• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab III Kerangka Pengembangan Sanitasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Bab III Kerangka Pengembangan Sanitasi"

Copied!
61
0
0

Teks penuh

(1)

Bab III

Kerangka Pengembangan Sanitasi

3.1. VISI DAN MISI SANITASI

Visi merupakan harapan kondisi ideal masa mendatang yang terukur sebagai arah dari berbagai upaya sistematis dari setiap elemen dalam organisasi secara bertahap. Misi adalah penjabaran visi yaitu apa yang akan dilakukan dan diemban oleh organisasi selama kurun waktu yang ditetapkan untuk memastikan visi tercapai.

Visi dan misi merupakan sumber inspiratif bagi pengembangan kegiatan sebuah organisasi. Visi dan misi memberikan arah yang jelas dan terukur, sehingga pada akhir periode perencanaan dapat dilakukan evaluasi terukur bagi keberhasilan sebuah program dan kegiatan. Oleh karena itu, Kabupaten Kudus telah merumuskan visi dan misi sanitasi yang merupakan hasil dari kolaborasi pemikiran dari berbagai stakeholder terkait. Visi dan misi sanitasi Kabupaten Kudus sangat erat dengan kaitannya dengan visi dan misi Kabupaten Kudus. Pada kesempatan yang sama, Pokja Sanitasi telah merumuskan tujuan, indikator dan strategi pengembangan subsektor sanitasi baik dalam jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Rumusan visi misi, tujuan, sasaran dan strategi sanitasi kabupaten Kudus telah memperhatikan isu-isu strategis yang termuat dalam dokumen Buku Putih Sanitasi (BPS) dan Visi Misi Kabupaten Kudus yang tertuang dalam Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kudus.

Tabel 3.1 Visi misi Kabupaten Kudus dan sanitasi

Visi Kab.

Kudus Misi Kab. Kudus Visi Sanitasi Kab. Kudus Misi Sanitasi Kab. Kudus

Terwujudnya Kudus Yang Semakin Sejahtera 1. Meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi dengan prioritas ekonomi rakyat, perlindungan usaha, perluasan kesempatan kerja dan berusaha. 2. Mewujudkan wajib belajar 12 tahun yang terjangkau dan berkualitas. 3. Mewujudkan Terwujudnya Kabupaten Kudus yang semakin Sejahtera Menuju Sehat Lingkungan Sanitasi Permukiman yang layak 1. Mewujudkan kelembagaan sanitasi yang optimal. 2. Meningkatkan pembangunan sektor sanitasi yang berkualitas. 3. Mewujudkan akses

pelayanan sanitasi yang layak bagi masyarakat. 4. Mendorong masyarakat

berperilaku hidup bersih dan sehat.

5. Meningkatkan pemberdayaan

(2)

pelayanan kesehatan dasar gratis.

4. Mewujudkan perlindungan dan bantuan sosial bagi masyarakat. 5. Mewujudkan pemerataan pembangunan berlandaskan penataan ruang dan berwawasan lingkungan. 6. Mewujudkan

kepemerintahan yang baik (good governance). 7. Meningkatkan

kualitas sumber daya manusia yang bermoral, beretika dan berbudaya. 8. Meningkatkan keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat. 9. Meningkatkan kehidupan berpolitik, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara demokratis. masyarakat di sektor sanitasi.

Misi Air Limbah Domestik

 Meningkatkan Pelayanan Pengelolaan Air

Limbah

rumah tangga baik individual maupun Komunal Misi Persampahan  Mewujudkan pengelolaan Sampah Mandiri  Meningkatkan Cakupan Pelayanan persampahan dengan penyediaan sarpas Misi Drainase  Mewujudkan drainase yang lancar dengan meningkatkan partisipasi masyarakat

Sumber : RPJMD Kabupaten Kudus dan Pokja sanitasi, 2015

3.2. PENTAHAPAN PENGEMBANGAN SANITASI

Pengembangan sanitasi merupakan penggolongan penanganan sub sektor sanitasi berdasar kondisi yang ada sesuai sub sektornya dengan memperhitungkan instrumen yang mempengaruhi kondisi tersebut sehingga didapatlah peta zona sanitasi sesuai sub sektornya masing-masing. Zona pengembangan ini diperhitungkan untuk jangka waktu 5 tahun ke depan. Zona masing-masing sub sektor dipengaruhi oleh kondisi aktual yang saat ini berlaku di masing-msing wilayah dan tingkat pengaruh yang menjadi instrumen yang kadarnya berbeda-beda.

(3)

3.2 1 Tahapan Pengembangan Sanitasi

A. Tahapan Pengembangan Sanitasi Air Limbah

Sesuai pembahasan d iagram sistem sanitasi, berdasarkan isu - isu pokok sanitasi air limbah domestik, permasalahan mendesak sistem pengelolaan air limbah domestik di Kabupaten Kudus, sebagai berikut :

1. Bahwa tatanan pola hidup bersih dan sehat belum berkembang secara merata pada hampir semua lini kehidupan bermasyarakat, dukungan kelembagaan sanitasi dalam masyarakat belum tertata dengan baik. Sistem kelembagaan yang lemah ini membawa konsekwensi luas terhadap pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan kualitas lingkungan hunian dan permukiman penduduk.

2. Sebagian besar pengelolaan air limbah domestik di Kabupaten Kudus baik di wilayah perdesaan maupun perkotaan adalah menggunakan on site system dengan tingkat teknologi sederhana. Sistem jaringan pembuangan limbah juga belum tertata dengan baik, di antaranya pembuangan akhir dialirkan ke sungai atau saluran drainase terdekat.

3. Sarana i n s t a l a s i p e n g e l o l a a n a i r l i m b a h ( IPAL) belum berfungsi dengaan baik. Hal ini dikarenakan sistem pengelolaan yang belum tertata dengan baik dan masyarakat belum memahami konsep i n s t a l a s i p e n g e l o l a a n a i r l i m b a h komunal.

4. Sarana instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) belum beroperasi secara optimal. Hal ini dikarenakan belum adanya lembaga pengelola air limbah komunal.

5. Pengembangan teknologi off site (sistem terpusat) masih belum ada di Kabupaten Kudus, sementara sudah banyak wilayah yang padat penduduk sehingga sangat beresiko apabila menggunakan sistem on site.

6. Keterlibatan pihak swasta sampai saat ini dirasakan masih kurang dalam mendukung peningkatan a k s e s s a n i t a s i d a s a r m a s y a r a k a t

7. Kepedulian dan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan limbah masih kurang. Hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya masyarakat yang melakukan praktek buang air besar sembarangan (BABS).

8. Kerjasama dengan dunia usaha, unsur-unsur media sejauh ini belum berkembang, belum ada upaya-upaya promosi, publikasi dan sosialisasi yang betul-betul menyentuh pada peningkatan kepedulian masyarakat.

(4)

rendah. Perlu lembaga pengelola yang dapat mendorong kepada Pemerintah Daerah agar dapat meningkatkan investasi dibidang air limbah.

Berdasarkan analisis penentuan zona dan sistem sanitasi dari instrumen profil sanitasi Kabupaten Kudus, diperoleh gambaran bahwa u n t u k p e n e t a p a n z o n a a ir limbah di Kabupaten Kudus, dalam pengelolaan sistem air limbah domestik dikategorikan dalam 4 (empat) tipikal sistem, yaitu :

1. Sistem onsite. 2. Sistem komunal.

3. Offsite kepadatan sedang. 4. Offsite terpusat.

Dari hasil FGD dan olah data profil sanitasi Kabupaten Kudus, disepakati bahwa zona sistem sanitasi pengelolaan air limbah hanya terdiri dari 3 sistem. Dalam penentuan zona sistem pengelolaan air limbah harus disesuaikan dengan kondisi wilayah, dimana untuk Kabupaten Kudus dalam jangka waktu 5 tahun kedepan belum memungkinkan untuk dibangun sistem off site terpusat. Adapun sistem yang disepakati adalah :

1. Sistem onsite. 2. Sistem komunal.

3. Offsite kepadatan sedang.

Gambar 3.1 Zona sistem air limbah

Sumber : Profil sanitasi Kabupaten Kudus, 2015

Wilayah zona 1 meliputi 74 desa / kelurahan, dimana wilayah tersebut yang masih melakukan praktik buang air besar sembarangan sebesar 11 %, sedangkan yang sudah memiliki jamban namun belum layak sebesar 19 %. Untuk sistem on site, yang sudah memiliki jamban sehat sebesar 65 % dan yang masih menumpang sebanyak 4 %. Sistem

(5)

komunal sudah mulai diterapkan di wilayah tersebut, dengan menggunakan sarana MCK sebanyak 1 % dan yang menggunakan instalasi pengelolaan air limbah komunal sebesar 0,4 %. Pilihan teknologi yang paling banyak untuk dikembangkan di zona ini adalah sistem setempat dikarenakan lahan permukiman belum terlalu padat sehingga masih memungkinkan untuk pembangunan jamban individu.

Untuk wilayah yang termasuk dalam zona 2 terdiri dari 53 Desa / Kelurahan, masyarakat yang masih melakukan praktek buang air besar sembarangan sebanyak 6 % dan yang masih memiliki jamban tidak layak sebesar 14 %. Masyarakat yang telah memiliki akses jamban sehat sebesar 74 % dan yang masih menumpang sebesar 5 %. Berkenaan dengan tipikan wilayah yang padat penduduk, masyarakat mulai dikenalkan dengan sarana komunal berupa MCK dengan akses sebesar 1 % dan yang menggunakan instalasi pengelolaan air limbah komunal sebanyak 1 %. Di wilayah zona 2, permukiman warga mulai padat sehingga teknologi yang paling tepat untuk dikembangkan adalah sistem komunal.

Wilayah zona 3 meliputi 5 Desa / Kelurahan, dimana di wilayah tersebut masyarakat yang masih melakukan pengelolaan air limbah rumah tangga dengan cara yang tidak layak berupa buang air besar sembarangan sebesar 9,08% dan yang memiliki jamban tidak layak sebesar 16,7 %. Masyarakat yang telah membangun jamban sehat sebanyak 68,7 % dan yang masih menumpang sebesar 4,15 %. Untuk sistem komunal, masyarakat yang telah memiliki akses ke sarana MCK sebesar 0,94 % dan instalasi pengelolaan air limbah komunal sebanyak 0,46 %. Di wilayah zona 3 tersebut dinilai yang paling dapat dikembangkan off site kepadatan sedang dikarenakan wilayah tersebut merupakan daerah padat, lokasi untuk pembangunan sarana dan prasarana masih tersedia dan tingkat elevasi yang memungkinkan untuk dibangun sistem off site.

Meskipun pilihan teknologi pengembangan sanitasi sektor air limbah rumah tangga telah ditentukan pada masing - masing zona, namun masih memungkinkan untuk dikembangkan teknologi campuran. Hal ini dikarenakan dalam kenyataannya kondisi dilapangan tidak memungkinkan untuk menggunakan teknologi yang telah dipersyaratkan tersebut dikarenakan ada beberapa permasalahan ekonomis, teknis dan budaya masyarakat yang belum dapat menerima teknologi yang disarankan tersebut. Dalam hal ini faktor kearifan lokal harus tetap diperhatikan karena belum semua masyarakat dapat menerima perubahan teknologi yang ditawarkan tersebut.

(6)

Tabel 3.2 Penyepakatan wilayah zona air limbah No Desa / K elur ah an Zon a Lu as A dm in is tra tif (h a) Lu as A re a Te rb an gu n (h a) Pe rtu m bu ha n Pe nd ud uk (% ) Ju m la h Pe nd ud uk (o rg ) 2 01 3 Ju m la h Ke pa la K el ua rg a (K K) 20 13 Ke pa da ta n Pe nd ud uk (o rg /H a) 2 01 3 Kla sif ik as i P er ko ta an P ed es aa n sa at in i; 1= ur ba n 2 =r ur al Ap ak ah te rd ap at a re a C BD sa at in i. 1= ya 2 =t id ak

Tidak Layak On site Sistem Komunal

KK y an g BA BS KK y g m em ilik i a ks es k e ja m ba n / cu blu k yg t id ak la ya k KK y g m em ilik i a ks es ke ja m ba n da n cu blu k yg la ya k KK y an g m em ilik i ak se s ke ja m ba n b er sa m a la ya k M C K (u nit ) IP AL K om un al (u nit ) KK y an g te rk on ek si k e M C K Ju m la h KK y an g te rk on ek si ke IP AL K om un al

Zona 1 : sistem on site

1 Sidorekso 1 290 84 0.68% 6,007 1,725 71 2 2 35 77 1,224 104 3 0 285 0 2 Gamong 1 206 38 0.68% 3,224 908 85 2 2 18 191 645 54 0 0 0 0 3 Kedungdowo 1 309 78 0.68% 10,515 3,022 136 1 1 60 507 2,146 181 3 1 128 0 4 Garung Lor 1 178 66 0.68% 7,340 2,226 111 1 1 45 467 1,580 134 0 0 0 0 5 Karangampel 1 175 34 0.68% 5,582 1,881 165 1 1 30 336 1,352 105 3 1 58 0 6 Mijen 1 236 71 0.68% 10,046 2,779 141 1 1 56 452 1,972 167 3 1 132 0 7 Kaliwungu 1 304 64 0.68% 8,006 2,258 126 2 2 45 434 1,604 135 3 1 23 17 8 Demangan 1 17 15 -0.24% 1,897 451 127 1 1 9 55 350 37 0 0 0 0 9 Wergu Wetan 1 54 29 -0.24% 4,799 1,484 165 1 1 317 76 938 139 3 1 14 0 10 Wergu Kulon 1 42 24 -0.24% 3,064 1,119 127 1 1 181 8 901 29 0 0 0 0 11 Mlati Kidul 1 47 29 -0.24% 4,156 1,468 141 1 1 536 3 843 10 3 1 44 32 12 Mlatinorowito 1 84 37 -0.24% 5,370 1,796 147 1 1 80 1,167 485 64 0 0 0 0 13 Mlati Lor 1 34 28 -0.24% 4,471 1,046 159 1 1 110 0 837 99 0 0 0 0 14 Nganguk 1 27 26 -0.24% 2,605 890 102 1 1 215 10 661 4 0 0 0 0 15 Kramat 1 28 27 -0.24% 2,998 850 113 1 1 125 0 638 87 0 0 0 0 16 Kauman 1 3 2 -0.24% 324 88 137 1 1 20 0 68 0 0 0 0 0 17 Damaran 1 18 17 -0.24% 1,473 329 84 1 1 5 42 263 7 0 1 0 12 18 Glantengan 1 14 12 -0.24% 1,678 419 140 1 1 0 272 109 38 0 0 0 0 19 Barongan 1 33 32 -0.24% 2,959 847 93 1 1 0 559 220 68 0 0 0 0 20 Burikan 1 42 27 -0.24% 2,760 736 101 1 1 0 482 191 63 0 0 0 0

(7)

No Desa / K elur ah an Zon a Lu as A dm in is tra tif (h a) Lu as A re a Te rb an gu n (h a) Pe rtu m bu ha n Pe nd ud uk (% ) Ju m la h Pe nd ud uk (o rg ) 2 01 3 Ju m la h Ke pa la K el ua rg a (K K) 20 13 Ke pa da ta n Pe nd ud uk (o rg /H a) 2 01 3 Kla sif ik as i P er ko ta an P ed es aa n sa at in i; 1= ur ba n 2 =r ur al Ap ak ah te rd ap at a re a C BD sa at in i. 1= ya 2 =t id ak

Tidak Layak On site Sistem Komunal

KK y an g BA BS KK y g m em ilik i a ks es k e ja m ba n / cu blu k yg t id ak la ya k KK y g m em ilik i a ks es ke ja m ba n da n cu blu k yg la ya k KK y an g m em ilik i ak se s ke ja m ba n b er sa m a la ya k M C K (u nit ) IP AL K om un al (u nit ) KK y an g te rk on ek si k e M C K Ju m la h KK y an g te rk on ek si ke IP AL K om un al 21 Rendeng 1 78 51 -0.24% 5,031 1,578 99 1 1 67 1,026 410 75 0 0 0 0 22 Ploso 1 74 48 0.72% 7,322 1,493 152 1 1 6 26 1,461 0 0 0 0 0 23 Getaspejaten 1 152 79 0.72% 11,049 3,733 139 1 1 18 208 3,454 18 0 1 0 35 24 Loram Kulon 1 199 72 0.72% 8,016 1,983 112 1 1 7 0 1,946 1 3 1 29 0 25 Loram Wetan 1 238 89 0.72% 9,459 1,350 107 1 1 35 48 1,176 25 6 2 0 66 26 Jepangpakis 1 196 68 0.72% 9,367 2,735 137 1 1 23 87 2,564 17 3 1 0 44 27 Megawon 1 143 47 0.72% 5,426 1,300 116 1 1 20 92 1,145 18 3 1 14 11 28 Ngembal Kulon 1 145 67 0.72% 5,581 1,263 83 1 1 2 71 1,132 14 0 1 0 44 29 Wonosoco 1 542 30 0.83% 1,055 379 35 2 2 180 76 87 36 0 0 0 0 30 Lambangan 1 282 45 0.83% 2,587 729 57 2 2 264 121 321 23 0 0 0 0 31 Medini 1 342 54 0.83% 6,930 1,739 129 1 2 170 317 1,230 22 0 0 0 0 32 Sambung 1 234 18 0.83% 3,983 1,161 222 1 2 118 188 830 25 0 0 0 0 33 Glagahwaru 1 264 45 0.83% 3,695 1,224 83 2 2 235 364 585 40 0 0 0 0 34 Kutuk 1 625 90 0.83% 6,397 1,862 71 2 2 464 524 826 48 0 0 0 0 35 Undaan Kidul 1 656 94 0.83% 7,178 2,073 76 1 2 410 423 1,190 50 0 0 0 0 36 Undaan Tengah 1 622 70 0.83% 4,977 1,487 71 1 2 588 554 341 4 0 0 0 0 37 Karangrowo 1 1,100 88 0.83% 6,910 1,915 78 2 2 932 620 330 33 0 0 0 0 38 Larikrejo 1 222 10 0.83% 1,463 461 143 2 2 257 132 70 2 0 0 0 0 39 Undaan Lor 1 579 76 0.83% 7,529 2,637 98 2 2 1,176 710 743 8 0 0 0 0 40 Wates 1 476 47 0.83% 5,125 1,397 109 2 2 657 290 450 0 0 0 0 0 41 Ngemplak 1 508 58 0.83% 3,994 1,709 69 2 2 819 510 380 0 0 0 0 0

(8)

No Desa / K elur ah an Zon a Lu as A dm in is tra tif (h a) Lu as A re a Te rb an gu n (h a) Pe rtu m bu ha n Pe nd ud uk (% ) Ju m la h Pe nd ud uk (o rg ) 2 01 3 Ju m la h Ke pa la K el ua rg a (K K) 20 13 Ke pa da ta n Pe nd ud uk (o rg /H a) 2 01 3 Kla sif ik as i P er ko ta an P ed es aa n sa at in i; 1= ur ba n 2 =r ur al Ap ak ah te rd ap at a re a C BD sa at in i. 1= ya 2 =t id ak

Tidak Layak On site Sistem Komunal

KK y an g BA BS KK y g m em ilik i a ks es k e ja m ba n / cu blu k yg t id ak la ya k KK y g m em ilik i a ks es ke ja m ba n da n cu blu k yg la ya k KK y an g m em ilik i ak se s ke ja m ba n b er sa m a la ya k M C K (u nit ) IP AL K om un al (u nit ) KK y an g te rk on ek si k e M C K Ju m la h KK y an g te rk on ek si ke IP AL K om un al 42 Gulang 1 516 186 0.80% 6,842 2,027 37 1 2 61 365 1,459 142 0 0 0 0 43 Kirig 1 560 48 0.80% 4,337 1,070 90 2 2 32 180 770 75 3 1 0 13 44 Temulus 1 415 66 0.80% 6,283 1,678 95 2 2 51 260 1,208 117 3 1 20 22 45 Kesambi 1 325 181 0.80% 7,580 2,267 42 2 2 68 311 1,632 159 3 1 54 43 46 Hadiwarno 1 259 151 0.80% 5,047 1,633 33 2 2 49 294 1,176 114 0 0 0 0 47 Mejobo 1 205 193 0.80% 8,290 3,261 43 1 2 98 587 2,348 228 0 0 0 0 48 Golantepus 1 262 104 0.80% 5,785 1,570 56 1 2 47 244 1,130 110 3 1 19 20 49 Bulungcangkring 1 1,024 150 0.76% 12,510 3,998 84 2 2 71 849 2,851 227 0 0 0 0 50 Bulungkulon 1 1,486 289 0.76% 10,324 3,099 36 2 2 62 651 2,200 186 0 0 0 0 51 Gondoharum 1 1,169 124 0.76% 7,359 2,245 59 2 2 45 471 1,594 135 0 0 0 0 52 Terban 1 859 122 0.76% 7,784 1,888 64 2 2 38 396 1,341 113 0 0 0 0 53 Klaling 1 589 137 0.76% 8,471 1,691 62 1 2 34 355 1,201 101 0 0 0 0 54 Jekulo 1 224 103 0.76% 10,365 3,127 100 1 2 49 664 2,236 178 0 0 0 0 55 Hadipolo 1 517 175 0.76% 11,648 3,478 67 1 2 61 739 2,482 196 0 0 0 0 56 Honggosoco 1 503 213 0.76% 9,125 2,666 43 1 2 43 570 1,906 147 0 0 0 0 57 Tanjungrejo 1 734 156 0.76% 10,480 3,276 67 1 2 65 688 2,326 197 0 0 0 0 58 Pedawang 1 104 62 0.73% 4,239 1,118 69 1 1 223 0 849 0 3 1 21 25 59 Bacin 1 140 75 0.73% 4,355 1,154 58 1 1 303 0 851 0 0 0 0 0 60 Gribig 1 243 80 0.70% 8,415 2,397 105 1 1 74 486 1,802 16 3 1 0 19 61 Klumpit 1 337 91 0.70% 12,088 3,581 132 1 1 81 944 2,547 9 0 0 0 0 62 Getassrabi 1 374 105 0.70% 11,215 2,976 107 1 1 102 926 1,845 8 3 1 95 0

(9)

No Desa / K elur ah an Zon a Lu as A dm in is tra tif (h a) Lu as A re a Te rb an gu n (h a) Pe rtu m bu ha n Pe nd ud uk (% ) Ju m la h Pe nd ud uk (o rg ) 2 01 3 Ju m la h Ke pa la K el ua rg a (K K) 20 13 Ke pa da ta n Pe nd ud uk (o rg /H a) 2 01 3 Kla sif ik as i P er ko ta an P ed es aa n sa at in i; 1= ur ba n 2 =r ur al Ap ak ah te rd ap at a re a C BD sa at in i. 1= ya 2 =t id ak

Tidak Layak On site Sistem Komunal

KK y an g BA BS KK y g m em ilik i a ks es k e ja m ba n / cu blu k yg t id ak la ya k KK y g m em ilik i a ks es ke ja m ba n da n cu blu k yg la ya k KK y an g m em ilik i ak se s ke ja m ba n b er sa m a la ya k M C K (u nit ) IP AL K om un al (u nit ) KK y an g te rk on ek si k e M C K Ju m la h KK y an g te rk on ek si ke IP AL K om un al 63 Karangmalang 1 262 82 0.70% 8,763 2,446 107 1 1 52 486 1,868 10 3 1 0 30 64 Gondosari 1 519 145 0.70% 13,118 3,516 91 1 2 72 1,259 2,155 0 3 1 30 0 65 Kedungsari 1 613 212 0.70% 11,447 3,411 54 1 2 63 1,251 1,995 16 0 1 0 86 66 Menawan 1 826 141 0.70% 5,229 1,514 37 2 2 110 418 801 23 3 1 162 0 67 Rahtawu 1 1,611 77 0.70% 4,482 1,489 59 2 2 160 494 702 20 3 1 34 79 68 Cendono 1 369 111 0.86% 10,885 2,893 98 1 2 1,042 24 1,811 16 0 0 0 0 69 Margorejo 1 609 148 0.86% 9,828 2,693 67 2 2 1,075 32 1,559 27 0 0 0 0 70 Kandangmas 1 1,292 206 0.86% 12,138 3,482 59 2 2 1,121 572 1,432 357 0 0 0 0 71 Cranggang 1 538 79 0.86% 4,683 1,482 59 2 2 466 374 467 175 0 0 0 0 72 Lau 1 740 234 0.86% 9,985 2,893 43 1 2 1,032 27 1,815 19 0 0 0 0 73 Piji 1 554 121 0.86% 7,991 2,168 66 1 2 315 18 1,825 10 0 0 0 0 74 Soco 1 702 79 0.86% 4,335 883 55 2 2 31 16 815 21 0 0 0 0 Jumlah 29,298 6,432 487,774 139,600 6,898 15,531 26,476 90,697 5,136 69 26 1,162 598

Zona 2 : sistem komunal

1 Prambatan Kidul 2 181 62 0.68% 7,214 1,917 116 1 1 38 403 1,361 115 0 0 0 0 2 Prambatan Lor 2 257 77 0.68% 8,527 2,547 111 1 1 51 535 1,808 153 0 0 0 0 3 Garung Kidul 2 262 24 0.68% 3,320 990 136 1 1 20 167 703 59 3 1 20 21 4 Setrokalangan 2 188 24 0.68% 2,217 665 92 2 2 13 21 472 40 3 1 119 0 5 Banget 2 181 26 0.68% 4,612 1,130 177 2 2 23 135 802 68 3 1 102 0 6 Blimbing Kidul 2 123 29 0.68% 4,613 1,219 161 2 2 24 183 866 73 3 1 73 0 7 Papringan 2 246 45 0.68% 5,658 1,525 126 2 2 31 212 1,082 92 3 1 108 0

(10)

No Desa / K elur ah an Zon a Lu as A dm in is tra tif (h a) Lu as A re a Te rb an gu n (h a) Pe rtu m bu ha n Pe nd ud uk (% ) Ju m la h Pe nd ud uk (o rg ) 2 01 3 Ju m la h Ke pa la K el ua rg a (K K) 20 13 Ke pa da ta n Pe nd ud uk (o rg /H a) 2 01 3 Kla sif ik as i P er ko ta an P ed es aa n sa at in i; 1= ur ba n 2 =r ur al Ap ak ah te rd ap at a re a C BD sa at in i. 1= ya 2 =t id ak

Tidak Layak On site Sistem Komunal

KK y an g BA BS KK y g m em ilik i a ks es k e ja m ba n / cu blu k yg t id ak la ya k KK y g m em ilik i a ks es ke ja m ba n da n cu blu k yg la ya k KK y an g m em ilik i ak se s ke ja m ba n be rs am a la ya k M C K (u nit ) IP AL K om un al (u nit ) KK y an g te rk on ek si k e M C K Ju m la h KK y an g te rk on ek si ke IP AL K om un al 8 Purwosari 2 103 83 -0.24% 9,307 1,915 112 1 1 17 330 1,429 91 3 2 25 23 9 Janggalan 2 18 16 -0.24% 2,456 583 151 1 1 16 119 443 5 0 0 0 0 10 Sunggingan 2 35 31 -0.24% 5,970 1,333 191 1 1 5 200 1,079 49 0 0 0 0 11 Panjunan 2 16 14 -0.24% 3,062 1,120 220 1 1 204 0 617 299 0 0 0 0 12 Demaan 2 37 33 -0.24% 4,852 1,333 147 1 1 290 40 896 107 0 0 0 0 13 Langgardalem 2 19 14 -0.24% 2,307 584 161 1 1 6 70 438 51 3 1 0 19 14 Kerjasan 2 10 8 -0.24% 1,070 289 133 1 1 15 38 234 2 0 0 0 0 15 Kajeksan 2 28 27 -0.24% 3,775 779 142 1 1 9 93 641 36 0 0 0 0 16 Krandon 2 42 33 -0.24% 4,237 783 129 1 1 9 131 567 76 0 0 0 0 17 Singocandi 2 162 62 -0.24% 8,320 2,029 134 1 1 18 1,249 589 104 3 2 0 69 18 Kaliputu 2 54 30 -0.24% 3,098 884 104 1 1 4 583 221 76 0 0 0 0 19 Jetiskapuan 2 215 37 0.72% 3,308 693 88 1 1 2 0 588 0 3 0 103 0 20 Tanjungkarang 2 153 49 0.72% 5,466 1,135 111 1 1 9 12 1,049 4 6 2 29 32 21 Pasuruhan Kidul 2 201 27 0.72% 3,796 848 141 1 1 6 23 815 4 0 0 0 0 22 Pasuruhan Lor 2 338 73 0.72% 10,732 2,414 147 1 1 10 16 2,351 6 0 1 0 31 23 Jati Kulon 2 187 89 0.72% 8,296 2,010 93 1 1 0 11 1,999 0 0 0 0 0 24 Tumpangkrasak 2 126 58 0.72% 6,493 1,701 113 1 1 17 105 1,521 25 0 1 0 33 25 Kalirejo 2 343 33 0.83% 6,627 2,036 199 2 2 351 260 1,385 40 0 0 0 0 26 Terangmas 2 155 25 0.83% 1,359 415 54 1 2 82 41 277 15 0 0 0 0 27 Berugenjang 2 227 37 0.83% 1,263 352 34 2 2 78 45 209 20 0 0 0 0 28 Jepang 2 359 125 0.80% 12,177 3,294 97 1 2 99 498 2,371 231 3 1 53 42

(11)

No Desa / K elur ah an Zon a Lu as A dm in is tra tif (h a) Lu as A re a Te rb an gu n (h a) Pe rtu m bu ha n Pe nd ud uk (% ) Ju m la h Pe nd ud uk (o rg ) 2 01 3 Ju m la h Ke pa la K el ua rg a (K K) 20 13 Ke pa da ta n Pe nd ud uk (o rg /H a) 2 01 3 Kla sif ik as i P er ko ta an P ed es aa n sa at in i; 1= ur ba n 2 =r ur al Ap ak ah te rd ap at a re a C BD sa at in i. 1= ya 2 =t id ak

Tidak Layak On site Sistem Komunal

KK y an g BA BS KK y g m em ilik i a ks es k e ja m ba n / cu blu k yg t id ak la ya k KK y g m em ilik i a ks es ke ja m ba n da n cu blu k yg la ya k KK y an g m em ilik i ak se s ke ja m ba n b er sa m a la ya k M C K (u nit ) IP AL K om un al (u nit ) KK y an g te rk on ek si k e M C K Ju m la h KK y an g te rk on ek si ke IP AL K om un al 29 Payaman 2 356 49 0.80% 5,201 1,363 106 1 2 42 165 981 95 3 1 50 30 30 Jojo 2 210 45 0.80% 3,205 924 72 2 2 28 166 665 65 0 0 0 0 31 Tenggeles 2 211 194 0.80% 7,495 1,892 39 1 2 57 341 1,362 132 0 0 0 0 32 Sadang 2 358 75 0.76% 5,485 1,657 74 2 2 34 348 1,176 99 0 0 0 0 33 Sidomulyo 2 497 38 0.76% 2,788 1,013 73 2 2 20 213 719 61 0 0 0 0 34 Pladen 2 331 53 0.76% 5,516 1,369 103 2 2 27 287 972 83 0 0 0 0 35 Dersalam 2 146 90 0.73% 6,512 1,703 73 1 1 374 0 1,329 0 0 0 0 0 36 Ngembalrejo 2 268 190 0.73% 8,379 2,113 44 1 1 418 0 1,607 0 3 2 50 38 37 Karangbener 2 393 93 0.73% 7,265 1,629 78 1 1 34 47 1,372 176 0 0 0 0 38 Panjang 2 100 68 0.73% 4,437 990 66 1 1 137 0 853 0 0 0 0 0 39 Peganjaran 2 190 61 0.73% 6,649 1,295 109 1 1 26 19 1,165 17 3 1 36 32 40 Purworejo 2 96 52 0.73% 2,720 513 52 1 1 0 1 478 0 3 1 18 16 41 Besito 2 298 89 0.70% 9,324 2,998 105 1 2 61 551 2,278 0 3 1 108 0 42 Jurang 2 261 84 0.70% 7,685 2,199 92 1 2 155 582 1,354 89 0 1 0 19 43 Samirejo 2 154 44 0.86% 4,282 804 97 1 2 52 15 725 12 0 0 0 0 44 Rejosari 2 383 122 0.86% 4,015 1,258 33 2 2 271 241 641 105 0 0 0 0 45 Glagah Kulon 2 152 49 0.86% 1,784 553 37 2 2 117 104 287 45 0 0 0 0 46 Tergo 2 341 84 0.86% 3,439 1,034 41 2 2 297 213 365 159 0 0 0 0 47 Puyoh 2 458 101 0.86% 6,927 1,473 68 2 2 505 19 941 8 0 0 0 0 48 Ternadi 2 405 40 0.86% 2,999 813 75 2 2 141 6 650 16 0 0 0 0 49 Kajar 2 504 102 0.86% 3,999 1,837 39 2 2 0 42 1,783 12 0 0 0 0

(12)

No Desa / K elur ah an Zon a Lu as A dm in is tra tif (h a) Lu as A re a Te rb an gu n (h a) Pe rtu m bu ha n Pe nd ud uk (% ) Ju m la h Pe nd ud uk (o rg ) 2 01 3 Ju m la h Ke pa la K el ua rg a (K K) 20 13 Ke pa da ta n Pe nd ud uk (o rg /H a) 2 01 3 Kla sif ik as i P er ko ta an P ed es aa n sa at in i; 1= ur ba n 2 =r ur al Ap ak ah te rd ap at a re a C BD sa at in i. 1= ya 2 =t id ak

Tidak Layak On site Sistem Komunal

KK y an g BA BS KK y g m em ilik i a ks es k e ja m ba n / cu blu k yg t id ak la ya k KK y g m em ilik i a ks es ke ja m ba n da n cu blu k yg la ya k KK y an g m em ilik i ak se s ke ja m ba n b er sa m a la ya k M C K (u nit ) IP AL K om un al (u nit ) KK y an g te rk on ek si k e M C K Ju m la h KK y an g te rk on ek si ke IP AL K om un al 50 Kuwukan 2 228 48 0.86% 1,653 417 34 2 2 0 89 287 41 0 0 0 0 51 Dukuhwaringin 2 254 70 0.86% 1,615 416 23 2 2 0 95 295 26 0 0 0 0 52 Japan 2 317 115 0.86% 3,795 947 33 2 2 0 164 700 83 0 0 0 0 53 Colo 2 584 58 0.86% 3,718 866 65 2 2 0 123 657 86 0 0 0 0 Jumlah 11,760 3,203 265,019 68,599 5,251 4,243 9,351 50,455 3,251 51 22 894 405

Zona 3 : Offsite kepadatan sedang

1 Bakalankrapyak 3 138 88 0.68% 6,921 1,725 79 1 1 35 362 1,224 104 0 0 0 0 2 Jati Wetan 3 262 114 0.72% 8,600 2,387 75 1 1 4 26 2,354 3 0 0 0 0 3 Gondangmanis 3 557 278 0.73% 15,069 3,282 54 1 1 9 90 2,801 382 0 0 0 0 4 Bae 3 339 122 0.73% 8,545 1,866 70 1 1 17 15 1,631 203 0 0 0 0 5 Pedurenan 3 163 53 0.70% 5,075 1,392 96 1 1 38 207 1,139 8 0 0 0 0 Jumlah 1,458 654 0 44,210 10,652 375 5 5 103 700 9,149 700 0 0 0 0 Total 42,516 10,289 0 797,003 218,851 12,525 5 5 19,877 36,527 150,301 9,087 120 48 2,056 1,003

(13)

Gambar 3.2 Peta Zona dan Tahapan Pengembangan Air Limbah

Sumber : Profil sanitasi Kabupaten Kudus, diolah, 2015. PROGRAM PERCEPATAN

PEMBANGUNAN SANITASI PERMUKIMAN (PPSP)

TAHUN 2015

PETA ZONA DAN TAHAPAN PENGEMBANGAN AIR LIMBAH

LEGENDA :

= Onsite

= Sistem Komunal

(14)

Untuk lebih mengoperasionalkan target pencapaian pengelolaan air limbah rumah tangga, perlu dibuat pentahapan pengembangan air limbah rumah tangga, agar dalam membuat perencanaan program dan kegiatan selalu berdasarkan kepada target yang telah disepakati tersebut.

Tahapan pengembangan air limbah rumah tangga ditetapkan berdasarkan perencanaan yang realistis, terukur dan bisa dicapai. Dalam menentukan pentahapan pengembangan air limbah rumah tangga terbagi menjadi 3 tahap yaitu untuk jangka pendek (1-2 tahun), jangka menengah (5 tahun) dan jangka panjang (10-15 tahun).

Tabel 3.3 Tahapan Pengembangan Air Limbah Domestik Kabupaten Kudus

No Sistem

Cakupan layanan eksisting

(%)

Target cakupan layanan (%) Jangka

pendek menengah Jangka panjang Jangka (1-2 tahun) (5 tahun) (10-15 tahun)

Wilayah Zona 1

A Buang Air Besar Sembarangan (BABS) 10.9 7 0 0 B Sistem Pengolahan Air Limbah Setempat (Onsite)

1 Cubluk tidak layak 18.7 10 7 0

2 Tangki septik 69.2 81.2 86.6 97

C Sistem Komunal

1 MCK/MCK++ 0.8 1 1.5 2

2 IPAL komunal 0.4 0.8 0.9 1

D Sistem Pengolahan Air Limbah Terpusat (Off-site) 0 0 0 0

Sub total 100 100 100 100

Wilayah Zona 2

A Buang Air Besar Sembarangan (BABS) 6.1 4 0 0 B Sistem Pengolahan Air Limbah Setempat (Onsite)

1 Cubluk tidak layak 13.7 11 6 4

2 Tangki septik 78.3 82.6 88.2 92.8

C Sistem Komunal

1 MCK/MCK++ 1.3 1.6 1.8 2

2 IPAL komunal 0.6 1 1.3 1.5

D Sistem Pengolahan Air Limbah Terpusat (Off-site) 0 0 0 0

(15)

No Sistem

Cakupan layanan eksisting

(%)

Target cakupan layanan (%) Jangka

pendek menengah Jangka panjang Jangka (1-2 tahun) (5 tahun) (10-15 tahun)

Wilayah zona 3

A Buang Air Besar Sembarangan (BABS) 1 0 0 0 B Sistem Pengolahan Air Limbah Setempat (Onsite)

1 Cubluk tidak layak 4.7 2 1 0

2 Tangki septik 94.3 97.4 97.9 98.4

C Sistem Komunal

1 MCK/MCK++ 0 0.3 0.5 0.8

2 IPAL komunal 0 0.2 0.4 0.5

D Sistem Pengolahan Air Limbah Terpusat (Off-site) 0 0.1 0.2 0.3

Sub total 100 100 100 100

Sumber : Profil sanitasi Kab. Kudus, diolah, 2015

B. Tahapan Pengembangan Sanitasi Persampahan

Permasalahan pengelolaan persampahan di Kabupaten Kudus perlu mendapatkan perhatian yang serius. Hal ini dikarenakan masih banyak wilayah yang belum terlayani oleh pengelola persampahan. Sebagaimana permasalahan yang telah dirumuskan dalam diagram sistem sanitasi persampahan, permasalahan utama sektor persampahan adalah : 1. Kesadaran masyarakat dalam pemilahan sampah rumah tangga masih rendah. Hal ini dimungkinkan disebabkan kurangnya sosialisasi tentang pentingnya pengolahan persampahan.

2. Faktor perilaku juga masih menjadi permasalahan dalam pengelolaan persampahan di Kabupaten Kudus. Pembuangan sampah di luar kontainer sehingga berceceran dan sampah yang dibakar sehingga menyebabkan polusi serta masih banyak warga yang membuang sampah di sungai yang dapat menyebabkan terganggunya saluran drainase menjadi contoh perilaku yang kurang baik dari masyarakat.

3. Sarana prasarana persampahan juga harus ditambah seiring dengan penambahan wilayah pelayanan persampahan. Sebagai contoh sarana kontainer sampah perlu ditambah sehingga semakin banyak masyarakat yang akan terlayani.

4. Potensi masyarakat dalam mengelola sampah belum dikembangkan secara sistematis . Pengelolaan bank sampah oleh masyarakat di Kabupaten Kudus sampai

(16)

saat ini belum optimal dan perlu dikembangkan serta pengelolaan tempat pengelolaan sampah terpadu reduce reuse dan recycle (TPST3R) yang sampai saat ini baru ada 1 unit di Desa Rendeng, dalam pengoperasionalannya belum optimal. 5. Dengan kurang berhasilnya program reduce reuse dan recycle (3R) di masyarakat,

menyebabkan Kapasitas tempat pemprosesan akhir sampah saat ini sudah mulai penuh.

6. Masih kurangnya petugas lapangan penyapuan jalan masih kurang memadai, baik dari segi kualitas maupun kuantitas

7. Dinas masih berfungsi sebagai operator dan regulator dalam pengelolaan persampahan. Perlu difikirkan pengelolaan bersama dengan fihak ketiga atau masyarakat.

8. Masih rendahnya investasi dunia usaha ataupun pihak swasta disebabkan belum adanya skema strategi untuk bekerjasama dengan swasta / kelompok masyarakat dalam pengolahan persampahan. Hal ini disebabkan belum adanya kebijakan yang jelas terkait hubungan kerjasama dengan pihak swasta ataupun investor dalam pengelolaan persampahan.

9. Anggaran sektor persampahan belum menjadi prioritas oleh para pengambilan kebijakan, ditandai dengan masih kecilnya dana yang dialokasikan oleh Pemerintah Daerah untuk sektor persampahan. Selain itu, masih rendahnya dana penarikan restribusi juga menjadi kendala dalam meningkatkan retribusi sampah.

Berdasarkan masterplan pengelolaan persampahan perkotaan Kabupaten Kudus tahun 2013, pendekatan rencana sistem persampahan terdiri dari dua pendekatan, yaitu : a. Pendekatan penyusunan rencana sistem untuk permukiman / kegiatan yang sudah

lama beroperasi, dengan pendekatan :

1. Rencana induk sistem pengelolaan sampah Kabupaten Kudus, mencakup lima aspek, yaitu :

 Teknis operasional

 Kelembagaan dan organisasi  Keuangan dan pembiayaan  Penegakan hukum dan peraturan  Peran serta masyarakat dan swasta

2. Pola penanganan sampah dilakukan dengan dua sistem, yaitu :  Sistem pengelolaan sampah terpadu dengan 3R.

(17)

 Sistem konvensional (pewadahan, pengumpulan, pengangkutan, pembuangan akhir)

3. Pengelolaan sampah dilakukan tiga model, yaitu :  Pengelolaan sampah berbasis masyarakat

 Pengelolaan sampah di tempat pemprosesan akhir dengan kerjasama dengan pihak ketiga (investor).

 Pengelolaan sampah dengan konversi energi.

4. Pengelolaan sampah berbasis komunitas (masyarakat) dikembangkan dalam cluster - cluster (penanganan tingkat kelurahan).

5. Pengelolaan sampah akan ditingkatkan secara bertahap untuk menggantikan pola penanganan secara konvensional.

6. Penanganan sampah pada wilayah dikembangkan dengan melihat kepadatan bruto, sebagai berikut :

 Kepadatan < 50 jiwa / Ha, ditangani dengan teknologi setempat.

 Kepadatan 50 - 100 jiwa / Ha, ditingkatkan pelayanan dengan 10 - 50 % secara bertahap

 Kepadatan . 100 jiwa / Ha

 Pelayanan persampahan ditergetkan mampu menangani seluruh sampah yang dihasilkan.

b. Pendekatan penyusunan rencana pengelolaan persampahan untuk permukiman / kegiatan baru, direncanakan sebagai berikut :

 Pengembang dengan skala besar ( > 25 Ha ), wajib melakukan pengolahan sampah dalam skala kawasan, dengan menyediakan sarana pengolahan sampah pada kawasan yang dikembangkan.

 Pengembang dalam skala kecil (< 25 Ha), wajib menyediakan sarana penanganan sampah pada awal pembangunan, sehingga pada saat beroperasi kawasan tersebut sudah memiliki sarana penanganan sampah.

 Kegiatan non permukiman (industri, rumah sakit, lainnya) yang baru dan memiliki skala besar wajib melakukan pengolahan sampah secara mandiri pada kawasan yang dibangun.

Dalam penyusunan strategi sanitasi kabupaten ini, pengembangan sektor sampah ditentukan oleh data jumlah penduduk, pertumbuhan penduduk, prosentase penduduk yang sampahnya terangkut dan luas are terbangun. Adapun berdasarkan hasil perhitungan dalam

(18)

pentahapan persampahan adalah sebagai berikut :

Gambar 3.3 Hasil perhitungan zona sistem persampahan

Sumber : Profil sanitasi Kabupaten Kudus, 2015.

Tahapan pengembangan persampahan di Kabupaten Kudus terbagi dalam 4 zona penanganan yang diperhitungkan dari prosentase jumlah penduduk dalam jangka menengah yaitu 5 tahun, zona tersebut adalah :

1. Fitur Zona 25-100 pp; Urban/rural, 2. 100 orang/ha; bukan-urban, 3. 100 orang/ha; Urban 4. CBD.

Wilayah zona 1 yang merupakan kategori wilayah kepadatan rendah baik di perkotaan maupun di perdesaan, terdiri dari 46 Desa/Kel, dengan rata - rata prosentase sampah yang terangkut sebesar 4,8 % atau meliputi 23.478 orang yang telah mendapatkan pelayanan pengelolaan sampah oleh Pemerintah Kabupaten Kudus. Hal ini menunjukkan bahwa diwilayah zona 1 masih banyak masyarakat yang belum terlayani dalam pengelolaan sampah yaitu sebesar 91,2 % atau sebanyak 242.150 orang. Meskipun masuk dalam kategori zona 1, namun masyarakat diwilayah ini harus juga mendapatkan perhatian dalam pelayanan persampahan di Kabupaten Kudus karena apabila dibiarkan akan menjadi permasalahan baru dalam pengelolaan persampahan.

Zona 2 merupakan daerah kepadatan sedang dan bukan diwilayah perkotaan, meliputi 33 Desa/Kel, dimana rata - rata prosentase sampah yang telah terangkut sebesar 18,8 % atau meliputi 20,4 % dari jumlah penduduk di zona 2 yaitu sebesar 44.595 orang.

(19)

Meskipun jumlah sampah yang terangkut sudah lebih baik, namun masih beresiko dikarenakan masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan sampah sebesar 79,6 % atau sebanyak 174.483 orang, masih berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.

Untuk wilayah zona 3, yang merupakan kategori kepadatan sedang dan berada diwilayah perkotaan, terdiri dari 2 Desa/Kel dengan rata - rata prosentase sampah yang terangkut mencapai 15,0 % yang dapat melayani 2.810 orang. Namun sesuai dengan karakteristik wilayah yaitu kepadatan sedang di perkotaan, maka masih ada sebanyak 18.734 orang yang belum terlayani. Perlu penanganan khusus dalam pengelolaan persampahan diwilayah ini dikarenakan wilayah ini memiliki karakteristik tersendiri dalam hal jenis dan volume timbulan sampah, karena sudah termasuk diwilayah perkotaan.

Wilayah zona 4 adalah wilayah central business district (CBD), dimana jumlah timbulan sampah cukup besar dan harus menjadi prioritas dalam penanganan sampah. Wilayah ini terdiri terdiri dari 51 Desa/Kel dengan jumlah sampah yang telah terangkut mencapai 87,3 %. Jumlah penduduk yang telah terlayani oleh pelayanan persampahan sebanyak 238.450 orang sedangkan yang belum mendapatkan pelayanan persampahan sebanyak 52.303 orang.

Secara keseluruhan wilayah di Kabupaten Kudus, tingkat pelayanan persampahan yang telah dilakukan oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kudus sebesar 31,5% atau sebanyak 309.333 orang telah mendapatkan akses pelayanan persampahan. Sedangkan sebanyak 487.670 orang masih belum mendapatkan akses dalam pelayanan persampahan di Kabupaten Kudus.

Berdasarkan masterplan pengelolaan persampahan perkotaan Kabupaten Kudus tahun 2013, peningkayan cakupan pelayanan persampahan sampai dengan tahun 2018 merupakan tahun untuk mengakomodasi kekuatan dan menyusun strategi. Cakupan pelayanan meningkat dengan 31,51 % dari pelayanan sebelumnya. Terutama untuk kepadatan tinggi, sedangkan untuk kepadatan rendah, dengan penambahan 50 % dari cakupan pelayanan sebelumnya. Sampai dengan tahun 2018 mulai dilakukan pembebasan lahan perluasan tempat pemprosesan akhir sampah dan diharapkan mulai dirintis pembangunannya menjadi sanitary landfill.

(20)

Tabel 3.4 Penyepakatan wilayah zona persampahan

No. Nama Kelurahan Zona

Luas Administratif (ha) Jumlah Penduduk (org) 2013 Klasifikasi Perkotaan (urban) - Pedesaan (rural) saat ini; 1=urban 2=rural Apakah terdapat area CBD saat ini. 1=ya 2=tidak Persentase jumlah sampah Rumah Tangga yang terkumpul dan terangkut (%) Jumlah TPS yang ada (Units) Jumlah TPS-3R yang ada (Units) Jumlah Pasar Mendapat pelayanan (orang) Tidak mendapat pelayanan (orang) Zona 1 1 Sidorekso 1 290 6,007 2 2 0% 0 0 0 - 6,007 2 Gamong 1 206 3,224 2 2 0% 0 0 0 - 3,224 3 Wonosoco 1 542 1,055 2 2 0% 0 0 0 - 1,055 4 Lambangan 1 282 2,587 2 2 0% 0 0 0 - 2,587 5 Glagahwaru 1 264 3,695 2 2 0% 0 0 0 - 3,695 6 Kutuk 1 625 6,397 2 2 0% 0 0 0 - 6,397 7 Undaan Kidul 1 656 7,178 1 2 20% 1 0 1 1,436 5,742 8 Undaan Tengah 1 622 4,977 1 2 0% 0 0 0 - 4,977 9 Karangrowo 1 1,100 6,910 2 2 0% 0 0 0 - 6,910 10 Ngemplak 1 508 3,994 2 2 0% 0 0 1 - 3,994 11 Terangmas 1 155 1,359 1 2 0% 0 0 0 - 1,359 12 Berugenjang 1 227 1,263 2 2 0% 0 0 0 - 1,263 13 Gulang 1 516 6,842 1 2 0% 0 0 0 - 6,842 14 Kirig 1 560 4,337 2 2 0% 0 0 0 - 4,337 15 Kesambi 1 325 7,580 2 2 0% 0 0 0 - 7,580 16 Jojo 1 210 3,205 2 2 0% 0 0 0 - 3,205 17 Hadiwarno 1 259 5,047 2 2 0% 0 0 0 - 5,047 18 Golantepus 1 262 5,785 1 2 0% 0 0 0 - 5,785 19 Tenggeles 1 211 7,495 1 2 0% 0 0 0 - 7,495 20 Sadang 1 358 5,485 2 2 0% 0 0 0 - 5,485 21 Bulungcangkring 1 1,024 12,510 2 2 50% 1 0 1 6,255 6,255 22 Bulungkulon 1 1,486 10,324 2 2 0% 0 0 0 - 10,324

(21)

No. Nama Kelurahan Zona Administratif Luas (ha) Jumlah Penduduk (org) 2013 Klasifikasi Perkotaan (urban) - Pedesaan (rural) saat ini; 1=urban 2=rural Apakah terdapat area CBD saat ini. 1=ya 2=tidak Persentase jumlah sampah Rumah Tangga yang terkumpul dan terangkut (%) Jumlah TPS yang ada (Units) Jumlah TPS-3R yang ada (Units) Jumlah Pasar Mendapat pelayanan (orang) Tidak mendapat pelayanan (orang) 23 Sidomulyo 1 497 2,788 2 2 0% 0 0 0 - 2,788 24 Pladen 1 331 5,516 2 2 0% 0 0 0 - 5,516 25 Klaling 1 589 8,471 1 2 30% 1 0 0 2,541 5,930 26 Hadipolo 1 517 11,648 1 2 100% 0 0 0 11,648 - 27 Honggosoco 1 503 9,125 1 2 0% 0 0 0 - 9,125 28 Tanjungrejo 1 734 10,480 1 2 0% 0 0 1 - 10,480 29 Kedungsari 1 613 11,447 1 2 0% 0 0 0 - 11,447 30 Menawan 1 826 5,229 2 2 0% 0 0 1 - 5,229 31 Rahtawu 1 1,611 4,482 2 2 0% 0 0 0 - 4,482 32 Margorejo 1 609 9,828 2 2 0% 0 0 0 - 9,828 33 Rejosari 1 383 4,015 2 2 0% 0 0 0 - 4,015 34 Kandangmas 1 1,292 12,138 2 2 0% 0 0 0 - 12,138 35 Glagah Kulon 1 152 1,784 2 2 0% 0 0 0 - 1,784 36 Tergo 1 341 3,439 2 2 0% 0 0 0 - 3,439 37 Cranggang 1 538 4,683 2 2 0% 0 0 0 - 4,683 38 Lau 1 740 9,985 1 2 0% 0 0 0 - 9,985 39 Piji 1 554 7,991 1 2 20% 1 0 2 1,598 6,393 40 Puyoh 1 458 6,927 2 2 0% 0 0 0 - 6,927 41 Soco 1 702 4,335 2 2 0% 0 0 0 - 4,335 42 Ternadi 1 405 2,999 2 2 0% 0 0 0 - 2,999 43 Kajar 1 504 3,999 2 2 0% 0 0 0 - 3,999 44 Kuwukan 1 228 1,653 2 2 0% 0 0 0 - 1,653 45 Dukuhwaringin 1 254 1,615 2 2 0% 0 0 0 - 1,615

(22)

No. Nama Kelurahan Zona Administratif Luas (ha) Jumlah Penduduk (org) 2013 Klasifikasi Perkotaan (urban) - Pedesaan (rural) saat ini; 1=urban 2=rural Apakah terdapat area CBD saat ini. 1=ya 2=tidak Persentase jumlah sampah Rumah Tangga yang terkumpul dan terangkut (%) Jumlah TPS yang ada (Units) Jumlah TPS-3R yang ada (Units) Jumlah Pasar Mendapat pelayanan (orang) Tidak mendapat pelayanan (orang) 46 Japan 1 317 3,795 2 2 0% 0 0 1 - 3,795 Jumlah 24,382 265,628 4 0 8 23,478 242,150 Prosentase pelayanan 4.8% 8.8 91.2 Zona 2 1 Prambatan Kidul 2 181 7,214 1 1 0% 0 0 0 - 7,214 2 Garung Kidul 2 262 3,320 1 1 0% 0 0 0 - 3,320 3 Setrokalangan 2 188 2,217 2 2 0% 0 0 0 - 2,217 4 Banget 2 181 4,612 2 2 0% 0 0 0 - 4,612 5 Blimbing Kidul 2 123 4,613 2 2 0% 0 0 0 - 4,613 6 Karangampel 2 175 5,582 1 1 0% 0 0 0 - 5,582 7 Mijen 2 236 10,046 1 1 0% 1 0 1 - 10,046 8 Kaliwungu 2 304 8,006 2 2 0% 0 0 0 - 8,006 9 Papringan 2 246 5,658 2 2 0% 0 0 0 - 5,658 10 Jetiskapuan 2 215 3,308 1 1 0% 0 0 0 - 3,308 11 Pasuruhan Kidul 2 201 3,796 1 1 100% 1 0 0 3,796 - 12 Pasuruhan Lor 2 338 10,732 1 1 100% 1 0 0 10,732 - 13 Kalirejo 2 343 6,627 2 2 20% 1 0 1 1,325 5,302 14 Medini 2 342 6,930 1 2 0% 0 0 0 - 6,930 15 Sambung 2 234 3,983 1 2 0% 0 0 0 - 3,983 16 Larikrejo 2 222 1,463 2 2 0% 0 0 0 - 1,463 17 Undaan Lor 2 579 7,529 2 2 0% 0 0 0 - 7,529 18 Wates 2 476 5,125 2 2 0% 0 0 1 - 5,125

(23)

No. Nama Kelurahan Zona Administratif Luas (ha) Jumlah Penduduk (org) 2013 Klasifikasi Perkotaan (urban) - Pedesaan (rural) saat ini; 1=urban 2=rural Apakah terdapat area CBD saat ini. 1=ya 2=tidak Persentase jumlah sampah Rumah Tangga yang terkumpul dan terangkut (%) Jumlah TPS yang ada (Units) Jumlah TPS-3R yang ada (Units) Jumlah Pasar Mendapat pelayanan (orang) Tidak mendapat pelayanan (orang) 19 Payaman 2 356 5,201 1 2 0% 0 0 0 - 5,201 20 Temulus 2 415 6,283 2 2 100% 0 0 0 6,283 - 21 Mejobo 2 205 8,290 1 2 60% 1 0 2 4,974 3,316 22 Gondoharum 2 1,169 7,359 2 2 0% 0 0 0 - 7,359 23 Terban 2 859 7,784 2 2 0% 0 0 0 - 7,784 24 Jekulo 2 224 10,365 1 2 100% 1 0 1 10,365 - 25 Klumpit 2 337 12,088 1 1 0% 0 0 0 - 12,088 26 Getassrabi 2 374 11,215 1 1 0% 0 0 0 - 11,215 27 Pedurenan 2 163 5,075 1 1 0% 0 0 0 - 5,075 28 Karangmalang 2 262 8,763 1 1 0% 0 0 1 - 8,763 29 Besito 2 298 9,324 1 2 20% 1 0 1 1,865 7,459 30 Jurang 2 261 7,685 1 2 20% 1 0 2 1,537 6,148 31 Samirejo 2 154 4,282 1 2 0% 0 0 0 - 4,282 32 Cendono 2 369 10,885 1 2 0% 0 0 1 - 10,885 33 Colo 2 584 3,718 2 2 100% 1 0 0 3,718 - Jumlah 10,875 219,078 9 0 11 44,595 174,483 Prosentase pelayanan 18,8 20,4 79,6 Zona 3 1 Jepangpakis 3 196 9,367 1 1 30% 0 0 0 2,810 6,557 2 Jepang 3 359 12,177 1 2 0% 0 0 2 - 12,177 Jumlah 555 21,544 0 0 2 2,810 18,734 Prosentase pelayanan 15,0 13,0 87,0

(24)

No. Nama Kelurahan Zona Administratif Luas (ha) Jumlah Penduduk (org) 2013 Klasifikasi Perkotaan (urban) - Pedesaan (rural) saat ini; 1=urban 2=rural Apakah terdapat area CBD saat ini. 1=ya 2=tidak Persentase jumlah sampah Rumah Tangga yang terkumpul dan terangkut (%) Jumlah TPS yang ada (Units) Jumlah TPS-3R yang ada (Units) Jumlah Pasar Mendapat pelayanan (orang) Tidak mendapat pelayanan (orang) Zona 4 1 Bakalankrapyak 4 138 6,921 1 1 100% 1 0 0 6,921 - 2 Prambatan Lor 4 257 8,527 1 1 0% 0 0 0 - 8,527 3 Kedungdowo 4 309 10,515 1 1 0% 0 0 0 - 10,515 4 Garung Lor 4 178 7,340 1 1 100% 1 0 0 7,340 - 5 Purwosari 4 103 9,307 1 1 100% 1 0 1 9,307 - 6 Janggalan 4 18 2,456 1 1 100% 1 0 0 2,456 - 7 Demangan 4 17 1,897 1 1 100% 2 0 0 1,897 - 8 Sunggingan 4 35 5,970 1 1 100% 1 0 0 5,970 - 9 Panjunan 4 16 3,062 1 1 100% 1 0 0 3,062 - 10 Wergu Wetan 4 54 4,799 1 1 100% 2 0 1 4,799 - 11 Wergu Kulon 4 42 3,064 1 1 100% 1 0 0 3,064 - 12 Mlati Kidul 4 47 4,156 1 1 100% 1 0 0 4,156 - 13 Mlatinorowito 4 84 5,370 1 1 100% 1 0 0 5,370 - 14 Mlati Lor 4 34 4,471 1 1 100% 1 0 0 4,471 - 15 Nganguk 4 27 2,605 1 1 100% 1 0 1 2,605 - 16 Kramat 4 28 2,998 1 1 100% 1 0 0 2,998 - 17 Demaan 4 37 4,852 1 1 100% 1 0 0 4,852 - 18 Langgardalem 4 19 2,307 1 1 100% 1 0 1 2,307 - 19 Kauman 4 3 324 1 1 100% 1 0 0 324 - 20 Damaran 4 18 1,473 1 1 100% 1 0 0 1,473 - 21 Kerjasan 4 10 1,070 1 1 100% 1 0 0 1,070 - 22 Kajeksan 4 28 3,775 1 1 100% 1 0 0 3,775 -

(25)

No. Nama Kelurahan Zona Administratif Luas (ha) Jumlah Penduduk (org) 2013 Klasifikasi Perkotaan (urban) - Pedesaan (rural) saat ini; 1=urban 2=rural Apakah terdapat area CBD saat ini. 1=ya 2=tidak Persentase jumlah sampah Rumah Tangga yang terkumpul dan terangkut (%) Jumlah TPS yang ada (Units) Jumlah TPS-3R yang ada (Units) Jumlah Pasar Mendapat pelayanan (orang) Tidak mendapat pelayanan (orang) 23 Krandon 4 42 4,237 1 1 100% 1 0 0 4,237 - 24 Singocandi 4 162 8,320 1 1 100% 1 0 0 8,320 - 25 Glantengan 4 14 1,678 1 1 100% 1 0 0 1,678 - 26 Kaliputu 4 54 3,098 1 1 100% 1 0 0 3,098 - 27 Barongan 4 33 2,959 1 1 100% 1 0 1 2,959 - 28 Burikan 4 42 2,760 1 1 100% 1 0 0 2,760 - 29 Rendeng 4 78 5,031 1 1 100% 1 1 1 5,031 - 30 Tanjungkarang 4 153 5,466 1 1 40% 0 0 0 2,186 3,280 31 Jati Wetan 4 262 8,600 1 1 100% 1 0 1 8,600 - 32 Ploso 4 74 7,322 1 1 100% 3 0 2 7,322 - 33 Jati Kulon 4 187 8,296 1 1 100% 1 0 0 8,296 - 34 Getaspejaten 4 152 11,049 1 1 100% 1 0 0 11,049 - 35 Loram Kulon 4 199 8,016 1 1 60% 0 0 0 4,810 3,206 36 Loram Wetan 4 238 9,459 1 1 100% 1 0 0 9,459 - 37 Megawon 4 143 5,426 1 1 100% 1 0 0 5,426 - 38 Ngembal Kulon 4 145 5,581 1 1 100% 1 0 0 5,581 - 39 Tumpangkrasak 4 126 6,493 1 1 100% 2 0 0 6,493 - 40 Dersalam 4 146 6,512 1 1 100% 1 0 0 6,512 - 41 Ngembalrejo 4 268 8,379 1 1 100% 1 0 0 8,379 - 42 Karangbener 4 393 7,265 1 1 40% 1 0 1 2,906 4,359 43 Gondangmanis 4 557 15,069 1 1 100% 2 0 0 15,069 - 44 Pedawang 4 104 4,239 1 1 60% 1 0 0 2,543 1,696 45 Bacin 4 140 4,355 1 1 100% 1 0 0 4,355 -

(26)

No. Nama Kelurahan Zona Administratif Luas (ha) Jumlah Penduduk (org) 2013 Klasifikasi Perkotaan (urban) - Pedesaan (rural) saat ini; 1=urban 2=rural Apakah terdapat area CBD saat ini. 1=ya 2=tidak Persentase jumlah sampah Rumah Tangga yang terkumpul dan terangkut (%) Jumlah TPS yang ada (Units) Jumlah TPS-3R yang ada (Units) Jumlah Pasar Mendapat pelayanan (orang) Tidak mendapat pelayanan (orang) 46 Panjang 4 100 4,437 1 1 100% 1 0 0 4,437 - 47 Peganjaran 4 190 6,649 1 1 40% 0 0 0 2,660 3,989 48 Purworejo 4 96 2,720 1 1 30% 0 0 0 816 1,904 49 Bae 4 339 8,545 1 1 80% 0 0 0 6,836 1,709 50 Gribig 4 243 8,415 1 1 100% 1 0 1 8,415 - 51 Gondosari 4 519 13,118 1 2 0% 0 0 1 - 13,118 Jumlah 6,703 290,753 49 1 12 238,450 52,303 Prosentase pelayanan 87.3% 82.0 18.0 Total 42,516 797,003 62 1 33 309,333 487,670

Total prosentase pelayanan 31.5% 38.8

(27)

Gambar 3.4 Peta Tahapan pengembangan Persampahan

Sumber : Profil sanitasi Kab. Kudus, diolah, 2015. PROGRAM PERCEPATAN

PEMBANGUNAN SANITASI PERMUKIMAN (PPSP)

TAHUN 2015

PETA ZONA DAN TAHAPAN PENGEMBANGAN PERSAMPAHAN

LEGENDA :

= 25-100 pp ; Urban- Rural = >100 orang/Ha ; Bukan Urban = >100 orang/Ha ; Urban = CBD

(28)

Peta tahapan diatas merupakan gambaran kondisi yang ideal dalam pengelolaan sampah. Untuk mencapai kondisi tersebut dibuatlah rencana tahapan pengembangan persampahan ke depan yang akan menjadi dasar penyusunan program dan kegiatan sektor persampahan. Adapun tahapan pengembangan persampahan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.5 Tahapan Pengembangan Persampahan Kabupaten Kudus

No Sistem Cakupan layanan eksisting (%) Cakupan layanan (%) Jangka

pendek menengah Jangka panjang Jangka (1-2 tahun) (5 tahun) (10-15 tahun)

(a) (b) (c) (d) (e) (f)

Zona 1

A Prosentase terangkut sampah yang 8.8 20 35 50

1 Penanganan langsung (direct)

2 Penanganan (indirect) tidak langsung B Dikelola mandiri oleh masyarakat atau belum terlayani 91.2 79 62 45

C 3R 0 1 3 5

Sub total 100 100 100 100

Zona 2

A Prosentase terangkut sampah yang 20.3 25 30 60

1 Penanganan langsung (direct)

2 Penanganan (indirect) tidak langsung B Dikelola mandiri oleh masyarakat atau belum terlayani 79.7 74 67 35

C 3R 0 1 3 5

Sub total 100 100 100 100

Zona 3

A Prosentase terangkut sampah yang 13 18 30 50

1 Penanganan langsung (direct)

2 Penanganan (indirect) tidak langsung B Dikelola mandiri oleh masyarakat atau belum terlayani 87 81 67 44

C 3R 0 1 3 6

(29)

No Sistem Cakupan layanan eksisting (%) Cakupan layanan (%) Jangka

pendek menengah Jangka panjang Jangka (1-2 tahun) (5 tahun) (10-15 tahun)

Zona 4

A Prosentase terangkut sampah yang 82 85 87 90

1 Penanganan langsung (direct)

2 Penanganan (indirect) tidak langsung B Dikelola mandiri oleh masyarakat atau belum terlayani 18 12 8 0

C 3R 0 3 5 10

Sub total 100 100 100 100

Sumber : Profil sanitasi Kab. Kudus, diolah, 2015.

C. Tahapan Pengembangan Sanitasi Drainase

Untuk membuat pentahapan pembangunan sanitasi sektor drainase, perlu dilihat terlebih dahulu hasil identifikasi permasalahan utama yang telah dirumuskan dalam study diagram sistem sanitasi (DSS). Adapun permasalahan utama adalah sebagai berikut : 1. Belum ada saluran drainase sehingga grey water dan air hujan masih masuk ke

comberan yang mengakibatkan genangan.

2. Saluran air belum ideal sehingga terjadi sedimentasi diselokan

3. Kurangnya sosialisasi dan kampanye tentang pengelolaan drainase kepada masyarakat, dimana masih banyak sampah yang dibuang diselokan yang menghambat aliran air.

4. Pada umumnya, sistem drainase masih menjadi satu antara pembuangan air hujan dan saluran limbah rumah tangga (grey water).

5. Kesadaran masyarakat masih rendah dimana air pembuangan dari kamar mandi, wastafel, air hujan dan industri rumah tangga tercampur jadi satu sehingga mengakibatkan polusi terhadap badan air.

6. Banjir dan genangan yang terjadi setiap tahun, terutama di musim penghujan, dimana saluran drainase sudah tidak mampu lagi untuk menampung aliran air.

7. Area cakupan yang luas terbentur dengan SDM yang ada di Dinas Cipkataru sehingga informasi mengenai saluran yang rusak belum optimal untuk dapat diidentifikasi. 8. Pengelola layanan drainase belum dilengkapi dengan uraian tugas dan kewenangan

(30)

9. Kepedulian masyarakat dalam memelihara saluran drainase yang sudah ada sangat rendah, sehingga apabila ada kerusakan yang seharusnya dapat diatasi oleh masyarakat menjadi tidak tertangani dan harus menunggu perbaikan dari Dinas Cipkataru.

Pengembangan sektor drainase ditentukan oleh instrumen dengan melihat data area terbangun, jumlah penduduk, fungsi perkotaan dan area permukiman terdampak genangan dengan melihat estimasi genangan, data genangan dan luas area permukiman rawan genangan banjir. Adapun hasil perhitungan dari profil sanitasi Kabupaten Kudus untuk sektor drainase adalah sebagai berikut.

Gambar 3.5 Zona sistem drainase

Sumber : Data profil sanitasi Kab. Kudus, 2015

Secara umum, terdapat 2.978 Ha wilayah permukiman di Kabupaten Kudus yang rawan banjir. Selanjutnya pembagian wilayah rawan drainase akan dibagi dalam bentuk zona. Wilayah yang termasuk dalam zona 1 terdiri dari 45 desa/kel, memiliki wilayah rawan genangan sebesar 860,4 Ha. Untuk daerah yang termasuk dalam zona 2, terdiri dari 42 desa/kel, dengan wilayah genangan mencapai 929,8 Ha. Zona 3 yang terdiri dari 44 desa/kel memiliki resiko luas genangan mencapai 1.166,5 Ha dan wilayah zona 4 yang terdiri dari 1 desa, memiliki luas genangan sebesar 21,6 Ha.

Hasil pemetaan zona resiko sektor drainase di Kabupaten Kudus terbagi menjadi resiko tinggi dan resiko rendah berdasarkan hasil olah data dalam profil sanitasi Kabupaten Kudus 2015. Wilayah yang mendapatkan nilai 1 dan 2 termasuk dalam zona resiko rendah sedangkan wilayah yang mendapatkan nilai 3 dan 4 dimasukkan dalam tingkat resiko tinggi.

(31)

Tabel 3.6 Penyepakatan wilayah zona drainase

No. Desa / Kel Zona Administratif Luas (ha) Luas Area Terbangun (ha) Jumlah Penduduk (org) 2013 Kepadatan Penduduk (org/Ha) 2013 Klasifikasi Perkotaan (urban) - Pedesaan (rural) saat ini; 1=urban 2=rural Apakah terdapat area CBD saat ini. 1=ya 2=tidak Apakah area terpengaruh oleh pasang surut : 1= ya; 2= tidak Estimasi area permukiman rawan genangan Persentase luas area permukiman rawan genangan Luas genangan (Ha) Zona 1 1 Prambatan Lor 1 257 77 8,527 111 1 1 2 1 10% 7.7 2 Garung Kidul 1 262 24 3,320 136 1 1 2 2 35% 8.5 3 Sidorekso 1 290 84 6,007 71 2 2 2 2 35% 29.6 4 Gamong 1 206 38 3,224 85 2 2 2 2 35% 13.3 5 Panjunan 1 16 14 3,062 220 1 1 2 1 10% 1.4 6 Wergu Kulon 1 42 24 3,064 127 1 1 2 1 10% 2.4 7 Langgardalem 1 19 14 2,307 161 1 1 2 2 35% 5.0 8 Kauman 1 3 2 324 137 1 1 2 2 35% 0.8 9 Glantengan 1 14 12 1,678 140 1 1 2 1 10% 1.2 10 Kaliputu 1 54 30 3,098 104 1 1 2 1 10% 3.0 11 Pasuruhan Kidul 1 201 27 3,796 141 1 1 2 1 10% 2.7 12 Jati Kulon 1 187 89 8,296 93 1 1 2 1 10% 8.9 13 Loram Wetan 1 238 89 9,459 107 1 1 2 1 10% 8.9 14 Kesambi 1 325 181 7,580 42 2 2 2 4 80% 145.2 15 Jojo 1 210 45 3,205 72 2 2 2 4 80% 35.8 16 Hadiwarno 1 259 151 5,047 33 2 2 2 3 65% 98.0 17 Golantepus 1 262 104 5,785 56 1 2 2 3 65% 67.5

(32)

No. Desa / Kel Zona Administratif Luas (ha) Luas Area Terbangun (ha) Jumlah Penduduk (org) 2013 Kepadatan Penduduk (org/Ha) 2013 Klasifikasi Perkotaan (urban) - Pedesaan (rural) saat ini; 1=urban 2=rural Apakah terdapat area CBD saat ini. 1=ya 2=tidak Apakah area terpengaruh oleh pasang surut : 1= ya; 2= tidak Estimasi area permukiman rawan genangan Persentase luas area permukiman rawan genangan Luas genangan (Ha) 18 Tenggeles 1 211 194 7,495 39 1 2 2 3 65% 126.0 19 Sidomulyo 1 497 38 2,788 73 2 2 2 4 80% 30.5 20 Terban 1 859 122 7,784 64 2 2 2 2 35% 42.8 21 Hadipolo 1 517 175 11,648 67 1 2 2 2 35% 61.3 22 Tanjungrejo 1 734 156 10,480 67 1 2 2 2 35% 54.6 23 Dersalam 1 146 90 6,512 73 1 1 2 0 0% 0.0 24 Ngembalrejo 1 268 190 8,379 44 1 1 2 0 0% 0.0 25 Gondangmanis 1 557 278 15,069 54 1 1 2 2 35% 97.2 26 Pedawang 1 104 62 4,239 69 1 1 2 0 0% 0.0 27 Purworejo 1 96 52 2,720 52 1 1 2 0 0% 0.0 28 Bae 1 339 122 8,545 70 1 1 2 0 0% 0.0 29 Pedurenan 1 163 53 5,075 96 1 1 2 0 0% 0.0 30 Karangmalang 1 262 82 8,763 107 1 1 2 1 10% 8.2 31 Besito 1 298 89 9,324 105 1 2 2 0 0% 0.0 32 Gondosari 1 519 145 13,118 91 1 2 2 0 0% 0.0 33 Menawan 1 826 141 5,229 37 2 2 2 0 0% 0.0 34 Rahtawu 1 1,611 77 4,482 59 2 2 2 0 0% 0.0 35 Samirejo 1 154 44 4,282 97 1 2 2 0 0% 0.0 36 Margorejo 1 609 148 9,828 67 2 2 2 0 0% 0.0 37 Glagah Kulon 1 152 49 1,784 37 2 2 2 0 0% 0.0

(33)

No. Desa / Kel Zona Administratif Luas (ha) Luas Area Terbangun (ha) Jumlah Penduduk (org) 2013 Kepadatan Penduduk (org/Ha) 2013 Klasifikasi Perkotaan (urban) - Pedesaan (rural) saat ini; 1=urban 2=rural Apakah terdapat area CBD saat ini. 1=ya 2=tidak Apakah area terpengaruh oleh pasang surut : 1= ya; 2= tidak Estimasi area permukiman rawan genangan Persentase luas area permukiman rawan genangan Luas genangan (Ha) 38 Piji 1 554 121 7,991 66 1 2 2 0 0% 0.0 39 Soco 1 702 79 4,335 55 2 2 2 0 0% 0.0 40 Ternadi 1 405 40 2,999 75 2 2 2 0 0% 0.0 41 Kajar 1 504 102 3,999 39 2 2 2 0 0% 0.0 42 Kuwukan 1 228 48 1,653 34 2 2 2 0 0% 0.0 43 Dukuhwaringin 1 254 70 1,615 23 2 2 2 0 0% 0.0 44 Japan 1 317 115 3,795 33 2 2 2 0 0% 0.0 45 Colo 1 584 58 3,718 65 2 2 2 0 0% 0.0 Jumlah 15,313 3,941 255,428 860.4 Zona 2 1 Bakalankrapyak 2 138 88 6,921 79 1 1 2 1 10% 8.8 2 Prambatan Kidul 2 181 62 7,214 116 1 1 2 1 10% 6.2 3 Setrokalangan 2 188 24 2,217 92 2 2 2 4 80% 19.2 4 Banget 2 181 26 4,612 177 2 2 2 0 0% 0.0 5 Blimbing Kidul 2 123 29 4,613 161 2 2 2 3 65% 18.7 6 Garung Lor 2 178 66 7,340 111 1 1 2 1 10% 6.6 7 Papringan 2 246 45 5,658 126 2 2 2 1 10% 4.5 8 Janggalan 2 18 16 2,456 151 1 1 2 2 35% 5.7 9 Demangan 2 17 15 1,897 127 1 1 2 1 10% 1.5 10 Sunggingan 2 35 31 5,970 191 1 1 2 2 35% 11.0

(34)

No. Desa / Kel Zona Administratif Luas (ha) Luas Area Terbangun (ha) Jumlah Penduduk (org) 2013 Kepadatan Penduduk (org/Ha) 2013 Klasifikasi Perkotaan (urban) - Pedesaan (rural) saat ini; 1=urban 2=rural Apakah terdapat area CBD saat ini. 1=ya 2=tidak Apakah area terpengaruh oleh pasang surut : 1= ya; 2= tidak Estimasi area permukiman rawan genangan Persentase luas area permukiman rawan genangan Luas genangan (Ha) 11 Mlatinorowito 2 84 37 5,370 147 1 1 2 3 65% 23.8 12 Mlati Lor 2 34 28 4,471 159 1 1 2 3 65% 18.3 13 Nganguk 2 27 26 2,605 102 1 1 2 3 65% 16.7 14 Kramat 2 28 27 2,998 113 1 1 2 3 65% 17.2 15 Kerjasan 2 10 8 1,070 133 1 1 2 3 65% 5.2 16 Kajeksan 2 28 27 3,775 142 1 1 2 2 35% 9.3 17 Barongan 2 33 32 2,959 93 1 1 2 2 35% 11.1 18 Burikan 2 42 27 2,760 101 1 1 2 2 35% 9.5 19 Rendeng 2 78 51 5,031 99 1 1 2 2 35% 17.8 20 Jetiskapuan 2 215 37 3,308 88 1 1 2 3 65% 24.3 21 Tanjungkarang 2 153 49 5,466 111 1 1 2 3 65% 32.1 22 Ngembal Kulon 2 145 67 5,581 83 1 1 2 1 10% 6.7 23 Tumpangkrasak 2 126 58 6,493 113 1 1 2 1 10% 5.8 24 Gulang 2 516 186 6,842 37 1 2 2 3 65% 121.2 25 Jepang 2 359 125 12,177 97 1 2 2 3 65% 81.4 26 Mejobo 2 205 193 8,290 43 1 2 2 3 65% 125.2 27 Sadang 2 358 75 5,485 74 2 2 2 2 35% 26.1 28 Bulungkulon 2 1,486 289 10,324 36 2 2 2 4 80% 231.2 29 Gondoharum 2 1,169 124 7,359 59 2 2 2 2 35% 43.4 30 Honggosoco 2 503 213 9,125 43 1 2 2 0 0% 0.0

(35)

No. Desa / Kel Zona Administratif Luas (ha) Luas Area Terbangun (ha) Jumlah Penduduk (org) 2013 Kepadatan Penduduk (org/Ha) 2013 Klasifikasi Perkotaan (urban) - Pedesaan (rural) saat ini; 1=urban 2=rural Apakah terdapat area CBD saat ini. 1=ya 2=tidak Apakah area terpengaruh oleh pasang surut : 1= ya; 2= tidak Estimasi area permukiman rawan genangan Persentase luas area permukiman rawan genangan Luas genangan (Ha) 31 Karangbener 2 393 93 7,265 78 1 1 2 0 0% 0.0 32 Bacin 2 140 75 4,355 58 1 1 2 0 0% 0.0 33 Panjang 2 100 68 4,437 66 1 1 2 0 0% 0.0 34 Peganjaran 2 190 61 6,649 109 1 1 2 2 35% 21.3 35 Jurang 2 261 84 7,685 92 1 2 2 0 0% 0.0 36 Kedungsari 2 613 212 11,447 54 1 2 2 0 0% 0.0 37 Cendono 2 369 111 10,885 98 1 2 2 0 0% 0.0 38 Rejosari 2 383 122 4,015 33 2 2 2 0 0% 0.0 39 Tergo 2 341 84 3,439 41 2 2 2 0 0% 0.0 40 Cranggang 2 538 79 4,683 59 2 2 2 0 0% 0.0 41 Lau 2 740 234 9,985 43 1 2 2 0 0% 0.0 42 Puyoh 2 458 101 6,927 68 2 2 2 0 0% 0.0 Jumlah 11,430 3,403 242,159 929.8 Zona 3 1 Kedungdowo 3 309 78 10,515 136 1 1 2 2 35% 27.1 2 Karangampel 3 175 34 5,582 165 1 1 2 1 10% 3.4 3 Mijen 3 236 71 10,046 141 1 1 2 1 10% 7.1 4 Kaliwungu 3 304 64 8,006 126 2 2 2 2 35% 22.2 5 Purwosari 3 103 83 9,307 112 1 1 2 1 10% 8.3 6 Wergu Wetan 3 54 29 4,799 165 1 1 2 1 10% 2.9

(36)

No. Desa / Kel Zona Administratif Luas (ha) Luas Area Terbangun (ha) Jumlah Penduduk (org) 2013 Kepadatan Penduduk (org/Ha) 2013 Klasifikasi Perkotaan (urban) - Pedesaan (rural) saat ini; 1=urban 2=rural Apakah terdapat area CBD saat ini. 1=ya 2=tidak Apakah area terpengaruh oleh pasang surut : 1= ya; 2= tidak Estimasi area permukiman rawan genangan Persentase luas area permukiman rawan genangan Luas genangan (Ha) 7 Mlati Kidul 3 47 29 4,156 141 1 1 2 2 35% 10.3 8 Demaan 3 37 33 4,852 147 1 1 2 3 65% 21.4 9 Damaran 3 18 17 1,473 84 1 1 2 3 65% 11.4 10 Krandon 3 42 33 4,237 129 1 1 2 1 10% 3.3 11 Singocandi 3 162 62 8,320 134 1 1 2 2 35% 21.7 12 Jati Wetan 3 262 114 8,600 75 1 1 2 2 35% 39.9 13 Pasuruhan Lor 3 338 73 10,732 147 1 1 2 1 10% 7.3 14 Ploso 3 74 48 7,322 152 1 1 2 1 10% 4.8 15 Getaspejaten 3 152 79 11,049 139 1 1 2 1 10% 7.9 16 Loram Kulon 3 199 72 8,016 112 1 1 2 2 35% 25.1 17 Jepangpakis 3 196 68 9,367 137 1 1 2 0 0% 0.0 18 Megawon 3 143 47 5,426 116 1 1 2 1 10% 4.7 19 Wonosoco 3 542 30 1,055 35 2 2 2 3 65% 19.6 20 Lambangan 3 282 45 2,587 57 2 2 2 3 65% 29.4 21 Medini 3 342 54 6,930 129 1 2 2 3 65% 35.0 22 Sambung 3 234 18 3,983 222 1 2 2 3 65% 11.7 23 Glagahwaru 3 264 45 3,695 83 2 2 2 4 80% 35.7 24 Kutuk 3 625 90 6,397 71 2 2 2 3 65% 58.4 25 Undaan Kidul 3 656 94 7,178 76 1 2 2 3 65% 61.1 26 Undaan Tengah 3 622 70 4,977 71 1 2 2 3 65% 45.6 27 Karangrowo 3 1,100 88 6,910 78 2 2 2 4 80% 70.8

(37)

No. Desa / Kel Zona Administratif Luas (ha) Luas Area Terbangun (ha) Jumlah Penduduk (org) 2013 Kepadatan Penduduk (org/Ha) 2013 Klasifikasi Perkotaan (urban) - Pedesaan (rural) saat ini; 1=urban 2=rural Apakah terdapat area CBD saat ini. 1=ya 2=tidak Apakah area terpengaruh oleh pasang surut : 1= ya; 2= tidak Estimasi area permukiman rawan genangan Persentase luas area permukiman rawan genangan Luas genangan (Ha) 28 Larikrejo 3 222 10 1,463 143 2 2 2 3 65% 6.7 29 Undaan Lor 3 579 76 7,529 98 2 2 2 3 65% 49.7 30 Wates 3 476 47 5,125 109 2 2 2 4 80% 37.5 31 Ngemplak 3 508 58 3,994 69 2 2 2 3 65% 37.6 32 Terangmas 3 155 25 1,359 54 1 2 2 3 65% 16.5 33 Berugenjang 3 227 37 1,263 34 2 2 2 3 65% 24.1 34 Payaman 3 356 49 5,201 106 1 2 2 4 80% 39.3 35 Kirig 3 560 48 4,337 90 2 2 2 3 65% 31.5 36 Temulus 3 415 66 6,283 95 2 2 2 4 80% 53.1 37 Bulungcangkring 3 1,024 150 12,510 84 2 2 2 4 80% 119.8 38 Pladen 3 331 53 5,516 103 2 2 2 4 80% 42.7 39 Klaling 3 589 137 8,471 62 1 2 2 2 35% 48.0 40 Jekulo 3 224 103 10,365 100 1 2 2 2 35% 36.2 41 Gribig 3 243 80 8,415 105 1 1 2 2 35% 28.2 42 Klumpit 3 337 91 12,088 132 1 1 2 0 0% 0.0 43 Getassrabi 3 374 105 11,215 107 1 1 2 0 0% 0.0 44 Kandangmas 3 1,292 206 12,138 59 2 2 2 0 0% 0.0 Jumlah 15,430 2,912 292,789 4,732 1,166.5

(38)

No. Desa / Kel Zona Administratif Luas (ha) Luas Area Terbangun (ha) Jumlah Penduduk (org) 2013 Kepadatan Penduduk (org/Ha) 2013 Klasifikasi Perkotaan (urban) - Pedesaan (rural) saat ini; 1=urban 2=rural Apakah terdapat area CBD saat ini. 1=ya 2=tidak Apakah area terpengaruh oleh pasang surut : 1= ya; 2= tidak Estimasi area permukiman rawan genangan Persentase luas area permukiman rawan genangan Luas genangan (Ha) Zona 4 1 Kalirejo 4 343 33 6,627 199 2 2 2 3 65% 21.6 Jumlah 343 33 6,627 21.6 Total

(39)

Referensi

Dokumen terkait

a. Sebagai arahan pembentuk sistem pusat kegiatan wilayah Kabupaten Gorontalo Utara yang memberikan layanan bagi kawasan perkotaan dan.. kawasan perdesaan

Dengan pertimbangan tersebut di atas, maka arahan pengelolaan kawasan perdesaan yang berada di Provinsi Banten merupakan sistem perkotaan dalam wilayah provinsi yang berkaitan

Tahapan Pengembangan Sanitasi Subsektor Air Limbah Domestik Kabupaten Lampung Timur Dalam menentukan wilayah pengembangan sanitasi subsector air limbah , ditentukan

Pada penelitian ini, analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kepadatan lalat berdasarkan teknik pengelolaan sampah di TPS Konvensional

Penentuan fitur sistem penanganan sampah berdasarkan kriteria yang ada dalam Standar Pelayanan Minimun (SPM), wilayah pengembangan pelayanan persampahan dapat diidentifikasi dan

Untuk mengatasi timbulan sampah diseluruh wilayah kecamatan agar tidak memunculkan pencemaran lingkungan yang mengakibatkan menurunnya kualitas kesehatan lingkungan, pengelolaan

Selain itu, pengembangan Wilayah Jawa-Bali juga tetap diarahkan untuk mendukung: Percepatan pembangunan wilayah perdesaan, Penguatan keterkaitan desa kota, Percepatan

Tabel 3.13 Kategori Pemahaman Konsep pada Pretest dan Posttest Kelas Kontrol Indeks Rata-Rata Kategori Tingkat Pemahaman Konsep Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi