• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Kualitas Website (tangerangkab.go.id) Terhadap Citra Pemerintah Kabupaten Tangerang - FISIP Untirta Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Pengaruh Kualitas Website (tangerangkab.go.id) Terhadap Citra Pemerintah Kabupaten Tangerang - FISIP Untirta Repository"

Copied!
165
0
0

Teks penuh

(1)

Pengaruh Kualitas Website (tangerangkab.go.id)

Terhadap Citra Pemerintah Kabupaten Tangerang

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi Pada Konsentrasi Humas

Program Studi Ilmu Komunikasi

Oleh

Sausan Saidah Salam

NIM 6662102610

KONSENTRASI HUBUNGAN MASYARAKAT

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

BANTEN

(2)
(3)
(4)
(5)

iv

“Barang siapa keluar untuk mencari Ilmu maka dia

berada di jalan Allah”

(HR. Turmudzi)

Bismillah…

Skripsi ini kupersembahkan

Dengan segala hormat dan cinta

Kasih Kepada Keluargaku,Papah,

Mamah, Kakak, dan Adik-adikku

Tercinta dan Terkasih Serta

Mereka yang Aku Cintai, dan

Mencintaiku yang Luar Biasa

Hebat menjadi Sumber

(6)

v

Website (tangerangkab.go.id) Terhadap Citra Pemerintah Kabupaten Tangerang. Pembimbing I: Dr. Rahmi Winangsih, M.Si dan Pembimbing II: Naniek Afrilla Framanik, S.Sos., M.Si

Kabupaten Tangerang adalah sebuah Kabupaten Provinsi Banten. Ibukotanya adalah Tigaraksa. Pemerintah Kabupaten Tangerang mempunyai pemerintahan yang sama dengan kabupaten lainnya. Pemerintah Kabupaten Tangerang memiliki website yang berisi tentang sejarah, profil dari Kabupaten Tangerang serta pemerintahannya, berbagai berita mengenai aktivitas pemerintah dan pelayanan yang berkaitan dengan publik. Teori yang digunakan kualitas website dan model pembentukan citra diharapkan publik atau pengunjung yang mencari informasi di website tersebut dapat menilai informasi diperoleh mempunyai dampak yang positif kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui

seberapa besar pengaruh kualitas website terhadap citra Pemerintah Kabupaten Tangerang. Jenis penelitian bersifat eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan adalah survei, dimana peneliti mengumpulkan informasi dari 100 responden dengan menyebarkan kuesioner pada masyarakat di daerah Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang. Penentuan ukuran sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Yamane, berdasarkan pada tingkat kesalahan 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis korelasi, antara variabel kualitas website dan variabel citra memiliki sebesar 0,491. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antar kedua variabel bernilai sedang. Setelah dilakukan uji regresi linear sederhana dihasilkan persamaan Y = 6,167 + 0,249X, dengan hasil koefisien determinasi sebesar 24,1% yang menandakan bahwa variabel pengaruh kualitas website adalah kontribusi dari variabel citra. Sedangkan sisanya yaitu sebesar 75,9% (100%-24,1%) dapat dijelaskan oleh sebab-sebab lain. Dengan hasil yang dijabarkan dalam penelitian signifikansi (Asymp Sig) adalah 0,153 dan 0,31. Karena signifikansi > 0,05, maka Ho diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa distribusi

(7)

vi

(tangerangkab.go.id) Toward Imagery Government of Tangerang Regency. Guide I: Dr. Rahmi Winangsih, M.Si and Guide II: Naniek Afrilla Framanik, S.Sos., M.Si

Tangerang Regency is a regency of Banten province. The capital is Tigaraksa. Government of Tangerang Regency has the same government with other regency. Government Regency Tangerang has a website which contains about history, profile of the Tangerang Regency as well as the government, also a variety of news about government activities and services associated with the public. The theory used website quality and image formation models are expected public or visitors who are looking for information on the website can assess the information obtained had a positive impact for of Government of Tangerang Regency. The purpose of thesis for to determine how much the influence website quality toward imagery Government of Tangerang Regency. The type of this thesis is explanatif with quantitative approach. The method used was a survey, in which researchers collected information from 100 respondents by distributing questionnaires to the public in the area of the Kelapa Dua Sub-District, Tangerang Regency determination of the sample size in this thesis using Yamane formula, based on a 10% error rate. The results showed that the analysis of the correlation between variables website quality and variable image has amounted to 0,491. This suggests that the relationship between the two variables is worth being. After testing produced simple linear regression equation Y = 6,167 + 0,249X, with the coefficient of determination of 24,1%, which indicates that the variables the influence of website quality is the contribution of the variable imagery. While the remainder is equal to 75,9% (100% -24,1%) can be explained by other causes. With the results described in the thesis significance (Asymp Sig) is 0,153 and 0,31. Because of the significance of > 0.05, then Ho is accepted. Thus, we can conclude that the population distribution is

normal. That rates showed Ho is rejected and Ha accepted.

(8)

vii

Puji syukur peneliti panjatkan ke khadirat Allah SWT yang maha Agung pemilik alam semesta yang menggenggam jiwa raga semua mahluk-Nya, karena atas ridho dan hidayah-Nya peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini guna memenuhi salah satu syarat untuk meraih gelar kesarjanaan strata (S1) pada program studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Hubungan Masyarakat di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, untuk itu saran dan kritik

yang dapat membantu perbaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Kualitas

Website Terhadap Citra Pemerintah Kabupaten” sangat peneliti harapkan. Pada kesempatan ini peneliti juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih atas segala dukungan, bantuan dan bimbingannya dalam proses penelitian serta penyusunan skrisi ini kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Soleh Hidayat, M.PD selaku Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

2. Bapak Dr. Agus Sjafari, S.Sos., M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

3. Ibu Dr. Rahmi Winangsih, M.Si selaku Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. 4. Bapak Darwis Sagita, M.Ikom selaku Sekretaris Prodi ilmu Komunikasi

(9)

viii

yang membantu memberikan arahan serta masukan untuk menyelesaikan skripsi ini.

7. Ibu Naniek Afrilla Framanik, S.Sos., M.Si. selaku dosen pembimbing II skripsi yang membantu memberikan arahan serta masukan untuk menyelesaikan skripsi ini.

8. Seluruh Dosen FISIP Untirta yang telah memberikan ilmunya kepada peneliti, semoga ilmu yang diberikan dapat menjadi ilmu yang bermanfaat bagi peneliti dan menjadi ladang amal bagi seluruh Dosen. 9. Seluruh Staf karyawan Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan

Politik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Terima kasih atas kemudahan pada pemberian data kepada peneliti.

(10)

ix

12.Untuk keluarga baruku dikampus, Nadia Putri Riyanti, S.Ikom terimakasih hampir 5 tahun berbagi kamar, lagi senang maupun sedih bestfirend seperjuangan dikampus, Kinda Handayani, S.E, terimakasih hampir 4 tahun berbagi kamar lagi senang maupun sedih, sebagai kakak dikala ada kesusahan, Indra Handayani S.Ikom terimakasih my twins maafkan ya yang sangat merepotkan selalu hampir 5 tahun berbagi kamar. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata buat kalian berempat. Agung Gumelar, S.Ikom, Nicko Rifriyanda Utama, S.Ikom, Rangga Andriana, S.Ikom, dan Arfian Sr, S.Ikom. Saya ucapkan teramat dalam terimakasih yang selalu sabar dan terus membantu dalam berbagai hal dan sahabat sejak menjadi mahasiswa sampai berhasil menjadi sarjana, terimakasih. love you guys family dugong.

13.Untuk Eki Dhania, S.Ikom dan Yosa Siti Anisa, S.Ikom terimakasih 1 terakhir terakhir sudah memberi saya izin menginap dirumah kalian. Kalian the best di detik-detik terakhir mengerjakan skripsi saya.

(11)

x kepadaku dalam penyusunan skripsi ini.

15.Teman-teman yang selalu menjadi penghibur setia, motivator dan membantu saat peneliti kesulitan dalam pengerjaan skripsi, Bang Qubil, Bang Adam, Isank, Bang Aji, Kori, Anjas, Cici Resti, Ka Vela, Julinda, Yana, dan Mak Yona terimakasih.

16.Untuk genk bodreks, Bang Uqon, Bang Donny, Aa upon, Jodi, Naufal, Tommy, Tata, Pape, One, Halida, Idung, Mayang, Yudha yang menjadi teman saya naik gunung terimakasih yang selalu sabar dan terus membantu dalam berbagai hal dan beberapa yang belum pernah naik bareng.

