MAKALAH FARMAKOGNOSI
MAKALAH FARMAKOGNOSI
ALKALOID
ALKALOID
GOLONGAN PIRIDIN-PIPERIDIN
GOLONGAN PIRIDIN-PIPERIDIN
Disusun
Disusun Oleh
Oleh ::
KELOMPOK 1
KELOMPOK 1
Feni
Feni Afriani
Afriani
151650044
151650044
Nadia Nur Azis
Nadia Nur Azis
151650015
151650015
Salma
Salma Lailatul
Lailatul Hida
Hida
151650009
151650009
Sriwulan
Sriwulan Ayuningtyas
Ayuningtyas
151650017
151650017
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes)
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes)
KHARISMA PERSADA
KHARISMA PERSADA
D III FARMASI
D III FARMASI
Jl. Padjajaran, Pamulang Barat, Tangerang Selatan
Jl. Padjajaran, Pamulang Barat, Tangerang Selatan
Tangerang Selatan
Tangerang Selatan
2016
2016
BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
A.
A. Latar BelakangLatar Belakang
Alkaloid adalah suatu golongan senyawa organik yang terbanyak ditemukan di Alkaloid adalah suatu golongan senyawa organik yang terbanyak ditemukan di alam. Hampir seluruh alkaloid berasal dari tumbuh-tumbuhan dan tersebar luas dalam alam. Hampir seluruh alkaloid berasal dari tumbuh-tumbuhan dan tersebar luas dalam berbagai j
berbagai jenis enis tumbuhan tingkat tumbuhan tingkat tinggi. tinggi. Sebagian Sebagian besar besar alkaloid alkaloid terdapat terdapat pada pada tumbuhantumbuhan dikotil sedangkan untuk tumbuhan monokotil dan pteridofita mengandung alkaloid dikotil sedangkan untuk tumbuhan monokotil dan pteridofita mengandung alkaloid dengan kadar yang sedikit. Pengertian lain Alkaloid adalah senyawa organik yang dengan kadar yang sedikit. Pengertian lain Alkaloid adalah senyawa organik yang terdapat di alam bersifat basa atau alkali dan sifat basa ini disebabkan karena adanya atom terdapat di alam bersifat basa atau alkali dan sifat basa ini disebabkan karena adanya atom N
N (Nitrogen) (Nitrogen) dalam dalam molekul molekul senyawa senyawa tersebut tersebut dalam dalam struktur struktur lingkar lingkar heterosiklik heterosiklik atauatau aromatis, dan dalam dosis kecil dapat memberikan efek farmakologis pada manusia dan aromatis, dan dalam dosis kecil dapat memberikan efek farmakologis pada manusia dan hewan.
hewan.
Pada waktu yang lampau sebagian besar sumber alkaloid adalah pada tanaman Pada waktu yang lampau sebagian besar sumber alkaloid adalah pada tanaman berbunga, angiosperma (Familia Leguminoceae, Papavraceae, Ranunculaceae, Rubiaceae, berbunga, angiosperma (Familia Leguminoceae, Papavraceae, Ranunculaceae, Rubiaceae, Solanaceae, Berberidaceae) dan juga pada tumbuhan monokotil (Familia Solanaceae dan Solanaceae, Berberidaceae) dan juga pada tumbuhan monokotil (Familia Solanaceae dan Liliaceae). Pada tahun-tahun berikutnya penemuan sejumlah besar alkaloid terdapat pada Liliaceae). Pada tahun-tahun berikutnya penemuan sejumlah besar alkaloid terdapat pada hewan, serangga, organisme laut, mikroorganisme dan tanaman rendah. Beberapa contoh hewan, serangga, organisme laut, mikroorganisme dan tanaman rendah. Beberapa contoh yang terdapat pada berbagai sumber adalah isolasi muskopiridin dari sebangsa rusa; yang terdapat pada berbagai sumber adalah isolasi muskopiridin dari sebangsa rusa; kastoramin dari sejenis musang Kanada; turunan Pirrol-Feromon seks serangga; kastoramin dari sejenis musang Kanada; turunan Pirrol-Feromon seks serangga; Saksitoksin-Neurotoksik konstituen dari Gonyaulax catenella; pirosiamin dari bacterium Saksitoksin-Neurotoksik konstituen dari Gonyaulax catenella; pirosiamin dari bacterium Pseudomunas aeruginosa; khanoklavin-I dari sebangsa cendawan, Claviceps purpurea; Pseudomunas aeruginosa; khanoklavin-I dari sebangsa cendawan, Claviceps purpurea; dan likopodin dari genus lumut Lycopodium.
dan likopodin dari genus lumut Lycopodium.
Oleh karena itu alkaloid sebagai suatu kelompok senyawa yang terdapat sebagian Oleh karena itu alkaloid sebagai suatu kelompok senyawa yang terdapat sebagian besar pada tanaman
besar pada tanaman berbunga, maka para ilmuwan sberbunga, maka para ilmuwan sangat tertarik pada angat tertarik pada sistematika aturansistematika aturan tanaman. Kelompok tertentu alkaloid dihubungkan dengan famili atau genera tanaman tanaman. Kelompok tertentu alkaloid dihubungkan dengan famili atau genera tanaman tertentu. Berdasarkan sistem Engler dalam tanaman yang tinggi terdapat 60 order. Sekitar tertentu. Berdasarkan sistem Engler dalam tanaman yang tinggi terdapat 60 order. Sekitar 34 dari padanya mengandung alkaloid. 40% dari semua famili tanaman paling sedikit 34 dari padanya mengandung alkaloid. 40% dari semua famili tanaman paling sedikit mengandung alkaloid. Namun demikian, dilaporkan hanya sekitar 8,7% alkaloid terdapat mengandung alkaloid. Namun demikian, dilaporkan hanya sekitar 8,7% alkaloid terdapat pada disekitar 10.000 genus.
alkaloid, beberapa genera mengandung alkaloid sedangkan genera yang lain tidak alkaloid, beberapa genera mengandung alkaloid sedangkan genera yang lain tidak mengandung alkaloid. Suatu genus sering menghasilkan alkaloid yang sama, dan bahkan mengandung alkaloid. Suatu genus sering menghasilkan alkaloid yang sama, dan bahkan beberapa genera yang berbeda dalam s
beberapa genera yang berbeda dalam suatu famili dapat mengandung alkaloid uatu famili dapat mengandung alkaloid yang sama.yang sama. Sebagai contoh hiossiamin diperoleh dari tujuh genera yang berbeda dari famili tanaman Sebagai contoh hiossiamin diperoleh dari tujuh genera yang berbeda dari famili tanaman Solanaceae. Dilain pihak alkaloid yang lebih kompleks, seperti vindolin dan morfin, Solanaceae. Dilain pihak alkaloid yang lebih kompleks, seperti vindolin dan morfin, sering terdapat dalam jumlah yang terbatas pada satu
sering terdapat dalam jumlah yang terbatas pada satu spesies atau genus tanaman.spesies atau genus tanaman.
Tidak semua yang mengandung nitrogen adalah alkaloid, beberapa kelompok Tidak semua yang mengandung nitrogen adalah alkaloid, beberapa kelompok senyawa organik mengandung nitrogen adalah namun bukan alkaloid adalah asam amino, senyawa organik mengandung nitrogen adalah namun bukan alkaloid adalah asam amino, amida, pirimidin atau kelompok asam nukleat.
amida, pirimidin atau kelompok asam nukleat.
Alkaloid tersebar merata dalam beberapa jaringan tumbuhan terutama bagian Alkaloid tersebar merata dalam beberapa jaringan tumbuhan terutama bagian jaringan tumbuhan yang sedang tumbuh, pada daun, biji, lateks dan pada kuli
jaringan tumbuhan yang sedang tumbuh, pada daun, biji, lateks dan pada kuli t kayu. Padat kayu. Pada umumnya alkaloid dibentuk dalam jaringan vascular, oleh karena itu tidaklah mungkin umumnya alkaloid dibentuk dalam jaringan vascular, oleh karena itu tidaklah mungkin menemukan alkaloid dalam sel yang masih muda kecuali vasculisasi sedang berlangsung. menemukan alkaloid dalam sel yang masih muda kecuali vasculisasi sedang berlangsung. Manusia telah menggunakan obat-obatan yang mengandung alkaloid dalam Manusia telah menggunakan obat-obatan yang mengandung alkaloid dalam minuman, obat, teh dan racun selama 4000 tahun. Akan tetapi belum ada usaha untuk minuman, obat, teh dan racun selama 4000 tahun. Akan tetapi belum ada usaha untuk mengisolasi komponen aktif dari ramuan obat-obatan hingga permulaan abad kesembilan mengisolasi komponen aktif dari ramuan obat-obatan hingga permulaan abad kesembilan belas.
belas.
Berdasarkan atom nitrogennya, alkaloid dibedakan menjadi alkaloid dengan atom Berdasarkan atom nitrogennya, alkaloid dibedakan menjadi alkaloid dengan atom nitrogen heterosiklik dimana atom nitrogen terletak pada cincin karbonnya dan alkaloid nitrogen heterosiklik dimana atom nitrogen terletak pada cincin karbonnya dan alkaloid tanpa atom nitrogen yang heterosilik dimana atom nitrogen tidak terletak pada cincin tanpa atom nitrogen yang heterosilik dimana atom nitrogen tidak terletak pada cincin karbon tetapi pada salah satu atom karbon pada rantai samping. Yang termasuk pada karbon tetapi pada salah satu atom karbon pada rantai samping. Yang termasuk pada golongan alkaloid dengan atom nitrogen heterosiklik adalah Alkaloid Piridin-Piperidin, golongan alkaloid dengan atom nitrogen heterosiklik adalah Alkaloid Piridin-Piperidin, Alkaloid Tropan, Alkaloid Quinolin, Alkaloid Isoquinolin, Alkaloid Indol, Alkaloid Alkaloid Tropan, Alkaloid Quinolin, Alkaloid Isoquinolin, Alkaloid Indol, Alkaloid Imidazol, Alkaloid Lupinan, Alkaloid Steroid, Alkaloid Amina, dan Alkaloi
Imidazol, Alkaloid Lupinan, Alkaloid Steroid, Alkaloid Amina, dan Alkaloi d Purin.d Purin. Golongan Piridin
Golongan Piridin – – Piperidin adalah sebuah senyawa organik heterosiklik yangPiperidin adalah sebuah senyawa organik heterosiklik yang berbentuk cincin
berbentuk cincin aromatik aromatik sederhana. Rumus sederhana. Rumus kimianya adalah kimianya adalah CC55HH55 N. Strukturnya N. Strukturnya miripmirip dengan benzene, dimana sebuah gugus CH didalam cincin aromatis yang terdiri dari dengan benzene, dimana sebuah gugus CH didalam cincin aromatis yang terdiri dari enam atom diganti dengan nitrogen.
enam atom diganti dengan nitrogen.
B.
B. TujuanTujuan 1.
1. Untuk memahami tentang senyawa-senyawa alkaloid piridin-piperidin.Untuk memahami tentang senyawa-senyawa alkaloid piridin-piperidin. 2.
2. Untuk memahami struktur dari senyawa alkaloid piridin-piperidin.Untuk memahami struktur dari senyawa alkaloid piridin-piperidin. 3.
C.
C. ManfaatManfaat 1.
1. Mahasiswa akan lebih memahami tentang senyawa-senyawa alkaloid piridin-Mahasiswa akan lebih memahami tentang senyawa-senyawa alkaloid piridin- piperidin.
piperidin. 2.
2. Mahasiswa dapat mengetahui sturktur dari senyawa alkaloid piridin-piperidin.Mahasiswa dapat mengetahui sturktur dari senyawa alkaloid piridin-piperidin. 3.
3. Mahasiswa dapat mengerti dan memahami sifat fisika dan kimia dari alkaloidMahasiswa dapat mengerti dan memahami sifat fisika dan kimia dari alkaloid sehingga dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
BAB II BAB II
TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA
A.
A. Definisi Golongan PiridinDefinisi Golongan Piridin
–
–
PiperidinPiperidinPiridin-piperidin adalah sebuah senyawa organik heterosiklik yang berbentuk cincin Piridin-piperidin adalah sebuah senyawa organik heterosiklik yang berbentuk cincin aromatic sederhana. Rumus kimianya adalah C
aromatic sederhana. Rumus kimianya adalah C55HH55 N. Strukturnya N. Strukturnya mirip mirip dengan benzene,dengan benzene, dimana sebuah gugus CH didalam cincin aromatis yang terdiri dari enam atom diganti dimana sebuah gugus CH didalam cincin aromatis yang terdiri dari enam atom diganti dengan nitrogen. Senyawa ini berbentuk cairan tidak berwarna yang berbau aroma khas dengan nitrogen. Senyawa ini berbentuk cairan tidak berwarna yang berbau aroma khas seperti ikan. Cincin piridin banyak terdapat diberbagai senyawa-senyawa penting, seperti ikan. Cincin piridin banyak terdapat diberbagai senyawa-senyawa penting, termasuk nikotinamida. Yang termasuk dalam golongan Piridin-piperidin adalah piperine, termasuk nikotinamida. Yang termasuk dalam golongan Piridin-piperidin adalah piperine, coniine, trigonelline, arecoline, arecaidine, guvacine, cystisine, Lobeline, nikotina, coniine, trigonelline, arecoline, arecaidine, guvacine, cystisine, Lobeline, nikotina, anabasine, dan sparteine. Golongan piridin-piperidin ini dibagi dalam 4 sub golongan : anabasine, dan sparteine. Golongan piridin-piperidin ini dibagi dalam 4 sub golongan : 1.
1. Turunan Piperidin, meliputi piperini yang diperoleh dari Piperis nigri Fructus; yangTurunan Piperidin, meliputi piperini yang diperoleh dari Piperis nigri Fructus; yang berasal dari tumbuhan Piperis nigri.
berasal dari tumbuhan Piperis nigri. 2.
2. Turunan Propil-Piperidin, meliputi koniin yang diperoleh dari Conii Fructus; yangTurunan Propil-Piperidin, meliputi koniin yang diperoleh dari Conii Fructus; yang berasal dari tumbuhan Conium maculatum.
berasal dari tumbuhan Conium maculatum. 3.
3. Turunan Asam Nikotinan, meliputi arekolin yang diperoleh dari Areca Semen; yangTurunan Asam Nikotinan, meliputi arekolin yang diperoleh dari Areca Semen; yang berasal dari tumbuhan Areca catechu.
berasal dari tumbuhan Areca catechu. 4.
4. Turunan Pirinin & Pirolidin, meliputi nikotin yang diperoleh dari Nicoteana Folium;Turunan Pirinin & Pirolidin, meliputi nikotin yang diperoleh dari Nicoteana Folium; yang berasal dari tumbuhan Nicotiana tobaccum.
yang berasal dari tumbuhan Nicotiana tobaccum.
B.
B. Sifat KimSifat Kimia dan Siia dan Sifat Ffat Fisikaisika
Alkaloid golongan piridin-piperidin memiliki sifat-sifat, antara lain: Alkaloid golongan piridin-piperidin memiliki sifat-sifat, antara lain: 1.
1. SifatSifat
–
–
Sifat Kimia : Sifat Kimia :Gambar II.1 Struktur Inti Golongan Piridin-Piperidin Gambar II.1 Struktur Inti Golongan Piridin-Piperidin
Kebanyakan alkaloid bersifat basa. Sifat tersebut tergantung pada adanya pasangan Kebanyakan alkaloid bersifat basa. Sifat tersebut tergantung pada adanya pasangan elektron pada nitrogen. Jika gugus fungsional yang berdekatan dengan nitrogen bersifat elektron pada nitrogen. Jika gugus fungsional yang berdekatan dengan nitrogen bersifat melepaskan elektron, sebagai contoh; gugus alkil, maka ketersediaan elektron pada melepaskan elektron, sebagai contoh; gugus alkil, maka ketersediaan elektron pada nitrogen naik dan senyawa lebih bersifat basa. Hingga trietilamin lebih basa daripada nitrogen naik dan senyawa lebih bersifat basa. Hingga trietilamin lebih basa daripada dietilamin dan senyawa dietilamin lebih basa daripada etilamin. Sebaliknya, bila gugus dietilamin dan senyawa dietilamin lebih basa daripada etilamin. Sebaliknya, bila gugus fungsional yang berdekatan bersifat menarik elektron (gugus karbonil), maka fungsional yang berdekatan bersifat menarik elektron (gugus karbonil), maka ketersediaan pasangan elektron berkurang dan pengaruh yang ditimbulkan alkaloid dapat ketersediaan pasangan elektron berkurang dan pengaruh yang ditimbulkan alkaloid dapat bersifat
bersifat netral netral atau atau bahkan bahkan sedikit sedikit asam. asam. Contoh, Contoh, senyawa senyawa yang yang mengandung mengandung gugusgugus amida.
amida.
Kebasaan alkaloid menyebabkan senyawa tersebut sangat mudah mengalami Kebasaan alkaloid menyebabkan senyawa tersebut sangat mudah mengalami dekomposisi, terutama oleh panas dan sinar dengan adanya oksigen. Hasil dari reaksi ini dekomposisi, terutama oleh panas dan sinar dengan adanya oksigen. Hasil dari reaksi ini sering berupa N-oksida. Dekomposisi alkaloid selama atau setelah isolasi dapat sering berupa N-oksida. Dekomposisi alkaloid selama atau setelah isolasi dapat menimbulkan berbagai persoalan jika penyimpanan berlangsung dalam waktu yang lama. menimbulkan berbagai persoalan jika penyimpanan berlangsung dalam waktu yang lama. Pembentukan garam dengan senyawa organik (tartarat, sitrat) atau anorganik (asam Pembentukan garam dengan senyawa organik (tartarat, sitrat) atau anorganik (asam hidroklorida atau sulfat) sering mencegah dekomposisi. Itulah sebabnya dalam hidroklorida atau sulfat) sering mencegah dekomposisi. Itulah sebabnya dalam perdagangan alkaloid lazim berada dalam bentuk garamnya.
perdagangan alkaloid lazim berada dalam bentuk garamnya.
2.
2. SifatSifat
–
–
Sifat Fisika :Sifat Fisika :Umumnya mempunyai 1 atom N meskipun ada beberapa yang memiliki lebih Umumnya mempunyai 1 atom N meskipun ada beberapa yang memiliki lebih dari 1 atom N seperti pada Ergotamin yang memiliki 5 atom N. Atom N ini dapat dari 1 atom N seperti pada Ergotamin yang memiliki 5 atom N. Atom N ini dapat berupa
berupa amin amin primer, primer, sekunder sekunder maupun maupun tertier tertier yang yang semuanya semuanya bersifat bersifat basa basa (tingkat(tingkat kebasaannya tergantung dari struktur molekul dan gugus fungsionalnya). Kebanyakan kebasaannya tergantung dari struktur molekul dan gugus fungsionalnya). Kebanyakan alkaloid yang telah diisolasi berupa padatan kristal tidak larut dengan titik lebur yang alkaloid yang telah diisolasi berupa padatan kristal tidak larut dengan titik lebur yang tertentu atau mempunyai kisaran dekomposisi. Sedikit alkaloid yang berbentuk amorf tertentu atau mempunyai kisaran dekomposisi. Sedikit alkaloid yang berbentuk amorf dan beberapa seperti; nikotin dan koniin berupa cairan. Kebanyakan alkaloid tidak dan beberapa seperti; nikotin dan koniin berupa cairan. Kebanyakan alkaloid tidak berwarna,
berwarna, tetapi tetapi beberapa beberapa senyawa senyawa yang yang kompleks, kompleks, species species aromatik aromatik berwarnaberwarna (contoh berberin berwarna kuning dan betanin berwarna merah). Pada umumnya, basa (contoh berberin berwarna kuning dan betanin berwarna merah). Pada umumnya, basa bebas
bebas alkaloid alkaloid hanya hanya larut larut dalam dalam pelarut pelarut organik, organik, meskipun meskipun beberapa beberapa pseudoalkalodpseudoalkalod dan protoalkaloid larut dalam air. Garam alkaloid dan alkaloid quartener sangat larut dan protoalkaloid larut dalam air. Garam alkaloid dan alkaloid quartener sangat larut dalam air. Alkaloid dalam bentuk bebas tidak larut dalam air, tetapi larut dalam dalam air. Alkaloid dalam bentuk bebas tidak larut dalam air, tetapi larut dalam kloroform, eter dan pelarut organik lainnya yang bersifat relatif nonpolar.
Piperidin alkaloid
Piperidin alkaloid diidentifikasi dari lingkaran heterosiklik jenuh yangdiidentifikasi dari lingkaran heterosiklik jenuh yang dimilikinya, sebagai contoh adalah inti piperidin. Senyawa terpenting dari piperidin dimilikinya, sebagai contoh adalah inti piperidin. Senyawa terpenting dari piperidin alkaloid adalah coniin yang dijumpai pada tanaman
alkaloid adalah coniin yang dijumpai pada tanaman Conium maculatumConium maculatum atau lebihatau lebih dikenal dengan nama tanaman
dikenal dengan nama tanaman hemlockhemlock beracun. beracun.
Racun ini mudah menyebar karena mudah menguap sehingga dapat terhirup alat Racun ini mudah menyebar karena mudah menguap sehingga dapat terhirup alat pernafasan.Komposisi
pernafasan.Komposisi kimia kimia dari dari lima lima senyawa senyawa kimia kimia yang yang terjadi terjadi dari dari coniumconium alkaloid yaituconiin, δ
alkaloid yaituconiin, δ-conicein, conhydrin, N-metilconiin dan pseudoconhydrin.-conicein, conhydrin, N-metilconiin dan pseudoconhydrin.
C. Sumber Piperidin C. Sumber Piperidin
Piperidin alkaloid yang merupakan penyebab dari adanya keracunan pada hewan Piperidin alkaloid yang merupakan penyebab dari adanya keracunan pada hewan ternak dihasilkan tanaman
ternak dihasilkan tanaman hemlockhemlock beracun beracun ((Conium maculatumConium maculatum). Tanaman). Tanaman hemlockhemlock beracun
beracun bentuk bentuk dan dan namanya namanya hampir hampir serupa serupa dengan dengan tanamantanaman hemlockhemlock air (air (CicutaCicuta maculata
maculata). Tanaman). Tanaman hemlockhemlock beracun beracun ini ini berasal berasal dari dari Eropa,dan Eropa,dan tersebar tersebar luas luas keluarkeluar Amerika khususnya ke daerah Amerika bagian Pasifik barat laut, utara bagian sentral dan Amerika khususnya ke daerah Amerika bagian Pasifik barat laut, utara bagian sentral dan daerah timur laut. Tanaman
daerah timur laut. Tanaman hemlockhemlock ini merupakan jenis tanaman yang kuat, tumbuhini merupakan jenis tanaman yang kuat, tumbuh setinggi 6-10 kaki sepanjang sisi jalan, parit-parit
setinggi 6-10 kaki sepanjang sisi jalan, parit-parit halaman kandang maupun ditepi sawah.halaman kandang maupun ditepi sawah. Kemunculannya hampir sama dengan
Kemunculannya hampir sama dengan hemlockhemlock air maupun tanaman wortel liarair maupun tanaman wortel liar (( Daucus Daucus carotacarota). Tanaman ini mempunyai daging tubuh cukup tebal dan akar tunggang). Tanaman ini mempunyai daging tubuh cukup tebal dan akar tunggang putih,
putih, sedangkansedangkan hemlockhemlock air memiliki cabang akar tangkai yang menebal lebihair memiliki cabang akar tangkai yang menebal lebih menyerupai akar umbi dahlia. Bagian bawah dari
menyerupai akar umbi dahlia. Bagian bawah dari hemlockhemlock air menjadi tempatair menjadi tempat penyimpanan racun. Tanaman, bagan dan biji
penyimpanan racun. Tanaman, bagan dan biji hemlockhemlock beracun dapat dilihat pada beracun dapat dilihat pada gambargambar di bawah ini.
di bawah ini.
Gambar II.2 Tanaman
Tanaman tersebut mempunyai ciri khas yaitu bau yang tidak menyenangkan, yang Tanaman tersebut mempunyai ciri khas yaitu bau yang tidak menyenangkan, yang dapat segera diketahui jika berada didekat tanaman tersebut atau apabila daun atau batang dapat segera diketahui jika berada didekat tanaman tersebut atau apabila daun atau batang dihancurkan. Alkaloid yang mudah menguap tersebut bersifat racun dan dapat menyebabkan dihancurkan. Alkaloid yang mudah menguap tersebut bersifat racun dan dapat menyebabkan keracunan pada saat bernafas. Conium alkaloid mengakibatkan dua pengaruh utama, yaitu keracunan pada saat bernafas. Conium alkaloid mengakibatkan dua pengaruh utama, yaitu kerusakan akut padasistem syaraf dan sebagai a
BAB III BAB III PEMBAHASAN PEMBAHASAN
A. Tumbuhan yang
A. Tumbuhan yang MengandunMengandung Alkaloid g Alkaloid Piridin-PiperidinPiridin-Piperidin 1.
1. Conii FructusConii Fructus
Gambar III.1
Gambar III.1 ConiumConium Maculatum Maculatum LL
a.
a. TaksonomiTaksonomi 1)
1) Kingdom Kingdom : : PlantaePlantae 2)
2) Subkingdom Subkingdom : : ViridiplantaeViridiplantae 3)
3) Infrakingdom Infrakingdom : : StreptophytaStreptophyta 4)
4) Superdivision Superdivision : : EmbryophytaEmbryophyta 5)
5) Class Class : : MagnoliopsidaMagnoliopsida 6)
6) Superorder Superorder : : AsteranaeAsteranae 7)
7) Order Order : : ApialesApiales 8)
8) Family Family : : ApiaceaeApiaceae 9)
9) Genus Genus : : Conium Conium LL 10)
10) Species Species :: ConiumConium maculatummaculatum L.L. 11)
11) Simplisia Simplisia : Conii : Conii FructusFructus b.
b. MorfologiMorfologi 1)
1) Tumbuh hingga 9 meter dan menyerupai tanaman wortel.Tumbuh hingga 9 meter dan menyerupai tanaman wortel. 2)
2) Daun yang besar (dapat mencapai hingga 4meter) dan berenda.Daun yang besar (dapat mencapai hingga 4meter) dan berenda. 3)
3) Bunga-bunga kecil seperti payungBunga-bunga kecil seperti payung 4)
4) Batang biasanya berongga dan memiliki Batang biasanya berongga dan memiliki bintik-bintik ungu.bintik-bintik ungu. 5)
5) Buah kecil dan pipih disisi-sisinya, dengan panjang 3-4 milimeter.Buah kecil dan pipih disisi-sisinya, dengan panjang 3-4 milimeter. 6)
c.
c. Habitat dan Habitat dan PersebaPersebaranran 1)
1) Habitat : tumbuh subur didaerah limbah atau tanaHabitat : tumbuh subur didaerah limbah atau tanah yang tidak dikelola baik,h yang tidak dikelola baik, seperti baris pagar, singkapan berbatu dataran rendah dan daerah berhutan. seperti baris pagar, singkapan berbatu dataran rendah dan daerah berhutan. 2)
2) Persebaran : berasal dari daerah eropa telah beradaptasi diwilayah AmerikaPersebaran : berasal dari daerah eropa telah beradaptasi diwilayah Amerika dan Asia. Sekarang penyebarannya hingga diseluruh dunia, terutama dan Asia. Sekarang penyebarannya hingga diseluruh dunia, terutama didaerah beriklim dengan ketinggian dibawah 5.000 kaki.
didaerah beriklim dengan ketinggian dibawah 5.000 kaki. d.
d. Kandungan KimiaKandungan Kimia 1)
1) Coniine adalah alkoloid piperidin (2-propil piperidin)Coniine adalah alkoloid piperidin (2-propil piperidin) 2)
2) Seluruh tanaman mengandung coniine, N-metil coniine, conhydrine,Seluruh tanaman mengandung coniine, N-metil coniine, conhydrine, lambda-coniceine dan pseudo conhydrine.
lambda-coniceine dan pseudo conhydrine. e.
e. karakteristkarakteristtik Fisika-Kimia tik Fisika-Kimia LainLain 1)
1) Memiliki bau yang khas yang disebabkan oleh coniine, yang merupakanMemiliki bau yang khas yang disebabkan oleh coniine, yang merupakan cairan yang mudah yang mudah menguap, tidak berwarna, dan
cairan yang mudah yang mudah menguap, tidak berwarna, dan rasa pahitrasa pahit f.
f. Kandungan Kimia LainnyaKandungan Kimia Lainnya 1)
1) Lebih dari 98%, dari total alkaloid dalam tanaman segar conium maculatumLebih dari 98%, dari total alkaloid dalam tanaman segar conium maculatum adalah coniceine , dalam t
adalah coniceine , dalam tanaman kering kurang dari 20% adalah coniceine,anaman kering kurang dari 20% adalah coniceine, dan ada juga coniine
dan ada juga coniine 2)
2) N-metil N-metil coniine, coniine, conhydrine conhydrine dan dan pseudo pseudo conhydrine, conhydrine, yang yang memiliki memiliki aksiaksi beracun mirip dengan coniine.
beracun mirip dengan coniine. g.
g. KegunaanKegunaan 1)
1) Digunakan sebagai antispasmodik atau sedatif.Digunakan sebagai antispasmodik atau sedatif. 2)
2) Sebagai bromhydrat, dosis maksimal yang direkomendasikan adalah 15mgSebagai bromhydrat, dosis maksimal yang direkomendasikan adalah 15mg perhari.
perhari. 3)
3) Dosis yang dianjurkan dari teh yang dibuat dari daun kering adalah 1gramDosis yang dianjurkan dari teh yang dibuat dari daun kering adalah 1gram dalam 100cc air
dalam 100cc air 4)
2.
2. Nicotiana Tabacum FoliumNicotiana Tabacum Folium
Gambar III.2
Gambar III.2 Nicotiana Tabacum Nicotiana Tabacum L.L.
a.
a. TaksonomiTaksonomi 1)
1) Kingdom Kingdom : : PlantaePlantae 2)
2) Subkingdom Subkingdom : : ViridiplantaeViridiplantae 3)
3) Infrakingdom Infrakingdom : : EmbryophytaEmbryophyta 4)
4) Division Division : : TracheophytaTracheophyta 5)
5) Superdivision Superdivision : : SpermatophytinaSpermatophytina 6)
6) Class Class : : MagnoliopsidaMagnoliopsida 7)
7) Superorder Superorder : : AsteranaeAsteranae 8)
8) Order Order : : SolanalesSolanales 9)
9) Family Family : : SolanaceaeSolanaceae 10)
10) Genus Genus : : Nicotina Nicotina LL 11)
11) Species Species :: Nicotiana Tabacum Nicotiana Tabacum L.L. 12)
12) Simplisia Simplisia : : Nicotiana Nicotiana Tabacum Tabacum FoliumFolium b.
b. MorfologiMorfologi 1)
1) Seperti semak atau pohon kecilSeperti semak atau pohon kecil 2)
2) Tinggi 0,90-1,50 m sesuai dengan varietasTinggi 0,90-1,50 m sesuai dengan varietas 3)
3) Daunnya berbentuk bulat panjang atau oblanceolateDaunnya berbentuk bulat panjang atau oblanceolate 4)
4) Bunganya bergerombol di ujung cabang memili kelopak silinder danBunganya bergerombol di ujung cabang memili kelopak silinder dan kehijauan atau kemerahan di bagian atas.
c.
c. Habitat Dan Habitat Dan PersebarPersebaranan 1)
1) Habitat: N. Tabacum sensitif terhadap suhu, udara, kelembapan tanah danHabitat: N. Tabacum sensitif terhadap suhu, udara, kelembapan tanah dan jenis tanah. Suhu optimum 2
jenis tanah. Suhu optimum 20-300-30˚˚C kelembapan atmosfer 80-85.C kelembapan atmosfer 80-85. 2)
2) Persebaran: N. Tabacum berasal dari daerah tropis dan subtropis AmerikaPersebaran: N. Tabacum berasal dari daerah tropis dan subtropis Amerika tetapi sekarang komersial dibudidayakan di seluruh dunia.
tetapi sekarang komersial dibudidayakan di seluruh dunia. d.
d. BiosintesisBiosintesis 1)
1) Asam NikotinatAsam Nikotinat a)
a) Komponen asam nikotinat dari nicotinamide disintesis pada hewan olehKomponen asam nikotinat dari nicotinamide disintesis pada hewan oleh degradasi L-tryptophan.
degradasi L-tryptophan. b)
b) Tanaman seperti Nicotinana menggunakan jalur yang berbedaTanaman seperti Nicotinana menggunakan jalur yang berbeda menggunakan gliseraldehida 3-fosfat dan prekusor asam L-aspartat. menggunakan gliseraldehida 3-fosfat dan prekusor asam L-aspartat. 2)
2) AnabasinAnabasin a)
a) Anabasine dihAnabasine dihasilkan dari asam asilkan dari asam nikotinat dan nikotinat dan lisin lisin molekul kation molekul kation 1- 1- piperidinnium.
piperidinnium. e.
e. Kandungan kimiaKandungan kimia
Senyawa kimia yang terkandung dalam tembakau antara lain alkaloida Senyawa kimia yang terkandung dalam tembakau antara lain alkaloida (nikotin), saponin, flavonoida dan politenol.
(nikotin), saponin, flavonoida dan politenol. e.
e. KegunaanKegunaan 1)
1) Nicotinamide digunakan untuk Nicotinamide digunakan untuk suplemen diet.suplemen diet. 2)
2) Asam nikotinat dalam dosis besar mampu menurunkan konsentrasiAsam nikotinat dalam dosis besar mampu menurunkan konsentrasi kolesterol dan trigliserida dengan menghambat sintesisnya.
kolesterol dan trigliserida dengan menghambat sintesisnya. 3)
3) Bubuk daun tembakau telah lama digunakan sebagai insektisidaBubuk daun tembakau telah lama digunakan sebagai insektisida 4)
4) Nikotin Nikotin adalah adalah racun racun bagi bagi manusia manusia karena karena afeknya afeknya pada pada sistem sistem saraf,saraf, berinteraksi dengan reseptor nicotic acetylcholine.
berinteraksi dengan reseptor nicotic acetylcholine. f.
f. IsolasiIsolasi 1)
1) Tahap pertama ialah tahap persiapan. Dalam tahap ini pertama-tama ambilTahap pertama ialah tahap persiapan. Dalam tahap ini pertama-tama ambil ¼ bagian batang tembakau dari atas.
¼ bagian batang tembakau dari atas. 2)
2) Kemudian dicuci dengan air mrngalir untuk menghilangkan zat-zat lainKemudian dicuci dengan air mrngalir untuk menghilangkan zat-zat lain yang menempel pada batang tembakau tersebut.
yang menempel pada batang tembakau tersebut. 3)
3) Kemudian potong-potong batang tersebut dengan panjang 1Kemudian potong-potong batang tersebut dengan panjang 1 – – 2 cm, lalu 2 cm, lalu keringkan dengan cara menjemurnya di bawah sinar matahari sampai keringkan dengan cara menjemurnya di bawah sinar matahari sampai
5)
5) Tahap kedua ialah tahap ekstraksi. Dalam tahap kedua ini dilakukanTahap kedua ialah tahap ekstraksi. Dalam tahap kedua ini dilakukan ekstraksi dengan pelarut air. Bahan yang telah dihaluskan dicampur dengan ekstraksi dengan pelarut air. Bahan yang telah dihaluskan dicampur dengan air. Perbandingan bahan dengan pelarut 100 gram : 400 ml air, kemudian air. Perbandingan bahan dengan pelarut 100 gram : 400 ml air, kemudian dipanaskan selama 90 menit pada suhu 90
dipanaskan selama 90 menit pada suhu 90ooC pada kecepatan pengadukanC pada kecepatan pengadukan 250 rpm.
250 rpm. 6)
6) Tahap ketiga adalah pengambilan hasil ekstraksi. Setelah tahap ekstrakiTahap ketiga adalah pengambilan hasil ekstraksi. Setelah tahap ekstraki selesai, filtrat dipisahkan dari padatannya dengan cara disaring dan filtrat selesai, filtrat dipisahkan dari padatannya dengan cara disaring dan filtrat yang didapatkan kemudian dipekatkan untuk menghasilkan ekstran yang yang didapatkan kemudian dipekatkan untuk menghasilkan ekstran yang kadar nikotinnya tinggi.
kadar nikotinnya tinggi.
3.
3. Piper NigrumPiper Nigrum
Gambar III.3
Gambar III.3 Piper nigrium Piper nigrium L. L.
a.
a. TaksonomiTaksonomi 1)
1) Kingdom Kingdom : : PlantaePlantae 2)
2) Subkingdom Subkingdom : : VindiplantaeVindiplantae 3)
3) Infrakingdom Infrakingdom : : StreptophytaStreptophyta 4)
4) Superdivision Superdivision : : EmbryophytaEmbryophyta 5)
5) Division Division : : TracheophytaTracheophyta 6)
6) Subdivision Subdivision : : SpermmatophytinaSpermmatophytina 7)
7) Class Class : : MagnoliopsidaMagnoliopsida 8)
8) Superorder Superorder : : MagnolianaeMagnolianae 9)
9) Order Order : : PiperalesPiperales 10)
10) Family Family : : PiperaceaePiperaceae 11)
11) Genus Genus : : PiperPiper 12)
12) Species Species :: Piper nigrium Piper nigrium L. L. 13)
13) Simplisia Simplisia : : Piperis Piperis niges niges FructusFructus b.
b. MorfologiMorfologi 1)
2)
2) Membentuk akar pendek, yang disebut akar adventif.Membentuk akar pendek, yang disebut akar adventif. 3)
3) Daun: meruncing ke arah ujung, berwarna hijau gelap dan mengilapDaun: meruncing ke arah ujung, berwarna hijau gelap dan mengilap dibagian atas, berwarna pucar hijau dibagian bawah.
dibagian atas, berwarna pucar hijau dibagian bawah. 4)
4) Bunga: tersimpan dalam bentuk kelompok/kluster. Terdapat 50-150 bungaBunga: tersimpan dalam bentuk kelompok/kluster. Terdapat 50-150 bunga warna putih hingga kuning-hijau yang diproduksi pada setiap spike.
warna putih hingga kuning-hijau yang diproduksi pada setiap spike. 5)
5) Buah: berbentuk bulat seperti berry, meimiliki diameter hingga 6 mm,Buah: berbentuk bulat seperti berry, meimiliki diameter hingga 6 mm, berwarna
berwarna hijau hijau pada pada awalnya, awalnya, tetapi tetapi memerah memerah pada pada saat saat matang, matang, setiapsetiap buah
buah masing-masing masing-masing mengandung mengandung satu satu biji. biji. Terdapat Terdapat 50-60 50-60 buah buah yangyang diproduksi pada setiap spike.
diproduksi pada setiap spike. c.
c. Habitat Dan Habitat Dan PerbesarPerbesaranan 1)
1) Merupakan tanaman asli dari Western Ghats Kerala di India, dimanaMerupakan tanaman asli dari Western Ghats Kerala di India, dimana Piper Piper nigrum
nigrum tumbuh liar di pegunungan serta pada daerah yang panas dan tumbuh liar di pegunungan serta pada daerah yang panas dan lembab.
lembab. 2)
2) Tanaman ini dibudidayakan di seluruh daerah tropis sebagai tanamanTanaman ini dibudidayakan di seluruh daerah tropis sebagai tanaman komersial. Vietnam, Indonesia, Brazil dan india adalah produsen utamanya. komersial. Vietnam, Indonesia, Brazil dan india adalah produsen utamanya. d.
d. KegunaanKegunaan 1)
1) Piper nigrum memiliki efek farmakologi seperti antijamur, antiflamasi, antiPiper nigrum memiliki efek farmakologi seperti antijamur, antiflamasi, anti kanker dan antioksidan.
kanker dan antioksidan. 2)
2) Dikenal memiliki aktivitas insektisida terhadap nyamuk dan lalat.Dikenal memiliki aktivitas insektisida terhadap nyamuk dan lalat. 3)
3) Inflamasi dari minyak lada hitam dapat meningkatkan gerak refleks saatInflamasi dari minyak lada hitam dapat meningkatkan gerak refleks saat menelan.
menelan. 4)
4) Piperine banyak digunakan dalam pembuatan sediaan sirup untuk obatPiperine banyak digunakan dalam pembuatan sediaan sirup untuk obat batuk
batuk herbal, herbal, karena karena memiliki memiliki efek efek antitussive antitussive dan dan bronkodilator.bronkodilator. Digunakan juga sebagai anti inflamasi, anti malar
Digunakan juga sebagai anti inflamasi, anti malaria, dan anti leukimia.ia, dan anti leukimia. e.
e. Cara Memperoleh SimplisiaCara Memperoleh Simplisia 1)
1) Buah dipetik ketika warnanya mulai berubah menjadi merah. BuahBuah dipetik ketika warnanya mulai berubah menjadi merah. Buah dikumpulkan kemudian direndam dalam air mendidih selama sekitar 10 dikumpulkan kemudian direndam dalam air mendidih selama sekitar 10 menit, yang menyebabkan berubah menjadi warna cokelat gelap atau hitam menit, yang menyebabkan berubah menjadi warna cokelat gelap atau hitam dalam waktu satu jam. Kemudian di sebar dan dijemur selama tiga atau dalam waktu satu jam. Kemudian di sebar dan dijemur selama tiga atau empat hari.
empat hari. 2)
1)
1) Minyak atsiri 1-2% yangMinyak atsiri 1-2% yang Mengandung : - dipentena Mengandung : - dipentena
- felandrena. - felandrena. 2)
2) Alkaloid piperinAlkaloid piperin - piperidina 4,5-8%. - piperidina 4,5-8%. 3) 3) ResinResin 4) 4) KhavisinKhavisin 5) 5) AmilumAmilum 6) 6) TaninTanin 7)
7) Minyak tak menguapMinyak tak menguap 8)
8) Ekstrak eterEkstrak eter g.
g. Cara IsolasiCara Isolasi 1)
1) Langkah awal proses isolasi piperin ini adalah menarik semua komponenLangkah awal proses isolasi piperin ini adalah menarik semua komponen kimia yang terkandung dalam piper nigrii fructus, yang disebut dengan kimia yang terkandung dalam piper nigrii fructus, yang disebut dengan proses ekstraksi.
proses ekstraksi. 2)
2) Ekstraksi dilakukan Ekstraksi dilakukan dengan dengan penambahan penambahan pelarut pelarut etanol etanol 96%. 96%. ProsesProses pengekstraksian
pengekstraksian komponen komponen kimia kimia dalam dalam sel sel tanaman tanaman piperis piperis nigrii nigrii yaituyaitu etanol 96% akan menembus dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel etanol 96% akan menembus dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat aktif, zat aktif akan larut dalam etanol 96% di luar yang mengandung zat aktif, zat aktif akan larut dalam etanol 96% di luar sel, maka larutan terpekat akan berdifusi keluar sel dan proses ini akan sel, maka larutan terpekat akan berdifusi keluar sel dan proses ini akan berulang
berulang terus terus sampai sampai terjadi terjadi keseimbangan keseimbangan antara antara konsentrasi konsentrasi cairan cairan zatzat aktif di dalam dan di luar sel.
aktif di dalam dan di luar sel. 3)
3) Pada dasarnya sirkulasi yang baik dilakukan selama 1-2 jam denganPada dasarnya sirkulasi yang baik dilakukan selama 1-2 jam dengan kecepatan 6-8 siklus per jam, untuk mendapatkan zat aktif yang lebih kecepatan 6-8 siklus per jam, untuk mendapatkan zat aktif yang lebih banyak dan murni.
banyak dan murni. 4)
4) Hasil dari ekstraksi ini kemHasil dari ekstraksi ini kemudian didinginkan udian didinginkan dan disaring dan disaring dengan kertasdengan kertas saring untuk memisahkan sari dari bagian yang tidak larut.
saring untuk memisahkan sari dari bagian yang tidak larut. 5)
5) Penambahan KOH-Etanolik 10% untuk memisahkan senyawa resin denganPenambahan KOH-Etanolik 10% untuk memisahkan senyawa resin dengan meminimalkan pembentukan garam, sehingga didapatkan alkaloida yang meminimalkan pembentukan garam, sehingga didapatkan alkaloida yang murni. Endapan dipisahkan dengan cara penyaringan dengan glasswool, murni. Endapan dipisahkan dengan cara penyaringan dengan glasswool, untuk meminimalkan kandungan resin yang ikut tersaring, kemudian untuk meminimalkan kandungan resin yang ikut tersaring, kemudian didapatkan sari yang jernih.
didapatkan sari yang jernih. h.
Biosintesis alkaloid melibatkan asam amino sebagai precursor diantaranya Fenil Biosintesis alkaloid melibatkan asam amino sebagai precursor diantaranya Fenil alanin, Triptofan, Lysin, Tirosin, Histidin dan Ornitin.
alanin, Triptofan, Lysin, Tirosin, Histidin dan Ornitin.
4.
4. ARECA CATECHU LARECA CATECHU L
Gambar III.4
Gambar III.4 Areca catechu L. Areca catechu L.
a.
a. TaksonomiTaksonomi 1)
1) Kingdom Kingdom : : PlantaePlantae 2)
2) Subkingdom Subkingdom : : ViridipiplantaeViridipiplantae 3)
3) Infrakingdom Infrakingdom : : StreptophytaStreptophyta 4)
4) Superdivision Superdivision : : EmbryophytaEmbryophyta 5)
5) Division Division : : TracheophytaTracheophyta 6)
6) Subdivision Subdivision : : SpermmatophytinaSpermmatophytina 7)
7) Class Class : : MagnoliopsidaMagnoliopsida 8)
8) Superorder Superorder : : LilianaeLilianae 9)
9) Order Order : : ArecalesArecales 10)
10) Family Family : : ArecaceaeArecaceae 11)
11) Genus Genus : : Areca Areca LL 12)
12) Species Species :: Areca catechu L. Areca catechu L. 13)
2)
2) Daun memiliki panjang hingga 7 inchi dDaun memiliki panjang hingga 7 inchi dan ujungnya bergerigian ujungnya bergerigi 3)
3) Buahnya berwarna orange hinggaa kuning saat matangBuahnya berwarna orange hinggaa kuning saat matang 4)
4) Biji buah berwarna kecoklatan sampai coklat kemerahan, agak berlekuku-Biji buah berwarna kecoklatan sampai coklat kemerahan, agak berlekuku-lekuk dengan warna yang lebih muda.
lekuk dengan warna yang lebih muda. 5)
5) Pada bidang irisan bijji tampak perisperin berwarna coklat tua denganPada bidang irisan bijji tampak perisperin berwarna coklat tua dengan lipatan tidak beraturan menebus endosperem yang agak keputihan.
lipatan tidak beraturan menebus endosperem yang agak keputihan. c.
c. Habitat Dan Habitat Dan PerseberPerseberanan 1)
1) Arecha catechu dapat ditemukan di Bangladesh, Bismarck archipelago,Arecha catechu dapat ditemukan di Bangladesh, Bismarck archipelago, cambodia, Caroline is, China South-Central, Fiji, Hainan, India, Laos, cambodia, Caroline is, China South-Central, Fiji, Hainan, India, Laos, Malaya, Marianas New Guinea, Philippines, Society Is, Solomon Is, sri Malaya, Marianas New Guinea, Philippines, Society Is, Solomon Is, sri lanka, Sulawesi, Taiwan, Thailand, Vanuatu, dan Vietnam.
lanka, Sulawesi, Taiwan, Thailand, Vanuatu, dan Vietnam. 2)
2) Tanaman ini tumbuh pada daerah tropis dan daerah sub tropis yang hangat,Tanaman ini tumbuh pada daerah tropis dan daerah sub tropis yang hangat, lembab, berdrainase baik dan tidak kering.
lembab, berdrainase baik dan tidak kering. d.
d. Kandungan KimiaKandungan Kimia 1)
1) Biji buah pinang mengandung alkaloid seperti, arekolin, arekaidin, arekain,Biji buah pinang mengandung alkaloid seperti, arekolin, arekaidin, arekain, guvakolin, guvasine, dan isoguvasine.
guvakolin, guvasine, dan isoguvasine. 2)
2) Kandungan kimia lain adalah tanin terkondensasi, tanin terhidrolisis,Kandungan kimia lain adalah tanin terkondensasi, tanin terhidrolisis, flavanoid, senyawa fenolik, asam galat, getah, lignin, serta garam.
flavanoid, senyawa fenolik, asam galat, getah, lignin, serta garam.
e.
e. KegunaanKegunaan 1)
1) Areca catechu memiliki efek stimulan karena kandungan alkaloidnya.Areca catechu memiliki efek stimulan karena kandungan alkaloidnya. 2)
2) Secara tradisional dapat digunakan sebagai diuretik, obat cacing,Secara tradisional dapat digunakan sebagai diuretik, obat cacing, kardiotonik, diare, tekanan darah rendah, denyut jantung yang lambat, dan kardiotonik, diare, tekanan darah rendah, denyut jantung yang lambat, dan gangguan sistem pencernaan lainnya.
gangguan sistem pencernaan lainnya. 3)
3) Tanaman ini juga memiliki efek antibakteri, antivirus, antikarsinogenik,Tanaman ini juga memiliki efek antibakteri, antivirus, antikarsinogenik, anti-inflamasi, anti alergi, dan vasodilatasi.
anti-inflamasi, anti alergi, dan vasodilatasi. f.
f. Cara Memperoleh SimplisiaCara Memperoleh Simplisia 1)
1) Buah dipetik ketika telah matang, yaitu warnanya merah terang hinggaBuah dipetik ketika telah matang, yaitu warnanya merah terang hingga kuning. Lakukan pengeringan dengan dijemur dibawah sinar matahari. kuning. Lakukan pengeringan dengan dijemur dibawah sinar matahari. Kemudian dikupas untuk mendapatkan bijinya.
Kemudian dikupas untuk mendapatkan bijinya. g.
g. IsolasiIsolasi 1)
2)
BAB IV BAB IV PENUTUP PENUTUP A. A. KesimpulanKesimpulan
Piridin-piperidin adalah sebuah senyawa organik heterosiklik yang berbentuk cincin Piridin-piperidin adalah sebuah senyawa organik heterosiklik yang berbentuk cincin aromatic sederhana. Rumus kimianya adalah C
aromatic sederhana. Rumus kimianya adalah C55HH55 N. Strukturnya N. Strukturnya mirip mirip dengan benzene,dengan benzene, dimana sebuah gugus CH didalam cincin aromatis yang terdiri dari enam atom diganti dimana sebuah gugus CH didalam cincin aromatis yang terdiri dari enam atom diganti dengan nitrogen. Sedangkan alkaloid suatu golongan senyawa organik yang terbanyak dengan nitrogen. Sedangkan alkaloid suatu golongan senyawa organik yang terbanyak ditemukan di alam. Golongan piridin-piperidin dibagi menjadi 4 sub golongan yaitu : ditemukan di alam. Golongan piridin-piperidin dibagi menjadi 4 sub golongan yaitu : turunan piperidin, turunan propil-piperidin, turunan asam nikotinan, dan turunan pirinin turunan piperidin, turunan propil-piperidin, turunan asam nikotinan, dan turunan pirinin & pirolidin.
& pirolidin.
B.
B. SaranSaran
Mahasiswa harus dapat mengetahui bagaimana didalam alkaloid terbagi berbagai Mahasiswa harus dapat mengetahui bagaimana didalam alkaloid terbagi berbagai macam
macam – – macam golongan yang sekarang kami buat yaitu piridin-piperidin yang dimana macam golongan yang sekarang kami buat yaitu piridin-piperidin yang dimana disini menjelaskan isi didalam piridin-piperidin nya itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
Hesse, M. 1981.
Hesse, M. 1981. Alkaloid Chemistry Alkaloid Chemistry. Toronto: John Wiley and Sons, Inc.. Toronto: John Wiley and Sons, Inc. Matsjeh, S. 2002.
Matsjeh, S. 2002. Kimia Kimia Hasil Hasil Alam Alam Senyawa Senyawa Metabolit Metabolit Sekunder Sekunder Tumbuhan Tumbuhan Falvonoid,Falvonoid, Terpenoid dan Alkaloid
Terpenoid dan Alkaloid . Yogyakarta: Jurusan Kimia FMIPA UGM.. Yogyakarta: Jurusan Kimia FMIPA UGM. Nofrika, Vony. Farmakog
Nofrika, Vony. Farmakognosi. Jakarta: P2B community; 2012.nosi. Jakarta: P2B community; 2012. Robinson, Trevor. 1995.
Robinson, Trevor. 1995. Kandungan Organik Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. Tumbuhan Tinggi. Edisi Edisi keenam. Terkeenam. Terjemahanjemahan kokasih Padmawinata
kokasih Padmawinata. Bandung: FMIPA ITB.. Bandung: FMIPA ITB. Usman, H., 2002,