KATA PENGANTAR. Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang dengan

26 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)
(2)

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang dengan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan dan Penyampaian Visi, Misi dan Program Prioritas. Shalawat teriring Salam juga kita sampaikan kepada Junjungan Alam Nabi Besar Muhammad SAW beserta para sahabat dan keluarganya sekalian. Penyusunan Visi, Misi dan Program Prioritas ini merupakan salah satu persyaratan untuk pencalonan ke KIP Kabupaten Pidie, sebagaimana yang diamanatkan dalam Pasal 42 ayat (1) huruf s Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 9 Tahun 2015 Tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota. Sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 9 Tahun 2016 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 9 Tahun 2015 Tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.

Visi, Misi dan Program Prioritas ini akan kami tawarkan kepada masyarakat dan stakeholders terkait lainnya, dan kami sangat terbuka terhadap saran dan masukan dari manapun terhadap pemantapannya. Sehingga, bila kami diberikan amanah oleh masyarakat Pidie dan direstui

(3)

$%'8//$+  

:$.,/ %83$7, %83$7, 3$6 $1*$1&$/21

$OODK

VZU

PDND 53- 0' .DEXSDWHQ 3LGLH 7DKXQ  \DQJ EDKDQ GDVDUQ\D GDUL 9LVL 0LVL GDQ 3URJUDP 3ULRULWDV LQL DNDQ OHELK VHPSXUQD 6HODQMXWQ\D NDPL PHQJXFDSNDQ WHULPD NDVLK GDQ DSUHVLDVL \DQJ EHVDU NHSDGDPDV\DUDNDW .DEXSDWHQ3LGLH \DQJWHODK PHPEHULNDQ GXNXQJDQPRULO GDQ PDWHULO VHUWDDPDQDKGDQLVWLTDPDK VHKLQJJD NDPLSXQ\D LNKWLDU \DQJ NXDW XQWXN PHQFDORQNDQ GLUL ODJL 6 HPRJD GXNXQJDQ VHOXUXK PDV\DUDNDW .DEXSDWHQ3LGLH GDSDWGLZXMXGNDQ GHQJDQPHPLOLK NDPL VHEDJDL%XSDWL GDQ :DNLO%XSDWL 3LGLH3HULRGH

(4)

BAB I PENDAHULUAN

Nota kesepahaman antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (Memorandum of understanding Between The Government of Republic of I ndonesia and The Free Aceh Movement), yang ditandatangani pada 15 Agustus Tahun 2005 di Helsinki Finlandia, menandakan kilas baru sejarah perjalanan Aceh dan kehidupan masyarakatnya menuju keadaan yang damai, adil, makmur, sejahtera dan bermartabat. Nota kesepahaman ini merupakan bentuk rekonsiliasi secara bermartabat menuju pembangunan sosial, ekonomi dan politik masyarakat Aceh secara keseluruhan. Hal tersebut merupakan sebagian dari faktor yang memberi konsiderasi lahirnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Undang-Undang Pemerintahan Aceh mengatur dengan tegas tentang tatanan otonomi yang seluas-luasnya yang diberlakukan di Aceh dan merupakan subsistem dari sistem pemerintahan nasional.

Dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh merupakan satu tonggak sejarah dalam perjalanan Bangsa Indonesia khususnya bagi masyarakat Aceh. Karena dengan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) tercurah harapan untuk terciptanya perdamaian yang langgeng, menyeluruh,

(5)

adil dan bermartabat, sekaligus sebagai wahana pelaksanaan pembangunan dalam rangka mewujudkan masyarakat Aceh yang sejahtera khususnya di Kabupaten Pidie.

Pembangunan merupakan rangkaian dari proses yang berkesinambungan antara satu periode pembangunan dengan periode pembangunan berikutnya. Antara periode pembangunan tersebut tidak boleh terputus atau diputuskan/dibelokkan menurut kemauan kelompok yang sedang berkuasa pada periode tersebut. Hal ini sesuai dengan filosofi perencanaan sebagaimana yang diamanahkan dalam tujuan berbangsa dan bernegara (Pembukaan UUD 1945) dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional serta ditindaklanjuti dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 9 Tahun 2015 Pasal 42 ayat (1) huruf s tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota. Sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 9 Tahun 2016 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 9 Tahun 2015 Tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota. Dimana setiap pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota dipersyaratkan menyampaikan Visi, Misi dan Program Prioritas yang mengacu

(6)

Pembangunan Kabupaten Pidie harus dilaksanakan dengan melibatkan semua stakeholders demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Paradigma baru pembangunan kedepan harus diarahkan kepada terjadinya pemerataan (equity), pertumbuhan (growth), dan keberlanjutan (sustainability) dalam pembangunan ekonomi. Salah satu sistem pendukung untuk mewujudkan paradigma baru pembangunan dari aspek politik yaitu adanya kemauan semua pihak yang berkepentingan (stakeholders) untuk memperbaiki kondisi yang ada serta kemauan untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah.

Pembangunan Kabupaten Pidie adalah pembangunan untuk semua, tanpa kecuali, yang secara implisit di dalamnya mengandung makna pembangunan yang berkeadilan, dan merata. Strategi pemberdayaan rakyat melepaskan diri dari perangkap trade off pertumbuhan dan pemerataan. Pertumbuhan ekonomi dan pemerataan harus berjalan serempak, dan bukan pilihan prioritas (trade-off) satu terhadap lainnya. Pemerataan akan menciptakan landasan lebih luas bagi pertumbuhan, dan menjamin pertumbuhan berkelanjutan, karena pola pertumbuhan adalah sama pentingnya dengan kecepatan pertumbuhan. Pertumbuhan ekonomi ( pro-growth) harus dapat menciptakan lapangan kerja (pro-job), dan pendapatan yang lebih baik bagi semua golongan masyarakat, terutama penduduk miskin (pro-poor), serta pertumbuhan ekonomi tidak boleh merusak lingkungan (pro-environment). Melalui strategi tersebut, diharapkan pertumbuhan dan

(7)

pemerataan mampu berjalan serempak, sehingga pertumbuhan ekonomi melibatkan, menyentuh, dan bermanfaat sebesar-besarnya bagi semua, termasuk penduduk miskin, sehingga peningkatan pertumbuhan ekonomi pada saat yang sama disertai penurunan jumlah penduduk miskin, dan juga penurunan ketimpangan pendapatan.

(8)

BAB I I

GAMBARAN UMUM KABUPATEN PI DI E

Kabupaten Pidie merupakan salah satu kabupaten yang terletak dalam wilayah Provinsi Aceh yang secara Secara geografis terletak pada posisi antara 04,300 - 04,600Lintang Utara dan 95,75o – 96,20o Bujur Timur. Luas wilayah Kabupaten Pidie berdasarkan aspek administrasi mencakup wilayah daratan seluas 318.444,75 Ha, yang terdiri dari 23 kecamatan, 97 kemukiman dan 731 gampong, wilayah laut kewenangan sejauh 4 mil sejauh garis pangkal seluas 39.845,37 Ha, wilayah udara di atas daratan dan laut kewenangan, serta termasuk ruang di dalam bumi di bawah wilayah daratan dan laut kewenangan, dengan batas-batas wilayah Kabupaten Pidie, meliputi: • Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kabupaten Pidie Jaya,

Bireuen, Aceh Barat dan Aceh Tengah;

• Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kabupaten Aceh Besar dan Aceh Jaya;

• Sebelah Utara : Berbatasan dengan Selat Malaka, Pidie Jaya dan Bireuen; dan

• Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Jaya dan Aceh Besar.

(9)

Tabel 1

Pembagian Wilayah Administrasi Kabupaten Pidie

No. Kecamatan Nama I bukota Jumlah

Mukim

Jumlah Gampong

1 Geumpang Geumpang 1 6

2 Mane Mane 1 4

3 Glumpang Tiga Glumpang

Minyeuk 4 34

4 Glumpang Baro Cot Glumpang 4 21

5 Mutiara Beureunuen 4 29

6 Mutiara Timur Bandar Mutiara 7 48

7 Tiro/Truseb Tiro 4 19

8 Tangse Tangse 4 28

9 Keumala Keumala 2 18

10 Titeue Titeue 2 13

11 Sakti Kota Sakti 7 49

12 Mila Mila 3 20

13 Padang Tiji Padang Tiji 6 64

14 Delima Reubee 4 44

15 Grong-grong Grong-grong 2 15

16 Indrajaya Caleue 5 49

17 Peukan Baro Lampoih Saka 6 48

18 Kembang

Tanjong

Kembang

Tanjong 6 45

19 Simpang Tiga Simpang Tiga 7 52

20 Kota Sigli Kota Sigli 3 15

21 Pidie Lhok Keutapang 8 64

22 Batee Batee 4 28

23 Muara Tiga Laweueng 3 18

Jumlah 97 731

(10)
(11)

Secara topografi, Kabupaten Pidie didominasi oleh kelas ketinggian 100–500 m sebesar 23,86%. Kelas ketinggian yang paling rendah adalah kelas dengan ketinggian 0-25 m sebesar 3,68% dan ketinggian 1.500-2.000 m adalah 0% dari luas wilayah Kabupaten Pidie. Ditinjau dari luasnya kawasan di Kabupaten Pidie yang memiliki tanah datar memungkinkan dalam pengembangan kawasan budidaya, karena komoditas yang dapat diusahakan untuk berproduksi secara optimal umumnya berada pada kawasan yang datar.

Kemiringan lereng merupakan faktor utama yang menentukan suatu daerah apakah layak untuk dibudidayakan atau tidak. Penggunaan lahan untuk kawasan fungsional seperti persawahan, ladang dan kawasan terbangun membutuhkan lahan dengan kemiringan dibawah 15%, sedangkan lahan dengan kemiringan di atas 40% akan sangat sesuai untuk penggunaan perkebunan, pertanian tanaman keras dan hutan.

Wilayah Kabupaten Pidie digolongkan menjadi 5 (lima) bentuk wilayah berdasarkan kemiringan lereng, yaitu (1) lahan datar, yang terdiri atas dataran rendahan dan dataran landai, (2) bergelombang, (3) agak berbukit, (4) berbukit, dan (5) bergunung, dengan kemiringan lereng berkisar dari 0->40%. Kemiringan lereng wilayah sangat bervariasi, yaitu datar sampai bergunung. Umumnya luasan wilayah menurut kelas lereng hampir berimbang. Kelas lereng datar dengan kemiringan 0–15% sebesar 23,53 Ha

(12)

yaitu mencakup Kecamatan Muara Tiga, Batee, Kota Sigli, Simpang Tiga, dan Kembang Tanjong. Keadaan menggambarkan penggunaan tanah di wilayah ini adalah usaha pertanian lahan basah, tambak dan tegalan. Daerah yang berlereng bergunung sampai terjal, yaitu wilayah pada kemiringan 25->40% terdapat di bagian selatan dengan jumlah luas 22,47 Ha (7,28%) yang umumnya berupa hutan, yaitu di Kecamatan Tangse, Mane, dan Geumpang.

(13)

BAB I I I VI SI DAN MI SI

H. SARJANI ABDULLAH DAN M. I RI AWAN, SE PASANGAN CALON BUPATI DAN WAKI L BUPATI PI DI E

PERI ODE 2017 - 2022

Visi dan Misi merupakan sebuah kondisi masa depan daerah yang ingin dicapai dalam 5 (lima) tahun mendatang. Visi dan Misi diharapkan mampu menjawab permasalahan pembangunan daerah dan/atau isu strategis yang harus diselesaikan dalam jangka menengah serta sejalan dengan visi dan arah pembangunan jangka panjang daerah. Visi dan Misi memberikan landasan pemikiran yang rasional tentang hasrat dan upaya yang harus dilakukan oleh semua pemangku kepentingan sebagai pihak yang terlibat dan terkait. Konsep kebijakan ini menjadi tuntunan bagi semua pihak dan diwujudkan melalui kebersamaan pandangan, sikap dan perbuatan. Pernyataan Visi dan Misi menjadi dasar bagi perumusan kerangka kebijakan dan strategi pembangunan oleh seluruh pelaku pembangunan

Dalam rangka mewujudkan kepemerintahan yang baik, sistem dan manajemen pemerintahan perlu dimantapkan antara lain dengan melakukan penataan wilayah dalam rangka mengefektifkan rentang kendali pengelolaan pemerintahan. Selain itu faktor lain yang sangat menentukan dalam mewujudkan kepemerintahan yang baik adalah peran kepemimpinan yang

(14)

Kepemimpinan harus dilandasi oleh kesadaran mengambil peran dan tanggung jawab untuk membangun demi sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat. kesadaran akan peran dan tanggung jawab tersebut bukan semata-mata merupakan tuntutan organisasi tetapi harus diyakini sebagai amanah dari Allah SWT. sebagaimana firmannya dalam Al-quran surah Al-Baqarah ayat 30 yang artinya : ”Dan ( ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah ( pemimpin) di bumi”. Oleh karena itu, organisasi dan kepemimpinan serta sistem yang berlaku di dalamnya harus dijalankan sesuai dengan petunjuk dan tuntunan-Nya serta dipertanggungjawabkan bukan saja di hadapan manusia, tetapi juga dihadapan-Nya. Pertanggungjawaban kepemimpinan ini ditegaskan lebih lanjut dalam sebuah hadis, bahwasanya Rasulullah Muhammad SAW bersabda: ”Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjaw aban tentang kepemimpinannya”.

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka dalam jangka waktu 5 (lima) tahun kedepan akan diwujudkan sebuah Pemerintahan Kabupaten Pidie yang bermotto Amanah dan I stiqamah serta bekerja dalam melaksanakan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan selalu berdasarkan pada prinsip-prinsip partisipasi masyarakat, sehingga semua warga masyarakat dapat merasakan dan menikmati adanya peningkatan

(15)

kesejahteraan. Untuk itu, diperlukan sebuah rumusan visi dan misi dalam rangka mewujudkan semua hal yang diinginkan tersebut.

3.1 Visi

Visi adalah pandangan jauh ke depan, ke arah mana dan bagaimana Kabupaten Pidie akan dibawa dan berkarya agar konsisten dan eksis, antisipatif, inovatif serta produktif. Visi merupakan suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan, berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan, di bangun melalui proses refleksi dan proyeksi yang digali dari nilai-nilai luhur yang dianut oleh seluruh komponen dan pemangku kepentingan. Pernyataan Visi Calon Bupati dan Wakil Bupati Pidie Periode 2017-2022 dalam membangun Kabupaten Pidie lima tahun kedepan adalah:

Pernyataan visi tersebut dilandasi pada nilai-nilai luhur yang melekat di dalam perilaku kehidupan keseharian masyarakat Kabupaten Pidie, yaitu "Pang Ulee Buet Ibadat Pang Ulee Hareukat Meugoe" dan “Pubuet Suroh Peuju’oh Teugah”. Secara filosofis visi tersebut dapat dijelaskan melalui makna yang terkandung di dalamnya, di mana nilai-nilai yang terkandung dalam visi tersebut saling berkait satu sama lain, yaitu :

TERWUJUDNYA MASYARAKAT PI DI E YANG I SLAMI , SEJAHTERA DAN BERMARTABAT DALAM KEDAMAI AN

(16)

Masyarakat Pidie adalah seluruh penduduk yang bertempat tinggal

dalam Kabupaten Pidie, tumbuh berkembang dalam segala aspek secara bersama dan berinteraksi dalam suatu hubungan sosial.

I slami, bahwa masyarakat Pidie merupakan masyarakat yang

beriman kepada Allah SWT dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Utusan Allah SWT. Senantiasa menghambakan diri kepada Allah SWT dengan cara melaksanakan amal ibadah yang disyariatkan-Nya sebagaimana yang dibawa oleh utusan-disyariatkan-Nya, Nabi Muhammad SAW hingga hari kiamat.

Sejahtera, yaitu terciptanya suatu keadaan masyarakat Kabupaten

Pidie yang aman sentosa dan makmur dengan terpenuhinya kebutuhan lahir dan batin berupa kebutuhan pangan, sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan, beribadah, mengembangkan adat istiadat, kebutuhan energi, transportasi, komunikasi, rekreasi dan hiburan yang islami serta kebutuhan lainnya untuk layaknya hidup sebagai manusia.

Bermartabat, yaitu bermakna bahwa terciptanya masyarakat

Kabupaten Pidie yang memiliki persamaan derajat dan tingkatan harkat kemanusiaan serta kedudukan yang terhormat sebagai makhluk Allah SWT yang memiliki kemampuan kodrat, hak dan kewajiban azasi dalam kehidupan pribadi (individu), bermasyarakat (sosial), berbangsa dan bernegara.

(17)

Kedamaian, yaitu bermakna bahwa terciptanya kehidupan

masyarakat Kabupaten Pidie yang aman tenteram dan bebas dari rasa ketakutan dan kekhawatiran, bebas dari gangguan dan rongrongan yang mengancam keselamatan lahir dan batin karena terjaminnya rasa keadilan dalam tata kehidupan, jauh dari pertikaian dan silang sengketa, mantap dalam menciptakan berbagai bentuk kerukunan, semua permasalahan diselesaikan dengan musyawarah, namun tetap menggalakkan dinamika masyarakat secara individu maupun kelompok merangsang aktivitas yang kreatif dan inovatif dalam memperlancar laju pembangunan.

(18)

3.2 Misi

Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Misi berfungsi sebagai pemersatu gerak, langkah dan tindakan nyata bagi segenap komponen penyelenggara pemerintahan tanpa mengabaikan mandat yang diberikannya. Misi merupakan penjabaran visi yaitu pernyataan-pernyataan tentang upaya yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan yang diinginkan. Berdasarkan Visi di atas, maka ditetapkan misi Calon Bupati dan Wakil Bupati Pidie Periode 2017-2022 dalam membangun Kabupaten Pidie lima tahun kedepan adalah:

1. Meningkatkan Pengamalan Nilai- Nilai Keislaman

2. Meningkatkan Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan Kemandirian Gampong

3. Meningkatkan Penanggulangan Kemiskinan

4. Meningkatkan Pembangunan I nfrastruktur yang Berkualitas, Keseimbangan Lingkungan dan Penanganan Bencana

5. Meningkatkan Kualitas Pendidikan formal, non formal dan I nformal yang I slami

6. Mew ujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih

7. Meningkatkan Mutu Layanan Kesehatan yang Berkualitas 8. Meningkatkan Kualitas Perdamaian dan Supremasi Hukum 9. Meningkatkan Pengembangan Sosial Budaya dan Pariw isata

(19)

Maksud dari kesembilan rumusan Misi tersebut adalah:

1. Meningkatkan Pengamalan Nilai- Nilai Keislaman, bermaksud membangun masyarakat Kabupaten Pidie yang islami, beriman, bertakwa dan berakhlak mulia dalam rangka mengembalikan harkat dan martabat masyarakat Kabupaten Pidie. Terciptanya tatanan pemerintahan yang Islami serta diamalkannya Syariat Islam secara Kaffah dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dan menjadi modal dasar dalam pelaksanaan pembangunan Kabupaten Pidie.

2. Meningkatkan Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan Kemandirian Gampong, adalah mengembangkan kerangka ekonomi kerakyatan melalui peningkatan potensi sektor unggulan daerah di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, UMKM, koperasi dan pasar. Mengembangkan dan memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang dimiliki oleh masing-masing gampong dalam Kabupaten Pidie. 3. Meningkatkan Penanggulangan Kemiskinan, adalah mengurangi

tingkat kemiskinan, mencakup tidak saja upaya untuk mengatasi ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar tetapi juga untuk berpartisipasi sepenuhnya dalam proses pembangunan. Mengingat penyebab kemiskinan sangat bervariasi dan menyebar di seluruh daerah, maka pendekatan pelaksanaan kebijakan penanggulangan kemiskinan dilakukan secara multisektoral. Langkah-langkah kebijakan

(20)

dasar masyarakat miskin; perlindungan sosial, dan peningkatan kesempatan berusaha.

4. Meningkatkan Pembangunan I nfrastruktur yang Berkualitas, Keseimbangan Lingkungan dan Penanganan Bencana, adalah terwujudnya pembangunan infrastruktur yang berkualitas menjadi syarat mutlak dalam percepatan pertumbuhan ekonomi. Sementara dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat harus didukung oleh ketersediaan infrastruktur yang memadai. Konsekuesi logis dari sebuah pembangunan salah satunya adalah optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam. Pembangunan yang mengeksploitasi sumber daya alam tanpa memperhatikan keseimbangan lingkungan akan mengakibatkan menurunnya daya dukung dan kualitas lingkungan, yang akhirnya akan berakibat pada kerusakan alam dan bencana yang akan melanda manusia. Oleh karena itu, demi keberlangsungan kehidupan manusia dan terselenggaranya pembangunan yang berkelanjutan, diperlukan perhatian dan kepedulian yang sangat besar terhadap keseimbangan lingkungan dan kelestarian sumber daya alam. Terlaksananya pembangunan yang sesuai dengan rencana tata ruang wilayah melalui pembangunan berbasis lingkungan serta pengelolaan dan pengendalian bencana.

5. Meningkatkan Kualitas Pendidikan Formal, non Formal dan I nformal yang I slami, adalah terwujudnya peningkatan kualitas

(21)

pendidikan formal, non formal dan informal yang Islami, dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan kualitas meliputi pemantapan moral dan mental, peningkatan kualitas pendidikan dan kemampuan intelektual, keahlian dan daya saing, kemandirian dan kepercayaan diri untuk mendorong terciptanya masyarakat yang maju agar mampu menjadi subjek pembangunan, yang akan bermuara pada peningkatan produktifitas masyarakat dan kemampuan dalam menghadapi perkembangan ekonomi regional, nasional dan global. Upaya peningkatan kualitas pendidikan dimaksud, disertai juga dengan perhatian pada pemberdayaan perempuan agar memiliki kesetaraan peran dan fungsi dalam ruang pembangunan serta pemberdayaan generasi muda agar pada masa yang akan datang mampu mengambil peran dalam pembangunan.

6. Mew ujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih, hal ini bermaksud mewujudkan penyelenggaraan Tata kelola pemerintahan yang baik atau populer dengan istilah good governance adalah penyelenggaraan pemerintahan yang menerapkan prinsip-prinsip pemerintahan yang baik yaitu akuntabilitas, transparansi, keterbukaan, penegakan hukum (rule of law), profesionalitas, partisipatif dan desentralisasi. Sedangkan pemerintahan yang bersih (clean government) adalah pemerintahan yang bebas dari praktek Korupsi, Kolusi dan

(22)

pembangunan birokrasi yang baik dan bersih merupakan elemen penting untuk menjaga agar kelangsungan pembangunan tetap berkelanjutan. Untuk itu, dalam penyusunan perencanaan dan anggaran, akan diterapkan sistem anggaran berbasis kinerja secara menyeluruh sehingga diharapkan dapat membuahkan hasil yang positif khususnya dalam perbaikan kualitas pelayanan umum, efektivitas dan akuntabilitas pelaksanaan kegiatan oleh SKPK dan penanggulangan korupsi. Penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih tidak semata-mata merupakan tanggung jawab pemerintah saja tetapi merupakan sinergitas dari peran pemerintah, sektor swasta dan masyarakat secara proporsional dan bertanggung jawab. Proporsional dalam hal ini mengandung pengertian bahwa setiap domain pemerintahan melaksanakan peran dan fungsinya sesuai dengan kapasitas yang dimiliki berdasarkan tuntutan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bertanggung jawab mengandung pengertian bahwa pelaksanaan peran dan fungsi setiap domain pemerintahan harus dapat dipertanggungjawabkan secara objektif berdasarkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik. Dengan terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih akan dapat menciptakan suasana pemerintahan dan kehidupan masyarakat yang kondusif dalam membangun daerah sehingga akan dapat mendorong terciptanya masyarakat yang maju, sejahtera dan bermartabat.

(23)

7. Meningkatkan Mutu Layanan Kesehatan yang Berkualitas, adalah terwujudnya mutu layanan kesehatan yang berkualitas dan profesional terhadap masyarakat dengan berpedoman kepada peraturan perundang-undangan. Dalam Undang-Undang Dasar Negara Indonesia diamanatkan bahwa Kesehatan merupakan salah satu aspek dari hak asasi manusia, yaitu sebagaimana yang tercantum dalam pasal 28H ayat (1) yang mengamanatkan bahwa “setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapat lingkungan hidup yang baik dan sehat, serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”. Mutu pelayanan kesehatan merupakan tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan yang ditetapkan, sehingga menimbulkan kepuasan bagi setiap pasien. Keberhasilan pembangunan Kesehatan berperan penting dalam meningkatkan mutu dan daya saing sumber daya manusia.

8. Meningkatkan Kualitas Perdamaian dan Supremasi Hukum, adalah mewujudkan peningkatan kualitas perdamaian dan supremasi hukum dengan menjadikan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) dan turunan peraturannya sebagai acuan pelaksanaan dan percepatan pembangunan Kabupaten Pidie secara menyeluruh serta mewujudkan perdamaian abadi di Aceh pada umumnya dan Kabupaten Pidie khususnya. Penegakan supremasi hukum

(24)

terhadap hak-hak asasi manusia secara universal harus ditegakkan melalui pengembangan budaya hukum di semua lapisan masyarakat untuk terciptanya kesadaran dan kepatuhan hukum dalam kerangka supremasi hukum dan tegaknya negara hukum. Supremasi hukum juga harus ditegakkan dalam rangka perlindungan terhadap anak dan pemberdayaan terhadap perempuan yang merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan pembangunan yang dapat dinikmati oleh seluruh penduduk Kabupaten Pidie tanpa membedakan jenis kelamin, laki-laki, perempuan, anak-anak maupun orang tua secara adil, efektif dan akuntabel.

9. Meningkatkan Pengembangan Sosial Budaya dan Pariw isata I slami, adalah terwujudnya pengembangan sosial budaya, adat istiadat dan pariwisata Islami di Kabupaten Pidie. Potensi pariwisata Kabupaten Pidie yang merupakan karunia Allah SWT yang sangat indah dan mempesona ini kita kembangkan sedemikian rupa, sehingga akan mengundang minat orang (wisatawan nusantara dan manca negara) untuk datang ke Pidie dalam jumlah yang banyak dan meningkat setiap tahunnya. Ketika orang sudah banyak yang mengunjungi daerah ini, tentu mereka butuh akan kuliner, penginapan, hiburan adat dan budaya Islami, transportasi, komunikasi serta jasa untuk melayaninya dalam menikmati suasana lingkungan alam yang mempesona, sekaligus

(25)

menjadi pasar bagi produksi pangan yang dihasilkan oleh masyarakat Pidie.

3.3 Prioritas Pembangunan Kabupaten Pidie

Program-program pembangunan dalam rangka mendukung pencapaian pembangunan dirumuskan ke dalam 11 (sebelas) prioritas pembangunan Kabupaten Pidie sebagai berikut:

1. Peningkatan Pengamalan Nilai-Nilai Keislaman;

2. Peningkatan Ekonomi Kerakyatan dan Perluasan Kesempatan Kerja; 3. Pembangunan Gampong;

4. Penanggulangan Kemiskinan; 5. Peningkatan Ketahanan Pangan; 6. Infrastruktur yang Berkualitas;

7. Reformasi Birokrasi, Tata Kelola dan Pelayanan Publik; 8. Peningkatan Kualitas Pendidikan;

9. Peningkatan Pelayanan Kesehatan yang Berkualitas;

10. Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pengurangan Resiko Bencana; dan 11. Pengembangan Sosial Budaya dan Pariwisata.

(26)

+6$5- $ ,$%'8/ / $+  M :$.,/ %83$7, %83$7, 3$6 $1*$1&$/21 SHUWRORQJDQKLGD\DKGDQSHWXQMXN$OODK6 :7$PLLQ :DVVDODPXDODLNXP :U :E

'HPLNLDQODK SRNRNSRNRN SLNLUDQ \DQJ VXQJJXKVXQJJXK DNDQ NDPL ODNVDQDNDQVHODNXFDORQ %XSDWLGDQ :DNLO %XSDWL 3LGLH3HULRGH %HUGDVDUNDQVLIDW NHEHUVDPDDQ\DLWX GDUL UDN\DW XQWXN UDN\DW ,QV\D$OODK VHPXD WXMXDQ GDQ FLWDFLWD PDV\DUDNDW 3LGLH DNDQ WHUNDEXO GHQJDQ NHSDGDPDV\DUDNDW.DEXSDWHQ3LGLHXQWXN  OLPD WDKXQ NHGHSDQELODNDPL GLEHULNDQ DPDQDK GDQ GLUHVWXL ROHK $OODK 6 :7 PHQMDGL %XSDWL GDQ :DNLO %XSDWL3LGLH 0DVXNDQGDQVDUDQGDULPDV\DUDNDWGDQSLKDNSLKDNSHPDQJNX NHSHQWLQJDQ XQWXN NHPDMXDQ PDV\DUDNDW .DEXSDWHQ 3LGLH VDQJDW NDPL GDPEDNDQ

9LVL GDQ 0LVL LQL PHUXSDNDQ UHQFDQD EHVDU \DQJ .DPL WDZDUNDQ %$%,9 

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :