• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

5

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Sistem 2.1.1 Pengertian sistem

Menurut Gordon B. Davis dalam Zakiyudin (2012:5) mendefinisikan “Sistem sebagai seperangkat unsur-unsur yang terdiri dai manusia, alat, konsep yang dihimpun menjadi satu untuk maksud dan tujuan bersama”.

Menurut Raymond McLeod Jr dalam Zakiyudin (2012:5) mendefinisikan “Sistem adalah sekelompok elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan-tujuan”.

Menurut Marshall B. Romney dan Paul John Steinbart (2015:3) mendefinisikan “Sistem (system) adalah serangkaian dua atau lebih komponen yang saling terkait dan saling berinteraksi untuk mencapai tujuan”.

Dari beberapa definisi menurut para ahli, penulis menyimpulkan bahwa sistem merupakan kesatuan unsur ataupun elemen yang digabungkan menjadi satu dengan maksud dan tujuan bersama.

2.1.2. Karakteristik sistem

Suatu sistem memiliki karakter atau sifat tertentu yang mencirikan sebagai suatu sistem. Karakteristik juga menggambarkan sistem secara logis. Menurut Zakiyudin (2012:6) Adapun karakteristik sistem tersebut adalah sebagai berikut :

(2)

Komponen-komponen dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Dimana setiap sistem memiliki sifat-sifat dari sistem dan menjalankan fungsi tertentu dari sistem. Subsistem yang menjalankan fungsi tertentu tersebut dapat mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

2. Lingkungan luar sistem (evironment system)

Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun yang berada di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat berupa sesuatu yang menguntungkan dan merugikan.

3. Batasan sistem (boundary)

Batasan sistem merupakan daerah yang dibatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dibatasi dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batasan sistem menunjukan ruang lingkup dari sistem tersebut.

4. Penghubung sistem (interface system)

Penghubung atau jalinan sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem satu dengan subsistem lainnya. Kegunaan dari penghubung sistem adalah :

a. Memungkinkan sumber-sumber daya dapat mengalir dari subsistem yang satu dengan subsistem yang lainnya.

b. Keluaran dari subsistem menjadi masukan untuk subsistem yang lainnya melalui penghubung.

c. Satu subsistem dapat berintegritasi dengan subsistem yang lainnya untuk membentuk satu kesatuan.

(3)

5. Masukan sistem (input system)

Masukan merupakan energi yang dimasukan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal

input)

a. Masukan perawatan merupakan energi yang dimasukan agar sistem tersebut beroperasi. Contohnya adalah program komputer.

b. Masukan signal merupakan energi yang dimasukan agar didapatkan keluaran (output). Contohnya adalah informasi.

6. Pengolah sistem (process system)

Suatu sistem harus memiliki suatu perangkat yang bertugas mengolah. Bagian pengolah ini yang akan mengunbah masukan menjadi keluaran. Sebagai contohnya adalah sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan barang-barang lainnya menjadi barang jadi.

7. Keluaran sistem (output system)

Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan berupa sisa pembuangan. Keluaran dapat menjadi masukan untuk subsistem yang lainnya atau kepada sistem.

8. Sasaran dan tujuan (objective and goal system)

Sasaran dan tujuan adalah merupakan sesuatu yang harus dimiliki sistem. Sasaran dari sistem menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil jika mengenai sasaran atau tujuannya.

(4)

2.1.3 Klasifikasi sistem

Menurut Zakiyudin (2012:7) Sistem dapat diklasifikasikan atas beberapa jenis, yaitu :

1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik

Sistem abstrak (abstract system) adalah sistem yang berisi gagasan atau konsep-konsep. Contohnya adalah sistem teologi atau keagamaan yaitu suatu sistem yang mengatur hubungan antara manusia dengan TuhanNya, antara alam dengan Allah sebagai pencipta alam semesta. Sedangkan sistem fisik (physical system) adalah sistem secara fisik dapat dilihat. Contohnya adalah sistem komputer, sistem transportasi, sistem perguruan tinggi, sistem akuntansi dan lain-lain.

2. Sistem Deterministik dan Probabilistik

Sistem deterministik (deterministic system) adalah sistem yang operasinya dapat diprediksi secara tepat. Contohnya adalah sistem komputer. Sistem ini kita dapat memberikan input sesuai dengan tujuan output tertentu. Sedangkan sistem probabilistik (probabilistic system) adalah sistem yang tidak dapat diprediksi atau diramal dengan pasti karena mengandung unsur probabilitas atau kemungkinan-kemungkinan. Contohnya adalah sistem evapotranspirasi, sistem serapan hara, sistem fotosintesis dan lain-lain.

3. Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka

Sistem tertutup (closed system) adalah sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan dan tidak dipengaruhi oleh lingkungannya, dengan kata lain sistem yang tidak bertukar materi, informasi, energi dengan lingkungan. Contohnya reaksi kimia dalam tabung dan reaksi yang terisolasi. Sedangkan

(5)

sistem terbuka (open system) adalah sistem yang berhubungan dengan lingkungan dan dipengaruhi oleh lingkungan. Ciri-cirinya adalah sistem menerima masukan yang diketahui, yang bersifat acak, maupun gangguan. Contohnya adalah sistem yang berlaku pada perusahaan dagang, sistem tanah dan lain-lain.

4. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia

Sistem alamiah (natural system) adalah sistem yang terjadi secara alamiah tanpa tercampur tangan manusia. Contohnya adalah sistem tata surya. Sedangkan sistem buatan manusia (human made system) adalah sistem yang dibuat oleh manusia. Contohnya adalah sistem mobil, sistem komputer, sistem telekomunikasi dan lain-lain.

5. Sistem Sederhana dan Sistem Kompleks

Sistem sederhana adalah sistem yang tidah rumit atau sistem dengan tingkat kerumitan rendah. Contohnya adalah sistem sepeda, sistem alat ketik, sistem infiltrasi tanah dan lain-lain. Sedangkan sistem kompleks adalah sistem yang rumit contohnya sistem otak manusia, sistem komputer, sistem keseimbangan hara esensial dalam tanah dan lain-lain. Sistem informasi dapat tergolong sebagai sistem kompleks atau sederhana tergantung pada implementasinya.

2.1.4. Definisi informasi

Menurut Mc Fadden dkk dalam Zakiyudin (2012:10) mendefinisikan “informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut”.

(6)

Menurut Shannon & Weaver dalam Zakiyudin (2012:10) mendefinisikan “informasi adalah jumlah ketidakpastian yang dikurangi ketika sebuah pesan diterima”. Artinya dengan adanya informasi tingkat kepastian menjadi meningkat.

Sedangkan menurut Davis dalam Zakiyudin (2012:10) mendefinisikan “informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang”.

Dari beberapa definisi menurut para ahli, penulis menyimpulkan bahwa Informasi merupakan salah satu sumber daya yang sangat diperlukan dalam suatu organisasi. Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi menerimanya.

2.1.5. Kualitas Informasi

Ketika pengembang sistem baik pengguna maupun spesialis informasi mendefinisikan output yang diberikan oleh prosesor informasi. Mereka akan mempertimbangkan setidaknya empat dimensi utama dasar informasi. Keempat dimensi ini akan dapat menambah nilai dari informasi tersebut. Menurut Zakiyudin (2012:11) kualitas informasi bergantung pada empat dimensi utama dasar informasi yaitu :

1. Relevansi

Suatu informasi tidak akan berguna apabila tingkat relevansinya dengan keadaan yang sedang dianalisis sangat tipis. Relevansi suatu informasi akan menjadi penting karena hal itu menjadi variabel yang menentukan pengambilan keputusan dalam organisasi. Informasi memiliki relevansi jika informasi

(7)

tersebut memiliki hubungan dengan masalah yang dihadapi. Pengguna haruslah dapat memilih data yang diperlukan tanpa harus melewati dahulu sejumlah fakta-fakta yang tidak berhubungan.

2. Akurasi

Informasi yang diterima organisasi harusnya dapat dipercaya. Dengan demikian kita mengetahui sumber pertama pembawa informasi tersebut. Apabila kita tidak mengetahui siapa pembawa pertama informasi tersebut, maka ini akan berbahaya karena tidak ada yang bertanggung jawab yang sehubungan dengan informasi tersebut. Informasi yang akurat juga akan menjadi tolak ukur ketepatan dan keberhasilan pengambilan keputusan.

3. Ketepatan waktu

Informasi harus tersedia pada saat pengambilan keputusan sebelum hilangnya peluang yang ada. Informasi yang data setelah pengambilan keputusan diambil tidak akan memiliki nilai. Ketepatan waktu juga amat penting pada saat dibutuhkan oleh keadaan tertentu. Semakin tepat waktu suatu informasi yang ada, maka akan semakin berguna informasi tersebut. Sebaliknya, semakin kadaluarsa suatu informasi, maka akan semakin tidak ada artinya.