17.Semua pihak yang tidak bisa peneliti sebutkan satu persatu yang telah banyak membantu peneliti dalam proses penyelesaian skripsi ini. Kiranya tidak ada balasan yang lebih baik kecuali yang datang dari Allah SWT, terimakasih untuk segalanya. Kesempurnaan hanya milik-Nya dan kebenaran datang dari-Nya. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua, khususnya bagi peneliti dan pihak yang berkepentingan.

Serang, 04 Mei 2016

(12)
(13)
(14)

xiii

4.1.1 Sejarah Website Pemerintah Kabupaten Tangerang ... 60

4.1.2 Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Pemerintah Kabupaten Tangerang ... 64

4.1.2.1 Visi ... 64

4.1.2.2 Misi ... 64

4.1.2.3 Nilai-nilai ... 65

4.1.3 Logo Pemerintahan Kabupaten Tangerang ... 66

4.1.4 Website Pemerintah Kabupaten Tangerang ... 66

4.2 Deskripsi Data Penelitian ... 68

4.3.1 Deskripsi Variabel Pengaruh Kualitas Website (Variabel X) ... 75

4.3.1.1 Tanggapan Responden Terhadap Pernyataan Berdasarkan Usability Quality Web 1 ... 75

4.3.1.2 Tanggapan Responden Terhadap Pernyataan Berdasarkan Usability Quality Web 2 ... 76

4.3.1.3 Tanggapan Responden Terhadap Pernyataan Berdasarkan Usability Quality Web 3 ... 77

4.3.1.4 Tanggapan Responden Terhadap Pernyataan Berdasarkan Usability Quality Web 4 ... 79

4.3.1.5 Tanggapan Responden Terhadap Pernyataan Berdasarkan Usability Quality Web 5 ... 80

(15)

xiv

4.3.1.9 Tanggapan Responden Terhadap Pernyataan Berdasarkan

Web Information Quality 4 ... 84 4.3.1.10 Tanggapan Responden Terhadap Pernyataan Berdasarkan

Web Information Quality 5 ... 85 4.3.1.11 Tanggapan Responden Terhadap Pernyataan Berdasarkan

Web Information Quality 6 ... 87 4.3.1.12 Tanggapan Responden Terhadap Pernyataan Berdasarkan

Web Information Quality 7 ... 88 4.3.1.13 Tanggapan Responden Terhadap Pernyataan Berdasarkan

Site Design Quality 1 ... 89 4.3.1.14 Tanggapan Responden Terhadap Pernyataan Berdasarkan

Site Design Quality 2 ... 90 4.3.1.15 Tanggapan Responden Terhadap Pernyataan Berdasarkan

Site Design Quality 3 ... 91 4.3.1.16 Tanggapan Responden Terhadap Pernyataan Berdasarkan

Site Design Quality 4 ... 92 4.3.2 Deskripsi Variabel Citra Pemerintah Kabupaten Tangerang

(Variabel Y) ... 93 4.3.2.1 Tanggapan Responden Terhadap Pernyataan Berdasarkan

Persepsi 1 ... 94 4.3.2.2 Tanggapan Responden Terhadap Pernyataan Berdasarkan

Persepsi 2 ... 95 4.3.2.3 Tanggapan Responden Terhadap Pernyataan Berdasarkan

Persepsi 3 ... 96 4.3.2.4 Tanggapan Responden Terhadap Pernyataan Berdasarkan

(16)

xv

4.4 Pengujian Data Statistik ... 101

4.4.1 Hasil Analisis Deskriptif ... 101

4.4.2 Hasil Uji Normalitas Data ... 102

4.4.3 Hasil Uji Korelasi Koefisien ... 103

4.4.4 Hasil Analisis Regresi Sederhana (Simple Regression) ... 105

4.4.5 Hasil Uji Hipotesis ... 106

4.4.6 Hasil Koefisien Determinasi... 108

4.5 Pembahasan Hasil Penelitian ... 109

4.5.1 Pengaruh Kualitas Website ... 109

4.5.2 Citra Pemerintah Kabupaten Tangerang ... 115

4.5.3 Pengaruh Kualitas Website Terhadap Citra Pemerintah Kabupaten Tangerang ... 119

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan ... 125

5.2 Saran ... 126

5.2.1 Saran Teoritis... 126

5.2.2 Saran Praktis ... 126

DAFTAR PUSTAKA ... 128

LAMPIRAN……… 132

(17)

xvi

Tabel 2.2 Peneliti Terdahulu ... 34

Tabel 3.1 Tingkat Reliabilitas Berdasarkan Tingkat Alpha……….... 43

Tabel 3.2 Case Processing Summary Kualitas Website ... 44

Tabel 3.9 Kriteria Analisis Deskriptif Presentanse ... 53

Tabel 3.10 Interval Koefisien Korelasi ... 55

(18)

xvii

(19)

xviii

2.2 Gambar Teori S - O - R ... 29

2.3 Gambar Kerangka Teoritis……… 31

4.1 Gambar Logo Pemerintah Kabupaten Tangerang ... 61

4.2 Gambar Website Pada Tampilan Home……… 66

4.3 Gambar Website Pada Tampilan Produk Hukum ... 67

4.4 Gambar Website Pada Tampilan Info Publik ... 67

(20)

xix

Usia……… 70

(21)

xx

(22)

1

1.1 Latar Belakang

Citra untuk suatu perusahaan atau organisasi adalah hal yang penting, karena dapat memberikan persepsi kepada masyarakat atau publik. Pemahaman dari suatu informasi yang kurang atau tidak lengkap akan menciptakan citra yang tidak sempurna di mata publik. Citra bagi sebuah perusahaan atau lembaga dapat diukur dalam berbagai macam tampilan yang dapat dilihat di media massa, baik melalui media cetak maupun media elektronik. Seiring dengan tuntutan zaman yang kian modern, perkembangan teknologi pada zaman sekarang sudah membawa perubahan besar pada setiap masyarakat yang menggunakannya. Teknologi sudah menjadi suatu kontrol sosial baik bagi masyarakat maupun bagi pemerintah. Bukan hanya perubahan, teknologi juga berkembang menjadi suatu kebutuhan pokok penting dalam kehidupan masyarakat.

Teknologi juga merupakan suatu media massa yang berguna bagi kepentingan masyarakat dan pemerintah. Media massa memberikan suatu pemberitaan berisi informasi penting yang dipercaya dapat meyakinkan masyarakat yang mengkonsumsinya bahwa pemberitaan tersebut adalah benar adanya, memiliki nilai profesionalisme tinggi, dan diharapkan memiliki keaktualisasian.

(23)

baik dari segi hobi, maupun profesi. Di setiap perusahaan yang sudah berdiri, teknologi bukan hanya sebagai alat untuk mempermudah pekerjaan mereka, namun teknologi juga dijadikan sebagai salah satu alat utama dalam kegiatan promosi perusahaan.

Lainnya internet, selain merubah cara berkomunikasi, turut mempengaruhi cara berpikir maupun bertingkah laku manusia. Menurut data yang dirilis oleh APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), jumlah pengguna internet

pada tahun 2014 sebesar 88,1 juta. Angka tersebut naik dari 71,2 juta di tahun sebelumnya. Jumlah pengguna internet di Indonesia sepanjang tahun 2014 naik sebesar enam persen dibandingkan tahun sebelumnya.1

Artinya, orang-orang di Indonesia mulai menyadari pentingnya internet

dan menjadikan internet sebagai media yang dikonsumsi setiap hari. Hal ini menjadikan internet sebagai media yang dianggap lebih baik disbanding media lainnya. Dalam penggunaan internet, dapat dilihat perubahan yang terjadi dalam kehidupan sosial masyarakat, terutama dalam hal mengakses informasi. Semakin baik kualitas yang ditampilkan oleh internet maka ketertarikan publik untuk mengaksesnya juga semakin tinggi. Keberadaan internet ini melahirkan banyak komunitas-komunitas yang pada awalnya dianggap susah untuk dipersatukan.

Internet yang mampu diakses di seluruh dunia menjadikan segala terlihat mudah dan nyata di hadapan masyarakat yang mengonsumsi internet sebagai media informasi sehari-hari mereka.

1

(24)

Informasi tidak hanya sekedar produk sampingan, namun sebagai bahan yang menjadi faktor utama yang menentukan kesuksesan atau kegagalan, oleh karena itu informasi harus dikelola dengan baik. Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna, lebih berarti dan bermanfaat bagi penggunanya. Informasi menjadi kebutuhan pokok bagi pengguna tertentu, sehingga jika kebutuhan informasinya tidak terpenuhi akan menjadi masalah bagi pengguna. Informasi dibutuhkan pengguna bertujuan menambah pengetahuan, dan meningkatkan keterampilan yang pada akhirnya dapat mengubah sikap dan perilakunya.

Bukan hanya diminati, namun kehadiran new media tidak lagi dapat dihindarkan, terutama bagi perusahaan atau organisasi yang sudah memiliki

website dan sudah menggunakan e-mail. Karena kehadiran new media juga dapat mempengaruhi persepsi dan pandangan publik terhadap perusahaan atau organisasi tersebut. Teknologi dan media online juga digunakan untuk menciptakan citra yang baik bagi suatu perusahaan atau lembaga tertentu.

Menjalin hubungan yang baik dengan sesama karyawan atau anggota perusahaan, menjalin hubungan dengan klien dan publik, serta menciptakan citra positif dimata publik adalah tugas seorang Public Relations (PR) dari sebuah perusahaan atau organisasi. Sebelum adanya teknologi internet, tugas Public Relations adalah menyampaikan informasi dari suatu perusahaan atau organisasi ke media, produser, dan editor melalui press release, tips berita dan press kits. Namun semua itu kemudian mengalami perubahan karena adanya internet dan

(25)

menyampaikan informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan atau organisasi melalui website. Semua informasi yang terdapat dalam website tersebut memiliki

link kemana saja tanpa harus mendatangi kantor Public Relations.

Katz dalam Soemirat dan Ardianto menyatakan bahwa citra adalah cara bagaimana pihak lain memandang sebuah perusahaan, seseorang, suatu komite, atau suatu aktivitas.2 Salah satu new media yang sudah berkembang yang juga dapat membantu menciptakan citra perusahaan yang baik adalah website. Pertumbuhan website sebagai new media semakin meningkat. Ada dua faktor yang membuat website melonjak tinggi, pertama, karena teknologi sudah sangat menyebar dan berkembang dalam jumlah besar di masyarakat, khususnya telepon dan komputer. Kedua, website juga multifungsi dan internet juga mempunyai fungsi yang meluas. Ditambah lagi, website pada awalnya gratis karena penyediaan akses internet dilakukan oleh pemerintah dan perusahaan non.3

Perkembangan new media kemudian mempengaruhi media lama, khususnya media cetak, karena banyaknya masyarakat yang beralih dari media cetak ke new media dikarenakan beberapa alasan dan keunggulan new media. Hal ini terjadi karena menjadi fakta bahwa teknologi dan telekomunikasi telah menjadi bagian dari hidup dan menjadi sumber penting informasi publik. Hampir setiap perusahaan atau lembaga yang sudah berdiri di zaman sekarang memiliki

website yang berisikan informasi tentang perusahaan atau lembaga itu sendiri.

Website dapat diakses oleh siapa saja yang menggunakan internet di dunia.

2

Elvinaro Ardianto & Soleh Sumirat. Dasar-dasar Public Relations. Bandung: Cetakan Ketiga, Remaja Rosdakarya. 2004. Hal: 113

3

(26)

Informasi yang disajikan di website dapat dibaca dan dikunjungi oleh siapapun yang mengunjungi website tersebut dengan koneksi internet. Citra positif dapat didapat dan ditangkap oleh pengunjung website dengan melihat tampilan, desain dan konten dari website itu sendiri.

Dengan adanya website, masyarakat dapat mengetahui secara mudah dan cepat tentang informasi yang diberikan oleh perusahaan atau lembaga tersebut. Setiap perusahaan memiliki citranya masing- masing. Dengan bantuan website

sebagai salah satu alat pembentukan citra, maka perusahaan tersebut memiliki citra dari sejumlah orang yang memandangnya. Website sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi- informasi terbaru yang diberikan oleh perusahaan atau instansi, sehingga akan lebih memuaskan para pengunjung apabila website diperbaharui secara up to date.

Tataan dan desain website yang rapi akan menunjukkan perusahaan atau lembaga yang teratur dan well organized di mata pengunjungnya. Begitu pula kebalikannya, apabila suatu desain website yang tidak rapi akan memberikan kesan bahwa perusahaan atau lembaga tersebut tidak profesional dan tidak bonafit. Perusahaan atau lembaga yang akan penulis bahas dalam penelitian ini adalah Pemerintahan Kabupaten Tangerang (Pemkab Tangerang). Berdasarkan artikel pada kabar6.com dengan judul “Tampung Aspirasi Warga”, Pemerintah Kabupaten Tangerang buka sms pengaduan pada tahun 2013 yang lalu, dengan adanya sms pengaduan untung meningkatkan Pemkab Tangerang.4

4

(27)

Maka teknologi semakin canggih, kini contoh organisasi pemerintahan yang menggunakan website sebagai salah satu media komunikasi yang dilakukan oleh Public Relations adalah Pemerintah Kabupaten Tangerang. Sebagai sebuah organisasi pemerintahan, selayaknya Pemerintah Kabupaten Tangerang menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat sebagai salah satu publiknya dan juga pihak-pihak yang berkepentingan lainnya. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang memiliki website organisasi yang terbuka untuk publik internal maupun eksternal dengan alamat tangerangkab.go.id. Website ini berisikan sejarah dan profil dari Kabupaten Tangerang serta pemerintahannya dan juga berbagai berita mengenai aktivitas pemerintah dan pelayanan yang berkaitan dengan publik.

Melalui website publik juga dapat mengetahui organisasi dengan cukup detail, mulai dari profil, visi dan misi, sejarah, kontak, serta kegiatan yang dilakukan oleh organisasi yang melibatkan publiknya, objek penelitian penulis adalah publik atau masyarakat yang berada ada di Kabupaten Tangerang, khususnya di daerah Kecamatan Kelapa Dua. Perkembangan di daerah Kecamatan Kelapa Dua lebih maju daripada daerah lain yang berada di Kabupaten Tangerang. Penggunaan teknologi pun sudah lebih banyak di daerah tersebut.

Website ini digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang sebagai salah satu media komunikasi dengan masyarakat dan juga publik lainnya yang akan menghasilkan hubungan yang baik seperti yang diharapkan. Keberadaan

(28)

terjalin antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan para publiknya melalui

website, maka dapat juga diketahui bagaimana image atau citra Pemerintah Kabupaten Tangerang di depan para publik yang melakukan komunikasi dengan pihak pemerintah Kabupaten Tangerang. Image ini tentunya akan mempengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah.

Dampak dari banyak informasi yang simpang siur, membuat publik yang berada di Kabupaten Tangerang membutuhkan informasi yang berkualitas untuk mereka. Untuk itu website Pemerintah Kabupaten Tangerang akan membantu publik untuk memenuhi kebutuhan informasinya tersebut. Dan melalui teori model pembentukan citra kita akan mengukur hal tersebut, dengan kualitas

website sebagai variable X dan citra Pemerintah Kabupaten Tangerang sebagai variable Y.

Berdasarkan pengamatan ini, maka penulis memilih topik “Pengaruh Kualitas Website Terhadap Citra Pemerintah Kabupaten Tangerang” agar dapat menganalisa sejauh mana website Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat membentuk citra positif di mata publik Kabupaten Tangerang.

1.2 Rumusan Masalah

(29)

1.3 Identifikasi Masalah

1. Bagaimana kualitas website Pemerintahan Kabupaten Tangerang? 2. Bagaimana citra Pemerintahan Kabupaten Tangerang?

3. Seberapa besar pengaruh kualitas website terhadap citra Pemerintah Kabupaten Tangerang?

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan dari Penelitian adalah :

1. Untuk mengetahui kualitas website Pemerintahan Kabupaten Tangerang 2. Untuk mengetahui citra Pemerintahan Kabupaten Tangerang

3. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kualitas website terhadap citra Pemerintah Kabupaten Tangerang

1.5 Manfaat Penelitian

1.5.1 Manfaat Akademis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan terhadap teori- teori yang digunakan, setelah itu penelitian dapat digunakan pada mahasiswa ilmu komunikasi UNTIRTA. Memberikan masukan bagi pengembangan ilmu komunikasi dan penerapan teori-teori kehumasan dalam dunia pemerintahan terkhususnya terkait dengan new media (website) serta pembentukan proses citra.

(30)

1.5.2 Manfaat Praktis

(31)

10

2.1 Kajian Teoritis

2.1.1 Komunikasi

Komunikasi secara harfiah, berasal dari bahasa latin, yaitu communis yang berarti sama, communico atau communication yang berarti membuat sama.5 Pengertian ini merujuk pada pikiran atau makna yang dipahami secara bersama. Para ahli menyatakan pendapat mereka mengenai arti dari komunikasi. Donald Byker dan Loren J. Anderson mendefinisikan komunikasi sebagai proses berbagi informasi antara dua orang atau lebih. Sedangkan Gibson et al. mendefinisikan komunikasi sebagai pengiriman dan pemahaman komunikasi dengan menggunakan simbol verbal atau nonverbal.6 Dari pengertian tentang komunikasi tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa komunikasi merupakan proses pertukaran pesan atau makna yang dilakukan oleh seseorang atau lebih yang bertujuan untuk memperoleh pemaknaan akan pesan tersebut.

Komunikasi memiliki dua fungsi umum seperti yang dikatakan oleh Judy C. Pearson dan Paul E. Nelson. Fungsi umum tersebut adalah pertama, untuk kelangsungan hidup diri sendiri berupa keselamatan fisik, menampilkan diri di hadapan orang lain dan meningkatkan kesadaran pribadi. Fungsi yang kedua, untuk keberlangsungan hidup bermasyarakat dalam memperbaiki hubungan

5

Deddy Mulyana. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2007. Hal: 47

6

(32)

social.7 Selain itu, tidak berbeda jauh dengan yang disampaikan oleh Pearson dan Nelson, William Gorden membagi fungsi komunikasi menjadi empat, yaitu:8 1. Komunikasi sosial, mengatakan bahwa komunikasi sangat berperan dalam

membangun konsep diri, aktualisasi diri, memperoleh kebahagiaan, keberlangsungan hidup, menghindari tekanan melalui komunikasi yang menghibur serta menjalin hubungan dengan orang lain. Secara implicit, konsep ini merupakan fungsi komunikasi kultural. Artinya, budaya adanya komunikasi memiliki hubungan timbal balik yang kuat. Budaya merupakan bagian dari perilaku komunikasi dan komunikasi memelihara dan mengembangkan serta mewariskan budaya.

2. Komunikasi ekspresif, yang dapat dilakukan sendiri atau berkelompok. Komunikasi ekspresif merupakan instumen untuk menyampaikan perasaan-perasaan kepada orang lain atau kepada diri sendiri secara nonverbal. Misalnya, saat ingin menyatakan rasa suka dengan seseorang diungkapkan dengan memberikan bunga atau menepuk pundak orang lain yang sedang berduka sebagai tanda rasa simpati. Selain itu, musik, lukisan dan tari juga mampu menjadi instrumen perasaan bagi orang-orang yang membuat atau menikmatinya.

3. Komunikasi ritual, yang dilakukan secara kolektif. Kelompok-kelompok tertentu memiliki kebiasaan seperti melakukan upacara yang berlainan untuk acara yang berbeda-beda setiap tahun. Dalam acara itu, orang-orang mengucapkan atau menampilkan perilaku simbolik berupa kata-kata atau

7

Ibid. Hal: 5

8

(33)

tindakan lainnya yang bertujuan untuk menegaskan komitmen kelompok tersebut kepada tradisi yang telah dianut selama ini.

4. Komunikasi instrumental, artinya komunikasi berperan sebagai instrumen untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi dan pekerjaan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Komunikasi ini bertujuan untuk menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap dan keyakinan, serta mengubah perilaku atau menggerakkan tindakan juga menghibur.

Komunikasi sebagai tindakan pertukaran pesan, lebih berfokus pada penyampaian pesan yang efektif dan mengisyaratkan bahwa semua kegiatan komunikasi bersifat instrumenal dan persuasif. Pernyataan ini sesuai dengan definisi komunikasi yang disampaikan oleh Harold Lasswell, yang menjelaskan komunikasi dilakukan dengan beberapa unsur utama, yaitu:

1. Sumber atau source, sering juga disebut sebagai pengirim atau komunikator. Sumber adalah pihak yang mempunyai kebutuhan untuk melakukan komunikasi dapat berupa individu, kelompok, organisasi, perusahaan atau bahkan negara, tergantung pada konteks komunikasi yang dilakukan.

2. Pesan, yaitu sesuatu yang dikomunikasikan oleh sumber kepada penerima. Pesan dapat berupa simbol verbal dan atau nonverbal yang mewakili maksud dari sumber. Pesan memilliki tiga komponen, yaitu: makna, simbol yang digunakan untuk menyampaikan makna, dan bentuk pesan.

(34)

penyampaian pesan: langsung atau tatap muka, atau dengan menggunakan media bantu berupa media cetak atau media elektronik. Media yang digunakan bergantung pada situasi, tujuan serta jumlah penerima pesan. Pemilihan media yang tepat akan menghasilkan pemahaman yang baik dengan kata lain, komunikasi berjalan dengan baik.

4. Penerima atau receiver, merupakan pihak yang menerjemahkan atau menafsirkan pesan yang berupa verbal atau nonverbal, yang dikirim oleh komunikator, sehingga dapat dipahami dengan mudah.

5. Efek, yaitu yang terjadi dan dialami oleh penerima setelah memaknai pesan yang dikirimkan oleh pengirim pesan. Efek ini dapat berupa perubahan sikap, perubahan keyakinan, penambahan pengetahuan, pola pikir dan perasaan.9

Keseluruhan unsur komunikasi di atas, merupakan unsur komunikasi sederhana yang diterapkan dalam komunikasi sehari-hari termasuk dalam komunikasi massa yang menggunakan media dan dengan jumlah penerima pesan yang banyak. Dalam menjelaskan poses komunikasi, model komunikasi sederhana Lasswell tersebut selanjutnya dikembangkan lagi oleh DeFleur. DeFleur menambahkan beberapa unsur di dalam proses komunikasi, yaitu gangguan atau noise dan umpan balik atau feedback. DeFleur meyakini bahwa komunikasi bukanlah perpindahan makna dari sumber kepada penerima, melainkan pemberian makna oleh penerima dari pesan yang dikirimkan oleh pengirim pesan melalui media. Pesan yang akan diberikan makna ini berupa simbol-simbol yang ditampilkan oleh media yang dipilih untuk menyampaikan pesan. Simbol-simbol

9

(35)

tersebut akan diubah oleh audiens dengan memaknainya sebagai suatu peristiwa yang dapat didengar atau dilihat sehingga audiens mampu memberi persepsi terhadap simbol-simbol tersebut.10

Model komunikasi ini juga menjelaskan bahwa komunikasi yang berlangsung antara pengirim dan penerima haruslah menggunakan media dengan melalui pemancar hingga akhirnya dapat diterima oleh publik sasaran. Proses komunikasi pun tidak terlepas dari noise atau gangguan dari dan kepada berbagai pihak. Hal ini menjelaskan proses komunikasi massa yang menggunakan media dengan target audiens yang banyak serta menuntut feedback dalam waktu tertentu.11

2.1.2 Internet

Perkembangan teknologi komunikasi memungkinkan pengguna berbagai macam media untuk menyampaikan pesan. Salah satu media baru yang mulai banyak digunakan adalah internet. Internet merupakan jaringan kependekan dari

interconnected networking. Secara umum, internet merupakan jaringan komputer global yang menghubungkan jutaan komputer di seluruh dunia.12 Dengan menggunakan internet, semua kegiatan dapat semakin mudah dilakukan. Internet

dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti media informasi, sebagai media komunikasi, media belajr, media hiburan, serta sebagai media bisnis, dan perdagangan.13 Lahirnya era komunikasi interaktif ditandai dengan terjadinya

(36)

diverifikasi teknologi informasi dengan bergabunganya telepon, radio, computer, dan televise menjadi satu dan menandai teknologi yang disebut dengan internet.14

Pengertian internet sendiri memiliki arti yang cukup luas dimana kata

internet itu sendiri merupakan singkatan dari interconnection-networking, bias diartikan sebagai global network of computer networks atau sebuah jaringan computer dalam skala global atau mendunia. Jaringan computer ini berskala internasional yang dapat membuat masing-masing computer berkomunikasi.15 Sehingga internet bias menyiarkan dan mengakses secara langsung baik berita maupun informasi dengan akses internet online ke seluruh penjuru dunia tanpa ada batasan wilayah geografis dari setiap penggunannya.

Internet adalah jaringn global dari computer-komputer yang saling terhubungkan dimana individu yang terhubung dengan sebuah jaringan berkomunikasi dengan computer manapun jika jaringan tersebut juga tersambung dengan berbagai jaringan. Internet merupakan suatu media yang sangat besar manfaatnya, maka tidaklah berlebihan jika disebut sebagai cyberspace komunikasi baru dari masyarakat dunia.16

Rachmat Kriyanto mengemukakan 5 karakteristik internet sebagai media baru, yaitu:17

1. Desentralisasi

14

Burhan Mungin. Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Kencana: Jakarta, 2011. Hal: 113

15

Jack Febrian. Menggunakan Internet. Informatika: Jakarta, 2003. Hal: 3

16

Rachmat Kriyantono. Public Relations Writing. Prenada Media Group: Jakarta, 2006. Hal: 251

17

(37)

Dapat diartikan pusat informasi tidak lagi pada pemasok komunikasi. Setiap individu, kelompok, institusi bias menjadi pemasok komunikasi. Individu bisa membuat web sendiri, begitu pula dengan institusi.

2. Kemampuan tinggi

Dalam arti tidak terjadi hambatan komunikasi disebabkan oleh pemancar sinyal karena lewat satelit dan kabel.

3. Timbal balik

Dalam arti ada timbal balik langsung antara sumber dengan penerima. 4. Kelenturan atau flekbilitas pada bagian isi, bentuk atau penggunaan. 5. Menyedihkan fasilitas komunikasi interpersonal dan personal.

Hafied Cangara menyatakan, kelebihan jaringan komunikasi internet

adalah kecepatan mengirim dan memperoleh informasi, sekaligus sebagai penyedia data yang shopisticated, karena sebelumnya orang tidk membayangkan bahwa internet akan menjadi perpustakaan dunia yang dapat diakses melalui

world wide web (www).18

Teknologi telah mengubah pola komunikasi humas yang sebelumnya masih sederhana seperti komunikasi dari atas ke bawah, dari bawah ke atas, horizontal maupun diagonal, dan pola komunikasi massa. Kini semua itu telah ditinggalkan dan beralih dengan pola komunikasi yang lebih actual setelah hadirnya internet.

Internet memebawa perspektif baru di era informasi dalam bentuk jarigan teknologi yng memungkinkan setiap orang mengakses informasi kemana saja

18

(38)

untuk memenuhi kebutuhannya. Organisasi atau perusahaan yang mengadopsi

internet akan mengalami perkembangan pesat di tengah-tengah masyarakat yang semakin heterogen dan dapat menjagkau khalayak sasaran yang lebih besar jumlahnya.19

Berbagai keuntungan yang didapat dari aplikasi internet dalam praktik humas, diantaranya:20

1. Komunikasi dengan biaya murah dan cepat sampai ke public. 2. Sarana mendapatkan informasi kemajuan dunia.

3. Memelihara hubungan dengan media. 4. Membentuk kelompok diskusi atau bisnis. 5. Sarana promosi dan pencitraan korporat. 6. Menghemat waktu.

7. Mendukung program pemasaran. 8. Komunikasi efektif.

9. Memenuhi kebutuhan publik. 10.Menuju pemasaran global.

11.Menggapai publisitas media online.

2.1.3 New Media (Media Baru)

Perkembangan teknologi komunikasi belakangan ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat dan kemunculan new media merupakan salah satu hasil dari perkembangan teknologi komunikasi yang baru dan digital. Media yang

19

Ardianto Elvinaro, dkk. 2007. Komunikasi Massa: Suatu Pengantar. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Hal:192

20

(39)

menjadi salah satu pilihan bagi publik untuk mendapatkan informasi secara cepat adalah media baru. McQuail menyatakan bahwa new media adalah sebuah set berbeda dari teknologi komunikasi yang memiliki fitur tertentu yang terbaru dibuat dengan cara digital dan banyak tersedia untuk digunakan oleh personal sebagai alat komunikasi.21

Dalam praktek komunikasi, baik yang dilakukan oleh individu, kelompok, organisasi maupun negara; telah banyak memanfaatkan new media sebagai salah satu alat untuk mendukung proses komunikasi. Sama halnya dengan media cetak dan media elektronik, new media pun memiliki kemampuan untuk menyampaikan informasi kepada target komunikasi (audiens).

Hingga saat ini masih belum ada kerangka teori yang mempelajari secara khusus dan jelas apakah itu new media. Akan tetapi, penulis akan menjelaskan pengertian new media secara umum dan mewakili semaksimal mungkin karakteristik dari new media. Mungkin hal yang dipertanyakan disini adalah media seperti apa yang dikategorikan sebagai new media, yang pada akhirnya dapat membedakannya dengan media lainnya. Mungkin saja para pembaca akan berpikir bahwa new media yang dimaksud disini adalah media yang memiliki perkembangan dan teknologi generasi terbaru. Atau bisa saja, produk teknologi yang akan mengeluarkan suatu lini produk terbaru di tahun yang akan mendatang dengan spesifikasi yang lebih canggih.

Akan tetapi, new media menurut Miles, Rice dan Barr dalam Media: an introduction 3rd Edition (Flew. 2008: 2) merupakan suatu media yang merupakan

21

(40)

hasil dari integrasi maupun kombinasi antara beberapa aspek teknologi yang digabungkan, antara lain teknologi komputer dan informasi, jaringan komunikasi serta media dan pesan informasi yang digital.22

Media baru merupakan produk yang berteknologi digital dan memungkinkan adanya manipulasi. Artinya, memungkinkan adanya pemalsuan identitas dari produk media baru ataupun informasi yang ada di dalamnya sehingga berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan terhadap sumber. Di lain sisi, media baru generasi 2.0 ini memungkinkan komunikasi dua arah sehingga cepat dalam mendapatkan feedback. Media baru memungkinkan adanya pertukaran informasi lintas negara maupun benua secara mudah dan cepat.

2.1.4 Website

New media terdiri dari beberapa kategori yaitu, social media, blog, website, dan instant messaging. Salah satu inovasi terbesar yang turut muncul seiring dengan perkembangan internet adalah ditemukannya World Wide Web

atau WWW yang biasa disebut dengan Website atau disingkat Web. Website

merupakan aplikasi internet yang dipilih banyak orang untuk mengakses informasi secara online. Website mencakup dokumen-dokumen serta link ke dan dari dokumen-dokumen yang ditransmisikan melalui internet. Penggunaan website

saat ini menjadi semakin mudah dan gampang dan dapat dilakukan secara personal.

22

Rinawati dan Dominikus Tulasi. Pengaruh Penggunaan Media Sosial Twitter @binus_univ Terhadap Efektifitas Komunikasi Mahasiswa Binus MarketingCommunication Public Relations

(41)

Website adalah keseluruhan halaman-halaman web yang terdapat dalam sebuah domain yang mengandung informasi. Sebuah website biasanya dibangun atas banyak halaman web yang saling berhubungan. Hubungan antara satu halaman web dengan halaman web yang lainnya disebut dengan hyperlink,

sedangkan teks yang dijadikan media penghubung disebut hypertext.23

Manfaat dari website menurut Zaki dan Smitdev Community adalah: 24 1. Penggunaan biaya, waktu dan tenaga yang efisien

2. Mampu menunjukkan informasi diri

3. Dapat digunakan untuk melakukan bisnis secara online

4. Mampu meningkatkan komunikasi 5. Berbagi informasi

6. Meningkatkan daya saing keunggulan yang kompetitif

Kehadiran web untuk menjelajah internet memberikan kemudahan akses berbagai informasi baik yang berupa teks, grafis, gambar, dan suara bagi penggunanya, bahkan dapat menyimpan dan menyalin baik itu teks, gambar, dan suara ke dalam hardisk dan semacamnya.25

“Pemanfaatan website berarti menambah variasi media informasi public. Varisi media berarti memungkinkan variasi kemasan pesan. Ini penting agar pola penyebarab informasi tidak menonton selain itu, humas memperhatikan perilaku dan kebutuhan public dalam mengonsumsi informasi yang membutuhkan kecepatan sumber.”26

23

Moduto Yuhefizar & Rahmat Hidayat. Cara Mudah Membangun Website Interaktif Menggunakan Content Management System Joomia. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. 2005. Hal: 2

24

Dwita Purnamasari. Pemanfaatan New Media Dalam Membangun Hubungan (Studi Kasus Penggunaan New Media di PT. Aseli Dagadu Djadja). UAJY. 2012. Hal: 30

25

Djoko Purwanto. Komunikasi Bisnis. Jakarta: Erlangga. 2003. Hal: 301

26

(42)

Rachmat Kriyantono meyatakan terdapat empat keungguln perusahaan memiliki alamat web, yaitu:

1. Lebih berorientasi konsumen dan responsive 2. Lebih informatif

3. Lebih canggih dan berteknologi tinggi

4. Lebih dekat dengan pasar intelektual dan “kaum muda”

Alamat web menjadi lebih dari sekedar “homepage” perusahaan. Web

menjadi rumah “virtual” perusahaan. Bagi konsumen, web adalah tempat menemukan organisasi atau perusahaan sehingga web menjadi rumah nyata bagi organisasi atau perusahaan senyata alamat fisiknya. Bagi sejumlah besar organisasi atau perusahaan, web adalah poin kontak primer, tempat orang tahu dimana menemukan alamat organsasi atau perusahaan.27

Menurut Rachmat Kriyantono website merupakan gambaran menyeluruh dan representasi dari sebuah perusahaan. Website mencakup company profile, annual report, newrelease, dan lainnya.28

Publik tidak perlu mengeluarkan tenaga dan waktu lama untuk memperoleh informasi tentang peusahaan tersebut, dengan mengunjungi alamat

websitenya saja publik sudah bisa mendapatkan informasi yag diinginkan.

27

Ibid. Hal: 260

28

(43)

2.1.4.1 Kualitas Website

Sebuah website dikatakan bagus dan berkualitas jika: 29 1. Tampilan website tersebut mengandung usability, 2. Sistem navigasi mudah dipahami

3. Graphic design menarik visual 4. Memiliki konten yang bermanfaat

5. Memiliki nilai aksesibilitas dan kompatibilitas 6. Loading time tidak lama

7. Functionality

Sedangkan menurut (Barnes & Vidgen, 2002:115), untuk mengetahui kualitas sebuah website secara keseluruhan, ada tiga dimensi yang harus diteliti, yaitu:30

1. Usability quality atau kualitas kegunaan website, meneliti kegunaan

website yang mencakup kemudahan untuk dipahami, dipelajari, dioperasikan serta kemudahan dalam sistem navigasi dan memberikan nilai positif bagi para pengunjung.

2. Web information quality atau kualitas informasi website, meneliti isi dari sebuah website yang berupa informasi yang akurat, bisa dipercaya,

up to date, sesuai dengan topik bahasan, mudah dimengerti, informasi yang detail dan mendalam serta disajikan dengan format yang sesuai.

29

http://www.ict.perbanas.ac.id . di akses 12/02/2016, jam 9.30 WIB

30

(44)

3. Site design quality atau kualitas desain website, meneliti kemampuan

website memberikan tampilan yang menarik dan dengan fungsi yang maskimal.

World Wide Web atau WWW yang biasa disebut web, menurut Yuhefizar et al. Merupakan suatu metode untuk menampilkan informasi di

internet yang berupa gambar, teks, video dan suara yang bersifat interaktif dan memiliki kelebihan untuk menghubungkan (link) satu dokumen dengan dokumen lainnya (hypertext) yang dapat diakses melalui sebuah

browser. Sedangkan website adalah kumpulan halaman yang digunakan untuk menampilkan teks, suara, gambar diam dan atau gerak, animasi, dan atau gabungan dari semuanya baik yang bersifat statis maupun dinamis membentuk suatu rangkaian bangunnan yang selalu terkait, yang masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman.31

2.1.5 Citra

Citra menurut Steinmetz, merupakan persepsi masyarakat terhadap jati diri sebuah organiasi atau perusahaan. Persepsi ini didasari atas pengetahuan masyarakat atau dugaan masyarakat terhadap sebuah perusahaan.32 Citra menjadi cara orang-orang memberi penilaian terhadap orang lain atau organisasi atas penampilan mereka atau atas apa yang mereka lakukan. Persepsi merupakan proses penafsiran atau menduga dan menyimpulkan suatu objek, peristiwa atau

31

Ario Purnomo R. Pemanfaatn Website Sebagai Media Kehumasan di Pemerintahan Daerah Kab Gunung Kidul. 2013. UAJY. Hal: 26

32

(45)

hubungan sehingga diperoleh suatu pemaknaan atau pemahaman akan hal-hal tersebut.33

Menurut Frank Jefkins, Citra adalah kesan yang diperoleh seseorang berdasarkan pengetahuan, pengalaman, perasaan (emosi) dan penilaian yang diorganisasikan dalam system kognisi manusia, atau pengetahuan pribadi yang sangat diyakini kebenarannya. Rhenald Kasali menjabarkan citra merupakan kesan, perasaan, gambaran diri public terhadap perusahaan, kesan yang dengan sengaja diciptakan dari suatu obyek, orang atau organisasi.34

Kriyantono (2008:11-12) menyebutkan bahwa, citra sebuah organisasi atau perusahaan dapat dibangun melalui empat bagian, yaitu:35

1. Kualitas jasa dari organiasi

2. Tanggung jawab sosial organisasi terhadap lingkungan atau publiknya 3. Lingkungan sosial tempat organisasi tersebut melakukan aktivitasnya

4. Komunikasi atau komunikasi personal yang terjalin baik di dalam organisasi maupun antara organisasi dengan publiknya.

Berdasarkan empat hal di atas, dapat dilihat bahwa salah satu faktor penentu citra adalah komunikasi yang terjalin antara organisasi dengan publiknya. Komunikasi yang terjalin menimbulkan penilaian dan atau pendapat di antara para pelaku komunikasi. Dengan demikian, citra perusahaan di mata publik dapat dilihat dari pendapat atau pola pikir masyarakat secara keseluruhan pada saat

33

Jalaludin Rakhmat. Psikologi Komunikasi. 1998. Bandung: Remaja Rosdakarya. Hal: 51

34

Ardianto Elvinaro. Metode Penelitian untuk Public Relations. Bandung: Simbiosa Rekatam Media. 2010. Hal: 99

35

(46)

mempersepsikan realitas yang terjadi. Realitas bisa didapatkan dari media massa atau media-media lain yang berhubungan langsung dengan publik, yang bisa dianggap mewakili persepsi yang lebih besar atau massif, yakni seluruh masyarakat. Dengan begitu, terbentuknya sebuah citra perusahaan tidak terlepas dari persepsi (yang berkembang dalam benak publik) terhadap realitas (yang muncul dalam media) dalam proses komunikasi yang terjalin antara organisasi dengan publiknya. 36

2.1.5.1 Proses Pembentukan Citra

Menurut Danasaputra dalam buku Dasar- Dasar Public Relations, citra adalah suatu kesan yang dapat diperoleh oleh seseorang berdasarkan pengetahuan dan pengertiannya tentang fakta atau kenyataan yang ada. Menciptakan citra yang positif terhadap lembaga yang dibawahinya merupakan tujuan utama bagi seorang humas. Citra merupakan suatu penilaian yang sifatnya abstrak yang hanya bisa dirasakan oleh lembaga dan pihak-pihak yang terkait.37

Soleh Soemirat dan Elvinaro Ardianto mengutip John S. Nimpoeno tentang proses pembentukan citra dalam struktur kognitif yang sudah sesuai dengan pengertian sistem komunikasi sebagai berikut:38

36

Silih Agung Wasesa. Strategi PR. 2005. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal: 13

37

Soleh Soemirat & Elvinaro Ardianto. Dasar-Dasar Public Relation. Bandung: Remaja Rosdakarya.2007. Hal: 114-115

38

(47)

Gambar 2.1 Model Pembentukan Citra

(Sumber: Dasar-Dasar Public Relations, Soleh Soemirat dan Elvinaro : 2007)

Model Pembentukan Citra menunjukan bahwa struktur yang berasal dari luar diorganisasikan dan mempengaruhi respons. Stimulus (rangsang) yang diberikan individu dapat diterima atau ditolak. Jika stimulus yang yang diberikan ditolak, maka proses selanjutnya tidak akan berjalan. Hal ini menunjukan bahwa stimulus terssebut tidak efektif dalam mempenagaruhi individu atau publik, karena tidak adanya respon atau perhatian dari sasaran yang hendak dituju. Empat komponen, yakni persepsi, kognisi, motivasi, dan sikap diartikan sebagai citra individu terhadap rangsang, oleh Walter Lipman disebut juga sebagai ”Picture Our

Head”. Jika stimulus mendapat perhatian, maka individu akan

berusahauntuk mengerti stimulus yang diberikan. Pada dasarnya proses pembentukan citra adalah respon dari stimulus yang diberikan. Akan tetapi proses tersebut akan berbeda hasilnya karena dipengaruhi oleh persepsi, kognisi, motivasi, dan sikap yang berbeda pula.

Pengalaman Mengenai Stimulus

Kognisi

Persepsi Motivasi

Sikap

(48)

Model pembentukan citra dihalaman sebelumnya menunjukkan bagaimana stimulus yang berasal dari luar dapat mempengaruhi respon perilaku suatu individu. Model pembentukan citra diatas mempunyai empat komponen penting dalam citra, yaitu:

1. Persepsi

Persepsi diartikan sebagai hasil pengamatan terhadap unsure lingkungn yang dikaitkan dengan suatu proses pemaknaan. Dengan kata lain, individu akan memberikan makna terhadap rangsang tersebut. Kemampuan memperseps itulah yang dapat melanjutkan proses pembentukan citra. Persepsi individu akan positif apabila informasi yang diberikan oleh rangsang dapat memenuhi kognisi individu.

2. Kognisi

Kognisi adalah suatu keyakinan diri suatu individu terhadap stimulus. Keyakinan ini akan muncul (seperti ingatan) apabila individu telah mendapatkan dan mengerti rangsang tersebut. Motivasi dan sikap yang ada akan menggerakan repons seperti yang diinginkan oleh pemberi rangsang. 3. Motivasi

Motivasi adalah keadaan pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu tersebut untuk melakukan suatu aktivitas tertentu untuk mencapai suatu tujuan.

4. Sikap

(49)

atau motivasi. Sikap menentukan apakah orang harus pro atau kontra terhadap sesuatu, menentukan apa yang disukai, diharapkan, dan inginkan. Sikap mengandung aspek evaluative, artinya mengandung nilai menyenangkan atau tidak menyenangkan. Sikap dapat berpengaruh atau diubah. Proses pembentukan citra pada akhirnya akan menghasilkan Respons berupa sikap, pendapat, tanggapan, atau perilaku tertentu dalam menghadapi objek, ide, situasi, dan nilai.

Penelitian ini hanya menggunakan indikator persepsi dan sikap. Penelitian citra memberi informasi untuk mengevaluasi kebijakasanaan, memperbaiki kesalahpahaman, menentukan daya tarik pesan hubungan masyrakat, dan meningkatkan citra hubungan masyarakat dalam pikiran publik.

Menurut William V. Haney, dalam Danasputera, pentingnya penelitian citra mencakup:39

1. Memprediksi tingkah laku public sebagai reaksi terhdap tindakan perusahaan

2. Mempermudah usaha kerja sama dengan publik 3. Memelihara hubungan yang ada

39

(50)

2.1.6 Teori S-O-R (Stimulus-Organism-Respons)

Gambar 2.2 Teori S – O – R

Woodworth (1958) mengubah formula stimulus- respons (S-R) dari para behavioris awal menjadi stimulus- organism- respons (S-O-R). Teori ini adalah bagian dari teori perubahan perilaku. Menurut teori S-O-R, perubahan perilaku bergantung pada kualitas rangsang (stimulus) yang berkomunikasi dengan organisme. Keberhasilan perubahan perilaku yang terjadi sangat ditentukan oleh kualitas dari sumber (misalnya gaya bicara, kredibilitas, dan kepemimpinan). Perilaku dapat berubah bila stimulus yang diberikan melebihi stimulus semula atau dapat meyakinkan organism, sehingga peran faktor pendorong (reinforcement) menjadi sangat penting untuk meyakinkan organisme.40

40

Heri D.J Maulana. 2007. Promosi Kesehatan. EGC. Jakarta. Hal.230-231

Stimulus Organisme

- Perhatian - Pengertian - Penerimaan

Reaksi (kesediaan untuk bertindak/ perubahan sikap)

Reaksi (didukung fasilitas dan dorongan lingkungan terjadi

(51)

Objek material teori ini adalah manusia yang jiwanya meliputi komponen- komponen : sikap, opini, perilaku, kognisi, afeksi dan konasi. Menurut model ini, organism menghasilkan perilaku tertentu jika ada kondisi stimulus tertentu pula, efek yang ditimbulkan adalah reaksi khusus terhadap stimulus khusus, sehingga seseorag dapat mengharapkan dan memperkirakan kesesuaian antara pesan dan reaksi komunikan. Model S-O-R pada tingkatan tertentu menerima dalil beberapa keadaan motivasi internal yang harus digerakkan sehingga persuasi bisa dilangsungkan (Hovland, Janis dan Kelly, 1953). Model ini untuk keperluan menghipotesiskan adanya kekuatan- kekuatan yang mengantarai organisme, secara langsung dapat dihubungkan dengan stimuli dan respon luar sehingga bisa membantu meramalkan perilaku.41

Dalam penelitian ini, Humas Pemerintah Kabupaten Tangerang berusaha merangsang konsumen dengan hal positif, diantaranya menggunakan media internal lembaga atau organisasi menginformasikan lewat new media, yaitu

website, citra yang signifikan dan positif. Di lain sisi, menggunakan pembentukan proses citra juga merupakan daya tarik yang diciptakan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk publik. Maka dari itu peneliti menganggap bahwa teori ini sesuai dengan materi penelitian, karena dengan daya tarik yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang kita akan melihat pengaruhnya terhadap citra dan seperti apa perilaku yang terbentuk.

41

(52)

2.2 Kerangka Teoritis

Berdasarkan tinjauan landasan teori dan teori pendukung, maka peneliti menyusun kerangka teoritis atas penelitian ini seperti berikut :

Gambar 2.3 Kerangka Teoritis

Variabel Bebas (X) Kualitas Website

1. Usability atau kegunaan 2. Web information atau

informasi

3. Site design atau desain

(Barnes & Vidgen, 2002:115)

Variabel terikat (Y) Proses Pembentukan Citra

1. Persepsi 2. Sikap

(John. S. Nimpoerno, 2007:115-116) Pengaruh Kualitas Website Terhadap Citra

Instansi Pemerintah

Teori Stimulus – Organism - Respons

Ho : “Tidak ada pengaruh kualitas website terhadap citra Pemerintah

Kabupaten Tangerang.”

Ha: “Ada pengaruh kualitas website terhadap citra Pemerintah Kabupaten

(53)

2.3 Hipotesis Penelitian

Secara etimologis, hipotesis dibentuk dari dua kata, yaitu Hypo dan kata

thesis. Hypo berarti kurang dan thesis adalah pendapat. Kedua kata itu kemudian digunakan secara bersama menjadi hypothesis dan penyebutan dalam dialek bahasa Indonesia menjadi hipotesa kemudian berubah menjadi hipotesis yang maksudnya adalah suatu kesimpulan yang masih kurang atau kesimpulan yang belum sempurna.42

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikat akan sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta- fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, belum jawaban yang empirik.43

Ho : “Tidak ada pengaruh kualitas website terhadap citra Pemerintah

Kabupaten Tangerang.”

Ha : “Ada pengaruh kualitas website terhadap citra Pemerintah

Kabupaten Tangerang.”

42

Burhan Bungin. Metodologi Penelitian Kuantitatif. 2009. Jakarta: Prenada Media Group. Hal: 7

43

(54)

2.4 Operasional Variabel

Operasional variabel dalam penelitian ini adalah variabel yang mempengaruhi disebut variabel penyebab atau variabel bebas (X) dan variabel akibat disebut variabel terikat (Y), jadi untuk lebih jelasnya variabel tersebut yaitu:

1. Variabel X yaitu Kualitas website

2. Variabel Y yaitu Citra

(55)

Proses

Helen Diana Priscilla Paula Wenno Sausan Saidah Salam

Judul

Penelitian Kuantitatif Kuantitatif Kuantitatif

(56)

meningkat, maka citra

Metode Penelitian Metode Penelitian Metode Penelitian

(57)

36

3.1 Pendekatan dan Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggambarkan atau menjelaskan suatu masalah yang hasilnya dapat digeneralisasikan, dengan demikian penelitian ini tidak terlalu mementingkan kedalaman data atau analisis.44 Dalam penelitian kuantitatif ini, peneliti lebih mementingkan aspek keluasan data sehingga data atau hasil penelitian dianggap merupakan representasi dari seluruh populasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji teori atau hipotesis, mendukung atau menolak teori. Data hanya sebagai sarana konfirmasi teori atau teori dibuktikan dengan data.

Data yang telah terkumpul selanjutnya di analisis secara kuantitatif dengan menggunakan penelitian Eksplanatif. Eksplanatif adalah penelitian yang menghubungkan atau mencari sebab akibat dua atau lebih konsep atau variabel yang akan diteliti. Penelitian eksplanatif dapat dibagi dua sifat yaitu: komparatif (membandingkan antar variabel yang satu dengan variabel yang lain) dan asosiatif (menjelaskan hubungan korelasi antar variabel). Dalam penelitian ini juga menghubungkan atau mencari sebab akibat antara dua atau lebih konsep (variabel) yang akan diteliti. Variabel adalah konsep yang bisa diukur.45

44

Rachmat Kriyantono. Teknik Praktis Riset Komunikasi. 2008. Jakarta: PT. Kencana Prenada Media Group. Hal: 82

45

(58)

Penelitian ini termasuk dalam kuantitatif eksplanatif yang bersifat asosiatif, yaitu yang menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih, dimana peneliti akan berusaha mencoba menjelaskan “Seberapa Besar Pengaruh Kualitas Website

Terhadap Citra Pemerintah Kabupaten Tangerang”.

Dari pengertian tersebut, dapat diartikan bahwa peneliti mencoba menggambarkan dan menjelaskan mengenai mengapa suatu fenomena dapat terjadi dan seberapa besar pengaruhnya, serta peneliti mencoba untuk menjelaskan hubungan yang terjadi antara dua atau lebih variabel.

Objek dalam penelitian ini adalah masyarakat atau publik yang berada di Kabupaten Tangerang. Adapun pertimbangannya dikarenakan yang diteliti Pemerintah Kabupaten Tangerang maka objek penelitiannya masyarakat atau publik yang berada di Kabupaten Tangerang.

3.2 Paradigma Penelitian

(59)

inti tertentu pada terjasinya suatu gejala. Tahap positif ditandai oleh kepercayaan akan data empiris sebagai sumber pengetahuan terakhir. Comte mengembangkan pendekatan positivisme dalam mempelajari masyarakat berpendapat bahwa aplikasi metodologi ilmu- ilmu alam dan asumsinya untuk mempelajari manusia

akan menghasilkan satu “positive science of society’’. Dia percaya bahwa perilaku orang diatur oleh prinsip- prinsip sebab akibat.46

Begitu pula dalam penelitian ini pada paradigma, suatu gejala dapat diklasifikasikan, dan hubungan gejala bersifat kausal (sebab-akibat), maka peneliti dapat melakukan penelitian dengan memfokuskan kepada beberapa variabel saja. Paradigma positivistik atau empiris berasumsi bahwa kebenaran objektif dapat dicapai dan bahwa proses meneliti untuk menemukan kebenaran dapat dilakukan paling tidak dengan bebas dari nilai.47

Positivisme sangat memperhatikan ketepatan dalam pembentukan teori atau terikat pada ketetapan konstruksi teori. Konsep- konsep atau variable-variabel dan batasan mereka yang tepat adalah dasar dari pembentukan teori. Dalam paradigma positivistik atau kuantitatif, suatu teori harus dapat diuji secara empiris.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang penting dan strategis dalam sebuah penelitian. Karena lewat kegiatan ini, sebuah penelitian bisa

46

Ulber Silalahi. Metode Penelitian Sosial. 2010. Refika Aditama: Bandung. Hal: 68-76

47

(60)

memperoleh data untuk diproses dan diolah menjadi sebuah kesimpulan penelitian. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.48

Kegiatan penelitian tidak akan berjalan apabila peneliti tidak dapat mengumpulkan data dan bahan yang diperlukan untuk melengkapi hasil penelitian tersebut. Maka disana terdapat proses bagaimana peneliti berusaha memperoleh data dan fakta dari lapangan atau objek penelitian. Pada penelitian ini, peneliti melakukan pengumpulan data dari berbagai sumber yang peneliti nilai sesuai dengan materi penelitian.

3.3.1 Teknik Penelitian

Karena penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, maka teknik yang dilakukan peneliti yakni sebagai berikut:

1. Kuesioner

Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efesien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.49 Pada penelitian ini, peneliti menyebar kuesioner kepada masyarakat atau publik yang terdapat diwilayah Kabupaten Tangerang.

48

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. 2012. Bandung: Alfabeta. Hal: 114

49

(61)

2. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang diperoleh dari dokumen-dokumen non-buku, atau literatur-literatur yang berkaitan dengan penelitian seperti: data jumlah penduduk, company profile atau data lain yang relevan. Sifat utama dari data ini tidak terbatas pada ruang dan waktu sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk hal-hal yang telah silam.50

3.3.2 Sumber Data

Kegiatan penelitian tidak akan berjalan apabila peneliti tidak dapat mengumpulkan data dan bahan yang diperlukan untuk melengkapi hasil penelitian. Maka peneliti memerlukan sumber untuk memperoleh semua data yang diperlukan untuk mendukung berjalannya penelitian. Data hasil penelitian bisa didapatkan melalui dua sumber, yakni:

a. Data Primer

Menurut S. Nasution, data Primer adalah data yang dapat diperoleh secara langsung dari lapangan tempat penelitian. Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari hasil kuesioner yang disebar di lapangan.

b. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang perolehannya dari penelitian kepustakaan atau bahan yang bersifat teoritis yang relevan dengan penelitian. Misalnya diperoleh dari buku-buku, majalah, internet dan

50

(62)

media lainnya. Data ini sebagai data pendukung dan pelengkap serta yang relevan dengan masalah yang tengah diteliti.

3.4 Instrumen Penelitian

Pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran, maka dalam penelitian harus ada dan menggunakan alat ukur yang baik. Alat ukur dalam penelitian dinamakan instrumen penelitian. Jadi instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Jumlah instrumen penelitian tergantung pada jumlah variabel penelitian yang telah ditetapkan untuk diteliti.51 Titik tolak dari penyusunan adalah variabel- variabel penelitian yang ditetapkan untuk diteliti. Dari variabel- variabel tersebut diberikan definisi operasionalnya dan selanjutnya ditentukan indikator yang akan diukur.52

Alat pengukuran yang utama dalam penelitian ini adalah kuesioner dan menggunakan SPSS versi 22 for windows untuk menghitungnya. Karena menggunakan kuesioner sebagai alat penelitian, maka alat tersebut harus diuji kelayakannya melalui :

3.4.1 Uji Validitas Data

Setiap penelitian harus bisa dinilai. Ukuran kualitas sebuah riset terletak pada kesahihan atau validitas data yang dikumpulkan selama riset.53 Instrument yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan sebuah data valid (benar). Validberarti instrument dapat digunakan untuk mengukur apa yang

51

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. 2012. Bandung: Alfabeta. Hal: 114-115

52

Sugiyono. Metode Penelitian Administrasi. 2007. Hal: 120

53

(63)

hendak diukur.54 Uji validitas dimaksudkan untuk menyatakan sejauh mana instrument (kuesioner) akan mengukur dengan apa yang ingin diukur. Uji validitas dan uji reliabilitas dalam penelitian penulis menggunakan program aplikasi SPSS (Statistic Package Social Science) versi 22.

Uji validitas dalam penelitian dilakukan untuk memastikan bahwa masing-masing pertanyaan yang diajukan kepada responden telah dinyatakan valid atau tidak. Sebelum digunakan untuk pengukuran terhadap seluruh responden, pengujian validitas dan reliabilitas dilakukan terhadap 30 responden pertama untuk mendapatkan kelayakan terhadap kuesioner tersebut. Menentukan besarnya nilai r tabel dengan ketentuan df = jumlah kasus – 2 berarti 30 – 2 = 28 dengan tingkat signifikasi sebesar 5%, angkanya = 0,361. Analisis output dapat dilihat pada bagian Corrected item Total Correlation.

3.4.2 Uji Reliabilitas Data

Konsep reliabilitas adalah sejauh mana hasil pengukuran dapat dipercaya, artinya pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama akan memberikan hasil yang sama dalam beberapa kali pengukuran selama aspek yang diukur tidak berubah.

Pengujian reliabilitas bertujuan untuk mengetahui konsistensi hasil pengukuran variabel.55 Setelah melakukan uji validitas, peneliti melakukan uji reliabilitas yang bertujuan untuk mengetahui konsistensi hasil pengukuran variabel. Pengukuran yang reliabel akan menunjukan instrument yang sudah

54

Sugiyono. Statistika Untuk Penelitian. 2007. Alfabeta: Bandung. Hal: 348 55Op.Cit

Gambar

Gambar 2.1 Model Pembentukan Citra
Gambar 2.3 Kerangka Teoritis
Tabel 2.1 Operasionalisasi Variabel Penelitian
Tabel 3.3 Item-Total Statistics Kualitas Website (X)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian mengenai analisis karakter kampung Pecinan di kawasan perdagangan dan jasa Peunayong pusat kota Banda Aceh yang dilihat dari kondisi fisik dan non fisik dengan

Pada tugas akhir motor BLDC akan digunakan sebagai sebagai mesin penggerak dari mobil listrik, motor BLDC ini sudah menyatu dengan roda sehingga tidak diperlukan mekanik

 Sistem klasifikasi makhluk hidup: taksan, Mengamati  Mengamati gambar berbagai tingkatan keanekaragama n (gen, jenis dan ekosistem) Indonesia untuk memahami konsep tingkat

Jumlah ikan jambal siam yang ditebar baik yang bertanda dan tidak adalah 1:4, sedangkan jumlah ikan yang tertangkap kernbali, baik yang bertanda.. maupun tidak

Peningkatan Kemampuan Siswa Melengkapi Paragraf Rumpang Pada Pelajaran Bahasa Indonesia Dengan Menggunakan Strategi Pembelajaran Tutor Sebaya Tahun Pelajaran 2012/2013..

CABANG KEJAKSAAN NEGERI SIMPANG EMPAT CABANG KEJAKSAAN NEGERI PASAMAN BARAT DI AIR BANGIS5. AIR

Pasal 2 ayat (1) UUK dinyatakan bahwa “debitur yang mempunyai dua atau lebih kreditur dan tidak membayar setidikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan dapat

Karya Tulis ilmiah ini memberikan pengalaman bagi penulis untuk dapat melakukan Asuhan Keperawatan pada klien yang menderita PPOK dengan Keperawatan Pemenuhan