• Tidak ada hasil yang ditemukan

Orientasi Umum Dan Khusus

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Orientasi Umum Dan Khusus"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR ISI

PROGRAM ORIENTASI UMUM DAN KHUSUS RUMAH SAKIT Hi. MUHAMMMAD YUSUF

HALAMAN JUDUL DAFTAR ISI

BAB I PROGRAM ORIENTASI UMUM DAN KHUSUS RUMAH SAKIT Hi. MUHAMMMAD YUSUF

A. Pendahuluaan... 2

B. Latar Belakang... 2

C. Tujuan ... 3

D. Sasaran... 4

BAB II RENCANA KEBUTUHAN PROGRAM ORIENTASI UMUM DAN KHUSUS A. Perencanaan...….. 5

B. Pelaksanaan... 7

BAB III MONOTORING DAN EVALUASI A. Monotoring dan Evaluasi...….. 8

B. Pencatatan dan Pelaporan ...….. 8 BAB IV PENUTUP

(2)

BAB I

PROGRAM ORIENTASI UMUM DAN KHUSUS RUMAH SAKIT HI. MUHAMMAD YUSUF

A. PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Keberadaan dan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan ditentukan oleh nilai-nilai dan harapan dari pemberi maupun penerima jasa pelayanan Kesehatan. Pelayanan Kesehatan saat ini merupakan industri jasa kesehatan utama dimana setiap rumah sakit bertanggung gugat terhadap penerima jasa pelayanan kesehatan.

Penerima jasa saat ini telah menyadari hak-haknya sehingga keluhan, laporan dan tuntutan ke Pengadilan sudah menjadi bagian dari upaya mempertahankan hak mereka sebagai penerima jasa, sumber daya manusia adalah salah satu unsur dalam organisasi yang banyak terlibat dalam kegiatan jasa pelayanan kesehatan.

Namun sumber daya manusia pada suatu organisasi tidak secara otomatis menjadi kekuatan. Kompetensi juga tidak terbentuk dengan dengan sendirinya. Kompetensi harus dikembangkan secara terencana sesuai dengan rancangan pekerjaan dan rencana pengembangan usaha agar bisa menjadi kekuatan untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi , baik saat ini maupun dimasa yang akan datang.

Secara sistematis Program Pengembangan diawali oleh Program Pengenalan terhadap Rumah Sakit Hi. Muhammad Yusuf melalui Orientasi Umum lalu dilanjutkan dengan Orientasi Khusus.

Orientasi Umum adalah kegiatan yang berupaya memperkenalkan karyawan baru pada peran-peran mereka dalam organisasi, struktur organisasi RSB. Permata Sarana Husada, jenis pekerjaan yang akan dijalankan oleh karyawan tersebut, kebijakan-kebijakan yang ada di dalam organisasi RSB. Permata Sarana Husada, nilai/keyakinan/budaya di dalam organisasi juga pejabat dan rekan kerja di dalam organisasi.

(3)

Orientasi Khusus adalah pengenalan tentang Lingkungan kerja dimana karyawan yang bersangkutan ditempatkan, yang dibimbing oleh masing-masing instalasi/ bagian sehingga setiap karyawan yang baru ditempatkan mampu melaksanakan peran, tugas dan tanggung jawab mereka dimana mereka ditempatkan.

2. TUJUAN

a. ORIENTASI UMUM  Tujuan Umum

 Setiap karyawan baru memahami apa visi,misi dan tujuan organisasi dan bagaimana mereka bisa berkontribusi untuk mencapai tujuan tersebut.

 Setiap karyawan baru tersosialisasi tentang peran, tugas dan tanggung jawab dalam mendukung program yang ada pada organisasi dimana dia bekerja

 Tujuan Khusus

 Agar ada petunjuk dalam melaksanakan kegiatan Orientasi Umum di RS Hi. Muhammad Yusuf

 Agar terlaksana kegiatan program orientasi umum dimana karyawan tersebut ditempatkan.

 Agar ada dokumen kegiatan orientasi khusus b. ORIENTASI KHUSUS

 Tujuan Umum

 Menjaga kualias pelayanan melalui pengenalan karyawan baru tehadap lingkungan kerja dimana yang bersangkutan di tempatkan

 Tujuan Khusus

 Agar ada petunjuk dalam melaksanakan kegiatan Orientasi Khusus di RS. Hi Muhammad Yusuf

 Agar terlaksana kegiatan program orientasi khusus dimana karaywan tersebut ditempatkan.

 Agar ada dokumen kegiatan orientasi khusus

3. SASARAN

a. Yang menjadi sasaran orientasi umum yaitu agar karyawan memahami tentang pengenalan RS. Hi Muhammad Yusuf sebagai lingkungannya bekerja, keaktifan

(4)

karyawan dalam masa orientasi, sikap karyawan dalam masa orientasi, kemampuan karyawan dalam masa orientasi serta penguasaan materi-materi yang diberikan secara umum kepada karyawan

b. Yang menjadi sasaran orientasi khusus yaitu agar karyawan yang baru dapat menguasai bidang pekerjaannya sesuai dengan materi yang diberikan oleh masing-masing Karu / Penanggung Jawab unit yang terkait.

BAB II

PERENCANAAN KEBUTUHAN PROGRAM ORIENTASI UMUM DAN KHUSUS RUMAH SAKIT HI. MUHAMMAD YUSUF

A. PERENCANAAN

(5)

a. Orientasi Umum

Rumah Sakit yang sarat dengan berbagai jenis tenaga, berbagai jenis keterampilan, prosedur sesuai dengan dimana karyawan ditempatkan maka diperlukan pengenalan yang lebih spesifik terhadap unit kerja dimana mereka ditempatkan berupa orientasi umum.

b. Orientasi Khusus

Rumah Sakit yang sarat dengan berbagai jenis tenaga, berbagai jenis keterampilan, prosedur sesuai dengan dimana karyawan ditempatkan maka diperlukan pengenalan yang lebih spesifik terhadap unit kerja dimana mereka ditempatkan berupa orientasi khusus.

2. PENYUSUNAN KERANGKA ACUAN a. Orientasi Umum

Penyelenggaraan Program Orientasi Umum dilaksanakan dengan mengacu pada Kerangka Acuan Program Orientasi Umum.

b. Orientasi Umum

Penyelenggaraan Program Orientasi khusus dilaksanakan dengan mengacu pada Kerangka Acuan Program Orientasi Khusus.

(6)

3. PENYUSUNAN JADWAL PELAKSANAAN

Orientasi Umum maupun dan Khusus diselenggarakan setiap ada karyawan baru, yang dirancang dan diselenggarakan oleh masing-masing intalasi / bagian dimana karyawan yang bersangkutan ditempatkan.

4. KRITERIA KEBERHASILAN a. Orientasi Umum

Semua karyawan baru yang menjalankan program orientasi umum diberi penilaian oleh masing-masing Karu / Koordinator / Kabag. Dan karyawan yang telah berhasil menjalankan masa orientasi umum maka akan dilanjut ke masa orientasi khusus selama 3 bulan.

b. Orientasi Khusus

Semua karyawan baru yang menjalankan program orientasi khusus diberi penilaian. Adapun yang menilai keberhasilan karyawan baru tersebut adalah Karu / Kabid. Keperawatan / Kabag masing-masing dengan mengisi Formulir Penilaian Karyawan yang sudah disediakan oleh bagian SDM. Kriteria keberhasilannya adalah jika karyawan tersebut mendapat nilai rata-rata B (Baik) dan direkomendasikan / diajukan menjadi karyawan kontrak.

5. SUMBER DAYA MANUSIA a. Orientasi Umum

Sumber daya manusia di dapatkan dari proses rekrutmen yang dilakukan oleh bagian SDM dan sumber dana diperoleh dari RS. Hi Muhammad Yusuf yang dibayarkan sesuai dengan upah harian.

b. Orientasi Khusus

Sumber daya manusia di dapatkan dari proses rekrutmen yang dilakukan oleh bagian SDM sesuai dengan latar belakang pendidikannya dan minat dari karyawan tersebut.

(7)

B. PELAKSANAAN

1. WAKTU PELAKSANAAN a. Orientasi Umum

Waktu pelaksanaan program orientasi umum ini ± 1 minggu. b. Orientasi Umum

Waktu pelaksanaan untuk Orientasi Khusus adalah selama 3 (tiga) bulan.

2. LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN a. Orientasi Umum

 Membuat pertemuan dengan Koordinator, KaBag/Bid untuk menjelaskan rencana kegiatan dan penyusunan format kegiatan orientasi umum.

 Mengumpulkan hasil usulan dari masing-masing unit kerja tentang formulir orientasi umum.

 Usulan kegiatan dituangkan pada form orientasi umum.  Dilaksanakan dan data didokumentasikan

 Evaluasi kegiatan b. Orientasi Khusus

 Membuat pertemuan dengan Koordinator, Kabag/Kabid untuk menjelaskan rencana kegiatan dan penyusunan format Kegiatan Orientasi Khusus.

 Mengumpulkan hasil usulan dari masing-masing unit kerja tentang formulir Orientasi Khusus.

 Usulan kegiatan dituangkan pada form Orientasi Khusus  Di rekomendasikan kepada Direktur

 Bila sudah disetujui disosialisasikan ke masing-masing unit kerja  Dilaksanakan dan data didokumentasikan

 Evaluasi kegiatan

BAB III

MONITORING & EVALUASI PROGRAM ORIENTASI UMUM DAN KHUSUS RUMAH SAKIT HI. MUHAMMAD YUSUF

(8)

A. MONITORING & EVALUASI

1. MONITORING DAN EVALUASI a. Orientasi Umum

Monitor dan Evaluasi dilakukan dengan cara koordinator memberikan memo hasil penilaian dan menyerahkannya ke bagian SDM

b. Orientasi Khusus

Monitor dilakukan dengan cara koordinator menyerahkan hasil penilaian Orientasi khusus yang telah diisi dan di tandatangani lengkap lalu diserahkan ke bagian SDM. Setiap karyawan tersebut sudah melewati masa kerja 10 Minggu.

2. EVALUASI PROGRAM a. Orientasi Umum

Evaluasi Program Orientasi Umum dilakukan setelah selesai masa orientasi umum.

b. Orientasi Khusus

Evaluasi Program Orientasi Khusus dilakukan setiap 3 (tiga) bulan.

B. PENCATATAN DAN PELAPORAN

1. PENCATATAN

Pencatatan dilakukan setiap kali diselenggarakan kegiatan Orientasi Umum Maupun Orientasi Khusus oleh bagian SDM.

2. PELAPORAN

a. Orientasi Umum

Pelaporan kegiatan dibuat oleh Bagian SDM setelah menerima hasil penilaian dari Karu / Kabid / Kabag masing-masing.

b. Orientasi Khusus

Pelaporan kegiatan dibuat oleh Bagian SDM berdasarkan formulir hasil penilaian dari Karu / Kabid. Keperawatan / masing-masing Kabag untuk dievaluasi dan dilaporkan ke Direktur. Dan setelah Direktur menyetujui

(9)

ke bagian keuangan. Bagian Keuangan menerima laporan tersebut pada setiap akhir bulan jika ada karyawan yang telah selesai mengikuti program orientasi khusus.

IV PENUTUP

Sebagai penutup kiranya dapat diingat kembali bahwa program orientasi umum dan program orientasi khusus sangat diperlukan dalam upaya peningkatan mutu dan kualitas pelayanan di rumah sakit Hi. Muhammad Yusuf.

Yang lebih penting dilaksanakan dalam rangka orientasi umum dan orientasi khusus adalah upaya-upaya para atasan langsung untuk membantu karyawan baru sebagai individu dimana yang bersangkutan ditempatkan dalam suatu unit kerja.

(10)

Rumah Sakit Hi. Muhammad Yusuf akan berupaya memberi orientasi khusus yang di perlukan sesuai kebutuhan masing-masing unit kerja dalam rangka memperkenalkan karyawan baru akan peran, fungsi dan tanggungjawabnya sesuai dimana karyawan tersebut ditempatkan.

Dibuat di : Kalibalangan

Referensi

Dokumen terkait

Prosedur Pelayanan Jaminan Kesehatan Masyarakat di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karanganyar pada Tahun 2011. Syarat-syarat yang diperlukan pasien Jaminan Kesehatan

“ Pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit ataupun tenaga medis kepada pasien JAMSOSTEK sudah baik, dimana pelayanan yang kami berikan selaku tenaga medis kepada pasien

(3) Setiap tenaga kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit harus bekerja sesuai dengan standar profesi, standar pelayanan Rumah Sakit, standar prosedur operasional

Jenis Pelayanan Rumah Sakit adalah jenis-jenis layanan yang dapat dilaksanakan oleh Rumah Sakit sesuai kemampuan/kompetensi yang ada meliputi jenis dan jumlah

Jenis Pelayanan Rumah Sakit adalah jenis-jenis layanan yang dapat dilaksanakan oleh Rumah Sakit sesuai kemampuan/kompetensi yang ada meliputi jenis dan jumlah

Sakit, pada bagian klasifikasi dan perizinan rumah sakit tipe B diperlukan 12 apoteker dan tenaga teknis kefarmasian yang disesuaikan dengan beban kerja, dengan rincian

Demikian halnya Rumah Sakit Umum Indo Sehat Karanganyar memberikan kesempatan bagi karyawan baru yang terdiri dari berbagai profesi yakni: Penangung jawab Laboratorium, tenaga teknis

Prof.R.Boedhi Darmojo Untuk saat ini baru Rumah Sakit Dr.Karyadi yang menyediakan Instalasi Khusus yang merawat pasien usia lanjut dengan berbagai jenis penyakit yang diderita, Namun