• Tidak ada hasil yang ditemukan

REKONSTRUKSI REFORMASI ADMINISTRASI NEGARA UNTUK MEMBANGUN WORLD-CLASS GOVERNMENT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "REKONSTRUKSI REFORMASI ADMINISTRASI NEGARA UNTUK MEMBANGUN WORLD-CLASS GOVERNMENT"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

MENTERI

PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI

REKONSTRUKSI REFORMASI ADMINISTRASI NEGARA

UNTUK MEMBANGUN WORLD-CLASS GOVERNMENT

Disampaikan pada Seminar Internasional Lembaga Administrasi Negara

(2)

KEMENTERIAN PAN - RB

LATAR BELAKANG

Pemerintahan yang mampu merespon perubahan cepat dalam dunia global, merespon setiap harapan masyarakat yang

terus-menerus meningkat baik

(3)

KEMENTERIAN PAN - RB

(4)

KEMENTERIAN PAN - RB

1. Pemerintahan harus memiliki kemampuan

untuk beradaptasi dengan perubahan

lingkungan strategis secara cepat.

2. Pemerintah

harus

mampu

merespon

setiap perubahan di lingkungan strategis

melalui berbagai kebijakan yang tidak

hanya melindungi kepentingan publik

sendiri,

tetapi

juga

mendorong,

memfasilitasi dan memberdayakan publik

untuk ikut memiliki daya saing secara

global.

(5)

KEMENTERIAN PAN - RB

Para

pemimpin harus terus-menerus

melihat

perkembangan

lingkungan

strategis

baik

lokal

maupun

global,

meramu,

berbagai

informasi

yang

diperoleh

kemudian

mengolahnya

menjadi bahan pengambilan keputusan.

(6)

KEMENTERIAN PAN - RB

1. Seluruh jajaran birokrasi harus memiliki

kemampuan

untuk

bersinergi,

menyatukan diri dalam satu tujuan yang

sama melalui berbagai bidang tugas yang

berbeda.

2. Setiap sektor atau bidang pembangunan

harus memberikan kontribusi yang jelas

terhadap upaya mewujudkan daya saing

negara, yang dirajut dalam satu upaya

bersama yang tidak saling bersinggungan

dan bertentangan, tetapi justru saling

(7)

KEMENTERIAN PAN - RB

1. Komunikasi yang intens antar para

menteri/pimpinan lembaga untuk merespon berbagai isu strategis lokal maupun global.

2. Komunikasi bisa dilakukan secara formal maupun informal, dalam lingkungan koordinasi langsung di bawah pimpinan negara.

3. Setiap langkah komunikasi juga harus

memberikan hasil yang dapat ditindaklanjuti melalui keputusan cepat yang dirumuskan pada tingkat pejabat teknis.

(8)

KEMENTERIAN PAN - RB

1. Para

birokrat

harus

memiliki

kemampuan

tinggi

dalam

bidang

tugasnya masing-masing dengan tidak

mengabaikan bidang tugas lainnya.

2. ASN juga harus memiliki budaya

organisasi yang mendasar, seperti:

kepekaan,

kedisiplinan,

beretika,

bertanggung jawab/akuntabel, bebas

dari kepentingan, adil, menghormati,

jujur, dan berintegritas.

(9)

KEMENTERIAN PAN - RB

6. INOVATIF

1. Pemerintah tidak boleh hanya puas dengan apa yang sudah dilakukan.

2. Inovasi tidak harus dari hal-hal yang besar, tetapi dapat dimulai dari hal-hal yang sangat teknis sekalipun. Inti dari inovasi adalah meningkatkan

kualitas pelayanan publik, dan membuatnya

menjadi lebih efisien dan efektif dari sisi manajemennya.

(10)

KEMENTERIAN PAN - RB

Sinergi antar kementerian/lembaga, sistem

pengambilan keputusan, penyimpanan data

bersama, penyatuan pelayanan, dan kecepatan

pelayanan harus didukung dengan penggunaan

teknologi.

(11)

KEMENTERIAN PAN - RB

1. Semua tugas dan fungsi harus dibagi habis ke

masing-masing kementerian/lembaga.

2. Tidak boleh ada tumpang-tindih tugas dan

fungsi yang menyebabkan timbulnya duplikasi

pengaturan/kebijakan-kebijakan, sehingga

mengakibatkan timbulnya inefisiensi, hambatan

pelayanan, dan keterlambatan terhadap respon

pemerintah yang seharusnya dilakukan dengan

cepat.

(12)

KEMENTERIAN PAN - RB

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERWUJUDNYA

PEMERINTAHAN BERKELAS DUNIA

KemajuanSuat

uNegara

Perbedaanbud

aya

(13)

KEMENTERIAN PAN - RB

Pemerintah harus mau melakukan perubahan atas berbagai proses penyelenggaraan pemerintahan, mulai dari sistem perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, sistem pelayanan, sistem pengambilan keputusan publik, perumusan kebijakan, dan lainnya.

1. Perubahan terhadap Bisnis Proses Pemerintahan

Pemerintah harus melakukan upaya untuk mencari format-format struktur kelembagaan yang tepat bagi kementerian/lembaga, sehingga tidak terjadi tumpang-tindih kewenangan, duplikasi tugas dan fungsi, dan memperpanjang rantai birokrasi.

2. Perubahan terhadap Kelembagaan Pemerintah

PERUBAHAN-PERUBAHAN

(14)

KEMENTERIAN PAN - RB

Peningkatan dilakukan melalui rekruitmen tenaga-tenaga baru yang dipersiapkan secara spesifik melalui perbaikan sistem rekruitmen yang benar-benar bersih, transparan, dan berbasis kompetensi, pengembangan pegawai melalui pendidikan dan pelatihan, pemagangan, kaderisasi, suksesi, dan talent management.

3. Peningkatan Kapasitas SDM ASN

Seluruh proses pemerintahan harus dijadikan sistem pemerintahan berbasis jaringan. Pelayanan-pelayanan, proses, dan alur kerja pemerintahan didigitalisasi untuk mempercepat pelayanan dan mewujudkan efisiensi penggunaan anggaran.

4. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi

PERUBAHAN-PERUBAHAN

(15)

KEMENTERIAN PAN - RB

PENINGKATAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PROGRAM

UNTUK MENDORONG PENERAPAN MONEY FOLLOW PROGRAM ARAHAN PRESIDEN

TERKAIT PERMASALAHAN EFISIENSI BIROKRASI

Money Follow Program

Alokasi anggaran harus digunakan untuk

program pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat, misalnya infrastruktur, pengentasan kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan (pemerintahan berorientasi hasil) e-Government

Dalam sistem pemerintahan elektronik, rakyat dapat mengakses dokumen-dokumen pemerintah dan semua hal dapat dilihat secara transparan, termasuk soal anggaran publik

Stop Pemborosan Anggaran

Seberapapun anggaran yang diberikan kepada K/L/Pemda pasti habis tetapi tujuan (hasil) tidak

Fokus Kinerja Bukan SPJ

ASN jangan terlalu menghabiskan waktu dan tenaga hanya untuk mengurusi SPJ

Menghemat jumlah anggaran yang dibelanjakan dari

kegiatan-kegiatan yang tidak penting

Anggaran digunakan hanya untuk membiayai

program/kegiatan prioritas yang mendukung pencapaian

tujuan Pembangunan

Anggaran yang digunakan menghasilkan manfaat besar

untuk masyarakat

(16)

KEMENTERIAN PAN - RB

MENGAPA INEFISIENSI TERJADI?

Skala nilai Kementerian/ Lembaga Pemerintah Provinsi Kabupaten / Kota Kategori Range Nilai 2015 2016 2015 2016 2015 2016 AA 90-100 0 0 0 0 0 0 A 80-90 4 4 2 3 1 2 BB 70-80 21 26 7 7 7 10 B 60-70 36 37 8 9 31 57 CC 50-60 16 12 13 13 174 199 C 30-50 0 3 3 2 239 193 D 0-30 0 0 1 0 14 14

HASIL EVALUASI SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA 2015 - 2016

EFISIEN INEFISIENSI SEMAKIN TINGGI NILAI AKUNTABILITAS KINERJA SEMAKIN TINGGI TINGKAT EFISIENSI PENGGUNAAN ANGGARAN INSTANSI PEMERINTAH DENGAN NILAI AKUNTABILITAS KINERJA DIBAWAH 70 (50K/L, 24 PROV, 456 KAB/KOTA) BERPOTENSI TERJADI INEFISIENSI > 30% DARI APBN/APBD DI LUAR BELANJA PEGAWAI

± 392,87 T

INEFISIENSI TERJADI KARENA :

(17)

KEMENTERIAN PAN - RB

LANGKAH-LANGKAH PENGUATAN MANAJEMEN KINERJA UNTUK MENURUNKAN POTENSI INEFISIENSI

DITARGETKAN PADA TAHUN 201970% DARI JUMLAH

INSTANSI PEMERINTAH DI PUSAT DAN DAERAH

MENDAPATKAN NILAI B S T R A T E G I KERJASAMA DENGAN PERGURUAN TINGGI DI PROVINSI MENINGKATKAN PERAN PEMERINTAH PROVINSI MENINGKATKAN JUMLAH

INSTANSI YANG MENJADI PERCONTOHAN

MENINGKATKAN KOMPETENSI PARA

COACHES

MENGEMBANGKAN SISTEM PELATIHAN YANG

EFEKTIF MEMPERLUAS AKSES TERHADAP MATERI MENGEMBANGKAN PENDEKATAN TEKNOLOGI MENYEMPURNAKAN BERBAGAI KEBIJAKAN PENGUATAN MANAJEMEN KINERJA DILAKUKAN MELALUI:

Skala nilai Kementerian/ Lembaga Pemerintah Provinsi Kabupaten / Kota Kategori Range Nilai 2015 2016 2015 2016 2015 2016 AA 90-100 0 0 0 0 0 0 A 80-90 4 4 2 3 1 2 BB 70-80 21 26 7 7 7 10 B 60-70 36 37 8 9 31 57 CC 50-60 16 12 13 13 174 199 C 30-50 0 3 3 2 239 193 D 0-30 0 0 1 0 14 14

HASIL EVALUASI SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA 2015 - 2016

PENYEMPURNAAN SISTEM

PERENCANAAN BERORIENTASI HASIL

REFOCUSING PROGRAM-PROGRAM DAN KEGIATAN

PENYEMPURNAAN SISTEM

PENGUKURAN KINERJA/

PENJABARAN TARGET-TARGET

HINGGA UNIT KERJA TERKECIL DAN INDIVIDU PEGAWAI

PERBAIKAN SISTEM

MONITORING DAN EVALUASI

PENYELARASAN KEBIJAKAN PERENCANAAN,

(18)

KEMENTERIAN PAN - RB

Ruang Lingkup Integrasi :

1. Penyamaan arsitektur Kinerja 2. Penyamaan istilah dan definisi 3. Penyamaan format

4. Integrasi sistem aplikasi yang sudah dibangun

KemenPPN/Bappenas (Aplikasi RKP ,Renja K/L) dan

Kemenkeu/DJA (ADIK,RKA, DIPA) dengan memperhatikan :

Kemudahan implementasi aplikasi bagi penggunan, Pengurangan Duplikasi Proses Input dan Pengolahan data, Kecepatan dan

Keterandalan Data dan Informasi.

5. Integrasi dilakukan pada tahap perencanaan, monev pelaksanaan, pelaporan, dan evaluasi

PENYELARASAN KEBIJAKAN

UNTUK MENDORONG EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PROGRAM

SISTEM PERENCANAAN, PENGANGGARAN DAN INFORMASI KINERJA

SALAH SATU PENYEBAB INEFISIENSI ANGGARAN ADALAH KARENA KEBIJAKAN SISTEM PERENCANAAN, PENGANGGARAN DAN MANAJEMEN KINERJA BELUM BERSINERGI

Permasalahan

Target kinerja pemerintah yang telah ditetapkan dalam RPJMN 2015-2019 dan RKP Tahunan sebagian belum dapat dipertanggungjawabkan pencapaian kinerjanya Rencana Strategis ( Renstra) sebagian K/L masih belum berorientasi pada hasil

Banyaknya dokumen-dokumen Rencana Aksi (Renaksi) tahunan diluar dokumen Renja K/L

K/L/P disibukkan berbagai aplikasi monev pelaksanaaan perencanaan dan penganggaran yang jumlahnya banyak dan belum terintegrasi satu sama

lain. • Mulai pada RKA K/L TA 2018, Kementerian PANRB menjadi salah satu

(19)

KEMENTERIAN PAN - RB

Penyederhaaan

Dokumen

Perencanaan dan

Pelaporan

1 Kali Input

Rencana KerjaK/L •Input Arsitektur dan Informasi Kinerja (ADIK) •Input RencanaKerja dan Anggaran (RKA)KL •Input Melakukan input berulang 2018 SINKRONISASI PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN Penyusunan Renja K/L 2018

disusun melalui aplikasi Integrasi Renja dan Informasi Kinerja K/L

S E B E L U M S E T E L A H

Integrasi

Dokumen

Perencanaan,

Penganggaran,

dan Kinerja

(20)

KEMENTERIAN PAN - RB

PENGEMBANGAN E-PERFORMANCE BASED BUDGETING (E-PBB)

HASIL PENGEMBANGAN

E-PBB KEMENTERIAN / LEMBAGA

PERFORMANCE BASED BUDGETING

E-PBB PEMERINTAH DAERAH

PERFORMANCE BASED BUDGETING

MANFAAT DARI PENGEMBANGAN E-PERFORMANCE BUDGETING

Hasil lebih jelas dan

terukur

Terjadinya sinkronisasi

antara Program/Kegiatan dengan hasil yang ingin dicapai

Meningkatkan efektivitas

dan efisiensi penggunaan anggaran

Di-

launching

bersama

BPPT dalam Kongres

Teknologi Nasional pada

17 Juli 2017

Sedang dilakukan uji coba

Diterapkan pada Tahun Anggaran 2018

(21)

KEMENTERIAN PAN - RB

PEMBUBARAN LEMBAGA NON STRUKTURAL (LNS)

2014

2017

124

LNS

L N S YA N G D I B U B A R K A N 2 0 1 4 - 2 0 1 7 2014 2015 2016 2017 10 2 9 2 T O TA L : 2 3 L N S

101

LNS

79

DIBENTUK BERDASARKAN UNDANG-UNDANG 13 BELUM DIBENTUK

5

DIBENTUK BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH

17

DIBENTUK BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH/KEPUTUSAN PRESIDEN

Efisiensi Angaran (APBN) sebesar

25.347.000.000

Pengalihan 130 orang PNS ke K/L

(22)

KEMENTERIAN PAN - RB

Pusat +

PENERAPAN SISTEM PEMERINTAHAN BERBASIS ELEKTRONIK

aplikasi / database Infrastru ktur aplikasi / database Infrastru ktur aplikasi / database Infrastru ktur

user user user

Satker C Satker C Satker C Satker A Satker A Satker A

Terjadi pemborosan anggaran akibat

terbangunnya silo-silo sistem yang tidak

terintegrasi mengingat setiap K/L/D

membangun aplikasi pemerintahan sendiri-sendiri

Masyarakat menuntut pelayanan publik yang transparan, cepat, dan efektif

65%

Aplikasi Umum

35%

Aplikasi Khusus

Dampak Berantai

• Pemborosan anggaran, belanja TIK selalu bertambah setiap

tahunnya, akan tetapi utilitas TIK hanya mencapai 30%

• Disintegrasi Sistem Informasi Pemerintah

• Risiko keamanan informasi

• Validitas data pemerintah kurang diyakini sepenuhnya

Sumber: Wantiknas, 2016

TOTAL

12,7 T

Kondisi Saat Ini

(23)

KEMENTERIAN PAN - RB

REPLIKASI APLIKASI SPBE

Penggunaan aplikasi umum berbagi pakai, dan tidak lagi menganggarkan aplikasi umum baru

Menerapkan proses bisnis dan manajemen perubahan untuk mendukung SPBE

Penyelenggaraan

infrastruktur secara terpadu

(24)

KEMENTERIAN PAN - RB

KONDISI KEUANGAN DAERAH

(RASIO BELANJA PEGAWAI DALAM APBD)

NO RASIO

BELANJA PEGAWAI DALAM APBD (%) JUMLAH PEMDA KABUPATEN/KOTA

1 Kurang dari 50 % 426

Sumber: Kementerian Keuangan, 2017 diolah oleh Kementerian PANRB, 2017

(25)

KEMENTERIAN PAN - RB

KOMPOSISI PNS

DISTRIBUSI PNS 10 INSTANSI TERBESAR JFT Guru 1.636.322 37,60 % JFT Kesehatan 264.305 6,07 % JFT Teknis 372.740 8,57 % JF U (Administrasi) 1.643.535 37,77 % J Struktural 434.588 9,99 % TOTAL PNS 4.351.490 100 % J U M L A H P N S P E R M A R E T 2 0 1 7 JFU Administrasi =

67%

Asal Jumlah Pengangkatan Persentase (%)

RasioTerhadap terhadap Total PNS

Tenaga Honorer 1.103.861* 58.8% 24.6%

PENGANGKATAN CPNS NASIONAL

(26)

KEMENTERIAN PAN - RB JABATAN PERSENTASE JABATAN Bidang Perkebunan/Pertanian dan Penyuluh 2.2% Bidang Industri 0.07% Bidang Pertambangan/geologi 0.05% WILAYAH SUMATERA

Minyak dan Gas, Batubara, Kelapa Sawit, Besi Baja, Bauksit, Perkayuan JABATAN PERSENTASE JABATAN Bidang Perkebunan/Pertanian/ Penyuluh 2,46% Bidang Industri (poros maritim/Infrastuktur) 0.09% Bidang Pertambangan/geologi 0.06% WILAYAH KALIMANTAN

Pertanian Pangan (Padi, Jagung, Kedelai dan Ubi Kayu), Kakao , Perikanan , Nikel , Minyak

dan Gas ,Bumi (Migas)

JABATAN PERSENTASE JABATAN Bidang Pertanian/perkebunan 2.6% Bidang Perikanan 0.1% Bidang Pertambangan/geologi 0.01% WILAYAH SULAWESI

Pertanian Pangan–MIFEE, Tembaga , Nikel, Minyak dan Gas Bumi , Perikanan

JABATAN KEBUTUHAN Bidang Perikanan 0.25% Bidang Pertanian/perkebunan 1.63% Bidang Pertambangan 0.03%

WILAYAH MALUKU PAPUA

JABATAN PERSENTAS E JABATAN

Pariwisata 0.5%

WILAYAH BALI NUSA TENGGARA

JABATAN PERSENTASE JABATAN

Bidang transportasi 0.12%

WILAYAH JAWA

Prosentase Jabatan Teknis terhadap Jabatan ASN per

Pulau di Indonesia

(27)

KEMENTERIAN PAN - RB

IMPLEMENTASI UU ASN

UU ASN

Mengelola ASN sehingga menjadi:

• profesional,

• memiliki nilai dasar,

• etika profesi,

• bebas dari intervensi

politik,

• bersih dari praktik

korupsi, kolusi, dan

nepotisme.

T U J U A N

REFORMASI YANG DILAKUKAN DENGAN UU ASN

SISTEM REKRUTMEN DAN PENGANGKATAN

• Dilakukan secara transparan, adil, bebas KKN

• Pangkat melekat pada Jabatan bukan pada orang

PENGEMBANGAN KARIR

• Dilakukan sesuai dengan kualifikasi dan kompetensi, kebutuhan dan penilaian kinerja

• Jabatan Administrasi, Jabatan Fungsional, Jabatan Pimpinan Tinggi

PROMOSI

Dilaksanakan secara terbuka dan

kompetitif, sejalan dengan tata kelola

PENGGAJIAN

Adil dan layak, sesuai dengan beban kerja, tanggungjawab dan risiko

PENGEMBANGAN

• Diklat, seminar, kursus, magang disesuaikan dengan kebutuhan instansi

• Pengembangan Kompetensi

bagi PNS dalam rangka

meningkatkan Profesionalisme minimum 20 JP/tahun

JAMINAN HARI TUA

Pensiun dan jaminan hari tua Semangatnya fully funded

(28)

KEMENTERIAN PAN - RB

KOMPETISI INOVASI PELAYANAN PUBLIK

1 3 4 5 6 2

Transparan dan Akuntabel dengan menggunakan tenaga Akademisi dan

Pakar

Permenpanrb 30/2014

(29)

KEMENTERIAN PAN - RB

KOMPETISI INOVASI PELAYANAN PUBLIK

515 1189 2476 3054 0 1000 2000 3000 4000 2014.0 2015.0 2016.0 2017.0

PERKEMBANGAN JUMLAH PENDAFTARKOMPETISI INOVASI2014 - 2017

Dua inovasi Indonesia menjadi Juara ke-2 pada kompetisi Inovasi tingkat dunia (UNPSA) tahun 2015:

1. Kerjasama Dukun Beranak dengan Bidan pada Saat Melahirkan untuk Menurunkan Tingkat Kematian Ibu dan Anak, yang digagas oleh Kab. Aceh Singkil, Provinsi Aceh.

(30)

KEMENTERIAN PAN - RB 10 FOKUS PROGRAM 7 FOKUS PROGRAM 8 FOKUS PROGRAM 15 FOKUS PROGRAM 10 FOKUS PROGRAM

GERAKAN INDONESIA MELAYANI

Terwujudnya Perilaku SDM ASN yang melayani

GERAKAN INDONESIA BERSIH

Terwujudnyaperilakumasyarakat Indonesia yang bersih

GERAKAN INDONESIA TERTIB

Terwujudnya perilaku masyarakat Indonesia yang tertib

GERAKAN INDONESIA MANDIRI

Terwujudnya perilaku masyarakat Indonesia yang mandiri

GERAKAN INDONESIA BERSATU

Terwujudnya perilaku masyarakat Indonesia yang bersatu

Inpres 12/2016

GERAKAN INDONESIA MELAYANI

1. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia Aparatur Sipil Negara

2. Peningkatan Penegakan disiplin Aparatur Pemerintah dan Penegak Hukum

3. Penyempurnaan standar pelayanan dan sistem pelayanan yang inovatif (e-government)

4. Penyempurnaan sistem manajemen kinerja (performance-based management system) Aparatur Sipil Negara

5. Peningkatan perilaku pelayanan publik yang cepat, transparan, akuntabel, dan responsif

6. Penyempurnaan peraturan perundang-undangan (deregulasi)

7. Penyederhanaan pelayanan birokrasi (debirokratisasi)

8. Peningkatan penyediaan sarana dan prasarana yang menunjang pelayanan publik

9. Peningkatan penegakan hukum dan aturan di bidang pelayanan publik

INPRES NOMOR 12 TAHUN 2016

(31)

