KUMPULAN ABSTRAK JURNAL
KOLEKSI E-DEPOSIT
PERPUSTAKAAN
NASIONAL
TEMA PERTANIAN
2020
PENYUSUN : VALENTINE HILSINKA D.
PENYUNTING : YULITHA RANTE LILING
KARAKTERISTIK YOGHURT KERING YANG DIPERKAYA DIFRUCTOSE ANHYDRIDE III DARI UMBI DAHLIA SEBAGAI
MINUMAN FUNGSIONAL
Ainia Herminiati, Rimbawan Rimbawan, Budi Setiawan, Dewi Apri Astuti, Linar Zalinar Udin
ABSTRAK
Pengayaan yoghurt kering dengan III sebagai pangan fungsional yang berperan dalam meningkatkan penyerapan kalsium bermanfaat sebagai pencegahan terhadap osteoporosis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik yoghurt kering yang diperkaya dengan DFA III dari umbi dahlia dan umbi meliputi:
(1) proses pembuatan yoghurt kering tanpa pengayaan (Y), diperkaya dengan DFA III dari umbi dahlia (YD), dan diperkaya dengan DFA III komersial dari umbi organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemurnian DFA III dari umbi dahlia 96,0% dan DFA III komersial dari umbi 99,9%. Yoghurt kering yang diperkaya dengan DFA III dari umbi dahlia yang bersifat prebiotik dapat meningkatkan viabilitas bakteri asam laktat sebagai probiotik yang menunjukkan bahwa produk tersebut dapat digolongkan sebagai produk sinbiotik dan dapat digunakan sebagai minuman fungsional untuk meningkatkan penyerapan kalsium sebagai pencegahan terhadap osteoporosis.
Kata kunci : Difructose Anhydride III, karakteristik, pengayaan, yoghurt kering
Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknlogi Pertanian Volume : Vol. 35, No. 02 (Mei 2015)
DOI: https://doi.org/10.22146/agritech.9399
Link URL: https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9399
KARAKTERISASI ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT DARI MANDAI YANG BERPOTENSI SEBAGAI PROBIOTIK
Aswita Emmawati, Betty Sri Laksmi, Lilis Nuraida, Dahrul Syah
ABSTRAK
Mandai merupakan pangan fermentasi yang terbuat dari dami atau bagian dalam kulit cempedak. Penelitian tentang mandai, khususnya bakteri yang terlibat dalam fermentasi mandai, masih belum banyak dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan isolasi dan karakterisasi bakteri asam laktat yang diisolasi dari serta mengevaluasi potensinya sebagai probiotik. Sampel diperoleh dari beberapa industri rumah tangga di Kalimantan Timur, yang dibuat dengan kadar garam 5, 10 dan 15%. Delapan puluh lima isolat bakteri asam laktat diperoleh dari pada hari ke-4, 8 dan 12 fermentasi dan dikaji sifat-sifat probiotiknya. Semua isolat menunjukkan toleransi yang baik terhadap pH rendah (pH 2,0) dengan penurunan jumlah sel hidup kurang dari 2 log cfu/ml. Isolat bakteri asam laktat dapat tumbuh dengan adanya 0,5% garam empedu walaupun jumlah sel hidupnya menurun dibandingkan dengan jumlah sel hidup pada medium tanpa garam empedu. Penurunan jumlah isolat viabel kurang dari 1 log cfu/ml teramati pada 21 isolat. Keseluruhan hasil mengindikasikan bahwa kesepuluh bakteri asam laktat yang diisolasi dari mandai berpotensi sebagai probiotik.
Kata kunci : Probiotik, bakteri asam laktat, sifat antimikroba, mandai, Lactobacillus plantarum
Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknlogi Pertanian Volume : Vol. 35, No. 02 (Mei 2015)
DOI: https://doi.org/10.22146/agritech.9400
Link URL: https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9400
PENGARUH SUHU DAN KELEMBABAN TERHADAP PERTUMBUHAN FUSARIUM VERTICILLIOIDES BIO 957 DAN PRODUKSI FUMONISIN B1
Dwi Rahayu, Winiati Pudji Rahayu, Hanifah Nuryani Jenie, Dian Herawati, Wisnu Broto, Santi Ambarwati
ABSTRAK
Fusarium verticillioides adalah spesies yang dominan dalam memproduksi fumonisin pada produk-produk pertanian. Fumonisin B1 (FB1) merupakan fumonisin yang paling banyak ditemukan di alam dan paling toksik dibandingkan jenis fumonisin lainnya. Faktor ekstrinsik utama yang mempengaruhi pertumbuhan dan produksi FB1 adalah suhu dan kelembaban. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suhu dan kelembaban terhadap pertumbuhan Bio 957 dan produksi FB1 pada media jagung dan kedelai. Jagung dan kedelai yang telah diiinokulasi dengan suspensi Bio 957 diinkubasi pada suhu 20, 30 dan 40 °C dengan kelembaban 70, 80 dan 90%
selama 14 hari. Pengamatan pertumbuhan dilakukan dengan penimbangan massa sel dan analisis konsentrasi FB1 dilakukan dengan HPLC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bio 957 mampu tumbuh dengan baik dan menghasilkan konsentrasi FB1 paling tinggi pada jagung dan kedelai pada suhu 20 dan 30 °C dengan kelembaban 90%. Pada suhu 40 °C dengan kelembaban 70, 80 dan 90%, Bio 957 tidak menunjukkan adanya pertumbuhan, sehingga pembentukan FB1 dapat dihindari.
Kata kunci : Fumonisin B1, Fusarium verticillioides bio 957, suhu, kelembapan
Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknlogi Pertanian Volume: Vol. 35, No. 02 (Mei 2015)
DOI: https://doi.org/10.22146/agritech.9401
Link URL: https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9401
SELEKSI BAKTERI ASAM LAKTAT DENGAN AKTIVITAS ANTI JAMUR YANG DIISOLASI DARI SILASE DAN SALURAN CERNA TERNAK
Ema Damayanti, Ade Erma Suryani, Ahmad Sofyan, Muhammad Faiz Karimy, Hardi Julendra
ABSTRAK
Kontaminasi jamur dalam bahan pakan masih menjadi masalah dalam industri ternak di Indonesia. Selain karena menurunkan kualitas pakan, akumulasi mikotoksin yang dihasilkan oleh jamur kontaminan dalam tubuh ternak juga mengakibatkan efek immunosupresif yang menyebabkan ternak mudah terserang penyakit hingga menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi bajteri asam laktat (BAL) dengan aktivitas anti jamur penghasil mikotoksin. BAL diisolasi dari silase pelepah sawit, saluran cerna unggas dan ruminansia (kambing dan sapi). Pengujian aktivitas anti jamur dilakukan dalam secara kualitatif dengan metode dan secara kuantitatif dengan menguji daya hambat supernatan bebas sel menggunakan metode difusi kertas cakram terhadap kapang FNCC 6002, FNCC 6033 dan FNCC 6111.
Hasil penelitian menunjukkan isolat PDS2 dari silase memiliki daya hambat yang nyata terhadap ketiga jamur uji, sedangkan isolat BAL dari saluran cerna unggas dan ruminansia tidak menunjukkan daya hambat yang nyata.
Kata kunci : Anti jamur, bakteri asam laktat, saluran cerna ternak, silase
Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknlogi Pertanian Volume : Vol. 35, No. 02 (Mei 2015)
DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9402
Link URL : https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9402
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT KAYU AKWAY (DRIMYS PIPERITA HOOK F.) TERHADAP BAKTERI PATOGEN
Gino Nemesio Cepeda, Meike Meilan Lisangan, Isak Silamba
ABSTRAK
Akway ( Hook f) adalah tumbuhan berkayu, berdaun hijau yang aromatik dan tergolong dalam famili Winteraceae. Tumbuhan ini digunakan oleh Suku Sougb yang bermukim di desa Sururey Distrik Manokwari Papua Barat untuk mengobati malaria dan meningkatkan vitalitas tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kapasitas antibakteri ekstrak kulit kayu akway pada beberapa tingkat konsentrasi, waktu pemanasan ekstrak pada 100 C, tingkat keasaman (pH) dan kandungan garam. Proses ekstraksi kulit kayu akway dilakukan dengan menggunakan metode maserasi pada suhu ruang selama 72 jam. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan pelarut etanol, etilasetat dan heksan. Pengujian kapasitas antibakteri ekstrak dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar terhadap empat spesies bakteri, yaitu Escherichia Coli ATCC25922, Bacillus Cereus ATCC10876, Pseudomonas aeruginosa ATCC27853, dan Staphyllococcus aureus ATCC25923 .Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi dan tingkat keasaman mempengaruhi kapasitas antibakteri ekstrak etilasetat kulit kayu akway.
