TUGAS
MEMBUAT RESUME TENTANG FUNGSI DAN
BENTUK NEGARA
Disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Pendidikan Pancasila
Yang Dibimbing Oleh : Bapak Jawade Hafidz, S.H.,M.H
Disusun Oleh:
Nama
: Santiaji Dwi Arisno
NIM
: 30301408713
Fakultas
: Hukum
Kelas
: FH I D
Universitas Islam Sultan Agung
FUNGSI NEGARA
Tujuan negara merupakan suatu harapan atau cita-cita yang akan dicapai oleh negara, sedangkan fungsi negara merupakan upaya atau kegiatan negara untuk mengubah harapan itu menjadi kenyataan. Maka, tujuan negara tanpa fungsi negara adalah sia-sia, dan sebaliknya, fungsi negara tanpa tujuan negara tidak menentu.
Minimal, setiap negara harus melaksanakan fungsi:
penertiban (law and order): untuk mencapai tujuan bersama dan mencegah terjadinya konflik, negara harus melaksanakan penertiban, menjadi stabilisator;
mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat; pertahanan, menjaga kemungkinan serangan dari luar; menegakkan keadilan, melalui badan-badan pengadilan.
Menurut Charles E. Merriam, fungsi negara adalah: keamanan ekstern, ketertiban intern, keadilan, kesejahteraan umum, kebebasan. Sedangkan R.M. MacIver berpendapat bahwa fungsi negara adalah: ketertiban, perlindungan, pemeliharaan dan perkembangan.
Beberapa teori fungsi negara:
1) Anarkhisme-Nihilisme
Secara etimologis, anarkhi (kata Yunani: αν = tidak, bukan, tanpa; αρκειν = pemerintah, kekuasaan) berarti tanpa pemerintahan atau tanpa kekuasaan.
Penganut anarkhisme menolak campurtangan negara dan pemerintahan karena menurutnya manusia menurut kodratnya adalah baik dan bijaksana, sehingga tidak memerlukan negara/ pemerintahan yang bersifat memaksa dalam penjaminan terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat. Fungsi negara dapat diselenggarakan oleh perhimpunan masyarakat yang dibentuk secara sukarela, tanpa paksaan, tanpa polisi, bahkan tanpa hukum dan pengadilan. Anarkhisme menghendaki masyarakat bebas (tanpa terikat organisasi kenegaraan) yang mengekang kebebasan individu.
a. Anarkhisme filosofis menganjurkan pengikutnya untuk menempuh jalan damai dalam usaha mencapai tujuan dan menolak penggunaan kekerasan fisik. Tokohnya: William Goodwin (1756-1836), Kaspar Schmidt (1805-1856), P.J. Proudhon (1809-1865), Leo Tolstoy (1828-1910).
nama nihilisme, yaitu gerakan yang mengingkari nilai-nilai moral, etika, ide-ide dan ukuran-ukuran konvensional. Tujuan menghalalkan cara. Tokohnya: Michael Bakunin (1814-1876).
2) Teori Individualism-Liberalisme
Individualisme adalah suatu paham yang menempatkan kepentingan individual sebagai pusat tujuan hidup manusia. Menurut paham ini, negara hanya berfungsi sebagai sarana pemenuhan kebutuhan setiap individu. Negara hanya bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (penjaga malam), tidak usah ikut campur dalam urusan individu, bahkan sebaliknya harus memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada setiap individu dalam kehidupannya. Individualisme berjalan seiring dengan liberalisme yang menjunjung tinggi kebebasan perseorangan. Di bidang ekonomi, liberalisme menghendaki persaingan bebas. Yang bermodal lebih kuat/ besar layak memenangi persaingan. Sistem ekonomi liberal biasa disebut kapitalisme.
3) Teori Sosialisme-komunisme
Sosialisme
Sosialisme menghendaki bahwa yang harus dijadikan milik bersama dalam masyarakat hanya alat-alat produksi yang penting-penting saja yang mengenai hajat hidup orang banyak.
Kaum sosialis menganggap adanya negara, tetap perlu, bahkan fungsi negara adalah luas sekali, yaitu sebagai pengatur seluruh kehidupan masyarakat supaya tujuan sosialisme dapat tercapai, yaitu pemerataan penghasilan bagi setiap anggota masyarakat, sehingga semua orang dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya dengan cukup.
Komunisme
Komunisme tidak mengakui adanya pemilikan perseorangan atas segala macam alat produksi dan kapital, yang ada hanya pemilikan oleh negara dari semua alat produksi itu. Bahkan semua benda lainnya yang bukan alat produksi pun harus dijadikan milik bersama atau milik negara. Sosialisme dan komunisme memiliki tujuan yang sama, yaitu meluaskan fungsi negara dan menuntut penguasaan bersama atas alat-alat produksi, sedangkan perbedaannya adalah:
Sosialisme Komunisme
harus menempuh cara-cara damai - masih mengakui hak milik
pribadi/ perorangan dalam batas-batas tertentu
mencapai tujuan negara, bila perlu dengan revolusi berdarah
- sama sekali tidak mengakui hak milik perorangan
3) Fasisme-Naziisme
Dalam ajaran fasisme dan naziisme menunjukkan ciri-ciri bahwa negara diangap sebagai suatu kolektivitas yang memiliki kekuasaan mutlak. Negara menganggap dirinya sebagai wakil masyarakat dan bukan mewakili individu-individu yang dipersatukan di dalam masyarakat itu. Yang penting adalah kolektivitasnya yang berbentuk negara, individu-individunya sendiri dianggap tidak penting. Sebagaimana ucapan Adolf Hitler : “Du bist nichts, dein land ist alles” (kamu tidak mempunyai arti apa-apa, negaramulah yang berarti segala-galanya).
Menurut john locke
Membagi fungsi negara atas 3 fungsi, yaitu: 1. Fungsi legislatif, untuk membuat peraturan 2. Fungsi eksekutif, untuk melaksanakan peraturan
3. Fungsi federatif, untuk mengurusi urusan luar negeri dan urusan perang dan damai.
Menurut Baron Montesquieu membagi fungsi negara atas:
1. Fungsi legislatif, membuat undang-undang 2. Fungsi eksekutif, melaksanakan undang-undang; 3. Fungsi eksekutif, mengawasi agar semua per-4. aturan ditaati (fungsi mengadili).
Menurut Van Vollenhoven Membagi fungsi negara atas:
1. Regeling(membuat peraturan)
4. Politie (fungsi ketertiban dan keamanan). Menurut Goodnow
Fungsi negara ada 2 yaitu:
1. Policy making, yakni kebijakan negara pada waktu tertentu, untuk seluruh masyarakat;
2. Policy executing, yakni kebijakan yang harus dilaksanakan untuk mencapai policy making.
Menurut Moh. Kusnardi
Fungsi negara diuraikan sebagai berikut:
1. Melaksanakan penertiban (law and order)
Untuk mencapai tujuan bersama dan mencegah bentrokan-bentrokan dalam masyarakat, maka negara harus melaksanakan penertiban. Dapat dikatakan bahwa negara bertindak sebagai stabilisator.
2. Menghendaki kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.
Dewasa ini, fungsi kesejahteraan dan kemakmuran menjadi sangat penting. Setiap negara mencoba untuk melaksanakan/mempertinggi kehidupan rakyatnya, meluaskan taraf ekonomi dan kehidupan masyarakat.
Menurut Socrates
Fungsi negara adalah menciptakan hukum, yang harus dilakukan oleh para pemimpin atau para penguasa yang dipilih secara saksama oleh rakyat.
BENTUK NEGARA
Teori Bentuk Negara
Grabowsky
Bentuk negara berkaitan dengan dasar negara, susunan, dan tertib suatu negara berhubungan dengan organ tertinggi dalam negara itu dan kedudukan masing-masing organ itu dalam kekuasaan negara.
Bagir Manan
Bentuk Negara
PlatoAda 5 macam bentuk negara sesuai dengan sifat-sifat tertentu dari jiwa manusia: 1. Aristokrasi
Bentuk negara yang pemerintahannya dipegang oleh para cerdik pandai yang dalam menjalankan pemerintahannya berpedoman kepada keadilan.
2. Timokrasi
Segala tindakan penguasa hanya dilaksanakan dan ditujukan untuk kepentingan si penguasa itu sendiri.
3. Oligarki
Pemerintahan negara yang dipegang oleh orang-orang kaya yang mempunyai hasrat dan kecenderungan untuk lebih kaya lagi.
4. Demokrasi
Pemerintahan yang dipegang oleh rakyat dengan mengutamakan kepentingan-kepentingan umum yang tidak lain adalah kepentingan-kepentingan rakyat melalui prinsip kemerdekaan dan kebebasan.
5. Tyranni
Pemerintahan yang keras dan kuat yang dipegang oleh satu orang saja dan berhasrat agar tidak ada pesaing bagi dirinya dalam kekuasaan negara.
Aristoteles
Membedakan bentuk negara menjadi 3, yang masing-masing bentuk dibagi ke dalam 2 sifat. Kriteria yang digunakan untuk menguraikan bentuk-bentuk negara adalah :
a) Jumlah orang yang memegang pemerintahan. b) Sifat atau tujuan pemerintahannya
Bentuk-Bentuk Negara
A) Negara yang pemerintahannya hanya dipegang oleh 1 orang: 1. Monarki
2. Tyranny
B) Negara yang pemerintahannya dipegang oleh beberapa orang : 1. Aristokrasi
C) Negara yang pemerintahannya dipegang oleh rakyat: 1. Republik atau republik konstitusional
2. Demokrasi
Polybios
Bentuk negara: 1. Monarki
Pemerintahan yang dijalankan oleh seorang pimpinan negara, karena orang tersebut mempunyai bakat kepandaian dan keberanian dari yang lain. 2. Tyranni
Para pengganti pimpinan monarki kemudian bertindak menyeleweng, memerintah demi kepentingan pribadi dan bertindak sewenang-wenang. 3. Aristokrasi
Hasil perlawanan tyranni, warga memilih beberapa orang dari golongan ningrat atau bangsawan yang cerdas (cerdik pandai) dan diberi kepercayaan untuk memerintah.
4. Oligarki
Aristokrasi mengalami kemunduran dan kemerosotan karena pimpinan negara bertindak demi kepentingan mereka yang memerintah, bertindak main hakim sendiri secara semena-mena, kemudian muncul bentuk negara oligarki. 5. Demokrasi
Perlawanan karena tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh warga dan mengambil alih pimpinan negara dan sekaligus memegang pemerintahan negara.
6. Okhlokrasi
Para warga yang mengambil alih pemerintahan tidak tahu sedikit pun tentang pemerintahan, maka timbul pemerintahan secara liar dari rakyat gembel dan hina.
Jean Bodin
Benedictus Spinoza
Bentuk negara yang terbaik adalah aristokrasi, sebab yang berkuasa adalah beberapa orang dan dasar kekuasaannya lebih kokoh dan kuat.
Leon Duguit
Negara (state) dapat dibedakan menurut bentuknya (forme de state), yakni :
1. Negara Kesatuan 2. Negara Serikat
3. Perserikatan bangsa-bangsa Sri Soemantri Martosoewignjo
Mengklasifikasikan bentuk negara (staatsvorm) atas : 1. Negara federal atau serikat (federal state, bondstaat) 2. Negara kesatuan (unitary state, eenheidstaat)
Negara Kesatuan (Unitary State, Eenheidsstaat)
Ciri mutlak yang melekat pada negara kesatuan menurut C.F. Strong :
Adanya supremasi dari DPR pusat
Tidak adanya badan-badan lain yang berdaulat. Negara Serikat (Unitary State, Eenheidsstaat)
Negara serikat atau federal adalah suatu negara yang terdiri atas beberapa negara bagian, tetapi setiap negara bagian tersebut tidak berdaulat, yang berdaulat adalah gabungan negara-negara bagian itu.
Perbedaan bentuk negara kesatuan dan federal menurut R. Kranenburg : Negara bagian dalam suatu federasi memiliki “pouvoir constituant”, yakni
wewenang membentuk UUD sendiri serta wewenang mengatur bentuk organisasi sendiri dalam rangka batas-batas konstitusi negara federal. Negara kesatuan, organisasi pemerintah daerah secara garis besar telah ditetapkan oleh pembentukan undang-undang pusat.
Menurut K.C. Wheare, prinsip negara federal adalah bahwa kekuasaan dibagi sedemikian rupa sehingga pemerintah federal dan pemerintah negara bagian dalam bidang-bidang tertentu bebas satu sama lain dalam kewenangannya masing-masing. Perserikatan Negara-Negara (Confederation State, Statenbond)
Perserikatan negara-negara/gabungan negara-negara/negara konfederasi merupakan perserikatan atau persekutuan antar beberapa negara, dan setiap negara yang menjadi anggota persekutuan pada umumnya tetap merdeka dan berdaulat penuh.
Persekutuan dibentuk karena ada kesamaan kepentingan atau karena dinamika sosial politik global. Ex.: Liga Arab, Asean, RPA, dll…
Menurut J.C.T. Simorangkir dan Woerjono Sastropranoto :
Serikat negara (statenbond) merupakan penggabungan negara-negara berdaulat, sehingga masing-masing negara yang bergabung tetap berdaulat penuh, guna mempertahankan kemerdekaannya dan melaksanakan kepentingan luar negerinya, maka masing-masing negara yang tergabung dalam perserikatan negara-negara saling mengadakan perjanjian. Gabungan ini dinamakan konfederasi.
Segala isi perjanjian yang diciptakan mengikat semua negara yang tergabung, akan tetapi tidak mengikat penduduk masing-masing negara.
A. Bentuk Negara Pada Zaman Yunani Kuno
Pada masa yunani kuno dahulu hanya dikenal adanya 3 bentuk pokok dari negara. Pada waktu itu pengertian dari negara, pemerintahan dan masyarakat masih belum dibedakan, hal ini disebabkan karena susunan negara masih sangat sederhana sekali, bila dibandingkan dengan luas daerah negara dan julah penduduknya belu sebesar asa sekarang ini. Negara hanya seluas kota saja oleh karena itu pada
hakikatnya hanya merupakan negara-kota saja. Negara-kota ini ada istilahnya yaitu “polis”. Selain itu sifat dari urusan negara masih sangat sederhana sekali. Dalam pandangan masyarakat dan para ahli negara, belu ada perbedaan antara pengertian negara, pengertian masyarakat dan pengertian pemerintahan.
Jika yang memegang kekuasaan itu satu oarang aka bentuk negaranya Monarchi (bahasa Yunani “monos” berarti “satu” sedangkan “archien” berarti “memerintah”). Jika memegang pemeritahan itu beberapa orang maka bentuk negaranya itu Oligarchi (bahasa Yunani “oligai” berarti “beberapa”). Jika yang emegang pemerintahan rakyat maka bentuk negara nya disebut Demokrasi (bahasa Yunani “Demos” bararti “rakyat”).
B. Bentuk Negara pada Masa Modern Sekarang.
Menurut teori-teori modern sekarang ini, bentuk negara yang terpenting ialah: negara kesatuan(Unitarianisme) dan negara serikat (Federasi)
1. Negara Kesatuan
Negara kesatuan adalah bentuk suatu negara yang merdeka dan berdaulat, dengan satu pemerintahan pusat yang berkuasa dan mengatur seluruh daerah. Namun dalam pelaksanaannya, negara kesatuan ini terbagi kedalam 2 macam sistem
pemerintahan yaitu: Sentral dan Otonomi.
a. Negara kesatuan dengan sisitem sentralisasi adalah pemerintahan yang langsung dipimpin oleh pemerintahan pusat, sementara pemerintahan daerah di bawahnya melaksanakan kebijakan pemerintahan pusat. Model pemerintahan Orde Baru di bawah pemerintahan presiden Soeharto adalah salah satu contoh sistem pemerintahan model ini.
b. Negara kesatuan dengan sistem desentralisasi adalah kepala daerah diberikan kesempatan dan kewenangan untuk memgurus urusan pemerintahan diwilayah sendiri. Sisitem ini dikenal dengan istilah otonomi daerah atau swatantra. Sistem pemerintahan negara Malaysia dan pemerintahan paska Orde Baru di Indonesia dengan sistem otonomi khusus dapat dimasukan kedalam model ini.
2. Negara serikat
serikat mengatur hal yang bersifat strategis seperti kebijakan politik luar negeri, keamanan dan pertahanan negara.
Adakalanya dalam pembagian kekuasaan antara pemerintahan federasi dan peerintahan negara-negara bagian yang disebut adalah urusan-urusan yang
diselenggarakan oleh pemerintah negara-negara bagian, yang berarti bahwa bidang kegiatan federal adalah urusan-urusan kenegaraan selebihnya (reseduary powers).
Disamping 2 bentuk diatas, dari sisi pelaksana dan mekanisme
pemilihannya, bentuk Negara dapat digolongkan ketiga kelompok yaitu: Monarki, Oligarki, dan Demokrasi.
A. Monarki
Pemerintahan monarki adalah model pemerintahan yang dikepalai oleh raja atau ratu. Dalam prakteknya, monarki ada dua jenis yaitu: Monarki absolut dan monarki konstutional.
a) Monarki absolut adalah model pemerintahan dengan kekuasaan tertinggi di tangan satu orang raja atu ratu. Termasuk dalam kategori ini adalah negara Arab saudi, Brunae, Swazilan, bhutan, dll.
b) Monarki konstitusional adalah bentuk pemerintahan yang kekuasaan kepala negaranya (perdana mentri) dibatasi oleh ketentuan-ketentuan kostitusi nagara. Praktek monarki konstitusional ini adalah yang paling banyak dipraktekan di beberapa negara, seperti Thailand, Jepang, Inggris, jordania dan lan-lain.
c) Monarki parlamenter adalah bentuk pemerintahan yang bertanggung jawab atas kebijaksanaan pemerintahannya adalah mentri, Termasuk dalam kategori ini adalah negara Inggris, Belanda, dan Malaysia.
Dengan demikian pengertian negara yang berbentuk monarki adalah negara dimana cara penunjukan kepala negaranya berdasarkan keturunan dari raja yang sebelumya.
B. Oligarki
Model pemerintahan oligarki adalah pemerintahan yang dijalankan oleh beberapa orang berkuasa dari golongan atau kelompok tertentu.
C. Demokrasi
Pemerintahan model demikrasi adalah pemerintahan yang bersandarkan pada kedaulatan rakyat atau bendasarkan kekuasaannya pada pilihan atau kehendak rrakyat malalui mekanisme pemulihan Umum (pemilu) yang berlangsung secara jujur, bebas, aan, dan adil.
macam ukuran yang dipakai. Antara lain Jellinek dalam bukunya yang berjudul
Allgemene Staatslehre memakai sebagai kriteria bagaimana caranya kehendak negara itu dinayatakan. Jika kehendak Negara itu ditentukan oleh satu orang saja, maka bentuk Negara itu monarchie dan jika kehendak Negara itu ditentukan oleh orang banyak yang merupakan suatu majelis, maka bentuk negaranya adalah republik. PendapatJellinek ini tidak banyak penganutnya karena banyak mengandung
kelemahan. Faham Duguit lebih lazim dipakai, yang menggunakan sebagai kriteria bagaimana caranya kepala Negara itu diangkat. Dalam bukunya yang berjudul Traite de Droit Contitutionel jilid 2, diutarakan jika seorang kepala negara diangkat
berdasarkan hak waris atau keturunan maka bentuk negaranya disebut monarchie dan Kepala Negaranya disebut raja atau ratu. Jika kepala negara dipilih melalui suatu pemilihan umum untuk masa jabatan yang ditentukan, maka bentuk negaranya disebut republik dan Kepala Negaranya adalah seorang Presiden.
Sama hal nya monarki republik itu dapat dibagi menjadi: 1) Republik mutlak (absolute)
2) Republik konstitusi 3) Repulik parlemen
Menurut ketentuan yang telah dijelaskan di atas maka negara Indonesia mempunyai bentuk negara sebagai republik. Hal ini didasarkan atas cara pemilihan presiden, bahkan bukan hanya oleh majelis melainkan langsung dipilih oleh Rakyat. Dalam UUD 1945 pasal 1 ayat 1 dinyatakan bahwa negara Indonesia ialah negara kesatuan, yang bebentuk Republik.
Selanjutnya bagaimana dengan susunan negaranya apakah negara kesatuan atau federal Perbedaan negera federal dan negara kesatuan dapat ditunjukan sebagai berikut:
Negara Federal Negara Kesatuan
Bagian-bagian negara disebut negara bagian
Negara-negara bagian memiliki wewenang untuk memebuat UUD
sendiri dan dapat menentukan bentuk-bentuk organisasinya masing-masing yang tidak bertentangan dengan konstitusi
Organisasi bagian-bagian negara secaragaris besar ditentukan oleh pembuat undang-undang di pusat danmerupakan pelaksanaan sistim desentralisasi.
Wewenang pembuat UU pemerintah pusat ditentukan secara terperinci dan wewenang lainnya ada pada negara bagian
Wewenag secara tereperinci terdapat pada propinsi-propinsi dan residu powernya ada pada pemerintah pusat
Maka dari perbedaan di atas dapat kita simpulkan bahwa negara Indonesia merupakan negara kesatuan yang berbentuk republik.
C. Betuk Kenegaraan
Adapun bentuk kenegaraan meliputi bentuk-bentuk Negara yang pernah ada antara lain sebagai berikut:
a) Serikat Negara (konfedarasi): Adalah perserikatan beberapa negara yang merdeka dan berdaulat penuh baik kedalam maupun keluar. Pada umumnya Konfederasi dibentuk berdasarkan perjanjian untuk mengadakan kerjasama dalam bidang tertentu, misalnya penyelenggaraan politik luar negeri, pertahanan keamanan bersama. Konfederasi bukanlah merupakan negara dalam pengertian hukum
internasional, karena negara–negara anggotanya secara masing–masing tetap mempertahankan kedudukan nya secara internasional. Contoh konfederasi: Persekutuan Amerika Utara (1776 – 1787).
b) Negara Domonion: Bentuk seamacam ini khusus terdapat dalam lingkungan negara kerajaan inggris. Negara domonion ini ialah suatu negara yang tadinya daerah jajahan Inggris, yang telah merdeka dan berdaulat, yang mengakui raja Inggris sebagai rajanya, sebagai lambang persatuan mereka.
c) Negara Protektorat: suatu negara yang berada dibawah lindungan negara lain. Biasanya soal hubungan luar negeri dan pertahanan dari negara protektorat itu dengan persetujuan diserahkan kepada negara pelindung. Contoh negara protektorat; Ø Mesir, protektorat dari Turki (1917)
d) Negaran Trustee (Perwalian): bentuk negara yang pemerintahannya berada di bawah pengawasan Dewan Perwalian PBB. Munculnya Trustee merupakan hasil perjanjian San Francisco sesudah perang dunia II. Menurut Piagam PBB, perwalian meliputi :
Ø Daerah–daerah mandat dahulu.
Ø Daerah–daerah yang dipisahkan dari negara–negara yang kalah dalam perang dunia II.
Ø Daerah–daerah yang secara sukarela menyerahkan urusan pemerin-tahannya kepada Dewan Perwalian PBB.
Tujuan Perwalian adalah untuk meningkatkan kemajuan rakyat daerah trustee dibidang politik, ekonomi, sosial, pendidikan serta perkembangan hak asasi manusia menuju pemerintahan sendiri.
Contoh Daerah Perwalian: Tanzania menjadi perwalian PBB sejak tahun 1945 dan merdeka tahun 1962. Dan Namibia menjadi perwalian PBB sejak tahun 1967 dan merdeka 1990.
e) Negara Koloni atau jajahan: bentuk negara yang berada di bawah kekuasaan negara lain. Contoh: Indonesia sebelum 17 Agustus 1945.
f) Negara mandat: bentuk negara bekas jajahan negara–negara yang kalah dalam Perang Dunia I, yang diletakkan dalam pemerintahan mandat dari negara–negara yang menang perang di bawah pengawasan Dewan Mandat Liga Bangsa–Bangsa. Contoh : Kamerun bekas jajahan Jerman menjadi Mandat Perancis.
g) Negara Uni: bentuk gabungan dua negara atau lebih yang dikepalai seorang raja. Ada 2 (dua) macam uni :
Ø Uni Personil: Uni yang terjadi apabila dua negara yang tergabung secara kebetulan mempunyai kepala negara yang sama. Contoh : Uni Belanda – Luxemburg (1839 – 1890), Uni Inggris – Skotlandia (1603 – 1707).
Ø Uni Riil: Uni yang terjadi apabila negara–negara yang tergabung memiliki
kelengkapan Negara yang sama untuk menyelenggarakan kepentingan bersama, yang dibentuk melalui perjanjian.
Referensi
http://rafiatunnajahqomariah.blogspot.com/2012/07/bentuk-bentuk-negara.html
ppt ilmu negara Mr Jawade Hafidz, S.H.,M.H.