KUMPULAN ABSTRAK JURNAL
KOLEKSI E-DEPOSIT PERPUSTAKAAN
NASIONAL
TEMA AKUNTANSI 2020
PENYUSUN : UNTUNG
PENYUNTING : ARSI SUPARNI
BALANCED SCORECARD SEBAGAI PENGUKURAN KINERJA MASA DEPAN: SUATU PENGANTAR
Monika Kussetya Ciptani
ABSTRAK
Penilaian kinerja merupakan hal yang esensial bagi perusahan. Untuk memenangkan persaingan global yang semakin ketat ini, kinerja sebuah organisasi haruslah mencerminkan peningkatan dari satu periode ke periode berikutnya.
Dewasa ini pengukuran kinerja secara finansial tidaklah cukup mencerminkan kinerja organisasi sesungguhnya, sehingga dikembangkan suatu konsep Balanced Scorecard. Konsep Balanced Scorecard mengukur kinerja suatu organisasi dari empat perspektif yaitu perspektif finansial, perspektif customer, perspektif proses bisnis internal, perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Konsep Balanced Scorecard ini pada dasarnya merupakan penerjemahan strategi dan tujuan yang ingin dicapai oleh suatu perusahaan dalam jangka panjang, yang kemudian diukur dan dimonitor secara berkelanjutan. Tulisan ini menitikberatkan pada bagaimana penerapan konsep Balanced Scorecard di beberapa perusahaan di Amerika.
Berbagai kendala dan permasalahan yang timbul dari penerapan konsep Balanced Scorecard menjadi masukan bagi perusahaan atau organisasi bisnis yang ingin menerapkan konsep ini. Bagaimanapun juga konsep ini akan membantu perusahaan untuk melakukan pengukuran kinerja secara lebih komprehensif dan akurat.
Kata kunci: balance scorecard, perspektif pelanggan, proses bisnis (internal), perspektif finansial, perspektif pertumbuhan dan pembelajaran, pengukuran kinerja
Nama Jurnal: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume: Vol. 2, No. 1, Mei 2000: 21 - 35 Doi/Link pdf: http://jurnalakuntansi.petra.ac.id
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN ARUS KAS DAN LABA AKUNTANSI TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN
BERKAPITALISASI BESAR
Azilia Yocelyn1, Yulius Jogi Christiawan
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah informasi perubahan arus kas dan laba akuntansi digunakan oleh investor untuk mengambil keputusan investasi yang tercermin dari return saham yang akan diperoleh. Penelitian ini juga melibatkan variabel bebas yaitu arus kas operasi, arus kas investasi, arus kas pendanaan dan laba akuntansi. Sedangkan, return dihitung dengan menggunakan geometric mean.
Analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Penelitian dilakukan terhadap 97 perusahaan yang memiliki kapitalisasi besar yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009-2010. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengungkapan laba akuntansi berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hal ini menandakan bahwa investor mempertimbangkan informasi laba akuntansi yang diungkapkan dalam laporan tahunannya untuk membuat keputusan. Sedangkan variabel bebas yang lainnya tidak terbukti secara signifikan berhubungan dengan return saham.
Kata kunci: return saham, arus kas, laba akuntansi, keputusan investasi
Nama Jurnal: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume: Vol. 14, No. 2, November 2012: 81-90 Doi/Link pdf : http://jurnalakuntansi.petra.ac.id
PENDEKATAN MODEL REA DALAM PERANCANGAN DATABASE SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENDAPATAN
Oviliani Yenty Yuliana
ABSTRAK
Database yang memenuhi aturan normalisasi diperlukan untuk menunjang Sistem Informasi Akuntansi (SIA) terkomputerisasi. Alat yang biasa digunakan untuk merancang database adalah Entity Relationship Model (Model E-R). Namun aturan penggambaran diagram tidak begitu jelas, sehingga mempersulit perancang data untuk membentuk database yang memenuhi aturan normalisasi. Model REA merupakan pengembangan dari Model E-R. Model REA menerapkan prinsip give- toget, sehingga mempermudah pembentukan model data. Dalam tulisan ini dibahas Logical dan Physical View data, schema, Model REA, menyusun diagram REA, tahap-tahap perancangan database dan peran serta akuntan, serta cara mengimplementasikan Model REA ke database relasional, khususnya pada siklus pendapatan.