Kata kunci : Akway, ekstrak, antibakteri, pemanasan, pH dan kandungan garam
Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknlogi Pertanian Volume : Vol. 35, No. 02 (Mei 2015)
DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9403
Link URL : https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9403
KARAKTERISTIK KIMIA DAN TEKSTUR TEMPE SETELAH DIPROSES DENGAN KARBON DIOKSIDA BERTEKANAN TINGGI
Maria Erna Kusyawati, Filli Pratama, Daniel Saputra, Agus Wijaya
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik kimia dan tekstur tempe setelah diproses dengan karbon dioksida bertekanan tinggi. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok yang disusun faktorial dengan dua faktor perlakuan dan tiga kali pengulangan. Tempe yang diperlakukan dengan tekanan 7,6 MPa selanjutnya disebut tempe PS sedangkan yang diperlakukan dengan tekanan 6,3 MPa disebut tempe PC. Faktor pertama adalah tekanan dengan dua level perlakuan meliputi 7,6 MPa dan 6,3 MPa, sedangkan faktor ke dua adalah lama waktu tekanan dengan 4 level yaitu 5, 10, 15, 20 menit. Parameter yang diamati meliputi tekstur, kadar air, protein, lemak, abu dan karbohidrat, mineral kalsium, dan vitamin B1, B2, B pada tempe kontrol dan tempe perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan, lama waktu tekanan dan interaksinya berpengaruh nyata terhadap kadar air, protein, lemak dan abu, tetapi tidak berpengaruh terhadap tekstur. Karbon dioksida tekanan tinggi baik pada 7,6 MPa maupun 6,3 MPa menurunkan kadar air dan lemak, tetapi kadar air tempe PC lebih tinggi dibanding tempe PS. CO2 3 tekanan 7,6 MPa yang menurunkan kadar protein.
Kata kunci : Karakteristik kimia, CO2 , tekanan tinggi, tempe
Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknlogi Pertanian Volume : Vol. 35, No. 02 (Mei 2015)
DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9405
Link URL: https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9405
PENGARUH RETROGRADASI PADA PEMBUATAN SOHUN PATI JAGUNG TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA PRODUK DAN
AKTIVITAS PREBIOTIKNYA
Prima Interpares, Haryadi Haryadi, Muhammad Nur Cahyanto
ABSTRAK
Penelitian dilakukan dengan perlakuan variasi lama waktu retrogradasi 0, 1, 2 dan 3 jam pada pembuatan sohun terlarut, rehidrasi, rasio pengembangan, elongasi, tekstur, dan kuat patah sohun kering). Hasil analisis dibandingkan dengan sampel komersial dan dipilih produk yang memiliki karakteristik sama dengan produk komersial.
Produk terpilih dipreparasi menjadi RS ((30 U/mg) dan enzim amiloglukosidase (300 U/mL), lalu sampel dicuci dengan alkohol 50%, dikeringkan dan disimpan 4 C hingga pemakaian. Analisis nilai aktivitas prebiotik dilakukan dengan menumbuhkan bakteri probiotik (ATCC 15707JCM 1551) dan bakteri enterik (IFO3301) pada media yang mengandung substrat 1% RS sohun teretrogradasi,1% glukosa, 1% RS produk komersial, 1% inulin dan kontrol selama 24 jam pada 37oC. ATCC 15707 diinkubasi pada kondisi anaerobik sedangkan IFO 3301dan JCM 1551 diinkubasi secara aerobik.
Hasil penelitian menunjukkan perlakuan retrogradasi 3 jam pada suhu 4ooC menghasilkan sohun pati jagung dengan mutu yang paling mendekati produk komersial.
Kata kunci : Sohun pati jagung, retrogradasi, mutu produk, nilai aktivitas prebiotic
Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknlogi Pertanian Volume : Vol. 35, No. 02 (Mei 2015)
DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9406
Link URL: https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9406
REDUKSI PEMBOROSAN UNTUK PERBAIKAN VALUE STREAM PRODUKSI “MI LETHEK” MENGGUNAKAN PENDEKATAN LEAN
MANUFACTURING
Aditya Nugroho, Makhmudun Ainuri, Nafis Khuriyati
ABSTRAK
Pada proses pengolahan mi di industri “Mi Lethek”, terdapat berbagai pemborosan (waste) yang dapat merugikan industri. Diantara pemborosan yang terjadi berupa persediaan bahan baku yang belum diperlukan dan transportasi berlebih. Untuk mereduksi pemborosan tersebut diperlukan suatu perbaikan pada value stream menggunakan pendekatan lean. Pendekatan lean difungsikan sebagai sebuah sistem yang digunakan untuk mengidentifikasi seluruh aktivitas yang ada pada industri “Mi Lethek”. Waktu dari masing-masing aktivitas tersebut yang selanjutnya digunakan untuk menghitung nilai process cycle effieciensy (PCE). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan nilai PCE awal dari industri "Mie Lethek" sebesar 12,05%. Perbaikan yang dilakukan ialah dengan mengubah tata letak pabrik dan melakukan perbaikan penjadwalan pemesanan bahan baku. Hasil perbaikan tersebut berhasil meningkatkan nilai PCE menjadi 15,08%.
Kata kunci : Pemborosan, value stream, “Mie Lethek”, lean manufacturing
Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknlogi Pertanian Volume : Vol. 35, No. 02 (Mei 2015)
DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9408
Link URL : https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9408
ANALISIS STRATEGI PENANGANAN RISIKO KEKURANGAN PASOKAN PADA INDUSTRI PENGOLAHAN RUMPUT LAUT: KASUS DI SULAWESI
SELATAN
Sarinah, Taufik Djatna
ABSTRAK
Strategi penanganan risiko kekurangan pasokan merupakan upaya untuk mengurangi terjadinya risiko kekurangan bahan baku rumput laut kering untuk kebutuhan industri rumput laut di PT XYZ dengan melakukan pemilih pemasok. Manajemen risiko rantai pasokan memainkan peran yang lebih penting daripada sebelumnya.
Perusahaan harus fokus itu, naskah ini mengusulkan metode risiko dari perspektif tiap risiko rantai pasokan dan memilih pemasok dengan menerapkan metode (AHP) untuk menentukan bobot masing-masing kriteria dan sub-kriteria untuk pemilihan pemasok PT XYZ adalah industri pengolahan rumput laut dalam bentuk alkali treated cottonii (ATC)-Chips dan SRC . Hasilnya menunjukkan bahwa perusahaan memdapatkan pemasok yang lebih efektif dan pada saat yang sama mendapatkan mitra rantai pasokan yang berisiko rendah.
Kata kunci : Pemilihan pemasok, manajemen risiko rantai pasok MFMEA, AHP
Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknlogi Pertanian Volume : Vol. 35, No. 02 (Mei 2015)
DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9410
Link URL : https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9410
STUDI KOMPARASI PREDIKSI CURAH HUJAN METODE FAST FOURIER TRANSFORMATION (FFT), AUTOREGRESSIVE INTEGRATED
MOVING AVERAGE (ARIMA) DAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK (ANN)
Dyah Susilokarti, Sigit Supadmo Arif, Sahid Susanto, Lilik Sutiarso
ABSTRAK
Prediksi curah hujan sangat diperlukan untuk untuk mengetahui sejauh mana curah hujan dapat memenuhi kebutuhan air pada setiap tahap pertumbuhan tanaman.
Variabilitas curah hujan yang tinggi saat ini, membutuhkan pemodelan yang dapat memprediksi secara akurat bagaimana kondisi curah hujan dimasa yang akan datang.
Prediksi yang dilakukan adalah prediksi berdasarkan urutan waktu (time-series).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan akurasi prediksi curah hujan antara metode Fast Forier Transformation (FFT), Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) dan Artificial Neural Network (ANN). Kinerja ketiga metode yang digunakan dilihat dari nilai Mean Square Error (MSE). Metode dengan nilai korelasi tertinggi dan nilai MSE terkecil menunjukkan kinerja terbaik. Hasil penelitan untuk FFT diperoleh nilai MSE = 14,92, ARIMA = 17,49 sedangkan ANN = 0,07.
Kata kunci : Prediksi curah hujan, Fast Forier Transformation (FFT),Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA), Artificial Neural Network (ANN).
Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknlogi Pertanian Volume : Vol. 35, No. 02 (Mei 2015)
DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9412
Link URL : https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9412