9
LANDASAN TEORI
2.1 Konsep Dasar Web 2.1.1 Pengertian Web
Menurut Hidayat, (2010:2), Website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam atau gerak, animasi, suara, dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait, yang masing- masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman.
Menurut Simarmata, (2010:51), “Web dapat diartikan sebagai alat untuk menciptakan sistem informasi global yang mudah berdasarkan pada hiperteks”.
Dapat disimpulkan Website adalah sebuah tempat di Internet, yang menyajikan informasi dengan berbagai macam format data seperti text, image, bahkan video dan dapat diakses menggunakan berbagai aplikasi klien shingga memungkinkan penyajian informasi yang lebih menarik dan dinamis dengan pengelolaan yang terorganisasi.
2.1.2 Jenis Website
Menurut Hidayat (2010:3), Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, website juga mengalami perkembangan yang sangat berarti. Dalam pengelompokan jenis web, lebih diarahkan bedasarkan kepada fungsi, sifat atau style dan bahasa pemrograman yang digunakan. Adapun jenis- jenis web:
1. Jenis-jenis web bedasarkan sifat atau style:
a. Website Dinamis, merupakan sebuah website yang menyediakan konten atau isi yang selalu berubah-ubah setiap saat. Bahasa pemrograman yang digunakan antara lain PHP, ASP, .NET dan memanfaatkan database MySQL atau MS SQL.
b. Website Statis, merupakan website yang kontennya sangat jarang berubah. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah HTML dan belum memanfaatkan database.
2. Berdasarkan pada fungsinya, website terbagi atas:
a. Personal website, adalah website yang berisi informasi pribadi seseorang.
b. Commercial website, adalah website yang dimiliki oleh sebuah perusahaan yang bersifat bisnis.
c. Government website, adalah website yang dimiliki oleh instansi pemerimtah, pendidikan, yang bertujuan memberikan pelayanan kepada pengguna.
d. Non-profit Organization Website, dimiliki oleh organisasi yang bersifat non-profit atau tidak bersifat bisnis.
3. Ditinjau dari segi bahasa pemrograman yang digunakan, website terbagi atas:
a. Server Side, terminologi server side memiliki arti operasi yang dilakukan oleh server didalam sebuah client-server relationship.
Umumnya, sebuah server adalah program, seperti web server, yang berada pada sebuah remote server, yang dapat dijangkau oleh
komputer lokal milik user. Operasi dilakukan pada sisi server, karena memerlukan akses atas informasi atau fungsi yang tidak tersedia pada client, atau pada aplikasi yang tidak dapat dilakukan pada clientside.
Operasi Server-side juga meliputi proses dan penyimpanan data dari client ke suatu server, yang dapat dilihat oleh sekelompok Client.
Server-side Scripting adalah teknologi Web Server dimana request oleh user dipenuhi dengan cara menjalankan script langsung pada web server untuk menghasilkan halaman HTML dinamis.
Umumnya menyediakan website interaktif pada database dan penyimpanan data lainnya. Keuntungan utama dari Server-side Script adalah kemampuan untuk mengatur respon berdasarkan keperluan user, hak akses, atau query ke dalam data store.
b. Client Side, Secara umum, suatu client adalah satu aplikasi komputer, seperti web browser yang berjalan pada satu komputer lokal dari pengguna atau workstation, dan terhubung ke suatu server.
Client-side programming adalah program komputer pada web yang dijalankan pada sisi client, oleh web browser; Hal ini berlawanan arti dengan Server-side scripting. Operasi dapat dilakukan oleh client-side karena operasi tersebut membutuhkan akses ke informasi atau fungsi yang tersedia pada client tetapi tidak pada server, karena pengguna membutuhkan observasi terhadap operasi
tersebut atau menyediakan input, atau server kekurangan kekuatan pememrosesan untuk melakukan operasi yang tepat waktu untuk seluruh client yang harus dilayaninya. Sebagai tambahan, jika operasi dapat dilakukan oleh client tanpa mengirim data melalui jaringan, maka hal itu memakan waktu lebih sedikit, menggunakan lebih kecil bandwidth dan mengurangi resiko keamanan.
Client-side Script seringkali dimasukkan (embedded) di dalam dokumen HTML, tetapi dapat juga berada di dalam file terpisah, yang direferensikan oleh dokumen yang menggunakannya. Atas sebuah request, file yang diperlukan dikirimkan oleh web server kepada komputer user. Web browser milik user melakukan eksekusi terhadap Script, lalu menampilkan dokumen, termasuk output yang dapat terlihat dari Script. Client-side Script juga dapat berisikan perintah yang harus diikuti oleh web browser jika user berinteraksi dengan dokumen dengan cara tertentu, contohnya klik sebuah tombol.
2.1.3 Internet
Menurut Kotler dan Armstrong (2010:24) “internet adalah jaringan global dari jaringan-jaringan komputer yang luas dan berkembang tanpa adanya manajemen atau kepemilikan terpusat”. Saat ini, internet menghubungkan individu dan perusahaan satu sama lain dengan informasi di seluruh dunia.
Internet menyediakan koneksi informasi, hiburan, dan komunikasi kapanpun, dimanapun. Perusahaan menggunakan internet untuk membangun hubungan yang
lebih baik dengan pelanggan dan rekan bisnis, serta untuk mendistribusikan dan menjual produk-produk mereka dengan lebih efektif dan efisien.
Menurut Chaffey (2009:186) “internet adalah jaringan fisik yang menghubungkan komputer di seluruh dunia”. Internet terdiri dari infrastruktur jaringan server dan hubungan antara komputer yang digunakan untuk menyimpan dan pemindahan informasi antara PC client dan web server.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa internet adalah sebuah jaringan yang terdiri dari infrastruktur jaringan server dan jaringan komunikasi yang saling berhubungan sehingga dapat menyediakan informasi untuk pengguna dimanapun, kapanpun dan diseluruh dunia.
2.1.4 Word Wide Web
Menurut Ardhana (2012:3) “World Wide Web atau lebih sering dikenal sebagai Web adalah suatu layanan sajian informasi yang menggunakan konsep hyperlink (tautan), yang memudahkan surfer (sebutan para pemakai komputer yang melakukan browsing atau penelusuran informasi melalui internet)”.
Keistimewaan inilah yang telah menjadi web sebagai service yang paling cepat pertumbuhannya. Web mengizinkan pemberian highlight (penyorotan/
penggaris bawahan) pada kata-kata atau gambar dalam sebuah dokumen untuk menghubungkan atau menunjuk ke media lain seperti dokumen, movie clip, atau file suara. Web dapat menghubungkan dari sembarang tempat dalam sebuah dokumen atau gambar ke sembarang tempat di dokumen lain. Dengan sebuah browser yang memiliki Graphical User Interface (GUI), link-link dapat di
hubungkan ke tujuannya dengan menunjuk link tersebut dengan mouse dan menekannya.
Suatu situs web akan di kenal dengan cepat apabila informasi yang di sajikan selalu up-to-date dan lengkap. Perlu disadari juga bahwa untuk melakukan up-to-date merupakan suatu permasalahan yang tidak mudah untuk dilakukan, selain membutuhkan waktu juga sangat merepotkan dalam melakukan penambahan atau pengubahan data yang akan di sajikan. Website mempunyai fungsi yang bermacam-macam tergantung dari tujuan dan jenis website yang di bangun, tetapi secara garis besar dapat berfungsi sebagai:
1. Media Promosi
Sebagai media promosi dapat dibedakan menjadi media promosi utama, misalnya website yang berfungsi sebagai search engine atau toko online.
Atau sebagai penunjang promosi utama, namun website dapat berisi informasi yang lebih lengkap daripada media promosi offline seperti koran atau majalah.
2. Media Pemasaran
Pada toko online, website merupakan media pemasaran yang cukup baik, karena dibandingkan dengan toko sebagaimana di dunia nyata, untuk membangun toko online diperlukan modal yang relatif lebih kecil, dan dapat beroperasi 24 jam walaupun pemilik website tersebut sering istirahat atau sedang tidak ditempat, serta dapat diakses dari mana saja.
3. Media Infomasi
Website portal dan radio atau tv online menyediakan informasi yang bersifat global karena dapat diakses dimana saja selama dapat terhubung ke internet.
4. Media Pendidikan
Ada komunikasi yang membangun website khusus berisi informasi atau artikel yang syarat dengan informasi ilmiah misalnya wikipedia.
5. Media Komunikasi
Sekarang banyak terdapat website yang dibangun khusus untuk berkomunikasi seperti forum yang dapat memberikan fasilitas bagi para anggotanya untuk saling berbagi informasi atau membantu pemecahan masalah tertentu.
2.1.5 Web Server
Menurut Saputra (2010:2) “Web server adalah server internet yang digunakan sebagai koneksi dan transfer data (HTML, asp, aspx, php, js, dan lain sebagainya)”.
Lebih jauh lagi web server juga dapat berinteraksi dengan database, sehingga untuk mengolahnya juga di perlukan DBMS dan aplikasi database.
Interaksi web server dengan database (yang juga dapat di tempatkan di server terpisah) akan membuat penayangan data bersifat dinamis/interaktif sehingga dapat dimanfaatkan pula untuk aplikasi bisnis.
2.1.6 Web Browser
Menurut Shelly dan Velmaart (2011: 81) “web browser atau browser adalah perangkat lunak aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mengakses dan melihat halaman web atau mengakses program web “
Web Browser dapat didefinisikan adalah suatu program atau software yang digunakan untuk menjelajahi internet atau untuk mencari informasi dari suatu web yang tersimpan didalam komputer. Awalnya, web browser berorientasi pada teks dan belum dapat menampilkan gambar. Namun, web browser sekarang tidak hanya menampilkan gambar dan teks saja, tetapi juga memutar file multimedia seperti video dan suara. Web browser juga dapat mengirim dan menerima email, mengelola HTML, sebagai input dan menjadikan halaman web sebagai hasil output yang informatif.
Dengan menggunakan web browser, para pengguna internet dapat mengakses berbagai informasi yang terdapat di internet dengan mudah. Beberapa contoh web browser diantaranya Internet Explorer, Mozilla Firefox, Safari, Opera, dll. Fungsi web browser adalah untuk menampilkan dan melakukan interaksi dengan dukumen-dokumen yang disediakan oleh web server.
2.1.7 HyperText Markup Language (HTML)
Menurut Suryana dan Koesheryatin (2014:29) “HyperText Markup Language (HTML) adalah bahasa yang digunakan untuk menulis halaman web”.
HTML merupakan pengembangan dari standar pemformatan dokumen teks, yaitu Standard Generalized Markup Language (SGML). HTML pada
dasarnya merupakan dokumen ASCII atau teks biasa, yang dirancang untuk tidak tergantung pada suatu sistem operasi tertentu.
2.1.8 PHP
Anhar (2010:3), “PHP singkatan dari PHP: Hypertext Preprocessor yaitu bahasa pemrograman web server-side yang bersifat open source”. PHP merupakan script yang terintegrasi dengan HTML dan berada pada server (server side HTML embedded scripting). PHP adalah script yang digunakan untuk membuat halaman website yang dinamis. Dinamis berarti halaman yang akan ditampilkan dibuat saat halaman itu diminta oleh client. Mekanisme ini menyebabkan informasi yang diterima client selalu yang terbaru atau up-to-date.
Semua script PHP dieksekusi pada server di mana script tersebut dijalankan.
Ardhana (2012:88), PHP merupakan bahasa pemrograman berbasis server-side yang dapat melakukan parsing script php menjadi script web sehingga dari sisi client menghasilkan suatu tampilan yang menarik.
2.1.9 Cascading Style Sheet (CSS)
Menurut Ardhana (2012:108) “Cascading Style Sheet (CSS) merupakan salah satu bahasa pemrograman web untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam”.
Sama halnya styles dalam aplikasi pengolahan kata seperti Microsoft Word yang dapat mengatur beberapa style, misalnya heading, sub bab, bodytext, footer, images, dan style lainnnya untuk dapat digunakan bersama-sama dalam
beberapa berkas (file). Pada umumnya CSS dipakai untuk memformat tampilan halaman web yang di buat dengan bahasa HTML dan XHTML.
Nama CSS didapat dari fakta bahwa setiap deklarasi style yang berbeda dapat diletakkan secara berurutan, yang kemudian membentuk hubungan ayah- anak (parent-child) pada setiap style.
2.1.10 JQuery
Menurut Oktavian (2013:57) “JQuery adalah sekumpulan kode java script yang di buat dalam berbagai modul dan dalam pemakaiannya sesederhana mungkin, sedemikian hingga seorang programmer akan lebih dimudahkan dalam pemrograman”.
Java script JQuery juga bisa di sebut library java script. JQuery mempunyai motto “write less do more” artinya kita dengan sedikit menulis kode java script namun sudah bisa menggantikan penulisan java script untuk fungsi tertentu.
2.1.11 Java Script
Menurut Suyana dan Koesheryatin (2014:181) menyimpulkan bahwa:
Java Script adalah bahasa script berdasar pada objek yang memperbolehkan pemakai untuk mengendalikan banyak aspek interaksi pemakai pada suatu dokumen HTML. Di mana objek tersebut dapat berupa suatu window, frame, URL, dokumen, form, button, atau item yang lain. Yang semuanya itu mempunyai properti yang saling berhubungan dengannya, dan masing-masing memiliki nama, lokasi, warna nilai, dan atribut lain.
2.1.12 Basis Data (Database)
Menurut Sutarman (2012:15), “Database adalah sekumpulan file yang saling berhubungan dan terorganisasi atau kumpulan record-record yang menyimpan data dan hubungan diantaranya”.
Menurut Ladjamudin (2013:129), “Database adalah sekumpulan data store (bisa dalam jumlah yang sangat besar) yang tersimpan dalam magnetic disk, optical disk, magnetic drum, atau media penyimpanan sekunder lainya”
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan, Database adalah sekolompok data yang mempunyai ciri-ciri khusus dan dapat dikelola sedemikian rupa sehingga bisa menghasilkan sebuah format data yang baru.
2.1.13 MySQL
Beberapa pengertian MySQL menurut para ahli, Menurut Raharjo (2011:21), “MySQL merupakan RDBMS (server database) yang mengelola database dengan cepat, menampung dalam jumlah sangat besar dan dapat di akses oleh banyak user”.
Menurut Kadir (2008:2), “MySQL adalah sebuah software open source yang digunakan untuk membuat sebuah database.”
Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa MySQL adalah suatu software atau program yang digunakan untuk membuat sebuah database yang bersifat open source.
Menurut Oktavian (2013:109) “MySQL adalah sebuah program database clientserver yang berbasiskan console, berupa kode-kode/teks”.
MySQL memiliki beberapa kelebihan, antara lain:
1. MySQL dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah.
2. MySQL memiliki kecepatan yang bagus dalam menangani query sederhana.
3. MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh dan mendukung perintah select dan where dalam perintah query.
4. MySQL memiliki keamanan yang bagus karena beberapa lapisan sekuritas seperti level subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perijinan yang mendetail serta sandi terenkripsi.
5. MySQL mampu menangani basis data dalam skala besar, dengan jumlah rekaman (records) lebih dari 50 juta dan 60 juta ribu tabel serta kurang lebih 5 milyar baris. Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.
6. MySQL dapat melakukan koneksi dengan client menggunakan protokol TCP/IP, Unix soket (UNIX), atau Named Pipes.
7. MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada client dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa.
8. MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.
9. MySQL didistribusikan secara open source, di bawah lisensi GPL sehingga dapat di gunakan secara gratis.
2.1.14 SQL
Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2013:46) “SQL (Structured Query Language) adalah bahasa yang digunakan untuk mengolah data pada RDBMS.
SQL awalnya di kembangkan berdasarkan teori aljabar relasional dan kalkulus”.
SQL mulai berkembang pada tahun 1970-an. SQL mulai digunakan sebagai standar yang resmi pada tahun 1986 oleh ANSI (American National Standards Institute) pada tahun 1987 oleh ISO (International Organization For Standardization) di sebut sebagai SQL-86. Pada perkenbangannya, SQL beberapa kali dilakukan revisi. Berikut ini sejarah perkembangan SQL sampai saat ini:
Tabel II.1
Tampilan Perkembangan SQL
No Tahun Nama
1 1986 SQL-86
2 1989 SQL-89
3 1992 SQL-92
4 1999 SQL:1999
5 2003 SQL:2003
6 2006 SQL:2006
7 2008 SQL:2008
8 2011 SQL:2011
Sumber: Sukamto dan Shalahuddin (2013:46)
Meskipun SQL diadopsi dan diacu sebagai bahasa standar oleh hampir sebagian besar RDBMS yang beredar saat ini, tetapi tidak semua standar yang
tercantum dalam SQL diimplementasikan oleh seluruh DBMS tersebut. Sehingga kadang-kadang ada perbedaan perilaku (hasil yang ditampilkan) oleh DBMS yang beredar padahal query yang dimasukan sama.
Berikut adalah contoh pengaksesan data pada DBMS dengan SQL yang secara umum terdiri dari 4 hal sebagai berikut:
1. Memasukan data (insert)
INSERT INTO Tabel_siswa (nis, nama, tanggal_lahir) Values (‘150402001’,’Asep’,’1987-05-05’);
Query di atas digunakan untuk memasukan data siswa dengan NIS 13501058, nama Asep, dan tanggal lahir 5 Mei 1987 ke tabel
“Tabel_siswa”.
2. Mengubah data (update)
UPDATE Tabel_siswa SET tanggal_lahir = ‘1990-03-04’ WHERE nis
=’150402001’;
Query di atas digunakan untuk mengubah data tanggal lahir mahasiswa dengan NIS = 13501058 menjadi 4 Maret 1990 dalam tabel
“Tabel_siswa”.
3. Menghapus data (delete)
DELETE FROM Tabel_siswa WHERE nis =’150402001’;
Query di atas digunakan untuk menghapus data siswa dengan NIS = 150402001 dari tabel “Tabel_siswa”.
4. Menampilkan data (select)
SELECT nis, Nama FROM Tabel_siswa WHERE nis=’150402001’;
Query di atas digunakan untuk menampilkan data siswa yang tersimpan dalam tabel “Tabel_siswa” dengan NIS = 150402001.
Hampir sebagian besar DBMS yang beredar saat ini memanfaatkan SQL sebagai bahasa untuk pengelolaan data.
2.2. Teori Pendukung 2.2.1. Struktur Navigasi
Menurut Bramantya (2009:1) mengemukakan bahwa “Struktur navigasi adalah alur yang digunakan dalam aplikasi yang dibuat. Sebelum menyusun aplikasi multimedia kedalam sebuah software, kita harus menentukan terlebih dahulu alur apa yang akan digunakan dalam aplikasi yang dibuat”.
Macam-macam struktur navigasi menurut Bramantya (2009:1), adalah : 1. Struktur Navigasi Linear
Struktur navigasi linear merupakan struktur yang mempunyai satu rangkaian cerita berurutan. Struktur ini menampilkan satu demi satu tampilan layer secara berurutan menurut urutannya.
Sumber : Bramantya (2009:1)
Gambar II.1. Struktur Navigasi Linear
2. Struktur Navigasi Hirarki
Struktur navigasi hirarki sering disebut struktur navigasi bercabang yaitu merupakan suatu struktur yang mengandalkan untuk menampilkan data atau gambar pada layer dengan kriteria tertentu. Tampilan pada menu utama disebut master page (halaman utama satu), halaman tersebut
mempunyai halaman percabangan yang disebut slave page (halaman pendukung) dan jika dipilih akan menjadi halaman kedua, begitu seterusnya.
Sumber : Bramantya (2009:1)
Gambar II.2. Struktur Navigasi Hirarki
3. Struktur Navigasi Non Linear
Struktur navigasi non linear (tidak berurut) merupakan pengembangan dari struktur navigasi linear, hanya saja pada struktur ini diperkenankan untuk membuat percabangan. Percabangan pada struktur non linear berbeda dengan percabangan pada struktur hirarki, pada struktur ini kedudukan semua page sama, sehingga tidak adanya master atau slave page.
Sumber : Bramantya (2009:1)
Gambar II.3. Struktur Navigasi Non Linear
4. Struktur Navigasi Campuran
Struktur navigasi campuran (composite) merupakan gabungan dari struktur sebelumnya dan disebut juga struktur navigasi bebas, maksudnya adalah jika suatu tampilan membutuhkan percabangan maka dibuat percabangan. Struktur ini paling banyak digunakan dalam pembuatan aplikasi multimedia.
Sumber : Bramantya (2009:1)
Gambar II.4. Struktur Navigasi Campuran
2.2.2. Entity Relationship Diagram (ERD)
Menurut Ladjamudin (2013:142), “Entity Relationship Diagram (ERD) adalah suatu model jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dalam sistem secara abstrak”.
ERD digunakan oleh professional sistem untuk berkomunikasi dengan pemakai eksekutif tingkat tinggi dalam suatu organisasi. ERD juga menggambarkan hubungan antara satu entitas yang di miliki sejumlah atribut dengan entitas yang lain dalam suatu sistem yang terintregrasi. ERD di gunakan
oleh perancang system untuk memodelkan data yang nantinya akan di kembangkan menjadi basis data (database).
Model data ini juga akan membantu pada saat melakukan analisis dan perancangan basis data, karena model data ini akan menunjukkan bermacam- macam data yang di butuhkan dan hubungan antar muka. ERD juga merupakan model konseptual yang dapat mendeskripsikan hubungan antara file yang di gunakan untuk memodelkan struktur data serta hubungan antar data. Berikut simbol-simbol entity relationship diagram.
Tabel II.2.
Simbol-Simbol Entity Relationship Diagram (ERD)
Nama Simbol Keterangan
Entity
Suatu kumpulan objek atau sesuatu yang dapat dibedakan atau dapat didefinisikan secara unik.
Relationship Hubungan yang terjadi antara satu entitas atau lebih.
Atribut
Karakteristik dari entitas atau Relationship yang menyediakan penjelasan detail entitas atau relation.
Link
Baris sebagai penghubung antara himpunan, relasi dan himpunan entitas dari atributnya
Sumber : Ladjamudin (2013:149)
Komponen - komponen Diagram Hubungan Entitas:
1. Entity Pada E-R diagram, entity digambarkan dengan sebuah bentuk persegi panjang. Entity adalah sesuatu apa saja yang ada di dalam sistem, nyata maupun abstrak dimana data tersimpan atau dimana terdapat data.
2. Relationship Pada E-R diagram, Relationship digambarkan dengan sebuah bentuk belah ketupat. Relationship adalah hubungan alamiah yang terjadi antara entitas. Pada umumnya penghubung (Relationship) diberi nama dengan kata kerja dasar, sehingga memudahkan untuk melakukan pembacaan relasinya (bisa digunakan kalimat aktif atau kalimat pasif).
