• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODUL PRAKTIKUM MATA KULIAH KEPERAWATAN SPIRITUAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MODUL PRAKTIKUM MATA KULIAH KEPERAWATAN SPIRITUAL"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL PRAKTIKUM

MATA KULIAH KEPERAWATAN SPIRITUAL

DISUSUN OLEH:

ALI HAMZAH, SKp. MNS RUKMAN, NERS.MA.KES

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN BANDUNG

JURUSAN KEPERAWATAN

2018

KATA PENGANTAR

(2)

Alhamdulillah, Puji syukur kami panjatkan ke Hadirat Allah SWT, karena atas Karunia dan Hidayah-Nya kami masih diberi kekuatan dan kesehatan sehingga dapat menyelesaikan modul praktikum “ Mata Kuliah Keperawatan Spiritual ” dengan sebaik - baiknya.

Modul ini merupakan modul praktikum yang digunakan sebagai bahan belajar mahasiswa Jurusan Keperawatan Bandung, ketika praktikum/lab. pada Mata Kuliah Keperawatan Spiritual, khusus nya pada pokok bahasan pengkajian kebutuhan spiritual, membimbing cara berwudlu, tayamum, berdo’a dan Sholat sebagai salah satu upaya perawat dalam mencapai kompetensi memberikan asuhan pasen kebutuhan spiritual.

Penulis menyadari bahwa penyusunan modul ini merupakan hasil kerjasama yang baik dengan berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan yang baik ini, penulis mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada yang terhormat:

1. Bapak Dr. Ir. H.R Osman Syarief, MKM., sebagai Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung .

2. Bapak Dr. Asep Setiawan, S.Kp., MKes selaku Ketua Jurusan Keperawatan Bandung, Poltekkes Kemenkes Bandung.

3. Ibu Sri Ramdaniati, Skep. Ners. Mkep., selaku Ketua Program Studi D.III Keperawatan Bandung.

4. Bapak/Ibu tim dosen MK Keperawatan spiritual yang telah membantu memberikan masukan dalam penyusunan modul ini.

Kami menyadari dalam penyusunan modul praktium ini masih banyak sekali kekurangan dan kelemahan sehingga kami sangat mengharapkan segala kritik dan saran untuk perbaikan.

Bandung, Agustus 2018 Ketua Jurusan

DR. H. Asep Setiawan, SKp. MKes

DAFTAR ISI

K a t a P e n g a n t a r . . . 0 0 D a f t a r I s i . . . 0 0

(3)

M O D U L P R A K T I K U M M ATA K U L I A H K E P E R A WATAN S P I R I T U A L ( M U S L I M )

P e n d a h u l u a n . . . .

( d e s k r i p s i m a t e r i , r e l e v a n s i , t u j u a n ( K D ) d a n p e t u n j u k b e l a j a r ) K B 1 P e n g k a j i a n K e b u t u h a n S p i r i t u a l

P e n g a n t a r m a t e r i

I n d i k a t o r ( T I K ) . . . . U r a i a n m a t e r i :

a . D e f i n i s i P e n g k a j i a n k e b u t u h a n s p i r i t u a l b . Tuj u a n P e n g k a j i a n k e b u t u h a n s p i r i t u a l

c . J e n i s D a t a y a n g d i k a j i p a d a p e n g k a j i a n k e b u t u h a n s i p r i t u a l

d . P e r s i a p a n P a s e n d a n L i n g k u n g a n p a d a s a a t p e n g k a j i a n k e b u t u h a n s i p r i t u a l

e . A l a t - a l a t y a n g d i b u t u h k a n p a d a p e n g k a j i a n k e b u t u h a n s i p r i t u a l

f . P r o s e d u r p e l a k s a n a a n p e n g k a j i a n k e b u t u h a n s i p r i t u a l d a r i s e t i a p l a n g k a h - l a n g k a h p e n g k a j i a n . L a t i h a n : b e r b e n t u k i n s t r u k s i u n t u k l a t i h a n d i s e r t a i P e n i l a i a n P e n a m p i l a n / d a f t a r t i l i k

R a n g k u m a n . . . .

K B 2 M e m b i m b i n g P a s e n b e r w u d l u

P e n g a n t a r … . . . . I n d i k a t o r . . . . U r a i a n m a t e r i

L a t i h a n . . . 0 0 R a n g k u m a n . . . 0 0 K B 3 M e m b i m b i n g P a s e n b e r t a y a m u m

P e n g a n t a r … . . . . I n d i k a t o r . . . . U r a i a n m a t e r i

(4)

L a t i h a n . . . 0 0 K B 4 M e m b i m b i n g P a s e n B e r d o ’ a

P e n g a n t a r … . . . . I n d i k a t o r . . . . U r a i a n m a t e r i

L a t i h a n . . . 0 0 R a n g k u m a n . . . 0 0 K B 5 M e m b i m b i n g P a s e n B e r i b a d a h S h o l a t

P e n g a n t a r … . . . . I n d i k a t o r . . . . U r a i a n m a t e r i

L a t i h a n . . . 0 0 R a n g k u m a n . . . 0 0 S e n a r a i / G l o s a r i u m . . . 0 0 D a f t a r P u s t a k a . . . 0 0 R i w a y a t P e n u l i s . . . 0 0

(5)

MODUL :

PENDAHULUAN

Deskripsi Singkat, Relevansi, Tujuan, dan Petujuk Belajar

DESKRIPSI SINGKAT

Buku modul ini membahas tentang pengetahuan dan keterampilan berbagai prosedur yang berkaitan dengan Materi Mata Kuliah Keperawatan Spiritual. Materi modul ini mengacu pada pencapaian kompetensi asuhan keperawatan pemenuhan gangguan kebutuhan mobilisasi dan tranportasi. Pada modul ini akan dipaparkan secara jelas pengetahuan konsep dasar terkait dengan materi yang dibahas dan beberapa tindakan keperawatan spesifik meliputi pengkajian, membimbing pasen dalam melaksanakan bersuci (wudlu dan tayamum), membimbing pasen berdo’a, dan membimbing pasen beribadah Shalat.. Pada setiap materi yang dibahas mencakup: definisi, tujuan, jenis, indikasi dan kontra indikasi, serta prosedur tindakan mulai dari persiapan: pasen, alat dan lingkungan, kemudian langkah-langkah tindakan keperawatan. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, demonstrasi dan redemonstrasi antar sesama mahasiswa. Mata kuliah ini terdiri dari 2 sks (1 SKS teori dan 1 SKS praktek).

MODUL PRAKTIKUM: KEPERAWATAN

SPIRITUAL (BAGI MAHASISWA ISLAM)

(6)

RELEVANSI

Materi dalam modul praktikum keperawatan spiritual ini diberikan pada semester 3 dan sebagai bagian dari mata kuliah keperawatan spiritual. Mata kuliah keperawatan spiritual merupakan salah satu mata kuliah kurikulum institusional (Kurins) sebagai penciri sari salah satu keunggulan lulusan dari Prodi D.III Keperawatan Bandung.

Lulusan program D. III Keperawatan Bandung yang bekerja di rumah sakit atau klinik harus mampu melakukan pengkajian pasen dengan gangguan kebutuhan spiritual, dan melakukan upaya untuk memenuhi kebutuhan spiritual pasen, antara lain: membimbing berwudlu dalam keadaan sakit, bertayamum, berdoa dan beribadah sholat. Modul ini juga dilengkapi dengan gambar yang bisa memperjelas mahasiswa dalam memahami isi materi.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari modul ini mahasiswa semester 3 diharapkan mampu melakukan prosedur keterampilan dalam memenuhi kebutuhan spiritual pasen.

PETUNJUK BELAJAR

Modul Praktikum Mata kuliah Keperawatan Spiritual ini terdiri dari 5 kegiatan belajar, yang berisi uraian materi beserta latihan, rangkuman, tes performance, dan glosarium.

Untuk bisa mengerjakan latihan dan menjawab tes performance, pelajarilah setiap pokok bahasan dengan seksama.

(7)

Kegiatan Belajar 1

Pengkajian Kebutuhan Spiritual

 90 Menit

Apakah Anda sudah bisa melakukan pengkajian kebutuhan spiritual pasen? Kalau Anda belum bisa melaksanakannya maka bacalah modul ini dengan baik, kemudian lakukan latihan dengan benar.

Pada kegiatan belajar 1 modul ini berisikan materi tentang aspek-aspek yang harus ditanyakan pada saat melakukan pengkajian kebutuhan spiritual yang terdiri dari: 1) Keyakinan dan makna hidup, 2) autoritas dan pembimbing hidup, 3) pengalaman dan emosi, 4) persahabatan dan komunitas, 5) ritual ibadah, 6) dorongan dan pertumbuhan

Setelah mempelajari kegiatan belajar 1 modul ini mahasiswa semester 3 dapat melaksanakan pengkajian kebutuhan spiritual dengan benar secara mandiri.

SUB POKOK BAHASAN

Pada kegiatan belajar 1 ini, akan dijelaskan hal-hal sebagai berikut:

1.

D e f i n i s i p e n g k a j i a n k e b u t u h a n s p i r i t u a l

2.

Tuj u a n p e n g k a j i a n k e b u t u h a n s p i r i t u a l 3 . J e n i s d a t a y a n g d i k a j i

PENGANTAR

TUJUAN (KD)

(8)

4 . P e r s i a p a n p a s e n d a n l i n g k u n g a n

5.

P r o s e d u r p e l a k s a n a a n p e n g k a j i a n k e b u t u h a n s p i r i t u a l

INDIKATOR PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari modul ini mahasiswa diharapkan mampu : 1. Menjelaskan definisi pengkajian kebutuhan spiritual dengan benar.

2. Mengidentifikasi tujuan pengkajian kebutuhan spiritual dengan tepat.

3. Menjelaskan jenis data yang dikaji pemenuhan kebutuhan spiritual dengan lengkap dan benar.

4. Melakukan persiapan pasen dan lingkungan pada pengkajian kebutuhan spiritual.

5. Melakukan prosedur pengkajian kebutuhan spiritual dengan sistematis.

1. DEFINISI PENGKAJIAN KEBUTUHAN SPIRITUAL

Pengkajian adalah tahap awal dari proses Keperawatan dan merupakan suatu proses yang sistematis dalam pengumpulan data dari berbagai sumber data untuk mengevaluasi dan mengindentifikasi status kesehatan klien ( Lyer et.al, 1996). Spiritual adalah keyakinan dalam hubungannya dengan yang Maha Kuasa dan Maha Pencipta (Hamid, 1999). Spiritual merupakan kompleks yang unik pada tiap individu dan tergantung pada budaya, perkembangan, pengalaman hidup, kepercayaan dan ide-ide tentang kehidupan seseorang (Potter & Perry, 1999).

Pengkajian keperawatan spiritualitas adalah upaya pengumpulan data atau informasi tentang kondisi sesungguhnya yang dialami oleh klien dengan masalah dalam pemenuhan kebutuhan spiritualitas.

Tahap pengkajian merupakan dasar utama dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan kebutuhan individu. Pengkajian yang sistematis dalam

URAIAN MATERI

(9)

keperawatan dibagi dalam empat tahap kegiatan, yang meliputi: pengumpulan data, pengelompokkan data, analisis data, dan penentuan masalah keperawatan.

Oleh karena itu pengkajian yang akurat, lengkap, sesuai dengan kenyataan, kebenaran data sangat penting dalam merumuskan suatu diagnose keperawatan dan memberikan pelayanan keperawatan sesuai dengan respon individu.

2. TUJUAN PENGKAJIAN KEBUTUHAN SPIRITUAL

Tujuan pengkajian pada pasen yang mengalami gangguan kebutuhan spiritual adalah:

1. Memperoleh informasi tentang keadaan klien yang mengalami gangguan kebutuhan spiritual.

2. Untuk menentukan masalah keperawatan dan kesehatan pada pasen yang mengalami gangguan kebutuhan spiritual.

3. Untuk menilai keadaan kesehatan pada pasen yang mengalami gangguan kebutuhan spiritual.

4. Untuk membuat keputusan yang tepat dalam menentukan langah-langkah berikutnya.

3. ASPEK YANG DIKAJI PADA KEBUTUHAN SPIRITUAL

Data yang dikumpulkan pada saat pengkajian pada kebutuhan spiritual, terdiri dari:

1) Keyakinan dan makna hidup 2) Autoritas dan pembimbing hidup 3) Pengalaman dan emosi

4) Persahabatan dan komunitas 5) Ritual ibadah

6) Dorongan dan pertumbuhan

4. PERSIAPAN PASEN DAN LINGKUNGAN a. Persiapan klien

(10)

1) Memperkenalkan diri kepada klien

2) Jelaskan kepada klien tentang tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan.

3) Menyampaikan kontrak waktu untuk melakukan pengkajian spiritual klien 4) Menyampaikan kontrak waktu untuk melakukan pengkajian spiritual klien

b. Persiapan lingkungan

1) Jaga privacy klien dengan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

2) Mencuci tangan sesuai SOP mencuci tangan

3) Menjelaskan maksud/tujuan dan prosedur dilakukannya pengkajian kebutuhan spiritual

4) Memastikan kondisi dan kebutuhan spiritual klien.

5 . AL AT-A L AT YAN G D I B U T U H K A N PAD A P E N G K A J I A N S I S T E M P E R S YAR A FAN

a. Format pengkajian b. Alat tulis

6. PROSEDUR PENGKAJIAN KEPERAWATAN SPIRITUAL a. Memastikan kebutuhan spiritual klien.

b. Mengatur posisi klien senyaman mungkin

c. Memastikan posisi perawat sudah sejajar dengan klien d. Menanyakan identitas klien

e. Menanyakan keluhan klien terkait dengan kebutuhan spiritual nya

f. Menanyakan aspek-aspek yang dikaji dalam pemenuhan kebutuhan spiritual klien yang terdiri dari:

1) Menanyakan keyakinan dan makna hidup pasen, meliputi:

 Apakah arti hidup bagi klien?

 Bagaimana pandangan/gambaran hidup klien?

 Apakah tujuan hidup bagi klien?

(11)

 Apakah motivasi hidup bagi klien?

 Bagaimana keyakinan klien akan sembuh?

 Apakah bagian terpenting dalam hidup?

2) Menanyakan Autoritas dan pembimbing bagi klien, meliputi:

 Apakah sumber kekuatan hidup bagi klien?

 Siapakah orang yang menolong saat perlu bantuan?

3) Menanyakan Pengalaman dan emosi dari klien, meliputi:

 Apakah klien memiliki pengalaman spiritual?

 Bagaimana konsep sehat dan sakit menurut pendapat klien?

 Apakah klien mengalami perubahan perasaan dari makna spiritual yang dialami

4) Menanyakan persahabatan dan komunitas klien, meliputi:

 Siapa orang terdekat bagi klien?

 Bagaimana bentuk dukungan orang terdekat?

 Bagaimana ekspresi perasaan orang terdekat?

 Apakah tindakan orang terdekat terhadap keluarga klien?

 Menceritakan masalah ekspresi kebutuhan kepada orang terdekat

 Apakah dukungan yang dirasakan oleh klien?

5) Menanyakan kebiasaan ritual dan ibadah klien, meliputi:

 Bagaimanakah kebiasaan beribadah klien?

 Bagaimana partisipasi orang terdekat terhadap ibadah?

 Bagaimana frekuensi ibadah klien?

 Apakah dampak sakit terhadap kebiasaan ibadah klien?

 Apakah situasi yang membutuhkan dukungan spiritual?

 Apakah klien memiliki hambatan dalam memenuhi Kebutuhan spiritual?

6) Menanyakan dorongan dan pertumbuhan bagi klien, meliputi:

(12)

 Apakah perubahan cara pandang keyakinan?

 Apakah ada perubahan ritual ibadah?

g. Evaluasi perasaan klien setelah dilakukan pengkajian h. Atur kembali posisi klien dengan nyaman

i. Mengucapkan salam penutup

j. Mendokumentasikan hasil pengkajian

Pengkajian kebutuhan spiritual yang terdiri dari: 1) Keyakinan dan makna hidup, 2) autoritas dan pembimbing hidup, 3) pengalaman dan emosi, 4) persahabatan dan komunitas, 5) ritual ibadah, 6) dorongan dan pertumbuhan.

Pada akhir pengkajian, mahasiswa pada akhirnya harus mampu

menginterpretasikan data dengan cara

mengelompokkan/mengorganisir data, menghubungkan data tersebut dengan kondisi klien tersebut dan pada akhirnya dapat menetapkan masalah keperawatan apa yang dialami oleh klien tersebut sehingga rumusan diagnosa keperawatan dapat ditetapkan dengan benar dan akurat.

7. LATIHAN

Tuan R. umur 26 thn, beragama Islam, bekerja di PT KAI, telah menikah , dikaruniai 1 laki umur 2 tahun.tinggal di kota bandung. Pasien post Operasi

Appendiktomy 12 jam yang lalu. Keadaan umum sadar, agak lemah , hasil

pemeriksaan fisik didapatkan TD= 110/ 70 mmhg. Nadi 88 x/mnt, Respirasi 24 x/mnt

RANGKUMAN

(13)

dan suhu. 37.6 C. Pasien tidak ada yang menunggu. Ketika itu mendengar suara azan dhuhur dan memanggil perawat untuk mendampingi dalam beribadah bersuci guna melakukan sholat dhuhur.

TUGAS:

1) Lakukan Pengkajian kebutuhan spiritual pada pasien

2) Tentukan masalah keperawatan pada pasien dengan kebutuhan spiritual

3) Membuat perencanaan keperawatan pasien berkebutuhan spiritual sampai dengan evaluasi formatip

4) Lakukan Pendokumentasian asuhan keperatannya.

(14)

Kegiatan Belajar 2

M E M B I M B I N G PA S E N B E R W U D H U

6 0 M e n i t

Setelah anda mempelajari materi pengkajian kebutuhan spiritual, berikutnya anda perlu mempelajari beberapa tindakan keperawatan yang berkaitan erat dengan upaya mengatasi masalah keperawatan yang sering terjadi pada klien dengan gangguang syaraf, yaitu antara lain: membimbing pasen berwudlu, tayamum, berdo’a dan beribadah sholat.

Untuk itu pada kegiatan belajar 2 modul ini akan dipaparkan materi dan prosedur pelaksanaan membimbing pasen berwudhu. Kegiatan belajar 2 ini berisikan materi tentang pengertian berwudhu, tujuan berwudhu, alat dan prosedur/cara-cara berwudhu akan dipaparkan secara jelas dan mendetail di bawah ini.

Selamat mempelajari.

PENGANTAR

(15)

Setelah mempelajari kegiatan belajar 2 modul ini mahasiswa semester 3 dapat membimbing pasen berwudlu dengan benar secara mandiri.

SUB POKOK BAHASAN

Pada kegiatan belajar 2 ini, akan dijelaskan hal-hal sebagai berikut:

1.

D e f i n i s i b e r w u d h l u

2.

Tuj u a n b e r w u d h l u

3.

A l a t - a l a t y a n g d i p e r l u k a n u n t u k b e r w u d h u

4.

P r o s e d u r d a r i s e t i a p l a n g k a h d a l a m m e m b i m b i n g p a s e n b e r w u d h u

INDIKATOR PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari modul ini mahasiswa diharapkan mampu : 1 . M e n j e l a s k a n d e f i n i s i b e r w u d h u

2 . M e n g g u r a i k a n t u j u a n b e r w u d h u

3 . M e n y e b u t k a n a l a t - a l a t y a n g d i p e r l u k a n u n t u k b e r w u d h u

4 . M e n d e m o n t r a s i k a n p r o s e d u r d a n r a s i o n a l d a r i s e t i a p l a n g k a h d a l a m m e m b i m b i n g p a s e n b e r w u d h u

TUJUAN (KD)

(16)

MEMBIMBING PASEN BERWUDHU

A. Definisi

Wudhu ialah mencuci atau membasuh seluruh anggota badan tertentu dengan air sebelum mengerjakan Shalat (Shalat Wajib maupun Shalat Sunah). Kemudian menurut Hanafiyah definisi Wudhu yaitu mensucikan diri menggunakan air untuk 4 (empat) anggota tubuh kita yaitu Wajah, Kedua Tangan, Kepala dan kedua kaki dengan sifat Khusus.  Mengapa Khusus karena dlm Berwudhu sendiri setidaknya ada 7 anggota badan kita yg harus di sucikan dg air yg antara lain membasuh atau mensucikan Mulut, Hidung, Muka, Tangan, Rambut, Kuping dan Kaki.

B. Tujuan

Wudhu merupakan aktivitas yang dilakukan oleh orang untuk mensucikan diri dari hadast dan cara membersihkan najis kecil dengan menggunakan air yang dilakukan dalam agama islam sebelum melakukan sholat. Wudhu merupakan salah satu rukun shalat. Sehingga tujuan membimbing pasen berwudhu adalah:

1. Membantu pasen agar bisa mensucikan dirinya supaya dapat melaksanakan shalat dengan syah meskipun dalam keadaan sakit.

2. Membantu pasen agar mandiri dalam melaksanakan berwudhu C. Peralatan yang dibutuhkan:

1. Air dalam wadah 2. Handuk

3. Alas perlak 4. Bengkok

D.Prosedur Pelaksanaan

1. Cuci tangan sebelum berinteraksi dengan klien 2. Menyampaikan salam

URAIAN MATERI

(17)

3. Mendekatkan alat yang diperlukan ke dekat pasen 4. Mempersiapkan lingkungan:

a. Menjaga privasi pasen

b. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan serta partisipasi yang diharapkan pada klien dengan bahasa yang mudah dipahami

5. Memeriksa keadaan umum klien

6. Mengatur posisi klien senyaman mungkin.

7. Memastikan klien mengetahui cara dan do’a berwudhu

8. Jika klien tidak mengetahui, bimbing klien membaca niat dan tata cara berwudhu

9. Membaca niat sebelum berwudhu:

10. Membimbing pasen melakukan

langkah-langkah berwudhu:

a. Basahi kedua tangan b. Basuh seluruh wajah

c. Basahi lengan kanan hingga ke siku mulai dari lengan bagian luar hingga dalam

d. Basahi lengan kiri hingga ke siku mulai dari lengan bagian luar hingga dalam e. Basahi kulit kepala

f. Basahi kedua kaki hingga kedua mata kaki. Jika klien tidak mampu dibantu oleh perawat

11.Akhiri berwudhu dengan membaca doa setelah berwudhu:

(18)

12.Evaluasi respon klien setelah berdoa

13.Bereskan peralatan dan pastikan pasen dalam keadaan aman saat ditinggalkan.

(19)

Kegiatan Belajar 3

M E M B I M B I N G PA S E N B E RTAYA M U M

6 0 M e n i t

Apakah Anda sudah bisa membimbing pasen bertayamum? Kalau Anda belum bisa melaksanakannya maka baca dan pelajarilah modul ini.

Pada kegiatan belajar 3 modul ini berisikan materi tentang pengertian tayamum, tujuan tayamum, peralatan yang diperlukan untuk bertayamum dan cara membimbing pasen dalam melaksanakan tayamum.

Selamat mempelajari.

Setelah mempelajari kegiatan belajar 3 modul ini mahasiswa semester 3 dapat membimbing pasen melaksanakan tayamum dengan benar secara mandiri.

SUB POKOK BAHASAN

Pada kegiatan belajar 3 ini, akan dijelaskan hal-hal sebagai berikut:

1.

D e fi n i s i t a y a m u m

2.

Tu j u a n t a y a m u m 3 . Pe r a l a t a n t a y a m u m

4.

Pro s e d u r d a l a m m e l a k s a n a k a n t a y a m u m

PENGANTAR

TUJUAN (KD)

(20)

INDIKATOR PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari modul ini mahasiswa diharapkan mampu :

1.

M e n j e l a s k a n d e fi n i s i t a y a m u m

2.

M e n g g u r a i k a n t u j u a n t a y a m u m

3.

M e n y e b u t k a n a l a t - a l a t y a n g d i p e r l u k a n d a l a m m e l a k a s a n a k a n t a y a m u m

4.

M e n d e m o n t r a s i k a n p ro s e d u r d a l a m m e m b i m b i n g p a s e n b e r t a y a m u m .

1. Definisi Tayamum

Tayamum adalah pengganti wudhu atau mandi wajib yang tadinya seharusnya menggunakan air bersih digantikan dengan menggunakan tanah atau debu yang bersih.

2. Tujuan Tayamum

Tayamum merupakan aktivitas yang dilakukan oleh orang untuk mensucikan diri dari hadast dan cara membersihkan najis kecil dengan menggunakan debu/tanah yang dilakukan dalam agama islam sebelum melakukan sholat ketika tidak ada air. Tayamum merupakan pengganti

URAIAN MATERI

(21)

wudhu sebagai salah satu rukun shalat. Sehingga tujuan membimbing pasen bertayamum adalah:

a. Membantu pasen agar bisa mensucikan dirinya supaya dapat melaksanakan shalat dengan syah meskipun dalam keadaan sakit.

b. Membantu pasen agar mandiri dalam melaksanakan bertayamum.

3. Peralatan untuk Tayamum Media tayamum/tanah/debu

4. Prosedur Membimbing Pasen Bertayamum a. Menyampaikan salam

b. Atur posisi pasen

c. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan serta partisipasi yang diharapkan pada klien dengan bahasa yang mudah dipahami

d. Menjaga privasi klien

e. Mengatur pencahayaan ruangan f. Pastikan lingkungan tidak bising

g. Mencuci tangan sebelum berinteraksi dengan klien h. Periksa keadaan umum klien

i. Mengatur posisi nyaman bagi klien untuk bisa melaksanakan tayamum j. Pastikan klien mengetahui cara dan do’a bertayamum

k. Jika klien tidak mengetahui, bimbing klien membaca niat dan tata cara bertayamum

l. Membaca niat sebelum bertayamum: Niat dalam hati (untuk shalat).

Bacaan Lafadz niat Tayammum adalah: Nawaitut-tayammuma li istibaahatish-shaalati fardhal lillahi ta'aalaa.

m. Kemudian meletakan kedua belah telapak tangan diatas debu untuk diusapkan ke muka.

n. Tata cara bertayamum:

1) Menepuk tanah di salah satu sisi tanah dengan kedua tangan sebanyak dua kali

2) Jika tanah dirasakan terlalu banyak, tiup atau tepukkan 3) Usapkan pada wajah sebanyak satu kali secara menyeluruh 4) Menepuk tanah di salah satu sisi lainnya dengan kedua tangan 5) Usapkan pada lengan sebelah kanan dimulai dari punggung tangan

hingga siku tanpa menyentuh telapak tangan

(22)

6) Usapkan pada lengan sebelah kiri dimulai dari punggung tangan hingga siku tanpa menyentuh telapak tangan

7) Akhiri tayamum dengan membaca doa setelah bertayamum

Asyhadualla illaha illallah wa asyhadu anna abduhu warosulu allahummaj alni minnatawwabina waj alni minal muttatohhirin waj alni min ibadika solihin

o. Evaluasi respon klien setelah bertayamum

p. Pastikan lingkungan klien aman saat ditinggalkan q. Sampaikan salam penutup

(23)

Kegiatan Belajar 4

M E M B I M B I N G PA S E N B E R D O ’ A

6 0 M e n i t

Apakah Anda sudah bisa membimbing pasen berdo’a? Kalau Anda belum bisa melaksanakannya maka baca dan pelajarilah modul ini.

Pada kegiatan belajar 4 modul ini berisikan materi tentang pengertian berdo’a, tujuan berdo’a, waktu yang tepat untuk berdo’a, dan cara membimbing pasen dalam melaksanakan berdo’a.

Selamat mempelajari.

Setelah mempelajari kegiatan belajar 4 modul ini mahasiswa semester 3 dapat membimbing pasen melaksanakan berdo’a dengan benar secara mandiri.

SUB POKOK BAHASAN

Pada kegiatan belajar 4 ini, akan dijelaskan hal-hal sebagai berikut:

1.

D e fi n i s i d o ’ a

2.

Tu j u a n b e rd o ’ a

PENGANTAR

TUJUAN (KD)

(24)

3 . Wa k t u y a n g t e p a t u n t u k b e rd o ’ a

4.

Pro s e d u r d a l a m m e m b i m b i n g p a s e n b e rd ’ a

INDIKATOR PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari modul ini mahasiswa diharapkan mampu : 1 . M e n j e l a s k a n d e fi n i s i d o ’ a

2 . M e n g g u r a i k a n t u j u a n b e rd o ’ a 3 . Wa k t u y a n g t e p a t u n t u k b e rd o ’ a

4 . M e n d e m o n t r a s i k a n p ro s e d u r d a l a m m e m b i m b i n g p a s e n b e rd o ’ a .

1. Arti Doa / berd’o'a

Doa adalah memohon atau meminta suatu yang bersifat baik kepada Allah SWT seperti meminta keselamatan hidup, rizki yang halal dan keteguhan iman. Sebaiknya kita berdoa kepada Allah SWT setiap saat karena akan selalu didengar olehNya.

2. Tujuan Berdo'a / Berdoa

- Memohon hidup selalu dalam bimbingan Allah SWT - Agar selamat dunia akhirat

- Untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT - Meminta perlindungan Allah SWT dari Setan yang terkutuk

3. Waktu-waktu yang tepat / mustajab untuk berdoa kepada Allah SWT

- Ketika membaca AlQuran

URAIAN MATERI

(25)

- Setelah Solat wajib

- Pada saat tengah malam setelah sholat tahajud - Saat melaksanakan ibadah haji

- Saat berpuasa wajib dan sunah

4. Prosedur Membimbing Pasen Berdo’a 1) Menyampaikan salam

2) Atur posisi pasen

3) Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan serta partisipasi yang diharapkan pada klien dengan bahasa yang mudah dipahami

4) Menjaga privasi klien

5) Mengatur pencahayaan ruangan 6) Pastikan lingkungan tidak bising

7) Mencuci tangan sebelum berinteraksi dengan klien 8) Periksa keadaan umum klien

9) Mengatur posisi nyaman bagi klien untuk bisa berdo’a dengan khusyu

10) Mulai dengan Membaca Basmallah “Bismillahirrahmannirrahim.”

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.”

11) Membaca syahadat dan shalawat nabi:

Asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadar rasuulullaah.

Allaahumma shalli'alaa sayyidinaa muhammad.

Wa'alaa aali sayyidinaa muhammad.

Kamaa shallaita alaa sayyidina ibroohiim wa alaa aali sayyidina ibroohiim.

Wabaarik'alaa sayyidina muhammad wa alaa aali sayyidina muhammad.

Kamaa baarakta alaa sayyidina ibroohiim wa alaa aali sayyidinaa ibraahiim fil'aalamiina innaka hamiidum majiid.”

Artinya: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Ya allah! limpahilah shalawat dan rahmat Mu kepada nabi muhammad dan atas keluarga Nabi Muhammad sebagai mana

(26)

telah engkau beri shalawat dan rahmat kepada Nabi Ibrohim dan keluarganya, dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya, sebagaimana engkau telah memberi berkah kepada Nabi Ibrohim dan keluarganya, bahwasanya engkau Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia di seluruh alam.”

12

) Membimbing pasen membaca do’a kesembuhan dari sakit nya:

13) Membaca hamdallah.

“Alhamdulillahirabbil ‘alamin.”

Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

14) Dilanjutkan dengan membaca:

Hasbunallah Wanikmal Wakil, Nikmal Maula Wa NikmanNasir Artinya : Cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik pelindung

15) Evaluasi respon klien setelah berdo’a

16) Pastikan lingkungan klien aman saat ditinggalkan 17) Sampaikan salam penutup

(27)

Kegiatan Belajar 5

M E M B I M B I N G PA S E N B E R I B A D A H S H O L AT

6 0 M e n i t

Apakah Anda sudah bisa membimbing pasen beribadah sholat dalam keadaan sakit? Kalau Anda belum bisa melaksanakannya maka baca dan pelajarilah modul ini.

Pada kegiatan belajar 5 modul ini berisikan materi tentang pengertian sholat, hukum dan tujuan sholat, persyaratan dan syarat syah sholat, rukun sholat, hal-hal yang membatalkan Sholat dan cara membimbing pasen beribadah sholat.

Selamat mempelajari.

Setelah mempelajari kegiatan belajar 5 modul ini mahasiswa semester 3 dapat membimbing pasen beribadah sholat dengan benar secara mandiri.

SUB POKOK BAHASAN

Pada kegiatan belajar 4 ini, akan dijelaskan hal-hal sebagai berikut:

1.

D e fi n i s i s h o l a t

PENGANTAR

TUJUAN (KD)

(28)

2. Hukum dan tujuan sholat

3. Persyaratan dan syarat syah sholat 4. Rukun sholat

5. Hal-hal yang membatalkan Sholat dan cara membimbing pasen beribadah sholat.

6 . Pe r a l a t a n u n t u k b e r i b a d a h s h o l a t

7.

Pro s e d u r d a l a m m e m b i m b i n g p a s e n b e r i b a d a h s h o l a t

INDIKATOR PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari modul ini mahasiswa diharapkan mampu :

1.

M e n j e l a s k a n d e fi n i s i s h o l a t 2. Menjelaskan hukum dan tujuan sholat

3. Menyebutkan persyaratan dan syarat syah sholat 4. Mengidentifikasi rukun sholat

5. Menyebutkan Hal-hal yang membatalkan Sholat

6. Menjelaskan peralatan yang dibutuhkan untuk beribadah Shalat 7. Cara membimbing pasen beribadah sholat.

1. Definisi Sholat

Secara etimologi shalat berarti do’a dan secara terminology / istilah, para ahli fiqih mengartikan secara lahir dan hakiki. Secara lahiriah shalat berarti beberapa ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam, yang dengannya kita beribadah kepada Allah menurut syarat – syarat yang telah ditentukan (Sidi Gazalba,88)

URAIAN MATERI

(29)

Adapun secara hakikinya ialah “berhadapan hati (jiwa) kepada Allah, secara yang mendatangkan takut kepada-Nya serta menumbuhkan di dalam jiwa rasa kebesarannya dan kesempurnaan kekuasaan-Nya” atau

“mendahirkan hajat dan keperluan kita kepada Allah yang kita sembah dengan perkataan dan pekerjaan atau dengan kedua – duanya” (Hasbi Asy- Syidiqi, 59)

Dalam pengertian lain shalat ialah salah satu sarana komunikasi antara hamba dengan Tuhannya sebagai bentuk, ibadah yang di dalamnya

merupakan amalan yang tersusun dari beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbiratul ikhram dan diakhiri dengan salam, serta sesuai dengan syarat dan rukun yang telah ditentukan syara’ (Imam Bashari Assayuthi, 30)

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa shalat adalah merupakan ibadah kepada Tuhan, berupa perkataan denga perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam menurut syarat dan rukun yang telah ditentukan syara”. Juga shalat merupakan penyerahan diri (lahir dan bathin) kepada Allah dalam rangka ibadah dan memohon ridho-Nya.

2. Hukum dan Tujuan Sholat

Hukum sholat fardhu lima kali sehari adalah wajib bagi semua orang yang telah dewasa atau akil baligh serta normal tidak gila. Tujuan shalat adalah untuk mencegah perbuatan keji dan munkar.

3. Persyarat syah Sholat:

Untuk melakukan shalat ada syarat-syarat yang harus dipenuhi dulu, yaitu :

1. Beragama Islam

2. Memiliki akal yang waras alias tidak gila atau autis 3. Berusia cukup dewasa

4. Telah sampai dakwah islam kepadanya

5. Bersih dan suci dari najis, haid, nifas, dan lain sebagainya 6. Sadar atau tidak sedang tidur

Syarat sah pelaksanaan sholat adalah sebagai berikut ini :

(30)

1. Masuk waktu sholat 2. Menghadap ke kiblat

3. Suci dari najis baik hadas kecil maupun besar 4. Menutup aurat

4. Rukun Shalat

Dalam sholat ada rukun-rukun yang harus kita jalankan, yakni : 1. Niat

2. Posisis berdiri bagi yang mampu 3. Takbiratul ihram

4. Membaca surat al-fatihah 5. Ruku / rukuk yang tumakninah 6. I'tidal yang tuma'ninah

7. Sujud yang tumaninah

8. Duduk di antara dua sujud yang tuma'ninah 9. Sujud kedua yang tuma'ninah

10. Tasyahud

11. Membaca salawat Nabi Muhammad SAW 12. Salam ke kanan lalu ke kiri

5. Yang Membatalkan Aktivitas Sholat

Dalam melaksanakan ibadah salat, sebaiknya kita memperhatikan hal-hal yang mampu membatalkan shalat kita, contohnya seperti :

1. Menjadi hadas / najis baik pada tubuh, pakaian maupun lokasi 2. Berkata-kata kotor

3. Melakukan banyak gerakan di luar sholat bukan darurat

4. Gerakan sholat tidak sesuai rukun shalat dan gerakan yang tidak tuma'ninah.

6. Peralatan beribadah Sholat

- Kain sarung (untuk laki) atau mukena (untuk perempuan) 7. Prosedur Membimbing Pasen Beribadah sholat

1) Menyampaikan salam

2) Memastikan kebutuhan spiritual klien.

(31)

3) Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan serta partisipasi yang diharapkan pada klien dengan bahasa yang mudah dipahami

4) Menyampaikan kontrak waktu untuk melakukan tindakan.

5) Menjaga privasi klien

6) Mengatur pencahayaan ruangan 7) Pastikan lingkungan tidak bising

8) Memastikan klien hapal niat dan bacaan shalat

9) Periksa keadaan umum dan kemampuan pasen melaksanakan sholat 10) Memberitahu klien waktunya shalat.

11) Mengatur posisi nyaman bagi klien untuk bias sholat dengan khusyu

12) Mengusahakan pasen agar dapat menghadapi kiblat

13) Mengkaji kebutuhan shalat klien: Jika mampu berdiri anjurkan untuk shalat dengan berdiri; jika tidak mampu berdiri lakukan dengan duduk; jika tidak mampu duduk lakukan dengan berbaring; jika tidak mampu berbaring lakukan dengan isyarat mata.

14) Tanyakan kepada klien apakah klien sudah mengetahui tata cara shalat yang akan dilakukan, jika belum bimbing klien mengenai tata cara shalat yang akan dilakukan (duduk atau berbaring atau isyarat mata).

15) Jika klien sudah siap untuk shalat, persilakan untuk shalat.

16) Bimbing pasen apabila tidak tahu cara melaksanakan shalat dalam keadaan sakit:

a. Posisi terlentang:

(32)
(33)
(34)

b. Posisi berbaring kesamping kiri/kanan:

(35)

17) Atur kembali pasien pada posisi semula 18) Kembalikan dan rapihkan kembali peralatan 19) Evaluasi respon klien setelah beribadah sholat 20) Pastikan lingkungan klien aman saat ditinggalkan 21) Sampaikan salam penutup

(36)

Ahmadi Isa. 2010. Doa Pilihan. Jakarta: Hikmah Kepustakaan Populer Abu Sakhi. 2016. Panduan Mudah shalat fardu dan sunnah serta Doa-dan

Dzikir harian. Jawa Barat : Hutamedia

Hamid, Yani, Achir. 2000. Buku Ajar Aspek Spiritual dalam Keperawatan.

Jakarta : Widya Medika.

Hamzah Hasan. 2010. Buku Panduan Lengkap Agama Islam. Jakarta: Qultum Media

Ibnu Watiniyah. 2010. Shalat, Salawat, Dzikir dan Doa. Kaysa Media

Perry-Potter, 2006, Clinical Nursing Skills and Techniques, Elsevier Mosby

DAFTAR PUSTAKA

(37)

Referensi

Dokumen terkait

KK8 Mampu melakukan tindakan asuhan keperawatan atas perubahan kondisi klien yang tidak diharapkan secara cepat dan tepat dan melaporkan kondisi dan tindakan asuhan

kekerasan di Wisma Dwarawati RSJ Prof. Tujuan umum: menguraikan penerapan tindakan keperawatan mengontrol marah dengan spiritual : psikoreligi pada klien resiko

Mampu menjelaskan asuhan keperawatan dan pemeriksaan diagnostik serta penatalaksanaan pada berbagai kondisi kegawatan sist pernafasan. Askepgagalnafasdan

Modul praktikum ini diharapkan mampu memberikan petunjuk atau tuntunan kepada mahasiswa(i) di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman dalam

Pengetahuan dan sikap perawat dalam memenuhi kebutuhan psikologis dan spiritual klien terminal penting dikuasai oleh perawat dalam memberikan asuhan keperawatan.

Melakukan identifikasi pasien dengan menanyakan (nama, tanggal lahir dan mencocokkan dengan identitas pasien) Menjelaskan tujuan, prosedur dan lama tindakan pada klien dan

1) Mengucapkan salam, memperkenalkan diri dan meminta persetujuan pasien secara lisan. 2) Menjelaskan prosedur & kegunaan hasil pengukuran LGS kepada pasien. 3)

Modul ini akan membahas tentang bagaimana mempraktekkan tindakan keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan pengendalian infeksi yaitu: cara mencuci tangan bersih dan steril, cara memakai