Laporan Kinerja BKP Kelas II Gorontalo 2017 1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo terbentuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 22/Permentan/OT.140/4/2008 tanggal 3 April 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja UPT Karantina Pertanian dengan cakupan wilayah Kerja Propinsi Gorontalo yang terdiri dari Bandara Jalaluddin Gorontalo, Pelabuhan Laut Gorontalo, Pelabuhan Laut Kwandang, Pelabuhan Laut Anggrek dan Pelabuhan Laut Boalemo. Wilayah kerja tersebut adalah tempat pemasukan dan pengeluaran media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dibawah pengawasan petugas Karantina.
Propinsi Gorontalo dibentuk pada tanggal 16 Februari 2001 terdiri atas enam kabupaten/kota yaitu Kabupaten Gorontalo, Boalemo, Bonebolango, Pohuwato, Gorontalo Utara, dan Kota Gorontalo. Luas wilayah Propinsi Gorontalo yaitu 12.215,44 km². Komoditas unggulan Propinsi Gorontalo di bidang Pertanian /perkebunan yang berbasis agribisnis adalah Jagung, Durian, Padi, Cabe, Kelapa Sawit sedangkan dibidang Peternakan antara lain Sapi potong, Kambing dan ayam.
Sejalan dengan peran strategis, visi, dan misi Badan Karantina Pertanian, maka Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo melaksanakan tugas dan fungsinya mencegah keluar, masuk dan tersebarnya HPHK dan OPTK di wilayah Propinsi Gorontalo berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. Dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan Badan Karantina Pertanian, maka Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo telah dan terus melakukan pembenahan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi termasuk mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi untuk terciptanya Good Govermance dan Clean Government.
Laporan Kinerja BKP Kelas II Gorontalo 2017 2 Jumlah Pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo sebanyak 48 (Empat Puluh Delapan) Orang PNS yang terdiri Tenaga Administrasi, tenaga fungsional POPT Ahli dan POPT Terampil, Medik Veteriner dan Paramedik Veteriner. Tugas dan fungsi Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo yaitu melaksanakan kegiatan operasional Karantina Pertanian, serta Pengawasan Keamanan Hayati Hewani dan Nabati terhadap masuk dan tersebarnya OPT/OPTK dan HPHK dari dan keluar wilayah Kesatuan Negara Republik Indonesia.
1.2 Kedudukan, tugas dan fungsi
Tugas dan fungsi Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo dilaksanakan berdasarkan Peraturan Presiden R.I Nomor 9 Tahun 2005 tentang kedudukan, Tugas, fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Peraturan Presiden R.I Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon 1 Kementerian Negara Republik Indonesia, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden R.I Nomor 15 Tahun 2005 serta Peraturan Menteri Pertanian No.
61/Permenta/OT.140/7/2016 tanggal 14 Oktober 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian adalah melaksanakan perkarantinaan pertanian. Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 22/Permentan/OT.140/4/2008 tanggal 3 April 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Badan Karantina Pertanian, menyatakan bahwa tugas UPT Badan Karantina Pertanian adalah melaksanakan kegiatan operasional Perkarantinaan hewan dan tumbuhan, serta keamanan hayati hewani nabati.
Dalam melaksakan tugas tersebut di atas, Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo menyelenggarakan fungsi:
a. Penyusunan rencana, evaluasi dan pelaporan
b. Pelaksanaan Pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, perlakuan, penahanan, penolakan, pemusnahan, dan pembebasan media pembawa hama penyakit hewan karantina (HPHK) dan organisme penggaganggu tumbuhan karantina (OPTK)
c. Pelaksanaan pemantauan daerah sebar HPHK dan OPTK
Laporan Kinerja BKP Kelas II Gorontalo 2017 3 d. Pelaksanaan pembuatan Koleksi HPHK dan OPTK
e. Pelaksanaan pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati
f. Pelaksanaan pemberian pelayanan operasional karantina hewan dan tumbuhan
g. Pelaksanaan pemberian pelayanan operasional pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati
h. Pengelolaan sistem informasi, dokumentasi dan sarana teknik karantina hewan dan tumbuhan
i. Pelaksanaan pengawasan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang karantina hewan, karantina tumbuhan dan keamanan hayati hewani dan nabati
j. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.
1.3 Organisasi dan tata kerja
Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai karantina Pertanian Kelas II Gorontalo mempunyai susunan organisasi sebagai berikut :
1. Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja, evaluasi dari pelaporan serta urusan tata usaha dan rumah tangga.
2. Seksi Karantina Hewan mempunyai tugas pokok dan fungsi melakukan pemberian pelayanan operasional Karantina Hewan, Pengawasan Keamanan Hayati Hewani, sarana teknik, pengelolaan system informasi dan dokumentasi serta pengawasan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani.
3. Seksi Karantina Tumbuhan mempunyai tugas pokok dan fungsi melakukan pemberian pelayanan operasional Karantina Tumbuhan, pengawasan, keamanan hayati nabati serta sarana teknik, pengelolaan system informasi dan dokumentasi, serta pengawasan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangandi bidang karantina tumbuhan dan keamanan hayati nabati.
4. Kelompok Jabatan fungsional terdiri dari jabatan fungsional Paramedik Veteriner, Medik Veteriner, Pengendali Organisme Pengganggu
Laporan Kinerja BKP Kelas II Gorontalo 2017 4 Tumbuhan(POPT) serta jabatan fungsional yang lain yang terbagi dalam beberapa kelompok jabatan fungsional berdasarkan bidang keahlian masing-masing sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.
Kelompok jabatan Fungsional Medik Veteriner dan Paramedik Veteriner mempunyai tugas :
• Pemeriksaan, Pengasingan, Pengamatan, Perlakuan, Penahanan Pemusnahan dan Pembebasan Media Pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).
• Melakukan Pemantauan daerah sebar HPHK
• Melakukan Pengawasan Keamanan Hayati Hewani
• Melakukan kegiatan fungsional lainnya sesuai peraturan perundang- Undangan yang berlaku.
Kelompok jabatan fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT)
• Pemeriksaan, Pengasingan, pengamatan, Perlakuan dan Penahanan
• Pemusnahan dan Pembebasan Media Pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)
• Melakukan Pemantauan daerah sebar OPTK
• Melakukan Pengawasan Keamanan Hayati Nabati
• Melakukan Kegiatan fungsional lainnya sesuai peraturan perundang- Undangan yang berlaku
1.4 Landasan Hukum Pelaksanaan Tugas
• UU No. 28/ 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih DAN Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Tahun 1999 No. 75, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3851)
• UU No. 16/ 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan
• PP No. 82/ 2000 tentang Karantina Hewan
• PP No. 14/ 2002 tentang Karantina Tumbuhan
Laporan Kinerja BKP Kelas II Gorontalo 2017 5
• PP No. 28/ 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan
Laporan Kinerja BKP Kelas II Gorontalo 2017 6 BAB II
PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
2.1 Visi dan Misi Visi
Visi Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo mengekor dari Visi Badan Karantina Pertanian yaitu “Menjadi Instansi yang Tangguh dan Terpercaya Dalam Perlindungan Kelestarian Sumberdaya Alam Hayati Hewan dan Tumbuhan, Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati serta Keamanan Pangan”.
Misi
Untuk mewujudkan visi di atas, terdapat 7 misi pemerintahan Presiden Joko Widodo, yaitu:
1. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan.
2. Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan dan demokratis berlandaskan Negara hukum.
3. Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai Negara maritim.
4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera.
5. Mewujudkan bangsa yang berdaya-saing.
6. Mewujudkan Indonesia menjadi Negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.
7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.
Dalam kaitannya dengan tugas pokok dan fungsi BARANTAN, maka Misi Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo, yaitu:
1. Melindungi kelestarian sumberdaya alam hayati hewan dan tumbuhan dari tumbuhan dari serangan Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK), dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)
Laporan Kinerja BKP Kelas II Gorontalo 2017 7 2. Mendukung terwujudnya keamanan pangan
3. Memfasilitasi perdagangan dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan akses pasar komoditas pertanian
4. Memperkuat kemitraan perkarantinaan
5. Meningkatkan citra dan kualitas layanan publik 2.2 Tujuan dan Sasaran
Tujuan
1. Terjaganya sumber daya alam hayati hewan dan tumbuhan dari serangan HPHK dan OPTK
2. Terjaminnya keamanan produk pertanian yang berasal dari hewan dan tumbuhan
3. Pengendalian importasi dan percepatan eksportasi melalui pencegahan masuk dan keluarnya media HPHK dan OPTK
4. Memberdayakan masyarakat dalam pelaksanaan perkarantinaan 5. Mewujudkan pelayanan prima
Sasaran
Dalam mewujudkan visi dan misi Balai Karatina Pertanian Kelas II Gorontalo, perlu menentukan sasaran yang dicapai, sebagai berikut:
1. Terwujudnya cegah tangkal HPHK dan OPTK terhadap lalu lintas komoditas ekspor, Impor dan Domestik.
2. Peningkatan kualitas pelayanan pemeriksaan komoditas ekspor, Impor dan Domestik.
3. Terwujudnya peta daerah sebar HPHK dan OPTK 4. Terciptanya SDM yang terampil dan Amanah
5. Pelayanan sertifikasi karantina Tumbuhan yang cepat, tepat dan simpatik.
6. Adanya kesatuan peran serta masyarakat dalam kegiatan karantina pertanian.
2.3 Program dan Kegiatan
Sesuai dengan Rencana Strategis Badan Karantina Pertanian, dalam Program Peningkatan Kualitas Perkarantinaan Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati maka kegiatan Balai Karantina Pertanian Kelas II
Laporan Kinerja BKP Kelas II Gorontalo 2017 8 Gorontalo yang menunjang hal tersebut dijabarkan dalam kegiatan sebagai berikut:
1. Sertifikasi Karantina Hewan dan Pengawasan Hayati Hewani
Kegiatan prioritas ini melekat pada Seksi Karantina Hewan dengan sasaran yang diturunkan Badan Karantian Pertanian kepada UPT Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo, yaitu Kebijakan Teknis Yang Efektif Dalam Operasional Pencegahan Masuk, Menyebar dan Keluarnya HPHK, Pangan Hewani Yang Tidak Aman Serta Media Lain Yang Mengancam Kelestarian Sumberdaya Hayati Hewani dan Kesehatan Pangan Hewani.
Indikator kinerja dari kegiatan ini adalah terlaksananya kegiatan operasional karantina hewan dan keamanan hayati hewani secara terstruktur.
Dalam mencapai sasaran tersebut, maka pada tahun 2016 telah direncanakan penyusunan kegiatan sebagai berikut:
a. Pemeriksaan Karantina Hewan dan Pengawasan Keamanan Hayati Hewani
Dalam pemeriksaan Karantian Hewan (KH). Ada beberapa proses dalam kegiatan pemeriksaan Karantina Hewan, antara lain:
1. Kegiatan Perjalanan pemeriksaan Media Pembawa HPHK/ PSAH di luat tempat pemasukan dan pengeluaran
2. Pengujian Laboratorium terhadap media HPHK 3. Pencetakan Dokumen penunjang
4. Pencetakan segel/ stiker Karantina Hewan untuk mendakan bahwa media tersebut sudah diperiksa oleh petugas
5. Pengawasan Keamanan Hayati Hewani yaitu dengan perjalanan pengawasan/ monitoring HPH/ HPHK di Daerah Perbatasan dan juga Perajalanan deteksi dini HPH/ HPHK.
b. Pengasingan dan Pengamatan Karantina Hewan c. Perlakuan Karantian Hewan
d. Penahanan, Penolakan dan Pemusnahan Karantina Hewan.
e. Pemantauan/ Pengamatan Status dan Situasi HPHK
Laporan Kinerja BKP Kelas II Gorontalo 2017 9 f. Pembuatan Koleksi HPH/ HPHK
g. Pengawasan Keamanan Hayati Hewani dalam kaiatannya Pangan Segar Asal Hewan (PSAH)
h. Pelayanan Operasional Karantina Hewan
2. Sertifikasi Karantina Tumbuhan dan Pengawasan Keamanan Hayati Nabati
a. Pemeriksaan Karantina Tumbuhan(KT) dan Pengawasan Keamanan Hayati Nabati
• Pemeriksaan Karantian Tumbuhan. Ada beberapa proses dalam kegiatan pemeriksaan Karantina Tumbuhan, antara lain:
1. Kegiatan Perjalanan pemeriksaan Media Pembawa OPT/ OPTK di luat tempat pemasukan dan pengeluaran
2. Pengujian Laboratorium Rujukan 3. Pencetakan Dokumen penunjang
• Pengawasan Keamanan Hayati Nabati yaitu dengan perjalanan pengawasan/ monitoring OPT/ OPTKKomoditas Unggulan juga Perajalanan deteksi dini OPT/OPTK.
b. Perlakuan Karantian Tumbuhan
c. Penahanan, Penolakan dan Pemusnahan Karantina Tumbuhan.
d. Pemantauan/ Pengamatan Penyebaran OPTK e. Pelaksanaan Pembuatan Koleksi OPTK
f. Pengawasan Keamanan Hayati Hewani dalam kaiatannya Pangan Segar Asal Hewan (PSAH)
3. Koordinasi, Pengawasan dan Penindakan Karantina Pertanian Kegiatan ini antara lain:
a. Koordinasi dan Sosialisasi yang dalam hal ini adalah kegiatan koordinasi internal dan juga koordinasi dengan instansi terkait KH maupun KT dan juga Sosialisasi Tupoksi Karantina Pertanian kepada Masyarakat dan Instansi terkait.
Laporan Kinerja BKP Kelas II Gorontalo 2017 10 b. Kegiatan Operasional Pengawasan Karantina Pertanian dalam hal ini
pelaksanaan Teknis Karantina di Wilayah Kerja yang berada di Gorontalo.
c. Kegiatan Operasional Penindakan dan Penyidikan. Dalam hal menjaga keamanan dan kepatuhan pengguna jasa, Balai Karantina Pertanian telah merencanakan kegiataan koordinasi terkait penindakan dan penyidikan antar UPT, pelaksanaan penindakan dan penyidikan di Wilayah Kerja dan juga kegiatan supervise yang dilakukan oleh kepala seksi ke wilayah kerja di Gorontalo.
4. Dukungan Manajemen dan tugas – tugas teknis Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo
Kegiatan prioritas ini melekat pada Sub Bagian Tata Usaha dengan sasaran strategis yang diturunan oleh Badan Karantina Pertanian, yaitu Meningkatnya kualitas kinerja manajemen dalam mendukung penyelenggaraan karantina pertanian dan pengaawasan hayati.
