KUMPULAN ABSTRAK JURNAL
KOLEKSI E-DEPOSIT PERPUSTAKAAN
NASIONAL
TEMA OLAHRAGA 2020
Penyusun : Rezky Putra Dejey
Penyunting : Renda Khris Ardhi Artha
DAMPAK PENERAPAN POLA PELATIHAN HARNESS MENGGUNAKAN METODE INTERVAL DAN REPETISI TERHADAP PENINGKATAN
KEMAMPUAN POWER ENDURANCE TUNGKAI Rizki Mulyawan, Dikdik Zafar Sidik, dan Nida'ul Hidayat
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak yang diberikan latihan harness dengan menggunakan metode interval dan repetisi terhadap peningkatan power endurance tungkai. Populasi dalam penelitian ini adalah UKM Futsal Putri UPI. Dimana 20 sampel diambil dengan teknik sample random sampling. Kemudian dibagi menjadi dua kelompok dengan sample acak beraturan (pola A-B-A-B) Tes 10 hop digunakan untuk mengetahui besarnya dampak perbedaan power endurance. Desain penelitian menggunakan One Group Prestest-Postest Design. Satu kelompok menggunakan eksperimen latihan interval dan satu kelompok lain menggunakan eksperimen latihan repetisi. Penelitian dilakukan selama 6 minggu, dengan dua kali latihan dalam seminggu. Data yang diolah pada penelitian ini adalah data pre-test dan post-test untuk mengetahui seberapa besar peningkatan dari program penelitian yang telah dilaksanakan. Pengolahan data menggunakan perhitungan uji homogenitas, uji normalitas, uji kesamaan dua rata-rata dan uji beda. Menghasilkan kesimpulan bahwa peningkatan yang diberikan tidak signifikan, baik metode interval (1.94 ± 2.26) maupun repetisi (1.40 ± 2.26) terhadap peningkatan power endurance tungkai. Tetapi jika dibandingkan antar metode yang digunakan dalam penelitian, metode interval peningkatannya lebih besar dibandingkan dengan metode repetisi. Penulis menyarankan untuk menggunakan metode interval dan repetisi sebagai salah satu saran untuk meningkatkan kondisi fisik.
Kata kunci: Harness, Metode Interval, Metode Repetisi, Power endurance Tungkai.
Nama Jurnal : JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Volume : Volume 1, Nomor 1 (2016))
Doi/Link URL : http://dx.doi.org/10.5614%2Fjskk.2016.1.1.1
PROFIL AIR KELAPA (COCOS NUCIFERA L.) VARIETAS GENJAH SALAK SEBAGAI PENGGANTI MINUMAN ISOTONIK
Rini Syafriani, Elin Yulinah Sukandar, Tommy Apriantono, Joseph Iskendiarso Sigit
ABSTRAK
Telah diuji profil dari air kelapa (Cocos nucifera L.) sebagai pengganti minuman isotonik melalui uji diuretik, kadar natrium dan kalium dalam urin tikus jantan. Uji diuretik dilakukan pada tikus dengan pembanding minuman isotonik dan furosemida dengan menggunakan metode Lipschitz. Tikus dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok yang diberi 5 mL/kg bb air kelapa genjah salak, kelompok yang diberi5 mL/kg bb minuman isotonik, dan kelompok furosemida dengan dosis 25 mg/kg bb. Pada proses pengujian, setiap tikus diberi larutan NaCl 0,9% sebagai loading dose secara oral dengan dosis 50 mL/kg bb.
Pengamatan yang dilakukan meliputi pencatatan volume urin yang diekskresikan setiap 60 menit selama 5 jam dan 24 jam, kemudian dihitung volume rata-rata urin kumulatifnya.
Parameter lain yang diamati adalah kadar natrium dan kalium di dalam urin. Hasil menunjukkan volume urin kumulatif kelompok air kelapa genjah salak tidak berbeda dengan kelompok minuman isotonik dan kelompok furosemida, dan berbeda bermakna terhadap kelompok kontrol negatif dengan volume urin kelompok air kelapa genjah salak lebih tinggi secara bermakna dibanding kelompok kontrol negatif (p<0,05). Hasil menunjukkan kadar natrium dalam urin kelompok air kelapa genjah salak tidak berbeda dengan kelompok minuman isotonik dan kelompok furosemida, dan berbeda bermakna terhadap kontrol negatif dengan kadar natrium lebih tinggi secara bermakna dibanding kelompok kontrol negatif (p<0,05). Hasil menunjukkan kadar kalium dalam urin semua kelompok tidak berbeda bermakna. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa air kelapa genjah salak dosis 5 mL/kg bb mempunyai efek diuretik dan efek saluretik dan dapat digunakan sebagai pengganti minuman isotonik.
Kata kunci: Fisiologi; Kesehatan Olahraga;.
Nama Jurnal : JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Volume : Volume 1, Nomor 1 (2016)
Doi/Link URL : http://dx.doi.org/10.5614%2Fjskk.2016.1.1.2
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DAN KEMAMPUAN GERAK DENGAN HASIL BELAJAR KETERAMPILAN TEKNIK DASAR HOKI
MAHASISWA TPB-ITB
Doddy Abdul Karim, Yusuf Adisasmita, dan Rusli Lutan
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi dan kemampuan gerak dengan hasil belajar keterampilan teknik dasar hoki. Mahasiswa yang mengikuti Mata kuliah Hoki di TPB – ITB. Responden penelitian adalah 40 orang mahasiswa TPB – ITB dari berbagai jurusan. Teknik pengambilan sample dilakukan dengan cara acak sederhana.Instrumen penelitian berupa motivasi berprestasi dengan membuat angket (32 buah item) pertanyaan. Kemampuan gerak dengan tes motor ability, dan tes keterampilan teknik dasar hoki. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi dan korelasi sederhana, regresi dan korelasi ganda serta korelasi parsial. Persyaratan analisis data yang dilakukan.(1) setiap kelompok harga predictor X dan respons Y berdistribusi normal, (2) setiap kelompok harga predictor X dan respons Y memiliki varians yang homogen, dan (3) hubunganPasangan data (X dan Y) bersifat linear.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah :(1) Terdapat hubungan positif antara motivasi berprestasi dengan hasil belajar keterampilan teknik dasar hoki dengan koefisien korelasi (ry1 ) sebesar 0.529 dengan persamaan regresi Ŷ= 19,6 +0,263 X1.Motivasi berprestasi mempunyaikontribusi 32,3 % terhadap hasil belajar keterampilan teknik dasar hoki.(2) Terdapat hubungan positif antara kemampuan gerak dengan hasil belajar keterampilan teknik dasar hoki dengan koefisien korelasi ( ry2 ) sebesar 0,719 dengan persamaan regresi Ŷ= 16.2 + 0.585 X2. Kemampuan gerak memberikan kontribusi 51,7 % terhadap hasil belajar keterampilan teknik dasar hoki. (3) Secara bersama-sama terdapat hubungan positif antara motivasi berprestasi dan kemampuan gerak dengan hasil belajar keterampilan teknik dasar permainan hoki dengan koefisien korelasi Ry12= 0,757 dengan persamaan regresi ganda Ŷ = 6.82 + 0.472 X2 + 0.128 X1.Motivasi berprestasi (X1 ) dan kemampuan gerak (X2 ) secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 57,4 % terhadap hasil belajar teknik dasar permainan hoki.
Kata kunci: Fisiologi; Pendidikan Olahraga.
Nama Jurnal : JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Volume : Volume 1, Nomor 1 (2016)
Doi/Link URL : http://dx.doi.org/10.5614%2Fjskk.2016.1.1.5
PENINGKATAN VO2MAX DAN ANALISIS KORELASI VARIABEL YANG MEMPENGARUHINYA
Didi Sunadi, Andreanus A Soemarji, Tommy Apriantono, Komar Ruslan Wirasoetisna
ABSTRAK
Pendahuluan: Salah satu tolok ukur kesehatan adalah tingkat kebugaran. Secara teori, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kebugaran seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa korelasi antara Indeks Massa Tubuh (IMT), kekuatan tungkai, dan VO2Max mahasiswa yang menekuni olahraga permainan pada Tahap Persiapan Bersama (TPB) Institut Teknologi Bandung (ITB). Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Nilai kebugaran diukur dengan 2,4 km run-test, nilai IMT diperoleh dari pengukuran tinggi badan dan berat badan, kekuatan tungkai diukur dengan leg dynamometer, dan untuk mengetahui jenis olahraga yang ditekuni menggunakan angket.
Sebanyak 156 laki-laki dan 17 perempuan dengan rata-rata usia 18 tahun yang memenuhi kriteria inklusi mengikuti kuliah olahraga selama satu semester. Pada awal dan akhir semester dilakukan pengukuran kebugaran. Pengukuran kekuatan tungkai dan IMT dilakukan pada akhir semester. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kelompok Keahlian Ilmu keolahragaan Sekolah Farmasi ITB. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan, VO2Max rata-rata 40,61
± 4,73 ml/kg/menit. Terdapat 8 orang (4,62%) yang memiliki kategori kebugaran “sangat kurang”, 23 orang (13,29%) kebugarannya “kurang”, 89 orang (51,45%) kebugarannya
“sedang”, 40 orang (23,12%) kebugarannya “baik”, 8 orang (4,62%) kebugarannya “sangat baik”, dan 5 orang (2,89%) kebugarannya “istimewa”. Rerata usia 18 tahun, rerata tinggi badan 168,52 Cm, rerata berat badan 62,22 Kg, rerata IMT 21,84, rerata kekuatan tungkai 116,86 Kg, dan rerata intensitas olahraga tiga jam per minggu. IMT memiliki korelasi yang signifikan dengan VO2Max, kekuatan tungkai memiliki korelasi dengan kebugaran (p=0,057). Derajat kekuatan hubungan IMT dan kekuatan tungkai terhadap VO2Max adalah lemah (r=0,103). Dari penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa program olahraga secara terstruktur selama dua jam per minggu dapat meningkatkan VO2Max secara bermakna. IMT dan kekuatan tungkai memberikan pengaruh terhadap kebugaran para mahasiswa yang menekuni olahraga pemainan.
Kata kunci: Pendidikan Olahraga.
Nama Jurnal : JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Volume : Volume 1, Nomor 1 (2016)
Doi/Link URL : http://dx.doi.org/10.5614%2Fjskk.2016.1.1.6
PENGARUH METODE LATIHAN DAN KOORDINASI TERHADAP KETERAMPILAN SMES BULUTANGKIS
Kusnaedi Kusnaedi, Yusuf Adisasmita, Abdul Kadir Ateng, Doddy Abdul Karim
ABSTRAK
Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil latihan beban system set dan system super set terhadap keterampilan smes dalam permainan bulutangkis. Dalam penelitian ini juga memperhatikan pengaruh tingkat koordinasi mata tangan yang terdiri dari koordinasi mata tangan tinggi dan koordinasi mata tangan rendah. Metode: Metode penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain factorial 2 X 2. Hasil: (1)Secara keseluruhan kelompok latihan sistem super set ( y = 109 dan s= 17,15) lebih baik secara nyata dibanding dengan latihan sistem set ( y =91 dan s =17,11). (2)Kelompok latihan sistem super set bagi kelompok kordinasi tinggi (y= 123,6 dan s = 5,1) lebih baik secara nyata disbanding dengan sistem set ( y= 76,3 dan s = 8,78). (3)Kelompok latihan sistem set bagi kelompok rendah (y=106 dan s =10,66) lebih baik secara nyata disbanding dengan sistem super set (y= 94 dan s=9,43).
(4)Hasil perhitungan analitis varians dua faktor tentang interaksi antara latihan weight training dengan keterampilan koordinasi mata tangan (fo = 148,5 lebih besar dari F1 = 4,11).
Kesimpulan: Secara keseluruhan, keterampilan smes bulutangkis kelompok siswa yang dilatih dengan menggunakan Weight training sistem super set lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok siswa yang dilatih dengan menggunakan weight training sistem set. (2)Terdapat interaksi antara latihan weight training dengan koordinasi mata tangan terhadap keterampilan smes bulutangkis. (3)Pada kelompok siswa yang memiliki tingkat kemampuan koordinasi tinggi, keterampilan smes bulutangkis dengan menggunakan latihan weight training sistem super set lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok siswa yang dilatih dengan menggunakan weight training sistem set. (4) Pada kelompok siswa yang memiliki tingkat kemampuan koordinasi rendah, keterampilan smes bulutangkis dengan menggunakan latihan weight training sistem set lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok siswa yang dilatih dengan menggunakan weight training sistem super set.
Kata kunci: Fisiologi; Teori Olahraga.
Nama Jurnal : JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Volume : Volume 1, Nomor 1 (2016)
Doi/Link URL : http://dx.doi.org/10.5614%2Fjskk.2016.1.1.4
INTENSITAS AKTIFITAS FISIK TERHADAP RESIKO KEJADIAN OSTEOPOROSIS PADA KELOMPOK USIA 40-70 TAHUN
Nia Sri Ramania, Yoga Pramana, Tommy Apriantono, Doddy Abdul Karim
ABSTRAK
Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya diketahui aktifitas fisik dapat mencegah terjadinya osteoporosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktifitas fisik terhadap resiko kejadian osteoporosis pada kelompok usia 40-70 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen terdiri dari 120 responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang aktif melakukan aktifitas fisik intensitas tinggi dan kelompok yang aktif melakukan aktifitas fisik intensitas rendah. Pengukuran aktifitas fisik menggunakan kuesioner short International Physical Activity (IPAQ), Analisis data: Menggunakan SPSS versi 17 dengan level signifikansi 0.05 untuk menentukan hubungan antara variable pada tes korelasi dan hasil momen pearson. Hasil:Terdapat pengaruh aktifitas fisik intensitas tinggi dengan kejadian osteoporosis Kesimpulan: Aktifitas fisik intensitas tinggi memiliki resiko kejadian osteoporosis yang lebih rendah dibandingkan kelompok yang aktifmelakukan aktifitas fisik intensitas rendah.
Kata kunci: Kesehatan Olahraga; Osteoporosis.
Nama Jurnal : JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Volume : Volume 1, Nomor 1 (2016)
Doi/Link URL : http://dx.doi.org/10.5614%2Fjskk.2016.1.1.3
PENGARUH LATIHAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI TERHADAP KEMAMPUAN MAE GERI CHUDAN KARATEKA LEMKARI DOJO BATO KOTA
PARIAMAN
Arie Asnaldi, Syahrial Bakhtiar, Zulman, Ayu Purnama Wenly
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh latihan daya ledak otot tungkai untuk meningkatkan kemampuan mae geri chudan karateka putra kota Lemkari Dojo Bato Pariaman.
Jenis penelitian ini adalah praeksperimental dengan one group design pre-test dan post test.
Populasi penelitian ini adalah 25 orang. Pengambilan sampel ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, sehingga didapat sampel sebanyak 14 orang yang diberikan otot otot kaki sebanyak 16 kali untuk pelatihan. Teknik pengumpulan data menggunakan instrument tes mae geri chudan dengan validitas dan reliabilitas instrumen 0,98 dan 0,97. Analisis data menggunakan rumus uji-t yang hasilnya digunakan untuk menguji hipotesis. Dari analisis data diperoleh t hitung (6,75) > t tabel (1,771), sehingga hipotesis diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan latihan tersebut dengan menggunakan metode latihan tension power eksplosif untuk meningkatkan kemampuan maegerichu dan karateka putra kota Lemkari Dojo Bato Pariaman.
Kata kunci: Latihan Kekuatan Otot Kaki Eksplosif, Kemampuan Mae geri chudan.
Nama Jurnal : Jurnal Performa
Volume : Volume 4, Nomor 2 (2019)
Doi/Link URL : https://doi.org/10.24036/po.v4i02.89
SURVEI SARANA DAN PRASARANA DI DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATAN BANGKALAN TAHUN 2019
Heni Yuli Handayani
ABSTRAK
Pembekalan pengalaman belajar dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan tidak semata-mata dari penyampaian materi secara normatif oleh guru, tetapi juga bagaimana siswa dapat memanfaatkan secara baik sarana dan prasarana yang dimiliki untuk menunjang proses pembelajaran dan proses latihan atlet. Kelancaran pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan dapat diukur salah satunya dari ketersediaan sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana yang memadai akan mencerminkan kualitas pembelajaran yang dilakukan, sehingga tujuan pendidikan akan tercapai dengan baik. Sebaliknya sarana dan prasarana yang kurang memadai akan berdampak pada rendahnya mutu pendidikan, bahkan kurikulum tidak dapat berjalan dengan baik. Proses pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan mutlak membutuhkan sarana dan prasarana untuk tercapainya tujuan, karena lebih menekankan pada pengembangan kemampuan motorik siswa. Suatu sarana dan prasarana akan memadai jika secara kualitas berdaya guna dan dari sisi kuantitas cukup untuk memenuhi kebutuhan atlet di Kabupaten Bangkalan.
Kata kunci: Sarana Dan Prasarana, Survei.
Nama Jurnal : JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Volume : Volume 4, No 2 (2019)
Doi/Link URL : https://doi.org/10.24036/po.v4i02.91
KONTRIBUSI DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI, DAYA LEDAK OTOT LENGAN DAN KELENTUKAN PINGGANG TERHADAP KEMAMPUAN SMASH
Aryadie Adnan dan Arlidas
ABSTRAK
Masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya kemampuan smash atlet bolavoli Kecamatan Sangir Jujuan Kabupaten Solok Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi daya ledak otot tungkai, daya ledak otot lenngan dan kelentukan pinggang terhadap kemampuan smash atlet Kecamatan Sangir Jujuan Kabupaten Solok Selatan. Jenis penelitian adalah korelasional.Populasi dalam penelitian berjumlah 35 orang atlet. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumentasi dan Teknik pengambilan data yaitu : 1) Daya ledak otot tungkai dites dengan vertical jump, 2) ) Daya ledak otot lengan dites dengan two hand medicine ball put, 3) Kelentukan pinggang di tes dengan trunk extention, 4) Kemampuan smash menggunakan lapangan bolavoli yang diberi petak penilaian. Data dianalisis dengan korelasi productmoment dan korelasi ganda dengan taraf signifikan α = 0.05.
Hasil analisis data diperoleh sebagai berikut : 1) Daya ledak otot tungkai memberikan kontribusiterhadap kemampuan smash sebesar 17,31%. 2) Daya ledak otot lengan memberikan kontribusi terhadap kemampuan smash sebesar 21,60%. 3) Kelentukan pinggang memberikan kontribusi terhadap kemampuan smash atlet bolavoli Kecamatan Sangir Jujuan Kabupaten Solok Selatan sebesar 13.94%. 4) Daya ledak otot tungkai, daya ledak otot lengan dan kelentukan pinggang secara bersama-sama memberikan kontribusi terhadap kemampuan smash sebesar 52,85%.
Kata kunci: Daya Ledak Otot Tungkai, Daya Ledak Otot Lengan, Kelentukan Pinggang, Kemampuan Smash.
Nama Jurnal : Jurnal Performa
Volume : Volume 4, No 2 (2019)
Doi/Link URL : https://doi.org/10.24036/po.v4i02.98
PENGARUH LATIHAN DAYA TAHAN AEROBIK TERHADAP KEMAMPUAN MENEMBAK
Umar dan Nailatul Fadilla
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pengaruh latihan daya tahan aerobik terhadap kemampuan menembak, dengan bentuk penelitian eksperimen semu (kuasi eksperimen), dilakukan pre-test dan post-test untuk mengumpulkan data kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet putra kelas youth, berjumlah 12 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, sampel dalam penelitian ini berjumlah 7 orang atlet, dilakukan selama 3 minggu (18 kali pertemuan).
Instrumen penelitian ini adalah tes scoring menembak sesuai dengan peraturan internasional ISSF (Internasional Shooting Sport Faderation). Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan uji normalitas data dan uji T-Test. Hasil penelitian dan pengujian hipotesis maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari metode latihan daya tahan aerobik terhadap kemampuan menembak. Latihan daya tahan aerobik yang teratur membuat atlet bisa lebih mengatur detak jantung mereka. Temuan ini mungkin bermanfaat bagi pelatih, karena dapat menambah referensi bentuk latihan dalam peningkatan prestasi. Penerapan latihan aerobik dalam proses latihan menembak dapat meningkatkan kemampuan menembak atlet
Kata kunci: Daya Tahan Aerobik, Kemampuan Menembak.
Nama Jurnal : Jurnal Performa
Volume : Volume 4, No 2 (2019)
Doi/Link URL : https://doi.org/10.24036/po.v4i02.100