• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Budaya Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan PTPN III (Persero)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pengaruh Budaya Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan PTPN III (Persero)"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

(1)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI

PROGRAM S1 EKSTENSI MEDAN

PENGARUH BUDAYA KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PABRIK KELAPA SAWIT (PKS) RAMBUTAN

PTPN III (Persero)

SKRIPSI

OLEH

JULIANTI LESTARI M 070521137

DEPARTEMEN MANAJEMEN

Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Universitas Sumatera Utara Medan

(2)

ABSTRAK

Julianti Lestari M (2010). Pengaruh Budaya Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan PTPN III. Dibawah bimbingan Dra. Yulinda, M.Si sebagai Dosen Pembimbing, Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe, S.E, M.Si sebagai Ketua Departemen Manajemen, Dra. Lucy Anna, MS sebagai Dosen Penguji I, dan Dra. Ulfa. M.si sebagai Dosen Penguji II.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah budaya kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder.

Teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara, penyebaran kuesioner, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan metode deskriptif dan metode kuantitatif. Data primer dalam penelitian ini yang diperoleh dengan menyebar kuesioner/daftar pernyataan, pengukurannya menggunakan skala Likert dan diolah secara statistik dengan menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 15.0 For Windows yaitu untuk menghitung uji T, dan identifikasi determinan (R2). Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode insidental.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara budaya kerja terhadap kinerja karyawan pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan sebesar 36,5%.

(3)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas kasih dan anugerah-Nya yang diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini yang berjudul Pengaruh Budaya Kerja Terhadap

Kinerja Karyawan Pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan PTPN III.

Tujuan Penulisan Skripsi ini dilakukan guna memenuhi syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Jurusan Manajemen pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

Pada kesempatan ini, dengan hati yang tulus penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

2. Ibu Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe, SE, M.Si., selaku Ketua Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

3. Ibu Dra. Nisrul Irawaty, MBA, selaku Sekretaris Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

4. Ibu Dra. Yulinda, M.Si, selaku Dosen Pembimbing yang banyak memberikan bimbingan, saran, dan bersedia meluangkan waktu dalam penyelesaian skripsi ini.

5. Ibu Dra. Lucy Anna, MS, selaku dosen Penguji I, terima kasih atas saran serta kritikan yang sangat berguna demi kesempurnaan skripsi ini.

(4)

7. Bapak dan Ibu Dosen serta seluruh pegawai Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan jasa kepada penulis selama masa perkuliahan.

8. Pimpinan dan para karyawan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan dan PTPN III (Persero) Medan yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk pelaksanaan riset.

9. Terima kasih yang tidak terhingga kepada keluarga penulis atas doa dan dukungannya terutama kedua orang tua penulis tercinta (E. Mendrofa dan A. Marpaung), serta buat abang (Hendry dan Jefry) yang selalu mendoakan dan memberikan semangat demi keberhasilan dan kesuksesan penulis.

10.Teman-teman penulis selama menjalani masa perkuliahan (Ido, Mariaty, Sinta, Risda, dll) yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu. Terima kasih atas motivasi, perhatian, dan persahabatan yang diberikan kepada penulis..

Akhir kata, penulis mengucapkan kepada seluruh pihak yang telah membantu penulis dalam penyelesaian skripsi ini yang namanya tidak dapat disebutkan satu persatu. Penulis berharap, semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Medan, Agustus 2010 Penulis,

(5)

DAFTAR ISI

2.Pengertian Kinerja Pegawai ... 26

3.Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja ... 27

(6)

BAB III : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ... 29

A.Sejarah Perkembangan Perusahaan ... 29

B.Struktur Organisasi Perusahaan ... 32

C.Deskripsi Pekerjaan ... 34

BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN ... 38

A.Karakteristik Responden ... 38

B.Validitas dan Realibilitas Data ... 41

C.Metode Analisis Statistik ... 43

D.Analisis Regresi Linier Sederhana ... 49

E.Uji R Squere (R2) ... 50

F. Pengujian Hipotesis ... 51

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN ... 52

A.Kesimpulan ... 52

B.Saran ... 53

DAFTAR PUSTAKA

(7)

DAFTAR TABEL

No. Tabel Judul Tabel Halaman

Tabel l.1. Data Kinerja Karyawan Sebelum Budaya Kerja

Business by Target ... 5

Tabel l.2. Data Kinerja Karyawan Setelah Budaya Kerja Business by Target ... 5

Tabel 1.3. Defenisi Operasional Variabel ... 11

Tabel 1.4. Instrument Skala Likert ... 12

Tabel 1.5. Data Karyawan PKS Rambutan ... 12

Tabel 1.6. Jumlah Sampel ... 14

Tabel 4.1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Klamin ... 38

Tabel 4.2. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ... 39

Tabel 4.3. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan ... 39

Tabel 4.4. Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja ... 40

Tabel 4.5. Validitas Untuk Variabel Budaya Kerja(X) ... 41

Tabel 4.6. Validitas untuk Variabel Kinerja Karyawan(Y) ... 41

Tabel 4.7. Nilai ralpha untuk Variabel Budaya Kerja dan Kinerja Karyawan ... 42

Tabel 4.8. Kategori Nilai Jawaban Responden Terhadap Pernyataan Variabel X ... 43

Tabel 4.9. Kategori Nilai Jawaban Responden Terhadap Pernyataan Variabel Y ... 45

Tabel 4.10. Hasil Perhitungan Regresi Linier Sederhana ... 48

(8)

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Judul Gambar Halaman

(9)

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran Judul Lampiran

Lampiran 1 Kuesioner Penelitian

Lampiran 2 Data Hasil Uji Coba Kuesioner Kepada 30 Responden Variabel Budaya Kerja (X)

Lampiran 3 Data Hasil Uji Coba Kuesioner Kepada 30 Responden Variabel Kinerja Karyawan (Y)

Lampiran 4 Reliability Budaya Kerja Lampiran 5 Reliability Kinerja Karyawan

Lampiran 6 Tabulasi Jawaban 70 Responden Variabel Budaya Kerja (X) Lampiran 7 Tabulasi Jawaban 61 Responden Variabel

Kinerja Karyawan (Y) Lampiran 8 Regression

(10)

ABSTRAK

Julianti Lestari M (2010). Pengaruh Budaya Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan PTPN III. Dibawah bimbingan Dra. Yulinda, M.Si sebagai Dosen Pembimbing, Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe, S.E, M.Si sebagai Ketua Departemen Manajemen, Dra. Lucy Anna, MS sebagai Dosen Penguji I, dan Dra. Ulfa. M.si sebagai Dosen Penguji II.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah budaya kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder.

Teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara, penyebaran kuesioner, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan metode deskriptif dan metode kuantitatif. Data primer dalam penelitian ini yang diperoleh dengan menyebar kuesioner/daftar pernyataan, pengukurannya menggunakan skala Likert dan diolah secara statistik dengan menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 15.0 For Windows yaitu untuk menghitung uji T, dan identifikasi determinan (R2). Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode insidental.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara budaya kerja terhadap kinerja karyawan pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan sebesar 36,5%.

(11)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kinerja karyawan merupakan prestasi kerja atau hasil kerja baik kualitas

maupun kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan per satuan periode waktu dalam melaksanakan tugas kerjanya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Setiap organisasi atau instansi dalam melaksanakan program yang diarahkan selalu berdaya guna untuk mencapai tujuan perusahaan. Salah satu caranya adalah meningkatkan kinerja karyawan.

Kinerja pada dasarnya adalah sesuatu yang dilakukan atau tidak dilakukan karyawan sehingga mereka mempengaruhi seberapa banyak mereka memberi kontribusi kepada instansi atau organisasi termasuk pelayanan kualitas yang disajikan. Strategi peningkatan kinerja adalah cara perusahaan untuk meningkatkan kinerja karyawan agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Agar strategi peningkatan kinerja tersebut dapat berhasil maka perusahaan perlu mengetahui sasaran kinerja.

(12)

untuk mencapai tujuan. Sementara menurut (Sjafri Mangkuprawira, 2004) budaya kerja merupakan sistem nilai, persepsi, perilaku dan keyakinan yang dianut oleh setiap karyawan tentang makna kerja dan refleksinya dalam kegiatan mencapai tujuan organisasi dan individu.

PT Perkebunan Nusantara III, sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor perkebunan, telah berperan sangat penting dalam pemasukan devisa negara sejak beberapa tahun yang lalu. Perusahaan berkantor Pusat di Medan Sumatera Utara dan mempunyai areal yang tersebar mulai dari Medan di Provinsi Sumatera Utara hingga Bagan Batu di Provinsi Riau yang terbagi dalam 8 Distrik Manager, 1 General Manager, 37 kebun, 11 unit PKS, 10 Pabrik Pengolahan Karet, dan 5 unit rumah sakit. Sebagai suatu agro industri yang terintegrasi, perusahaan mempunyai Pabrik pengolahan Karet 10 unit (2 unit pengolahan latek pekat, 2 Unit pabrik Crumb rubber dan 6 Unit Pengolahan Sheet), serta 11 Unit Pabrik Kelapa Sawit.

Menyadari bahwa persaingan bisnis yang semakin ketat, adanya acaman dari industri sejenis dan produk substitusi, fluktuasi harga produk yang sangat ekstrim serta pengembangan lahan yang semakin sulit, maka perlu melakukan deversifikasi produk dalam menciptakan produk yang berorientasi pasar serta merubah paradigma usaha agar bisa lebih kompetitif.

(13)

sasaran business by target yang telah membawa dampak yang sangat signifikan terhadap pencapaian kinerja karyawan di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan.

Langkah konkrit yang telah dilakukan perusahaan adalah melalui budaya kerja yang terkait dengan Sumber Daya Manusia (SDM) memegang peranan yang sangat vital dalam proses transformasi budaya kerja di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan. Budaya kerja yang dilakukan di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan merupakan suatu program yang komprehensif untuk melakukan percepatan dalam pembaharuan operasional pabrik secara lebih efisien dan efektif .. Aspek budaya tersebut selain tercermin dalam kebiasaan kerja karyawan seperti sikap, cita-cita, pendapat, serta tindakan yang terwujud sebagai budaya kerja juga didukung sepenuhnya oleh seluruh jajaran direksi yang memiliki keyakinan tinggi dalam pelaksanaan tranformasi manajemen, strategi, dan struktural yang dilakukan secara konsisten dan transparan terhadap unit produksi dan penunjang secara terintegrasi dan berkesinambungan.

Pencapaian hasil kinerja karyawan yang optimal dalam menghasilkan produk CPO di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan berbasis kepada upaya strategis, maka diperlukan adanya suatu perubahan atmosfir bisnis berupa perubahan paradigma atau cara pandang, pola pikir, dan cara bertindak dalam menjalankan bisnis di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan. Dengan demikian, program transformasi kultural di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan memiliki ciri-ciri perubahan yang bersifat sangat mendasar, strategis, dan menyeluruh sehingga cita-cita Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan dalam bentuk visi, misi, tata-kelola, dan strategi dapat dirumuskan kembali dan dijabarkan dalam action

(14)

Berbasis terhadap perubahan budaya kerja maka pencapaian target produksi CPO di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan telah mengalami peningkatan secara signifikan dan berkelanjutan, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.1.

Gambar 1.1. Kurva business by target vs. business as usual

Sumber : Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan (2009)

Pencapaian target tersebut sebelumnya hanya menggunakan sasaran dengan pola business as usual yaitu merupakan budaya kerja perusahaan yang tidak sehat (tidak kreatif, tidak inovatif, kurang analisis, dan kurang berpikir secara global) sebagai akibat dari buruknya sistem kerja. Di samping itu juga, sebagai akibat dari rendahnya kompetensi dan minimnya informasi yang diterima oleh SDM, maka diyakini bahwa hasilnya tidak akan mencapai optimal.

Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan sejak tahun 2005 hingga sekarang telah menggunakan pola business by target, yaitu merupakan budaya kerja dengan inovasi yang sudah menjadi kompetensi, pencapaian produktivitas harus meningkat tajam, model operasional Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berasaskan terhadap kecepatan, kesederhanaan, ketanggapan, dan fleksibel. Hal ini telah membawa perubahan yang sangat signifikan terhadap pencapaian kinerja

(15)

karyawan di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan saat ini dibandingkan dengan pencapaian kinerja sebelumnya. Data kinerja Pabrik Kelapa Sawit (PKS) untuk tahun 2000-2009 dapat dilihat pada tabel 1.1 dibawah ini.

Tabel 1.1.

Kinerja PKS Rambutan sebelum menggunakan budaya kerja Businnes By Target

Kinerja PKS Rambutan tahun 2000-2004

Tabel 1.2.

Kinerja PKS Rambutan setelah menggunakan budaya kerja Businnes By Target

Kinerja PKS Rambutan tahun 2005–2009

Pencapaian kinerja yang jauh lebih baik di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan sangat diperlukan upaya-upaya strategis yang harus dilakukan oleh budaya kerja SDM-nya (sistem dan budaya kerja baru). Dalam hal ini karyawan telah terpacu untuk melakukan berbagai inovasi baik terhadap proses maupun produk CPO yang dihasilkan dan hal ini dinilai lebih strategis dalam menjamin keberlangsungan bisnis di unit produksi dalam jangka panjang.. Budaya kerja ini memiliki tujuan utama, yaitu untuk mengubah sikap dan juga perilaku SDM, sehingga pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas kerja Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan sekaligus sebagai upaya strategis di dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis di masa yang akan datang.

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka penulis mengadakan penelitian dan menyajikannya dalam bentuk skripsi yang berjudul

“Pengaruh Budaya Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada Pabrik Kelapa

(16)

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka dapat diperoleh perumusan masalah, “Apakah budaya kerja memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap kinerja karyawan pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan PT Perkebunan Nusantara III”?

C. Kerangka Konseptual

Menurut Triguno (2004:1) budaya kerja adalah nilai-nilai yang menjadi kebiasaan dan bermula dari adat-istiadat, agama, norma dan kaidah yang menjadi keyakinan pada diri pelaku kerja atau organisasi. Dengan demikian, setiap fungsi atau proses kerja harus mempunyai perbedaan dalam cara bekerjanya yang mengakibatkan perbedaan nilai-nilai yang diambil dalam kerangka kerja organisasi. Hal tersebut seperti nilai-nilai apa saja yang patut dimiliki, bagaimana perilaku setiap orang akan dapat mempengaruhi kerja mereka, kemudian falsafah yang dianutnya. Proses yang panjang yang terus menerus disempurnakan sesuai dengan tuntutan dan kemampuan sumber daya manusia itu sendiri sesuai dengan prinsip pedoman yang diakui.

Menurut Mangkunegara (2006:9) kinerja pegawai adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

(17)

merumuskan suatu kerangka konseptual bahwa budaya kerja akan mempengaruhi kinerja pegawai seperti terlihat dalam Gambar 1.1.

Gambar 1.2.

Kerangka Konseptual Penelitian

Sumber : Triguno (2004 : 31) dan Mangkunegara (2006 : 9)

D. Hipotesis

Menurut Kuncoro (2003:48) hipotesis merupakan penjelasan sementara tentang perilaku, fenomena atau keadaan tertentu yang telah terjadi atau akan terjadi, yang kemudian aka diuji kebenarannya melalui penelitian yang akan dilakukan.

Berdasarkan latar belakang masalah, perumusan masalah dan kerangka konseptual di atas, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah “Terdapat pengaruh yang signifkan dan positif antara budaya kerja terhadap kinerja karyawan pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan PT Perkebunan Nusantara III”.

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya kinerja terhadap kinerja karyawan pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan PT Perkebunan Nusantara III.

Kinerja Karyawan (Y)

(18)

2. Manfaat Penelitian

Hasil dari penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak, terutama yang terkait dengan produksi pengolahan kelapa sawit, diantaranya:

a. Bagi Perusahaan

Sebagai bahan pertimbangan dan masukkan bagi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan PT Perkebunan Nusantara III untuk meningkatkan kinerja pabrik secara berkelanjutan.

b. Bagi Peneliti

Sebagai sumber informasi dan sekaligus untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan dalam kerangka sinergisitas antara budaya kerja terhadap kinerja pegawai.

C. Bagi Peneliti Selanjutnya

Memberikan sumbangan pemikiran dan referensi bagi peneliti selanjutnya, yang pada akhirnya dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan dan pertimbangan dalam melakukan penelitian lebih lanjut di masa yang akan datang.

F. Metode Penelitian

(19)

deskriptif. Pertama, untuk studi dalam bidang bisnis terutama digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis. Kedua, studi deskriptif untuk mengenali distribusi dari perilaku data yang kita miliki (Kuncoro, 2009).

Untuk membatasi ruang lingkup dalam penelitian ini digunakan sembilan parameter sebagai berikut:

1. Batasan Operasional

Batasan operasional dibuat untuk membatasi supaya pemahaman dalam penelitian ini menjadi fokus. Dengan demikian, yang akan dibahas adalah pengaruh budaya kerja terhadap kinerja karyawan pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan PT Perkebunan Nusantara III. Budaya kerja adalah nilai-nilai yang menjadi kebiasaan dan bermula dari adat-istiadat, agama, norma dan kaidah yang menjadi keyakinan pada diri pelaku kerja atau organisasi (Triguno, 2004:1). Dalam hal ini, beberapa perilaku dan sikap budaya negatif yang sering terjadi adalah perilaku tidak disiplin dan tidak jujur, perilaku tidak tegas dan tidak percaya diri (Suyadi, 2000:317).

2. Definisi Operasional

Definisi operasional bertujuan untuk melihat sejauh mana variabel-variabel dari suatu faktor berkaitan dengan faktor lainnya. Dalam hal ini variabel yang diteliti terdiri dari:

a. Variabel Bebas (X)

Variabel bebas sering disebut sebagai variabel stimulus, predictor, atau

antecendent. Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi

(20)

budaya kerja pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan PT. Perkebunan III. Budaya kerja adalah nilai-nilai yang menjadi kebiasaan dan bermula dari adat-istiadat, agama, norma dan kaidah yang menjadi keyakinan pada diri pelaku kerja atau organisasi.

b. Variabel Terikat (Y)

Menurut Sugiyono (2006:33) variabel terikat sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kinerja pegawai. Menurut Hasibuan (2002:56), kinerja karyawan diukur dengan indikator :

1. Kedisiplinan

Kedisiplinan pegawai dalam mematuhi peraturan – peraturan yang ada dan melaksanakan instruksi yang diberikan kepadanya dalam mencari tolok ukur kinerja.

2. Kreativitas

Kemampuan karyawan dalam mengembangkan kreativitas dan mengeluarkan potensi yang dimiliki dalam menyelesaikan pekerjaannya sehingga bekerja lebih berdaya guna dan berhasil guna.

3. Kerja sama

(21)

4. Tanggung Jawab

Kinerja pegawai juga dapat diukur dari kesediaan karyawan dalam mempertanggungjawabkan pekerjaan dan hasil kerjanya.

Tabel 1.3.

Defenisi Operasional Variabel

Variabel Definisi Indikator Skala

Budaya Kerja (X)

Budaya kerja adalah nilai-nilai yang

menjadi kebiasaan dan bermula dari adat-istiadat, agama, norma dan kaidah yang menjadi keyakinan pada diri pelaku kerja atau organisasi.

a. Perilaku disiplin dan jujur

b. Perilaku tegas dan percaya adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang

karyawan dalam

melaksanakan tugasnya sesuai dengan

tanggung jawab yang diberikan kepadanya

Sumber: Hasibuan (2005) dan Suyadi (2000), data diolah

3. Skala Pengukuran Variabel

(22)

Tabel 1.4.

Instrumen Skala Likert

Keterangan Skor

Sangat Setuju (SS) 5

Setuju (S) 4

Kurang Setuju (KS) 3

Tidak Setuju (TS) 2

Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Sumber: Sugiono (2008:133)

4. Lokasi dan Waktu Penelitian

Pelaksanaan penelitian dilakukan di Pabrik Kelapa Sawit Rambutan (PKS) PT Perkebunan Nusantara III yang berlokasi di Jl. Medan - Tebing Tinggi Km 75. Sedangkan waktu penelitian dimulai pada bulan Juli hingga bulan Agustus 2010.

5. Populasi dan Sampel

a. Populasi

Populasi adalah suatu kelompok dari elemen penelitian, dimana elemen

tersebut merupakan unit terkecil yang merupakan sumber dari data yang diperlukan (Ginting dan Situmorang, 2008:128). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan 228 orang, seperti yang dilihat pada Tabel 1.5.

Tabel 1.5.

Data Karyawan di PKS Rambutan

No. Distribusi SDM

Jumlah SDM (orang)

1 Karyawan Pimpinan 7

2 Bidang Produksi 8

3 Bidang Administrasi 20

4 Bidang Pengolahan 84

5 Bidang Teknik 54

6 Bidang Umum/Satpam 20

7 Bidang Laboratorium 35

Jumlah SDM 228

(23)

b. Sampel

Sampel adalah suatu bagian dari populasi yang akan diteliti dan dianggap dapat menggambarkan populasinya (Ginting dan Situmorang, 2008:151). Desain pengambilan sampel yang digunakan adalah

Probability sampling. Untuk menentukan jumlah sampel yang akan

diambil digunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10% (Umar, 2008).

2

Dimana : n = Jumlah Sampel N = Jumlah Populasi

e = Tarif kesalahan sebesar 10%

Berdasarkan rumus di atas, maka jumlah sampel dapat dihitung sebagai berikut:

2

= 69,5 orang

Maka, sampel dalam penelitian ini adalah 69,5 orang atau dapat dibulatkan menjadi 70 orang. Untuk mengetahui jumlah sampel dari populasi digunakan teknik Simple Random Sampling dengan rumus seperti yang ditunjukkan di bawah ini (Ridwan, 2002).

Keterangan: n1 = anggota sampel pada proporsi ke I

N1= populasi ke I

(24)

Contoh untuk sampel bidang produksi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan:

= 2,1 = 2

Tabel 1.6.

Jumlah Sampel Menggunakan Metode Simple Random Sampling

No

Sumber: Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan (2010), data diolah

6. Jenis dan Sumber Data

Penulis dalam melakukan penelitian ini, menggunakan dua jenis data sebagai berikut:

a. Data Primer

Data primer adalah data utama yang diperlukan untuk mengetahui sebenarnya pengaruh budaya kerja terhadap kinerja karyawan pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan PT Perkebunan Nusantara III. Data yang diperoleh dengan memberikan daftar kuesioner dan wawancara responden.

b. Data Sekunder

(25)

7. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, antara lain:

a. Daftar Pertanyaan atau Kuesioner

Teknik pengumpulan data dengan cara menyiapkan pernyataan yang tersusun secara sistematis dan standar yang diberikan kepada responden yaitu dalam hal ini adalah para karyawan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan PT Perkebunan Nusantara III.

b. Wawancara

Wawancara dilakukan berupa tanya jawab dengan perwakilan pihak

manajemen perusahaan yang berkaitan dengan sejarah perusahaan, struktur organisasi, budaya kerja dan kinerja karyawan pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan PT Perkebunan Nusantara III.

c. Studi Dokumentasi

Studi dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi dari buku-buku, tulisan ilmiah, internet dan literatur lainnya yang memiliki hubungan dengan permasalahan yang diteliti.

8. Uji Validitas dan Realibilitas

a. Uji Validitas

(26)

Dalam penelitian ini sampel uji validitas diambil sebanyak 30 orang diluar daripada sampel dengan menggunakan program SPSS 15 for

windows dengan kriteria sebagai berikut:

1. Jika r hitung > r tabel, maka pernyataan tersebut dikatakan valid.

2. Jika r hitung < r table, maka pernyataan tersebut dikatakan tidak

valid. b. Uji Reliabilitas

Realibilitas merupakan tingkat kendala suatu instrument penelitian. Instrument yang reliable adalah instrument yang apabila digunakan berulang kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono, 2008). Uji realibilitas dapat menunjukkan konsistensi dari jawaban-jawaban responden yang terdapat pada kuesioner. Uji ini dilakukan setelah uji validitas dan yang diuji merupakan pernyataan yang sudah valid.

Dalam penelitian ini dilakukan uji validitas dan realibilitas dengan menggunakan bantuan program SPSS 15 for windows. Butir pertanyaan yang sudah valid dalam uji validitas akan ditentukan realibilitasnya dengan kriteria sebagai berikut:

1. Jika r alpha positif atau > r tabel, maka pernyataan reliabel

2. Jika r alpha negatif atau < r tabel, maka pernyataan tidak reliabel

(27)

diperoleh melalui kuesioner dapat menjawab tujuan penelitian. Reliabel artinya data yang diperoleh melalui kuesioner hasilnya konsisten bila digunakan untuk penelitian ini.

9. Metode Analisis Data

a. Metode Analisis Deskriptif

Metode analisis dengan cara data yang disusun dan dikelompokkan, kemudian dianalisis sehingga diperoleh gambaran tentang masalah yang dihadapi dan untuk menjelaskan hasil perhitungan. Data diperoleh dari data primer berupa daftar pernyataan yang telah diisi oleh sejumlah responden penelitian yaitu karyawan pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan PT Perkebunan Nusantara III.

b. Metode Analisis Kuantitatif

Peneliti menganalisis dengan metode analisis regresi linear sederhana. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan bantuan program

SPSS 14 for windows. Adapun model persamaan yang digunakan

adalah sebagai berikut:

Keterangan : Y = Variabel Kinerja Karyawan X = Variabel Budaya Kerja a = Konstanta

b = Koefisien regresi

(28)

c. Uji Hipotesis

Uji hipotesis dilakukan dengan uji t yaitu secara parsial untuk membuktikan hipotesis awal tentang hubungan budaya kerja sebagai variabel bebas (X) terhadap kinerja pegawai sebagai variabel terikat (Y). Hasil uji ini pada output SPSS dapat dilihat pada Tabel

Coefficients.

Kriteria pengujiannya sebagai berikut :

Ho : β = 0 (Tidak ada pengaruh signifikan dari budaya kerja terhadap kinerja karyawan)

Ha : β≠ 0 (Ada pengaruh yang signifikan dari budaya kerja terhadap kinerja karyawan)

Dengan kriteria pengambilan keputusan : Ho diterima jika t hitung < t tabel pada α = 5% Ho ditolak jika t hitung > t tabel pada α = 5% d. Koefisien Determinasi (R2)

(29)

dengan variabel terikat (Y) semakin lemah. Sebaliknya, apabila R

Square semakin besar atau meeendekati angka 1 (satu), maka

(30)

BAB II

URAIAN TEORITIS

A. Penelitian Terdahulu

Penelitian oleh Prima (2009) dengan skripsinya yang berjudul “Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Sekretariat Daerah Kabupaten Dairi Sumatera Utara”, sampel yang diambil sebanyak 49 orang, teknik analisis data yang digunakan koefisien korelasi Product

Moment dan koefisien determinan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya

pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai dimana budaya organisasi yang terdapat di Sekretariat Daerah Kabupaten Dairi Sangat tinggi sementara kinerja pegawai yang terdapat di Sekretariat Daerah Kabupaten Dairi pun berada pada kategori tinggi. Berdasarkan perhitungan determinan maka diketahui pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai sebesar 38,44% dan 61,56% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

(31)

disarankan agar pihak Jasa Tirta 1 Malang lebih meningkatkan rasa kebersamaan antar biro ataupun divisi, karena dengan adanya rasa kebersamaan yang terjalin antar karyawan dalam menjalankan tugas atau pekerjaanya dapat memperoleh hasil yang lebih baik, yang nantinya akan berpengaruh pada kepuasan karyawan dan kinerja karyawan itu sendiri.

B. Budaya Kerja

1. Pengertian Budaya Kerja

Budaya berasal dari bahasa sangsekerta “budhayah” sebagai bentuk jamak dari kata dasar “budhi” yang artinya akal atau segala sesuatu yang berkaitan dengan akal pikiran. Sedangkan kata budaya merupakan perkembangan dari “budidaya” nilai-nilai dan sikap mental (Kepmenpan No. 25/KEP/M.PAN/04/2002). Budidaya berarti memberdayakan budi sebagaimana dalam bahasa inggris dikenal sebagai culture yang semula artinya mengolah atau mengerjakan sesuatu, kemudian berkembang sebagai cara manusia mengaktualisasikan nila (value), karsa (creativity) dan hasil karyanya (performance).

(32)

Budaya kerja merupakan sistem nilai, persepsi, perilaku dan keyakinan yang dianut oleh setiap karyawan tentang makna kerja dan refleksinya dalam kegiatan mencapai tujuan organisasi dan individu (Sjafri Mangkuprawira, 2004). Sebenarnya budaya kerja sudah lama dikenal manusia, namun belum disadari bahwa sebuah keberhasilan kerja berakar pada nilai-nilai yang dimiliki dan perilaku yang menjadi kebiasaan. Nilai-nilai tersebut bermula dari adat-istiadat, agama, norma dan kaidah yang menjadi keyajinan pada diri pelaku kerja atau organisasi. Nilai-nilai yang menjadi kebiasaan tersebut dinamakan budaya kerja (Triguno, 2004:1).

Setiap fungsi atau proses kerja harus mempunyai perbedaan dalam cara bekerjanya yang mengakibatkan perbedaan nilai-nilai yang diambil dalam kerangka kerja organisasi. Hal tersebut seperti nilai-nilai apa saja yang patut dimiliki, bagaimana perilaku setiap orang akan dapat mempengaruhi kerja mereka, kemudian falsafah yang dianutnya. Proses yang panjang yang terus menerus disempurnakan sesuai dengan tuntutan dan kemampuan sumber daya manusia itu sendiri sesuai dengan prinsip pedoman yang diakui (Triguno, 2004:31).

2. Terbentuknya Budaya Kerja

(33)

oleh para pendiri (founders) atau pimpinan paling atas (top management) atau pejabat yang ditunjuk dimana besarnya pengaruh yang dimilikinya akan menentukan suatu cara tersendiri yang dijalankan dalam satuan kerja yang dipimpinnya.

Budaya kerja yang dibangun dan dipertahankan ditunjukkan dari filsafat pendiri atau pimpinannya. Selanjutnya budaya itu sangat dipengaruhi oleh kriteria yang digunakan dalam mempekerjakan pegawai. Tindakan pimpinan akan sangat berpengaruh terhadap perilaku yang dapat diterima atau tidak. Namun secara perlahan nilai-nilai tersebut dengan sendirinya akan terseleksi dan terjadi perubahan yang akhirnya akan muncul budaya kerja yang diinginkan. Dengan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa perubahan dalam budaya kerja itu sangat penting, karena masalah budaya kerja terletak pada diri kita masing-masing dan musuh budaya kerja adalah diri kita sendiri (Triguno, 2004:29).

Di Indonesia terdapat perilaku dan sikap budaya yang tercermin dari perilaku dan norma – norma kehidupan sehari-hari, hal ini tidak terlepas dari akar budaya yang dianut masyarakat atau bangsa yang bersangkutan. Perilaku dan sikap budaya dimaksud ada yang bersifap positif dan ada yang bersifat negatif bila dikaitkan dengan aktifitas dan atau pekerjaan seseorang.

3. Perilaku dan Sikap Budaya Positif

(34)

4. Perilaku dan Sikap Budaya Negatif

Selain perilaku dan sikap budaya positif seperti yang digambarkan di atas, rakyat Indonesia juga ditandai dengan perilaku dan sikap yang negatif. Kebiasaan negatif yang seolah-olah merupakan bagian dari kehidupan bersifat kontraproduktif. Beberapa perilaku negatif yang sering terjadi adalah sebagai berikut (Suyadi, 2000:313).

1. Perilaku tidak disiplin dan tidak jujur

Hampir semua bagian lapisan masyarakat pada berbagai kasus dan intensitas yang berbeda melakukan tindakan tidak disiplin dan tidak jujur, melakukan pelanggaran hukum/peraturan pemerintah maupun terhadap tugas atau pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Perilaku tidak disiplin dan tidak jujur yang dilakukan tersebut akan mempengaruhi kinerja dan berdampak merugikan bangsa dan masyarakat.

2. Perilaku tidak tegas dan tidak percaya diri

(35)

C. Kinerja Karyawan

1. Pengertian Kinerja

Istilah kinerja berasal dari kata job performance atau actual

performance (prestasi kerja atau prestasi yang sesungguhnya dicapai

seseorang). Kinerja adalah hasil kerja seorang pegawai/karyawan selama periode tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, misalnya standart target, sasaran, atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan disepakati bersama. Jika pegawai tidak melakukan pekerjaannya, maka suatu organisasi akan mengalami kegagalan. Perilaku manusia, tingkat, dan kualitas kerja ditentukan oleh sejumlah variabel perseorangan dan lingkungan (Laurensius, 2006:16). Menurut Mangkunegara (2006:67), kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya.

(36)

Menurut Sedharmayanti (2003:147) menyatakan kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai seseoran atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Yang paling penting dari pengertian itu adalah prestasi yang dicapai oleh individu ataupun kelompok kerja sesuai dengan aturan yang berlaku yang telah ditetapkan oleh organisasi.

Menurut Simanjuntak, Payaman J. (2005:1) dalam bukunya

Manajemen Dan Evaluasi Kinerja memberikan gambaran bahwa kinerja

suatu organisasi atau perusahaan adalah akumulasi kinerja semua individu yang bekerja didalamnya. Dengan kata lain, upaya peningkatan kinerja organisasi dilakukan melalui peningkatan kinerja masing-masing individu.

2. Pengertian Kinerja Karyawan

Kinerja individu pegawai adalah tingkat pencapaian atau hasil kerja seseorang dari sasaran yang harus dicapai atau tugas yang harus dilaksanakn dalam kurun waktu tertentu. Beberapa ahli mendefenisikan kinerja pegawai sebagai berikut:

a. Bambang Kusriyanto dalam Mangkunegara ( 2006:9 )

Perbandingan hasil yang dicapai dengan peran serta tenaga kerja persatuan waktu (lazimnya perjam)

b. Faustino Cardosa dalam Mangkunegara (2006:9)

(37)

c. A.A. Anwar Prabu Mangkunegara (2006:9)

Kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

Kesimpulannya kinerja pegawai adalah prestasi kerja atau hasil kerja baik dari kualitas dan kuantitas yang dicapai pegawai pe satuan periode waktu dalam melaksanakn tugas kerjanya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

3. Faktor –faktor yang mempengaruhi Kinerja:

a. Faktor Kemampuan

Secara psikologi, kemampuan karyawan terdiri dari kemampuan dalam hal kepintaran dan juga kemampuan dalam hal keahlian. Artinya karyawan yang memiliki keahlian diatas rata –rata dengan pendidikan sehari –hari, maka ia akan lebih mudah mencapai kinerja yang diharapkan. Oleh sebab itu, karyawan perlu ditempatkan pada pekerjaan sesuai dengn keahliannya. b. Faktor Motivasi

Motivasi terbentuk dari sikap seorang karywan dalam menghadapi situasi kerja. Motivasi merupakan kondisi pengerakkan diri pegawai yang terarah untuk mencapai tujuan organisasi ( Mangkunegara, 2000:67).

4. Unsur – unsur Penilaian Kinerja Karyawan

(38)

1. Kesetiaan

Kinerja dapat diukur dari kesetiaan karyawan terhadap tugas dan tanggung jawabnya dalam organisasi.

2. Prestasi Kerja

Hasil prestasi kerja karyawan, baik kualitas maupun kuantitas dalam menjadi tolok ukur kinerja.

3. Kedisplinan

Kedisiplinan pegawai dalam mematuhi peraturan – peraturan yang ada dan melaksanakan instruksi yang diberikan kepadanya dalam mencari tolok ukur kinerja.

4. Kreativitas

Kemampuan karyawan dalam mengembangkan kreativitas dan mengeluarkan potensi yang dimiliki dalam menyelesaikan pekerjaannya sehingga bekerja lebih berdaya guna dan berhasil guna. 5. Kerja sama

Diukur dari kesediaan karyawan dalam berpartisipasi dan bekerja sama dengan karyawan lain sehingga hasil pekerjaannya akan semakin baik.

6. Kecakapan

Kecakapan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan yang telah dibebankan kepadanya juga menjadi tolok ukur dalam meningkatkan kinerja.anggung Jawab

(39)

BAB III

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Sejarah Perkembangan Perusahaan

PT Perkebunan Nusantara III merupakan salah satu dari 14 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang usaha perkebunan komoditas sawit dan karet. Pembentukan perseroan ini memiliki proses perjalanan sejarah yang panjang. Diawali dengan proses pengambilalihan perusahaan-perusahaan perkebunan Belanda pada tahun 1958 oleh pemerintah RI yang dikenal sebagai proses “nasionalisasi” perusahaan perkebunan asing menjadi Perseroan Perkebunan Negara ( pada masa pemerintahan Hindia-Belanda.

Perseroan diganti menjadi Perusahaan Perkebunan Negara Baru (PPN Baru) cabang Sumatera Utara pada tahun 1985. Sejalan dengan Undang-Undang (UU) dan Peraturan Pemerintah (PP) yang berlaku pada saat itu, PPN Baru telah mengalami dua kali perubahan status badan hukum, yaitu pada tahun 1968 setelah mengalami reorganisasi berubah nama menjadi Perusahaan Negara Perkebunan (PNP) dan pada tahun 1974 berubah nama menjadi PT Perkebunan (Persero).

Pemerintah telah melakukan restrukturisasi BUMN perkebunan dalam rangka peningkatan efisiensi dan efektivitas kegiatan usaha BUMN, melalui

merger/penggabungan usaha berdasarkan wilayah eksploitasi dan perampingan

(40)

Pembentukan PTPN III (Persero) diawali dengan penggabungan manajemen tiga BUMN perkebunan yang berasal dari PTP III (Persero), PTP IV (Persero), dan PTP V (Persero) yang sistem pengelolaannya disatukan dan manajemen PTP III ditunjuk oleh pemegang saham sebagai koordinator dalam menjalankan operasional PTPN III pada tahun 1994.

Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan dibangun sejak tahun 1986 dengan pengelolaannya berada di bawah manajemen eks PT Perkebunan V. Selanjutnya sejalan dengan perkembangan bisnis dilingkup BUMN perkebunan, maka pengelolaan PKS tersebut berubah setelah dilakukan penggabungan (merger BUMN perkebunan) antara eks PT Perkebunan III, sebagian eks PT Perkebunan IV, dan sebagian eks PT Perkebunan V menjadi PT Perkebunan Nusantara III (Persero) pada tahun 1995. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja BUMN perkebunan pada umumnya.

(41)

Pertimbangan lain dari sisi bisnis perusahaan adalah dalam upaya meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan. Hal ini sangat mendukung untuk melanggengakan bisnis perusahaan dalam jangka panjang, karena diketahui bahwa harga jual komoditas primer CPO jauh lebih tinggi dan sangat menguntungkan dibandingkan dengan hanya menjual TBS yang harganya jauh lebih rendah. Hal ini merupakan sebuah keputusan bisnis yang tepat dan sekaligus untuk mengantisipasi persaingan bisnis berbasis sawit yang semakin ketat, mengingat kompetitor dari perusahaan swasta saja yang tidak memiliki bahan baku TBS mampu mendapatkan keuntungan yang besar setelah diolah menjadi produk CPO.

Visi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan

Perusahaan mempunyai visi yaitu membentuk perusahaan agroindustri

berbasis perkebunan yang tangguh di pasar global. Visi ini akan menjadikan perseroan sebagai perusahaan perkebunan yang besar serta terintegrasi dengan industri hilir yang kuat.

Misi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan

a. Memelihara kelestarian sumber daya alam, lingkungan air, dan kesuburan tanah.

(42)

c. Mengembangkan kinerja perusahaan yang optimal, baik di dalam maupun di luar negeri, untuk memenuhi kepuasan pelanggan yang ada pada gilirannya memperkokoh posisi dan pangsa pasar perusahaan.

d. Memperluas lapangan kerja dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat pada umumnya serta meningkatkan taraf hidup petani dan karyawan pada khususnya.

e. Bagi Pendapatan Nasional melalui upaya peningkatan produksi dan pemasaran dari beberapa jenis komoditi perkebunan untuk kepentingan konsumsi dalam mempertahankan dan meningkatkan sumbangan bidang perkebunan negeri, eksport, sekaligus dalam rangka meningkatkan ekspor non migas.

B. Struktur Organisasi Perusahaan

Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan dalam melaksanakan kegiatannya memilki struktur organisasi yang merupakan pencerminan dalam pelaksanaan tugas-tugas di perusahaan. Hal ini penting dalam pembagian tugas dan kegiatan sehari-hari. Dengan adanya pembagian tugas dan tanggung jawab yang baik maka setiap pegawai dapat mengetahui dengan mudah apa fungsi dan tanggung jawabnya sehingga setiap penyimpangan dapat diatasi serta memudahkan dalam pengawasan.

(43)

pembagian kerja, pembagian tugas, tanggung jawab dan wewenang serta menetapkan hubungan-hubungan antar unsur-unsur organisasi yang satu dengan yang lain. Sehingga memungkinkan orang untuk bekerja seefisien mungkin dalam mencapai tujuan. Berikut ini Gambar 3.1 adalah bagan struktur organisasi pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan.

Gambar 3.1.

STRUKTUR ORGANISASI PKS RAMBUTAN

(44)

C. Deskripsi Pekerjaan

Gambaran yang jelas dan lengkap tentang struktur organisasi ini, tugas-tugas dari tiap-tiap bagian dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Manager

Manager memiliki tugas – tugas sebagai berikut:

a. Memimpin perusahaan dan membawahi masinis kepala (maskep) dan kepala tata usaha (KTU).

b. Melaksanakan kebijakan direksi dalam pengontrolan seluruh kegiatan operasional di kebun.

c. Mendelegasikan wewenang tugas dan tanggung jawab kepada bawahan yang telah diangkat mampu untuk melaksanakan tugas tersebut.

2. Masinis Kepala

a. Membawahi assisten laboratorium, asisten pengolahan, asisten teknik. b. Meneliti, memberi petunjuk dan mengawasi pelaksanaan.

3. Kepala Tata Usaha

a. Mengadministrasikan surat masuk dan surat keluar serta mempersiapkan surat keluar.

b. Mempersiapkan daftar gaji.

c. Mengkoordinir dan menyusun anggaran. 4. Asisten Laboratorium

(45)

c. Membawahi dan mengawasi pekerjaan mandor laboratorium dan mandor sortase.

5. Asisten Teknik

a. Mengkoordinasi dan memberi petunjuk pelaksanaa pengolahan dan laboratorium.

b. Mengendalikan proses pengolahan dan mencapai hasil yang sebaik-baiknya

c. Membuat rencana anggaran pengolahan dan laboratorium serta mengadakan evaluasi

d. Membuat laporan pengolahan dan melaporkan penyimpangan yang terjadi.

6. Asisten Teknik

a. Memberi petunjuk dalam pelaksanaan pengolahan

b. Mengendalikan proses pengolahan untuk mencapai hasil yang lebih baik

c. Membawahi dan mengawasi pekerjaan mandor listrik, mandor teknik instalasi, mandor traksi.

7. Kepala personalia

a. Meneliti dan mengawasi pelaksanaan yang berhubungan dengan penerimaan serta pengambilan screening test karyawan, pensiun atau pesangon.

(46)

c. Menjadi penghubung antar perusahaan dengan masyarakat yang ada kaitannya dengan pekerjaan kedinasan.

d. Memelihara hubungan baik antara karyawan pimpinan dengan masyarakat sekitarnya.

8. Kirani I

a. Menjaga arsip surat yang bersifat rahasia b. Membuat peta kerja

c. Mengerjakan pengisian buku asisten, daftar lembur, daftar premi, dan lain-lain.

9. Mandor Sortasi a. Antrian pagi

b. Mengawasi pekerjaan mandor-mandor

c. Bertanggung jawab mengenai keselamatan pekerja mencapai target 10.Mandor Laboratorium

a. Memberikan petunjuk pengolahan secara keseluruhan dari proses awal sampai akhir

b. Memimpin langsung pengolahan, mengawasi dan membuat laporan harian pengolahan

11.Mandor Listrik

Mengawasi seluruh peralatan yang berhubungan dengan listrik 12.Mandor Instalasi

(47)

13.Mandor Traksi

(48)

BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Karakteristik Responden

1. Deskriptif Responden

Kuesioner yang disebarkan kepada karyawan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan sebagai responden terdiri dari 20 pernyataan, yang terdiri dari 8 butir untuk variabel X dan 12 butir untuk variabel Y. Hasil kuesioner menunjukkan karakteristik responden seperti terlihat pada Tabel 4.1.Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini diukur dalam Skala Likert untuk menanyakan pengaruh budaya kerja terhadap kinerja karyawan pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan.

2. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Klamin

Tabel 4.1

Jenis Kelamin Responden

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase

Laki-laki 62 88,57%

Perempuan 8 11,43%

Jumlah 70 100,00 %

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS versi 15,0 for windows (2010)

(49)

jumlahnya minoritas namun mereka sangat menentukan dan mendukung dari aspek analisis hasil laboratorium sebagai tolok ukur spesifikasi teknis yang dibutuhkan oleh konsumen.

3. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Tabel 4.2 Usia Responden

Usia Frekuensi Persentase

20-30 Tahun 10 14,29%

30-40 Tahun 29 41,43%

> 40 Tahun 31 44,28%

Jumlah 70 100,00 %

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS versi 15,0 for windows (2010)

Tabel 4.2 menunjukkan bahwa dari 70 responden, mayoritas usia responden adalah usia 20-30 tahun sebanyak 10 orang atau 14,29%, usia 30-40 tahun sebanyak 29 orang atau 41,43 %, dan usia > 40 tahun sebanyak 31 orang atau 44,28%. Hal ini menunjukkan bahwa pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan lebih banyak mempekerjakan karyawan berusia >40 tahun, Ini berarti mayoritas dari jumlah karyawan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan adalah tenaga kerja yang masih berproduktif untuk bekerja.

4. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Tabel 4.3

Tingkat Pendidikan Responden

Tingkat Pendidikan Frekuensi Persentase

SMA 52 74,28%

DIII 10 14,28%

S1 7 10,00%

S2 1 1,42%

Jumlah 70 100,00 %

(50)

Tabel 4.3 menunjukkan bahwa hasil kuesioner dari 70 responden mayoritas tingkat pendidikan responden SMA mencapai 52 orang atau 74,28%. Sedangkan untuk D-3 sebanyak 10 orang atau 14,28%, S-1 sebanyak 7 orang atau 10,00% dan S-2 hanya 1 orang atau 1,42%. Hal Ini berarti bahwa tingkat pendidikan karyawan pada level mennengah berada pada tingkat yang paling tinggi. Namun kebijakan dan komitmen manajemen PKS Rambutan yang konsisten dalam meningkatkan skill dan keterampilan karyawan melalui pelatihan yang relevan, maka potensi dan kualitas budaya kerja mereka dalam meningkatkan kinerja pabrik dapat dibanggakan.

5. Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja

Tabel 4.4

Masa Kerja Responden

Masa Kerja Frekuensi Persentase

1-5 Tahun 12 17,14%

6-10 Tahun 19 27,14%

>11 Tahun 39 55,72 %

Jumlah 70 100,00 %

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS versi 15,0 for windows (2010)

(51)

B. Uji Validitas dan Reliabilitas Data

Uji validitas dan reliabilitas dimaksudkan untuk mendapatkan hasil penelitian yang baik dan bermutu. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan terhadap alat penelitian, dalam hal ini adalah kuesioner. Valid artinya data-data yang diperoleh dengan penggunaan alat (instrumen) dapat menjawab tujuan penelitian sedangkan reliabel artinya konsisten atau stabil.

1. Uji Validitas

Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini (kuesioner) diujicoba terlebih dahulu kepada 30 karyawan diluar sampel yang bekerja PT Perkebunan Nusantara III Medan yang beralamat di Jalan Sei Batang hari No. 2 Medan agar diperoleh item/butir pernyataan kuesioner yang valid dan reliabel. Untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu item/butir pernyataan yang terdapat pada kuesioner, dilakukan dengan cara membandingkan rhitung dengan rtabel.

Dengan ketentuan apabila rhitung > rtabel maka pernyataan tersebut valid. Nilai rtabel

dapat dilihat pada tabel r dengan menggunakan df = n-2 = 30 - 2 = 28, pada tingkat taraf kesalahan 5% dapat diketahui rtabel = 0, 374. Nilai rhitung dapat dilihat

pada lampiran 5 yaitu tabel Item-Total Statistic di kolom Corrected Item-Total

Correction. Hasil pengujian validitas instrumen dapat dilihat pada Tabel 4.5 dan

Tabel 4.6.

Tabel 4.5

Validitas Untuk Variabel Budaya Kerja(X)

No. Butir

Pernyataan r-hitung r-tabel Keterangan

1 0.700 0,374 Valid

2 0.505 0,374 Valid

3 0.497 0,374 Valid

(52)

6 0.614 0,374 Valid

7 0.652 0,374 Valid

8 0.519 0,374 Valid

Sumber: Pengelolahan Kuesioner Penelitian (2010)

Tabel 4.6

Validitas untuk Variabel Kinerja Karyawan (Y)

No. Butir

Pernyataan r-hitung r-tabel Keterangan

1 0.786 0,374 Valid

Sumber: Pengelolahan Kuesioner Penelitian (2010)

Uji validitas yang dilakukan pada 20 butir pernyataan yang diuji menunjukkan bahwa keseluruhan butir pernyataan memperoleh rhitung (Corrected Item-Total Correlation) diatas nilai rtabel (rtabel = 0,374) sehingga dapat

disimpulkan semua pernyataan tersebut valid.

2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas diartikan sebagai keterpercayaan, keterandalan atau konsistensi. Uji reliabilitas dilakukan dengan membandingkan nilai ralpha dengan

rtabel. Dalam uji reliabilitas sebagai nilai ralpha adalah nilai alpha yang terdapat

pada tabel Reliability Statistic di kolom Cronbach’s Alpha pada lampiran 5. Ketentuannya apabila ralpha > rtabel maka pernyataan tersebut reliabel. Nilai ralpha

(53)

Tabel 4.7.

Nilai ralpha untuk Variabel Budaya Kerja dan Kinerja Karyawan

Instrumen Cronbach’s Alpha Keterangan

Struktur Organisasi 0,835 Reliabel

Efektivitas Kerja 0,874 Reliabel

Sumber: Pengelolahan Kuesioner Penelitian (2010)

Hasil uji coba tersebut menunjukkan nilai ralpha struktur organisasi (0,835)

dan ralpha efektivitas kerja (0,874) lebih besar dibandingkan dengan nilai rtabel

(rtabel = 0,374), maka dapat disimpulkan bahwa seluruh pernyataan tersebut adalah

reliabel.

C. Analisis Deskriptif

1. Distribusi Jawaban Responden Untuk Variabel Budaya Kerja (X1).

Data hasil olahan kuesioner yang merupakan deskripsi penelitian berdasarkan jawaban responden terhadap pernyataan variabel bebas (budaya kerja) dapat dilihat pada Tabel 4.8.

Tabel 4.8.

Kategori Nilai Jawaban Responden Terhadap Pernyataan Variabel X

(54)

Berdasarkan informasi responden yang diolah melalui tabel tersebut di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Pernyataan “Memahami setiap peraturan yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pemeriksaan/pengawasan”, menunjukkan 9 orang responden (12,8%) menyatakan kurang setuju, 38 orang responden (54,3%) menyatakan setuju, dan 23 orang responden (32,9%) menyatakan sangat setuju.

2. Pernyataan “Mengerjakan pekerjaan walaupun pimpinan tidak ada di kantor”, menunjukkan 6 orang responden (8,6%) menyatakan kurang setuju, 39 orang responden (55,7%) menyatakan setuju, dan 25 orang responden (35,7%) menyatakan sangat setuju.

3. Pernyataan “Selalu minta ijin atasan apabila ada kegiatan diluar kantor”, menunjukkan 5 orang responden (7,1%) menyatakan kurang setuju, 51 orang responden (72,9%) menyatakan setuju, dan 25 orang responden (35,7%) menyatakan sangat setuju.

4. Pernyataan “Setiap hari pulang kerja tepat waktu tanpa menyisakan pekerjaan yang belum rampung”, menunjukkan 2 orang responden (2,9%) menyatakan kurang setuju, 33 orang responden (47,1%) menyatakan setuju, dan 35 orang responden (50%) menyatakan sangat setuju.

5. Pernyataan “ Berani bersikap tegas apabila benar”, menunjukkan 5 orang responden (7,1%) menyatakan kurang setuju, 43 orang responden (61,4%) menyatakan setuju, dan 22 orang responden (31,4%) menyatakan sangat setuju.

(55)

yang dimiliki”, menunjukkan 7 orang responden (10%) menyatakan kurang setuju, 45 orang responden (64,3%) menyatakan setuju, dan 18 orang responden (25,7%) menyatakan sangat setuju.

7. Pernyataan “Bersedia mengerjakan pekerjaan baru dan memberikan hasil yang terbaik dari setaip pekerjaan yang diserahkan oleh pimpinan”, menunjukkan 9 orang responden (12,9%) menyatakan kurang setuju, 37 orang responden (52,9%) menyatakan setuju, dan 24 orang responden (34,3%) menyatakan sangat setuju.

8. Pernyataan “Kepemimpinan yang tegas akan menciptakan rasa kepercayaan diri dalam mengambil keputusan”, menunjukkan 6 orang responden (8,5%) menyatakan kurang setuju, 20 orang responden (28,6%) menyatakan setuju, dan 44 orang responden (62,9%) menyatakan sangat setuju.

Tabel 4.9 adalah data hasil olahan kuesioner yang merupakan deskripsi penelitian berdasarkan jawaban responden terhadap pernyataan variabel terikat (kinera karyawan).

Tabel 4.9

Kategori Nilai Jawaban Responden Terhadap Pernyataan Variabel Y

(56)

11 0 0 2 2,9 7 10 42 60 19 27,1 70 100

12 0 0 3 4,3 8 11,4 38 54,3 21 30 70 100

Sumber: Pengelolaan Kuesioner Penelitian (2010)

Berdasarkan informasi responden yang diolah melalui tabel tersebut di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Pernyataan “Tanggung jawab karyawan terhadap bidang pekerjaannya merupakan suatu sikap yang mengikat dalam suatu komunitas tertentu”, menunjukkan 2 orang responden (2,9%) menyatakan tidak setuju, 9 orang responden (1,4%) menyatakan kurang setuju, 38 responden (54,3%) menyatakan setuju, dan 21 responden (30%) menyatakan sangat setuju.

2. Pernyataan “Karyawan yang tidak bertanggung jawab cenderung merasa tidak puas terhadap pekerjaanya, yang pada akhirnya akan menghindar dari situasi pekerjaan yang bersifat fisik maupun psikologis”, menunjukkan 7 orang responden (10%) menyatakan kurang setuju, 35 orang responden (50%) menyatakan setuju, dan 28 orang responden (40%) menyatakan sangat setuju. 3. Pernyataan “Karyawan yang bertanggung jawab memiliki kecenderungan

untuk bekerja dengan penuh semangat, karena kepuasan terhadap hasil kerjaannya dapat dicapai”, menunjukkan 4 orang responden (5,7%) menyatakan kurang setuju, 50 orang responden (71,4%) menyatakan setuju, dan 16 orang responden (22,9%) menyatakan sangat setuju.

(57)

5. Pernyataan “Sebagai karyawan mampu mendorong anggota Tim untuk mencari sudut pandang yang berbeda ketika memecahkan masalah secara terbuka”, menunjukkan 4 orang responden (5,7%) menyatakan kurang setuju, 44 orang responden (62,9%) menyatakan setuju, dan 22 orang responden (31,4%) menyatakan sangat setuju.

6. Pernyataan “Saling bertukar informasi antar rekan kerja dalam menyelesaikan pekerjaan demi tercapainya target perusahaan”, menunjukkan 8 orang responden (11,4%) menyatakan kurang setuju, 46 orang responden (65,7%) menyatakan setuju, dan 16 orang responden (22,9%) menyatakan sangat setuju.

7. Pernyataan “Penerapan sanksi terhadap karyawan, seperti teguran baik lisan/maupun tertulis, skorsing, penurunan pangkat, dan bahkan sampai pemecatan kerja bergantung dari besarnya pelanggaran yang dilakukan oleh pegawai/ karyawan. Hal itu dimaksudkan agar para pegawai bekerja dengan disiplin dan bertanggungjawab atas pekerjaannya”, menunjukkan 1 orang responden (1,4%) menyatakan tidak setuju, 38 orang responden (12,8%) menyatakan kurang setuju, 33 orang responden (47,1%) menyatakan setuju dan 28 orang responden (40%) menyatakan sangat setuju.

(58)

9. Pernyataan “Kedisiplinan dalam bekerja merupakan kesadaran dan kesediaan karyawan dalam mentaati semuaperaturan organisasi dan norma sosial yang berlaku”, menunjukkan 10 orang responden (14,3%) menyatakan kurang setuju, 39 orang responden (55,7%) menyatakan setuju, dan 24 orang responden (34,3%) menyatakan sangat setuju.

10.Pernyataan “Kreativitas karyawan sangat diperlukan dalam menyelesaikan permasalahan dalam perusahaan”, menunjukkan 20 orang responden (28,6%) menyatakan kurang setuju, 35 orang responden (51,4%) menyatakan setuju, dan 14 orang responden (20%) menyatakan sangat setuju.

11.Pernyataan “Kreativitas merupakan aktivitas berfikir untuk menghasilkan sesuatu yang sifatnya baru, bermanfaat, dan dapat dimengerti oleh lingkungan sekitarnya”, menunjukkan 2 orang responden (2,9%) menyatakan tidak setuju, 7 orang responden (10%) menyatakan kurang setuju, 42 orang responden (60%) menyatakan setuju dan 1 orang responden (27,1%) menyatakan sangat setuju.

12.Pernyataan “Kreativitas karyawan sangat ditentukan oleh gaya kepemimpinan dan budaya kerja perusahan”, menunjukkan 3 orang responden (4,3%) menyatakan tidak setuju ,8 orang responden (11,4%) menyatakan kurang setuju, 38 orang responden (54,3%) menyatakan setuju dan 211 orang responden (30%) menyatakan sangat setuju.

D. Analisis Regresi Linier Sederhana

(59)

Kelapa Sawit (PKS) Rambutan. Model persamaan dari regresi linear sederhana yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Y = a + bX

Hasil perhitungan regresi linier sederhana yang diperoleh dengan menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 15.0

For Windows dapat dilihat pada Tabel 4.10.

Tabel 4.10.

Hasil Perhitungan Regresi Linier Sederhana

Model a Dependent Variable: Kinerja_Karyawan

Sumber: Pengelolahan Kuesioenr Penelitian (2010)

Berdasarkan informasi responden yang diolah melalui Tabel 4.10 tersebut di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Hasil perhitungan pada Tabel 4.10 diperoleh nilai konstanta (a) sebesar 19,495 dan nilai b sebesar 0.906 sehingga persamaan regresi linier sederhana yang diperoleh adalah: Y = 19,495 + 0,906 X.

2. Koefisien regresinya sebesar 0,906 menyatakan bahwa jika budaya kerja yang diterapkan pada perusahaan didasarkan pada perilaku disiplin, jujur, tegas, dan percaya diri sebesar 1 akan meningkatkan kinerja karyawan sebesar 0,906.

3. Perhitungan pada Tabel 4.10 diperoleh nilai thitung sebesar 6,255 sedangkan

ttabel pada tingkat signifikan (α) 5% dan df = 70-2 = 68 adalah sebesar 1,671,

(60)

signifikan terhadap kinerja karyawan pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan ” dapat diterima. Artinya semakin baik budaya kerja seperti perilaku yang disiplin dan jujur yaitu pelaksanaan tugas tepat waktu dan tidak melanggar peraturan, perilaku yang tegas dan percaya diri yaitu tidak ragu dalam mengambil keputusan dan mampu melaksanaka tugas secara maksimal), maka akan semakin baik pula kinerja pegawai.

E. Uji R Square (R2)

Uji R Square (R2) digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh budaya kerja terhadap peningkatan kinerja karyawan pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan dapat dilihat melalui koefisien determinan (R2) dengan menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 15.0

For Windows pada Tabel 4.11.

Tabel 4.11.

Hasil Perhitungan R Square (R2) Model Summary(b)

Estimate Change Statistics

a Predictors: (Constant), Budaya_Kerja b Dependent Variable: Kinerja_Karyawan

Sumber: Pengelolahan Kuesioner Penelitian (2010)

(61)

besar R berarti pengaruhnya semakin erat. Untuk memastikan tipe hubungan antar variabel dapat dilihat pada tabel 4.12.

Tabel 4.12

Tabel Hubungan antar Variabel Nilai Interprestasi 0,0 – 0,19 Sangat Tidak Erat 0,2 – 0,39 Tidak Erat 0,4 – 0,59 Cukup Erat

0,4 – 0,79 Erat

0,8 – 0,99 Sangat Erat Sumber : Ginting dan Situmorang (2008:151)

(62)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Pengaruh antara budaya kerja dengan kinerja karyawan pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan adalah positif dan signifikan, yang dapat dilihat dari nilai thitung 6,255 > nilai ttabel 1,671. Artinya semakin baik budaya kerja seperti

(perilaku yang disiplin dan jujur yaitu pelaksanaan tugas tepat waktu dan tidak melanggar peraturan, perilaku yang tegas dan percaya diri yaitu tidak ragu dalam mengambil keputusan dan mampu melaksanaka tugas secara maksimal), maka akan semakin baik pula kinerja pegawai.

(63)

B. Saran

1. Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan sebaiknya lebih mengembangkan budaya kerja sehingga dapat mendorong karyawan secara maksimal yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas perusahaan.

(64)

DAFTAR PUSTAKA

Ginting, Paham & Situmorang, Syafrizal Helmi. 2008. Metode Penelitian untuk

Skripsi dan Tesis Bisnis. Edisi Kedua

Hasibuan, Malayu S.P. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia.Edisi Revisi

Cetakan Keenam. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara RI Nomor 25/KEP/M.PAN/04/2002 Tentang Pedoman Pengembangan Budaya

Kerja Aparatur Negara, Jakarta

Kuncoro, Mudrajad. 2009. Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi. Edisi 3. Penerbit Erlangga.

Laurensius, Ferry. 2006. Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia. Jakarta : Lembaga Manajemen FE-UI

Mangkunegara, A.A. Anwar Prabu. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia

Perusahaan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Martoyo, S. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogjakarta: BPFE.

Nawawi, Hadari. 2003. Manajemen Strategik Organisasi Non Profit Bidang

Pemerintahan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Prima. 2009. Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada

Sekretariat Daerah Kabupaten Dairi Sumatera Utara. Skripsi Fakultas

USU Medan.

Rahmawati. 2007. Pengaruh Budaya Organisasi, kepuasan kerja, dan

komitmen organisasi Terhadap Kinerja Karyawan pada Perum Jasa Tirta 1 Malang.

(65)

Riduwan. 2002. Metode & Teknik Menyusun Tesis. Cetakan Kedua. Bandung : Alfabeta.

S.Ruky A. 2001. Sistem Manajemen Latihan dan Pembinaan. Bandung: Penerbit Angkasa.

Sadili, Samsudin. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Penerbit Pustaka Setia.

Shedarmayanti. 2003. Good Governance (Kepemerintahan yang Baik) Dalam

Rangka Otonomi Daerah: Upaya Membangun Organisasi Efektif dan

Efisien. Bandung : CV. Mandar Maju

Simanjuntak, Payaman J. 2005. Manajemen dan Evaluasi Kerja. Jakarta: Lembaga Penerbit FE-UI

Simamora, Henry. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Penerbit YKPN.

Sinamo, Jansen. 2005. Delapan Etos Kerja Profesional. Jakarta: Institut Mahardika.

Sugiyono. 2008, Metodologi Penelitian Bisnis. Bandung. Alfabeta.

Suyadi, Prawirosentono 2000, Kebijakan Kinerja Karyawan – Kiat

Membangun Organisasi Kompetitif Menjelang Perdagangan Bebasa Dunia, BPFE, Yogyakarta.

Tjandra, W. Riawan, dkk. 2005. Peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah

Dalam Pelayanan Publik. Yogyakarta : Pembaruan

Tika, Moh. Pabundu. 2006. Budaya Organisasi dan Peningkatan Kinerja

Perusahaan. Jakarta : Bumi Aksara

Triguno. 2004. Budaya Kerja: Menciptakan Lingkungan Yang Kondusif

Untuk Meningkatkan Produktifitas Kerja, Ed. PT. Golden Trayon Press,

(66)

Umar, Husein. 2008. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

(67)

Lampiran 1

Angket Penelitian

Pengaruh Budaya Kerja SDM Terhadap Kinerja Pegawai

pada PKS Rambutan PT PerkebunanNusantara III

Pada kesempatan ini saya mohon ijin selaku mahasiswa untuk melakukan penelitian di unit kerja PKS Rambutan PT Perkebunan Nusantara III mulai pada bulan Juli sampai dengan bulan Agustus 2010. Penelitian tersebut sangat membantu peneliti dalam menyelesaikan penyusunan skripsi di Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen. Skripsi ini merupakan salah satu syarat bagi setiap mahasiswa dalam menyelesaikan studinya untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S1) di Universitas Sumatera Utara.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, saya mohon kiranya agar Bapak/Ibu berkenan untuk mengisi kuesioner yang telah disiapkan dalam rangka mendukung data penelitian tentang “Pengaruh Budaya Kerja SDM Terhadap Kinerja Pegawai pada PKS Rambutan PT Perkebunan Nusantara III”.

1. Mohon supaya diberi tanda silang (x) terhadap jawaban yang dianggap paling sesuai oleh Bapak/Ibu.

CARA PENGISIAN ANGKET

2. Mohon supaya mengisi terhadap bagian kuesioner yang membutuhkan jawaban secara tertulis.

3. Mohon supaya menjawab satu jawaban yang paling sesuai untuk setiap pertanyaan yang diberikan.

4. Mohon kiranya Bapak/Ibu setelah selesai mengisinya untuk mengembalikan kepada yang menyerahkan kuesioner.

(68)

IDENTITAS RESPONDEN

No. Identitas Keterangan

1 Usia …….. tahun

2 Jenis Kelamin a. Laki-laki b. Perempuan

3 Tingkat Pendidikan a. SMP b. SMU c. DIII d. S1 e. S2

4 Masa Kerja …… tahun

KUESIONER PENELITIAN

Kriteria Jawaban Nomor. Sangat Tidak Setuju

(STS)

Mohon kuesioner di bawah ini diisi dengan membubuhkan jawaban dengan memilih salah satu angka (1 s/d 5) tersebut di atas yang sesuai dengan pilihan Bapak/Ibu.

Keterangan:

Variabel Budaya Kerja (X)

No. Pernyataan STS TS KS S SS

1 Memahami setiap peraturan yang digunakan

sebagai pedoman dalam melakukan pemeriksaan/pengawasan

2 Mengerjakan pekerjaan walaupun pimpinan tidak

ada di kantor

3 Selalu minta ijin atasan apabila ada kegiatan diluar kantor

4 Setiap hari pulang kerja tepat waktu tanpa menyisakan pekerjaan yang belum rampung 5 Berani bersikap tegas apabila itu benar. 6 Berani mengambil keputusan penting dalam

menyelesaikan pekerjaan sesaui dengan ruang lingkup tanggung jawab serta kewenangan yang dimiliki

7 Bersedia mengerjakan pekerjaan baru dan memberikan hasil yang terbaik dari setaip pekerjaan yang diserahkan oleh pimpinan

Gambar

Gambar 1.1.
Tabel 1.1.       Kinerja PKS Rambutan sebelum menggunakan
Tabel 1.3.  Defenisi Operasional Variabel
Tabel 1.6. Jumlah Sampel Menggunakan Metode Simple Random Sampling
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tengku Rosmawaty : Penilaian Indeks Lingkungan Pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Dengan Metode…, 2004 USU Repository © 2008... Tengku Rosmawaty : Penilaian Indeks Lingkungan Pada

Apakah kadar asam lemak bebas (ALB), kadar air dan kadar kotoran yang terkandung dalam inti produksi di Pabrik Kelapa Sawit PTPN III PKS Kebun Rambutan sesuai dengan standar mutu

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “ PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO PADA PABRIK KELAPA SAWIT (PKS) PTPN IV UNIT USAHA PABATU TEBING TINGGI TAHUN 2015” ini

(K3) Terhadap Kinerja Karyawan Pada Bagian Pengolahan PTPN III (Persero) PKS Rambutan Tebing Tinggi ” adalah benar hasil karya tulis saya sendiri yang disusun sebagai

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kinerja karyawan pada bagian pengolahan PTPN III PKS

Pelaksanaan program JSA pada bagian pengolahan Kelapa Sawit Rambutan PTPN-3 untuk beberapa stasiun sudah terlaksana sesuai pedoman identifikasi bahaya yang telah

Perbandingan bobot prioritas faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja menunjukkun prioritas tertinggi merupakan faktor yang dominan terhadap kinerja karyawan PTPN III PKS

Perkebunan Nusantara XIII Unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Pelaihari sangat baik juga memberikan motivasi terhadap bawahanya, yang memiliki kemampuan dalam memimpin tegas