4. Kelengkapan

Para pengguna harus memperoleh informasi yang menyajikan suatu gambaran lengkap atas suatu masalah tertentu atau solusinya. Pengguna hendaknya dapat menentukan jumlah rincian yang dibutuhkan. Informasi dikatakan lengkap apabila memiliki jumlah rincian agregasi yang tepat dan mendukung semua area dimana keputusan akan diambil.

(8)

2.1.6. Pengertian Sistem informasi akuntansi

Menurut Mulyadi (2016:3) “Sistem Akuntasi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordianasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengolahan perusahaan”.

Menurut Marshall B. Romney dan Paull John Steinbart (2016:11) “ Sistem Infromasi Akuntasi mengumpulkan, mencatat, menyimpan, dan memproses akuntasi dan data lain untuk menghasilkan informasi bagi pembuat keputusan”.

Sedangkan menurut Anastasia Diana dan Lilis Setiawati (2011:4) “Sistem Informasi Akuntasi adalah sistem yang bertujuan untuk mengumpulkan dan memproses data serta melaporkan informasi yang berkaitan dengan transaksi keungan”.

Dari beberapa definisi menurut para ahli, penulis menyimpulkan bahwa SIA bisa dan mampu menjadi sistem informasi utama organisasi dan menyediakan informasi bagi pengguna yang dibutuhkan untuk menjalankan pekerjaan mereka.

2.2. Peralatan pendukung (Tools System) 2.2.1. Pengertian UML

Menurut Martin Flower (2014:1) mengemukakan bahwa “Unified

Modelling Language (UML) adalah keluarga notasi grafis yang didukung oleh

meta-model tunggal, yang membantu pendeskripsian dan desain sistem perangkat lunak, khususnya sistem yang dibangun menggunakan pemrograman beroirentasi objek (OO)”.

(9)

Sedangkan menurut Rosa A. S. dan M. Shalahuddin (2014:133) mengemukakan bahwa “UML (Unified Modelling System) adalah alah standar bahasa yang banyak digunakan di dunia industri untuk mendefinisikan

requirement, membuat analis & desain, serta menggambarkan arsitektur dalam

pemrograman berorientasi objek”.

2.2.2. Diagram-Diagram UML (Unified Modeling Language)

UML terdiri dari diagram-diagram, dimana setiap diagram di dalam UML memperlihatkan sistem dari berbagai sudut pandang yang berbeda.

1. Class Diagram

Diagram kelas atau class diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sisterm. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi.

a. Atribut merupakan variabel-variabel yang memiliki oleh suatu kelas. b. Operasi atau metode adalah fungsi- fungsi yang dimiliki oleh suatu kelas. 2. Object Diagram

Diagram objek menggambarkan struktur sistem dari segi penamaan objek dan jalannya objek dalam sistem. Pada diagram objek harus dipastikan semua kelas yang sudah didefinisikan pada diagram kelas harus dipakai objeknya. Karena jika tidak, pendefinisian kelas itu tidak dapat dipertanggungjawabkan. Diagram objek juga berfungsi untuk mendefinisikan contoh nilai atau isi dari atribut tiap kelas.

Untuk apa mendefinisikan sebuah kelas sedangkan pada jalannya sistem, objeknya tidak pernah dipakai. Hubungan link pada diagram objek

(10)

merupakan hubungan memakai dan dipakai dimana dua buah objek akan dihubungkan oleh link jika ada objek yang dipakai oleh objek lainnya.

3. Component Diagram

Diagram komponen atau component diagram dibuat untuk menunjukan organisasi dan ketergantungan diantara kumpulan komponen dalam sebuah sistem. Diagram komponen fokus padakomponen sistem yang dibutuhkan dan ada di dalam sistem. Diagram komponen juga dapat digunakan untuk memodelkan hal-hal berikut :

a. Source code program perangkat lunak b. Komponen executable yang dilepas ke user c. Basis data secara fisik

d. Sistem yang harus beradaptasi dengan sistem lain

e. Framework sistem, framework pada perangkat lunak merupakan kerangka kerja yang dibuat untuk memudahkan pengembangan dan pemeliharaan aplikasi.

4. Composite Structure Diagram

Diagram ini dapat digunakan untuk menggambarkan struktur dari bagian-bagian yang saling terhubung maupun mendeskripsikan struktur pada saat berjalan (runtime) dari instance yang saling terhubung. Dapat menggambarkan struktur di dalam kelas atau kolaborasi. Contoh penggunaan diagram ini misalnya untuk menggambarkan deskripsi dari setiap bagian mesin yang saling terkait untuk menjalankan fungsi mesin tersebut, menggambarkan aliran data router pada jaringan komputer dan lain-lain.

(11)

5. Package Diagram

Package adalah sebuah bentuk pengelompokan yang memungkinkan anda

untuk mengambil setiap bentuk di UML dan mengelompokan elemen-elemennya dalam tingkatan unit lebih tinggi. Kegunaanya yang paling umum adalah untuk mengelompokan class dan anda juga dapat menggunakan

package untuk setiap bagian UML lainnya.

6. Sequence Diagram

Sequence diagram, secara khusus menjabarkan behavior sebuah skenario

tunggal. Diagram tersebut menunjukan sejumlah objek ciontoh dan pesan-pesan yang melewati objek-objek ini di dalam use case. Sequence diagram menunjukan interaksi dengan menampilkan setiap interaksi dengan menampilkan setiap partisipan dengan garis alir secara vertikal dang pengurutan pesan dari atas ke bawah. Sequence diagram sangat bagus untuk memperlihatkan kolaborasi antar objek, tetapi tidak terlalu bagus pada definisi yang rinci tentang behavior.

7. Use case diagram

Use case adalah teknik untuk merekam persyaratan fungsional sebuah sistem. Use case mendeskripsikan interaksi tipikal antara para pengguna sistem

dengan sistem itu sendiri, dengan memberi sebuah narasi tentang bagaimana sistem tersebut digunakan.

8. Deployment Diagram

Deployment diagram menunjukan susunan fisik sebuah sistem, menunjukan

(12)

9. State machine diagram

State machine diagram adalah teknik yang umum digunakan untuk

menggambarkan behavior sebuah sistem. Dalam pendekatan beorientasi objek menggambarkan sebuah state machine diagram untuk sebuah class tunggal untuk menunjukan behavior seumur hidup sebuah objek tunggal.

State machine hanya menampilkan apa yang diperhatikan atau di aktivasi

sebuah objek secara langsung. State dapat bereaksi terhadap event tanpa adanya transisi dengan menggunakan aktivitas internal: memasukan event, penjaga, dan activity dalam kotak state itu sendiri

10. Activity diagram

Activity diagram adalah teknik untuk menggambarkan logika prosedural,

proses bisnis, dan jalur kerja. Dalam beberapa hal, diagram ini memainkan peran mirip sebuag diagram alir, tetapi perbedaan prinsip antara diagram ini dengan notasi diagram alir adalah diagram ini mendukung behavior paralel. Kekuatan activity diagram terletak pada kenyataan bahwa mereka mendukung dan menganjurkan behavior yang paralel.

11. Communicatoin diagram

Communication diagram macam dari interaction diagram, memberi tekanan pada hubungan-hubungan data antar partisipan yang berbeda dalam sebuah interaksi. Communication diagram tidak menggambarkan setiap partisipan sebagai sebuah garis alir dan menunjukan pesan-pesan dengan arah vertikal seperti yang dilakukan sequence diagram, tetapi memungkinkan untuk menempatkan partisipan-partisipan secara bebas, untuk menggambar

(13)

hubungan-hubungan yang menunjukan bagaimana partisipan berhubungan, dan menggunakan nomorisasi untuk menunjukan bagian dari pesan-pesan.

12. Interaction Overview diagram

Interaction overview diagram merupakan hasil pencangkokan dari activity

diagram dan sequence diagram. Anda dapat menganggap interaction

overview diagram baik sebagai activity diagram dengan activity yang diganti sequence diagram, atau sebagai sebuah sequence diagram yang dipecah

menggunakan notasi activity diagram yang digunakan untuk menunjukan aliran kontrol.

13. Timing diagram

Timing diagram merupakan bentuk lain interaction diagram, dimana

fokusnya adalah batasan waktu untuk sebuah objek tunggal ataupun menjadi lebih berguna untuk sekelompok objek. Timing diagram bergubna untuk menunjukan batasan waktu antara perubahan waktu pada objek yang berbeda. Diagram ini khususnya sering digunakan oleh perencana perangkat keras.

2.2.3. Tujuan penggunaan UML (Unified Modelling Language)

Menurut Rosa A.S dan M. Shalahuddin (2014 :136) mengemukakan bahwa “Perangkat pemodelan adalah suatu model yang digunakan untuk menguraikan sietem menjadi bagian-bagian yang dapat diatur dan mengkomunikasikan ciri konseptual dan fungsional kepada pengamat”.

Peran perangkat pemodelan adalah sebagai berikut: 1. Komunikasi

(14)

Perangkat pemodelan dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara pemakai dengan analisis sistem maupun developer dalam pengembangan sistem.

2. Eksperimentasi

Pengembangan sistem yang bersifat “ trial and error”. 3. Prediksi

Model meramalkan bagaimana suatu sistem akan bekerja

2.2.4. ERD (Entity Relationship Diagram)

Menurut Sutanta (2011:91) mengemukakan bahwa “Entity Relationship

Diagram (ERD) merupakan suatu model data yang dikembangkan berdasarkan

objek”.

Menurut Fathansyah (2007:79) “Entity Relationship Diagram (ERD) adalah model entity relationship yang berisi komponen-komponen himpuna entitas dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang merepresentasikan seluruh fakta dari dunia nyata”.

Sedangkan menurut Al Fatta (2009:79) “Entity Relationship Diagram (ERD) adalah suatu model jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dalam sistem secara abstrak dan merupakan model jaringan data yang menekankan pada struktur dan hubungan antar data”.

Dari beberapa pengertian menurut para ahli penulis menyimpulkan Entity

Relationship Diagram (ERD) adalah suatu pemodelan basis data (database)

relasional yang didasarkan dari suatu persepsi dunia nyata, terdiri dari sekumpulan objek yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Suatu objek

(15)

disebut entitas atau entiti dari hubungan dari suatu entitas yang dimilikinya disebut relasi (relationship). Suatu entitas (entity) bersifat unik dan memiliki atribut sebagai pembeda dengan entitas lainnya.

Menurut Sutanta (2011:91) ada tiga komponen yang digunakan : 1. Entitas

Entitas adalah suatu objek yang dapat di identifikasi dalam lingkungan pemakai, sesuatu yang penting bagi pemakai dalam konteks sistem yang akan dibuat.

2. Atribut

Berfungsi mendeskripsikan karakter entiti. Misalnya atribut nama pekerja dari entiti pekerja. Setiap entiti bisa terdapat lebih dari satu atribut.

3. Hubungan (Relationship)

Sebagaimana halnya entitas maka dalam hubungan harus dibedakan antara hubungan atau bentuk hubungan antar entiti dengan isi dari hubungan itu sendiri. Adapun jenis-jenis penghubungnya sebagai berikut :

a. One-to-One

Contoh :

1) Setiap mahasiswa memiliki satu Id Card

2) Satu Id Card hanya dimiliki oleh satu mahasiswa Sumber : Sutanta (2011:91)

Gambar II.1. Hubungan Relasi One-to-One

PENDUDUK MEMILIKI KTP

(16)

b. One – to – Many

Contoh :

1) Pembimbing akademik memiliki banyak mahasiswa

2) Satu mahasiswa hanya memiliki satu pembimbing akademik. Sumber : Sutanta (2011:91)

Gambar II.2. Hubungan Relasi One-to-Many

c. Many – to – Many

Contoh :

1) Mahasiswa memmiliki banyak mata kuliah 2) Mata kuliah dimiliki oleh banyak mahasiswa Sumber : Sutanta (2011:92)

Gambar II.3. Hubungan Relasi Many-to-Many

2.2.5. Logical Record Structured (LRS)

Logical Record Structured (LRS) dibentuk dengan nomor dari tipe baris

dari suatu tabel data (record), beberapa tipe record digambarkan oleh kotak empat persegi panjang dengan nama yang unik. Logical Record Structure (LRS) terdiri dari hubungan-hubungan (link) diantara tipe record, hubungan (link) yang menunjukan arah dari satu tipe ke record lainnya.

PEMBIMBING AKADEMIK

MEMILIKI MAHASISWA

1 M

(17)

Logical Record Structure (LRS) yaitu representasi dari isi baris suatu tabel

data struktur (record structured) pada tabel-tabel yang terbentuk dari hasil relasi antar himpunan entitas. Logical Record Structured (LRS) dibentuk dengan nomor dari tipe record. Beberapa tipe record digambarkan oleh kotak empat persegi panjang dan dengan nama yang unik. Logical Record Structured (LRS) terdiri dari hubungan-hubungan (link) diantara tipe record, hubungan (link) yang menunjukan arah dari satu record ke record lainnya.

Tahapan transformasi Entity Relationship Diagram (ERD) ke dalam

Logical Record Structured (LRS) antara lain:

1. Entity Relationship Diagram (ERD) harus diubah kedalam bentuk struktur record secara Logical Record Structured (LRS). Dari bentuk Logical Record

Structured (LRS) inilah yang nantinya dapat di transformasikan ke bentuk

relasi tabel.

2. Sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah model sistem yang digambarkan dengan Entity Relationship Diagram (ERD) dan akan mengikuti konsep perancangan dari suatu model tertentu. Dalam kaitannya dengan konvensi ke Logical Record Structured (LRS), untuk perubahan yang terjadi mengikuti aturan-aturan, sebagai berikut:

a. Setiap entitas dibentuk pada bentuk kotak dilengkapi dengan nama entitas berada di luar kotak dan atribut berada di dalam kotak.

b. Suatu hubungan atau relasi dihubungkan pada sebuah kotak entitas, atau dari suatu kotak bersama-sama dengan entitas, terkadang disatukan dalam sebuah kotak tersendiri.

(18)

c. Konvensi Logical Record Structured (LRS) ke relasi tabel adalah bentuk pernyataan data secara grafis dimensi, yang terdiri, yang terdiri dari kolom dan baris. Relasi adalah bentuk visual dari sebuah file dan setiap tupel dalam suatu field atau dalam bentuk lingkaran diagram

entity Relationship dikenal dengan sebuah atribut.

2.2.6. JAVA

Menurut Arie (2010:1) mendefinisikan “Java merupakan perangkat lunak produksi Sun Microsistem Inc untuk pemograman beberapa tujuan (Multi

Purpose), dapat berjalan di beberapa sistem operasi (Multiplatform), mudah

dipelajari dan powerful”. Aplikasi-aplikasi yang dapat dibuat dengan Java, meliputi :

1. Pemograman Web (Web Programming)

2. Pemograman Dekstop (Dekstop programming)

3. Pemograman Mobile atau Handphone (Mobile Programming)

Sun Microsistem sendiri mendeskripsikan Java sebagai bahasa pemograman yang sederhan. Sifat yang dideskripsikan oleh Sun Microsistem dapat dipaparkan meliputi :

1. Sederhana

Pengembangan Java banyak membutuhkan fitur-fitur yang tidak diperlukan seperti yang dimiliki bahasa pemograman tingkat tinggi lainnya.

(19)

3. Program Java menyingkirkan sendiri sampah-sampah yang tidak berguna. Artinya program tidak perlu menghapus objek-objek yang dilokasikan di memori

4. Robust (Tangguh)

Karena interpretasi Java memeriksa seluruh akses sistem yang dilakukan program, maka program Java tidak akan membuat sistem menjadi crash. 5. Dapat diperluas

Program Java mendukung metode native yakni fungsi-fungsi yang ditulis dalam bahasa latin C++.

Java membagi versi programnya kedalam tiga kelompok besar, yaitu : a. Java 2 Standar Edition (J2SE) untuk konsentrasi pada PC

b. Java 2 Enterprise Edition (J2EE) untuk konsentrasi pada aplikasi server besar

c. Java 2 Micro Edition (J2ME) untuk konsentrasi pada mobile.

2.3. Tinjauan Akuntasi 2.3.1. Pengertian Akuntasi

Menurut Sujarweni (2016:309) mendefinisikan bahwa :

“Akuntasi berasal dari bahasa inggris yaitu to account yang artinya menghitung atau mempertanggung jawabkan sesuatu yang ada kaitannya dengan pengolahan bidang keuangan dari suatu perusahaan kepada pemiliknya atas kepercayaan yang telah diberikan kepada pengolah tersebut untuk menjalankan kegiatan perusahaan”.

Menurut Marshall B. Romney dan Paul John Steinbart (2016:11) mendefinisikan bahwa “Akuntasi adalah proses identifikasi, dan penyimpanan data serta proses pengembangan, pengukuran, dan komunikasi informasi.

(20)

Sedangkan menurut Anastasia Diana dan Lilis Setiawati (2011:14) mendefinisikan bahwa “Akuntasi merupakan proses mengidentifikasi, mengukur, mencatat dan mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa ekonomi dari suatu organisasi (bisnis maupun non bisnis) kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan infomasi bisnis tersebut (pengguna informasi)”.

Dari beberapa definisi menurut para ahli, penulis menyimpulkan bahwa Akuntasi merupakan proses pencatatan, menghitung, mengidentifikasi, mengukur serta bentuk laporan keuangan baik masukan atau keluaran.

2.3.2. Siklus Akuntasi

Menurut Hery (2014:66) mendefinisikan bahwa “Proses akuntasi yang diawali dengan menganalisa dan menjurnal transaksi, dan yang diakhiri dengan membuat laporan”.

Menurut Hery (2014:66) ada beberapa tahapan-tahapan dalm siklus akuntasi dapat diurutkan sebagai berikut :

1. Dokumen pendukung transaksi dianalisis dan informasi yang terkandung dalam dokumen tersebut dicatat dalam jurnal

2. Data akuntasi yang ada dalam jurnal diposting ke buku besar

3. Seluruh saldo akhir yang terdapat pada masing-masing buku besar akun dipindahkan ke neraca saldo untuk membuktikan kecocokan antara keseluruhan nilai akun yang bersaldo normal debet dengan keseluruhan nili akun yang bersaldo normal kredit

(21)

5. Memposting data jurnal penyesuaian ke masing-masing buku besar akun yang terkait

6. Dengan menggunakan pilihan (Option) bantuan neraca lajur sebagai keetas kerja (Work Sheet), neraca saldo setelah penyesuaian (Adjusting Trial

Balance) dan laporan keuangan disiapkan

7. Membuat ayat jurnal penutup (Closing Entries)

a. Memposting data jurnal penutup ke masing-masing buku besar akun yang terkait

b. Meniapkan neraca saldo setelah penutupan (Post-Closing Trial Balance) c. Membuat ayat jurnal pembalik (Reserving Entries).

Jika digambarkan dalam bagan arus, tahapan siklus akuntasi dalam gambar sebagai berikut :

Sumber : Hery (2014:67)

(22)

2.3.3. Sistem Akuntasi Persediaan

Menurut Mulyadi (2016:463) mengemukakan bahwa “Sistem akuntansi persediaan bertujuan untuk mencatat mutasi setiap jenis persediaan yang disimpan di gudang. Sistem ini berkaitan dengan sistem penjualan, sistem return penjualan, sistem pembelian, sistem return pembelian, dan sistem akuntansi biaya produksi”.

Menurut Martani dkk mengemukakan bahwa “Persediaan merupakan salah satu aset yang sangat penting bagi suatu entitas baik bagi perusahaan ritel, manufaktur, jasa, maupun entitas lainnya”.

Dalam sistem persediaan terdapat dua macam metode pencatatan persediaan: metode mutasi persediaan (perpectual inventory method) dan metode persediaan fisik (physical inventory method). Dalam metode persediaan fisik, hanya tambahan persediaan dari pembelian saja yang dicatat, sedangkan mutasi berkurangnya persedian karena pemakaian tidak dicatat dalam kartu persediaan. Untuk mengetahui beberapa harga pokok persediaan yang dipai atau dijual, harus dilakukan perhitungan fisik sisa persediaan yang masih ada di gudang pada akhir periode akuntansi. Harga pokok persediaan awal periode ditambah dengan harga pokok persediaan yang dibeli selama periode dikurangi dengan harga pokok persediaan pada akhir periode merupaka harga pokok persediaan yang dipakai selama periode akuntansi yang bersangkutan. Metode persediaan fisik adalah cocok digunakan dalam penentuan biaya bahan baku dalam perusahaan yang harga pokok produknya dikumpulkan dengan metode harga pook proses. Metode mutasi persediaan adalah cocok digunakan dalam penentuan biaya bahan baku dalam perusahaanyang harga pokok produknya dikumpulkan dengan metode harga pokok pesanan.

