• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

KOMPETENSI GURU IPA SMP

APA, MENGAPA, DAN BAGAIMANA

Dr. Insih Wilujeng, M.Pd.

Pendidikan Sains PPs Universitas Negeri Yogyakarta

Makalah disampaikan dalam kegiatan workshop sosialisasi uji kompetensi guru IPA di MGMP Kabupaten Wonosobo, pada Sabtu, tanggal 8 September 2012

MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) SMP/MTs.

KABUPATEN WONOSOBO 2012

KOMPETENSI GURU IPA A. Pendahuluan

Kualitas pendidikan dapat dibangun dengan berbagai cara, salah satunya dengan memperhatikan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan. Dengan demikian sangatlah wajar bila akhir-akhir ini pengakuan dan penghargaan terhadap profesi pendidik dan tenaga kependidikan semakin meningkat, yang diawali dengan dilahirkannya undang-undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

(2)

tengah-tengah masyarakat dewasa ini. Desentralisasi pendidikan menjadi kebijakan utama di Indonesia, sehingga dalam desentralisasi guru menjadi tumpuan yang sangat penting. Untuk menjamin efektivitas kehadiran pendidik dan tenaga kependidikan, maka kiranya perlu diteruskan upaya pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.

B. Pembahasan

1. Apa itu kompetensi guru IPA?

Kharakteristik-kharakteristik full profession bagi guru antara lain: 1) pengetahuan dan keterampilannya di atas kemampuan orang pada umumnya; 2) adanya kontrol terhadap standar lisensi dan persyaratan masuk menjadi guru; 3) otonomi dalam membuat keputusan tentang bidang kerja dan 4) prestise dan penghargaan ekonomik yang tinggi.

Jika memperhatikan beberapa kharakteristik full profession dari guru, maka dapat dimaklumi, bahwa guru sebagai profesi harus didukung oleh beberapa kompetensi. Broudy (Hager, 1993) menyatakan, the CBTA approach mendefinisikan, bahwa

Competence in term of prespecified performance stated as segment of evert behaviour; it argues that practicing the performance directly is more efficient than achieving it indirectly through the conventional program’spromise of performance

Kompetensi pada hikikatnya dapat diraih lebih baik melalui kegiatan praktis (pelatihan kompetensi) daripada melalui perkuliahan yang bersifat konvensional, Kompetensi guru dapat dipahami sebagaimana yang dinyatakan pada UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Dengan demikian, kompetensi pada hakihatnya terdiri atas aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Kompetensi guru terdiri dari empat komponen, yaitu kompetensi pedagogy; kompetensi profesional; kompetensi personal/kepribadian dan kompetensi sosial.

2 K

E B U L A T A N P E N G E T A H U A K E T E R A M P

(3)

Kompetensi pedagogi terkait kemampuan mengelola kelas, aspeknya meliputi pemahaman terhadap peserta didik; perancangan dan pelaksanaan pembelajaran; evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik. Kompetensi profesional terkait penguasaan materi, aspeknya meliputi penguasaan materi kurikulum mata pelajaran dan substansi keilmuan; menguasai struktur dan metodologi keilmuan.

Kompetensi kepribadian yang terkait dengan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, menjadi teladan dan berakhlak mulia. Kompetensi sosial terkait dengan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali serta masyarakat sekitar.

2. Mengapa kompetensi guru IPA diperlukan?

Guru IPA harus memiliki kompetensi, karena diharapkan guru IPA masuk dalam standar guru IPA, jika guru IPA tidak memiliki kompetensi, maka bisa diasumsikan bahwa guru IPA tidak memenuhi standar guru IPA. NSTA (2003: 4 -30) menyebutkan 10 standar untuk guru IPA, yaitu standar isi (content); standar hakikat IPA (nature of science); standar inkuiri; standar issues; standar keterampilan umum mengajar; standar kurikulum; standar sains (IPA) dan masyarakat; standar asesmen; standar keselamatan dan kesejahteraan; serta standar pertumbuhan profesional.

Standar isi (content) IPA SMP secara garis besar meliputi: 1) Kerja Ilmiah dalam IPA dengan sub topik Sains dan Teknologi, keselamatan kerja laboratorium, tantangan-tantangan penggunaan sains dan teknologi; 2) Penyelidikan Zat dengan sub topik pengukuran, wujud zat, air, logam dan non logam, asm dan basa, pemisahan campuran; 3) pemahaman kehidupan dengan sub topik organisme hidup, tumbuhan, hama dan pestisida, tanah, udara; 4) tubuh kita dengan sub topik reproduksi, obat-obatan, penyebaran penyakit, darah dan manfaatnya, indera manusia 5) Eksplorasi Energi dengan sub topik bentuk-bentuk energi, konversi energi,

TINDAKAN CERDAS DAN TANGGUNG JAWAB

(4)

sumber-sumber energi, kelistrikan, kemagnetan, kalor, dinamika, kerja dan daya, getaran gelombang, pesawat sederhana.

Standar hakikat sains meliputi 1) science is a body of knowledge : fakta, konsep, prinsip, hukum, teori dan model; 2) science is a way of thinking, meliputi critical thinking dan creative thinking. Integrasi berpikir kritis dan berpikir kreatif dalam wujud rasional (nalar) membentuk thinking strategy (strategi belajar) yang meliputi konseptualisasi, problem solving dan making decision. 3) Science is a way of investigating meliputi 1) keterampilan proses sains: observasi, klasifikasi, pengukuran, inferensi, prediksi, komunikasi, penggunaan hubungan ruang dan waktu, interpretasi data, definisi operasional, kontrol variabel, hipotesis, eksperimen; 2) keterampilan manipulatif : menggunakan dan menangani alat-alat sains dan bahan-bahan laboratorium secara benar, menangani sampel secara benar dan teliti, menggambarkan sampel, peralatan dan bahan laboratorium secara akurat, menyediakan peralatan sains dan bahan laboratorium secara benar dan secara aman.

Standar keterampilan umum mengajar terkait strategi pembelajaran sains, yaitu proses yang membantu siswa memperoleh pengetahuan dan mengembangkan pikiran mereka dalam tingkatan yang optimum pada bidang sains. Pembelajaran dapat melalui variasi pendekatan seperti inkuiri, konstruktivis, kontekstual dan belajar tuntas. Aktivitas pembelajaran harus dilengkapi aktivitas berpikir kritis dan kreatif dan tidak membatasi pada rutinitas atau belajar hafalan. Siswa harus dibuat sadar pada keterampilan-keterampilan berpikir dan strategi-strategi berpikir yang mereka gunakan dalam pembelajaran mereka. Mereka harus ditantang dengan pertanyaan dan masalah tingkat tinggi dan diperlukan untuk memecahkan masalah memanfaatkan berpikir kreatif dan kritis, Proses pembelajaran harusnya membuat siswa memperoleh pengetahuan, ketuntasan keterampilan dan pengembangan sikap ilmiah dan nilai-nilai mulia dalam cara terintegrasi

(5)

menggambarkan kesimpulan sendiri. Guru memandu siswa untuk memahami konsep sains melalui hasil dari inkuairi. Keterampilan-keterampilan berpikir dan keterampilan-keterampilan lmiah dikembangkan lebih jauh selama proses inkuairi. Oleh karena itu pendekatan inkuairi mungkin tidak terpenuhi untuk seluruh situasi pembelajaran. Kadang-kadang inkuairi mungkin lebih tepat untuk guru menghadirkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip secara langsung pada siswa.

Pembelajaran bermakna terjadi jika siswa dapat menghubungkan pembelajaran mereka dengan pengalaman sehari-hari. Pembelajaran bermakna terjadi dalam pendekatan pembelajaran seperti pembelajaran kontekstual dan STM. Tema pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang membawa unsur-unsur STM digabung dalam kurikulum. Pendekatan STM mengharapkan pembelajaran sains mengambil tempat melalui penyelidikan dan diskusi didasarkan pada isu-isu sains dan teknologi dalam masyarakat. Dalam pendekatan STM, pengetahuan sains dan teknologi dibelajarkan dengan aplikasi prinsip-prinsip sains dan teknologi dampaknya pada masyarakat

Pembelajaran kontekstual adalah suatu pendekatan yang menggabungkan pembelajaran dengan pengalaman sehari-hari siswa. Dengan cara ini, siswa dapat mengapresiasi kesesuaian pembelajaran sains dengan hidupnya. Dalam pembelajaran kontekstual, siswa belajar melalui penyelidikan dalam pendekatan inkuiri-diskoveri

Belajar tuntas adalah pendekatan yang menjamin semua siswa dapat memperoleh dan menuntaskan tujuan pembelajaran. Pendekatan ini didasarkan pada prinsip-prinsip bahwa siswa dapat belajar jika diberi kecukupan kesempatan. Siswa harus disertakan belajar pada langkahnya sendiri, dengan dilaksanakan aktivitas remidial dan pengayaan sebagai bagian proses pembelajaran.

(6)

perbedaan gaya belajar dan kecerdasan. Berikut ini deskripsi beberapa metode pembelajaran

Suatu eksperimen adalah metode secara umum digunakan dalam pelajaran sains. Dalam eksperimen siswa menguji hipotesis melalui penyelidikan untuk menemukan konsep-konsep dan prinsip-prinsip sains khusus. Pelaksanaan suatu eksperimen meliputi keterampilan-keterampilan berpikir, keterampilan-keterampilan ilmiah dan keterampilan-keterampilan manipulatif. Biasanya eksperimen meliputi tahap-tahap sebagai berikut: identifikasi masalah; membuat hipotesis; perencanaan eksperimen; mengkontrol variabele, menentukan alat dan bahan yang diperlukan, menentukan prosedur eksperimen dan metode pengumpulan data dan analisis data, melaksanakan eksperimen, mengumpulan data, analisis data, interpretasi data, membuat kesimpulan, menulis laporan. Dalam implementasinya, disamping memandu siswa melakukan eksperimen, yang utama, guru harus menyediakan siswa kesempatan menggambar perencanaan sebagaimana melakukan eksperimen, bahaimana mengukur dan menganalisis data, serta menunjukkan bagaimana menghadirkan hasil eksperimennya.

Diskusi adalah suatu aktivitas dimana siswa mengubah pertanyaan dan ide didasarkan pada alasan valid. Diskusi dapat dilakukan sebelum, sesudah, selama aktivitas. Guru berperan sebagai seorang fasilitator dan memandu diskusi dengan meminta pertanyaan yang mensimulasikan berpikir siswa untuk mengekspresikan sendiri

Dalam simulasi, suatu aktivitas yang mirip situasi aktual dilakukan. Contoh simulasi adalah bermain peran, permainan dan penggunaan model. Dalam bermain peran, siswa bermain peran tertentu bedasar kondisi yang diturunkan. Permainan memerlukan prosedur yang perlu diikuti. Siswa bermain permainan dalam tujuan untuk belajar prinsip tertentu atau untuk memahami proses pembuatan keputusan. Model-model digunakan merepresentasikan tujuan atau situasi aktual, sehingga semua siswa dapat memvisualisasikan tujuan atau situasi dan memahami konsep-konsep atau prinsip-prinsip yang dipelajari

(7)

proyek dalam bentuk laporan, bukti kebenaran atau bentuk lain yang diperlukan untuk mempresentasikan pada guru atau siswa lain. Kerja proyek mengusulkan pengembangan keterampilan pemecahan masalah, keterampilan mengatur waktu dan belajar mandiri

Pembelajaran sains tidak terbatas pada aktivitas yang dibawa dalam sekolah. Pembelajaran sains dapat dilakukan melalui penggunaan sumber-sumber eksternal seperti kebun binatang, musium, pusat sains, instansi penelitian, pabrik. karyawisata ke tempat-tempat ini membuat pembelajaran lebih menarik, bermakna dan efektif. Untuk optimalisasi kesempatan pembelajaran, kunjungan perlu secara cermat direncanakan. Siswa mungkin dilibatkan dalam proses perencanaan dan tugas-tugas pendidikan khusus yang harus ditugasi selama karyawisata.

Teknologi adalah alat-alat yang berguna yang berpotensial besar dalam pembelajaran sains. Melalui penggunaan teknologi seperti televisi, radio , video, komputer dan internet, pembelajaran sains dapat dibuat lebih menarik dan efektif. Simulasi kompeter dan animasi adalah alat yang efektif untuk pembelajaran konsep sains yang abstrak dan sulit.

3. Bagaimana kompetensi guru IPA ditingkatkan?

Ada beberpa tahap pengembangan profesional guru, yaitu:

a. Fase persiapan awal: pelatihan yang diterima sebagai seorang calon guru berupa sejumlah pengalaman. Baik terkait dengan aktivitas di dalam atau di luar kelas.

b. Fase induksi; merupakan tahun pertama mengajar yang dimulai dengan proses mensistesakan berbagai kewajiban yang dikehendaki oleh program pendidikan terkait

c. Fase pengembangan berkelanjutan: pembimbing berpartisipasi dalam kesempatan-kesempatan pertumbuhan profesional di awal-awal tahunnya yang mampu mempertajam keterampilannya

d. Fase pembaharuan: pembimbing mampu berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan baik secara personal maupun profesional

(8)

4. Gambaran tentang kompetensi inti, kompetensi guru mapel IPA dan indikator esensiil

No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel IPA

Indikator esensiil

1 Menguasai

karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual

Memahami karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial-emosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosial budaya.

Menggunakan data latar belakang sosial budaya yang dimiliki siswa di kelas untuk merancang pembela-jaran IPA

Contoh soal

Pak Eko akan merancang pembelajaran untuk 40 orang siswa di SMP daerah pertanian. Rancangan pembelajaran yang paling sesuai bagi pak Eko untuk indikator “merancang alat untuk menangani limbah” adalah...

Jawab:

Penugasan kelompok, project based learning pembuatan alat pengolahan sampah organik

No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel IPA

Indikator esensiil

2 Menguasai

karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual

Mengidentifikasi potensi peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu

Mengkategorikan potensi yang dimiliki siswa di kelas dalam pelajaran IPA

Contoh soal

Ibu Eni bermaksud melaksanakan pembelajaran tutor sebaya untuk

praktikum penggunaan mikroskop. Jumlah siswa 40 orang dibagi menjadi 8 kelompok. Tutor berperan dalam membantu anggota kelompok dalam kegiatan praktikum. kriteria yang paling tepat digunakan untuk menentukan tutor adalah...

Jawab:

8 Siswa yang paling terampil menggunakan mikroskop No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel

IPA Indikator esensiil

3 Menguasai

karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual

Mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu

(9)

Kesimpulan yang paling tepat mengenai kesulitan belajar Anita adalah...

Jawab:

Kemampuan menyimak materi secara auditori lemah No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel

IPA

Indikator esensiil

4 Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.

Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip

Seorang guru melaksanakan pembelajaran dengan indikator

“mendeskripsikan pengaruh kegiatan manusia terhadap kualitas lingkungan hidup”. Pada saat membuka pelajaran, guru bertanya kepada siswanya mengenai apa saja yang sudah mereka ketahui tentang pelajaran yang akan diajarkan. langkah yang dilakukan guru tersebut sesuai dengan teori

belajar….

Jawab:

Konstruktivisme

No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel IPA

Indikator esensiil

5 Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.

Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip

Pak Wahyu mengajar dengan KD “Mengidentifikasi jenis polusi pada

lingkungan kerja”. Pak Wahyu membagi siswa di kelas menjadi 8 kelompok (anggota 7). Siswa diminta mengamati lingkungan sekolah dan merinci jenis dan bentuk polusi di sekolah tersebut. Di akhir pembelajaran pak Wahyu memberikan tes penguasaan konsep dengan soal pilihan ganda. metode dan pendekataan yang digunakan pak Wahyu adalah….

Jawab:

Metode Observasi dan pendekatan Contekstual No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel

(10)

Contoh soal

Materi IPA SMP yang diajarkan harus bersifat luwes, mudah disesuaikan, diubah, dilengkapi atau dikurangi berdasarkan tuntutan dan keadaan. prinsip pengembangan kurikulum yang sesuai dengan pernyataan tersebut adalah…

Jawab:

Prinsip Fleksibilitas

No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel IPA yang sesuai untuk mencapai tujuan

Rumusan Tujuan Pembelajaran yang sesuai untuk KD “Mengidentifikasi komponen ekosistem” adalah….

Jawab:

Setelah mengamati kebun sekolah, siswa mampu menjelaskan komponen biotik dan abiotik ekosistem

No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel IPA pada standar isi MP IPA

Contoh soal

Perhatikan indikator di bawah ini:

1. menyusun alat penjernihan air sederhana

2. menjelaskan dampak asap rokok terhadap kesehatan

3. mengkomunikasikan pengaruh kepadatan penduduk terhadap kualitas lingkungan

4. menunjukkan sikap menghargai lingkungan sekitar

indikator dan teknik penilaiaan apakah yang paling tepat untuk KD “Mendeskripsikan dampak polusi terhadap kesehatan manusia dan lingkungan”

Jawab:

Indikator yang tepat adalah mengkomunikasikan pengaruh kepadatan penduduk terhadap kualitas lingkungan

No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel

IPA Indikator esensiil

9 Menyelenggarakan pembelajaran yang

Memahami prinsip-prinsip perancangan

(11)

mendidik. pembelajaran yang mendidik

pembelajaran IPA SMP yang mendidik

Contoh soal

Rancangan dan pelaksanaan pembelajaran, salah satu prinsip yang harus diperhatikan guru adalah tanggap terhadap IPTEK. Hal-hal di bawah ini yang sesuai dengan prinsip tersebut adalah….

Jawab:

memberikan pengalaman belajar memanfaatkan ipteks bagi peserta didik dengan memenfaatkan ipteksmemberikan pengalaman belajar memanfaatkan ipteks bagi peserta didik dengan memenfaatkan ipteks

No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel IPA

Indikator esensiil

10 Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.

Mengembangkan komponen-komponen rancangan

pembelajaran.

Menganalisis rancangan pembelajaran berdasarkan

komponen-komponen yang ada

Contoh soal

Bu Tika mengajar konsep cara cara penanganan limbah. Pada kegiatan awal, bu Tika memperlihatkan gambar-gambar dampak pembuangan limbah kemudian bertanya kepada siswa“apa penyebabnya? hal apa yang harus dilakukan agar tidak terjadi hal seperti dalam gambar?”. selanjutnya bu Tika menuliskan di papan tulis materi yang akan siswa pelajari.

Apa saja Komponen rancangan pembelajaran yang diperlihatkan bu Tika?

Jawab:

Memotivasi siswa, apersepsi, menyampai-kan materi pokok No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel

IPA Indikator esensiil

11 Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.

Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untuk kegiatan di dalam kelas, laboratorium, maupun lapangan.

Menentukan rancangan

pembelajaran IPA SMP yang sesuai di laboratorium

Contoh soal

Pak Rahmat membelajarkan KD “Mendeskripsikan cara-cara menangani limbah”. setelah pembelajaran, Pak rahmat ingin siswanya mampu membuat berbagai produk daur ulang limbah dari bahan kertas. Hal-hal yang harus dilakukan Pa Rahmat agar tujuan pembelajaran tercapai adalah….

Jawab:

Menyajikan slide power point mengenai langkah membuat daur ulang kertas diikuti penugasan proyek

No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel IPA

Indikator esensiil

(12)

pembelajaran yang mendidik.

pembelajaran yang mendidik di kelas, di laboratorium, dan di lapangan dengan memperhatikan standar keamanan yang dipersyaratkan.

n pembelajaran IPA SMP di laboratorium untuk mencegah terjadinya

kecelakaan

Contoh soal

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan saat praktikum pengujian pengaruh konsentrasi berbagai obat anti serangga terhadap serangga, Hal yang harus dilakukan guru adalah….

Jawab:

Melaksanakan praktikum secara kelompok dengan guru dan seluruh siswa menggunakan masker

No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel IPA

Indikator esensiil

13 Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.

Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata

pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh.

Menentukan media pembelajaran dan sumber belajar IPA SMP yang relevan untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh

Contoh soal

Untuk membelajarkan konsep Jenis limbah yang dapat dimanfaatkan tanpa daur ulang dan dengan daur ulang maka di antara

media di bawah ini yang paling cocok untuk membelajarkannya adalah….

Jawab:

Media benda asli

No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel IPA

Indikator esensiil

14 Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.

Perhatikan pembelajaran yang dikembangkan guru di berikut ini ! 1. pembelajaran IPA dengan pendekatan konsep

(13)

5. pembelajaran IPA dengan pendekatan tematik

Agar keterkaitan antara konsep pencemaran lingkungan dan kehidupan sosial manusia

tercapai, pendekatan pembelajaran yang digunakan guru adalah nomor…

Jawab: 1, 3 dan 5

No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel IPA

Indikator esensiil

15 Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran IPA

Memahami konsep-konsep,

hukum-hukum, dan teori-teori IPA serta

Hal yang tidak boleh dilakukan dalam melakukan penelitian adalah…..

Jawab:

Memanipulasi data

No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel IPA

Indikator esensiil

16 Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran IPA

Memahami konsep-konsep,

hukum-hukum, dan teori-teori IPA serta

Nayla ingin menyelidiki apakah air yang mengandung limbah pabrik penyamakan kulit mempengaruhi kelincahan gerakan ikan mas. Agar

percobaan tersebut benar, yang bisa dijadikan variabel independent adalah…

Jawab: Airnya

No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel IPA

Indikator esensiil

17 Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran IPA

Memahami konsep-konsep,

hukum-hukum, dan teori-teori IPA serta

Intan ingin mengetahui waktu yang diperlukan kecambah kacang merah untuk menghasilkan daun pertama. Kegiatan apakah yang paling tepat dilakukan untuk percobaan tersebut?

(14)

menanam 10 buah kacang merah pada media dan kondisi yang sama. Mengamati-nya setiap hari dan mencatat hari ketika daun pertama muncul

No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel IPA

Indikator esensiil

18 Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran IPA

Memahami konsep-konsep,

hukum-hukum, dan teori-teori IPA serta

Pernyataan berikut yang paling tepat untuk menjelaskan tentang meningkatnya penderita kanker kulit terkait penggunaan CFCadalah..

Jawab:

pengikatan ozon oleh CFCs akan menyebabkan peningkatan intensitas sinar UV yang merangsang timbulnya kanker kulit

No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel IPA

Indikator esensiil

19 Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran IPA

Memahami konsep-konsep,

hukum-hukum, dan teori-teori IPA serta

Air yang tercemar limbah jenis ini dapat menyebabkan penyakit disentri apabila termakan oleh manusia. Indikator yang dapat mendukung pernyataan tersebut adalah….

Jawab:

Ditemukan E. coli

No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel IPA

Indikator esensiil

20 Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran IPA

Memahami konsep-konsep,

hukum-hukum, dan teori-teori IPA serta

penerapannya secara fleksibel.

Mengidentifikasi jenis polusi pada lingkungan kerja

Contoh soal

Pencemaran udara yang dapat mengakibatkan naiknya suhu udara permukaan bumi, disebabkan oleh tingginya kadar gas…..

Jawab: CO2 dan CH4

No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel IPA

Indikator esensiil

21 Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan

Memahami konsep-konsep,

hukum-hukum, dan teori-teori

(15)

yang mendukung mata

Salah satu dampak negatif dari kemajuan teknologi adalah pencemaran udara. Gas buangan yang dapat menyebabkan pencemaran udara adalah….

Jawab:

CO2, CO, SO2 dan CFCs

No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel IPA

Indikator esensiil

22 Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran IPA

Memahami konsep-konsep,

hukum-hukum, dan teori-teori IPA serta

penerapannya secara fleksibel.

Mengidentifikasi jenis polusi pada lingkungan kerja

Contoh soal

Seorang siswa mengamati jenis limbah yang ditemukan dalam sungai. Jika air sungai tercemar limbah industri pengolshsn tahu, maka memiliki ciri-ciri secara fisika antara lain....

Jawab:

Air berwarna, berasa, nerbau dan suhu berada di atas nilai suhu rata-rata air segar

No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel

IPA Indikator esensiil

23 Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran IPA

Memahami konsep-konsep,

hukum-hukum, dan teori-teori IPA serta

Penggunaan pestisida kimia pada lahan pertanian dapat menyebabkan dampak negatif secara langsung, seperti….

Jawab:

matinya serangga yang membantu penyerbukan

No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel IPA

Indikator esensiil

24 Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran IPA

Memahami konsep-konsep,

hukum-hukum, dan teori-teori IPA serta

(16)

berikut, kecuali….

Jawab:

Menipisnya hingga berlubangnya lapisan ozon

No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel IPA

Indikator esensiil

25 Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran IPA

Memahami konsep-konsep,

hukum-hukum, dan teori-teori IPA serta

Efek rumah kaca adalah….

Jawab:

naiknya suhu atmosfer bumi karena pencemaran No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel

IPA

Indikator esensiil

26 Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran IPA

Memahami konsep-konsep,

hukum-hukum, dan teori-teori IPA serta

Salah satu penanggulangan pencemaran tanah yaitu pembersihan off-site (ex situ). Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam pembersihan off site meliputi: 1. zat pencemar dipompakan keluar

2. pemindahan tanah ke daerah yang aman 3. tanah disimpan ke dalam tanki/bak yang kedap 4. penggalian tanah yang tercemar

5. zat pembersih dipompakan ke tanah

Tahapan yang benar dalam pembersihan off site adalah….

Jawab: 4-2-3-5-1

No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel IPA

Indikator esensiil

27 Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran IPA

Memahami konsep-konsep,

hukum-hukum, dan teori-teori IPA serta

Usaha-usaha pencegahan perusakan ozon secara individu adalah

Jawab:

Menanam pohon di sekitar tempat tinggal dan perkantoran No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel

IPA

(17)

28 Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran IPA

Memahami konsep-konsep,

hukum-hukum, dan teori-teori IPA serta

Interaksi antara komponen biotik dan biotik ekosistem dapat kita temukan pada peristiwa....

Jawab:

Pasang surut air laut

No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel

IPA Indikator esensiil

29 Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran IPA

Memahami konsep-konsep,

hukum-hukum, dan teori-teori IPA serta

Komponen biotik ekosistem dapat berperan sebagai parasit pada manusia. komponen ekosistem serta akibat yang ditimbulkannya yang benar adalah….

Jawab:

Plasmodium menyebabkan demam berdarah

No Kompetensi inti Kompetensi guru mapel IPA

Indikator esensiil

30 Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran IPA

Memahami konsep-konsep,

hukum-hukum, dan teori-teori IPA serta

Di suatu padang rumput terdapat delapan ekor kijang sedang makan rumput, dari kejauhan dua ekor induk harimau mengawasi gerak gerik kijang.

Sementara di atas sebuah pohon rindang 8 ekor burung sedang membuat sarang dan burung lainnya sedang makan ulat daun.

Jumlah populasi dalam ekosistem tersebut berjumlah….

Jawab: 6

1. Guru memegang peranan penting dalam setiap kegiatan belajar mengajar (pembelajaran) Peran guru dalam pembelajaran dengan menggunakan model sinektik adalah ....

(18)

2. Diagram berikut yang menggambarkan interaksi yang baik antara guru (G) dan peserta didik (P) dalam pembelajaran adalah ….

3. Ditinjau dari perencanaan tes dan penafsiran hasil tes, pengukuran dalam bidang pendidikan bisa berdasarkan pada acuan norma atau acuan kriteria. Pernyataan di bawah ini yang benar adalah….

Pengukuran dengan acuan kriteria harus mengasumsikan bahwa setiap peserta didik mampu belajar apa saja, hanya waktu yang membedakan.

4. Metode penilaian yang dapat digunakan untuk menilai pencapaian siswa dalam aspek keterampilan yang paling efektif adalah

Tes kinerja

5. Dalam menafsirkan hasil observasi penilaian kinerja seorang siswa, maka …

pembobotan bergantung pada aspek yang diamati

6. Upaya untuk menganalisis hasil penilaian proses antara lain berupa kegiatan guru...

memeriksa dan memberikan nilai terhadap hasil catatan aktivitas tiap siswa dalam kegiatan di kelas

C. Penutup

Mengacu dari paparan, maka dapat disimpulkan bahwa jika guru memahami makna kompetensi dalam arti yang sebenarnya, maka akan mendorong spirit dan motivasi guru untuk terus mengembangkan diri sesuai bidangnya, memanfaatkan learning community (seperi MGMP) sebagai ajang atau fasilitas untuk pengembangan kompetensi profesinya.

Upaya peningkatan kompetensi hendaknya dilakukan secara kontinyu dalam bentuk persipan perancangan pembelajaran yang optimal, pelatihan yang integral antara kompetensi profesi dan pedagogy. Pedagogy content knowledge hendaknya dimiliki oleh seorang guru, sehingga mampu mengembangkan subject specifik pedagogy (SSP).

(19)

D. Daftar Pustaka

E. American Assosiation for the Advancement of Science. (1993). Benchmarks for Science Literacy. Project 2061. New York: Oxford University Press.

Carribbean Examination Council. 2007. Integrated Science. Carribbean Certificate of Secondary Level Competence

Curriculum Development Center. 2002, Integrated Curriculum for Secondary School (Curriculum Specification. Science Form 2. Ministry of Education Malaysia

Departemen Pendidikan nasional. (2005). Undang-undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

Hager, paul J. (1993). Conceptions of Competense. www.edu.uiuc.edu/EPS/PES-Yearbook/93docs/Hager.htm

Jam,an Satori. (1999). Supervisi Akademik dan Penjaminan Mutu dalam Pendidikan

NSTA. 1988. Standards for Science Teacher Preparation

Referensi

Dokumen terkait

1 Profesional Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir

68 Profesional Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. Memahami materi, struktur, konsep, dan pola pikir

Profesional Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.. Memahami kedudukan, fungsi, dan ragam bahasa

16 Profesional Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.. Memahami hakikat bahasa dan

KI: Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata. pelajaran

KI: Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata. pelajaran

Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir Menganalisis materi, struktur, konsep, dan pola pikir Menerapkan intonasi yang baik pada praktek keilmuan yang mendukung

Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. Memahami konsep- konsep, hukum-hukum, dan teori-teori biologi