3. Relationship Degree atau derajat relationship adalah jumlah entitas yang berpartisipasi dalam satu relationship.
Derajat Relationship yang sering dipakai dalam ERD.
a. Unary Relationship
Unary Relationship adalah model relationship yang terjadi diantara entity yang berasal dari entity set yang sama. Sering juga disebut sebagai Recursive Relationship atau Reflective Relationship.
Sumber : Ladjamudin (2015:142)
Gambar II.5. Unary Relationship
Pegawai Menikah
I
M
Pada gambar di atas, relationship menikah menunjukan relationship satu-ke-satu antara instance-instance dari entitas Pegawai.
b. Binary Relationship
Binary relationship adalah model relationship antara instance- instance dari suatu tipe entitas (dua entity yang berasal dari entity yang sama). Relationship ini paling umum digunakan dalam pembuatan model data. Gambar dibawah ini menunjukan bahwa relationship “ambil” merupakan relationship banyak-ke-satu, artinya seseorang mahasiswa hanya dapat “ambil” untuk satu kuliah yang memiliki banyak mahasiswa.
Sumber : Ladjamudin (2015:142)
Gambar II.6. Binary Relationship
c. Ternary Relationship
Ternary Relationship merupakan relationship antara instance- instance dari tiga tipe entitas secara sepihak. Pada gambar dibawah ini, relationship mahasiswa mengambil jumlah sks yang diambil oleh mahasiswa menuju ke dosen yang telah ditentukan. Masing- masing entitas mungkin berpartisipasi satu atau banyak dalam suatu relationship ternary.
M
Mahasiswa Ambil Kuliah
N
Sumber : Ladjamudin (2015:142)
Gambar II.7. Ternary Relationship
4. Atribut
Secara umum atribut adalah sifat atau karakteristik dari tiap entitas maupun Relationship. Maksudnya, atribut adalah sesuatu yang menjelaskan apa sebenarnya yang dimaksud entitas maupun Relationship, sehingga sering dikatakan atribut adalah elemen dari setiap entitas dan Relationship.
5. Kardinalitas (Cardinality)
Menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain. Kardinalitas merujuk kepada hubungan maksimum yang terjadi dari himpunan entitas yang satu ke himpunan entitas yang lain dan begitu juga sebaliknya. Berikut adalah kardinalitas relasi :
Ambil
Mahasiswa Mahasiswa
Dosen
sks
a. One to One
Tingkat hubungan satu kesatu, dinyatakan dengan satu kejadian pada entitas pertama, hanya mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas yang kedua dan sebaliknya.
Sumber : Ladjamudin (2015:142)
Gambar II.8. Diagram Kardinal One to One
b. One to Many atau Many to One
Tingkat hubungan satu ke banyak adalah sama dengan banyak kesatu. Tergantung dari arah mana hubungan tersebut dilihat.
Untuk satu kejadian pada entitas yang pertama dapat mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas yang kedua.
Sebaliknya satu kejadian pada entitas yang kedua hanya dapat mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas yang pertama.
1
Dosen Kepalai Jurusan
1
NID NID
Sumber : Ladjamudin (2015:142)
Gambar II.9. Diagram Kardinal One to Many
Adanya relasi entitas dosen dengan dengan entitas kuliah.
Relasinya kita berarti “Ajar”. Pada relasi ini, setiap dosen dapat mengajar lebih dari satu mata kuliah, sedang setiap mata kuliah diajar hanya olehpaling banyak satu orang dosen.
c. Many to Many
Tingkat hubungan banyak ke banyak terjadi jika setiap kejadian pada sebuah entitas akan mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas lainya. Baik dilihat dari sisi entitas yang pertama,maupun dilihat dari sisi yang kedua.
Sumber : Ladjamudin (2015)
Gambar II.10. Diagram Kardinal Many to Many 1
Dosen Ajar Jurusan
M
NID NID Kd_MK
M
Mahasiswa Ajar Kuliah
N
NIM NIM Kd_MK Kd_MK
Adanya relasi entitas mahasiswa dengan entitas kuliah. Relasinya kita beri nama “belajar‟. Pada relasi ini, setiap mahasiswa dapat mempelajarilebih dari satu mata kuliah. Demikian juga sebaliknya, setiap mata kuliah dapat dipelajari oleh lebih dari satu orang mahasiswa.
2.2.3 Logical Record Structure (LRS)
Menurut Lestari (2013) “Logical Record Structure dibentuk dengan nomor tipe record. Beberapa tipe record digambarkan oleh kotak empat persegi panjang dan dengan nama yang unik”. Logical Record Structure (LRS) dapat juga disimpulkan sebagai representasi dari struktur record-record pada tabel-tabel yang terbentuk dari hasil himpunan entitas.
Perbedaan LRS dengan ERD dan tipe record berada diluar field tipe record ditempatkan. LRS terdiri dari link-link diantara tipe record. Link ini menunjukkan arah dari satu tipe record lainnya. Banyak link dari LRS yang diberi tanda field-field yang kelihatan pada kedua link type record. Penggambaran LRS mulai dengan menggunakan model yang dimengerti. Dua metode yang dapat digunakan, dimulai dengan hubungan kedua model yang dapat dikonversikan ke LRS. Metode yang lain dimulai dengan Entity Relationship Diagram dan langsung dikonversikan ke LRS. Berikut tahapan transformasi ERD ke LRS menurut Wulandari (2013:15-16):
1. Konversi ERD ke LRS, Entity Relationship Diagram harus diubah ke bentuk LRS (struktur record secara logic). Dari bentuk LRS inilah yang nantinya dapat ditransformasikan ke bentuk relasi tabel.
2. Konversi ERD ke LRS sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah ERD akan mengikuti pola pemodelan tertentu. Dalam kaitannya dengan konversi ke LRS, untuk perubahan yang terjadi adalah mengikuti aturan-aturan berikut:
a. Setiap entitas diubah kebentuk kotak dengan nama entitas, berada diluar kotak dan atribut berada didalam kotak.
b. Sebuah relationship kadang disatukan, dalam sebuah kotak bersama entitas, kadang sebuah kotak bersama-sama dengan entitas, kadang disatukan dalam sebuah kotak tersendiri.
c. Konversi LRS ke relasi tabel atau tabel adalah bentuk pernyataan data secara grafis dimensi, yang terdiri dari kolom dan baris. Relasi adalah bentuk visual dari sebuah file, dan tiap tuple/record dalam sebuah field, atau dalam bentuk lingkaran Diagram Entity Relationship dikenal dengan sebutan atribut. Konversi dari logical structure, dilakukan dengan cara:
1) Nama logical record structure menjadi nama relasi.
2) Tiap atribut menjadi sebuah kolom didalam relasi.
2.2.4 Pengujian
Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2013:272) “Pengujian adalah salah satu set aktifitas yang direncanakan dan sistematis untuk menguji atau mengevaluasi kebenaran yang diinginkan”. Pengujian untuk validasi memiliki beberapa pendekatan sebagai berikut :
1. Black-Box Testing (pengujian kotak hitam)
Yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi, masukan, dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.
Pengujian Black Box dilakukan dengan membuat kasus uji yang bersifat mencoba semua fungsi dengan memakai perangkat lunak apakah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Pengujian Black Box berusaha menemukan kesalahan dalam kategori sebagai berikut :
a. Fungsi-fungsi yang tidak benar atau hilang b. Kesalahan interface
c. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal d. Kesalahan kinerja
e. Inisialisasi dan kesalahan terminasi 2. White-Box Testing (pengujian kotak putih)
Yaitu pengujian perangkat lunak dari segi desain atau kode program apakah mampu menghasilkan fungsi-fungsi, masukan, dan keluaran yang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan.