• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cermat Gunakan Antibiotik Hindari Resistensi Bakteri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Cermat Gunakan Antibiotik Hindari Resistensi Bakteri"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Cermat Gunakan Antibiotik

Hindari Resistensi Bakteri

Ibarat lampu signal, demam bisa menjadi gejala penanda datangnya suatu penyakit. Dalam hal ini, bayi dan anak paling rentan mengalami demam. Kalau sudah begini, orang tua kerap panik menghadapinya . Yang sering terjadi, anak buru-buru dicekoki antibiotik. Padahal belum jelas apa penyakitnya.

Karena demam masih dianggap sebagai indikasi, tentu saja tidak bisa dengan cepat dokter memastikan penyakit apa yang menyertai gejala demam tersebut. Perlu dilakukan pengalamatan selama beberapa hari untuk memastikan apakah demam itu disebabkan karena infeksi virus atau bakteri. Sayangnya, masyarakat seringkali memanfaatkan antibiotik sebelum diketahui jelas apa penyebab demamnya. Padahal secara substansi, antibiotik hanya boleh dikonsumsi oleh penderita yang terbukti mengalami infeksi bakteri saja, bukan virus.

Di masyarakat, obat antibiotik kerap dipercaya ‘tokcer’ menyembuhkan berbagai penyakit, namun hal itu tidak diimbangi dengan pemahaman tentang bagaimana mengonsumsi antibiotik secara tepat dan benar. Hal itu disayangkan Dokter Spesialis Anak RSUD Dr. Soetomo Dr. Irwanto, dr., Sp.A(K). Menurutnya, tidak semua penyakit perlu diatasi dengan menggunakan antibiotik.

“Saya selalu menekankan kepada pasien agar sabar menunggu. Perlu pengamatan sampai dua hari berikutnya. Sementara menunggu, kita bisa berikan obat penurun panas biasa. Jika selama dua hari kondisi tidak juga membaik, baru kemudian diberikan pengobatan yang lebih spesifik,” jelasnya.

Selain harus tepat sasaran, konsumsi antibiotik juga sebaiknya tidak berlebihan. Pemakaian antibiotik secara berlebihan justru dapat membunuh kuman baik di dalam tubuh. Selain itu,

(2)

pemberian antibiotik yang berlebihan akan menyebabkan bakteri-bakteri yang tidak terbunuh mengalami mutasi dan menjadi kuman “superbugs” yang kebal terhadap antibiotik.

Bakteri yang awalnya dapat diobati dengan mudah menggunakan jenis antibiotik ringan akan bermutasi dan menjadi kebal, sehingga kemudian membutuhkan jenis antibiotik yang lebih kuat untuk mengantisipasinya. Bila bakteri ini menyebar, suatu saat akan tercipta kondisi di mana tidak ada lagi jenis antibiotik yang dapat membunuh bakteri yang terus menerus bermutasi ini. Jika hal ini terjadi pada anak-anak maka dikhawatirkan akan mengalami gangguan organ tubuh, seperti gangguan saluran cerna, gangguan ginjal, gangguan fungsi hati, gangguan sumsum tulang, gangguan darah dan sebagainya.

Infeksi bakteri atau virus?

Indikasi yang tepat dan benar dalam pemberian antibiotik pada anak adalah bila infeksi tersebut disebabkan oleh bakteri. Beberapa penyakit yang memang membutuhkan pemberian antibiotik antara lain seperti radang tenggorokan, infeksi saluran kemih, tifus, TBC, dan abses atau luka bernanah pada bagian kulit dan tenggorokan.

Radang tenggorokan yang disebabkan infeksi kuman streptococcus pada umumnya menyerang anak berusia 7 tahun atau lebih. Pada anak usia 4 tahun hanya 15% yang mengalami radang tenggorokan karena kuman ini.

Penyakit lain yang membutuhkan pemberian antibiotik adalah infeksi saluran kemih. Untuk mengetahui apakah ada infeksi bakteri pada saluran kemih biasanya dilakukan kultur darah atau urine. Apabila dicurigai adanya infeksi saluran kemih, dilakukan pemeriksaan kultur urine. Setelah beberapa hari akan diketahui bila ada infeksi bakteri berikut jenis dan sensitivitasnya terhadap antibiotik.

Sementara penyakit pilek, panas dan batuk adalah gejala dari Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yang disebabkan virus,

(3)

sehingga tidak memerlukan antibiotik.

Sebagian besar kasus penyakit pada anak yang berobat jalan penyebabnya adalah virus. Dengan kata lain, seharusnya kemungkinan penggunaan antibiotik yang benar tidak besar atau mungkin hanya sekitar 10 – 15% penderita anak.

Penyakit virus adalah penyakit yang termasuk “self limiting disease” atau penyakit yang sembuh sendiri dalam waktu 5-7 hari. Sebagian besar penyakit infeksi seperti diare, batuk, pilek dan panas penyebabnya adalah virus. Secara umum setiap anak akan mengalami 2 hingga 9 kali penyakit saluran napas karena virus.

Hindari Menyimpan Antibiotik di Rumah

Pemakaian antibiotik yang irasional dan berlebihan tanpa disertai dengan resep dokter adalah fenomena yang masih banyak ditemui di masyarakat. Ada pula kebiasaan menyimpan sisa obat yang mengandung antibiotik di rumah kemudian dipakai ulang. Masalah lain adalah keleluasaan masyarakat membeli antibiotik secara bebas di apotek.

“Yang paling sulit dikendalikan itu kalau masyarakat masih

leluasa membeli sendiri obat antibiotik di apotek, siapa yang melarang? Nggak ada,” kata Irwanto.

Kebiasaan menyimpan sisa obat antibiotik di rumah sebaiknya dihindari. Seharusnya tidak ada dosis obat yang tersisa. Antibiotik yang diresepkan sebaiknya dikonsumsi sampai habis untuk mencegah kembalinya infeksi yang berpotensi lebih parah dari yang awal.

Hal lain yang tak kalah penting adalah jangan sekali-kali memberikan antibiotik milik Anda kepada teman, keluarga, atau binatang peliharaan, karena setiap orang memiliki tingkat imunitas dan respon terhadap obat yang berbeda satu sama lain. Antibiotik seharusnya dikonsumsi sesuai waktu yang telah

(4)

ditentukan. Dokter akan memaparkan penjelasan kapan dan berapa kali obat tersebut harus dikonsumsi. Sebab hal itu berkaitan dengan kecepatan pertumbuhan bakteri. Jika pemakaiannya tidak sesuai waktu, bisa menyebabkan bakteri bertahan hidup dan menyebabkan infeksi berulang.

Perhatikan pula jam makan. Beberapa jenis antibiotik dilarang dikonsumsi bersamaan dengan makanan tertentu, sebagian lagi harus dikonsumsi di saat perut kosong, seperti amoxicillin yang harus dikonsumsi satu atau dua jam sebelum makan.

(fya/ind)

Tips Mengelola THR Menjadi

Lebih Produktif

UNAIR NEWS – Dalam momen hari besar keagamaan, seringkali masyarakat menyambut dengan sukacita. Salah satu halnya bagi masyarakat pekerja yaitu Tunjangan Hari Raya (THR). THR atau juga disebut sebagai gaji ke-13 ini diberikan kepada pegawai maupun karyawan sebagai bentuk pesangon dari tempatnya bekerja. Namun ternyata masih banyak masyarakat yang belum bisa mengelola THR sesuai kebutuhan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dr. Wisudanto, SE., MM., CFP., salah seorang staf pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR. Menurutnya, ketika seseorang menerima THR, maka akan terjadi euforia peningkatan dari segi pendapatan dan konsumsi.

“Evoria peningkatan pendapatan ini menganggap semua harga di pasar menjadi murah, sedangkan evoria konsumsi menganggap dirinya membutuhkan sesuatu lebih banyak,” ujar ahli financial management dari UNAIR tersebut .

(5)

Menurut Wisudanto, Evoria peningkatan pendapatan ini diperparah dengan adanya iming-iming dari pusat-pusat perbelanjaan yang memasang simbol diskon dengan memunculkan Impulse buying, hal tersebut yang kemudian mengakibatkan s e s e o r a n g m e n g a l a m i k e s a l a h a n d a l a m m e m p r e d i k s i penghasilannya.

“Akibatnya seseorang akan selalu merasa kurang ketika menerima THR, bahkan untuk memenuhi keinginannya, bisa jadi ditutup dengan berhutang,” ungkapnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Wisudanto memberikan beberapa tips yang bisa bermanfaat bagi masyarakat. Ia mengatakan, s e s e o r a n g y a n g m e n e r i m a T H R h a r u s c e r m a t d a l a m mengidentifikasi kebutuhan, alangkah baiknya membuat daftar kebutuhan sebelum menerima THR. Daftar kebutuhan disusun berdasarkan prioritas yang utama untuk di dahulukan.

“Misalnya membayar zakat yang hanya ada di Bulan Ramadan, kemudian mengalokasikan pembayaran tagihan rutin seperti listrik, telepon, air dan lainnya. Kemudian mengalokasikan untuk peningkatan pendapatan pasif, misalnya menambah deposito, reksa dana, dan sebagainya. Baru boleh dialokasikan untuk kebutuhan silahturahmi selama Bulan Syawal,” terang Wisudanto.

Dengan memberikan catatan kebutuhan, maka seseorang akan terhindar dari evoria-evoria yang ada ketika THR diberikan. “Selain itu, hal tersebut juga dapat mengendalikan diri untuk tidak melakukan konsumsi secara berlebih dan terhindar dari impulse buying yang dilakukan oleh pusat-pusat perbelanjaan,” jelas Wisudanto.

Dalam kesempatan ini, Wisudanto memberikan tanggapan terkait kebijakan baru pemerintah terhadap para pekerja penerima THR. Pada Maret 2016 lalu pemerintah mengeluarkan peraturan baru yaitu pekerja dengan masa kerja minimal satu bulan sudah berhak mendapat THR, yang besarannya dihitung secara

(6)

proporsional sesuai dengan masa kerja. Wisudanto berpendapat bahwa hal ini sangat menguntungkan masyarakat.

“Jika pembahasan dibatasi dampak pada pekerja, maka pekerja akan di untungkan karena memperoleh penghasilan lebih banyak. Sebaiknya ketentuan tersebut dipersiapkan lebih matang oleh pemerintah, sehingga dapat memberi manfaat lebih produktif dari pada sekedar peningkatan konsumsi,” jelasnya. (*)

Penulis : Dilan Salsabila Editor : Bambang Bes

Mengatur Pola Makan Saat

Berpuasa

UNAIR NEWS – Datangnya bulan suci Ramadan bukanlah alasan bagi

tiap orang untuk mengurangi asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh. Kondisi tubuh perlu dijaga agar tetap fit selama berpuasa dengan memperhatikan pola gizi seimbang.

Setiap orang hendaknya mengatur pola makan sesuai kebutuhan gizi dalam tubuh. Pada tubuh dengan kondisi normal, takaran sayur dan buah-buahan dibutuhkan lebih banyak dari karbohidrat, lemak, dan protein. Secara rata-rata, orang Indonesia mengonsumsi sebanyak 2.000 kilo kalori (kkal) per hari.

Menurut Triska Susila Nindya, MPH, pengajar pada Departemen Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, tubuh tetap memerlukan asupan gizi yang sama baik pada saat berpuasa maupun tidak berpuasa.

(7)

adalah sesuai dengan proporsi sahur (800 kkal), berbuka puasa (800 kkal), dan mencicipi kudapan usai tarawih (400 kkal).

Sahur

Menjelang puasa, tubuh memerlukan makanan yang mengandung karbohidrat, vitamin dan mineral, lemak, dan protein. Masing-masing zat memiliki peranannya dalam tubuh. Karbohidrat dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber tenaga. Protein dibutuhkan oleh tubuh sebagai zat pembangun dan regenerasi sel-sel. Begitu pula dengan porsi sayuran dan buah-buahan.

“Dengan mengonsumsi makanan dengan unsur lengkap, kita tidak perlu khawatir mengalami kekurangan gizi saat berpuasa,” tutur Triska.

Porsi sayuran dan buah-buahan diutamakan lebih banyak ketika sahur. Selain mengandung vitamin dan mineral, buah dan sayur mengandung unsur karbohidrat kompleks sehingga rasa kenyang akan bertahan lebih lama.

Tetapi, apabila seseorang mengonsumsi lebih banyak lemak dan minuman manis, maka tubuh akan merasa cepat haus. Meminum kopi saat sahur juga sebaiknya dihindari karena bersifat deuretik sehingga akan menghasilkan eksresi air seni yang lebih banyak. Padahal, tubuh memerlukan cadangan cairan.

Setelah sahur, umumnya orang akan tidur sebentar sebelum memulai aktivitas rutin. Padahal, tidur akan memperlambat metabolisme tubuh. “Proses pencernaan makanan dan zat gizi tidak berjalan sempurna. Akibatnya, karbohidrat yang seharusnya dibakar dan menjadi sumber tenaga, akan tersimpan menjadi lemak. Begitu pula dengan zat lainnya. