Rencana Strategis
Tahun 2013 - 2018
Dinas Perindustrian Dan
Perdagangan Provinsi Jawa Barat
Jl. Asia Afrika No. 146 - Bandung 40261
Telp. (022) 4230897 - 4230898 Fax. 4200331 - 4230929
Website : www.disperindag.jabarprov.go.id
Jl. Asia Afrika No. 146 - Bandung 40261
Telp. (022) 4230897 - 4230898 Fax. 4200331 - 4230929
Website : www.disperindag.jabarprov.go.id
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018
i
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur ke Khadirat Allah S.A.W. bahwa Rencana
Strategis (RENSTRA) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun
Anggaran 2013-2018 telah selesai disusun.
RENSTRA Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat 2013-2018
yang telah diselaraskan dengan Peraturan Daerah Provinsi Nomor 25 Tahun 2014 tentang
RPJMD Jawa Barat 2014-2018. Prosesnya diawali dengan pengumpulan aspirasi dari
masyarakat dilanjutkan dengan koordinasi dan sinergi dengan Pemerintah Provinsi dan
Pemerintah Pusat yaitu Kementarian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan.
RENSTRA ini merupakan dokumen perencanaan lima tahun yang digunakan
sebagai pedoman dalam pembangunan dan pengembangan urusan industri dan
perdagangan, dan penyusunannya disesuaikan dengan kebutuhan dan isu strategis dan
sebagai bahan koordinasi baik dengan Pusat, Kabupaten/Kota di Jawa Barat maupun
instansi terkait sehinga terjalin sinergitas dalam pengembangan industri dan perdagangan
di Jawa Barat.
Dalam Renstra terdapat gambaran umum sektor industri dan perdagangan, isu-isu
stretegis yang dihadapi beserta kebijakan yang dirumuskan untuk pembangunan dan
pengembangan industri dan perdagangan dimasa yang akan datang. Kebijakan tersebut
dijabarkan dalam tujuan, sasaran strategis, indikator sasaran, indikasi Program/Kegiatan
serta indikasi pendanaan yang akan dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Provinsi Jawa Barat dengan dukungan dana APBD Jawa Barat untuk mendukung
mewujudkan janji Gubernur yang telah tertuang dalam RPJMD Jabar 2014-2018 dan
prioritas pembangunan daerah urusan industri dan perdagangan yang diharapkan dapat
berdampak kepada menciptakan lapangan kerja/menurunnya jumlah pengangguran dan
kemiskinan serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
Untuk itu, hendaknya semua unsur pimpinan dan aparatur pelaksana di lingkungan
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dapat melaksanakan berbagai
kegiatan yang telah direncanakan dengan penuh tanggungjawab sebagai pelaksanaan
dari tugas pokok dan fungsinya.
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018
ii
Bandung,
September 2013
KEPALA DINAS
PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN
PROVINSI JAWA BARAT
Dr Ir. FERRY SOFWAN ARIF MSi.
Pembina Utama Muda
NIP.19621121 198909 1 001
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018
iii
DAFTAR – ISI
Hal. Pengantar... i Daftar isi ... iii Bab I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ... I-1 1.2. Landasan Hukum ... I-2 1.3. Maksud dan Tujuan ... I-5 1.4. Sistimatika Penulisan ... I-5
Bab II GAMBARAN PELAYANAN
2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi ... II-1 2.2. Sumber daya ... II-6 2.3. Kinerja Pelayanan ... II-10 2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan ... II-17
Bab III ISU-ISU STRATEGIS
3.1. identifikasi Permasalahan ... III-1 3.2. Telaahan Visi, Misi & Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
Terpilih ... III-4 3.3. Telaahan Renstra Kementerian/lembaga ... III-10 3.4 Telaahan terhadap RTRW Provinsi Jawa Barat 2009-2029 dan
Kajian Lingkungan Hidup Strategis Provinsi Jawa Barat ... III-18 3.5 Penentuan isu-isu strategis ... III-22
Bab IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
4.1 Visi dan Misi ... IV-1 4.2 Tujuan, Sasaran dan Strategi ... IV-2 4.3 Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Strategi serta Kebijakan ... IV-6 4.4 Nilai-nilai ... IV-9
Bab V PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF ... V-1
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018
iv
Bab VI INDIKATOR KINERJA YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD6.1 Tujuan dan sasaran RPJMD ... VI-1 6.2 Indikator Kinerja yang mengacu pada RPJMD ... VI-1
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018
I-1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional merupakan landasan hukum dibidang perencanaan pembangunan baik oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Peraturan ini merupakan satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana pembangunan jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggaraan pemerintahan di Pusat dan Daerah dengan melibatkan masyarakat.
Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah mengamanatkan bahwa perencanaan daerah dirumuskan secara transparan, responsif, efisien, efektif, akuntabel, partisipatif, terukur, berkeadilan, dan berwawasan lingkungan. Adapun perencanaan pembangunan daerah adalah suatu proses penyusunan tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan di dalamnya, guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah/ daerah dalam jangka waktu tertentu.
Perencanaan pembangunan menengah daerah diwujudkan dalam bentuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Barat, yang merupakan dokumen perencanaan Pemerintah Daerah selama 5 (lima) tahun ke depan dan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) serta mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). RPJMD Provinsi Jawa Barat Tahun 2013 – 2018 disusun sebagai acuan kelanjutan pembangunan Provinsi Jawa Barat 5 (lima) tahun sebelumnya, yaitu Tahun 2008 – 2013.
Demikian pula halnya Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2013 - 2018 merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Barat 2013 – 2018. Selain itu, RENSTRA Dinas disusun dengan mengkolaborasikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010 – 2014.
Penyusunan RENSTRA Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2013 - 2018 merupakan hasil proses panjang yang melibatkan seluruh stakeholder mulai dari perumusan indikator, strategi dan kebijakan guna mencapai target kinerja program prioritas, perumusan rencana program, kegiatan, kelompok sasaran beserta pendanaan indikatif sampai dengan penyelarasan perumusan indikator kinerja yang mengacu pada tujuan dan sasaran dalam rancangan awal RPJMD.
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018
I-2
Pembahasan dengan seluruh stakeholder dilaksanakan dalam Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan RENSTRA pada 5 (lima) wilayah yaitu Wilayah Cirebon, Wilayah Bogor, Wilayah Purwakarta dan Wilayah Priangan sampai dengan perumusan rancangan RENSTRA yang bertempat di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat.Pentahapan pembangunan bidang industri dan perdagangan tersebut dirumuskan berdasarkan evaluasi pelaksanaan dan ketercapaian indikator kinerja selama 5 (lima) tahun kebelakang dan penetapan isu strategis yang berkembang. Prioritas pengembangan industri unggulan di Jawa Barat yaitu pada pengembangan Industri Kreatif, Industri Telematika, Industri Furniture dan Industri Komponen Otomotif serta pengembangan IKM unggulan di Kab./Kota yg berbasis kompetensi inti daerah. Sedangkan prioritas pembangunan di bidang perdagangan adalah Pengembangan Sistem Perdagangan Dalam Negeri, Pengamanan Pasar Dalam Negeri, serta Pengembangan Ekspor Daerah dan Promosi Ekspor dengan senantiasa meningkatkan daya saing industri pengolahan dan skema perdagangan yang tertata diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga mampu mendongkrak indeks daya beli yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.
1.2.
Landasan Hukum
RENSTRA Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2013 – 2018 mengacu kepada:
1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 164, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
3. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang
(RPJP) Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018
I-3
5. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4577);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2012; 10. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
14. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833);
15. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010 – 2014;
16. Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Dan Menteri Keuangan Nomor 28 Tahun 2010, Nomor 0199/M PPN/04/2010, Nomor PMK 95/PMK 07/2010 tentang Penyelarasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014;
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018
I-4
17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman PengelolaanKeuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah
19. Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 10/M-IND/PER/1/2010 Tentang Rencana Strategis Kementerian Perindustrian Tahun 2010-2014;
20. Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 03/M-DAG/PER/1/2010 Tentang Rencana Strategis Kementerian Perdagangan Tahun 2010-2014;
21. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Tahun 2008 Nomor 11 Seri D, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 47); Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2012;
22. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 9 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008 Nomor 8 Seri E, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 45);
23. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 10 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Provinsi Jawa Barat (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008 Nomor 9 Seri D, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 46);
24. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2009 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat (Lembaran Daerah Tahun 2009 Nomor 6 Seri E, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 64);
25. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 25 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018; 26. Peraturan Gubernur Provinsi Jabar Nomor 69 Tahun 2009 tentang Tugas Pokok, Fungsi,
Rincian Tugas dan Tata Kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat ( Berita Daerah Tahun 2009 Nomor 142 Seri D);
27. Peraturan Gubernur Provinsi Jabar Nomor 113 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas dan badan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa barat ( Berita Daerah Tahun 2009 Nomor 186 Seri D);
28. Peraturan Gubernur Provinsi Jabar Nomor 49 Tahun 2010 tentang Tugas Pokok, Fungsi, Rincian Tugas Unit dan Tata Kerja Pelaksana Teknis Dinas di Lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat;
29. Peraturan Gubernur Provinsi Jabar Nomor 6 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 113 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018
I-5
Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas di Lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat;30.
Surat Keputusan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat No. 800/5865/Skrt tahun 2013 Tanggal 28 Juni 2013 tentang Pembentukan Tim Penyusunan Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2013 – 2018.1.3.
Maksud dan Tujuan
Maksud disusunnya Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2013 - 2018 adalah mewujudkan pembangunan industri dan perdagangan yang berkeadilan melalui pembagian peran secara proporsional antara berbagai stakeholder terkait dari Pemerintah (Pusat, Provinsi dan Kab./Kota), Pelaku Usaha, Perguruan Tinggi, Lembaga, Asosiasi.
Tujuan penyusunan Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2013 – 2018 adalah:
1) Mewujudkan pentahapan pembangunan industri dan perdagangan yang kokoh dalam pencapaian Visi dan Misi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat; 2) Mewujudkan integrasi, sinkronisasi, dan sinergitas pembangunan urusan industri dan
perdagangan baik antar Pusat, Provinsi dan Kab./Kota di Jawa Barat;
3) Mengoptimalkan peran Pemerintah, Pelaku Usaha, Perguruan Tinggi dan Komunitas urusan Industri dan Perdagangan.
4) Memanfaatkan potensi sumber daya Industri dan Perdagangan di Jawa Barat secara efisien dan efektif.
1.4. Sistimatika Penulisan
Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2013 – 2018, memberikan arah perencanaan pembangunan jangka menengah daerah dan penganggaran yang meliputi urusan industri dan perdagangan di Jawa Barat. Adapun sistimatika penulisan RENSTRA adalah sebagai berikut:
BAB I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang
Menjelaskan mengenai latar belakang penyusunan Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat tahun 2013 - 2018, didalamnya Mengemukakan secara ringkas pengertian Renstra SKPD, fungsi Renstra SKPD dalam penyelenggaraan pembangunan daerah, proses
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018
I-6
penyusunan Renstra SKPD, keterkaitan Renstra SKPD dengan RPJMD, Renstra K/L dan Renstra provinsi/kabupaten/kota, dan dengan Renja.1.2. Landasan Hukum
Menjelaskan tentang undang-undang, peraturan pemerintah, Peraturan Daerah, dan ketentuan peraturan lainnya yang mengatur tentang struktur organisasi, tugas dan fungsi, kewenangan, serta pedoman yang dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran.
1.3. Maksud Tujuan
Menjelaskan maksud dan tujuan penyusunan Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat tahun 2013 – 2018.
1.4. Sistematika Penulisan
Menguraikan pokok bahasan dalam penulisan Renstra SKPD, serta susunan garis besar isi dokumen.
BAB II Gambaran Pelayanan Dinas
2.1 Tugas, Fungsi dan Stuktur Organisasi.
Menjelaskan secara umum tentang dasar hukum pembentukan, struktur organisasi, serta uraian tugas dan fungsi. Uraian tentang struktur organisasi ditujukan untuk menunjukkan organisasi, jumlah personil, dan tata laksana (proses, prosedur, mekanisme).
2.2 Sumber Daya Dinas
Menjelaskan tentang macam sumber daya yang dimiliki dalam menjalankan tugas dan fungsinya, mencakup sumber daya manusia, asset/modal, dan unit usaha yang masih operasional.
2.3 Kinerja Pelayanan
Menjelaskan tingkat capaian kinerja berdasarkan sasaran/target Renstra periode sebelumnya, dan indikator kinerja pelayanan dan indikator yang telah diratifikasi oleh pemerintah.
2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan
Menjelaskan hasil analisis terhadap Renstra K/L, RPJMD Provinsi Jawa Barat yang berimplikasi sebagai tantangan dan peluang bagi pengembangan pelayanan SKPD pada lima tahun mendatang. Bagian ini mengemukakan macam pelayanan, perkiraan besaran kebutuhan pelayanan, dan arahan lokasi pengembangan pelayanan yang dibutuhkan.
BAB III Isu – isu Strategis
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018
I-7
Menjelaskan permasalahan-permasalahan pelayanan beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya.3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih.
Menjelaskan tugas dan fungsi yang terkait dengan visi, misi, serta program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih, faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan yang mempengaruhi pencapaiannya.
3.3. Telaahan RENSTRA Kementerian/Lembaga
Menjelaskan faktor-faktor penghambat ataupun faktor-faktor pendorong dari pelayanan yang mempengaruhi permasalahan pelayanan ditinjau dari sasaran jangka menengah Renstra K/L.
3.4. Isu-isu Strategis
Menjelaskan isu strategis berdasarkan tahun rencana.
BAB IV Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, Strategi dan Kebijakan 4.1. Visi dan Misi
Menjelaskan Visi dan Misi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2013 - 2018.
4.2. Tujuan dan Sasaran
Menjelaskan tujuan dan sasaran dalam 5 (lima) tahun. 4.3. Strategi dan Kebijakan
Menjelaskan strategi dan kebijakan dalam 5 (lima) tahun.
BAB V Program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif
Menjelaskan program dan kegiatan, indicator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif dari indicator kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2013 - 2018.
BAB VI Indikator Kinerja yang mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD 6.1. Tujuan dan Sasaran RPJMD
Menjelaskan tujuan dan sasaran RPJMD bidang Industri dan Perdagangan. 6.2. Indikator Kinerja yang mengacu kepada RPJMD
Menjelaskan indikator kinerja yang mengacu kepada RPJMD dalam 5 (lima) tahun.
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018
I-8
Menguraikan rangkuman tentang hal-hal pokok yang termuat dalam dokumen Rencana Strategis Tahun 2013 - 2018 sebagai arah kebijakan dalam pelaksanaan program kegiatan yang akan dilaksanakan selama 5 (lima) tahun kedepan.Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 II-1
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN
2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu pelaksana teknis Gubernur dalam Pemerintahan Daerah Provinsi Jawa Barat berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat seperti di tetapkan dalam Nomor: 21 Tahun 2008 tentang organisasi dan tata kerja dinas daerah Provinsi Jawa Barat telah mengalami sedikit perubahan dimana saat ini tugas pokok dan fungsi Dinas Indag Agro telah diintegrasikan kepada Disperindag Jabar . Dalam struktur organisasi baru berdasarkan Peraturan Daerah tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat mempunyai tugas pokok: “Melaksanakan urusan pemerintah daerah bidang perindustrian dan perdagangan berdasarkan asas otonomi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan”. Dalam menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat mempunyai fungsi :
a. Penyelenggaraan perumusan dan penetapan kebijakan teknis bidang perindustrian dan perdagangan meliputi bidang :Industri logam mesin alat transportasi ,tekstil dan produk tekstil, telematika dan elektronika, Industri aneka, kerajinan dan kimia, Industri agro, perdagangan dalam negeri, perdagangan luar negeri, promosi dan kerjasama industri dan perdagangan;
b. Penyelenggaraan dan fasilitasi pengendalian dan pengawasan perindustrian dan perdagangan meliputi Industri logam mesin alat transportasi ,tekstil dan produk tekstil, telematika dan elektronika, Industri aneka, kerajinan dan kimia, Industri agro, perdagangan dalam negeri, perdagangan luar negeri, promosi dan kerjasama industri dan perdagangan;
c. Penyelenggaraan koordinasi dan kerjasama dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dinas;
Untuk melaksanakan Tugas Pokok dan fungsi tersebut, struktur organisasi Dinas perindustrian dan perdagangan Provinsi Jawa Barat adalah sebagai berikut:
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 II-2
1. Kepala Dinas
2. Sekretariat, membawahkan :
1) Subag Perencanaan dan Program 2) Subag Keuangan
3) Subag Kepegawaian dan Umum
3. Bidang ILMATTATEL (Industri Logam, Mesin, Tekstil dan produk Tekstil, Alat Transportasi, Telematika dan Elektronika), membawahi:
1) Seksi Industri Logam dan Mesin
2) Seksi Industri Alat Transportasi, Telematika dan Elektronika 3) Seksi Industri Tekstil dan Produk Tekstil
4. Bidang IAKK (Industri Aneka, Kerajinan dan Kimia). Pada pelaksanaan Tugas pokok dan Fungsinya, membawahi:
1) Seksi Aneka Industri 2) Seksi Industri Kerajinan 3) Seksi Industri Kimia
5. Bidang Industri Agro. Bidang ini sebagai salah satu bidang baru pada struktur organisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, membawahi: 1) Seksi Industri Makanan
2) Seksi Industri Minuman dan Tembakau 3) Seksi Industri Hasil hutan dan Perkebunan 6. Bidang Perdagangan Dalam Negeri, membawahi:
1) Seksi Bina Pasar
2) Seksi Bina Usaha dan Sarana Perdagangan 3) Seksi Perlindungan Konsumen dan Pengawasan 7. Bidang Perdagangan Luar Negeri, membawahi:
1) Seksi Ekspor Hasil Industri dan Pertambangan 2) Seksi Impor
3) Seksi Ekspor Hasil Pertanian Perkebunan dan Kehutanan
8. Bidang Promosi, Kerjasama Industri dan Perdagangan, membawahi : 1) Seksi Promosi Ekspor
2) Seksi Kerjasama Dagang
3)
Seksi Kerjasama IndustriRencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 II-3
9. Balai Pengembangan Perindustrian, membawahi : (1) Subbag Tata Usaha
(2) Seksi Pengembangan Teknologi (3) Seksi Pengembangan Usaha
10. Balai Kemetrologian Bandung, membawahi : (1) Subbag Tata Usaha
(2) Seksi Teknis
(3) Seksi Standarisasi Ukuran dan Laboratorium 11. Balai Kemetrologian Tasikmalaya, membawahi :
(1) Subbag Tata Usaha (2) Seksi Teknis
(3) Seksi Standarisasi Ukuran dan Laboratorium 12. Balai Kemetrologian Cirebon, membawahi :
(1) Subbag Tata Usaha (2) Seksi Teknis
(3) Seksi Standarisasi Ukuran dan Laboratorium 13. Balai Kemetrologian Bogor, membawahi :
(1) Subbag Tata Usaha (2) Seksi Teknis
(3) Seksi Standarisasi Ukuran dan Laboratorium 14. Balai Kemetrologian Karawang, membawahi :
(1) Subbag Tata Usaha (2) Seksi Teknis
(3) Seksi Standarisasi Ukuran dan Laboratorium
BerdasarkanPeraturan Gubernur Provinsi Jabar Nomor 6 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 113 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas di Lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, saat ini telah ada 6 (enam) UPTD yang melayani masyarakat di bidang Industri dan Perdagangan. Pada industri, terdapat Balai Pengembangan Perindustrian yang memiliki 9 (sembilan) sub unit pelayanan IKM dari berbagai komoditi dan tersebar lokasinya di Jawa Barat. Pada layanan kemetrologian, terdapat Balai Kemetrologian yang dibagi atas 5 (lima) wilayah yaitu Balai Kemetrologian Bandung, Balai Kemetrologian Bogor, Balai Kemetrologian Karawang, Balai Kemetrologian Cirebon dan Balai Kemetrologian Tasikmalaya.
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 II-4
Ke-6 UPTD tersebut, selain telah memberikan pelayanan kepada masyarakat juga telah memberikan kontribusi positif terhadap Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Barat dari sektor Industri dan Perdagangan.
Berikut ini adalah selengkapnya Bagan Struktur Organisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 II-5 Gambar 2.1
Bagan Struktur Organisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 II-6
2.2 Sumber Daya
Dalam penyelenggaraan Tugas Pokok dan Fungsinya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat memiliki sumber daya baik itu sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana kerja. Gambaran umum potensi sumber daya manusia dapat digambarkan berdasarkan komposisi pembagian berdasarkan kelengkapan eselonisasi, komposisi berdasarkan kriteria tertentu seperti usia, pendidikan, golongan, jenis kelamin sampai dengan agama yang dianut oleh PNSD di lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat. Berikut ini adalah grafik berdasarkan pembagian komposisi berdasarkan eselon:
Gambar 2.1
Selanjutnya, adalah grafik komposisi berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan dan golongan.
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 II-7
Gambar 2.2
Gambar 2.3
Sumber : Disperindag Provinsi Jawa Barat, November 2013 Sumber : Disperindag Provinsi Jawa Barat, November 2013
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 II-8
Gambar 2.4
Gambar 2.5
Selain dari sumber daya manusia, Dinas Perindustrian dan Perdangan Provinsi Jawa Barat juga memiliki asset/modal berupa tanah, gedung kantor, kendaraan bermotor roda 4 dan 2 serta sarana dan prasarana kerja untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sampai dengan Tahun 2012 berikut ini adalah Rekapitulasi Buku Inventaris Barang yang telah berhasil dicatat.
Sumber : Disperindag Provinsi Jawa Barat, November 2013
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 II-9
Tabel 2.1
Rekapitulasi Buku Inventaris Barang
No Nama Bidang Barang Jumlah
Barang Jumlah Harga Keterangan
1 2 3 4 5 4 5
1 Golongan Tanah 54,904,433,300.00 Berdasarkan Hasil Audit
2 Tanah 44 54,904,433,300.00 BPK Tanggal 30 Mei 2011
3 Golongan Peralatan dan Mesin 31,756,408,038.45 Disimpan di Aset Lainnya
4 Alat-alat Besar 6
223,776,700.00
untuk tanah 4 Bidang Rp. 5 Alat -alat Angkutan 80 5,864,860,500.00 4,077,822,000, Bangunan 9 Bidang Rp.965,665,448 6 Alat Bengkel dan Alat Ukur 1,874 6,261,279,722.00
7 Alat Pertanian 453 611,574,070.00 untuk Peralatan
dan mesin Rusak Berat disimpan di aset lainnya sebesar Rp.363,826,450,- 8 Alat Kantor dan Rumah Tangga 4,207 9,499,637,353.01 9 Alat Studio dan Alat
Komunikasi
93 806,413,486,59
10 Alat Kedokteran 8 4,272,625.00
11 Alat Laboratorium 1,999 8,484,593,581.85
16 Golongan Gedung dan Bangunan
35,448,780,869.00
17 Gedung dan Bangunan 42 35,448,780,869.00
18 Golongan Jalan, Irigasi dan Jaringan
110,332,750.00
19 Jalan, Irigasi dan jaringan 10 110,332,750.00
20 Golongan Aset Tetap Lainnya 11,293,782.00
21 Buku Perpustakaan 137 11,293,782.00
Jumlah 8,953 122,231,248,739.45
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 II-10
2.3
Kinerja Pelayanan
Dalam penyelenggaraan Tugas Pokok dan Fungsi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, tingkat capaian kinerja berdasarkan RENSTRA Tahun 2008 – 2013 sampai dengan Tahun 2013 adalah sebagai berikut :
Tabel 2.2
Pencapaian Kinerja Pelayanan
No Indikator Sasaran Satuan Target Realisasi Rasio
1 2 3 4 5 6
1 Jumlah Wirausaha industri kecil dan menengah
unit 245.234 288.769 118
2 Prosentase tingkat pelayanan pada usaha IKM
% 90 90 100
3 Jumlah penyerapan tenaga kerja pada IKM
orang 2.452.337 2.375.186 97
4 Tingkat koordinasi dan konsolidasi % 80 90 113
5 Jumlah penyerapan tenaga kerja pada industri besar
orang 4.465.385 1.927.315 43
6 Jumlah keterlibatan perusahaan dalam pengembangan klaster industri
perusahaan 120 977 814
7 Jumlah penerapan standarisasi dan sertifikasi
perusahaan 1.689 2.108 125
8 Tingkat efisiensi dan efektivitas distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat dan barang strategis
% 90 35 38
9 Jumlah transaksi produk agro Jawa Barat per tahun
Rupiah 600 Milyar 145,159 24
10 Prosentase tingkat penggunaan produk dalam negeri
% 90 90 100
11 Prosentase penyediaan sarana dan prasarana perdagangan yang memadai
% 85 85 100
12 Tingkat pengawasan barang beredar per tahun
kali 15 56 373
13 Tingkat advokasi perlindungan konsumen per tahun
% 50 70 140
14 Prosentase penyelesaian tingkat sengketa konsumen
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 II-11
No Indikator Sasaran Satuan Target Realisasi Rasio
1 2 3 4 5 6
15 Jumlah peneraan UTTP dan pengujian BDKT unit 5.678.145 UTTP dan 1.250 BDKT 5.935.096 UTTP dan 1.369 BDKT 105
16 Jumlah penerbitan SIUP dan TDP unit 60.000 TDP dan 21.500 SIUP
101.742 TDP dan SIUP
125
17 Volume dan nilai ekspor Jawa Barat Juta Ton dan Milyar 13 Juta Ton dan US$ 25,70 Milyar 6,367 Juta Ton dan US$ 23,739 Milyar
92
18 Laju Pertumbuhan Ekspor Jawa Barat
% 8,1 10,04 124
20 Volume dan nilai impor Jawa Barat Juta Ton dan Milyar 4,8 Juta Ton dan US$ 10,6 Milyar 11,310 Juta Ton dan US$ 1,928 Milyar
18
21 Laju Pertumbuhan impor Jawa Barat % 9,2 9,54 104
23 Jumlah SDM yang memiliki kompetensi
% 100 100 100
24 Tingkat produktivitas aparatur % 100 100 100
25 Tingkat kasus pelanggaran disiplin % 100 100 100
26 Tingkat pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana kerja aparatur sesuai standar daerah
% 100 100 100
27 Tingkat pemenuhan kebutuhan dasar operasional Dinas/UPTD dalam mendukung tupoksi
% 100 100 100
28 Tingkat pemeliharaan sarana dan prasarana Dinas/UPTD
% 100 100 100
29 Tingkat akurasi data dan ketepatan waktu pelaporan
% 100 100 100
30 Rasio penggunaan informasi terhadap jumlah pelaku usaha Indag dan Pembina Indag di
Kabupaten/Kota
% 100 100 100
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 II-12
Adapun anggaran dan realisasi pelaksanaan program dan kegiatan pada tahun 2013 adalah sebagai berikut :
Tabel 2.3
Anggaran dan Realisasi Pendanaan
Program / Kegiatan
Belanja
Anggaran Realisasi
Keu (Rp.) %
Belanja Tidak Langsung 44,149,501,626.00 39,048,843,994.00 88.45
Program Perencanaan
Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan Daerah 600,000,000.00 598,125,000.00 99.69 Fasilitasi Perencanaan Pembangunan 600,000,000.00 598,125,000.00 99.69
Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
910,450,000.00 897,627,823.00 98.59
Peningkatan
Kesejahteraan dan Kemampuan Aparatur Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jawa Barat
910,450,000.00 897,627,823.00 98.59
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
5,847,687,200.00 5,020,093,299.00 85.85
Penyelenggaraan
Administrasi Perkantoran Dinas Perindag. Prov. Jabar
2,800,800,000.00 2,426,166,578.00 86.82 Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran Balai Kemetrologian Bandung 496,000,000.00 421,597,209.00 85.00 Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran Balai Kemetrologian Karawang 538,770,000.00 467,233,215.00 86.72 Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran Balai Kemetrologian Bogor 566,873,500.00 543,433,830.00 95.87
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 II-13 Program / Kegiatan Belanja Anggaran Realisasi Keu (Rp.) % Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran Balai Kemetrologian Cirebon 440,962,000.00 367,581,424.00 83.36 Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran Balai Kemetrologian Tasukmalaya 499,083,700.00 405,661,879.00 81.28 Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran Balai Pengembangan Perindustrian 505,198,000.00 388,419,164.00 76.88
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
23,284,725,965.00 22,578,740,326.00 96.97
Peningkatan Sarana dan Prasarana Dinas
Perindag.
4,210,574,200.00 4,087,641,500.00 97.08
Peningkatan Sarana dan Prasarana Balai
Kemetrologian Bogor
4,031,444,425.00 3,974,754,900.00 98.59
Peningkatan Sarana dan Prasarana Balai
Kemetrologian Karawang
9,054,315,000.00 8,768,763,260.00 96.85
Peningkatan Sarana dan Prasarana Balai
Kemetrologian Bandung
500,000,000.00 474,681,926.00 94.94
Peningkatan Sarana dan Prasarana Balai
Kemetrologian Cirebon
1,153,097,250.00 1,139,053,500.00 98.78
Pembangunan Gedung Sub Unit Pengembangan IKM TPT Majalaya
2,000,000,000.00 1,820,038,200.00 91.00
Peningkatan Sarana dan Prasarana Balai
Pengembangan Perindustrian
1,199,246,590.00 1,187,115,290.00 98.99
Peningkatan Sarana dan Prasarana Balai
Kemetrologian Tasikmalaya
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 II-14
Program / Kegiatan
Belanja
Anggaran Realisasi
Keu (Rp.) %
Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Aparatur
5,591,686,450.00 5,434,887,332.00 97.20
Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor Dekranasda Prov. Jabar
214,464,750.00 214,422,750.00 99.98
Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Balai Kemetrologian Bandung
641,290,000.00 631,115,231.00 98.41
Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor Balai Kemetrologian Bogor
650,000,000.00 629,909,100.00 96.45
Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor Disperindag Prov. Jabar
893,089,000.00 875,733,554.00 98.06.
Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Balai Kemetrologian Karawang
969,120,000.00 956,601,688.00 98.71
Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Balai Kemetrologian Cirebon
571,069,600.00 553,969,611.00 97.01
Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Balai Kemetrologian Tasikmalaya
578,600,000.00 526,730,577.00 91.04
Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Baperin dan 9 Sub Unit IKM
1,074,053,100.00 1,049,404,821.00 97.71
Program Peningkatan
Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Dan Keuangan
100,000,000.00 100,000,000.00 100
Perencanaan dan Evaluasi Bidang Industri dan Perdagangan 100,000,000.00 100,000,000.00 100 Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik Daerah 250,000,000.00 249,520,100.00 99.81 Pengelolaan Informasi Bidang Industri dan Perdagangan
250,000,000.00 249,520,100.00 99.81
Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 II-15 Program / Kegiatan Belanja Anggaran Realisasi Keu (Rp.) % Pengembangan Industri Kerajinan 142,750,000.00 142,750,000.00 100 Pengembangan Bisnis
Industri Ikan Laut
200,000,000.00 182,231,800.00 91.12
Fasilitasi Kerjasama Industri
100,000,000.00 89,270,800.00 89.27 Pengembangan Klaster
Industri Batik Cirebon
399,883,000.00 386,586,000.00 96.67 Piloting Penanggulangan Kemiskinan Melalui Pengembangan Kewirausahaan Industri Kecil 1,000,000,000.00 889,095,000.00 88.91
Prototype Knalpot Emisi Rendah Karya Mahasiswa 400,000,000.00 294,494,201.00 73.62 Pengembangan Prototype Traktor 517,640,000.00 483,257,800.00 93.36 Kajian Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Melalui Pembentukan Industri Kelapa Terpadu 190,000,000.00 179,000,000.00 94.21
Program Penataan Struktur dan Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri 6,387,996,375.00 5,529,520,703.00 86.56 Pengembangan Industri Kreatif Berbasis Teknologi Informasi 300,000,000.00 295,565,000.00 98.52 Pengembangan Industri Makanan dan Minuman
150,000,000.00 117,402,500.00 78.27 Pengembangan Industri Kreatif Berbasis Makanan Olahan 700,000,000.00 670,476,700.00 95.78 Pengembangan Industri Kreatif Bebasis Komunitas 150,000,000.00 149,975,000.00 99.98 Pengembangan Industri Otomotif 250,000,000.00 244,825,000.00 97.93 Pengembangan Industri Kayu dan Rotan
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 II-16 Program / Kegiatan Belanja Anggaran Realisasi Keu (Rp.) % Peningkatan Teknologi Industri Aneka dan Industri Kimia
552,660,000.00 531,540,000.00 96.18
Pengembangan Industri Alternatif berbasis Umbi-umbian dan Jagung
192,898,683.00 192,898,683.00 100
Penguatan Industri Kreatif Berbasis Fashion
289,927,000.00 285,320,070.00 98.41 Pembinaan Industri Hasil
Tembakau
150,000,000.00 140,800,000.00 93.87
Fasilitasi Sertifikasi Standarisasi Mutu Industri Bagi IKM
1,400,000,000.00 1,376,505,000.00 98.32
Peningkatan Layanan di Lingkungan Sub Unit Pengembangan dan Rumah Kemasan 298,910,692.00 290,899,000.00 97.32 Masterplan Pusat Pelatihan SDM IKM TPT 1,253,600,000.00 610,436,000.00 48.69 Pengembangan Industri
Hasil Tembakau dengan Kadar Tar dan Nikotin Rendah
250,000,000.00 210,6132,000.00 84.25
Program Peningkatan dan Pengembangan Sistem Perdagangan Dalam Negeri
2,035,000,000.00 1,475,252,280.00 72.49 Fasilitasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri 250,000,000.00 230,003,245.00 92.00 Pengelolaan dan Penataan Pasar Tradisional 250,000,000.00 236,636,750.00 94.65
Pendukung Operasi Pasar Murah (KEPOKMAS)
935,000,000.00 447,975,000.00 47.91 Fasilitasi Pasar Lelang
dan Pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG)
300,000,000.00 277,147,985.00 92.38
Fasilitasi Kerjasama Perdagangan
300,000,000.00 283,489,300.00 94.50
Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor
2,997,000,000.00 2,770,917,150.00 92.46
Peningkatan Promosi Ekspor dan Perluasan Pasar
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 II-17
Program / Kegiatan
Belanja
Anggaran Realisasi
Keu (Rp.) %
Peningkatan Daya Saing Ekspor
497,000,000.00 496,155,750.00 99.83 Fasilitasi Promosi
Perdagangan Dalam Negeri dan Luar Negeri Secara Terpadu
2,000,000,000.00 1,825,963,000.00 91.30
Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan
7,551,494,000.00 6,338,539,766.00 83.94 Peningkatan dan Pengembangan Pelayanan Kemetrologian Balai Kemetrologian Karawang 1,730,004,000.00 1,423,569,000.00 82.29 Peningkatan dan Pengembangan Pelayanan Balai Kemetrologian Bogor
1,492,100,000.00 1,412,285,000.00 94.65 Peningkatan dan Pengembangan Pelayanan Balai Kemetrologian Bandung 1,596,440,000.00 1,215,377,250.00 76.13 Peningkatan dan Pengembangan Pelayanan Balai Kemetrologian Cirebon 1,148,250,000.00 1,026,030,000.00 89.36 Peningkatan dan Pengembangan Pelayanan Balai Kemetrologian Tasikmalaya 984,700,000.00 708,080,000.00 71.91 Fasilitasi Pengawasan Barang Beredar dan Kemetrologian
600,000,000.00 553,198,516.00 92.20
JUMLAH 102,655,814,616.00 92,688,753,374.00 90.29
Sumber : Disperindag Provinsi Jawa Barat, 2013
2.4
Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan
Saat ini, telah terjalin banyak perjanjian dan/atau kerja sama antar Indonesia dengan negara lain dan/atau kawasan, termasuk di bidang perdagangan. Hal ini merupakan tantangan dan peluang yang dihadapi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provnsi Jawa Barat dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 II-18
Mencermati fenomena yang terjadi dan memperhatikan kemampuan yang dimiliki, berikut ini adalah tantangan yang berhasil terdefinisi :
1. Kontinuitas bahan baku bagi pengembangan industri pengolahan
2. Pelaksanaan pasar ASEAN Tahun 2015 dan pasar global lainnya sehingga membanjirnya produk impor/tidak berlabel
3. Masih rendahnya pemahaman IKM tentang regulasi ekspor impor
4. Daya saing produk industri untuk nasional ataupun internasional masih rendah 5. Masih rendahnya pemahaman pentingnya promosi bagi IKM
6. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya tertib ukur dan perlindungan konsumen/produsen
Sementara itu, selain sebagai tantangan era perdagangan bebas dapat juga menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan secara optimal. Berikut ini adalah peluang yang dapat dimanfaatkan :
1. Jumlah penduduk Jawa Barat yang banyak
2. Jumlah dan keberagaman potensi industri dan perdagangan di Jawa Barat yang banyak
3. Adanya akses transportasi nasional dan internasional langsung ke Bandung 4. Tersedianya balai besar dan perguruan tinggi di Jawa Barat
5. Adanya pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang tinggi dari sector industri pengolahan dan perdagangan
6. Adanya perjanjian kerjasama perdagangan berskala nasional dan internasional 7. Pelaksanaan pasar ASEAN Tahun 2015 dan pasar global lainnya serta adanya
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 II-19
Gambar 2.6
Peta sebaran industri unggulan kabupaten/kota
Kab.Bekasi : 1.Pakaian jadi 2.Boneka 3.Komponen Kota Bekasi : 1. Pakaian jadi. 2. Keraj.Kayu 3. Perhiasan Kab.Karawang : 1 .Mesin & Komponen 2. Pakaian jadi. 3. Mak. Olahan Kota Depok : 1. Pakaian jadi. 2. Ind. Telematika 3. Mak. Olahan Kab.Bogor : 1. Tekstil & Produk Tekstil 2. Ind. Tas 3. Alas Kaki 4. Mak. Olahan Kab.Sukabumi : 1. Batu Aji. 2. Keraj. Kayu. 3. Komponen & MEsin 4. Bola Sepak 5. Mak. Olahan Kota Bogor : 1. Pakaian jadi. 2. Bordir 3.Ind. Tas 4. Keramik 5. Mak. Olahan Kab. Cianjur : 1. Furniture kayu 2. Kerajinan logam 3. Komponen Logam 4. Sutera. 5. Mak. Olahan Kota Bandung : 1. Tekstil & Produk Tekstil 2. Alas kaki. 3. Elektronika 4. Rajut 5. Ind. Telematika 6. Komponen 7. Mak. Olahan Kota Sukabumi : 1. Keraj. Kayu. 2. Mak. Olahan Kab.Subang : 1. Keraj.Kayu 2. Komponen Kab.Purwakarta: 1. Keramik 2. Mak. Olahan Kota Tasikmalaya : 1. Bordir. 2.Keraj.Pandan& Mendong 3. Kelom geulis 4. Batik 5. Mak. Olahan Kab.Tasikmalaya : 1. Bordir. 2. Keraj.Pandan & Mendong 3. Kelom Geulis. 4. Mak. Olahan Kab.Ciamis : 1. Ijuk.
2. Furniture Kayu Kelapa 3. Mak. Olahan 4. Batik Kab.Majalengka : 1. Bola Sepak 2. Bata,Genteng 3. Kerajinan Rotan 4. Batu Alam Kab.Kuningan : 1. Kerjajinan Rotan 2. Minyak Atsiri. 3. Mak. Olahan Kab.Indramayu: 1.Batik 2.Kerajinan Rotan 3. Mak. Olahan Kab.Cirebon : 1. Furniture Rotan 2. Batik 3. Batu Alam 4. Mak. Olahan Kota Cirebon : 1. Furniture Rotan 2. Kaca Patri 3. Kerajinan Rotan Kota Cimahi : 1. Pakaian jadi 2. Ind. Telematika. 3. Mak. Olahan Kab. Garut : 1. Kulit & Produk Kulit 2. Batik. 3. Sutera. 4. Minyak Atsiri 5. Mak. Olahan Kab.Bandung :
1. Tekstil & Produk Tekstil 2. Alaskaki 3. Komponen. 4. Boneka 5. Mak. Olahan Kota Banjar : 1. Meubel Akar Kayu
Kab.Sumedang : 1. Kerajinan Kayu 2. Furniture Kayu 3. Mak. Olahan
Sumber : Disperindag Provinsi Jawa Barat, 2012
Sekecil apapun peluang atau sebesar apapun tantangan, akan bisa dihadapi dengan kerjasama yang baik antara seluruh stakeholder pengembang sektor Industri dan Perdagangan di Jawa Barat berdasarkan potensi industri unggulan spesifik di setiap kabupaten/kota. Sebaran sektor industri unggulan di Jawa Barat dapat dilihat pada Gambar 2.6.
Sedangkan untuk urusan bidang perdagangan, agenda prioritasnya diarahkan pada upaya peningkatan kualitas distribusi, pengamanan pasar dalam negeri dan peningkatan daya saing ekspor daerah.
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 III-1
BAB III
ISU-ISU STRATEGIS
3.1. Identifikasi Permasalahan
Penyelenggaraan pembangunan industri dan perdagangan dalam kurun waktu 2008-2013 telah membuahkan hasil yang diharapkan, tetapi untuk pembangunan ke depan masih terdapat persoalan dan tantangan dari berbagai aspek yang dihadapi. Permasalahan pembangunan industri dan perdagangan adalah belum optimalnya hasil yang didapatkan, untuk itu perlu langkah-langkah strategis dalam peningkatan dan pengembangan pada bidang industri dan perdagangan. Pada tahap perumusan isu-isu strategis, hanya permasalahan-permasalahan pembangunan prioritas yang menjadi agenda utama dalam rencana pembangunan daerah 5 (Lima) tahun kedepan. Berikut ini adalah permasalahan bidang industri dan perdagangan:
A. Urusan Industri
1) Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah a. Permasalahan
1. Terbatasnya kemampuan inovasi dan diversifikasi produk, pengetahuan tentang manajemen usaha, pemasaran dan modal kerja.
2. Terbatasnya penguasaan teknologi, serta penanganan dan pengetahuan bahan baku/bahan penolong.
3. Kurangnya pemahaman manfaat dari legalitas, standardisasi dan sertifikasi produk. b. Solusi
1. Melaksanakan bimbingan teknis, pelatihan, meningkatkan fasilitasi pemasaran serta pembiayaan secara periodik dan berkesinambungan.
2. Melaksanakan penelitian dan pengembangan, Focus Group Discussion (FGD) penguasaan teknologi, serta penanganan dan pengetahuan bahan baku/bahan penolong, bekerja sama dengan perguruan tinggi.
3. Sosialisasi dan fasilitasi yang mendorong pemahaman dan manfaat dari legalitas, standardisasi dan sertifikasi produk.
2) Program Penataan Struktur dan Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri a. Permasalahan
1. Terbatasnya kemampuan inovasi dan diversifikasi produk, pengetahuan tentang manajemen usaha, pemasaran dan modal kerja pada industri kreatif.
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 III-2 2. Terbatasnya pengembangan desain, penguasaan teknologi dan pemahaman green
industry, kemasan, serta penanganan dan pengetahuan bahan baku/bahan penolong
pada industri kreatif.
3. Kurangnya pemahaman manfaat dari legalitas, standardisasi dan sertifikasi produk pada industri kreatif.
4. Pendataan nilai ekonomi dan perkembangan industri kreatif di kabupaten/kota belum tersedia, sehingga belum terdapat kebijakan yang mendukung iklim usaha pertumbuhan industri kreatif.
5. Belum terlaksananya penetapan kawasan industri pada lokasi Bandara Internasional Jawa Barat.
6. Kurangnya implementasi Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Pengendalian Produksi dan Peredaran Garam.
b. Solusi
1. Melaksanakan bimbingan teknis, pelatihan, meningkatkan fasilitasi pemasaran serta pembiayaan secara periodik dan berkesinambungan.
2. Melaksanakan penelitian dan pengembangan desain, Focus Group Discussion (FGD) penguasaan teknologi, dan pemahaman green industry, fasilitasi kemasan, serta penanganan dan pengetahuan bahan baku/bahan penolong, bekerja sama dengan perguruan tinggi.
3. Sosialisasi dan fasilitasi yang mendorong pemahaman dan manfaat dari legalitas, standardisasi dan sertifikasi produk.
4. Mendorong peran serta kabupaten/kota untuk melakukan pendataan dan menumbuhkan industri kreatif sesuai dengan potensi daerahnya.
5. Mendorong percepatan penetapan kawasan industri.
6. Perlu sosialisasi dan tindaklanjut tentang Peraturan Daerah yang telah ada.
B. Urusan Perdagangan
1) Program Peningkatan dan Pengembangan Sistem Perdagangan Dalam Negeri a. Permasalahan
1. Kurangnya koordinasi penanganan ketersediaan dan harga pangan Kebutuhan Pokok Masyarakat (KEPOKMAS) antar tingkatan pemerintah (pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota);
2. Rendahnya minat masyarakat terhadap penggunaan produk dalam negeri;
3. Rendahnya sinergitas daerah dalam memanfaatkan gudang dengan Sistem Resi Gudang di Jawa Barat;
4. Banyaknya sarana perdagangan terutama pasar tradisional dalam kondisi rusak berat. b. Solusi
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 III-3 1. Meningkatkan koordinasi dalam pelaksanaan Operasi Pasar Murah Kebutuhan Pokok
Masyarakat (OPM KEPOKMAS) di kabupaten/kota se Jawa Barat;
2. Peningkatan penggunaan produk dalam negeri melalui sosialisasi, pameran, dan bazar P3DN;
3. Mendorong pemerintah kabupaten untuk memanfaatkan gudang dengan Sistem Resi Gudang;
4. Peningkatan pembangunan sarana perdagangan melalui revitalisasi pasar tradisional. 2) Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor
a. Permasalahan
1. Rendahnya daya saing produk IKM yang berorientasi ekspor.
2. Terbatasnya informasi pasar ekspor dan pengetahuan tentang teknis ekspor. 3. Masih terbatasnya jenis produk IKM dan pasar ekspor Jawa Barat.
b. Solusi
1. Meningkatkan daya saing saing produk IKM berorientasi ekspor.
2. Penyebaran informasi tentang peluang pasar ekspor dan meningkatkan pengetahuan teknis ekspor.
3. Melaksanakan pembinaan terhadap produk potensi ekspor IKM dan promosi ekspor. 3) Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan
a. Permasalahan
1. Masih rendahnya sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota dalam pengawasan barang beredar.
2. Masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap manfaat perlindungan konsumen. 3. Keterbatasan personil, sarana dan prasarana dalam mendukung pelayanan
kemetrologian.
4. Belum seluruh kabupaten/kota memiliki Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).
b. Solusi
1. Dilaksanakan sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota dalam pengawasan barang beredar.
2. Dilakukan sosialisasi manfaat perlindungan konsumen kepada masyarakat.
3. Optimalisasi pemanfaatan personil, sarana dan prasarana pendukung pelayanan kemetrologian.
4. Mendorong kabupaten/kota untuk mendirikan BPSK.
Berdasarkan permasalahan tersebut, berikut ini adalah faktor eksternal yang mempengaruhinya:
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 III-4
Tabel 3.1 Identifikasi Isu Strategis Eksternal
Isu Strategis
Dinamika Internasional
Dinamika Nasional
Dinamika Regional/Lokal Dinamika Lain-lain 1. AFTA/ACFTA 2. Asean Economic Community (AEC) Tahun 2015 Implementasi MP3EI
1. Kawasan Industri dengan Pelayanan Terintegrasi (Perumahan,
Pendidikan, Kesehatan dan Transportasi) untuk Solusi Kesejahteraan,
2. Peningkatan Daya Beli, 3. Komoditi Unggulan,
4. Diversifikasi Usaha Pertanian (Wil. Selatan) dan Diversifikasi Usaha Jasa (Wil. Utara),
5. Moderenisasi ALSINTAN Mandiri, 6. Industri, Budaya dan Alam
(Hotspring dan Volcano), 7. Alih Fungsi Mata Pencaharian
Pengrajin Bata dan Genting serta Kerajinan Gerabah Plered, 8. Perwujudan Kawasan Industri
ber-IPTEK dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
Green Industri
3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
Terpilih
Pada bulan Juni lalu, telah dilakukan pelantikan oleh Menteri Dalam Negeri RI terhadap Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat terpilih untuk Tahun 2013-2018, dengan program kerja yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Barat 2013-2018. Dokumen ini menjabarkan tahap ketiga dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2005 - 2025, yaitu tahap memantapkan pembangunan secara menyeluruh dalam rangka penyiapan kemandirian masyarakat Jawa Barat, untuk itu dengan mempertimbangkan potensi, kondisi, permasalahan, tantangan dan peluang serta isu-isu strategis yang terjadi di Jawa Barat, maka Visi Tahun 2013 - 2018 adalah:
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 III-5 Dalam rangka pencapaian visi yang telah ditetapkan dengan tetap memperhatikan kondisi dan permasalahan yang ada serta tantangan ke depan, serta memperhitungkan peluang yang dimiliki, maka ditetapkan 5 (Lima) misi sebagai berikut:
Misi Pertama, Membangun Masyarakat Yang Berkualitas dan Berdaya Saing. Hal ini untuk menciptakan sosok Jawa Barat 2018 yaitu manusia Jawa Barat yang agamis, berakhlak mulia, sehat, cerdas, bermoral, memiliki spirit juara dan siap berkompetisi.
Misi Kedua, Membangun Perekonomian Yang Kokoh dan Berkeadilan. Hal ini untuk menciptakan sosok Jawa Barat 2018 yaitu ekonomi Jawa Barat yang kompetitif dengan memanfaatkan keunggulan komparatifnya, kokoh dan berkeadilan.
Misi Ketiga, Meningkatkan Kinerja Pemerintahan Melalui Profesionalisme Tata kelola dan
Perluasan Partisipasi Publik. Hal ini untuk menciptakan sosok Jawa Barat 2018 yaitu
pemerintahan Jawa Barat yang dapat diandalkan untuk mengawal pembangunan, profesional, akuntabel dan kerjasama kemitraan strategis dengan berbagai tingkatan.
Misi Keempat, Mewujudkan Jawa Barat Yang Nyaman dengan Pembangunan Infrastruktur
Strategis Yang Berkelanjutan. Hal ini untuk menciptakan sosok Jawa Barat 2018 yaitu
infrastruktur Jawa Barat yang siap mendukung pertumbuhan ekonomi tinggi dan berkelanjutan
Misi Kelima, Mengokohkan Kehidupan Sosial Kemasyarakatan Melalui Peningkatan Peran
Pemuda, Olah Raga, Seni, Budaya dan Pariwisata Dalam Bingkai Kearifan Lokal. Hal ini
untuk menciptakan sosok Jawa Barat 2018 yaitu Peran pemuda, Seni, Budaya dan Pariwisata Jawa Barat yang tangguh.
Berkenaan dengan RPJMD Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018 diatas, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat terkait langsung dengan Misi Kedua
Membangun Perekonomian Yang Kokoh dan Berkeadilan dan Misi Ketiga Meningkatkan Kinerja Pemerintahan Melalui Profesionalisme Tata kelola dan Perluasan Partisipasi Publik.
Adapun program-program strategis terkait pelaksanaan Visi dan Misi diatas pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan adalah sebagai berikut:
A. Bidang Perindustrian
1. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah, dengan sasaran: a. Meningkatkan unit usaha industri kecil menengah (IKM);
b. Menumbuhkan unit wirausaha baru industri kecil menengah (IKM); c. Meningkatnya penyerapan tenaga kerja industri kecil menengah; d. Meningkatnya kemitraan antar industri;
e. Meningkatnya pelayanan terhadap pelaku usaha IKM; f. Penumbuhan sentra industri agro di kawasan perbatasan.
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 III-6
2. Program Penataan struktur dan Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri, dengan sasaran:
a. Mendorong berkembangnya industri-industri unggulan (industri kreatif, industri telematika, industri agro, industri tekstil dan produk tekstil, industri komponen otomotif serta industri alas kaki) dan industri potensial lainnya;
b. Meningkatnya pemahaman teknologi industri ramah-lingkungan;
c. Mendorong penumbuhan industri di kawasan industri pada lokasi Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati.
B. Bidang Perdagangan
1. Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor, dengan sasaran:
a. Meningkatnya daya saing dan perluasan pasar ekspor produk Jawa Barat; b. Meningkatnya keanekaragaman produk perdagangan ekspor dari Jawa Barat.
2. Program Pengembangan Sistem Perdagangan Dalam Negeri, dengan sasaran: a. Meningkatnya distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat dan barang
strategis;
b. Tertatanya sistem distribusi barang yang efektif dan efisien; c. Meningkatnya penggunaan produk dalam negeri;
d. Meningkatnya jumlah dan pengelolaan sarana dan prasarana perdagangan termasuk Revitalisasi Pasar Tradisional.
3. Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan, dengan sasaran: a. Meningkatnya pengawasan barang beredar dan jasa;
b. Meningkatnya perlindungan terhadap konsumen dan produsen;
c. Meningkatnya tertib usaha dan tertib ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP) serta tertib barang dalam keadaan terbungkus (BDKT).
C. Bidang Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Keuangan Daerah, Kepegawaian dan Persandian
1. Program Peningkatan Kesejahteraan Sumber Daya Aparatur, dengan sasaran meningkatnya jaminan kesejahteraan bagi Aparatur Pemerintah Daerah.
2. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, dengan sasaran terpenuhinya kebutuhan dasar operasional unit kerja dalam mendukung tugas pokok dan fungsinya. 3. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, dengan sasaran peningkatan
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 III-7
4. Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Aparatur, dengan sasaran terpeliharanya sarana dan prasarana operasional unit kerja.
5. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan, dengan sasaran:
a. Adanya kesesuaian antara pelaporan capaian kinerja dengan peraturan; b. Tersedianya dokumen operasional.
6. Program Pengembangan Kompetensi Aparatur, dengan sasaran: a. Meningkatnya kinerja pegawai Provinsi Jawa Barat;
b. Meningkatnya kompetensi pegawai Provinsi Jawa Barat.
D. Bidang Statistik
1. Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik Daerah, dengan sasaran dukungan basis data yang akurat, terukur dan terintegrasi.
Mencermati hal tersebut diatas, berikut ini adalah faktor penghambat dan pendorong pelayanan Dinas Perindustrian dan Perdagangan terhadap pencapaian Visi, Misi dan program yang akan dilaksanakan:
Tabel 3.2 Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan
No
Visi Jawa barat : Jawa Barat Maju dan Sejahtera Untuk Semua
Misi dan Program Permasalahan Pelayanan
Faktor
Penghambat Pendorong Misi Kedua : Membangun Perekonomian Yang Kokoh dan Berkeadilan
Program : 1. Pengembangan
Industri Kecil dan Menengah 2. Penataan struktur dan Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri 3. Pengembangan Sistem Perdagangan Dalam Negeri 4. Peningkatan dan Pengembangan Ekspor 5. Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan Bidang Industri : 1. Kebijakan teknis bidang perindustrian dan kerjasama industri belum optimal; 2. Penyelenggaraan dan fasilitasi pengendalian dan pengawasan perindustrian dan kerjasama industri belum optimal; 3. Daya saing produk
rendah; 4. Ketersediaan
bahan baku produk yang relative terbatas; 5. Kompetensi sumber daya 1. Keterbatasan jumlah dan kompetensi SDM dalam mendukung pelaksanaan program/kegiatan belum sesuai dengan yang dibutuhkan, utamanya jumlah pejabat fungsional Penera dan Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan yang semakin menurun. 2. Anggaran Provinsi relatif terbatas jumlahnya sehingga harus bisa mengefisienkan 1. Jumlah Sumber daya aparatur yang banyak 2. Tersedianya sarana dan prasarana kerja yang memadai 3. Tersedianya sarana dan prasarana pelayanan publik yang memadai dan tertelusur 4. Meningkatnya anggaran belanja dan anggaran penerimaan baik APBD
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 III-8 manusia pengolah industri yang rendah. Bidang Perdagangan: 1. Lemahnya pengawasan di bidang ekspor dan impor; 2. Terbatasnya sarana perdagangan/distr ibusi yang representatif; 3. Kurang memadainya jumlah maupun kualitas SDM bidang perdagangan; 4. Adanya berbagai pungutan yang mengakibatkan ekonomi biaya tinggi. Infratruktur sarana perhubungan antar daerah yang jelek; kebijakan yang mengatur mata rantai
perdagangan sektor hulu dan hilir tidak jelas.
penggunaan anggaran pada kegiatan-kegiatan tertentu.
3. Keterbatasan sarana dan prasarana Balai Kemetrologian seperti fasilitas gedung dan alat-alat kemetrologian standar/laboratoriu m Kemetrologian yang belum memadai. 4. Penggunaan sarana dan prasarana masih belum secara optimal dapat dimanfaatkan secara efisien dan efektif termasuk mengefektifkan fungsi pelayanan yang harus dilakukan seperti Instalasi di Balai Pengembangan Perindustrian (Baperin). 5. Kurangnya integrasi berbagai kegiatan secara sinergis sehingga tujuan masing-masing kegiatan belum lebih terlihat kontribusinya terhadap tujuan utama yang ditetapkan dalam setiap program selain itu output kegiatan masih perlu lebih diarahkan secara tegas untuk mendukung masing-masing program pembangunan Jawa Barat. 6. Evaluasi dan monitoring pelaksanaan
kegiatan masih perlu ditingkatkan. 7. Kegiatan belum
dapat
menyelesaikan permasalahan menahun dan belum bersifat terobosan dan monumental sesuai kegiatan maupun dana dekonsentrasi. 5. Tersedianya regulasi industri dan perdagangan yang mendukung penanganan urusan Pemerintah Provinsi 6. Tersedianya data/informasi sarana dan prasarana industri dan perdagangan 7. Tersedianya standar operasional prosedur kerja.
Rencana Strategis (RENSTRA) Disperindag Prov. Jabar Tahun 2013 - 2018 III-9 Tematik Kewilayahan. 8. Industri kreatif belum sepenuhnya dijadikan konsep yang utuh dalam pola pengembangan perekonomian di daerah
Kabupaten/Kota; 9. Masih lemahnya
daya saing produk khususnya produk yang dihasilkan para Industri Kecil Menengah, yang tidak mampu bersaing dengan produk impor atau produk yang dihasilkan industri yang berskala besar, terutama disebabkan masih lemahnya kemampuan dalam mendesain produk yang berkualitas maupun kemasan yang menarik yang mengarah terhadap pencitraan produk sehingga dapat tercipta produk yang memilki nilai tambah baik dalam
peningkatan kapasitas maupun mutu produk; 10. Belum dilakukan
kajian rantai nilai yang utuh dan terintegrasi mulai dari kegiatan kreasi nilai, produksi, dan distribusi/bisnis; 11. Frekuensi, luas jangkauan dan ketersedian sarana dan prasarana aktivitas pengendalian kepada pemilik Ukuran, Takaran, Timbangan dan Perlengkapan (UTTP) dalam penggunaannya masih terbatas, hal ini akan berdampak kepada lemahnya aspek perlindungan