• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Melihat kondisi sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini yang mengalami banyak tekanan baik dari segi ekonomi, politik, pekerjaan dan sebagainya, menyebabkan terjadinya depresi dan gejala stroke .

Neurolog dari Rush University Medical Center Dr Richard E. Temes mengatakan, stroke sangat mungkin terjadi kapan saja. Yang perlu diingat adalah stroke sangat mungkin dicegah. Salah satu penanda yang paling mudah dikenali saat seseorang akan terkena stroke adalah penyumbatan pembuluh darah sementara atau disebut transient ischemic attack (TIA). Untuk mencegah terjadinya kecacatan jangka panjang pada seseorang yang terkena stroke iskemik, maka dimana bagian tersumbatnya pembuluh darah harus diketahui secara tepat.

Pada kasus stroke iskemik hiperakut, CT Scan biasanya tidak sensitif mengidentifikasi infark serebri karena terlihat normal pada > 50% pasien, tetapi cukup sensitif untuk mengidentifikasi perdarahan intrakranial akut dan atau lesi lain yang merupakan kriteria eksklusif terapi trombolitik. Untuk membantu dalam mengklasifikasikan lokasi stroke digunakan pengolahan citra sehingga hasil CT Scan dapat digunakan untuk mengidentifikasi lokasi terjadinya stroke iskemik.

Penelitian menggunakan objek data hasil CT Scan sudah banyak dilakukan diantaranya penelitian yang dilakukan oleh (Nurhayati, 2009), (Susmikanti, 2010), dan (Pradanawati,et.all.,2011). Nurhayati (2009) dalam penelitiannya menggunakan pengolahan citra untuk menganalisis citra digital Head CT Scan.

Metode yang digunakan adalah metode pengambangan, pengambangan ganda, deteksi tepi, dan k-mean clustering untuk menganalisis objek berdasarkan dari ciri objek tersebut.

(2)

2

Susmikanti (2010) dalam penelitiannya, telah melakukan identifikasi pola berbasis jaringan syaraf tiruan terhadap jenis tumor melalui hasil pola citra menggunakan citra digital CT Scan maupun MRI. Selanjutnya citra dari hasil CT Scan ataupun MRI dikonversi kedalam bentuk digital standard menggunakan

teknik pengolahan citra. Hasil konversi digital, menggunakan PCA (Principle Component Analysis) menghasilkan karakteristik dominan sehingga mewakili

pola citra tersebut. Karakteristik dominan ini digunakan pada jaringan syaraf tiruan, untuk tahap pembelajaran, pelatihan dan pengujian atau simulasi. Dalam identifikasi pola, pada tahap pembelajaran dengan pengawasan digunakan metode perceptron. Jenis tumor otak terhadap hasil CT Scan maupun MRI diklasifikasikan sesuai dengan kode masukan. Sampel untuk keperluan pembelajaran, pelatihan dan simulasi menggunakan basis data hasil CT Scan ataupun MRI .

Pradanawati, et.all, 2011 melakukan penelitian dengan data citra foto thoraks untuk mendiagnosa penyakit kanker paru, dengan metode yang digunakan adalah ANFIS (Adaptive Neuro-Fuzzy Inference Systems) dimana metode ini adalah gabungan dari sistem fuzzy logic dan JST.

Kemampuan Jaringan Syaraf Tiruan (JST) dalam mendiagnosa atau mengenali jenis tumor yang terjadi sangat dipengaruhi oleh banyaknya data training. Oleh sebab itu, semakin banyak karakteristik dominan yang ditraining akan semakin bagus. Namun disisi lain, jaringan syaraf tiruan memiliki kelemahan. Yaitu masih dibutuhkan iterasi yang banyak dalam proses training untuk memproses neural network yang besar, sehingga terkadang hasil yang diperoleh menjadi kurang akurat. Dari perbandingan kedua penelitian yang dilakukan, didapat kesimpulan bahwa performa ANFIS lebih baik dibanding JST dalam mendiagnosa kanker. Hal ini dikarenakan kelebihan ANFIS yang mempunyai metode pembelajaran hybrid, yaitu pembelajaran arah maju (forward pass) dengan menggunakan metode Galat Kuadrat Terkecil (Recursive Least Square Estimator) atau sering disebut RLSE dan pembelajaran arah mundur (backward pass) yang menggunakan metode turunan (gradient descent) atau yang

1

(3)

3

lebih dikenal dengan istilah backpropagation. Pada arah maju, parameter premis dibuat tetap. Dengan menggunakan metode RLSE, parameter konsekuen diperbaiki berdasarkan pasangan data masukan-keluaran. Metode RLSE dapat diterapkan karena parameter konsekuen yang diperbaiki adalah parameter linier.

Metode RLSE akan mempercepat proses belajar. Setelah parameter konsekuen didapat, masukan dilewatkan jaringan adaptif kembali dan hasil keluaran jaringan adaptif ini dibandingkan dengan keluaran sebenarnya. Pada arah mundur, parameter konsekuen dibuat tetap. Kesalahan (error) yang terjadi antara keluaran jaringan adaptif dan keluaran sebenarnya dipropagasikan mundur dengan menggunakan gradient descent untuk memperbaiki parameter premis.

Dalam penelitian ini akan dilakukan pengenalan pola citra stroke iskemik atau identifikasi bagian otak yang terjadi penyumbatan dari CT Scan, metode yang digunakan untuk mengenali ciri objek adalah metode ANFIS, dari hasil konversi digital didapatkan karakteristik dominan, karakteristik dominan dari objek ini digunakan pada ANFIS (Adaptive Neuro Fuzzy Inference System) sebagai masukan untuk pengenalan pola dari CT Scan stroke iskemik akan menghasilkan output berupa hasil identifikasi bagian otak citra CT Scan yang terjadi penyumbatan.

1.2 Rumusan Masalah

Permasalahan yang ada dalam penelitian ini :

1. Bagaimana membangun arsitektur ANFIS (Adaptive Neuro Fuzzy Inference Sytem) yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi bagian

otak yang terkena stroke iskemik.

2. Bagaimana memvalidasi output ANFIS yang telah dibangun sehingga dapat digunakan untuk mengidentifikasi lokasi bagian otak yang terkena stroke iskemik.

(4)

4

1.3 Batasan Masalah

Batasan masalah dan asumsi yang digunakan untuk menganalisa antara lain : 1. Data yang digunakan adalah data hasil citra CT Scan Kepala

2. Hasil Citra diolah dengan pengolahan citra, dan hasil pengolahan dilakukan segmentasi citra

3. Hasil segmentasi citra diklasifikasi ciri menggunakan ANFIS 4. Penentuan stroke berdasarkan hasil klasifikasi ciri

1.4 Tujuan Penelitian

Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mangaplikasikan sistem identifikasi Neurologi (stroke iskemik) hasil citra CT Scan tomografi kepala.

Manfaat dari Penelitian ini antara lain :

1. Hasil identifikasi secara komputerisasi dengan proses pengolahan citra diharapkan dapat mengidentifikasi lokasi lesi bagian otak yang terkena stroke iskemik.

2. Menjadi bahan pembanding dalam pengambilan solusi dan pemecahan masalah dalam mengidentifikasi stroke iskemik.

1.5 Metodologi Penelitian

Metodologi pembahasan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Studi pustaka

Mencari referensi yang berhubungan dengan stroke iskemik, pengolahan citra digital, logika fuzzy, Fuzzy Inference System, Adaptive Neuro Fuzzy Inference System, data stroke dan hal-hal yang lain yang berkaitan dengan

penelitian.

2. Referensi Pustaka

Mencari referensi jurnal dan penelitian yang berhubungan dengan pengolahan citra digital, logika fuzzy, Fuzzy Inference System, Adaptive

(5)

5

Neuro Fuzzy Inference System, data stroke dan hal-hal yang lain yang

berkaitan dengan penelitian.

3. Pendalaman materi

Mempelajari dan memahami materi yang berhubungan dengan penelitian, seperti melakukan observasi lewat internet untuk mencari pengetahuan tambahan yang tidak terdapat pada buku-buku literatur serta melakukan konsultasi pada pembimbing.

4. Perancangan Perangkat Lunak

Perancangan perangkat lunak dengan menggunakan konsep analisis dan desain yang terestruktur, dan dimodelkan menggunakan diagram proses.

5. Implementasi

Implementasi secara coding berdasarkan analisis dan desain yang telah dibuat dan perangkat lunak itu sendiri akan dibuat dengan menggunakan perangkat lunak analisa matematik dan Java

6. Analisis fungsi hasil implementasi

Aplikasi yang telah selesai diimplementasikan akan dievaluasi. Pengujian akan dilakukan atas sistem yang telah dibangun pada tahap implementasi kemudian menganalisa tingkat kesalahan dan proses pengenalan stroke yang diujikan, serta akan dilakukan koreksi dan penyempurnaan program apabila diperlukan

7. Mendokumentasikan hasil laporan berdasarkan penelitian yang dilakukan dan membuat kesimpulan

1.6 Sistematika Penelitian

Sistematika penulisan pada tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab  ini menjelaskan  latar  belakang dan permasalahan, tujuan penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika penelitian.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

(6)

6

Bab ini berisi tentang abstraksi, simpulan, hasil, serta metode penelitian sebelumnya.

BAB III LANDASAN TEORI

Bab ini menjelaskan teori-teori pendukung yaitu pengetahuan dasar tentang Stroke Iskemik , Pengolahan Citra, Fuzzy C-Mean, Fuzzy Inference System, dan ANFIS

BAB IV ANALISA DAN RANCANGAN SISTEM

Bab ini membahas tentang analisis dan perancangan awal sistem untuk mengidentifikasi bagian otak yang terkena stroke.

BAB V IMPLEMENTASI

Bab ini berisi tentang Implementasi secara coding berdasarkan analisis dan desain yang telah dibuat

BAB VI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini membahas pengujian perangkat lunak, hasil uji coba dan analisa kelebihan dan kekurangannya. Menerangkan penggunaan dan pengujian implementasi gangguan neurologis (stroke) dengan menggunakan metode adaptive neuro fuzzy inference system yang telah dibuat bersama hasil uji coba yang telah dilakukan dan analisanya

BAB VII KESIMPULAN

Berisi kesimpulan dan saran terhadap pengembangan penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, peristiwa turunnya Al Qur’an selalu terkait dengan kehidupan para sahabat baik peristiwa yang bersifat khusus atau untuk pertanyaan yang muncul.Pengetahuan

Melihat perbedaan individual para wajib belajar tersebut penyelenggara program kejar Paket B harus dapat menyajikan materi pelajaran dengan suatu system penyampaian

Komposisi tari yang demikian biasanya apabila garapan cengkok kendangnya lemah, maka terinya dirasakan sangat lemah, (coba menarilah gambyong atau ngremo tanpa kendang

Definisi lainnya menyatakan bahwa TQM merupakan sistem manajemen yang mengangkat kualitas sebagai strategi usaha dan berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan

Variabel-variabel tersebut dimasukan ke dalam sebuah lapisan input tersembunyi (perseptron) yang dikalikan dengan nilai bobot dari setiap masukan sehingga menghasilkan sebuah

Berdasarkan hasil penelitian tentang pengetahuan dan perilaku ibu hamil terkait kunjungan ke poli gigi di Klinik Sahabat Medika Surabaya tahun 2020 dapat

Alkohol yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan senyawa organik antara lain seperti asam asetat, sebagai pelarut pembuat pernis, minyak

pendidikan rumah tangga miskin di Kelurahan Binuang Kampung Dalam Kecamatan Pauh Kota Padang, 2) Pekerjaan rumah tangga miskin di Kelurahan Binuang Kampung Dalam