Kata kunci: database, model E-R, model REA, SIA, siklus pendapatan
Nama Jurnal: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume: Vol. 14, No. 2, November 2012: 81-90 Doi/Link pdf: http://jurnalakuntansi.petra.ac.id
IMPLEMENTASI MODEL AUDIT PERTANGGUNGJAWABAN SOSIAL BERBASIS HUMAN-CENTERED DESIGN PADA ORGANISASI
SEKTOR PUBLIK
Priyo Suprobo, Diana Suteja, Soegeng Soetedjo, Basuki
ABSTRAK
Penelitian sebelumnya telah menghasilkan suatu model audit pertanggungjawaban sosial berbasis Human-Centered Design, yang selanjutnya disebut HCD. Penelitian ini untuk memperoleh alternatif pendekatan yang lebih sederhana, efektif, dan cocok dalam menghubungkan masyarakat dengan organisasi sektor publik. Dengan demikian, penelitian kali ini bermaksud untuk menguji model tersebut dengan mengimplementasikannya pada organisasi sektor publik. Pendekatan penelitian adalah uji model audit dengan implementasi secara riil di lapangan. Hasil umpan balik atas uji implementasinya dilakukan dengan pendekatan secara kualitatif.
Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan organisasi sektor publik yang diteliti adalah CV. Aidrat & Toserba Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan, RSAB Soerya Sidoarjo dan Universitas Widya Kartika Surabaya.
Organisasi ini dipilih berdasarkan jenis organisasi sektor publik yang meliputi unit- unit usaha di bawah organisasi keagamaan, organisasi kesehatan, dan lembaga pendidikan. Di sisi lain juga ditentukan berdasarkan kesediaan bekerjasama dan area yang diwakili. Secara penilaian, hasil audit pertanggungjawaban sosial untuk kriteria aspek kelembagaan dan legal formal dalam preliminary survey, Universitas Widya Kartika dan RSAB Soerya termasuk berkategori baik. Sementara CV. Aidrat termasuk dalam kategori cukup. Dalam hal pengendalian internal, semua organisasi ini masuk dalam kategori cukup sedangkan dalam hal kinerja program untuk pertanggungjawaban sosial, CV. Aidrat dan RSAB Soerya memberikan nilai kinerja yang baik.
Kata kunci: audit sosial, human-centered design, organisasi, sektor publik, model
Nama Jurnal: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume: Vol. 16, No. 1, Mei 2014, 33-42 Doi/Link pdf: http://jurnalakuntansi.petra.ac.id
PENGARUH PENGUMUMAN DIVIDEN TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM (RETURN) SEBELUM DAN SESUDAH EX –DIVIDEND
DATE DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ)
R. Andi Sularso
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengumuman ex-dividend date di Bursa Efek Jakarta, dengan mengambil sampel 14 saham. Sampel dibagi menjadi dua, yaitu dividen naik dan dividen turun. Periode penelitian selama 120 hari yang dibagi menjadi dua periode yaitu periode estimasi selama 90 hari dan periode peristiwa selama 30 hari termasuk 15 hari sebelum dan sesudah event.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah event study yang akan mengamati pergerakan harga saham di pasar modal. Untuk menguji adanya reaksi harga dilakukan tes abnormal return selama periode peristiwa dengan analisis perhitungan berdasarkan konsep model-model keseimbangan yaitu Capital Asset Pricing Model (CAPM) dan dengan melakukan pengujian abnormal return terhadap dividen naik dan dividen turun pada saat ex-dividend date. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat signifikansi 10% ada 2 hari kerja yang masih menghasilkan abnormal return yang signifikan pada dividen naik, yaitu hari ke 4 sebelum event date sebesar -0,001102 atau sekitar 0,1% dan pada hari ke 5 setelah event date sebesar -0,032184 atau sekitar 3%. Sedangkan pada dividen turun menunjukkan bahwa ada 3 hari bursa yang masih memberikan abnormal return yang signifikan, yaitu pada hari ke 13 dan pada hari ke 2 sebelum event date sebesar 0,028263 atau sekitar 2% dan 0,0166274 atau sekitar 1%, serta pada hari ke 5 setelah event date sebesar 0,029105 atau sekitar 3%. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa harga saham bereaksi negatif terhadap informasi pengumuman dividen naik pada saat ex-dividen date, dan bereaksi positif terhadap informasi pengumuman dividen turun pada saat ex-dividend date.
Kata kunci: ex-dividend date, return, CAPM
Nama Jurnal: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume: Vol. 5, No. 1, Mei 2003: 1 - 17 Doi/Link pdf: http://jurnalakuntansi.petra.ac.id
MENGAPA PERLU MENGHAPUS SPT TAHUNAN 1721?
Yenni Mangoting
ABSTRAK
Pemberi kerja yang dalam hal ini bertindak sebagai pemotong pajak, menghitung PPh pasal 21 dalam dua tahap, yaitu 1) menghitung PPh pasal 21 masa yang dilaporkan dan disetorkan setiap bulan dan 2) Perhitungan ulang PPh Pasal 21 dengan menjumlahkan semua penghasilan yang diterima dalam satu tahun pajak dan dilaporkan dalam SPT Tahunan dengan form 1721. Kekurangan pembayaran harus dilunasi sebelum tanggal 25 Maret tahun pajak berikutnya. Oleh karena itu pemberi kerja biasanya tidak mengitung PPh pasal 21 masa berdasarkan penghasilan yang sebenarnya. Selain karena secara administrasi merepotkan, pemberi kerja juga di beri kesempatan menghitung kembali PPh Pasal 21 sebagai dasar pengisian Form 1721 - A1 atau 1721 A2. Penghitungan kembali PPh Pasal 21 pada akhir tahun menjadi perhitungan final hasil revisi perhitungan PPh 21 masa.
Kata kunci: pemberi kerja, SPT Tahunan PPh Pasal 21, SPT Masa PPh Pasal 21, wajib pajak
Nama Jurnal: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume: Vol. 10, No. 2, November 2008: 109-120 Doi/Link pdf: http://jurnalakuntansi.petra.ac.id
SUATU PENDEKATAN BARU DALAM PRODUCT DEVELOPMENT COSTING UNTUK BARANG-BARANG INDUSTRI
Monika Kussetya Ciptani
ABSTRAK
Dalam persaingan dunia bisnis yang sangat ketat, kemampuan perusahaan untuk dapat menciptakan atau mengembangkan produk baru sangat diperlukan. Dengan semakin ketatnya persaingan antar perusahaan tersebut produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan akan memiliki jangka waktu (umur) tertentu di pasaran. Khusus untuk barang-barang industri, daur hidup produk industri akan memiliki kecenderungan umur hidup yang semakin pendek terutama didukung dengan adanya perkembangan teknologi yang digunakan oleh perusahaan tersebut. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong dilakukannya proses pengembangan produk industri selain faktor laba (profit) yang diperoleh oleh perusahaan dengan melakukan usaha pengembangan produk. Dalam usaha pengembangan produk untuk barang-barang industri, perusahaan menggunakan berbagai metode untuk memperpendek siklus pengembangan produk industrinya. Meskipun demikian perusahaan masih tetap mengalami kesulitan didalam menentukan biaya-biaya yang dibutuhkan untuk melakukan pengembangan produk industri yang masih berada pada tahap perkembangan produk. Suatu perusahaan industri haruslah mengetahui berapa biaya-biaya yang diperlukan untuk pengembangan produk yang dilakukannya dan menentukan tingkat aktivitas pengembangan produk industri yang membutuhkan biaya paling besar agar dapat melakukan perencanaan dan pengendalian biaya atas produk industri baru yang dikembangkannya. Dengan menggunakan sistem produk life-cycle costing perusahaan akan dapat mengantisipasi besarnya biaya yang muncul pada tiap-tiap tahap daur hidup produk dan melakukan pembebanan yang akurat atas produk industri baru yang dihasilkannya.
Kata kunci: produk industri, barang konsumsi, pengembangan produk, daur hidup produk, biaya berdasar daur hidup produk, pengembangan produk industri baru
Nama Jurnal: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume: Vol.1, No. 2, Nopember 1999: 117 - 131 Doi/Link pdf: http://jurnalakuntansi.petra.ac.id
TINJAUAN ATAS SUKU BUNGA DAN DAMPAKNYA PADA KEPUTUSAN INVESTASI DAN PEMBIAYAAN
Devie
ABSTRAK
Karakteristik suku bunga sangat berpengaruh dalam mengambil keputusan investasi dan pembiayaan, karena suku bunga merupakan biaya pendanaaan di satu sisi dan merupakan tingkat hasil yang diharapkan disisi lain. Dengan memahami karakteristik suku bunga, dapat diperoleh biaya pendanaan yang paling efisien dan sebaliknya akan mencapai tingkat hasil yang diharapkan lebih besar. Suku bunga majemuk merupakan suku bunga yang berlaku pada dunia bisnis yang senantiasa mengalami modifikasi sesuai dengan periode pembayaran bunga, yang disebut suku bunga efektif. Dalam perkembangannya suku bunga efektif dikonversikan menjadi suku bunga flat agar memudahkan melakukan investasi-pembiayaan dan mencari biaya pendanaan yang paling efisien dan tingkat hasil yang paling besar.
Kata kunci: suku bunga, keputusan investasi dan pembiayaan, tingkat hasil
Nama Jurnal: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume: Vol. 2, No. 2, Nopember 2000: 162 – 173 Doi/Link pdf: http://jurnalakuntansi.petra.ac.id
REAKSI PASAR SEBELUM DAN SESUDAH INTERNET FINANCIAL REPORTING
Rendi Satria, Supatmi
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaaan reaksi pasar sebelum dan sesudah internet financial reporting (IFR) yang diukur dengan volume perdagangan saham dan abnormal return. Sampel yang digunakan terdiri dari 181 perusahaan yang terdaftar di BEI pada tahun 2011. Volume perdagangan saham dan abnormal return diuji menggunakan uji beda Wilcoxon Signed Test untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah publikasi IFR. Temuan pada penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan reaksi pasar sebelum dan sesudah publikasi IFR, baik yang diukur dengan volume perdagangan saham dan abnormal return.
Perusahaan yang menerapkan IFR memiliki rata-rata volume perdagangan saham dan abnormal return lebih besar sesudah publikasi IFR. Kata
Kata kunci: internet financial reporting, volume perdagangan saham, abnormal return
Nama Jurnal: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume: Vol. 15, No. 2, November 2013, 86-94 Doi/Link pdf: http://jurnalakuntansi.petra.ac.id
PENGARUH MODAL INTELEKTUAL DAN PENGUNGKAPANNYA TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN
Setyarini Santosa
ABSTRAK
Penelitian ini menguji keberadaan pengaruh modal intelektual dan pengungkapannya terhadap kinerja perusahaan tahun ini dan satu tahun yang akan datang. Penelitian sebelumnya hanya menguji pengaruh modal intelektual terhadap kinerja perusahaan saja atau menguji tentang pengungkapan modal intelektual terhadap kinerja perusahaan dalam model yang terpisah. Modal intelektual yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah human capital dan structural capital.
Pengukuran modal intelektual dilakukan dengan konsep efisiensi yang dinyatakan dengan Value Added Intelectual Coefficient atau VAICTM, sedangkan kinerja perusahaan diukur dengan menggunakan accounting-based performance dan market-based performance. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 31
perusahaan besar yang terdaftar di BEI pada tahun 2007. Hipotesis diuji dengan menggunakan metode Ordinary Least Square. Data diperoleh dari dua sumber yaitu dari Laporan Keuangan yang diunduh dari IDX dan dari data base Osiris. Hasil penelitian menyatakan bahwa modal intelektual tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan di Indonesia saat ini dan satu tahun yang akan datang. Demikian juga dengan pengungkapan modal intelektual. Perusahaan di Indonesia masih mengandalkan peningkatan value added nya melalui efisiensi modal fisik dan bukan modal intelektual.
Kata kunci: human capital, structural capital, VAICTM, modal intelektual, pengungkapan modal intelektual, kinerja perusahaan
Nama Jurnal: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume: Vol. 14, No. 1, Mei 2012: 16-31 Doi/Link pdf: http://jurnalakuntansi.petra.ac.id