KEMENTERIAN PAN - RB

PENGELOLAAN PENGADUAN

Berbagai Kerangka Hukum dan Kebijakan

Input Laporan Tindak lanjut Laporan

Pemantauan & Evaluasi

Pelaporan

Workflow process LAPOR-SP4N

Telaah dan Klarifikasi Lanjutan, Penyaluran Pengaduan, Penyelesaian Pengaduan Tim Pemeriksa menyusun dan melaporkan hasil penyelesaian pengaduan kepada Pembina/Penanggung

Jawab melalui Tim Koordinasi Semua Kanal Pengaduan baik manual maupun elektronik Melakukan evaluasi atas penyelesaian pengaduan dan menetapkan rekomendasi atas tindak lanjut penyelesaian 2009 2013 2014 2015 UU NOMOR 25 TAHUN 2009 TENTANG PELAYANAN PERPRES NOMOR 76/2013 TENTANG PERMENPANRB NOMOR 24/2014 PERMENPANRB NOMOR 3/2015

Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional, sinkronisasi seluruh aplikasi pengaduan yang telah terbangun ke dalam aplikasi Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) untuk menangani berbagai jenis pengaduan pelayanan publik.

Kanal pengelolaan pengaduan dan aspirasi rakyat online dengan prinsip No Wrong Door Policy.

3 Prinsip LAPOR! Sebagai SP4N. 1. Mudah;

2. Terpadu; dan 3. Tuntas.

LAPOR!-SP4N

Instansi terhubung LAPOR!-SP4N sampai dengan Juni 2017 :

• Kementerian 34 • LPNK/ LNS/ LN 56 • BUMN 86 • Perwakilan RI di LN 131 • Pemprov 32 • Pemkab/Kota 265

AplikasiJAGAdari KPK sudah terintegrasi, dalam waktu dekat,

2016 MOU ANTARA KEMENPANRB, OMBUDSMAN RI, DAN KSP DALAM MENGELOLA LAPOR!-SP4N

(32)

KEMENTERIAN PAN - RB

Izin Trayek Angkutan Darat

Antar Negara, Antar Prov, antar Kab/Kota, dalam Kota/Kab. Pelayanan Perpajakan

Pelayanan SKCK

Pelayanan yang Terintegrasi antara lain terdiri dari :

Terintegrasinya Pelayanan Kewenangan Pemerintahan Pusat,

Provinsi, dan

Kabupaten/ Kota serta BUMN/D dan dunia

usaha pada satu Gedung

MAL PELAYANAN PUBLIK

Pelayanan SIMPelayanan Paspor

Pelayanan Adm KependudukanPelayanan Nikah untuk

Seluruh Agama

Izin terkait Kemudahan Berusaha (EoDB) Pusat dan Daerah

(33)

KEMENTERIAN PAN - RB

11 –13 Desember 2017

(34)

KEMENTERIAN PAN - RB

Referensi

Dokumen terkait

Proses perencanaan dan penganggaran merupakan bagian dari sistem penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah yang harus dijalankan secara konsisten, RKPD

Penataan Atribut partai politik dan peserta pemilihan umum di wilayah Kota Batu dibebaskan dari pungutan pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam

Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) merupakan sebuah sistem besar yang mendukung proses perencanaan pembangunan secara utuh, mulai dari proses perencanaan, pengendalian,

Manakala kita ingin mempercepat akselerasi perubahan menuju kondisi olahraga yang sudah memasyarakat, pra kondisi semacam inilah yang harus dimanfaatkan melalui

Model atau persamaan SEM diatas dapat diinterpretasikan, TPT meningkat sebesar 1 satuan maka dapat menambah persentase penduduk miskin sebesar 1,050733, dan

Hasil implementasi dan analisis sistem pada penerapan metode Bayesian Network untuk mendiagnosa penyakit kulit akibat infeksi jamur menunjukkan bahwa metode ini mampu

Karikatur tentang maraknya kasus korupsi yang dimuat di media massa dalam hal ini surat kabar Jawa Pos disajikan sebagai bentuk komunikasi visual yang mengandung muatan pesan