PT Bukit Asam (Persero) Tbk

103 

Teks penuh

(1)

PT Bukit Asam (Persero) Tbk

Jl. Parigi No. 1 Tanjung Enim 31716

Sumatera Selatan,

Indonesia

P. 62-734-451 096, 452 352

F. 62-734-451 095, 452 993

www.ptba.co.id

Lap

or

an Keb

er

lanjutan

2009

Sustainabilit

y R

ep

or

t

Br

ing H

ar

mon

y in S

ustainabilit

y

PT B

UKIT ASAM (PERSER

O)

(2)

PT Bukit Asam Tbk

Laporan Keberlanjutan 2009 Sustainability Report 2

Daftar Isi

Contents

1

Prakata

Foreword

2

Sambutan Direktur Utama

President’s Director Report

8

Profil Perusahaan

Company Profile

14

Kinerja Lingkungan

Environmental Performance

28

Kinerja Ekonomi

Economic Performance

42

Kinerja Sosial

Social Performance

54

Tata Kelola Perusahaan

Corporate Governance

72

Pemangku Kepentingan

Stakeholders

90

Penghargaan

Awards

(3)

PT Bukit Asam Tbk

1 Laporan Keberlanjutan 2009 Sustainability Report

Laporan ini disusun berdasarkan acuan Pedoman Pelaporan Laporan Keberlanjutan berstandar internasional yang diterbitkan oleh Global Reporting Initiatives (GRI), GRI mendefinisikan Pelaporan Berkelanjutan sebagai “praktek pengukuran, pengungkapan dan akuntabilitas kepada para pemangku kepentingan baik internal maupun eksrternal mengenai kinerja organisasi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan”.

Laporan ini berupaya untuk mengungkapkan hasil-hasil atau pencapaian yang diraih dalam konteks komitmen organisasi, strategi dan pendekatan manajemen. Laporan tersebut selanjutnya diharapkan dapat bermanfaat, sebagai:

B e n c h m a r k i n g d a n p e n i l a i a n k i n e r j a keberlanjutan yang terkait dengan ketentuan hukum, norma yang berlaku, kode etik, standar kinerja, maupun prakarsa sukarela.

Pembuktian bagaimana peran atau pengaruh organisasi secara timbal balik dengan ekspektasi tentang pembangunan berkelanjutan, dan

Perbandingan kinerja di dalam suatu organisasi, maupun antar organisasi-organisasi yang berbeda dari waktu ke waktu.

Perseroan secara berkesinambungan telah menerbitkan Laporan Keberlanjutan setiap tahun, yang diawali pada 2006. Laporan yang merupakan sebuah proses dan sarana yang dinamis ini merupakan laporan keberlanjutan tahun ke-5, mencakup periode 1 Januari 2009 – 31 Desember 2009.

Sesuai dengan kepentingannya, maka dalam Laporan Berkelanjutan 2009 ini dicantumkan uraian mengenai kegiatan dan manfaat yang terkait dengan para pemangku kepentingan yang mencakup 6 (enam) pihak.

Kami senantiasa berupaya untuk menyempurnakan kualitas laporan keberlanjutan ini secara terus menerus. Masukan dan sumbang saran dari para pemangku kepentingan akan bermanfaat bagi tujuan tersebut. Untuk pertanyaan, saran atau komentar, silakan hubungi alamat berikut:

Sekretaris Perusahaan, Gedung Menara Kadin Indonesia, Lt.15, Jl. HR. Rasuna Said Blok X-5, Kav 2-3,Jakarta 12950. Phone: +62 21 525 4014, Fax: + 62 21 525 4002. E-mail:asudarto@bukitasam.co.id. www.ptba.,co.id.

Foreword

Prakata

This Report is written with reference to the international Sustainability Reporting Guide published by Global Reporting Initiatives (GRI). GRI defines Sustainability Reporting as “a practice of assessment, transparency and accountability reporting to the internal and external stakeholders regarding the organization performance in reaching the goal of sustainable growth”.

This Report aims to disclose the achievements m a d e i n t h e c o n t e x t o f o r g a n i z a t i o n c o m m i t m e n t , s t r a t e g y a n d m a n a g e m e n t approach. It is expected to be useful as:

Benchmarking and continuous performance a p p r a i s a l i n c o n n e c t i o n w i t h l e g a l requirements, operative norms, code of ethics, performance standard and voluntary initiatives.

Pro o f o f h o w t h e o r g a n i z a t i o n ro l e o r influence reciprocates with the expectation of sustainable growth, and

C o m p a r i s o n o f p e r f o r m a n c e w i t h i n one organization, and among different organizations from time to time.

T h e C o m p a n y h a s c o n s t a n t l y i s s u e d Sustainability Report describes the activities a n d a d v a n t a g e s r e l a t e d t o t h e s i x - p a r t y stakeholders.

We strive to continuously improve the quality of our Sustainability Report. Input and suggestion from the stakeholders will be useful to our effort. Any question, comment or suggestion may be directed to the following address:

(4)

PT Bukit Asam Tbk

Laporan Keberlanjutan 2009 Sustainability Report 2

Trilogi pertumbuhan berkelanjutan

yang harmonis, melalui penerapan

prinsip-prinsip tata kelola perusahaan

yang baik, serta kemitraan dengan

pemerintah, dunia usaha dan

masyarakat.

Sambutan

Direktur

Utama

President

Director’s

Report

Ir Sukrisno

Direktur Utama President Director

Trilogy of harmonious sustainable growth through

implementing good corporate governance principles

as well as fostering partnership with the government,

business world and public.

(5)

PT Bukit Asam Tbk

3 Laporan Keberlanjutan 2009 Sustainability Report

Tahun 2009 merupakan tahun yang unik bagi Perseroan. Pada satu sisi, muncul tantangan sebagai imbas krisis global berupa kontraksi pertumbuhan perekonomian di sejumlah negara maju. Sedangkan pada sisi lain, timbul peluang baru berupa pencarian sumber energi alternatif yang lebih ekonomis, di tengah mulai kondusifnya situasi ekonomi sejak medio 2009.

Kinerja positif di

tahun dinamis

Kami bersyukur bahwa di tahun yang penuh dengan dinamika ini, Perseroan berhasil mengatasi tantangan dengan membukukan berbagai pencapaian positif. Kinerja ekonomi menunjukkan peningkatan dengan perolehan nilai ekonomi Rp9,16 triliun atau naik 26% dibanding tahun 2008 sebesar Rp7,27 triliun.

Kinerja tersebut berdampak positif pada kontribusi Perseroan terhadap penerimaan Negara. Pembayaran berbagai jenis pajak dan royalti kepada Negara dalam tahun 2009 mencapai Rp1,46 triliun, atau meningkat 21% dibanding kontribusi tahun sebelumnya sebesar Rp1,21 triliun.

Sedangkan pembayaran dividen kepada pemegang saham, termasuk Pemerintah dalam tahun 2009 mencapai Rp1,01 triliun, atau meningkat 165% dibandingkan pembayaran dividen tahun 2008 sebesar Rp380 miliar. Fakta soliditas keuangan yang menarik adalah bahwa Perseroan mampu secara swausaha mandiri membiayai operasional dengan menggunakan dana internal Perseroan. Kami tidak menerima bantuan keuangan dari Pemerintah, baik untuk belanja rutin Perseroan maupun investasi Perseroan.

Sejumlah kegiatan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) selama tahun 2009, telah diselenggarakan dengan melampaui target yang ditetapkan. Jumlah pengeluaran dana untuk program tahun 2009 mencapai Rp28,40 miliar, atau 13% dari rencana sebesar Rp25,12 miliar. Dapat disampaikan bahwa komitmen tanggung jawab sosial Perusahaan telah terwujud dengan sukses. Dari jumlah total tersebut, realisasi anggaran Program Kemitraan adalah Rp16,16 miliar, atau126% dari rencana. Sedangkan realisasi anggaran Program Bina Lingkungan mencapai Rp12,24 miliar atau 100% dari rencana.

The year 2009 was a unique year for the Company. On one side, the global financial crisis had resulted in the economic growth contraction of several developed countries. While on the other side, new opportunities opened up as the world began to look for more economical alternative energy sources amidst the more conducive economy starting mid 2009.

positive performance

in a dynamic year

We a r e g r a t e f u l t h a t i n t h i s d y n a m i c y e a r t h e Company managed to overcome the challenges and booked a number of positive results. Economic p e r fo r m a n ce s h owe d a n i n c re a s e o f 2 6 % i n t h e financial result that was posted at Rp9.16 trillion from Rp7.27 trillion in 2008.

Such a per formance had a positive impact on the Company’s contribution to the state revenue. Payment of various taxes and royalty to the State during 2009 reached Rp1.46 trillion, or surged 21% from the previous year contribution of Rp1.21 trillion.

Dividend payment to the shareholders, including the Government, in 2009 totalled Rp1.01 trillion, or increased by 165% compared to 2008 payment of Rp380 billion. An impressive financial strength was that the Company was able to finance its operations with internally generated funds. We did not receive any financial assistance from the Government, either for routine expenditures or for investment purposes.

Various activities in developing and empowering the community through Partnership and Community Development Program in 2009 were conducted at a rate beyond our target. The total fund spent for 2009 program totalled Rp28.40 billion, or 13% above the budgetted amount of Rp25.12 billion. We are pleased to report that our commitment to social responsibility was successfully fulfilled. Out of the total amount, the expense for Partnership Program was Rp16.16 billion or 126% above budget. While the expense for Community Development Program was Rp12.24 billion or 100% of budget.

(6)

PT Bukit Asam Tbk

Laporan Keberlanjutan 2009 Sustainability Report

4 Sambutan Direktur Utama

Keberhasilan dalam

mewujudKan harmoni

lingKungan

Seiring pencapaian unjuk kerja tersebut, Perseroan juga berhasil melakukan penyelarasan dalam berbagai bidang. Yang pertama adalah penyelarasan dalam penerapan trilogi pertumbuhan secara harmonis. Tripple Bottom Lines yang sering disebut sebagai “Triple P’s” – yaitu keselarasan antara ketiga unsur pembangunan: “Profit, Planet & People”. Profit

berarti kinerja usaha, Planet dimaksudkan sebagai pelestarian alam dan lingkungan, sedangkan People, adalah manajemen, karyawan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Yang kedua adalah penyelarasan antara kepentingan program keberlanjutan jangka pendek serta peletakan dasar yang kokoh untuk pembangunan berkelanjutan jangka panjang. Perseroan pada tahun pelaporan sedang menyelesaikan sejumlah program peningkatan kapasitas, yang mencakup pembangunan PLTU Mulut Tambang yang menyerap batubara kalori rendah hingga 14 juta ton per tahun sekaligus meningkatkan efisiensi biaya operasional penambangan.

Sebagai sarana untuk peningkatan volume produksi, Perseroan juga meningkatkan kapasitas angkut dan bongkar muat batubara melalui kerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia. Begitu juga dengan rencana pembangunan jalur kereta api baru sepanjang 307 km antara Tanjung Enim dan Srengsem (Lampung) yang memiliki daya angkut 20 juta ton per tahun, yang telah memperoleh ijin prinsip dari Menteri Perhubungan RI.

Perseroan juga merencanakan program strategis berupa pengembangan industri Coal Bed Methane (CBM) di Tanjung Enim, dengan perkiraan produksi 50 juta kaki kubik per hari (50 MMSCF/day). Program strategis lain adalah penembangan angkutan batubara melalui laut yang bertujuan untuk menjamin kelancaran operasional dalam pengiriman batubara kepada pelanggan.

Skema pengembangan kapasitas (capacity building) tersebut dalam jangka panjang akan meningkatkan keunggulan daya saing Perseroan sekaligus menunjang proses pertumbuhan yang berkelanjutan.

Yang ketiga, adalah keselarasan antara pertumbuhan Perseroan dan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Keselarasan yang akan menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan dan kelancaran operasional Perseroan ini, berjalan seiring dengan jalinan komunikasi dan sikap saling menghargai antara Perseroan dan masyarakat serta budaya setempat.

success in realizing

environmental harmony

Along with the financial achievements the Company was also successful in harmonizing various areas. The first was the implementation of harmonious growth trilogy. Tripple Bottom Lines known as “Triple P’s” – indicate harmonization of the three development elements: “Profit, Planet & People”. Profit means business performance, Planet means conservation of nature and environment, while People refers to management, employees and surrounding community.

The second was the harmonization between short term sustainability program and solid ground for long term sustainability program. During the year the Company was finalizing a number of capacity improvement programs, including the construction of Mine Mouth Thermal Power Plant absorbing low-calorie coal up to 14 million tons per year and simultaneously increasing cost efficiency in mining operations.

As a means to incease production volume, the Company also improved the coal transportation and loading unloading capacity by collaborating with PT Kereta Api Indonesia. Another means was the planned construction of a new 307-km railway track between Tanjung Enim and Srengsem (Lampung) with a transporting capacity of 20 million tons per year, that was approved in principle by the Minister of Communication, Republic of Indonesia.

The Company also devised a strategic program to develop Coal Bed Methane (CBM) industry in Tanjung Enim, at an estimated production capacity of 50 million cubic feet per day (50 MMSCF/day). Another strategic program was the development of coal transportation by sea to ensure smooth delivery of coal to the customers.

In the long run, the scheme of capacity building will enhance the Company’s competitiveness and support its sustainable growth process.

(7)

PT Bukit Asam Tbk

5 Laporan Keberlanjutan 2009 Sustainability Report

elaborasi prinsip “triple p”

Selanjutnya kami mengelaborasi strategi keberlanjutan Pe r s e r o a n u n t u k m e w u j u k a n P r i n s i p “ Tr i p l e P ” dalam enam pilar utama yang dilaksanakan secara terintegrasi. Pertama, meningkatkan kinerja ekonomi yang tangguh. Kedua,melakuk an per tambangan berwawasan lingkungan. Ketiga, meningkatkan dan mempertahankan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Keempat, mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten. Kelima, pengembangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Keenam, penguatan tata kelola dan kode etik bisnis.

prinsip-prinsip tata Kelola

usaha yang terbaiK

Manajemen Perseroan sepenuhnya menyadari bahwa penerapan prinsip-prinsip tata kelola usaha yang baik akan menunjang kelancaran proses pembangunan yang berkelanjutan dan penciptaan nilai Perseroan bagi para pemangku kepentingan. Perseroan secara terus menerus telah melaksanakan praktik-praktik GCG yang terbaik secara konsisten sejak 2004. Hasilnya dapat dicermati berupa peningkatan kinerja dan nilai PTBA berkat pelaksanaan azas-azas seperti akuntabilitas, kewajaran, keterbukaan, kemandirian dan pemenuhan tanggung-jawab terhadap stakeholders.

Penerapan prinsip-prinsip tata kelola yang baik tersebut terwujud dalam serangkaian mekanisme organisasi, yang meliputi:

Prinsip akuntabilitas, dengan dibentuknya satuan kerja khusus yang langsung menangani kegiatan p e n g e l o l a a n l i n g k u n g a n d a n p e n g e m b a n g a n masyarakat. Unit kerja yang menangani implementasi tanggungjawab sosial perusahaan tersebut dijabat oleh seorang manajer yang bertanggung-langsung kepada Direktur SDM dan Umum.

P r i n s i p p e m e n u h a n t a n g g u n g j a w a b y a n g tercermin dari adanya audit lingkungan hidup yang dilakukan secara berkala oleh pemerintah daerah maupun pusat.

P r i n s i p k e t e r b u k a a n m e n d a s a r i s i k a p transparan dari Perseroan dengan penerbitan berkala,laporan manajemen triwulanan, laporan t a h u n a n , l a p o r a n t a h u n a n P K B L m a u p u n laporan berkelanjutan. Informasi tersebut juga disebarluaskan melalui media massa, baik cetak maupun elektronik serta akses informasi 24 jam melalui website Perseroan.

elaboration of “triple

p” principle

Next we will elaborate the Company’s sustainable strategy to realize the six main pillars of “Triple P” principle in an integrated way. First, maintain a strong economic performance. Second, operate environmentally friendly mining company. Third, maintain good standard of work safety and health. Fourth, build competent human resources. Firth, build and empower social economy. Sixth, enforce corporate governance and business code of conduct.

good corporate

governance principles

The management of the Company is fully aware that the implementation of good corporate governance principles will contribute to the smooth process of sustainable growth and corporate value building for the stakeholders. The Company has consistently adhered to the best practices of good corporate governance since 2004. The outcome is reflected in the better performance and value of PTBA resulting from the implementation of accountability, fairness, transparency, independency principles and fulfillment of its obligation to the stakeholders.

The good corporate governance principles are implemented in a series of organization mechanism, covering:

Accountability principle, with the formation of a special work unit that directly handles environment management and community development activities. The work unit that handles the implementation of the Company’s social responsibility program is headed by a manager who is directly accountable to the Human Resource and General Affairs Director.

Compliance principle, reflected in the environment audit conducted periodically by the central and local government.

Transparency principle, as the basis of the Company’s transparent attitude by issuing periodic publication, quarterly management report, annual report, annual report of Partnership and Community Development Program and sustainability report. Such information is disseminated through mass media, either print or electronic, and 24-hour access to the Company’s website.

(8)

PT Bukit Asam Tbk

Laporan Keberlanjutan 2009 Sustainability Report

6 President Director’s Report

Kulminasi dari proses penyempurnaan tata kelola tersebut adalah telah disahkannya berbagai pranata baik di bidang tata kelola usaha, tanggung jawab sosial Perusahaan maupun perangkat hukum, peraturan dan budaya kerja sebagai pedoman bagi organisasi maupun seluruh karyawan. Perseroan telah menetapkan Buku Pedoman Tata Kelola PTBA, Buku Pedoman CSR, Budaya Kerja untuk diimplementasikan di seluruh jenjang organisasi Perseroan.

sinergi untuK mengubah

tantangan menjadi peluang

Kendati berbagai indikator pembangunan berkelanjutan PTBA menunjukkan nilai yang positif, manajemen Perseroan tidak berpangku tangan atau merasa puas atas hasil yang telah dicapai. Lingkungan ekonomi makro yang bergejolak dan cepat berubah, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar yang masih dalam perkembangan, membutuhkan penanganan yang cermat dan cepat. Begitu juga berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kelancaran pasokan dan penyerahan batubara kepada pelanggan di samping harga pasar yang sulit diprediksi.

Bagaimana pun juga, dengan pengalaman yang teruji dalam menghadapi berbagai kendala situasi selama ini, kami optimis berbagai persoalan tersebut dapat diatasi. Dengan perumusan strategi yang tepat, kerja keras dan cerdas dari semua pihak serta sinergi dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan pemerintah, Perseroan dapat mengubah tantangan menjadi peluang.

Manajemen Perseroan menyadari bahwa penerapan

prinsip-prinsip GCG akan menunjang kelancaran

proses pembangunan yang berkelanjutan dan

penciptaan nilai Perseroan

The management is fully aware that the GCG implementation will contribute to the smooth process of sustainable growth and corporate value

The process of improving corporate governance culminated in the validation of various regulations and procedures in corporate governance, corporate social responsibility, legal instrument, as well as work rules and culture as a directive to the organization and all personnel. The Company has enforced PTBA Corporate Governance Manual, Corporate Social Responsibility Manual and Work Culture to be implemented throughout the Company.

synergy to turn challenges

into opportunities

Although various indicators of PTBA sustainable growth were positive, the management of the Company was not complacent with the results achieved. The volatile and fast changing macro economic environment, and the growing socio-economic condition of the surrounding community, called for well-aimed and fast-moving management. In addition, various factors besides the unpredictable market price could affect the smooth supply and delivery of coal to the customers.

(9)

PT Bukit Asam Tbk

7 Laporan Keberlanjutan 2009 Sustainability Report

wasana Kata

Tujuan kami adalah untuk menciptakan pembangunan kinerja usaha PTBA yang kokoh secara berkelanjutan. Karena Laporan Berkelanjutan ini merupakan proses yang terus menerus seiring dengan perubahan dan tantangan yang dihadapi setiap tahun, maka sumbang saran, masukan maupun kritik yang konstruktif untuk penyempurnaan sangat kami harapkan.

Tanjung Enim, April 2010

final words

Our objective is creating a strong sustainable business performance for PTBA. As this Sustainability Repor t is an ongoing process and along with the changes and challenges we face each year, we welcome any constructive suggestion, input or criticism for our improvement.

Tanjung Enim, April 2010

Ir. Sukrisno Direktur Utama

President Director

(10)

PT Bukit Asam Tbk

Laporan Keberlanjutan 2009 Sustainability Report 8

Profil

Perusahaan

Company

Profile

(11)

PT Bukit Asam Tbk

9 Laporan Keberlanjutan 2009 Sustainability Report

90.702

hektar

hectares

luas seluruh wilayah kuasa pertambangan perseroan

Total Company’s mining concession area

2,0

1981, berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 42 Tahun 1980, selanjutnya menjadi perusahaan publik ( Tbk) pada 23 Desember 2002 dengan kode “PTBA”. Menjalankan usaha pertambangan batubara dengan 2 unit pertambangan, mencakup Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPT) dengan lokasi 200 km arah barat daya Palembang, dan Unit Pertambangan Ombilin (UPO) di Sawah Lunto, 90 km arah tenggara Kota Padang.

Pada 1993, seiring dengan kebijakan pengembangan ketahanan energi nasional, Pemerintah menugaskan Perseroan untuk mengembangkan usaha briket batubara di Tanjung Enim - Sumatera Selatan, Natar - Lampung, dan Gresik di Jawa Timur, dan sejumlah anak perusahaan yang bergerak dalam usaha terkait batubara.

Tujuan Perseroan berdasarkan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan yaitu berusaha dalam bidang pengembangan bahan-bahan galian terutama pertambangan batubara dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.

Perseroan menjalankan kegiatan usaha-usaha sebagai berikut:

M e n g u s a h a k a n p e r t a m b a n g a n ya n g m e l i p u t i penyelidikan umum, eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, pemurnian, pengangkutan dan perdagangan bahan-bahan galian terutama batubara.

Mengusahakan pengolahan lebih lanjut atas hasil produksi bahan-bahan galian terutama batubara.

Memperdagangkan hasil produksi hasil sendiri maupun pihak lain, baik di dalam mapun di luar negeri.

Mengusahakan dan mengoperasikan pelabuhan dan dermaga khusus batubara.

Mengusahakan dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga uap.

Memberikan jasa-jasa konsultasi dan rekayasa dalam bidang yang terkait pertambangan batubara dan hasil olahannya.

PT Bukit Asam (Persero) Tbk was established on 2 March 1981 by virtue of Republic of Indonesia Government Regulation No. 42 Year 1980, then converted to public company on 23 December 2002 under code “PTBA”. The Company is engaged in coal mining business operating two mines, i.e. Tanjung Enim Mining Unit located 200 km southwest of Palembang, and Ombilin Mining Unit in Sawah Lunto, 90 km southeast of Padang.

In 1993, in line with the national energy security development program, the Company was assigned by the Government to develop coal briquette business in Tanjung Enim – South Sumatera, Natar - Lampung, and Gresik in East Java, and several subsidiaries engaged in coal-related business.

Pursuant to Article 3 of the Company ’s Articles of Association, the objective of the Company is to develop mining operation, particularly coal mining, in accordance with the prevailing laws and regulations under the limited liability principles.

The Company business activities are as follows:

Mining operation covering general research, exploration, exploitation, processing, purifying, transporting and trading of mining products particularly coal.

Further processing of mining products particularly

coal.

Trading products of the foregoing business activity, either own or other parties’ production, at home and abroad.

Managing and operating ports and piers specifically designated for coal.

Managing and operating thermal power plant.

Providing consultancy services and engineering in

coal-mining-related fields and processed mining output.

(12)

PT Bukit Asam Tbk

Laporan Keberlanjutan 2009 Sustainability Report 10

SUMBER DAYA DAN

CADANGAN BATUBARA

Perseroan memiliki dan mengoperasikan wilayah KP untuk tambang batubara di Tanjung Enim seluas 66.414 hektar. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Muara Enim dan Lahat di Provinsi Sumatera Selatan, yang terdiri atas:

Air Laya (KW.00PP0083): 7.621 hektar

Muara Tiga Besar (DU.1426/SUMSEL): 3.300 hektar

Banko Barat (DU.1422/SUMSEL): 4.500 hektar

Banko - Suban Jeriji (KW.ME.01.ET.002A): 2.423 hektar

Banko – Suban Jeriji (KW.ME.01.ET.002B): 22.937 hektar

Bunian Sukamerindu, Air Serelo, Kungkilan, Arahan, Banjarsari (KW.DP.016.03.04.01.04): 24.751 hektar

Bukit Kendi (KW.97PPO146): 882 hektar.

Sedangkan wilayah KP untuk tambang batubara Ombilin seluas 3.950 hektar meliputi:

Sigalut (KW.99FEPO22): 2.950 hektar

Sijunjung (KW00/PP0256): 1.000 hektar.

Perseroan juga memegang hak KP di lokasi Peranap Indragiri Hulu Riau (KW.96PPO289) seluas 17.100 hektar.

Merujuk pada hasil taksiran sumber daya (resources assessment) pihak independen yaitu “International Mining Consultant (IMC)” pada Desember 2008, total sumber daya batubara (resources) Perseroan mencapai 7,3 miliar ton yang tersebar di seluruh wilayah KP Perseroan. Sedangkan jumlah cadangan tertambang mencapai 1,8 miliar ton, belum termasuk cadangan tertambang pada KP yang berlokasi di Kabupaten Lahat yang sedang bersengketa. Apabila termasuk cadangan tertambang pada wilayah KP tersebut, maka jumlah cadangan tertambang mencapai lebih dari 2,0 miliar ton.

PRODUK BATUBARA

Perseroan memiliki beberapa jenis produk batubara, yang dibedakan berdasarkan kualitas bahan terkandung yang ada di dalamnya.

The Company holds Mining Concession to operate 66,414 hectare coal mining area in Tanjung Enim. The area covers Muara Enim Regency and Lahat Regency, South Sumatera Province, consisting of:

Air Laya (KW.00PP0083): 7.621 Ha

Muara Tiga Besar(DU.1426/SUMSEL): 3.300 Ha

Banko Barat (DU.1422/SUMSEL): 4.500 Ha

Banko-Suban Jeriji (KW.ME.01.ET.002A): 2.423 Ha

Banko-Suban Jeriji (KW.ME.01.ET.002B): 22.937 Ha

Bunian Sukamerindu, Air Serelo, Kungkilan, Arahan,

Banjarsari (KW.DP.16.03.04.01.04): 24.751 Ha

Bukit Kendi (KW.97PPO146): 882 Ha

While Mining Concession for Ombilin coal mine of 3,950 hectares consists of:

Sigalut (KW.99FEPO22): 2.950 Ha

Sijunjung (KW00/PP0256): 1.000 Ha

In addition to these Mining Concession¬s, the Company also holds Mining Concession in Peranap Indragiri Hulu Riau (KW.96PPO289) measuring 17.100 Ha.

With reference to the assessment of resources and reserves by an independent consultant, “International Mining Consultant (IMC)” of December 2008, the Company has total coal resources of 7.3 billion tons throughout this Mining Concession area. While total mineable reserves reached 1.8 billion tons, excluding mineable reserves in the Mining Concession location at Lahat Regency which is in dispute. If the mineable reserves at Lahat Regency are included, the Company has total mineable reserves of more than 2.0 billion tons.

COAL PRODUCTS

The Company produces a variety of coal products with differing quality of content.

(13)

PT Bukit Asam Tbk

11 Laporan Keberlanjutan 2009 Sustainability Report

ORGANIzATION STRUCTURE

The Company establishes a dynamic, efficient and effective organization structure aimed at reaching an optimum performance growth in accordance with the industry development.

STRUKTUR ORGANISASI

Perseroan menerapkan struktur organisasi yang dinamis, efisien dan efektif selaras dengan perkembangan industri sekaligus menunjang pertumbuhan kinerja yang optimal.

suKrisno

Direktur Utama President Director

aKhmad abbas

mgr. Kemitraan dan bina lingkungan

Partnership And

unit operasional OPERATIONAL UNIT

gm: general manager sm: senior manager

mgr: manager Ka: Kepala Head

pgs: pengganti sementara Temporary Replacement

Company Profile

sm. sumber daya manusia

Human Resources

sonny ha harsono

Ka. rumah sakit bukit asam

Bukit Asam Hospital

zulfahmi

mgr. umum dan hubungan eksternal

General Affairs And

sm. hukum dan administrasi Korporat

Legal and Corporate Administration

suryo eKo hadianto

sm. analisis, evaluasi dan optimasi produksi

Analysis, Evaluation, and Production Optimization

gazali

sm. penanganan dan angkutan batubara

(14)

PT Bukit Asam Tbk

Laporan Keberlanjutan 2009 Sustainability Report 12

VISI, MISI DAN STRATEGI

Visi

Menjadi perusahaan energi berbasis batubara yang ramah lingkungan.

Misi

Fokus kepada core competency dan pertumbuhan berkesinambungan

Memberikan tingkat pengembalian yang optimal kepada pemegang saham

Meningkatkan budaya korporasi yang mengutamakan kinerja

Memberikan kontribusi pengembangan ekonomi nasional

Memberikan kontribusi maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Strategi

Upaya pencapaian agar menjadi perusahaan energi berbasis batubara yang ramah lingkungan dan terkemuka di Indonesia, dilaksanakan dengan enam langkah strategis:

1. Fokus pada pertumbuhan produksi/penjualan batubara 2. Fokus pada proyek-proyek dengan skala kesiapan 1 3. Restrukturisasi korporasi

4. Meningkatkan kompetensi dan regenerasi sumber daya manusia (SDM) serta meningkatkan budaya korporasi yang mengutamakan kinerja

5. Meningkatkan sistem remunerasi berdasarkan kinerja (performance-based reward)

6. Meningkatkan peringkat kinerja penataan pengelolaan lingkungan.

VISION, MISSION AND STRATEGY

Vision

To become an environmentally friendly coal-based energy company

Mission

Focus on core competency and sustainable growth

Optimize shareholders’ return

Promote a performance-based corporate culture

Contribute to national economic development

Contribute to the improvement of community welfare

and the preservation of environment.

Strategy

The aim to become Indonesia’s leading environmentally friendly coal-based energy company is achieved by six strategic steps:

1. Focus on the growth of coal production/sales 2. Focus on projects with readiness scale 1 3. Corporate restructuring

4. Boost human resource competence and regeneration as well as promote a performance-based corporate culture

5. Improve remuneration system based on performance-based reward

6. Promote per formance rating in environmental management.

(15)

PT Bukit Asam Tbk

13 Laporan Keberlanjutan 2009 Sustainability Report

LOKASI OPERASI PERSEROAN

OPERATIONAL LOCATION

Company Profile

Pranap Cerenti

Kuasa Pertambangan / Mining Concession

Sumberdaya / Rescources : 0,80 miliar ton/billion tons Cad tertambang / Coal Resources : 0,27 miliar ton/billion tons

Ombilin

Unit Pertambangan / Mining Unit

Sumberdaya / Rescources : 0,10 miliar ton/billion tons Cad tertambang / Coal Resources : 0,02 miliar ton/billion tons

Tanjung Enim

Pertambangan / Mining Unit

Sumberdaya / Rescources : 6,35 miliar ton/billion tons Cad tertambang / Coal Resources : 1,59 miliar ton/billion tons

Samarinda – IPC

Kuasa Pertambangan / Mining Concession

Sumberdaya / Rescources : 0,045 miliar ton/billion tons Cad tertambang / Coal Resources : 0,01 miliar ton/billion tons

Kepemilikan Perseroan/Company Ownership: 51%Jakarta

Kantor Perwakilan / Representative Office

Pelabuhan / Port Teluk Bayur

Stockpile / Stockpile : 90.000 ton / tons Kapasitas / Capacity : 2,5 juta ton/tahunmillion

tons/year Kapal / Ship : Max 40.000 DWT

Dermaga / Pier Kertapati

Stockpile / Stockpile : 50.000 ton / tons Kapasitas / Capacity : 2,5 juta ton/tahunmillion

tons/year Kapal / Ship : Max 8.000 DWT

Pelabuhan / Port Tarahan

Stockpile / Stockpile : 560.000 ton / tons Kapasitas / Capacity : 12 juta ton/tahunmillion

tons/year Kapal / Ship : Max 80.000 DWT

1. Pabrik Briket/Briquette Factory Tanjung Enim Kap. 12.000 ton/tahun tons/year

2. Pabrik Briket/Briquette Factory Lampung Kap. 8.000 ton/tahun tons/year

3. Pabrik Briket/Briquette Factory Gresik Kap. 95.000 ton/tahun tons/year

 

 

LAMPUNG JAVA SEA

INDIAN OCEAN S O U T H C H I N A

SEA

PEKANBARU

batam island

PADANG

SURABAYA

SAMARINDA BALIKPAPAN

Sumberdaya/Coal Resources (7,29 miliar ton) Cadangan Tertambang / Coal Reserve (1,99 miliar ton) 1

3

SAMARINDA : 1%

CERENTI : 11%

OMBILIN : 1%

TANJUNG ENIM : 87%

SAMARINDA : 1%

CERENTI : 18 %

OMBILIN : 1 %

TANJUNG ENIM : 80%

(16)

PT Bukit Asam Tbk

Laporan Keberlanjutan 2009 Sustainability Report 14

Penerapan program-program

pengelolaan, pemantauan,

pengembangan dan rehabilitasi

lingkungan secara berkelanjutan.

Implementing sustainable environmental

management, monitoring, development and

rehabilitation programs.

Kinerja

Lingkungan

Environmental

Performance

(17)

PT Bukit Asam Tbk

15 Laporan Keberlanjutan 2009 Sustainability Report

pengelolaan lingKungan

dan produK

Perseroan menjalankan kegiatan operasional dengan kepatuhan penuh terhadap standar-standar manajemen pengelolaan lingkungan yang berlaku secara universal. Perseroan menjalankan amanah peraturan sebagaimana disebutkan dalam Undang-undang no. 40 tahun 2007 mengenai tanggung jawab sosial perusahaan. Oleh karena itu setiap langkah operasional di lapangan senantiasa dilaksanakan dengan memperhatikan butir-butir sebagai mana tercantum dalam dokumen AMDAL, RKL dan RPL yang merupakan prasyarat sekaligus parameter yang disepakati bersama sebelum adanya kegiatan operasional.

Komitmen Perseroan terhadap perlindungan lingkungan, dituangkan dalam Kebijakan Lingkungan yakni: ”Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan senantiasa peduli terhadap lingkungan baik secara fisik maupun sosial sehingga menjadi bagian integral dari lingkungan global dalam melakukan pencegahan, pemulihan, pelestarian dan perlindungan lingkungan, serta dalam penaatan peraturan perundangan lingkungan dan persyaratan lainnya, juga menerapkan sistem manajemen lingkungan secara konsisten, terpadu, terdokumentasikan, terpelihara dan selalu melaksanakan perbaikan secara berkelanjutan untuk memperoleh hasil yang maksimal”.

Perseroan kemudian menjalankan sistem terakreditasi ISO 14001:2004 untuk meningkatkan efektifitas kegiatan pengelolaan lingkungan yang mencakup sistem manajemen lingkungan, audit lingkungan, evaluasi kinerja lingkungan dan kajian daur hidup pokok. Berdasarkan sistem tersebut Perseroan kemudian merencanakan dan melaksanakan berbagai program terkait dengan lingkungan yang terbagi atas 2 program utama, yakni Pengelolaan Lingkungan dan Pemantauan Lingkungan.

Pada 2009, Perseroan telah menyelesaikan Rencana Tahunan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan tahun 2009, sebagai implementasi atas dokumen AMDAL. Selain itu, Perseroan juga menyelesaikan rencana reklamasi dan jaminan reklamasi 5 tahun periode 2010-1015 sebagai suatu dokumen utama pelaksanaan reklamasi yang kelak akan dijabarkan dalam rencana kegiatan tahunan.

environmental management

and product

Implementing sustainable environmental management, monitoring, development and rehabilitation programs The Company operates in full compliance with the universally applied environmental management standards. The Company also observes the provisions of Law No. 40 year 2007 regarding corporate social responsibility. Therefore, every step in the field is taken with due respect to the provisions in AMDAL, RKL and RPL documents which are the requisites and parameter established in the pre-operating period.

The Company’s commitment to protect the environment is elaborated in its Environmental Policy: ”The Company takes care of the physical and social environment in which it operates by preventing, restoring, conserving and protecting the environment. The Company complies with environmental regulations and implements a consistent, integrated, documented, and continued environmental management system, and continuously improves its system to reach a maximum result.”

The Company adopts accredited ISO 14001:2004 system to ensure an effective environmental management covering management system, audit, performance evaluation of the environment and study of basic living cycle. Based on the system, the Company designed and executed various programs associated with environment, grouped into two major programs: Environmental Management and Environmental Monitoring.

(18)

PT Bukit Asam Tbk

Laporan Keberlanjutan 2009 Sustainability Report 16

Gambaran umum program perlindungan lingkungan yang dilakukan oleh Perseroan adalah sebagai berikut.

Pengelolaan Lingkungan

Perseroan melakukan kegiatan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan untuk mengurangi dampak kegiatan pertambangan bagi lingkungan dan masyarakat, sesuai dengan salah satu misi perusahaan, yakni Tumbuh Harmonis Bersama Lingkungan. Untuk mengukur efektivitas pengelolaan lingkungan, setiap tahun Perseroan menetapkan parameter indikator sasaran lingkungan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Berikut adalah parameter yang diberlakukan untuk tahun 2009:

No. Parameter Satuan

Unit

Kadar Maks

Max Content

Aktual 2009

Actual 2009 I Menjamin Keluaran Air dari tambang memenuhi Baku Mutu Lingkungan (BML) sesuai Per Gub Sumsel

No. 18 Th 2005/Ensuring released water from the mines fulfills standards of environmental quality in compliance with the Governor of South Sumatra Regulation no.18 of 2005.

1. pH - 6-9 6 - 8,5

2. Residu tersuspensi/ Suspended Residual mg/l < 300 4 - 250

3. Besi (Fe) total mg/l < 7 0,5 - 6,5

4. Mangan (Mn) total mg/l < 4 0,2 - 3,75

II Menjamin Kualitas Udara Ambien dan Emisi Udara di Area Tambang dan Sekitarnya memenuhi Baku Mutu Lingkungan (BML) sesuai Per Gub Sumsel No. 17 Th 2005/Ensuring the quality of air ambience & air emission within the area and its surrounding fulfills standard of environment quality in compliance with the Governor of South Sumatra Regulation no.17 of 2005

SO2 Ug < 900 8 - 274

CO Ug < 30.000 878 -2.000

NO2 Ug < 400 25 - 190

O3 Ug < 235 25,9 - 122

Debu / Dust particles Ug < 230 28,8 - 227 III Pemenuhan Provisi Lingkungan Rp/ton/ Fulfillment fo Rp/tonnes

environmental provision

Rencana / Plan Aktual / Actual Rp3.969/ton Rp3.969/ton

Setiap program pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang dijalankan kemudian dipantau dan dievaluasi dengan menggunakan parameter yang telah mempertimbangkan penilaian terhadap dampak utama yang muncul akibat kegiatan penambangan. Evaluasi terhadap indikator sasaran lingkungan tersebut kemudian dibahas secara rutin setiap tahun pada forum manajemen lingkungan, sesuai syarat ISO 14001, sebagai bagian upaya perbaikan terus menerus untuk mencapai tingkat kepatuhan yang maksimal, sehingga dampak lingkungan dari operasional kegiatan tambang dapat dikendalikan.

The environmental protection program launched by the Company includes:

Environmental Management

The Company consistently manages the environment t o re d u c e t h e i m p a c t o f m i n i n g a c t i v i t y t o t h e community and environment which is in line with the Company’s mission, that is Growing in Harmony with the Environment. To measure the effectiveness of environmental management, the Company sets a parameter of environment target indicators on a yearly basis. The following is the parameter used in 2009:

The implementation of every environmental management program is monitored and evaluated by using the parameter taking into account the major effects arising from mining activities. In accordance with ISO 14001 standards evaluation of the environment target indicators is discussed annually on a routine basis in environmental management forum. This is an effort to reach full compliance with the requirements so as to control the environmental impact of mining operations.

(19)

PT Bukit Asam Tbk

17 Laporan Keberlanjutan 2009 Sustainability Report

Struktur Organisasi Lingkungan

Secara struktural posisi satuan kerja lingkungan berada di bawah General Manager Perseroan, dengan tiga satuan kerja lingkungan berdasarkan fungsinya. Masing-masing adalah Perencanaan Lingkungan di bawah Unit Perencanaan, Pengelolaan Lingkungan di bawah Unit Penambangan dan Pemantauan Lingkungan di bawah Unit Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L). Pembagian fungsi ini membuat upaya pengelolaan lebih efektif dan terkendali, sejak perencanaan sampai pelaksanaan.

Perseroan menjalankan program-program pengelolaan lingkungan diantaranya melalui:

Pembukaan Lahan dan Reklamasi Lahan Bekas Tambang seusai peraturan yang berlaku.

Pengelolaan Keanekaragaman Hayati untuk Areal Bekas Tambang dan daerah sekitarnya.

Pengelolaan Air Asam Tambang (AAT).

Pengelolaan Emisi, Effluent dan Limbah.

Environmental Organization Structure

Structurally, the environment work units are responsible to the General Manager of the Company, comprising t h re e u n i t s a cco rd i n g to t h e i r f u n c t i o n s, w h i c h are Environmental Planning under Planning Unit, Environmental Management under Mining Unit, and Environmental Monitoring under Health, Work Safety and Environment Unit. This segregation is aimed at making environmental management efforts more effective and directed, from planning to execution.

The Company runs the following environmental management programs:

Land clearance and reclamation of used mining sites in accordance with the prevailing regulations.

Management of biological diversity for used mining

sites and the surrounding areas.

Management of mine acid water.

Emissions, effluent and waste control. Environmental Performance

General Manager UP Tanjung Enim

Tanjung Enim Mining Units General Manager

Senior Manager Perencanaan

Planning Senior Manager

Senior Manager Penambangan

Mining Senior Manager

Manager Perencanaan Lingkungan

Enviromental Planning Manager

Manager Penunjang Tambang

Minning Support Manager

Manager K3 & Lingkungan Enviromental and Occupational Safety and Work Health Manager

Asisten Manager Pengelolaan Lingkungan & Reklamasi Reclamation & Environmental Management Assistant Manager

Fungsi Perencanaan

Planning Function

Fungsi Inspeksi

Inspection Function

Fungsi Pelaksana

(20)

PT Bukit Asam Tbk

Laporan Keberlanjutan 2009 Sustainability Report 18

Pembukaan Lahan dan Reklamasi

Lahan Bekas Tambang

Proses pembukaan areal baru tersebut telah sesuai dengan UU no 4 tahun 2009 dan Permen 18 tahun 2008 mengenai Reklamasi dan Penutupan Tambang. Pengelolaan Keanegaragaman Hayati untuk Areal Bekas Tambang. Perseroan melakukan penahapan reklamasi dalam rangka pengelolaan keanekaragaman hayati dengan cara:

Melakukan penanaman tanaman penutup untuk mengurangi erosi.

Melakukan penanaman tanaman cepat tumbuh (pioneer) untuk membentuk naungan (canopy).

Penanaman tanaman hutan hujan tropis (rain forest species).

Untuk itu, Perseroan melakukan program pengembangbiakan tanaman lokal dan langka di area reklamasi. Pemilihan dan penentuan jenis tanaman yang dikembangbiakkan tersebut didasarkan pada hasil kerjasama Perseroan dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Pengelolaan Air Asam Tambang (AAT)

Dampak yang selalu menyertai kegiatan penambangan sistem terbuka ini dikendalikan dengan terlebih dahulu melakukan klasifikasi dan pemisahan batuan penutup melalui analisa geokimia net acid generation (NAG) yang dilakukan di Laboratorium Lingkungan Institut Teknologi Bandung. Sampel batuan diambil dari areal eksplorasi (diamond core atau geology drill chips) dan area rencana pengalian. Melalui analisa tersebut, Perseroan dapat mengetahui perkiraan kadar AAT sebelum digali.

Perseroan menerapk an dua sistem pengendalian sebagai berikut:

Sistem aktif, yaitu pengendalian AAT dengan pemberian kapur.

Sistem pasif, yaitu pengendalian AAT dengan menggunakan fasilitas kolam wetland, memanfaatkan jenis-jenis tumbuhan penyerap logam yang terbukti sangat berhasil menurunkan kandungan logam, khususnya Fe dan Mn.

Pengelolaan Emisi, Effluent dan Limbah.

Perseroan menggunakan standar parameter yang telah ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Sumatera Selatan No. 15 tanggal 15 Mei 2005 mengenai Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak (STB) untuk mengelola emisi, effluent dan limbah.

Land clearance and reclamation

of used mining sites

Land clearance and mining area reclamation have been carried out pursuant to the provision of Law No. 4 of 2009 and Government Regulation No. 18 of 2008 concerning Reclamation and Mine Closing, Management of Biological Diversity for Used Mining Sites. In managing biological diversity the Company goes through reclamation stages by way of:

Planting cover crops to prevent erosion.

Planting fast growing crops to build canopies.

Planting tropical rain forest crops.

For this purpose, the Company cultivates local rare plant species in the reclamation areas. The selection of crops to be cultivated is determined jointly by the Company and Bogor Institute of Agriculture (IPB).

Management of Mine Acid Water (MAW)

The impact of open pit mining operations is controlled by first classifying and separating rock layers through Net Acid Generation geochemical analysis performed in the Bandung Institute of Technology Laboratories. Rock samples are taken from exploration area (diamond core or geology drill chips) and area slated for excavation. From the analysis the Company can decipher the concentration of MAW prior to excavation.

The Company carries out two management systems:

Active system, to control MAW through the use of calcium.

Passive system, to control MAW through the use of wetland pools and metal absorbing plants which have been proven to be very effective in reducing metal content, particularly Fe and Mn.

Management of Emission, Effluent and Waste.

The management of emissions, effluent and waste is based on the standardized parameters as prescribed in the Governor of South Sumatra Regulaion No. 15 of 15 May 2005 concerning Emissions from Non-Moving Sources.

(21)

PT Bukit Asam Tbk

19 Laporan Keberlanjutan 2009 Sustainability Report

Pengelolaan kualitas udara dilakukan melalui diantaranya:

Pemeliharaan dan penyiraman jalan tambang dengan truk tangki air.

Penanaman pohon di lokasi buffer zone dan lokasi yang final tambang.

Melakukan penyemprotan debu (dust suppression system) di lokasi stockpile secara reguler dan pemantauan emisi genset serta incenerator.

Perseroan melakukan evaluasi kualitas udara secara teratur di lokasi pemukiman masyarakat dan pemantauan emisi udara dari genset. Hasil analisa yang didapat menunjukkan bahwa kualitas udara di area pertambangan dan sekitarnya telah memenuhi Baku Mutu Emisi yang telah ditetapkan. Selain emisi udara, Perseroan mengelola limbah umum dan limbah bahan berbahaya dan beracun.

Adapun langkah pengelolaan selengkapnya adalah sebagai berikut:

* Limbah umum, yang berasal dari area perumahan dan area penambangan Perseroan, dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di area dumping Banko Barat. Untuk limbah yang bersifat organik, pengelolaannya melibatkan masyarakat sekitar, yakni dijadikan pupuk Bogashi yang kemudian dibeli oleh Perseroan untuk digunakan saat revegetasi lahan.

Air quality control is carried out in a number of ways which are:

Maintaining and spraying mine roads with water tanks.

Planting trees in buffer zone locations and final mining locations.

Regularly spraying dust using dust suppression system in stock pile locations and monitoring emissions from gensets and incinerators.

The Company regularly analyses air quality in the s u r ro u n d i n g re s i d e n t i a l a re a s a n d m o n i t o r s a i r emission from gensets. The analysis reveals that the air quality in the areas monitored meet the standards of emission quality established. The Company also controls general waste, hazardous and toxic waste In addition to air emissions.

Waste control is carried out in the following ways:

General waste originating from residential and mining areas is discharged into Banko Barat dumping area. By involving local community, organic waste is processed by turning it into Bogashi fertilizer which is subsequently bought by the Company for land revegetation.

(22)

PT Bukit Asam Tbk

Laporan Keberlanjutan 2009 Sustainability Report 20

* Limbah B3, yang berasal dari unit kerja (bengkel), antara lain seperti oli bekas, batere bekas dan filter oli bekas, pengelolaannya dilakukan sesuai PP No. 18 jo No.85 Tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3. Selain melakukan daur ulang limbah B3 bekerjasama dengan mitra kompeten, Perseroan melakukan pembakaran limbah B3 dengan incenerator dan melaksanaan proses bioremediasi untuk material yang tercemar hydrokarbon sesuai peraturan yang berlaku.

Pemantauan Lingkungan

Perseroan melakukan pemantauan secara rutin terhadap kondisi lingkungan di sekitar area penambangan dengan tujuan meminimalisir kerusakan lingkungan yang mungkin terjadi, sekaligus sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko lingkungan. Kegiatan pemantauan lingkungan yang dilakukan meliputi antara lain pemantauan kualitas air, kualitas udara, kualitas tanah, pencemaran tanah, erosi hingga satwa liar dan biota air yang hidup di sekitar area pertambangan.

Pada tahun 2009, Perseroan melakukan aktivitas pemantauan rutin sebagai berikut:

jenis pemantauan

jumlah titik pantau Monitoring

Points

frekwensi pemantauan dilakukan pihak independen

Monitoring Frequency by Independent Party

Object of Monitoring

Kualitas air 34

dua kali sebulan (oleh pihak 3 dan lab ptba), untuk ph dan debit air dilakukan setiap hari*

Twice a month (by third party and PTBA Lab), Daily for pH water debit*

Water Quality

Kualitas udara ambient 10 sekali sebulan Once a month Ambient Air quality emisi udara

(sumber tidak bergerak) 7 setiap triwulan Every quarter

Air emissions (non-moving sources)

Kebisingan 5 setiap triwulan Every quarter Noise

Kualitas tanah 9 dua kali setahun Twice a year Soil Quality

revegetasi 10 dua kali setahun Twice a year Revegetation

pencemaran tanah

(material bekas) 10 sekali sebulan* Once a month* Soil Pollution

tanah pucuk 8 sekali sebulan* Once a month* Top Soil

swa bakar 11 berlanjut* Continuous* Spontaneous Combusition

erosi 9 sekali sebulan* Once a month* Erosion

infeksi saluran pernafasan akhir

(ispa) 3 dua kali setahun Twice a year Upper Respiratory Tract Infection

satwa liar 10 dua kali setahun Twice a year Wild Life

biota air 7 dua kali setahun Twice a year Water Biota

sosial, ekonomi dan budaya 10 sekali setahun Once a year Social, Economy and Culture

*dilakukan oleh ptba *Performed by PTBA

Hazardous waste, originating from work units (workshops), such as used oil, used batteries and used oil filters, is processed in accordance with Government Regulation No. 18 jo No.85 year 1999 regarding management of hazardous waste. Waste management efforts carried out by the Company jointly with competent partners include recycling hazardous waste, burning hazardous waste using incinerators and using bioremediation process for hydocarbon-contaminated materials.

Environmental Monitoring

The Company routinely monitors the environmental condition of the surrounding mining area to minimize environmental damage, and at the same time to mitigate risks to the environment. Environmental monitoring activities included monitoring water quality, air quality, soil quality, land pollution, erosion as well as wildlife and aquatic organisms living around the mining area.

In 2009 the Company conducted the following routine monitoring activities:

(23)

PT Bukit Asam Tbk

21 Laporan Keberlanjutan 2009 Sustainability Report Environmental Performance

Pemantauan Keanekaragaman

Hayati untuk Perairan

Pada tahun 2009 Perseroan melakukan survey keanekaragaman hayati di sekitar daerah perairan Sungai Enim, Sungai Lawai, Sungai Lematang, Sungai Kiahan dan Sungai Kiawas yang memiliki risiko terkena dampak kegiatan penambangan. Program tersebut dilaksanakan bekerjasama dengan PPLH Universitas Sriwijaya,merupakan bagian dari implementasi dokumen RPL Perseroan yang dilaksanakan dua kali setiap tahun.

Pemantauan Flora dan Fauna

Untuk mengurangi dampak negatif terhadap keberlangsungan hidup flora dan fauna, maka Perseroan melakukan berbagai upaya pemantauan, diantaranya:

Melakukan survei flora dan fauna di area sekitar kegiatan penambangan, bekerjasama dengan lembaga perguruan tinggi PPLH-UNSRI, mencakup area survey seluas 4.557 Ha.

P e m a n t a u a n f l o r a y a n g t u m b u h d i a r e a r e k l a m a s i o l e h k a r y a w a n s a t u a n k e r j a K 3 L , yang mencakup tinggi tanaman, diameter dan per tumbuhan tanaman.

Penelitian dan Pengembangan Lingkungan

Untuk menjaga lingkungan di areal kegiatannya, Perseroan melakukan sejumlah kajian dan penelitian yang sekaligus merupakan bagian proses evaluasi kondisi lingkungan area pertambangan dan sekitarnya, serta pengembangan potensi lingkungan di masa mendatang.

Beberapa kegatan penelitian yang dilaksanakan pada tahun 2009 adalah:

Implementasi & pengembangan Mikoriza untuk medukung revegetasi lahan bekas tambang.

Melakukan revegetasi dengan tanaman sawit di lokasi penimbunan.

Uji coba revegetasi secara direct (menanam langsung di lapangan).

Kajian dan pemanfaatan oli bekas, sebagai mencampur ANFO untuk peledakan.

Selain melaksanakan langkah-langkah Perlindungan tersebut, Perseroan mengimplementasikan kegiatan Green Mining dengan melakukan penanaman pohon-pohon di luar areal tambang dan penebaran ikan di

Water Biological Diversity Monitoring

In 2009 a survey of biological diversity was conducted in the areas of Enim River, Lawai River, Lematang River, Kiahan River and Kiawas River which are susceptible to the impact of mining activities. The program was carried out in collaboration with PPLH of Sriwijaya University, as part of the Company’s efforts to standardize its Environmental Impact Assessment carried twice a year.

Flora and Fauna Monitoring

To minimize the negative impact to the sustainability of flora dan fauna, the Company took various monitoring steps, among others:

Conducting flora and fauna survey in the areas surrounding the Company’s mines, in cooperation with PPLH-UNSRI team, covering a survey area of 4,557 Ha.

Monitoring flora that grows in the reclaimed area by employees assigned to the Environment and HWS work force, which included measuring plant height, diameter and health condition.

Environmental Research and Development

To p r e s e r v e t h e s u r r o u n d i n g e nv i r o n m e n t , t h e Company conducted various studies and researches to evaluate the condition of mining area and its surrounding, and to develop environment potentials in the future.

Several research activities conducted in 2009 were:

Implementation & development of Mikoriza to support revegetation of used mining areas.

Revegetation with oil palm in landfill locations

Direct trial-and-run revegetation.

Study and use of used oil as ANFO mixture for explosives.

(24)

PT Bukit Asam Tbk

Laporan Keberlanjutan 2009 Sustainability Report 22

badan sungai bersama masyarakat. Perseroan juga melakukan sosialisasi lingkungan melalui pelatihan lingkungan, spanduk, baliho, studi banding (bench marking), buku dan majalah lingkungan, poster, dan presentasi lingkungan. Sebagai wujud komitmen manajemen terhadap lingkungan dan pascatambang, serta menyusun dokumen provisi lingkungan sesuai standar akutansi keuangan (PSAK 33).

Keseluruhan hasil pemantauan dan hasil evaluasi yang kemudian dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan menunjukan bahwa semua parameter lingkungan telah memenuhi Baku Mutu Lingkungan (BML). Atas berbagai upaya-upaya perlindungan lingkungan tersebut Perseroan kemudian meraih beberapa penghargaan dalam pengelolaan lingkungan, yaitu:

Peringkat Hijau untuk PROPER Pusat maupun Provinsi Sumatera Selatan.

Peringkat Aditama I untuk kategori Pengelolaan Pembibitan, Reklamasi dan batuan tanah penutup.

Peringkat Utama II untuk kategori Pengelolaan Pemantauan, kegiatan Sarana Penunjang dan Penanggulangan Erosi dan Sedimentasi.

Laporan Pelaksanaan Reklamasi

dan Rehabilitasi

Pembukaan lahan dan proses reklamasi areal tambang Perseroan telah dilaksanakan sesuai dengan butir-butir ketentuan pada UU No. 4 Tahun 2009 dan Permen No 18 tahun 2008 mengenai Reklamasi dan penutupan Tambang yang menegaskan bahwa: i. pembukaan lahan dilakukan bertahap; ii. ada proses pembentukan slope & back slope; iii. membuat saluran, check dam, rip rap; iv. melakukan penanaman

cover crop; v. menggunakan incenerator untuk limbah; vi melaksanakan bioremidiasi untuk pengelolaan tanah yang terkontaminasi hydrocarbon; vii. pengapuran, wetland untuk limbah cair dan memebuat kolam pengendap. Seluruh ketentuan tersebut telah dipenuhi oleh Perseroan seperti diuraikan pada bagian “Pengelolaan Lingkungan” di atas.

Perseroan kemudian melangkah lebih jauh dan menjadi pelopor dalam hal pelestarian lingkungan dan rehabilitasi pasca tambang dengan menetapkan serta merancang daerah pascatambang seluas 1.400 ha menjadi Taman Hutan Raya (TAHURA). Pelaksanaan program reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang mengacu pada Rencana Induk Wilayah Pertambangan (RIWP) yang telah dibuat sejak tahun 1994 serta Master Plan pemanfaatan lahan bekas tambang batubara sebagai Tahura Enim. Rencana ini kemudian dikukuhkan untuk dilaksanakan melalui program jangka panjang, secara bertahap dan berkelanjutan dan telah ditetapkan dalam Perda Kabupaten Muara Enim.

t h e Co m p a ny o rg a n i ze d t ra i n i n g p ro gra m s, p u t up banners, posters and billboards, used bench marking, distributed books and magazines, and gave presentation on the subject of environment. As a reflection of its commitment to environmental and post-mining management and in accordance with financial accounting standards, the Company prepared an environmental provision document.

The overall result of monitoring and evaluation performed in accordance with established standards showed that all environmental parameters met Environment Quality Standard. For its continued efforts in environmental conservation the Company received several environmental management awards:

G r e e n P R O P E R R a t i n g fo r C e n t r a l a n d S o u t h Sumatera level.

Prime Rating in the category of nursery, reclamation and cover soil.

First R ating II in the categor y of monitor ing, auxiliary facilities, and erosion & sedimentation control.

Progress Report of Reclamation

and Rehabilitation Program

Land clearance and mining area reclamation have been carried out pursuant to the provision of Law No. 4 of 2009 and Government Regulation No. 18 of 2008 concerning Reclamation and Mine Closing which required the following: i. Gradual land clearance; ii. Slope & back slope; iii. Canal, check dam, rip rap; iv. Planting cover crop; v. Incinerator for hazardous waste; vi Bioremediation for hydrocarbon-contaminated land cultivation; vii. Calcification, wetland for liquid waste and sedimentation pool. All the requirements were met by the Company as described in the preceding section of “Environmental Conservation”.

The Company took a step fur ther and pioneered in environmental conser vation and post-mining rehabilitation by designating and designing a post-mining area of 1,400 ha to serve as Grand Forest Park. The implementation of post-mining reclamation and rehabilitation program was in keeping with Mining Area Master Plan devised in 1994 and master plan for utilizing post-coal-mining area as Tanjung Enim Grand Forest Park (TAHURA). A regional government regulation confirmed this plan to be a long-term, gradual and ongoing program.

(25)

PT Bukit Asam Tbk

23 Laporan Keberlanjutan 2009 Sustainability Report

Perseroan kemudian melaksanakan program pembangunan Tahura Enim sesuai dengan Perda Kabupaten Muara Enim No. 4 tahun 2004 tentang Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Batubara PT Bukit Asam (Persero) Tbk di Kabupaten Muara Enim, dengan membagi area pascatambang menjadi beberapa zona, yaitu:

zona Penerima/Rekreasi

zona Sarana Prasarana

zona Hutan Tanaman

zona Kebun Koleksi

zona Kebun Buah

zona Peternakan

zona Penelitian Produktif

zona Pertanian/Agroforestry

zona Perikanan

zona Bumi Perkemahan

zona Satwa.

Sampai dengan tahun 2009, program reklamasi lahan pasca tambang sebagai Tahura Enim yang telah dilaksanakan adalah:

* Pembangunan Kebun Pembibitan, Gedung Olah Raga (Sport Centre) dan Tennis Indoor di zona penerima. * Pembangunan Kantor Tambang Terpadu, Pengolah LB3

(incinerator dan unit bioremediasi) di zona sarana dan prasarana.

* Melakukan pengkayaan tanaman dengan tanaman produktif seperti merbau, jati, tanaman lokal, dll di zona Hutan Tanaman.

* Melakukan revegetasi dengan tanaman yang bermanfaat seperti Kayu Putih dan bekerjasama dengan YAKASABA telah memproduksi minyak kayu putih.

Komitmen terhadap Kualitas Produk

dan Perlindungan Pelanggan

Perseroan sepenuhnya menyadari makna penting dan manfaat dari pemenuhan standar kualitas serta perlindungan konsumen terhadap setiap produk yang dihasilkan. Keduanya mempunyai pengaruh yang signifikan bagi pertumbuhan kinerja usaha yang ditunjang oleh kepercayaan konsumen secara berkelanjutan.

Itulah sebabnya, Perseroan menetapkan dan memberlakukan kriteria yang ketat dalam proses dan output produksi maupun pengawasan kualitas setiap produknya, melalui komitmen berikut:

1. Komitmen jaminan kualitas produk

Perseroan selalu memberikan jaminan bahwa kualitas batubara yang diterima konsumen telah sesuai dengan kesepakatan kontrak terkait. Jaminan kualitas dikontrol melalui penerapan manajemen mutu yang melibatkan pelaksanaan proses analisis terakreditasi.

The Company continued with the construction of Tahura Enim in accordance with Muara Enim Regency Regional Government Regulation No. 4 of 2004 concerning Benefit of Used Coal Mining Area of PT Bukit Asam (Persero) Tbk in Muara Enim Regency, dividing the post-mining area into several zones:

Receiving/Recreational zone

Utility zone

Plantation Forest zone

Collection Garden zone

Fruit Garden zone

Cattle Breeding zone

Productive Research zone

Agro-forestry zone

Fishery zone

Camping zone

Animal zone.

Until end of 2009, post-mining reclamation program for Tahura Enim included the completion of:

Nursery Garden, Sports Centre and Indoor Tennis in Receiving zone.

I n t e g r a t e d M i n e O f f i c e , H a z a r d o u s W a s t e Processor (incinerator and bioremediation unit) in Utility zone.

Plant enrichment with productive plants such as merbau, mahogany, eucalyptus, teak, local plants, etc. in Plantation Forest zone.

Revegetation with useful plants such as eucalyptus

Producing eucalyptus oil in collaboration with

YAKASABA.

Commitment to Product Quality

and Customer Protection

The Company is fully aware of the importance and advantage of meeting quality standards of every product sold and ensuring customer protection in every product purchased. Both have a significant effect on the Company’s business growth with the customers’ continued trust and confidence.

Therefore, the Company sets and implements stringent criteria in the process, output and quality control of its products through the following commitments:

1. Commitment to Product Quality

The Company is committed to ensuring the quality of coal delivered to consumers is in accordance with the quality agreed upon in the contract. Quality is controlled by implementing quality management based on accredited analysis process.

(26)

PT Bukit Asam Tbk

Laporan Keberlanjutan 2009 Sustainability Report 24

2. Commitment to Customer Service

The Company gives priority to transparency and responsibility principles in serving its customers to prove its commitment to providing the best customer service. The Company promptly responds to various demands and complaints from the customers.

To support its customer service the Company sets up a customer center to handle complaints by telephone, e-mail or letter.

In 2009 two complaints from the customers were attended to and settled by the Company.

Kinerja Lingkungan

2. Komitmen pelayanan pelanggan

Perseroan selalu mengutamakan prinsip transparansi dan responsibilitas dalam memberikan layanan kepada konsumen demi memenuhi komitmen layanan terbaik kepada konsumen. Perseroan memberikan tanggapan yang cepat terhadap berbagai permintaan dan keluhan konsumen sebagai bagian dari komitmen pelayanan Perseroan.

Untuk menjamin pelayanan pada pelanggan, Perseroan membuka layanan pengaduan dengan menyediakan saluran telpon, email maupun surat kepada pelanggan.

Figur

Grafik tren FSI Perseroan selama kurun waktu 1988-
Grafik tren FSI Perseroan selama kurun waktu 1988 . View in document p.87

Referensi

Memperbarui...