(23)

2.3.4. Pencatatan Akuntasi Manual

Unsur atau elemen akuntasi pokok adalah formulir dan catatan-catatan yang terdiri dari jurnal dan buku besar serta laporan. Menurut Mulyadi (2014:3) mengemukakan pengertian masing-masing elemen sistem akuntasi sebagai berikut :

1. Formulir

Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi. Formulir sering disebut dengan istilah dokumen, karena dengan formulir ini peristiwa yang terjadi dalam organisasi, direkam atau didokumentasikan diatas secarik kertas. Formulir sering pula disebut dengan istilah media, karena formulir merupakan media untuk mencatat peristiwa yang terjadi dalam organisasi kedalam catatan.

2. Jurnal

Jurnal merupakan catatan akuntasi pertama yang digunakan untuk mencatat, mengklarifikasi, dan meringkas data keuangan dan data lainnya. Setelah yang telah disebutkan diatas, sumber informasi pencatatan dalam jurnal ini adal formulir. Dalam jurnal ini data keuangan untuk pertama kalinya diklasifikasikan menurut penggolongan yang sesuai dengan informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Dalam jurnal ini pula terdapat kegiatan peringkasan data, yang hasil peringkasannya kemudian di-posting ke akun yang terkait dalam buku besar.

3. Buku Besar

Buku besar (General Ledger) terdiri dari akun-akun yang digunakan untuk meringkas data-data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal.

(24)

Akun-akun dalam buku besar ini disediakan sesuai dengan unsur-unsur informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Akun buku besar ini disatu pihak dapat dipandang sebagai wadahuntuk menggolongkan data keuangan, dipihak lain dapat dipandang sebagai sumber informasi keuangan untuk penyajian laporan keuangan.

4. Buku Pembantu

Buku pembantu terdiri dari akun-akun pembantu yang merinci data keuangan yang merinci yang tercantum dalam buku besar. Buku besar dan buku pembantu merupakan catatan akuntasi akhir (Books of Final Entry), yang berarti tidak ada catatan akuntasi lain lagi sesudah data akuntasi diringkas dan digolongkan dalam akun buku besar dan buku pembantu.

5. Laporan

Hasil akhir proses akuntasi adalah laporan keuangan berupa laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan saldo laba, laporan harga pokok produksi, laporan beban pemasaran, laporan beban pokok penjualan, daftar umum piutang, daftar utang yang akan dibayar, daftar saldo persediaan yang lambat penjualannya. Laporan berisi informasi yang merupakan keluaran (Output) sistem akuntasi.

Gambar

Diagram  kelas  atau  class  diagram  menggambarkan  struktur  sistem  dari  segi  pendefinisian  kelas-kelas  yang  akan  dibuat  untuk  membangun  sisterm
Diagram  komponen  atau  component  diagram  dibuat  untuk  menunjukan  organisasi  dan  ketergantungan  diantara  kumpulan  komponen  dalam  sebuah  sistem
Diagram  ini  khususnya  sering  digunakan  oleh  perencana  perangkat  keras.
Gambar  II.1. Hubungan  Relasi  One-to-One
+3

Referensi

Dokumen terkait

Dari beberapa teori yang telah di kemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa “ERD ( Entity Relationship Diagram ) adalah salah satu model yang digunakan untuk

Konversi ERD ke LRS, Entity Relationship Diagram harus diubah ke bentuk LRS (struktur record secara logic). Dari bentuk LRS inilah yang nantinya dapat ditransformasikan

Konversi ERD ke LRS,Entity Relationship Diagram harus diubah ke bentuk LRS (struktur record secara logic). Dari bentuk LRS inilah yang nantinya dapat ditransformasikan

Merupakan suatu software yang dapat digunakan untuk membantu atau membuat data flow diagram (DFD) dan juga entity relationship diagram (ERD) dengan cara melakukan

Perancangan database di susun berdasarkan ERD (Entity Relationship Diagram) yang merupakan model jaringan yang menggunakan relasi susunan data yang disimpan di dalam sistem

Menurut Yanto dalam Lestari, dkk (2018:16) mengatakan “ERD adalah suatu diagram untuk menggambarkan desain konseptual dari model konseptual suatu basis data relasional, ERD

Diagram (ERD) adalah gambar atau diagram yang menunjukan informasi dibuat, disimpan, dan digunakan dalam sistem bisnis”. Sedangkan menurut (Sukamto & Shalahuddin, 2015)

Menurut Lubis (2016:37) memberikan pengertian Model data dengan diagram hubungan entitas (entity relationship diagram/ER-D) adalah suatu pemodelan berbasis pada persepsi