Ada beberapa indicator kinerja. Pada indicator Laporan Kinerja (LAKIN) baik, beberapa kegiatan yang mendukung, yaitu:
a. Penyusunan dokumen rencana kerja Balai b. Penyusunan dokumen rencana kerja anggaran c. Penyusunan DIPA Balai
d. Penyusunan Laporan Balai
e. Penyusunan Laporan Keuangan Balai
5. Penguatan Operasional Karantina Pertanian dalam Mendukung Peningkatan Produksi Pangan (UPSUS)
Kegiatan ini adalah kegiatan tambahan dalam Tahun Anggaran 2016 dalam rangka mendukung program pemerintah Jokowi dalam peningkatan Produksi Pangan. Kegiatan yang dilakukan Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo dalam hal ini adalah:
a. Pengamatan Media Pembawa HPH/ HPHK.
b. Pengamatan Media Pembawa OPT/ OPTK c. Pemantauan Daerah Sebar HPH/ HPHK d. Pemantauan Daerah Sebar OPT/ OPTK
Laporan Kinerja BKP Kelas II Gorontalo 2017 11 e. Koordinasi Karantina Pertanian di tempat – tempat yang belum
ditetapkan.
Laporan Kinerja BKP Kelas II Gorontalo 2017 12 BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
3.1 Pengukuran Kinerja
Pengukuran kinerja program dilingkup Balai Karantina Pertanian Tahun 2016 dilakukan dengan cara membandingkan antara target dengan realisasi sasaran dengan indicator kinerja. Matrik pengukuran kinerja untuk mengetahui tingkat capaian kinerja sasaran dapat dilihat pada lampiran.
Keberhasilan dan ketidak berhasilan setiap sasaran ditentukan dengan persentase pencapaian target yang telah ditetapkan, adapun kisarannya seperti berikut:
A. Sangat Berhasil : ≥ 96 % B. Berhasil : 76 – 95 % C. Cukup Berhasil : 61 – 75 % D. Kurang Berhasil : ≤ 60 %
Secara ringkas disampaikan bahwa capaian sasaran yang telah ditetapkan sebagai berikut :
1. Meningkatnya tindakan Karantina dengan indicator kinerja :
a. Jumlah Sertifikat karantina Impor, ekspor dan antar area terhadap media pembawa OPTK dan HPHK melalui pelaksanaan tindakan karantina 18 %
b. Jumlah dukungan operasional pemantauan HPHK/ OPTK 13 Keg c. Jumlah pengujian laboratorium 5630 sampel
d. Jumlah dukungan operasional koordinasi pengawasan 13 Keg
e. Dukungan internal administrasi pengelolaan Sertifikasi Karantina Pertanian 12 Bln
2. Terwujudnya good governance & clean government dengan indicator kinerja :
a. Dukungan aparatur pegawai dan Layanan perkantoran 12 bln
3. Tersedianya sarana dan prasarana perkarantinaan yang memadai dengan indicator kinerja :
Laporan Kinerja BKP Kelas II Gorontalo 2017 13 a. Jumlah dan jenis sarana, teknologi informasi yang sesuai kebutuhan
dan memadai 143 unit
b. Pengembangan infrastruktur tanah, gedung/ bangunan/ instalasi 980 m2
3.2 Evaluasi dan Analisis Kinerja
Sasaran program dari Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo adalah Meningkatnya Tindakan Karantina dengan indicator sebagai berikut:
Tabel 1. Sasaran dan indikator
Sasaran Uraian Bobot Realisasi %
Meningkatnya tindakan karantina
Jumlah sertifikat karantina Impor, Ekspor dan Antar Area terhadap media pembawa OPTK dan HPHK melalui pelaksanaan tindakan karantina.
100 % 18,18 % 18,18
Jumlah dukungan operasional
pemantauan HPHK/
OPTK
8 Keg 13 Keg 162,5
Jumlah pengujian laboratorium
4108 Sampel
5630 sampel
137,04
Jumlah dukungan operasional
koordinasi pengawasan
9 Keg 13 Keg 144,44
Dukungan internal Administrasi
pengelolaan
Sertifikasi Karantina Pertanian.
12 Bln 12 Bln 100
Terwujudnya Dukungan Aparatur 12 Bln 12 Bln 100
Laporan Kinerja BKP Kelas II Gorontalo 2017 14 good
governance &
clean
government
pegawai & Layanan Perkantoran
Tersedianya Sarana prasarana perkarantinaan yang memadai
Jumlah dan jenis sarana, teknologi informasi yang sesuai kebutuhan dan memadai
143 Unit 143 Unit 100
Pengembangan infrastruktur tanah, gedung/ bangunan/
instalasi
980 M2 980 M2 100
Berdasarkan rata – rata IKU yang ada di Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo, maka didapatkan hasil 107.77 %. Apabila kita lihat dari capaian nilai presentase yang ada maka dapat dikategorikan bahwa kinerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo TA 2016 sangat berhasil (≥ 96%)
3.2.1 Meningkatnya Tindakan Karantina
Berdasarkan dari tabel di atas, diketahui bahwa dalam sasaran peningkatan tindakan karantina dengan indikator jumlah sertifikat karantina Impor, Ekspor dan Antar Area terhadap media pembawa OPTK dan HPHK melalui pelaksanaan tindakan karantina terlaksana 100%. Yang dimaksud dalam 100% ini adalah hitungan jumlah kuantitas dari jumlah seluruh seritifikasi tahun 2015.
Jika dibandingkan tahun 2015, tahun 2016 tindakan karantina Hewan lebih meningkat 97,5 % dari sebelumnya. Sedangkan untuk Karantina Tumbuhan, tahun 2016 menurun 88,34 %.
Tabel 2. Perbandingan Pemakaian Dokumen Utama KH Tahun 2015 - 2016 No Jenis
Dokumen
Tahun 2015
Tahun 2016
%
Laporan Kinerja BKP Kelas II Gorontalo 2017 15 Keterangan :
KH-9: SertifikatKesehatan Hewan/Animal Health Certificate
KH-10: Sertifikat Sanitasi Produk Hewan/Sanitary Certificate of Animal Product
KH-11: Surat Keterangan Untuk Benda lain/Certificate of Other Product KH-12:Sertifikat Pelepasan Karantina Hewan/Certificate of Animal Quarantine Release
Tabel 3. Perbandingan Pemakaian Dokumen Utama KT Tahun 2015 - 2016
Keterangan :
KT-9: SertifikatPelepasan Karantina Tumbuhan/ Keamanan PSAT KT-10: Sertifikat Phitosanitary Certifikate
KT-12:Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area
Namun demikian, untuk indikator lainnya kegiatan ini terlaksana semua bahkan melibihi dari target yang direncanakan seperti kegiatan pemantauan HPHK/ OPTK sebanyak 4 kegiatan.
Dari hasil pemeriksaan terhadap media pembawa HPHK tahun 2016 serta pemantauan/ pengamatan status HPHK adalah sebagai berikut:
1. Data status dan situasi HPHK pada pemantauan tahun 2016 terdapat 21 jenis HPHK golongan 2 yaitu : Bovine Anaplasmosis,
1. KH-9 373 exp 611 exp 164 %
2. KH-10 189 exp 150 exp 79 %
3. KH-11 3 exp 12 exp 400 %
4. KH-12 1118 exp 1777 exp 159 %
No Jenis Dokumen
Tahun 2015
Tahun 2016
%
1. KT-9 1500 exp 918 exp 61 %
2. KT-10 46 exp 8 exp 17 %
3. KT-12 650 exp 757 exp 116 %
Laporan Kinerja BKP Kelas II Gorontalo 2017 16 Bovine Babesiosis, BVD, Brucellosis, Dermatophilosis, EDS, Fowl Pox, Contagious Ecthyma / Orf, IBR, IBD, ILT, Low Pathogenic Avian Influenza (LPAI), Marek Disease, MCF, ND, Rabies, Scabies, Septicaemina Epizootica / SE, Stephanofilarisasis / Kaskado, Theileriosis, Trypanosomiasis / Surra.
2. Kasus HPHK yang jumlahnya terbanyak pada tahun 2015 adalah kaskado sebanyak 462 kasus. Kasus yang paling luas penyebarannya adalah rabies yang sebaran kasusnya terjadi pada 32 kecamatan di 6 kabupaten/kota.
Dari hasil pemeriksaan terhadap media pembawa OPTK tahun 2016 serta pemantauan/ pengamatan status OPTK didapatkan sebagai berikut :
Tabel 4. Rekapitulasi hasil pemantauan Daerah Sebar OPTK Tahun 2016 No. OPTK Temuan Gol Jenis Inang Lokasi
Temuan 1. Burkholderia
glumae
A1 Bakteri Padi - Kab.
Pohuwato - Kab.
Gorontalo 2. Peronosclerospora
philippinensis
A2 Cendawan Jagung - Kab.
Boalemo - Kab
Pohuwato - Kab.
Gorontalo Utara 3. Ustilago scitaminea A2 Cendawan Tebu - Kab.
Gorontalo 4. Dysmicoccus
neobrevipes
A2 Serangga Srikaya - Kab.
Pohuwato 5. Paraeucosmetus
pallicornis
A2 Serangga Padi - Kab.
Gorontalo Utara - Kab.
Laporan Kinerja BKP Kelas II Gorontalo 2017 17 Pohuwato 6. Raoiella indica A2 Tungau Kelapa - Kab.
Gorontalo Utara
Jumlah pengujian laboratorium Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo juga melibihi dari target yang direncanakan yaitu sebanyak 958 sampel, berikut adalah tabel rekapitulasinya.
Tabel 5. Rekapitulasi Pemeriksaan Laboratorium Karantina Hewan No. Jenis Pemeriksaan Volume Frekuensi
1 ULAS DARAH 242 42
2 HA/HI AI 4019 1335
3 ORGANOLEPTIK 183 183
4 POSTMA 181 181
5 RBT 233 6
JUMLAH 4858 1747
Tabel 6. Rekapitulasi Pemeriksaan Laboratorium Karantina Tumbuhan
No. Kategori Metode Jumlah
Operasional
1. Entomologi Pemeriksaan Langsung/
Mikroskopis
772
Total Operasional 772
Pemantauan
1. Entomologi Pemeriksaan Langsung/
Mikroskopis
75 2. Mikologi Pemeriksaan Langsung/
Mikroskopis
67
3. Bakteriologi VCR dan ELISA 39
4. Tungau Pemeriksaan Mikroskopis 5
Total Pemantauan 186
Kegiatan operasional koordinasi pengawasan juga berjalan sesuai target yaitu 4 kegiatan dan pengelolaan sertifikasi Karantina Pertanian juga berjalan sesuai dengan target yang direncanakan.
3.2.2 Terwujudnya good governance & clean government
Sasaran ke dua yaitu terwujudnya good governance & clean government dengan indikator dukungan apartur pegawai & layanan perkantoran yang berjalan selama 12 bulan. Indikator ini termasuk
Laporan Kinerja BKP Kelas II Gorontalo 2017 18 didalamnya adalah ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) baik jumlah maupun komptensi, diantaranya
a. Keadaan Pegawai
Jumlah Pegawai sampai dengan Desember 2016 adalah sebanyak 45 orang (daftar Nominatif Pegawai terlampir)
Tabel 7. Pegawai Berdasarkan Jabatan :
No. Jabatan Jumlah
(Orang)
Ket 1. Jabatan Struktural
- Kepala Balai
- Kepala Sub Bagian Tata Usaha - Kepala Seksi Karantina Hewan - Kepala Seksi Karantina
Tumbuhan
1 1
1
1 2. Jabatan Fungsional
- Medik Veteriner - Calon Medik Veteriner
- Paramedik Veteriner Pelaksana Lanjutan
- Paramedik Veteriner Pelaksana - Calon Paramedik Veteriner - POPT Ahli Muda
- POPT Ahli Pertama
- POPT Terampil Pelaksana Lanjutan
- POPT Terampil Pelaksana - Calon POPT Terampil
- Pengawas Mutu Hasil Pertanian
2 2 2
5 2 1 3 0
13 0 1 3. Fungsional Umum
- Bendahara Pengeluaran - Bendahara Penerima - Penyusun Laporan
1 1 1
Laporan Kinerja BKP Kelas II Gorontalo 2017 19 - Pembuat Daftar Gaji
- Verifikator Keuangan - Petugas SIMAK-BMN - Petugas SAKPA
- Pengadministrasi Umum
1 1 1 1 2
JUMLAH 47
• Komposisi pegawai berdasarkan Pangkat dan Golongan adalah sebagai berikut
Tabel 8. Pangkat dan Golongan
No. Pangkat/Golongan Jumlah (Orang)
Ket 1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Pembina (IV/a) Penata Tk. I (III/d) Penata (III/c)
PenataMuda Tk. I (III/b) PenataMuda (III/a) Pengatur Tk. I (II/d) Pengatur (II/c)
PengaturMuda Tk. I (II/b) PengaturMuda (II/a)
2 1 2 8 3 12
9 9 0
JUMLAH 45
▪ Pendidikan Formal ( Program S2)
Pada saat ini pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo yang sedang melanjutkan kejenjang Pendidikan S-2 sebagai berikut:
Tabel 9. Tugas Belajar Pegawai
Laporan Kinerja BKP Kelas II Gorontalo 2017 20 No Nama Pangkat/
Gol Jabatan Prog Temp Waktu 1 Triwulan
Widya Lestari, SP
Penata Muda (III/a)
POPT Ahli Pertama
S2 UGM 2016-
2016
• Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT)
Sebagai upaya peningkatan kualitas SDM untuk mendukung tupoksi Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo, maka kegiatan pendidikan maupun pelatihan secara periodic telah dilakukan diantaranya :
1. Pelatihan Dasar Perkarantinaan untuk Pejabat Fungsional
2. Pelatihan Intelijen
3. Pelatihan Diagnostic and Sample Processing of Plant 4. Diklat PPNS
5. Desiminasi Penilaian Instalasi Karantina Produk Hewan Pangan
6. Desiminasi Penilaian Persyaratan Teknis IKH 7. Pelatihan Desiminasi Perlakuan Panas
b. Akuntabilitas Keuangan
Pada Tahun Anggaran 2016, BKP Kelas II Gorontalo mendapatkan alokasi dana dalam DIPA sebesar Rp. 8.235.873.000 (Delapan Milyar Dua Ratus Tiga Puluh Lima Juta Delapan Ratus Tujuh Puluh Tiga Rupiah) yang dibagi ke dalam 3 jenis belanja yaitu belanja pegawai, belanja barang dan belanja modal. Hingga akhir tahun anggaran 2015, serapan anggaran mencapai 99,51% dengan rincian data pada Tabel 10.
Tabel 10. Pagu
Laporan Kinerja BKP Kelas II Gorontalo 2017 21
No JenisBelanja 2015 2016
Pagu Realisasi % Pagu Realisasi %
1 BelanjaPegawai 2.660.093.000 2.530.850.577 95.14 2.714.538.000 2.698.022.472 99.39 2 BelanjaBarang 4.154.530.000 4.097.051.000 98.62 4.095.943.000 3.889.638.401 94.96 3 Belanja Modal 1.421.250.000 1.416.848.000 99.69 2.688.707.000 2.688.547.629 99.99
4 Belanja Hibah 0 0 0 0 0
Jumlah 6.824.896.000 6.754.465.389 97.68 8.235.873.000 8.044.749.577 97.65
Dari tabel diatas Tahun 2016 anggaran belanja mengalami kenaikan dibandingkan dengan anggaran tahun 2015, dikarenakan kenaikan anggaran. Namun dari segi serapan anggaran, tahun ini lebih menurun dari pada tahun sebelumnya.
Dalam pelaksanaan pelayanan karantina tumbuhan, pengguna jasa dikenakan biaya sesuai dengan tarif Penerimaan Negara bukan Pajak (PNBP) sesuai Peraturan Pemerintah No. 48 tahun 2012.
Pada tahun 2016 realisasi PNBP pada pelaksanaan pelayanan karantina hewan dan tumbuhan mencapai Rp. 97.885.422 (Sembilan Puluh Tujuh Juta Delapan Ratus Delapan Puluh Lima Ribu Empat Ratus Dua Puluh Dua Rupiah). Pendapatan ini melebihi dari target yang direncanakan yaitu Rp. 50.000.000 (Lima Puluh Juta Rupiah).
Untuk perbandingan pada tahun sebelumnya, 2015 berikut dituliskan dalam tabel 11.
Tabel 11. Perbandingan Capaian PNBP tahun 2015 dan 2016
No Tahun Target Capaian
1 2015 Rp. 130.000.000,- Rp. 96.903.074,- 2 2016 Rp. 50.000.000,- Rp. 97.885.422,-
3.2.3 Tersedanya sarana dan prasaran perkarantinaan yang memadai.
Target sasaran yang terakhir adalah tersedianya sarana dan prasarana perkarantinaan yang memadai dengan indikator Jumlah dan jenis sarana, teknologi infromasi yang sesuai kebutuhan dan memadai
Laporan Kinerja BKP Kelas II Gorontalo 2017 22 sebanyak 143 unit dan Balai Karantina Pertanian kelas II Gorontalo pada tahun anggaran 2016 melaksanakan pengadaan tersebut yaitu sebesar 143 unit.
Pengembangan infrastruktur tanah, gedung/ bangunan/ instalasi dengan taget yang direncanakan yaitu sebesar 980 m2 dapat terealisasi sesuai target yaitu 980 m2.
Tabel 12. Realisasi sarana dan prasarana
No JenisPengadaan Vol Satua
n Jumlah
A Gedung dan Bangunan
1 Renovasi Lantai 2 Gedung Kantor Balai
20 M2 62.902.000
2 Pembangunan Gedung Kantor wilker Pelabuhan Laut
170 M2 871.000.000
3 Rehab dan Renovasi Gedung Kantor (ex.SKT) Padebuolo BKP Kelas II Gorontalo
50 M2 235.160.000
4 Rehab/Renovasi Wilker Bandara Jalaludin dan Wilker Pelut. Anggrek
50 M2 235.160.000
5 Pemagaran Wilker Pelabuhan Laut
100 M2 230.000.000
6 Pemagaran Wilker Pelabuhan Laut Boalemo
190 M2 57.175.000
7 Rehab Kantor Induk (refocusing kedua)
400 M2 275.000.000
B Alat dan Fasilitas Kantor
6 Pengadaan Alat Laboratorium 5 Unit 93.000.000 7 Pengadaan Mebelair 77 Unit 200.000.000
8 Pengadaan Mebelair 10 Unit 25.000.000
9 Pengadaan AC 3 Unit 35.000.000
10 Pengadaan Peralatan dan 15 Unit 127.137.000
Laporan Kinerja BKP Kelas II Gorontalo 2017 23 Fasilitas Kantor Lainnya
11 Penambah Daya Listrik 1 Paket 62.000.000 12 Pengadaan Meubelair Wilker
Pelabuhan
1 Paket 100.000.000
C Alat Pengolah Data/
Komunikasi
11 Pengadaan Komputer dan Laptop
21 Unit 154.000.000
12 Pengadaan Studio Komunikasi 10 Unit 45.000.000 D Kendaraan Bermotor R2
13 Pengadaan Kendaraan Roda 2 4 Unit 80.000.000
3.3 Hambatan/ kendala
Permasalahan dan kendala secara umum yang menghambat kinerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo masih selalu dijumpai. Beberapa permasalahan/ hambatan serta strategi pemecahan masalah, antara lain : 1. Permasalahan yang ada dalam melakukan tindakan karantina di Balai
Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo adalah kurangnya sumber daya manusia yang profesional terutama petugas karantina hewan baik medik veteriner maupun paramedik veteriner.
2. Posisi Wilker dengan Lokasi Tempat pemasukan/ pengeluaran mempunyai jarak berjauhan.
3. Sarana prasarana pendukung seperti peralatan laboratorium, alat kerja serta kendaraan operasional masih kurang.
4. Permasalahan-permasalahan yang perlu disampaikan terkait dengan pelaksanaan Penatausahaan Barang Milik Negara antara lain:
a. Tanah Nup 4 dengan Luas 923 M² berlokasi di Jl. Raden Saleh (Ged.Pertemuan) sudah satu lokasi dengan Tanah NUP 8 dengan Luas 1.659 M² dan telah dilakukan penggabungan sertifikat an.
Republik Indonesia Cq. Kementerian Pertanian dengan total luas 2.556 M² berkurang seluas 26 M² belum dilakukan perubahan pencatatan pada Aplikasi SIMAK-BMN dikarenakan menunggu Rekomendasi APIP sesuai Arahan KPKNL Gorontalo
Laporan Kinerja BKP Kelas II Gorontalo 2017 24 b. Tanah Nup 5 dengan total luas 1.260 M² memiliki 5 Sertipikat dan
sudah dilakukan penggabungan sertipikat an. Republik Indonesia Cq.
Kementerian Pertanian dengan Luas 1.246 M² berkurang sejumlah 14 M² belum dilakukan perubahan pencatatan pada Aplikasi SIMAK-BMN dikarenakan menunggu Rekomendasi APIP sesuai Arahan KPKNL Gorontalo.
c. Tanah Nup 9 dengan total luas 2.040 M² telah terbit sertipikat dengan luas 1.993 M² berkurang sejumlah 47 M² belum dilakukan perubahan pencatatan pada Aplikasi SIMAK-BMN dikarenakan menunggu Rekomendasi APIP sesuai Arahan KPKNL Gorontalo
d. Masih terdapat Gedung dan Bangunan yang belum dialih fungsikan (mis: beberapa gedung kantor/gudang yang difungsikan tempat tinggal) e. Terdapat Aset Peralatan dan Mesin dari Pengadaan Pengolah Data
2016 yang masuk di Laporan Extrakomptabel senilai Rp. 550.500 5. Masih terdapat barang yang dalam kondisi Rusak Berat yang belum
diusulkan Penghapusan ( direncanakan penghapusan pd tahun 2017)
3.4 Solusi
Permasalahan yang sudah disebutkan pada sub bab sebelumnya, ada yang sudah dicarikan solusi dan ada yang sedang dilakukan penyelesaiannya.
Untuk yang dalam proses penyelasainnya adalah sebagai beikut:
1. Terkait, posisi Wilker dengan Lokasi Tempat pemasukan/ pengeluaran mempunyai jarak berjauhan. Sudah dibuatkan jadual piket petugas ke tempat pemeriksaan yang sesuai sehingga tidak terjadi ketumpukan di beberapa petugas saja yang sedang piket. Selain itu akan diberikan voucher bensin untuk petugas sehingga membantu dalam pelayanan perkarantinaan.
2. Terkait dengan Sarana prasarana pendukung seperti peralatan laboratorium, alat kerja serta kendaraan operasional masih kurang. Tahun Anggaran 2017 Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo melakukan pengadaan alat Laboratorium sehingga tidak terjadi keterbatasan alat lab.
3. Terkait dengan permasalahan dalam pelaksanaan BMN, langkah-langkah strategis yang dilakukan antara lain sebagai berikut:
Laporan Kinerja BKP Kelas II Gorontalo 2017 25 a. Point 1 s/d 3 sudah dalam tahap Audit dari Tim Itjen sesuai SPT No. B-
199/PW.150/G.5/7/2016 tanggal 11 Juni 2016 b. Segera diusulkan Alih Status Penggunaan ke Es-1
c. Aset Peralatan dan Mesin dari Pengadaan Alat Pengolah Data Tahun 2016 dikarenakan nominal barang dibawah Rp.300.000
d. Segera dibuatkan SK Tim Penghapusan
Laporan Kinerja BKP Kelas II Gorontalo 2017 26 BAB IV
PENUTUP
Laporan kinerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo 2016 ini memberikan gambaran tentang pencapaian kinerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo berdasarkan target – target yang tersurat kontrak kinerja Kepala Balai dengan Kepala Badan Karantina Pertanian. Laporan ini merupakan wujud dari transparansi dan akuntabilitas Balai karantina Pertanian Kelas II Gorontalo dalam melaksanakan berbagai kewajiban dalam rangka pembangunan pertanian.
Apabila dilihat capaian kinerja dari sasaran yang ada telah dilakukan perhitungan secara kuantitatif maka secara keseluruhan pencapaiannya dalam kualifikasi sangat berhasil. Namun demikian permasalahan dan kendala secara umum yang menghambat kinerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo masih dijumpai.