• Tidak ada hasil yang ditemukan

e-journal PJKR Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Volume 1 Tahun 2016)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "e-journal PJKR Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Volume 1 Tahun 2016)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PELATIHANBAR TWIST TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN

Putu Wiradamungga Adesta, I Nyoman Kanca, I Ketut Budaya Astra. Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, FOK

Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia

e-mail:

{[email protected],[email protected]

,

[email protected]}

@undiksha.ac.id

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan bar twist terhadap kekuatan bantingan teknik ippon seoi nage. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen (experimental) dengan rancangan yang digunakan adalah “the

non-randomized control group pretest-posttest design”.Jumlah subjek penelitian 20 orang

atlet.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini untuk tes kekuatan adalah bantingan

teknik ippon seoi nage. Data dianalisis dengan uji-t independent pada taraf signifikansi

() 0,05 dengan bantuan program SPSS 16,0. Berdasarkan hasil uji t-independent data selisih dari hasil pre-test dan post-test (gaint score) masing-masing kelompok didapatkan nilai thitungsebesar 4,497 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi data tersebut (0,000) lebih kecil dari α (0,05), maka terdapat peningkatan yang signifikan dari perlakuan yang diberikan. Hasil analisis data pada pelatihan bar twist untuk kekuatan terjadi peningkatan sebesar 4.10,Dari hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pelatihan bar twist berpengaruh signfikan terhadap peningkatan kekuatanbantingan teknik ippon seoi nage pada atlet neo judo club bangli tahun 2015. Saran bagi para guru pelatih judo, untuk menggunakan pelatihan bar twist sebagai salah satu alternative untuk meningkatkan kekuatan bantingan teknik ippon seoi nage.

.

Kata-kata kunci: pelatihan bar twist,kekuatan. Abstract

This study aimed to determine the effects of exercise on the strength kickback bar twist ipponseoinage techniques. This type of research is an experiment (experimental) the design that used in this research is “the non-randomized control group

pretest-posttest design”. The subjects in this project are 20 athletes. The instrument that

used in this study is to test the strength of slamming ippon seoi nage techniques.Data were analyzed by independent t-test at the significance level () 0.05 with SPSS program 16.0. Based on the results of the independent t-test, the difference from the pre-test and post-test (gaint score) ,each group obtained count value of 4.497 with a significance value 0,000. The significant value of the data (0,000) is smaller than α (0:05), then there is a significant increased from the treatment given. The results of the analysis of data on the bar twist exercise of strengh increased to 4,10. From the results of data analysis and discussion can be concluded that the bar twist exercise significantly affectto increase the strength of dings ippon seoi nage techniques in athletes neo judo club Bangli 2015. Suggestions for judo trainers, to use bar twist exercise as alternative to improve the strength of kickback ippon seoi nage techniques.

(2)

PENDAHULUAN

Olahraga judo merupakan olahraga kompetitif yang memberikan kesempatan bagi atlet yang menunjukkan prestasi dan pembinaan atlet, baik melalui latihan di klub-klub, maupun perkumpulan lainnya

Tercapainya prestasi tinggi diperoleh melalui pembinaan yang tepat dan benar, serta usaha keras yang timbul dalam diri seorang pejudo. Selain itu perlu ditunjang oleh berbagai faktor, antara lain kemampuan menguasai teknik, taktik, kondisi fisik yang prima, mental yang baik, kualitas pelatih, dan didukung juga sarana dan prasarana yang baik, serta disiplin ilmu yang erat hubungannya dengan olahraga, juga harus ditunjang oleh program latihan yang direncanakan dengan baik, terarah, dan bermutu

Tujuan latihan secara umum adalah membantu para pembina, pelatih, guru olahraga agar dapat menerapkan dan memiliki kemampuan konseptual serta keterampilan dalam membantu mengungkap potensi olahragawan mencapai puncak prestasi. Sedangkan sasaran latihan secara umum adalah “Untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan

olahragawan dalam mencapai puncak prestasi” (Sukadiyanto,2005: 8). Sedangkan latihan fisik adalah ”Latihan yang bertujuan untuk meningkatkan kondisi fisik, yaitu faktor yang amat penting bagi setiap atlet” (Harsono, 2005: 41). Oleh karena itu, penting bagi atlet selalu menjaga kondisi fisiknya agar tetap dapat berprestasi dan meningkatkan prestasinya dalam berbagai kejuaraan baik itu ditingkat daerah, nasional maupun sampai tingkat internasional.

Kejuaraan yang bertujuan untuk menggali potensi para atlet menjadi sarana untuk mengetahui sejauh mana peningkatan prestasi atlet. Seorang atlet membutuhkan waktu yang lama melalui pembinaan kondisi fisik yang berkesinambungan. Pembentukkan atlet dimulai dari usia dini, dengan mengikuti kompetisi-kompetisi antar pelajar sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Pembinaan kondisi fisik yang baik dapat dilihat dari prestasi club judo tersebut.Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti dengan pelatih judo di neo judo club menunjukkan bahwa terjdi penurunan prestasi baik di tingkat provinsi ataup nasional.

(3)

Penurunan prestasi tersebutsalah satunya disebabkan karena kurang adanya pengembangan latihan yang berguna untuk pembinaan fisik yang baik dan terarah bagi para atlet. Dalam hal ini, terdapat 10 macam komponen kondisi fisik (kebugaran jasmani) yang menjadi faktor pendukung seorang atlet, diantaranya: kekuatan otot, daya tahan jantung-paru, daya tahan otot, kelentukan, komposisi tubuh, kecepatan, kelincahan, kecepatan reaksi, keseimbangan, dan koordinasi.Kekuatan merupakan salah satu dari sepuluh komponen kondisi fisik yang bisa meningkatkan prestasi. Menurut Yoda (2006: 24), Kekuatan adalah ” kemampuan otot untuk membangkitkan tegangan terhadap sesuatu tahanan”. Selanjutnya menurut Rink dalam Yoda (2006: 26), Kekuatan adalah ” kemampuan otot untuk merubah kekuatan melawan tahanan”. Menurut Nala (1998: 6) kekuatan adalah ” kemampuan otot tubuh untuk melakukan kontraksi atau tegangan maksimal dalam menerima beban sewaktu melakukan aktivitas”. Salah satu masalah yang di hadapi adalah upaya dalam meningkatkan kondisi fisik yang di miliki oleh para atler.Atlet di Neo Judo Club kurang

dapat menerima dengan baik bentuk latihan-latihan konvensional yang diberikan oleh pelatih dalam meningkatkan kekuatan. Disini perlu adanya modifikasi dan motivasi pelatihan olahraga yang dapat membangkitkan semangat atlet untuk berlatih.

Untuk itu perlu adanya solusi yang dapat kiranya mengatasi kendala-kendala yang akan di hadapi oleh para atlet, sehingga nantinya atlet akan dapat berlatih dengan bersungguh-sungguh tanpa adanya perasaan tertekan dari pihak manapun. Salah satu alternatif untuk memecahkan masalah ini ialah memberikan latihan fisik dengan bentuk pelatihan yang dimodifikasi.

Dari penelitian yang telah dilakukan oleh Abdullah Fadillah (2015) hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan yang signifikan terhadap hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dengan kemampuan teknik bantingan harai goshi pada atlet Judo Cempaka Putih usia 11-16 tahun.

Demikian pula dengan penelitian yang dilakukan oleh Harmando Mandiri (2016), hasil penelitian menunjukkant erdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dengan

(4)

keberhasilan teknik o-goshi pada atlet Judo Cempaka Putih.

Bertolak dari hal tersebut maka peneliti mencoba menerapkan pelatihan Bar Twist pada atlet Neo Judo Club Bangli tahun 2015 dengan harapan dapat memberikan kontribusi yang baik dalam meningkatkan kekuatan bantingan teknik Ippon Seoi Nage, serta meningkatkan prestasi atlet Neo Judo Club Bangli.

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui pengaruh pelatihan bar twist terhadap peningkatan kekuatan bantingan teknik Ippon Seoi Nage pada atlet Neo Judo Club Bangli tahun 2015

METODE

Dalam penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen semu, dengan rancangan Penelitian “the non-randomized control group pretest posttest design” (Kanca, 2010: 94). Sampel penelitian ini adalah atlet Neo Judo Club Bangli degan jumlah 20 orang atlet, kemudian diberikan pre-test untuk mengukur kekuatan bantingan dengan menggunakan tes bantingan selama 30 detik tiap atlet.Berdasarkan hasil tes, sampel dibagi menjadi 2 kelompok dengan

teknik ordinal pairing yaitu Kelompok 1: kelompok perlakuan bar twist dan kelompok 2: kelompok control (pelatihan konvensional) yaitu latihan judo tanpa menggunakan pelatihan bar twist. Setelah program pelatihan selesai, makakedua kelompok diberikan post-test yangsama dengan test awal (pre-test). Teknik analisis data untuk ujinormalitas sebaran data menggunakan instrumentuji Lilliefors pada tarafsignifikansi (α) 0,05. Untuk ujihomogenitas varian data menggunakan analisisuji Lavene dengan bantuan komputer program SPSS 16,0 padataraf signifikansi (α) 0,05. Sedangkanuntuk uji hipotesis diuji dengan instrument uji-t independent (uji t) dengan bantuan komputer program SPSS 16,0 pada taraf signifikansi (α) 0,05 dan dk = N1+N2-2. Tempat pelaksanaan dalampenelitian ini adalah Dojo Neo Judo Club Bangli.Penelitian dilaksanakan selama 4minggu dengan frekuensi latihannyaadalah 3 kali pertemuan dalam seminggu.pelatihan dilaksanakan selama 3 kalidalam seminggu, yang bertujuan untukmemberikan

kesempatan tubuh

beradaptasiterhadap beban yang diberikan dalampelatihan ini.

(5)

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil

Data hasil penelitian kelincahan dan kecepatan dari data pre-test dan post-test. Data pre-test diambil pada awal kegiatan

penelitian yaitu sebelum sampel penelitian diberikan perlakuan, sedangkan data post-test diambil pada akhir kegiatan penelitian yaitu setelah sampel penelitian diberikan perlakuan selama 12 kali pelatihan

Tabel 4.1.Data Hasil Penelitian Kekuatan

Variabel

data Pre-test Post-test Gain score

Perlakuan Kontro l Perlakuan Kontro l Perlakuan Kontrol Jumlah Sampel 10 10 10 10 Jumlah Data 92.0 92.0 133.00 133.00 41.00 41.00 Rata-rata 9.20 9.20 9. 15,005 0,873 0,181 Median 9.00 9.00 13.00 13.00 4.00 4.00 Nilai Tertinggi 10.00 10.00 15.00 13.00 6.00 3.00 Nilai Terendah 8.00 8.00 11.00 10.00 2.00 1.00 Standar Deviasi 0.63 0.79 1.34 0.95 1.20 0.74 Varian 0.40 0.62 1.79 0.90 1.43 0.54 Rentanga n 2.00 2.00 4.00 3.00 4.00 3.00 Pengujian terhadap normalitas sebaran data penelitian dilakukan pada data beda (gain score) dari data kelincahan pada kelompok perlakuan pelatihan side hope sprint, dan kelompok kontrol yang menggunakan uji Lilliefors secara ,manual pada taraf signifikansi () 0,05.

Kriteria pengambilan keputusan yaitu jika nilai signifikansi yang diperoleh lebih besar dari pada α ( thitung>ttabel), maka sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal, sedangkan jika nilai signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari pada α ( thitung>ttabel), maka

(6)

sampel bukan berasal dari populasi yang berdistribusi normal (Candiasa,

2004: 8).

Pengujian terhadap normalitas sebaran data penelitian dilakukan pada data beda (gain score) dari data kekuatanpada kelompok perlakuan pelatihan bar twist, dan kelompok kontrol yang menggunakan uji kolmogorov-smirnov pada taraf signifikansi () 0,05. Kriteria pengambilan keputusan yaitu jika nilai signifikansi

yang diperoleh lebih besar dari pada α ( sig > α), maka sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal, sedangkan jika nilai signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari pada α (sig < α), maka sampel bukan berasal dari populasi yang berdistribusi normal (Candiasa,

2004:8). .

Tabel 4.2 Data Hasil Uji Homogenitas Menggunakan Instrumen Uji Lavene Dengan Bantuan Program SPSS 16,0.

Sumber data

Nilai uji df 1 df 2 Sig Ket

Kekuatan

Bantingan 2.024

1

18 0.172 Homogen

Homogen

Dari hasil uji homogenitas data dilakukan terhadap data gain score kekuatan menggunakan instrumen uji Lavene dengan bantuan program komputer SPSS 16,0 pada taraf signifikansi (α) 0,05.Diperoleh nilai uji 0,150 dengan signifikansi 0,172 untuk variabel kekuatan, sedangkan. Dari hasil uji didapatkan nilai signifikansi hitung untuk kedua data tersebut lebih besar dari pada α (Sig > 0,05), dengan demikian data yang diuji berasal dari data dengan variansi homogen.

Pembahasan

Hasil analisis data hasil penelitian untuk variabel terikat penelitian menunjukan adanya peningkatan nilai rata-rata (mean) untuk masing-masing variabel. Dari deskripsi data variabel kelincahan seperti terlihat dari deskripsi data variabel kelincahan pada tabel 4.1 terlihat kelompok perlakuan mengalami peningkatan, sedangkan kelompok kontrol juga mengalami peningkatan nilai rata-rata. Nilai pre-test kelompok perlakuan kekuatan memiliki rata-rata 9.20 dan rata-rata

(7)

7

nilai post-test13.30, dengan demikian nilai rata-rata kelompok perlakuan meningkat 0.873. Kelompok kontrol untuk variabel kekuatan juga mengalami peningkatan nilai rata-rata sebesar 4.10 dari 9.20 pada saat pre-test menjadi 13.30pada saat post-test.

Bentuk pelatihan perlakuan bar twist yang dilakukan adalah pelatihan dengan frekuensi pelatihan adalah sebanyak 3 kali seminggu selama 4 minggu.

PelatihanBar Twist Berpengaruh Terhadap Kelincahan

Berdasarkan hasil uji-t independent untuk variabel kelincahan, antara gain score kelompok perlakuan dan kelompok kontrol didapatkan nilai thitung = 4.497dengan df=18, lebih besar dari t-tabel 1,72 (thitung=4.497 >t-tabel=1,72).

Dengan

demikian

hipotesis penelitian pelatihan bar

twist yang signifikan berpengaruh

terhadap

Secara teoritik hasil penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Kekuatan adalah “ Kemampuan otot untuk membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan”. (Yoda, 2006: 24).

Jika dilakukan secara sistematis dan berulang-ulang

(repetitif) dalam jangka waktu (durasi) yag lama, dengan pembebanan pelatihan yang meningkat secara progresif dan individu, beban kerja dan durasi yang berat, memiliki pengaruh yang positif dalam meningkatkan kekuatan.

Hasil analisi data hasil penelitian untuk variable terikat penelitian menunjukan adanya peningkatan nilai rata-rata (mean) untuk masing-masing variable dan deskripsi data variable kekuatan seperti terlihat dari deskripsi data variable kekuatan pada tabel 4.1 terlihat kelompok perlakuan mengalami peningkatan nilai rata-rata dan kelompok control juga mengalami peningkatan nilai rata-rata. Nilai pre-test kelompok perlakuan memiliki rata-rata 9.20. Dan nilai rata-rata post-test 13.30 dengan demikian nilai rata-rata kelompok perlakuan meningkat 4.10. Kelompok control juga mengalami peningkatan nilai rata-rata sebesar 2.10 daei 9.20 pada saat pre-test menjadi 11.30 pada saat post-test.

Peningkatan pada kelompok perlakuan diakibatkan oleh pemberian pelatihan bar twist selama 12 kali pelatihan (1 bulan) dengan frekuensi latihan selama 3 kali dalam seminggu. Sedangkan

(8)

8

kurang banyaknya peningkatan pada kelompok control diakibatkan kurangnya pelatihan fisik kepada kelompok tersebut.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil analisi data dan pembahasan maka dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelatihanbar twist berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kakuatan bantingan teknik Ippon Seoi Nage pada atlet Neo Judo Club Bangli tahun 2015.

DAFTAR RUJUKAN

Candiasa, I Made. 2004. Statistik Multivariat Disertai Aplikasi dengan SPSS. Singaraja: IKIP Negeri Singaraja. Fadillah. Abdullah. 2015. Hubungan

Kelentukan Otot Punggung Dan Kekuatan Otot Lengan Dengan Kemampuan Teknik Bantingan Harai Goshi Pada Atlet Judo Cempaka Putih.Jakarta:Universitas Negeri Jakarta

Furqon & Dowes, 2002.Pliometrik Untuk

Meningkatkan Power.

Surakarta:Program Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret.

Harsono, dkk.2005. Manusia Dan Olahraga.

Bandung: ITB.

Kanca,

I

Nyoman.2006.

Metodologi

Penelitian

Keolahragaan.

Singaraja:Fakultas Pendidikan Ilmu

Keolahragaan UNDIKSHA

Mandiri. Harmando. 2016. Hubungan Antara Kekuatan Otot Lengan Dan Fleksibilitas Pinggang Terhadap Keberhasilan Teknik Ogoshi Pada Atlet Judo Cempaka Putih.Jakarta: Universitas Pendidikan Ganesha. Nala, Ngurah. 1988. Kesegaran Jasmani.

Denpasar: Yayasan Ilmu Faal Widhya Laksana.

Yoda, I Ketut. 2006. Peningkatan Kondisi Fisik. Singaraja : Universitas Pendidikan Ganesha.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis data dan pembhasan, maka dalam penelitia ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pengaruh antara pelatihan quick leap dan side jump

pelatihan knee tuck jump mempunyai pengaruh yang lebih baik terhadap peningkatan power otot tungkai dari pada pelatihan double leg bound dengan hasil.

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berpengaruh sangat signifikan terhadap

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen sungguhan ( true eksperimental ) dengan menggunakan rancangan penelitian the randomized pretests-postest control group the

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar teknik dasar passing

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang kontribusi fleksibilitas bahu dan power otot lengan terhadap hasil lemparan windmill pada

Karena terdapat perbedaan pengaruh antara pelatihan scissor jump dan pelatihan quick leap terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai, maka dilakukan uji lanjut

motivasi kerja (X3), terhadap kinerja guru (Y) di Sekolah Menengah Pertama Se-Kecamatan Medoyo Kabupaten Jembrana, yaitu sebagai berikut: (1) Terdapat kontribusi