KUMPULAN ABSTRAK JURNAL
KOLEKSI E-DEPOSIT PERPUSTAKAAN
NASIONAL
TEMA PERTANIAN 2020
Penyusun : Valentine Hilsinka
Penyunting : Yulitha Rante Liling
EKSTRAKSI SELULOSA DARI POD HUSK KAKAO MENGGUNAKAN SODIUM HIDROKSIDA
Gatot Siswo Hutomo, Djagal Wiseso Marseno, Sri Anggrahini, Supriyanto
ABSTRAK
Pod husk kakao banyak mengandung komponen kimia seperti pektin, lignin, hemiselulosa dan selulosa serta beberapa komponen yang lain yaitu caffein dan theobromine. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh konsentrasi sodium hidroksida sebagai bahan untuk ekstraksi selulosa dari pod husk kakao. Selulosa pada pod husk kakao terikat sangat kuat dengan lignin,sodium hidroksida akan memutus dengan baik ikatan antara selulosa dengan lignin. Bleaching pada selulosa jugadilakukan dengan menggunakan sodium hipoklorida 3% dan sodium bisulÞ t 3%
untuk meningkatkan lightness. SpektraFT-IR dan X-ray juga dilakukan untuk pendeteksian pada selulosa hasil ekstraksi. Hasil ekstraksi selulosa dari pod huskkakao menggunakan sodiumhidroksida 12% menghasilkan rendemen sekitar 26,09% (db) dengan kristalinitas 27,14%,kadar abu 6,56% (db), WHC 5,87 g/g dan OHC 2,74 g/g. Dapat disimpulkan bahwa sodium hidroksida 12% adalahkonsentrasi yang paling baik untuk mengekstraksi selulosa dari pod husk kakao.
Kata kunci : Selulosa, pod husk, kakao, ekstraksi Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknologi Pertanian Volume : Vol. 32, No. 03 (Agustus 2012)
DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9612
Link URl : https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9612
SINTESIS FOSFOLIPID MENGANDUNG ASAM LEMAK W-3 DARI FOSFOLIPID KEDELAI DAN MINYAK KAYA ASAM LEMAK W-3 DARI HASIL SAMPING PENGALENGAN TUNA
Teti Estiasih, Moch Nur, Jaya Mahar Maligan, Satrio Maulana
ABSTRAK
Keunggulan fosfolipid dapat ditingkatkan dengan menggabungkan asam lemak w-3, terutama EPA (eicosapentaenoicacid, C20:5w-3) dan DHA (docosahexaenoic acid, C22:6w-3), pada struktur fosfolipid sehingga diperoleh fosfolipidterstruktur.
Strukturisasi fosfolipid kedelai komersial dilakukan dengan cara mengganti asam lemak dari fosfolipidkedelai dengan asam lemak w-3 dari minyak kaya asam lemak w-3 dari hasil samping pengalengan tuna. Sintesisfosfolipid terstruktur dilakukan secara asidolisis enzimatis dengan menggunakan lipase dari R. miehei. Faktor yangdikaji pada proses sintesis ini adalah konsentrasi enzim dan lama sintesis.
Tingkat inkorporasi EPA dan DHA padastruktur fosfolipid dipengaruhi oleh konsentrasi enzim. Pada konsentrasi enzim yang rendah, peningkatan lama reaksisetelah tingkat inkoporasi optimum tercapai cenderung menyebabkan penurunan tingkat inkorporasi EPA+DHA.
Kata kunci : Fosfolipid terstruktur, asam lemak ω-3, EPA, DHA asidolisis enzimatis Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknologi Pertanian
Volume : Vol. 32, No. 03 (Agustus 2012) DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9613
Link URL : https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9613
PENGARUH SUHU DAN LAMA PROSES SULFONASI DALAM PROSES PRODUKSI METHYL ESTER SULFONIC ACID (MESA) MENGGUNAKAN
SINGLE TUBE FALLING FILM REACTOR (STFR)
Siti Mujdalipah, Erliza Hambali, Ani Suryani, Edi Zulchaidir
ABSTRAK
Methyl Ester Sulfonic Acid (MESA) merupakan produk antara dari surfaktan Metil Ester Sulfonat (MES). MESmemiliki beragam aplikasi dalam produk personal care, pencuci dan pembersih, dan untuk Enhanced Oil Recovery(EOR). Proses produksi MESA menggunakan gas SO3 dalam Single Tube Falling Film Reactor (STFR) merupakanteknologi yang umum digunakan. Kajian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi proses sulfonasi metil ester oleinterbaik menggunakan gas SO3 dalam STFR.
Kajian dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap penelitian, tahap analisis,dan tahap pengolahan data. Tahap produksi MESA terdiri dari pembuatan metil ester (ME) dari olein minyak sawit dankajian pengaruh suhu dan lama proses sulfonasi. Tahap analisis meliputi analisis sifat Þ siko kimia olein minyak sawit,analisa sifat Þ siko kimia ME olein sawit, dan analisis sifat Þ siko kimia MESA olein sawit. Kajian pengaruh suhu danlama proses sulfonasi terhadap proses sulfonasi metil ester olein terdiri dari suhu 70, 90, dan 110 oC dan lama prosessulfonasi 30, 60, dan 90 menit.
Kata kunci : EOR, MESA, olein sawit, sulfonasi, STFR Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknologi Pertanian Volume : Vol. 32, No. 03 (Agustus 2012)
DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9614
Link URL : https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9614
PEMODELAN MATEMATIK PERUBAHAN PARAMETER MUTU SELAMA PENYIMPANAN DAN SORPSI-ISOTERMI KERUPUK GORENG PASIR
Siswantoro, Budi Rahardjo, Nursigit Bintoro, Pudji Hastuti
ABSTRAK
Umur simpan suatu produk makanan adalah suatu batas waktu kualitas produk yang masih diterima oleh konsumen.Kerupuk goreng adalah produk yang bersifat higroskopis sehingga mudah menyerap uap air dari lingkungan. Sifat higroskopis yang dimiliki kerupuk merupakan fenomena menarik untuk diteliti, khususnya yang berhubungan dengan perubahan parameter mutu produk selama penyimpanan.
Pada penelitian ini penyimpanan dilakukan pada udaralingkungan (T = 28 oC, RH 80
%). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model matematika tentangperubahan parameter produk meliputi kadar air, tegangan, regangan selama penyimpanan, dan mendapatkan kurvasorpsi-isotermi dari kerupuk goreng pasir.
Penelitian dilakukan dengan eksperimen laboratorium menggunakan bahanpasir kali, pasir besi, kerupuk mentah, dan larutan garam jenuh. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa, perubahan parameter mutu produk selama penyimpanan akan menurunkan mutu kerupuk khususnya yang berkaitan dengan tingkat kerenyahan,karena kadar air, tegangan, dan regangangan selama penyimpanan mengalami kenaikan.
Kata kunci : Penggorengan, kadar air, tegangan, regangan, sorpsi-isotermi, model matematik
Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknologi Pertanian Volume : Vol. 32, No. 03 (Agustus 2012)
DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9615
Link URL : https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9615
POTENSI BAKTERI ASAM LAKTAT YANG DIISOLASI DARI BEKASAM SEBAGAI PENGHASIL ANGIOTENSIN CONVERTING ENZYME INHIBITOR PADA FERMENTASI “BEKASAM-LIKE” PRODUCT
Prima Retno Wikandari, Suparmo, Yustinus Marsono, Endang Sutriswati Rahayu
ABSTRAK
Bekasam adalah salah satu produk ikan fermentasi tradisional. Produk ini diduga mempunyai aktivitas antihipertensiyang disebabkan oleh aktivitas peptida Angiotensin Converting Enzyme (ACE) inhibitor yang dihasilkan dari degradasiproteolitik selama proses fermentasi bekasam. Bakteri asam laktat diduga berperan dalam degradasi proteolitikmenghasilkan peptida ACE inhibitor pada fermentasi bekasam. Sebanyak 6 strain bakteri asam laktat terpilih yangdiisolasi dari bekasam yaitu Lactobacillus plantarum B1765, L. plantarum T2565, L. plantarum N2352, L. plantarumB1465, Lactobacillus pentosus B2555, Pediococcus pentosaseus B1661 telah dikaji pertumbuhan, jumlah peptidayang terbentuk dari hasil degradasi proteolitik dan presentase penghambatannya terhadap aktivitas ACE selamafermentasi “bekasam-like” product. Semua strain dapat tumbuh dengan baik dan menunjukkan peningkatan jumlahpeptida dan peningkatan aktivitas penghambatan selama proses fermentasi yang bervariasi antar strain.
Kata kunci : Bekasam, fermentasi, bakteri asam laktat, peptide, ACE inhibitor Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknologi Pertanian
Volume : Vol. 32, No. 03 (Agustus 2012) DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9616
Link URL : https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9616
FORMULASI DAN STABILITAS MIKROEMULSI O/W SEBAGAI PEMBAWA FUCOXANTHIN
Lutfi Suhendra, Sri Rahardjo, Pudji Hastuti, Chusnul Hidayat
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh mikroemulsi minyak dalam air (o/w) yang mengandung fucoxanthin yang stabil dan jernih untuk diaplikasikan dalam sistem makanan aqueous. Virgin coconut oil (VCO) digunakansebagai fase minyak dan kombinasi Tween 80, Tween 20 dan Span 80 sebagai surfaktan non ionik yang masing-masing mempunyai nilai HLB (Hydrophilic-Lipophilic Balance) tinggi, medium dan rendah. Formulasi mikroemulsio/w ditentukan nilai HLB akhir masing- masing 13,5; 14, dan 14,5. Masing-masing nilai HLB tersebut ditentukan tiga formula yang berbeda. Semua formulasi mikroemulsi kemudian dipanaskan dalam oven pada suhu 105 oC selama 5jam, disentrifugasi pada kecepatan 4500 rpm selama 30 menit, diinkubasi pada pH yang berbeda (3,5; 4,5 dan 6,5), diencerkan dengan akuades dan stabilitas diuji secara fotooksidasi. Fotooksidasi ditentukandengan menempatkan mikroemulasi di bawah sinar ß ouresensi 4000 lux selama 4 jam pada suhu ruang.
Kata kunci : Mikroemulsi, fucoxanthin, fotooksidasi, surfaktan Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknologi Pertanian
Volume : Vol. 32, No. 03 (Agustus 2012) DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9617
Link URL : https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9617
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BERBAGAI FRAKSI DAN EKSTRAK METANOLIK DAUN BELUNTAS (PLUCHEA INDICA LESS)
Paini Sri Widyati, Hanny Wijaya, Peni Harjosworo, Dondin Sajuthi
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan berbagai fraksi dan ekstrak metanolik daun beluntasdengan berbagai sistem uji, seperti aktivitas menangkap radikal DPPH, superoksida, hidroksil dan hidrogen peroksida,mereduksi ion besi, mengkelat ion besi dan hemoglobin (Hb) dan menghambat pemucatan asam linoleat-b-karoten.Hasil menunjukkan bahwa ekstrak metanolik daun beluntas (EMB) dan fraksi-fraksinya (etil asetat (FEA), air (FA)dan n-butanol (FNB)) berpotensi menangkap radikal bebas DPPH. EMB mempunyai kadar fenolik total dan kekuatanreduksi tertinggi lebih berpotensi menangkap radikal superoksida, mereduksi ion besi dan menghambat pemucatanasam linoleat-b-karoten, sedangkan fraksi etil asetat (FEA) mempunyai aktivitas antioksidan berdasarkan kemampuanmenangkap radikal superoksida, mereduksi ion besi, mengkelat ion besi dan hemoglobin.
Kata kunci :Aktivitas antioksidan, fraksi dan ekstrak daun beluntas Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknologi Pertanian
Volume : Vol. 32, No. 03 (Agustus 2012) DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9618
Link URL :https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9618
PENGEMBANGAN METODE DETEKSI MINYAK KEDELAI DALAM CAMPURAN MINYAK KELAPA MURNI DENGAN SPEKTROSKOPI
INFRA MERAH DAN KEMOMETRIKA
Abdul Rohman, Yakoob B. Che Man
ABSTRAK
Spektroskopi Fourier Transform Infra Merah (FTIR) yang digabung dengan kemometrika analisis diskriminan serta analisis multivariat Partial Least Square (PLS) dan Principal Component Regression (PCR) telah digunakan untuk analisis adanya minyak kedelai dalam minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil, VCO). Spektra infra merah yang berhubungan dengan VCO, minyak kedelai, serta campuran keduanya direkam, diinterpretasi, dan diidentifi kasi. Kombinasi daerah bilangan gelombang 1200 – 1000 dan 3025 – 2995 cm-1 digunakan untuk tujuan ini.
Analisis diskriminan menunjukkan bahwa VCO murni dapat dibedakan dengan VCO yang telah ditambah dengan minyak kedelai dengan tingkat akurasi 100 %.
Sementara itu, model kalibrasi PLS menggunakan spektra normal lebih terpilih untuk kuantifi kasi minyak kedelai dalam VCO dibandingkan dengan PCR dan spektra turunannya. Nilai koefi sien determinasi (R2) yang diperoleh > 0,99 dengan tingkat kesalahan (baik kesalahan kalibrasi atau prediksi) yang dapat diterima.
Kata kunci : Minyak kelapa murni, minyak kedelai, kalibrasi multivariat analisis diskriminan
Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknologi Pertanian Volume : Vol. 32, No. 02 (Mei 2012)
DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9619
Link URL :https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9619
MEKANISME DAN KINETIKA QUENCHING OKSIGEN SINGLET DARI SENYAWA FENOLIK DAUN CENGKEH TERHADAP FOTOKSIDASI
YANG DISENSITASI OLEH ERITROSIN
Edi Suryanto, Johnly A Rorong, Dewa Gede Katja
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa fenolik dalam daun cengkeh dan mempelajari mekanisme dan kinetika quenching oksigen singlet. Daun cengkeh diekstraksi dengan cara destilasi uap menggunakan air selama 6 jam. Minyak daun cengkeh kasar selanjutnya dimurnikan dengan destilasi pengurangan tekanan. Fraksi- fraksi yang terisolasi ditentukan strukturnya dengan metoda infra merah (IR), resonansi magnetik inti (1H NMR), dan spectrometer massa (MS). Efek 0, 500, 1000 dan 1500 ppm eugenol terhadap fotooksidasi asam linoleat (0,03M) yang mengandung 15 ppm eritrosin dalam etanol dipelajari dengan mengukur angka peroksida minyak. Sampel 0; 0,06 x 10-4; 0,12 x 10-4; 0,24 x 10-4 dan 0,48x 10-4 mM eugenol dipersiapkan dalam pelarut air yang juga mengandung 0; 17,05 x10-4;
34,10 x 10-4; 68,19 x 10-4 dan 136,39 x 10-4 mM eritrosin yang disinari oleh cahaya fl uoresen (4000 lux) pada suhu kamar selama 15 jam. Hasil analisis kandungan eugenol dari minyak cengkeh, F1, F2, F3 dan F4 berturut-turut adalah 49,68;
54,32; 87,16 dan 73,65%.
Kata kunci : Eugenol, quencher, eritrosin, oksigen singlet Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknologi Pertanian Volume : Vol. 32, No. 02 (Mei 2012)
DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9620
Link URL : https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9620
ANALISIS KEBERLANJUTAN KAWASAN USAHA PERKEBUNAN KOPI (KUPK) RAKYAT DI DESA SIDOMULYO KABUPATEN JEMBER
Elida Novita, I B Suryaningrat, Idah Andriyani, Sukrisno Widyotomo
ABSTRAK
Perkembangan produksi dan harga kopi dunia yang tidak pasti dapat berimplikasi terhadap keberlanjutan usaha pertanian kopi rakyat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keberlanjutan usaha kopi rakyat di Desa Sidomulyo, Kabupaten Jember. Berdasarkan purposive and random sampling survey, penelitian ini menggunakan kuesioner dan diskusi dengan pihak terkait dalam pengambilan data.
Dimensi ekologi, sosial kelembagaan, ekonomi dan teknologi dianalisis dengan menggunakan program Rap-Coffee hasil modifi kasi dari program Rapfi sh.
Berdasarkan simulasi program Rap-Coffee untuk keempat dimensi keberlanjutan, maka Indeks Keberlanjutan KUPK Desa Sidomulyo adalah 59,5 % yang berarti berlanjut. Indeks keberlanjutan ini dapat ditingkatkan melalui perbaikan terhadap faktor pengungkit (indikator sensitif). Oleh karena itu di dalam perencanaan kebijakan untuk pengembangan KUPK Desa Sidomulyo sebaiknya memprioritaskan pada peningkatan indikator yang memiliki sensitivitas tinggi di masing-masing dimensi.
Kata kunci : Kopi, analisis keberlanjutan, perkebunan rakyat Nama Jurnal : Agritech : Jurnal Teknologi Pertanian
Volume : Vol. 32, No. 02 (Mei 2012) DOI : https://doi.org/10.22146/agritech.9621
Link URL:https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9621