisipan diamati telah sukses terobati sebesar 68% dengan plasebo 47%

68% dengan plasebo 47%

 Target Target organ organ yang yang dituju dituju : : DermisDermis 

 Tujuan Tujuan terapi terapi : : LokalLokal 

 Bentuk Bentuk sediaan sediaan yang yang dipilih dipilih : : GelGel

Alasannya: Alasannya:

1.

1. Pada penggunaan oral piroksikam dapat memberikan efek samping spertiPada penggunaan oral piroksikam dapat memberikan efek samping sperti gangguan GI, sakit kepala. Maka dari itu, untuk mengatasi efek samping gangguan GI, sakit kepala. Maka dari itu, untuk mengatasi efek samping tersebut piroksikam dapat digunakan secara transdermal

tersebut piroksikam dapat digunakan secara transdermal 2.

2. Tingkat difusi piroksikam ke dalam membran, absorbsinya lebih besar jikaTingkat difusi piroksikam ke dalam membran, absorbsinya lebih besar jika dalam bentuk gel (mudah berpenetrasi kedalam membran atau sel target) dalam bentuk gel (mudah berpenetrasi kedalam membran atau sel target) 3.

3. Bentuk sediaan gel lebih acceptable karena mempunyai efek dingin ketikaBentuk sediaan gel lebih acceptable karena mempunyai efek dingin ketika digunakan

digunakan 4.

4. Baik digunakan pada kondisi meuskuletal otot (nyeri otot, reumatik, nyeriBaik digunakan pada kondisi meuskuletal otot (nyeri otot, reumatik, nyeri sendi)

sendi) 5.

5. Eficacy dapat dikontrolEficacy dapat dikontrol 6.

6. Turunan piroksikam yang lain, biasanya digunakan secara oral, misalnyaTurunan piroksikam yang lain, biasanya digunakan secara oral, misalnya tenoksikam yang Kemungkinan efek samping: neuralgia, anoreksia, efek tenoksikam yang Kemungkinan efek samping: neuralgia, anoreksia, efek ultserogennoe, insomnia, depresi atau kecemasan tinggi, edema perifer, ultserogennoe, insomnia, depresi atau kecemasan tinggi, edema perifer, visual, reaksi alergi pada kulit. Obat ini tidak cocok untuk radang perut dan visual, reaksi alergi pada kulit. Obat ini tidak cocok untuk radang perut dan kanker pencernaan, diabetes, pelanggaran hati dan gagal

kanker pencernaan, diabetes, pelanggaran hati dan gagal ginjal, gagal jantung,ginjal, gagal jantung, hipertensi arteri, kehamilan dan menyusui.

(15)

V

V.. JENIS DAN CONTOH BAHAN TAMBAHAN DALAM FORMULAJENIS DAN CONTOH BAHAN TAMBAHAN DALAM FORMULA 1.

1. Piroksikam (Martindale)Piroksikam (Martindale)

BM

BM : : 331,35331,35 Struktur

Struktur : : CC1515HH1313 N N33OO44SS

Pemerian

Pemerian : : Serbuk Serbuk putih putih kuning, kuning, atau atau coklat coklat terang terang atau atau kuning kuning terang, terang, tidaktidak  berabau bentuk monohid

 berabau bentuk monohidrat berwarna kuning.rat berwarna kuning. Kelarutan

Kelarutan : : Sangat Sangat sukar sukar larut larut dalam dalam air, air, asam asam encer encer dan dan pelarut pelarut organicorganic Sedikit larut dalam alcohol dan larutan alkali berair.

Sedikit larut dalam alcohol dan larutan alkali berair. Penyimpanan

Penyimpanan : Dalam wadah : Dalam wadah tertutup, tidak tembus tertutup, tidak tembus cahayacahaya Fungsi

Fungsi : : Analgesik, Analgesik, antiinflamasi antiinflamasi non non steroid steroid (AINS), (AINS), antiradang antiradang kuat,kuat, antipiretis, serangan encok

antipiretis, serangan encok Konsentrasi

Konsentrasi : : 0,50,5

2.

2. TEA TEA (HPE, 75(HPE, 754) (FI 4) (FI IV, 1203)IV, 1203)

BM

BM : : 101,19101,19 Struktur

Struktur : : CC66HH1515 NO NO33 149.19 149.19

Pemerian

Pemerian : : Serbuk Serbuk halus, halus, putih, putih, sedikit sedikit berbau berbau khas, khas, higroskopishigroskopis Kelarutan

Kelarutan : : Sukar Sukar larut larut dalam dalam air, air, dapat dapat bercampur bercampur dengan dengan etanoldenganetanoldengan eter dan dengan air dingin

eter dan dengan air dingin Inkompabilitas:

Inkompabilitas: Trietanolamina Trietanolamina akan akan bereaksi bereaksi dengan dengan asam asam mineral mineral untukuntuk membentuk kristal garam dan ester. Dengan asam lemak lebih membentuk kristal garam dan ester. Dengan asam lemak lebih tinggi, trietanolamina membentuk garam yang larut dalam air tinggi, trietanolamina membentuk garam yang larut dalam air dan memiliki karakteristik sabun. Trietanolamina juga akan dan memiliki karakteristik sabun. Trietanolamina juga akan  bereaksi

 bereaksi dengan dengan tembaga tembaga untuk untuk membentuk membentuk garam garam kompleks.kompleks. Trietanolamina dapat bereaksi dengan reagen seperti tionil Trietanolamina dapat bereaksi dengan reagen seperti tionil

(16)

klorida untuk menggantikan gugus hidroksi dengan halogen. klorida untuk menggantikan gugus hidroksi dengan halogen. Produk dari reaksi-reaksi ini sangat beracun, menyerupai Produk dari reaksi-reaksi ini sangat beracun, menyerupai mustard nitrogen lainnya.

mustard nitrogen lainnya. Titik

Titik didih didih : : 335°C335°C Titik

Titik lebur lebur : : 208°C208°C Fungsi

Fungsi : : Alkalizing Alkalizing AgentAgent Konsentrasi

Konsentrasi : : 2-4%2-4% Alasan

Alasan : : TEA TEA merupakan merupakan alkalizing alkalizing agent, agent, diaman diaman dapat dapat membantumembantu kelarutan dari bahan aktif (Piroksikam) dan meningkatkan pH kelarutan dari bahan aktif (Piroksikam) dan meningkatkan pH dari Gelling agent (Carbopol). Tidak dapat digunakan untuk dari Gelling agent (Carbopol). Tidak dapat digunakan untuk  bahan-bahan

 bahan-bahan yang yang mudah mudah mengalami mengalami hidrolisis hidrolisis dan dan oksidasioksidasi (Piroksikam mudah mengalami oksidasi)

(Piroksikam mudah mengalami oksidasi)

3.

3. Propilen Glikol (HPE, 592)Propilen Glikol (HPE, 592)

Struktur

Struktur : : CC33HH88OO22 76.09 76.09

Pemerian

Pemerian : : Cairan Cairan kental kental jernih jernih tidak tidak berwarna, berwarna, rasa rasa khas, khas, praktis praktis tidaktidak  berbau, menyerap air pada udara lembab.

 berbau, menyerap air pada udara lembab. Kelarutan

Kelarutan : : Dapat Dapat bercampur bercampur dengan dengan air, air, dengan dengan aseton aseton dan dan dengandengan kloroform, larut dlam eter, dan dalam eter dan dalam beberapa kloroform, larut dlam eter, dan dalam eter dan dalam beberapa minyak esensial, tetapitidak bercampur dengan minyak lemak. minyak esensial, tetapitidak bercampur dengan minyak lemak. Inkompabilits : Dengan reagen oksidadi (contoh : potassium permanganat) Inkompabilits : Dengan reagen oksidadi (contoh : potassium permanganat) Titik

Titik didih didih : : 18818800CC Titik

Titik lebur lebur : : 999900CC Fungsi

Fungsi : : Pelarut Pelarut Nipagin Nipagin dan dan NipasolNipasol Konsentrasi

Konsentrasi : : 5-20%5-20% Alasan

Alasan : : Propilen Propilen Glikol Glikol merupakan merupakan pelarut pelarut yang yang digunakan digunakan untukuntuk melarutkan nipagin dan nipasol. Karena, nipagin dan nipasol melarutkan nipagin dan nipasol. Karena, nipagin dan nipasol

(17)

mudah larut dalam propilen glikol yaitu Propilen Glikol : mudah larut dalam propilen glikol yaitu Propilen Glikol :  Nipagin (5 :1), Propilen Glikol : Nipasol (3

 Nipagin (5 :1), Propilen Glikol : Nipasol (3,9 : 1),9 : 1)

4.

4. Karbopol (HPE, 111)Karbopol (HPE, 111)

Pemerian

Pemerian : : Serbuk Serbuk halus, halus, putih, putih, sedikit sedikit berbau berbau khas, khas, higroskopishigroskopis Kelarutan

Kelarutan : : Setelah Setelah netralisasi netralisasi dengan dengan alkali alkali hidroksida, hidroksida, atau atau amina amina larutlarut dalam air, dalam etanol, dan dalam gliserol

dalam air, dalam etanol, dan dalam gliserol Fungsi

Fungsi : : Gelling Gelling BaseBase Konsentrasi

Konsentrasi : : 0,5- 0,5- 2%2%  pH

(18)

5.

5.  Nipasol (Propil Paraben) (HPE, 596) Nipasol (Propil Paraben) (HPE, 596) BM

BM : : 180,21180,21 Struktur

Struktur : : CC1010HH1212OO33 180.20 180.20

Pemerian

Pemerian : : bubuk bubuk putih, putih, Kristal, Kristal, tidak tidak berbau berbau dan dan tawartawar Kelarutan

Kelarutan : : mudah mudah larut larut dalam dalam aseton, aseton, dan dan eter. eter. Air Air 1 1 dalam dalam 4350 4350 pada pada suhusuhu 50

50ooC, etanol (95%) 1 dalam 1,1, gliserin 1 dalam 250C, etanol (95%) 1 dalam 1,1, gliserin 1 dalam 250 Titik

Titik didih didih : : 295295ooCC Fungsi

Fungsi : : PengawetPengawet Konsentrasi

Konsentrasi : : untuk untuk pemakain pemakain topical topical 0,010,01

 – 

 – 

 0,6% 0,6%  pKa

 pKa : : 8.4 at 22°C8.4 at 22°C Alasan

Alasan : : Untuk Untuk mencegah mencegah pertumbuhan pertumbuhan mikroorganisme mikroorganisme dan dan dalamdalam  pemakaiannya

 pemakaiannya bersamaan bersamaan dengan dengan metal metal paraben paraben untuk untuk hasilhasil lebih optimal

lebih optimal

6.

6. AquadestAquadest Pemerian

Pemerian : : Cairan Cairan jernih, jernih, tidak tidak berwarna, berwarna, tidak tidak berbau, berbau, tidak tidak mempunyaimempunyai rasa, sisa penguapan tidak lebih dari 0,001% b/v pemanasan rasa, sisa penguapan tidak lebih dari 0,001% b/v pemanasan dilakukan diatas air hingga kering.

(19)

V

VII.. SUSUNAN FORMULA DAN KOMPOSISI BAHAN YANGSUSUNAN FORMULA DAN KOMPOSISI BAHAN YANG DIRENCANAKAN

DIRENCANAKAN

1.

1. SUSUNAN FORMULASUSUNAN FORMULA

Piroksikam 0,5%

Piroksikam 0,5%

TEA 2%

TEA 2%

Propilen

Propilen Glikol Glikol 20%20%

Karbopol 1% Karbopol 1%  Nipagin  Nipagin 0,02%0,02% Aquadest 66,48% Aquadest 66,48% Parfume

Parfume 2 2 tetestetes Metil

Metil salisilat salisilat 10%10%

Bahan Fungsi

Bahan Fungsi Skala 1kemasanSkala 1kemasan (20gram) (20gram) Skala 1Batch Skala 1Batch (100gram) (100gram) Piroksikam

Piroksikam Bahan Bahan Aktif Aktif 0,1 0,1 0,50,5 TEA

TEA Alkalizing Alkalizing Agent Agent 0,4 0,4 22 Propilen

Propilen Glikol Glikol Solvent Solvent 4 4 2020 Karbopol

Karbopol Gelling Gelling Base Base 0,2 0,2 11  Nipagin

 Nipagin Pengawet Pengawet 0,004 0,004 0,020,02 Aquadest

Aquadest Solvent Solvent 13,296 13,296 66,4866,48 Parfume

Parfume flavour flavour 1 1 tetes tetes 3 3 tetestetes

Metil salisilat

Metil salisilat Panas (pengalihPanas (pengalih rasa nyeri)

rasa nyeri) 2 2 55

2.

2. SPESIFIKASI SEDIAAN YANG DIINGINKANSPESIFIKASI SEDIAAN YANG DIINGINKAN Bentuk

Bentuk Sediaan

Sediaan Evaluasi Evaluasi SpesifikasiSpesifikasi

Gel Gel Piroksicam

Piroksicam OrganoleptisOrganoleptis

Bentuk Bentuk sediaan

sediaan GelGel

Bau

Bau Mawar Mawar MintMint Rasa

(20)

Warna

Warna Kuning Kuning beningbening Sifat

Sifat alir alir TiksotropiTiksotropi Viskositas

Viskositas 150-200 150-200 dPa.sdPa.s  pH

 pH <7.5<7.5

3.

3. RANCANGAN ETIKET DAN KEMASANRANCANGAN ETIKET DAN KEMASAN 1.

1. Rancangan KemasanRancangan Kemasan

2.

(21)

VII.

VII. METODEMETODE

1.

1. ALAT DAN BAHANALAT DAN BAHAN

 ALATALAT

1.

1. Beaker glassBeaker glass 2.

2. Batang pengadukBatang pengaduk 3.

3. Gelas ukurGelas ukur 4.

4. Pipa tetesPipa tetes 5.

5. Timbangan analitikTimbangan analitik 6.

6. Cawan dan mortirCawan dan mortir 7. 7. SudipSudip 8. 8. TubeTube   BAHANBAHAN 1. 1. PiroksiamPiroksiam 2. 2. CarbopolCarbopol 3.

3. Propil parabenPropil paraben 4.

(22)

6.

6. TEATEA 7.

7. Metil salisilatMetil salisilat

2.

2. CARA KERJACARA KERJA

3.

3. PROSEDUR EVALUASIPROSEDUR EVALUASI

 OrganoleptisOrganoleptis

Evalusai organo leptis menggunakan panca indra, mulai dari bau, warna, Evalusai organo leptis menggunakan panca indra, mulai dari bau, warna, tekstur sedian, konsistensi pelaksanaan menggunakan subyek responden ( dengan tekstur sedian, konsistensi pelaksanaan menggunakan subyek responden ( dengan kriteria tertentu ) dengan menetapkan kriterianya pengujianya ( macam dan item ), kriteria tertentu ) dengan menetapkan kriterianya pengujianya ( macam dan item ), menghitung prosentase masing- masing kriteria yang di peroleh, pengambilan menghitung prosentase masing- masing kriteria yang di peroleh, pengambilan keputusan dengan analisa statistik.

keputusan dengan analisa statistik.

 Evaluasi pHEvaluasi pH

Timbang Carbopol masukkan dalam cawan kemudian tambahkan Timbang Carbopol masukkan dalam cawan kemudian tambahkan air hangat aduk ad membentuk mucilago

air hangat aduk ad membentuk mucilago

Timbang p

Timbang piroksikam masukkan iroksikam masukkan dalam mortir dalam mortir larutkan dalamlarutkan dalam  propilen glikol

 propilen glikol

Kemudian masukkan carbopol dalam bentuk mucilago aduk ad Kemudian masukkan carbopol dalam bentuk mucilago aduk ad membentuk gel dan tambahkan sedikit aquadest

membentuk gel dan tambahkan sedikit aquadest

Metil salisilat Metil salisilat Propil paraben Propil paraben

TEA

TEA Ditimbang, kemudianDitimbang, kemudian

masukkaan dalam campuran masukkaan dalam campuran aduk ad homogen aduk ad homogen Menthol Menthol Ditimbang, kemudian Ditimbang, kemudian larutkan mentol dengan larutkan mentol dengan etanol masukkan dalam etanol masukkan dalam campuran aduk ad campuran aduk ad

(23)

Evaluasi pH menggunakan alat pH meter, dengan cara perbandingan 60 g : 200 ml Evaluasi pH menggunakan alat pH meter, dengan cara perbandingan 60 g : 200 ml air yang di gunakan untuk mengencerkan , kemudian aduk hingga homogen, dan air yang di gunakan untuk mengencerkan , kemudian aduk hingga homogen, dan diamkan agar mengendap, dan airnya yang di ukur dengan pH meter, catat hasil diamkan agar mengendap, dan airnya yang di ukur dengan pH meter, catat hasil yang tertera pada alat pH meter.

yang tertera pada alat pH meter.

 Evaluasi daya sebarEvaluasi daya sebar

Dengan cara sejumlah zat tertentu di letakkan di atas kaca yang berskala. Dengan cara sejumlah zat tertentu di letakkan di atas kaca yang berskala. Kemudian bagian atasnya di beri kaca yang sama, dan di tingkatkan bebanya, dan Kemudian bagian atasnya di beri kaca yang sama, dan di tingkatkan bebanya, dan di beri rentang waktu 1

di beri rentang waktu 1

 – 

 – 

  2 menit. kemudian diameter penyebaran diukur pada  2 menit. kemudian diameter penyebaran diukur pada setiap penambahan beban, saat sediaan berhenti menyebar ( dengan waktu tertentu setiap penambahan beban, saat sediaan berhenti menyebar ( dengan waktu tertentu secara teratur ).

secara teratur ).

 Evaluasi penentuan ukuran dropletEvaluasi penentuan ukuran droplet

Untuk menentukan ukuran droplet suatu sediaan krim ataupun sediaan emulgel, Untuk menentukan ukuran droplet suatu sediaan krim ataupun sediaan emulgel, dengan cara menggunakan mikroskop sediaan diletakkan pada objek glass, dengan cara menggunakan mikroskop sediaan diletakkan pada objek glass, kemudian diperiksa adanya tetesan

kemudian diperiksa adanya tetesan

 – 

 – 

  tetesan fase dalam ukuran dan  tetesan fase dalam ukuran dan  penyebarannya.

 penyebarannya.

 Uji aseptabilitas sediaan.Uji aseptabilitas sediaan.

Dilakukan pada kulit, dengan berbagai orang yang di kasih suatu quisioner di buat Dilakukan pada kulit, dengan berbagai orang yang di kasih suatu quisioner di buat suatu kriteria , kemudahan dioleskan, kelembutan, sensasi yang di timbulkan, suatu kriteria , kemudahan dioleskan, kelembutan, sensasi yang di timbulkan, kemudahan pencucian. Kemudian dari data tersebut di buat skoring untuk kemudahan pencucian. Kemudian dari data tersebut di buat skoring untuk masing-masing kriteria. Misal untuk kelembutan agak lembut, lembut, sangat lembut. masing kriteria. Misal untuk kelembutan agak lembut, lembut, sangat lembut.

(24)

VIII.

VIII. HASIL DAN PEMBAHASANHASIL DAN PEMBAHASAN

1.

1. HASIL PRAKTIKUMHASIL PRAKTIKUM

1.1

1.1 EVALUASI SEDIAAN GEL PIROXICAMEVALUASI SEDIAAN GEL PIROXICAM

 Uji OrganoleptisUji Organoleptis

o

o Bentuk Bentuk : : Gel Gel sedikit sedikit bergelembungbergelembung o

o Rasa Rasa : : Dingin Dingin pada pada kulitkulit o

o Bau Bau : : Mawar Mawar MintMint o

o Warna Warna : : kuning kuning beningbening

 Penentuan waktu kecepatan alirPenentuan waktu kecepatan alir

--

 Uji ViskositasUji Viskositas

--

 Uji Daya SebarUji Daya Sebar

Beban

Beban (mg) (mg) Diameter Diameter (cm)(cm)

0 0 22 5 5 55 9 5,7 9 5,7 10 6,4 10 6,4 12 6,5 12 6,5 14 6,5 14 6,5   Uji pHUji pH  pH =6  pH =6

(25)

1.2

1.2 RANGKUMAN HASIL PENGAMATANRANGKUMAN HASIL PENGAMATAN

Bentuk Bentuk Sediaan

Sediaan Evaluasi Evaluasi SpesifikasiSpesifikasi

Hasil Hasil Pengamatan

Pengamatan KetKet

Gel Gel Piroksicam Piroksicam Organoleptis Organoleptis Bentuk Bentuk sediaan

sediaan GelGel

Gel sedikit Gel sedikit

 buih

 buih ++

Bau

Bau Mawar Mawar Mint Mint Mawar Mawar Mint Mint ++

Rasa

Rasa Dingin padaDingin pada Kulit Kulit Dingin pada Dingin pada Kulit Kulit ++ Warna

Warna Kuning Kuning bening bening Kuning Kuning bening bening ++ Sifat

Sifat alir alir Tiksotropi Tiksotropi - - - -Viskositas

Viskositas 150-200 dPa.s 150-200 dPa.s - - -- pH

 pH 6-7.1 6-7.1 6 6 ++

2.

2. PEMBAHASANPEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini praktikan melakukan perancanga formula, Pada praktikum kali ini praktikan melakukan perancanga formula,  peracikan, dan

 peracikan, dan evaluasi sevaluasi sediaan Gel ediaan Gel dari bahan dari bahan aktif aktif piroxsikam piroxsikam yang merupakanyang merupakan salah satu AINS dengan struktur baru yaitu oksikam, derivat enolat. Setelah salah satu AINS dengan struktur baru yaitu oksikam, derivat enolat. Setelah melakukan praktikum kali ini diharapkan praktikan dapat merancang formula, melakukan praktikum kali ini diharapkan praktikan dapat merancang formula, meracik, dan

meracik, dan mampu mengevaluasi mampu mengevaluasi sediaan Gel Piroxsiksediaan Gel Piroxsikam.am.

AINS mampu menghambat sintesis mediator nyeri prostaglandin dan sangat AINS mampu menghambat sintesis mediator nyeri prostaglandin dan sangat  bermanfaat

 bermanfaat sebagain sebagain anti anti nyeri. nyeri. Adapun alaAdapun alasan san dibuat dibuat dalam dalam bentuk bentuk sediaan sediaan gelgel adalah pada penggunaan oral piroksikam dapat memberikan efek samping sperti adalah pada penggunaan oral piroksikam dapat memberikan efek samping sperti gangguan GI, sakit kepala oleh karena itu, untuk mengatasi efek samping tersebut gangguan GI, sakit kepala oleh karena itu, untuk mengatasi efek samping tersebut  piroksikam

 piroksikam dapat dapat digunakan digunakan secara secara transdermal, transdermal, tingkat tingkat difusi difusi piroksikam piroksikam keke dalam membran, absorbsinya lebih besar jika dalam bentuk gel (mudah dalam membran, absorbsinya lebih besar jika dalam bentuk gel (mudah  berpenetrasi

 berpenetrasi kedalam kedalam membran membran atau atau sel sel target), target), bentuk bentuk sediaan sediaan gel gel lebihlebih acceptable karena mempunyai efek dingin ketika digunakan. Gel, kadang-kadang acceptable karena mempunyai efek dingin ketika digunakan. Gel, kadang-kadang disebut jeli dan merupakan sistem semi padat yang terdiri dari suspensi yang disebut jeli dan merupakan sistem semi padat yang terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel organik yang kecil atau molekul organik yang besar, yang dibuat dari partikel organik yang kecil atau molekul organik yang besar, yang terpenetrasi oleh suatu cairan. Jika massa gel terdiri dari jaringan partikel kecil terpenetrasi oleh suatu cairan. Jika massa gel terdiri dari jaringan partikel kecil yang terpisah, gel digolongkan sebagai sistem dua fase.

(26)

Pada pembuatan sedian gel ini digunakan bahan aktif piroksikam yang Pada pembuatan sedian gel ini digunakan bahan aktif piroksikam yang  berupa

 berupa serbuk, serbuk, berwarna berwarna kuning tekuning terang rang , , tidak tidak berbau berbau dan dan berbentuk berbentuk monohidratmonohidrat  berwarna kuning.

 berwarna kuning. Kelarutan Kelarutan piroksikam sangat piroksikam sangat sukar larut sukar larut dalam air, dalam air, dalam dalam asamasam encer dan sebagian besar pelarut organik; sukar larut dalam etanol dan dalam encer dan sebagian besar pelarut organik; sukar larut dalam etanol dan dalam larutan alkali yang mengandung air. Natrium Diklofenak juga berfungsi sebagai larutan alkali yang mengandung air. Natrium Diklofenak juga berfungsi sebagai analgesik antiinflamasi karena mengandung gugus fenil amino asetat yang dapat analgesik antiinflamasi karena mengandung gugus fenil amino asetat yang dapat menghambat jalur siklooksigenase.

menghambat jalur siklooksigenase.

Perlu diketahui ada beberapa alasan kita lebih memilih bahan aktif Perlu diketahui ada beberapa alasan kita lebih memilih bahan aktif  piroksikam

 piroksikam daripada daripada bahan bahan aktif aktif yang yang lain, lain, antara antara lain lain adalah adalah Efek Efek yangyang ditimbulkan piroksikam lebih cepat dari

ditimbulkan piroksikam lebih cepat dari

golongan anti inflamasi lain, bahan aktif piroksikam memiliki BM lebih golongan anti inflamasi lain, bahan aktif piroksikam memiliki BM lebih kecil dan sifatnya yang lebih nonpolar daripada turunan oksikam lainnya, kecil dan sifatnya yang lebih nonpolar daripada turunan oksikam lainnya, sehingga piroksikam memiliki kemampuan menembus kulit lebih besar sehingga piroksikam memiliki kemampuan menembus kulit lebih besar dibandingkan turunan oksikam lainnya.

dibandingkan turunan oksikam lainnya.

Sebelum melakukan tahap evaluasi gel. Praktikan menyiapkan rancangan Sebelum melakukan tahap evaluasi gel. Praktikan menyiapkan rancangan formulasi sediaan berdasarkan pertimbangan dari karakteristik kimia fisika baik formulasi sediaan berdasarkan pertimbangan dari karakteristik kimia fisika baik dari segi bahan aktif maupun bahan tambahan. Adapun formulanya sebagai dari segi bahan aktif maupun bahan tambahan. Adapun formulanya sebagai  berikut :  berikut : FORMULA FORMULA   Piroxicam Piroxicam 0.5%0.5% 

 Propilen Propilen Glikol Glikol 20%20% 

 Carbopol Carbopol 940 940 1%1% 

 TEA TEA 2%2% 

 Propil Propil Paraben Paraben 0.02%0.02% 

 Air Air 76.48%76.48% 

 Parfume Parfume 1 1 tetestetes 

 Metil Metil salisilat salisilat 10%10%

Adanya karbo

Adanya karbopol pada formupol pada formula tersebut dapat la tersebut dapat memberikan bentuk memberikan bentuk sediaansediaan gel yang transparan dan zat aktifnya homogen. Selain itu penggunaan carbopol gel yang transparan dan zat aktifnya homogen. Selain itu penggunaan carbopol lebih efisien dalam hal pembuatan dan waktunya singkat, karbopol juga lebih efisien dalam hal pembuatan dan waktunya singkat, karbopol juga digunakan sebagai gelling agent karena karbopol dalam konsentrasi sedikit sudah digunakan sebagai gelling agent karena karbopol dalam konsentrasi sedikit sudah dapat memberikan viskositas yang baik untuk sediaan gel ini. Sedangkan untuk dapat memberikan viskositas yang baik untuk sediaan gel ini. Sedangkan untuk menjaga stabilitas sediaan gel, ditambahkan nipagin dan nipasol sebagai pengawet menjaga stabilitas sediaan gel, ditambahkan nipagin dan nipasol sebagai pengawet untuk mencegah kontaminasi mikroba serta digunakan aquadest sebagai fase untuk mencegah kontaminasi mikroba serta digunakan aquadest sebagai fase

(27)

kontinu dari gel. Metil salisilat pada sediaan ini berfungsi untuk meberikan aroma kontinu dari gel. Metil salisilat pada sediaan ini berfungsi untuk meberikan aroma mint dan meningkatkan penetrasi.

mint dan meningkatkan penetrasi.

Dengan menggunakan formula tersebut dalam proses pembuatan s

Dengan menggunakan formula tersebut dalam proses pembuatan s ediaan gelediaan gel  piroksikam

 piroksikam praktikan praktikan berharap berharap dapat dapat membentuk membentuk sediaan sediaan gel gel seperti seperti yangyang diharapkan. Adupun spesifikasi target sediaan yang praktikan harapkan sebagai diharapkan. Adupun spesifikasi target sediaan yang praktikan harapkan sebagai  berikut:

 berikut: Bentuk Bentuk Sediaan

Sediaan Evaluasi Evaluasi SpesifikasiSpesifikasi

Gel Gel Piroksicam Piroksicam Organoleptis Organoleptis Bentuk Bentuk sediaan

sediaan GelGel

Bau

Bau Mawar Mawar MintMint Rasa

Rasa Dingin Dingin pada pada KulitKulit Warna

Warna Kuning Kuning beningbening Sifat

Sifat alir alir TiksotropiTiksotropi Viskositas

Viskositas 150-200 150-200 dPa.sdPa.s  pH

 pH <7.5<7.5

Prosedur pertama dalam pembuatan gel piroksikam adalah menimbang Prosedur pertama dalam pembuatan gel piroksikam adalah menimbang  bahan-bahan yang

 bahan-bahan yang di perdi perlukan sesuai lukan sesuai formula formula yang kita yang kita pilih datas. pilih datas. Awalnya kitaAwalnya kita memasukkan karbopol bersama dengan air. Aduk hingga terbentuk massa gel memasukkan karbopol bersama dengan air. Aduk hingga terbentuk massa gel yang bai,, yaitu bening dan kenyal. Lalu masukan bahan aktiv yaitu piroksisam yang bai,, yaitu bening dan kenyal. Lalu masukan bahan aktiv yaitu piroksisam yang telah di larutkan dengan TEA.setelah homogen masukan propylene glykol yang telah di larutkan dengan TEA.setelah homogen masukan propylene glykol lalu masukan propyl paraben. Aduk hingga homogen. Pada tahap ini hasil yang lalu masukan propyl paraben. Aduk hingga homogen. Pada tahap ini hasil yang terjadi ternyata masih seperti emulgel yaitu bewarna kuning buram. Hal itu karena terjadi ternyata masih seperti emulgel yaitu bewarna kuning buram. Hal itu karena kita belum menambahkan air pada sediaan. Maka dari itu kita menambahkannya. kita belum menambahkan air pada sediaan. Maka dari itu kita menambahkannya. Hingga terbentuk hasil yang kuning bening kenyal. Lalu terakhir kita melarutkan Hingga terbentuk hasil yang kuning bening kenyal. Lalu terakhir kita melarutkan metil salisilat dengan sedikit etanol dan di tambahkan pada sediaan. Lalu sebagai metil salisilat dengan sedikit etanol dan di tambahkan pada sediaan. Lalu sebagai odorisnya kita menambahkan Oleum Rossae untuk sebagai pewangian odorisnya kita menambahkan Oleum Rossae untuk sebagai pewangian bunga- bunganya.

 bunganya.

Evaluasi sediaan dimaksudkan untuk menguji apakah sediaan yang dibuat Evaluasi sediaan dimaksudkan untuk menguji apakah sediaan yang dibuat telah sesuai dengan kriteria atau persyaratan yang berlaku untuk sediaan gel serta telah sesuai dengan kriteria atau persyaratan yang berlaku untuk sediaan gel serta untuk menjaga kestabilan sedíaan. Diantaranya adalah tes organoleptis, uji untuk menjaga kestabilan sedíaan. Diantaranya adalah tes organoleptis, uji homogeitas, uji pH, uji viskositas, uji sifat alir, dan uji daya sebar.

homogeitas, uji pH, uji viskositas, uji sifat alir, dan uji daya sebar. Data Organoleptis dari sedían yang kami buat yaitu :

(28)

 Warna Warna : : kuning kuning beningbening 

 Bau Bau : : mawar mawar mintmint 

 Rasa Rasa : : dingin dingin pada pada kulitkulit 

 Homogenitas : sediaan Homogenitas : sediaan homogenhomogen

Uji selanjutny

Uji selanjutnya adalah a adalah uji uji pH. pH. Uji ini Uji ini dilakukan dilakukan karena sediaan karena sediaan gelgel  piroksikam ini untuk

 piroksikam ini untuk penggunaan topikal, maka sediaan harus mempunyai tingkatpenggunaan topikal, maka sediaan harus mempunyai tingkat keasaman atau pH dalam rentang pH dari permukaan kulit. Hal ini dikarenakan keasaman atau pH dalam rentang pH dari permukaan kulit. Hal ini dikarenakan sediaan yang terlalu asam akan menyebabkan iritasi pada kulit, sedangkan sediaan sediaan yang terlalu asam akan menyebabkan iritasi pada kulit, sedangkan sediaan yang terlalu basa akan membuat kulit menjadi kering pada uji pH dengan yang terlalu basa akan membuat kulit menjadi kering pada uji pH dengan menggunakan kertas indikatot pH didapatkan pH sedíaan sebesar 6. pH ini masuk menggunakan kertas indikatot pH didapatkan pH sedíaan sebesar 6. pH ini masuk dalam rentang persyaratan dalam pembuatan gel piroksikam ini, yaitu pH nya dalam rentang persyaratan dalam pembuatan gel piroksikam ini, yaitu pH nya antara

antara 6-7. sediaan 6-7. sediaan kami cocok kami cocok dan tidak dan tidak iritatif jika diguniritatif jika digunakan secara topikalakan secara topikal  pada kulit.

 pada kulit.

Selanjutnya uji viskositas, pada uji ini kami mengalami kegagalan hal ini Selanjutnya uji viskositas, pada uji ini kami mengalami kegagalan hal ini dikarenakan dalam pengukuran viskositas kami menggunakan spindel no 3, ketika dikarenakan dalam pengukuran viskositas kami menggunakan spindel no 3, ketika  praktikan

 praktikan ingin ingin mengganti mengganti spindel spindel praktikan praktikan tidak tidak tahu tahu posisi posisi penyimpanan,penyimpanan, sedangkan laboran tidak kunjung datang, seharusnya praktikan melakukan uji sedangkan laboran tidak kunjung datang, seharusnya praktikan melakukan uji dengan menggunakan viskotester VT-04 dimana spindel yang digunakan adalah dengan menggunakan viskotester VT-04 dimana spindel yang digunakan adalah spindel nomor 2, yang disesuaikan dengan jumlah dan tingkat kekentalannya. spindel nomor 2, yang disesuaikan dengan jumlah dan tingkat kekentalannya. Menurut beberapa teori pada uji viskositas ini, nilai viskositas yang baik untuk Menurut beberapa teori pada uji viskositas ini, nilai viskositas yang baik untuk sediaan gel adalah dalam rentang 150-250 dPa0s. Karena adanya kesalahan sediaan gel adalah dalam rentang 150-250 dPa0s. Karena adanya kesalahan  praktikan

 praktikan maka maka uji uji sifat sifat alir alir pada pada praktikum praktikum kali kali ini ini mengalami mengalami kendala, kendala, perluperlu diketahui dari beberapa jurnal menyatakan bahwa gel bersifat tiksotropi dimana diketahui dari beberapa jurnal menyatakan bahwa gel bersifat tiksotropi dimana ketika sediaan gel diaduk dengan gaya yang sama, semakin lama maka sediaan ketika sediaan gel diaduk dengan gaya yang sama, semakin lama maka sediaan semakin cair.

semakin cair.

Yang terakhir uji daya sebar, uji ini dilakukan untuk mengetahui kecepatan Yang terakhir uji daya sebar, uji ini dilakukan untuk mengetahui kecepatan  penyebaran

 penyebaran gel gel pada pada kulit kulit dan dan mengetahui mengetahui kelunakan kelunakan dari dari gel gel untuk untuk menyebarmenyebar  pada kulit. Uji

 pada kulit. Uji ini dilakukan dengan meletini dilakukan dengan meletakkan 1 gram akkan 1 gram sediaan di tesediaan di tengah cakramngah cakram  berskala

 berskala dan dan kemudian kemudian ditutup ditutup dengan dengan cakram cakram penutup penutup dan dan diberi diberi beban beban secarasecara  bertahap

 bertahap hingga hingga diameter diameter penyebaran penyebaran konstan. konstan. Hasil Hasil uji uji daya daya sebar sebar yangyang dilakukan adalah diameter penyebarannya sebesar

dilakukan adalah diameter penyebarannya sebesar 6,5 cm dengan berat beban 14g.6,5 cm dengan berat beban 14g. Berdasarkan Garg, et.al, rentang daya sebar yang disyaratkan untuk sediaan Berdasarkan Garg, et.al, rentang daya sebar yang disyaratkan untuk sediaan topikal adalah sebesar 5-7 cm. Untuk itu dapat disimpulkan jika daya sebar dari topikal adalah sebesar 5-7 cm. Untuk itu dapat disimpulkan jika daya sebar dari gel yang dibuat sesuai dengan persyaratan yang diinginkan.

(29)

Pada

Pada uji uji evaluasi evaluasi organoleptis organoleptis praktikan praktikan mengalami kegmengalami kegagalan, agalan, dimanadimana sediaan gel yang didapatkan bergelembung. Hal ini dikarenakan oleh beberapa hal sediaan gel yang didapatkan bergelembung. Hal ini dikarenakan oleh beberapa hal antara lain:

antara lain: 1.

1. Perancangan bahan yang kurang tepatPerancangan bahan yang kurang tepat 2.

2. Komposisi bahan yang kurang tepatKomposisi bahan yang kurang tepat 3.

Gambar

Gambar 1. Struktur kulit. Terdiri dari lapisan epidermis (1), Struktur kulit. Terdiri dari lapisan epidermis (1), dermis  (2),  subkutis(3),  folikel  rambut  (4),  kelenjardermis  (2),  subkutis(3),  folikel  rambut  (4),  kelenjar sebaseus(5) dan kelenja

Referensi

Dokumen terkait

Analgesik non opioid antiinflamasi non steroid Mempengaruhi darah Oksitosik Ampicilin Amoksisilin Asam mefenamat Fero Sulfat Methylergometrin Antiinfeksi (antibakteri)

Alasan : Antalgin merupakan golongan obat anti inflamasi non-steroid ( AINS ), Obat ini digunakan untuk meredakan nyeri, salah satu efek samping obat AINS yaitu meningkatkan

Analgesik non opioid antiinflamasi non steroid Mempengaruhi darah Oksitosik Ampicilin Amoksisilin Asam mefenamat Fero Sulfat Methylergometrin Antiinfeksi (antibakteri)

Vitamin C atau asam bersifat larut dalam air dan sedikit larut dalam aseton atau alkohol yang mempunyai berat molekul rendah. Akan tetapi vitamin C sukar larut dalam pelarut

Glutelin: protein yang tak larut dalam air, larutan garam atau etanol, tetapi dapat larut dalam larutan alkalis atau asam encer.. Scleroprotein: proten yang tak larut dalam air,

Asam basa merupakan salah satu sifat suatu zat baik yang berbentuk larutan maupun non pelarut, sifat dari asam yaitu terasa masam dan basa terasa pahit dan

Asam karboksilat alifatik maupun aromatik yang terdiri atas beberapa atom karbon umumnya kurang larut dalam air tetapi larut dalam pelarut

Antiinflamasi steroid atau antiinflamasi non-steroid oral kadang digunakan, namun obat-obatan steroid dan imunosupresan lainnya mempunyai efek samping yang serius, seperti gagal ginjal,