commit to user
i
PENGARUH SUPLEMENTASI BETAIN DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS TELUR PUYUH (Coturnix coturnix japonica)
Skripsi
Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh derajat Sarjana Peternakan
di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret
Jurusan/Program Studi Peternakan
Oleh:
Rofi’atun Khasanah H0509053
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2013
commit to user
ii
PENGARUH SUPLEMENTASI BETAIN DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS TELUR PUYUH (Coturnix coturnix japonica)
yang dipersiapkan dan disusun oleh Rofi’atun Khasanah
H0509053
telah dipertahankan di depan Dewan Penguji pada tanggal: April 2013
dan dinyatakan telah memenuhi syarat
Susunan Tim Penguji
Ketua
Dr. sc. agr. Adi Ratriyanto, S.Pt., MP. NIP. 19720421 200012 1 001
Anggota I
Ratih Dewanti, S.Pt., MSc. NIP. 19820331 200501 2 002
Anggota II
Dr. Adi Magna Patriadi N, S.Pt., MP. NIP. 19671104 199903 1 001
Surakarta, April 2013 Mengetahui
Universitas Sebelas Maret Fakultas Pertanian
Dekan
Prof. Dr. Ir. Bambang Pudjiasmanto, MS. NIP. 19560225 198601 1 001
commit to user
iii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami haturkan pada Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan nikmat yang Penulis dapatkan, sehingga pada kesempatan ini Penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Pengaruh Suplementasi Betain dalam
RansumTerhadap Kualitas Telur Puyuh (Coturnix coturnix japonica).
Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, tidaklah mungkin skripsi ini dapat terselesaikan pada saat ini. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Prof. Dr. Ir. Bambang Pudjiasmanto, MS. selaku Dekan Fakultas Pertanian,
Universitas Sebelas Maret Surakarta.
2. Ir. Sudiyono, MS. selaku Ketua Jurusan/Program Studi Peternakan Fakultas
Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta.
3. Dr. sc. agr. Adi Ratriyanto, S.Pt. MP. selaku Pembimbing Utama.
4. Ratih Dewanti, S.Pt. M.Sc. selaku Pembimbing Pendamping.
5. Dr. Adi Magna Patriadi Nuhriawangsa, S.Pt. MP. selaku Dosen Penguji.
6. Dosen dan Staf Jurusan Peternakan atas pengajaran dan bimbingan.
7. Orang tua, kakak dan “Arifudin Yahya” atas doa, cinta dan kasih sayang.
8. Teman-teman Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas
Maret, Surakarta angkatan 2009 serta semua pihak yang telah membantu sampai terselesaikannya penyusunan skripsi ini.
Penulis berharap semoga skripsi ini dapat berguna bagi kita semua.
Surakarta, April 2013
commit to user iv DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ... i HALAMAN PENGESAHAN ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR TABEL ... vi
DAFTAR LAMPIRAN ... viii
RINGKASAN ... ix SUMMARY ... xi I. PENDAHULUAN ... 1 A. Latar Belakang ... 1 B. Rumusan Masalah ... 2 C. Tujuan Penelitian ... 2
II. TINJAUAN PUSTAKA ... 3
A. Puyuh ... 3
B. Betain ... 4
C. Kualitas Telur ... 6
HIPOTESIS ... 8
III.MATERI DAN METODE ... 9
A. Waktu dan Tempat Penelitian ... 9
B. Bahan dan Alat Penelitian ... 9
C. Persiapan Penelitian ... 11
D. Pelaksanaan Penelitian ... 13
E. Cara Analisis Data ... 14
IV.HASIL DAN PEMBAHASAN ... 16
A. Persentase Lemak Telur ... 16
B. Persentase Protein Telur ... 16
C. Persentase Yolk ... 17
commit to user
v
V. SIMPULAN ... 21
DAFTAR PUSTAKA ... 22
commit to user
vi
DAFTAR TABEL
Tabel
1. Komposisi Nutrien Sebutir Telur ... 6
2. Kebutuhan Nutrien Puyuh Periode Layer ... 9
3. Kandungan Nutrien Bahan Pakan Penyusun Ransum Berdasarkan
Bahan Kering ... 10
4. Susunan Ransum Berdasarkan as fed dan Kandungan Nutrien
Ransum Basal Puyuh Periode Layer Berdasarkan Bahan Kering ... 10
5. Program Pemberian Vaksin ... 11
6. Persentase Lemak Telur yang Disuplementasi Betain dalam Ransum
(%) ... 16
7. Persentase Protein Telur yang Disuplementasi Betain dalam Ransum
(%) ... 17
8. Persentase Yolk yang Disuplementasi Betain dalam Ransum (%) ... 18
9. Persentase Kerabang yang Disuplementasi Betain dalam Ransum
(%) ... 18
commit to user
vii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman
1. Analisis Variansi Rerata Persentase Lemak Telur yang
Disuplementasi Betain dalam Ransum (%)... 26
2. Analisis Variansi Rerata Persentase Protein Telur yang Disuplementasi Betain dalam Ransum (%)... 28
3. Analisis Variansi Rerata Persentase Yolk yang Disuplementasi Betain dalam Ransum (%) ... 30
4. Analisis Variansi Rerata Persentase Kerabang yang Disuplementasi Betain dalam Ransum (%)... 32
5. Uji Lanjut Polinomial Ortogonal Persentase Kerabang (%) ... 34
6. Hasil Analisis Kandungan Bahan Pakan (%)... 35
commit to user
viii
PENGARUH SUPLEMENTASI BETAIN DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS TELUR PUYUH (Coturnix coturnix japonica)
ROFI’ATUN KHASANAH H0509053
RINGKASAN
Betain merupakan aditif pakan yang berfungsi sebagai donor gugus metil dan osmolit organik. Betain sebagai donor gugus metil dapat mengoptimalkan penggunaan donor gugus metil lainnya seperti metionin, sehingga diharapkan betain meningkatkan ketersediaan metionin untuk sintesis protein yang berpotensi meningkatkan kualitas telur. Betain sebagai osmolit organik dapat melindungi sel dari berbagai tekanan osmotik, sehingga dapat meningkatkan kecernaan nutrien dan produksi ternak yang diharapkan berkorelasi dengan peningkatan kualitas telur. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi betain dan aras betain yang optimal dalam ransum terhadap kualitas telur puyuh.
Penelitian ini dilaksanakan selama empat bulan mulai April sampai dengan
Agustus 2012 bertempat di Mini Farm Jurusan Peternakan di Desa Jatikuwung,
Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Materi yang digunakan adalah puyuh betina umur 28 hari sebanyak 340 ekor yang dibagi dalam empat macam perlakuan dengan lima ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 17 ekor puyuh. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap Pola Searah.
Ransum basal tersusun dari jagung kuning, bekatul padi, bungkil kedelai,
tepung ikan, onggok, limestone, dikalsium fosfat, lisin, metionin, premix, garam
dan betain. Perlakuan yang diberikan meliputi ransum basal tanpa suplementasi betain (P0), serta ransum basal yang disuplementasi betain sebesar 0,07; 0,14 dan 0,21% disebut sebagai P1, P2 dan P3. Peubah yang diamati meliputi persentase
commit to user
ix
Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa suplementasi betain tidak
berpengaruh terhadap persentase lemak telur, protein telur dan yolk, tetapi
berpengaruh (P<0,05) terhadap persentase kerabang dengan persamaan regresi
kuadratik y = 7,9157 + 13,5603x – 84,6207x2 (R2=0,31), dengan titik optimum
sebesar 0,08%. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian adalah suplementasi betain sampai taraf 0,08% dalam ransum dapat meningkatkan persentase kerabang.
commit to user
x
EFFECT OF BETAINE SUPPLEMENTATION IN DIET ON EGG QUALITY OF QUAILS (Coturnix coturnix japonica)
Rofi’atun Khasanah H0509053
SUMMARY
Betaine is a feed additive which acts as a methyl group donor and organic osmolyte. As a methyl donor, betaine was optimized the use of other methyl donors such as methionine, thus was increased availability of methionine for protein synthesis that could potentially improved the quality of the eggs. As an organic osmolyte, betaine protects cells from a variety of osmotic pressure, thus increasing the digestibility of nutrients and livestock production was expected to correlate with increased egg quality. This study aimed to determine the effect of betaine supplementation and the optimal levels of betaine on egg quality of quails. The study was conducted for four months, started at April to August 2012, on Mini Farm of Department of Animal Science, Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University located in Jatikuwung village, subdistrict Gondangrejo, district Karanganyar. The experiment used 340 female quails on 28 days age which were divided into four of treatments with five replications, every replications consisted of seventeen quails. The research was carried out experimentally using the Completely Randomized Design One Way Classification.
The basal diets consisted of yellow corn, wheat, soybean meal, fish meal, limestone, dicalcium phosphate, lysine, methionine, premix, salt and betaine. The basal diet without betaine supplementation was defined as P0, whereas the rest three treatments were basal diet supplemented with 0.07, 0.14 and 0.21% betaine and were referred to as P1, P2 and P3 respectively. Observed variables included the percentage of egg fat, protein, yolk and eggshell.
commit to user
xi
The results of analysis of variance indicated that betaine supplementation did not affected on percentage of egg fat, protein and yolk, but affected (P<0.05) percentage of eggshell with a quadratic regression equation y = 7.9157 x +
13.5603 – 84.6207 x2 (R2 = 0.31), with optimum level of 0.08%. The conclusion
that can be drawn from this study is that betaine supplementation to the extent of 0.08% in the diet to increase the percentage of eggshell.