• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA KINERJA BANK DEVISA DAN NON DEVISA DI INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISA KINERJA BANK DEVISA DAN NON DEVISA DI INDONESIA"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISA KINERJA BANK DEVISA DAN

NON DEVISA DI INDONESIA

Azizatul Hosniah

Dr. Prihantoro

Universitas Gunadarma

Abstraksi

Bank sebagai lembaga intermediasi antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak-pihak yang memerlukan dana, diperlukan bank dengan kinerja keuangan yang sehat, sehingga fungsi intermediasi dapat berjalan lancar.

Hasil penelitian dan motivasi penelitian sebelumnya yang telah dibahas sebelumnya maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah analisis kinerja bank devisa dan bank non devisa di Indonesia.

Kinerja bank devisa dan bank non devisa bila dilihat dari variable ROA dan ROE baik bank devisa dan bank non devisa dinilai cukup baik hanya beberapa bank saja yang mempunyai nilai ROE yang masih sangat rendah, dilihat dari varibel LDR dinilai cukup baik tetapi ada beberapa bank yang nilai LDRnya sangat tinggi diatas 110% yang artinya likuiditas bank tersebut tidak sehat karena semakin tinggi LDR maka semakin rendahnya kemampuan likuiditas bank yang bersangkutan.

Hasil pengujian saat ini menunjukkan bahwa dari tahun 2006-2008 tidak terdapat perbedaan kinerja antara bank devisa dan non devisa jika dilihat dari ROA, ROE dan LDR. Hal ini terjadi karena bank devisa tidak secara maksimal memanfaatkan peluang memperoleh laba dari transaksi dengan mempergunakan mata uang asing.

(2)

LATAR BELAKANG MASALAH

Bank sebagai lembaga intermediasi antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak-pihak yang memerlukan dana, diperlukan bank dengan kinerja keuangan yang sehat, sehingga fungsi intermediasi dapat berjalan lancar. Beberapa penelitian tentang perbandingan kinerja bank pada industri perbankan yang didasarkan pada rasio-rasio dari laporan keuangan perbankan pernah dilakukan sebelumnya. Beberapa penelitian diantaranya adalah penelitian yang dilakukan oleh Febryani dan Zulfadin (2003) mengenai perbandingan tingkat efisiensi pada industri perbankan dengan melakukan pengujian empiris terhadap bank devisa dan non devisa yang didasarkan pada Return on Equity, Return on Assets dan Loan to Deposit Ratio Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja bank devisa dan non devisa pada periode krisis ekonomi jika dilihat dari variabel Return on Equity dan Return on Assets. Perbedaan kinerja terlihat nyata jika dilihat dari variabel Loan to Deposit Ratio (Febryani dan Zulfadin, 2003)

Berdasarkan fenomena-fenomena yang muncul dari hasil beberapa penelitian sebelumnya antara lain menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja bank devisa dan non devisa pada periode krisis ekonomi (Febryani dan Zulfadin). Berdasarkan hal tersebut maka penelitian tentang analisis kinerja Bank Devisa dan Bank Non Devisa di Indonesia merupakan salah satu factor yang menarik sehingga motivasi penelitian ni adalah analisis kinerja Bank Devisa dan Bank Non Devisa di Indonesia.

TUJUAN PENELITIAN

Dari Batasan Masalah di atas maka tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut

1. Untuk menganalisis kinerja keuangan Bank Devisa dan Bank non Devisa berdasarkan ROA, ROE dan LDR

2. Untuk menganalisis perbedaan kinerja Bank Devisa dan Bank non Devisa berdasarkan ROA, ROE dan LDR

(3)

TINJAUAN PUSTAKA

Menurut pasal 1 undang-undang No.10 Tahun 1998 tentang perubahan Undang-undang No.7 Tahun 1992 tentang perbankan. Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dan menurut Suyatno (1996 : 1) Bank adalah badan yang usaha utamanya menciptakan kredit

Sedangkan menurut Lukman (2005) Bank adalah suatu badan usaha yang tugas utamanya sebagai lembaga perantara keuangan (financial intermediasies), yang menyalurkan dana dari pihak yang berkelebihan dana (idle fund surplus unit) kepada pihak yang membutuhkan dana atau kekurangan dana (deficit unit) pada waktu yang ditentukan. Dan pengertian Bank menurut G.M. Verryn Stuart ( dalam buku Manajemen perbankan, 2005) Bank adalah suatu badan yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan kredit, baik dengan alat-alat pembayarannya sendiri atau dengan uang yang diperolehnya dari orang lain, maupun dengan jalan memperedarkan alat-alat penukar baru berupa uang giral (G.M. Verryn Stuart).

Adapun pengertian Bank menurut A. Abdurrachman ( dalam buku Manajemen perbankan, 2005) Bank adalah suatu jenis lembaga keuangan yang melaksanakan berbagai macam jasa, mengedarkan mata uang, pengawasan terhadap mata uang, bertindak sebagai tempat penyimpanan benda-benda berharga, membiayai perusahaan-perusahaan, dan lain-lain sedangkan menurut Fockema Andrea Bank adalah suatu lembaga atau orang pribadi yang menjalankan perusahaan dalam menerima dan memberikan uang dari dan kepada pihak ketiga. Berhubung dengan adanya cek yang hanya dapat dberikan kepada banker sebagai tertarik, maka bank dalam arti luas adalah orang atau lembaga yang dalam pekerjaannya secara teratur menyediakan uang untuk pihak ketiga

Analisis rasio likiditas adalah analisis yang dilakukan terhadap kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya atau kewajiban yang sudah tempo.

(4)

LDR adalah rasio antara seluruh jumlah kredit yang diberikan bank dengan dana yang diterima oleh bank. Rasio ini menunjukkan salah satu penilaian likuiditas bank dan dapat dirumuskan sebagai berikut.

Jumlah Kredit yang Diberikan

= Total Dana Pihak Ketiga x100%

Analisis Rasio Rentabilitas bank adalah alat untuk menganalisis atau mengukur tingkat efisiensi usaha dan profibilitas yang dicapai oleh bank yang bersangkutan. Selain itu, rasio-rasio dalam kategori ini dapat pula digunakan untuk mengukur tingkat kesehatan bank.

Rasio ROA ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh keuntungan (laba) secara keseluruhan. Semakin besar ROA suatu bank, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai bank tersebut dan semakin baik pula posisi bank tersebut dari segi penggunaan asset. Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut.

Laba Bersih

= Total Aktiva x100%

ROE adalah perbandingan antara laba bersih bank dengan ROE modal sendiri. Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut.

Laba Bersih

= Modal Sendiri x100%

METODOLOGI PENELITIAN Objek Penelitian

Objek penelitian ini adalah bank-bank yang terdiri dari Bank Devisa dan Bank Non Devisa. Adapun populasi bank yang terdaftar di Bank Indonesia berjumlah 40 bank devisa dan 38 bank non devisa. Pertimbangan pengambilan sampel adalah dengan mengambil 50% sample dari jumlah populasi masng-masing bank devisa dan bank non devsa yang terdaftar di Bank Indonesia. Dalam penelitian ini pengambilan sample

(5)

dilakukan secara acak dengan mengambil 40 sampel bank yang terdiri dari 20 bank devisa dan 20 bank non devisa.

Sumber dan Jenis Data

Dalam penelitian ini dipeloreh data berupa laporan keuangan bank dari Bank Indonesia melalui situs Bank Indonesia (Http://HTUwww.bi.go.idUTH/ ) selain melalui situs juga

melakukan studi pustaka untuk memperkuat dan mendukung penelitian ini, yaitu menguraikan teori-teori yang diperlukan dalam pembahasan masalah. Dilakukan dengan cara membaca dan mempelajari buku-buku literature, jurnal serta tulisan-tulisan yang berkaitan dengan masalah yang di teliti.

Jenis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Sumber data dari bank devisa dan bank non devisa yang dijadikan sampel adalah laporan keuangan tahun 2006 sampai 2008 yang berupa neraca yang terdiri dari Aktiva dan Pasiva (lampiran) dan laporan laba rugi yang terdiri dari Laba sebelum pajak dan Laba setelah pajak (Lampiran) yang diperoleh dari Bank Indonesia.

Variabel-variabel Operasional

1. Return on Assets

Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh keuntungan (laba) secara keseluruhan. Semakin besar ROA suatu bank, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai bank tersebut dan semakin baik pula posisi bank tersebut dari segi penggunaan asset. Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut.

Laba Bersih

= Total Aktiva x100% 2. Return on Equity

ROE adalah perbandingan antara laba bersih bank dengan ROE modal sendiri. Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut.

Laba Bersih

(6)

3. Loan to Deposit Ratio

LDR adalah rasio antara seluruh jumlah kredit yang diberikan bank dengan dana yang diterima oleh bank. Rasio ini menunjukkan salah satu penilaian likuiditas bank dan dapat dirumuskan sebagai berikut.

Jumlah Kredit yang Diberikan

= Total Dana Pihak Ketiga x100%

Uji Asumsi Klasik Normalitas

Uji normalitas data ini bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah modal regresi, variabel-variabel dalam penelitian ini mempunyai distribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas akan dilakukan dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov untuk masing-masing variabel. Untuk uji Kolmogorov-Smirnov akan dilihat dari nilai probabilitasnya :

Persamaan untuk uji normalitas adalah sebagai berikut : HO : Data berdistribusi normal

HA : Data berdistribusi normal

Dasar pengambilan keputusan berdasarkan nilai probabilitas yaitu :

1. Jika probabilitas > 0.05 maka HO diterima, artinya data berdistribusi normal. 2. Jika probabilitas < 0.05 maka HO ditolak, artinya data berdistribusi tidak

normal

Metode Perhitungan Uji Beda

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah independent samplers t test (uji t untuk rata-rata dua sample independent) sebenarnya adalah uji t untuk mengamati perbedaan rata-rata sample yang tidak berhubungan dengan nilai hipotesisnya. Uji ini khusus digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata dari setiap kelompon yang diamati.

(7)

Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kinerja antara bank devisa dan bank non devisa dilakukan uji statistik dengan sample t-test beda 2 rata-rata atas kinerja 40 bank swasta yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 20 bank devisa dan 20 bank non devisa. Dari hasil pengujian diperoleh hasil sebagai berikut:

Tahun 2006

a. ROA (Return on Assets)

Dari hasil uji (lampiran 1) diperoleh probabilitas signifikansi sebesar 0.195,

karena probabilitas signifikansi lebih besar dari (α) alpha (0.195> 0.05), hal ini berarti tidak signifikan. Sehingga tidak terdapat perbedaan antara return on

assets bank devisa dengan bank non devisa. Hal ini kemungkinan terjadi karena bank devisa tidak secara maksimal memanfaatkan peluang memperoleh laba dari transaksi dengan mempergunakan mata uang asing

b. ROE (Return on Equity)

Dari hasil uji (lampiran 1) diperoleh probabilita signifikansi sebesar 0.635, karena probabilitas signifikansi lebih besar dari (α) alpha (0. .635 > 0.050), hal ini berarti tidak signifikan. Sehingga tidak terdapat perbedaan antara return on equity

bank devisa dengan bank non devisa. Karena bank non devisa dapat maksimal memperoleh laba dari pengelolaan asetnya dengan keterbatasan yang dimilikinya, jika dibandingkan dengan bank devisa yang memiliki fasilitas dan kualitas pelayanan yang baik

c. LDR (Loan to Deposit Ratio)

Dari hasil uji (lampiran 1) diperoleh probabilita signifikansi sebesar 0.863, karena probabilitas signifikansi lebih besar dari (α) alpha (0.863> 0.050), hal ini berarti tidak signifikan. Sehingga tidak terdapat perbedaan antara loan to deposit ratio

(8)

bank devisa dengan bank non devisa.. Hal ini terjadi karena bank devisa dan bank non devisa kurang mampu mengimbangi pemberian kredit kepada nasabah kredit dengan kewajiban bank untuk segera memenuhi permintaan deposan yang ingin menarik kembali uangnya yang telah digunakan oleh bank untuk memberikan kredit.

Tahun 2007

a. ROA (Return on Assets)

Dari hasil uji (lampiran 2) diperoleh probabilita signifikansi sebesar 0.428, karena probabilitas signifikansi lebih besar dari (α) alpha (0.428> 0.050), hal ini berarti tidak signifikan. Sehingga tidak terdapat perbedaan antara return on assets

bank devisa dengan bank non devisa. Hal ini kemungkinan terjadi karena bank devisa tidak secara maksimal memanfaatkan peluang memperoleh laba dari transaksi dengan mempergunakan mata uang asing.

b. ROE (Return on Equity)

Dari hasil uji (lampiran 2) diperoleh probabilita signifikansi sebesar 0.777, karena probabilitas signifikansi lebih besar dari (α) alpha (0.777> 0.050), hal ini berarti tidak signifikan. Sehingga tidak terdapat perbedaan antara return on equity

bank devisa dengan bank non devisa. . Karena bank non devisa dapat maksimal memperoleh laba dari pengelolaan asetnya dengan keterbatasan yang dimilikinya, jika dibandingkan dengan bank devisa yang memiliki fasilitas dan kualitas pelayanan yang baik

c. LDR (Loan to Deposit Ratio)

Dari hasil uji (lampiran 2) diperoleh probabilita signifikansi sebesar 0.966, karena probabilitas signifikansi lebih kecil dari (α) alpha (0.966< 0.050), hal ini berarti signifikan. Sehingga tidak terdapat perbedaan antara loan to deposit ratio bank

devisa dengan bank non devisa. Hal ini terjadi karena bank devisa dan bank non devisa kurang mampu mengimbangi pemberian kredit kepada nasabah kredit dengan kewajiban bank untuk segera memenuhi permintaan deposan yang ingin menarik kembali uangnya yang telah digunakan

(9)

Tahun 2008

a. ROA (Return on Assets)

Dari hasil uji (lampiran 2) diperoleh probabilita signifikansi sebesar 0.091, karena probabilitas signifikansi lebih besar dari (α) alpha (0.091> 0.050), hal ini berarti tidak signifikan. Sehingga tidak terdapat perbedaan antara return on assets

bank devisa dengan bank non devisa. Hal ini kemungkinan terjadi karena bank devisa tidak secara maksimal memanfaatkan peluang memperoleh laba dari transaksi dengan mempergunakan mata uang asing.

b. ROE (Return on Equity)

Dari hasil uji (lampiran 2) diperoleh probabilita signifikansi sebesar 0.485, karena probabilitas signifikansi lebih besar dari (α) alpha (0.485> 0.050), hal ini berarti tidak signifikan. Sehingga tidak terdapat perbedaan antara return on equity

bank devisa dengan bank non devisa. Karena bank non devisa dapat maksimal memperoleh laba dari pengelolaan asetnya dengan keterbatasan yang dimilikinya, jika dibandingkan dengan bank devisa yang memiliki fasilitas dan kualitas pelayanan yang baik

c. LDR (Loan to Deposit Ratio)

Dari hasil uji (lampiran 2) diperoleh probabilita signifikansi sebesar 0.137, karena probabilitas signifikansi lebih kecil dari (α) alpha (0.137< 0.050), hal ini berarti signifikan. Sehingga tidak terdapat perbedaan antara loan to deposit ratio bank

devisa dengan bank non devisa. Hal ini terjadi karena bank devisa dan bank non devisa kurang mampu mengimbangi pemberian kredit kepada nasabah kredit dengan kewajiban bank untuk segera memenuhi permintaan deposan yang ingin menarik kembali uangnya yang telah digunakan

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Dari hasil penelitian dan uraian sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

(10)

1. Kinerja bank devisa dan bank non devisa bila dilihat dari variable ROA dan ROE baik bank devisa dan bank non devisa dinilai cukup baik hanya beberapa bank saja yang mempunyai nilai ROE yang masih sangat rendah hal ini berarti bank-bank tersebut kurang bisa memaksimalkan labanya bahkan cenderung merugi. Sedangkan kinerja bank devisa dan bank non devisa bila dilihat dari varibel LDR dinilai cukup baik tetapi ada beberapa bank yang nilai LDRnya sangat tinggi diatas 110% yang artinya likuiditas bank tersebut tidak sehat karena semakin tinggi LDR maka semakin rendahnya kemampuan likuiditas bank yang bersangkutan. Hal ini disebabkan karena jumlah dana yang diperlukan untuk membiayai kredit menjadi semakin besar.

2. Hasil pengujian saat ini menunjukkan bahwa dari tahun 2006-2008 tidak terdapat perbedaan kinerja antara bank devisa dan non devisa jika dilihat dari ROA, ROE dan LDR. Hal ini terjadi karena bank devisa tidak secara maksimal memanfaatkan peluang memperoleh laba dari transaksi dengan mempergunakan mata uang asing. Faktor lain adalah karena bank non devisa dapat maksimal memperoleh laba dari pengelolaan asetnya dengan keterbatasan yang dimilikinya, jika dibandingkan dengan bank devisa yang memiliki fasilitas dan kualitas pelayanan yang baik dan juga hal ini disebabkan oleh memburuknya kondisi perekonomian Indonesia, yang diikuti kenaikan tingkat suku bunga perbankan sehingga berdampak negatif untuk sektor perbankan

Saran

1. Untuk peningkatan ROA dan ROE baik bank devisa ataupun bank non devisa adalah dengan meningkatkan laba melalui pengelolaan asset dengan lebih baik 2. Untuk meningkatkan LDR sebaiknya bank harus lebih aktif dalam menyalurkan

dana ke sektor riil, sehingga dapat meminimalkan dana menganggur yang ada di bank dan juga bank tidak terlalu terbebani pembayaran bunga dana pihak ketiga.

REFERENSI

Anita Febryani dan Rahadian Zulfadin “Analisis Kinerja Keuangan Bank Devisa dan Bank non Devisa di Indonesia”, Kajian Ekonomi dan Keuangan Volume 7 No.4. 2003.

(11)

Dendawijaya, Lukman. Manajemen Perbankan. Ghalia Indonesia. Jakarta, 2005.

Ervita Safitri. “Analisis Perkembangan Kinerja Keuangan Pada PT. Bank Rakyat Indonesia” Tbk. Skripsi Penelitian Mahasiswi. Fakultas Ekonomi Universitas

Muhammadiyah Palembang, 2006.

Faisol Ahmad. “Analisis Kinerja Keuangan Bank pada PT. Bank Muamalat

Indonesia Tbk”. Jurnal Ilmiah Berkala Empat Bulanan Volume 3 No.2. 2007.

Ikalestari Maharani dan Toto Sugiharto “ Kinerja Bank Devisa dan Non Devisa dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya” Proceeding PESAT. Volume 2. 2007

Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta, 1999.

Kasmir. Manajemen Perbankan. Edisi 1, Cetakan ke-3. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta, 2002.

Meliany Fenny. “Penilaian Kinerja Keuangan Dengan Menggunakan Alat Analisis Tingkat ROE dan ROI serta Pengukuran Tingkat Likuiditas Pada PT. Tamara Bank”. Tbk Skripsi Penelitian Mahasiswa. Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma, 1999. Palupi Retno. “Analisa Perbandingan Kinerja Keuangan Pada Bank Rakyat Indonesia”.

Penelitian Mahasiswa. Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma, 2007.

Saptowati Dwi. “Analisa Perbandingan Kinerja Bank Syariah dan Bank Konvensonal Berdasarkan Rasio Keuangan”. Penelitian Mahasiswa. Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma, 2007.

Taqwasetiani Gina. “Analisa Kinerja Kelompok Bank Indonesia Dalam Upaya Pencapaian Sistem Perbankan yang Sehat”. Penelitian Mahasiswa. Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma, 2007.

Trisantoro, Ruddy. Mengenal Dunia Perbankan. Andi Offset. Yogyakarta, 1993. Untung, Budi. Kredit Perbankan di Indonesia.. Andi Yogyakarta, 2000.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan pola pemikiran tersebut di atas, maka naskah ini akan membahas terlebih dahulu dasar-dasar metode penelitian ilmiah untuk memberikan pengertian latar

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul “ Aplikasi Tepung Ubi Jalar

Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun sistem digital signage dengan menggunakan komputer mini

Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah pada Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Kota Jambi akan melaksanakan pelelangan umum dengan pascakualifikasi untuk paket pekerjaan

Ketika pengurusan perijinan selesai kita bisa langsung memasarkan proyek dengan program yang dirancang dengan baik, sehingga dalam waktu kurang dari enam bulan sudah terjual

Dengan menggunakan E-commerce suatu perusahaan akan mendapat banyak kelebihan sebagai pemenuh kebutuhan dan juga dapat menambah pemasukan pada perusahan, tetapi dalam

21 Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena

Burhān al - Dīn al - Zarnūjī (penghujung kurun ke -12M – permulaan kurun ke-13M), seorang tokoh pendidikan yang menulis tentang isu-isu pendidikan dan metod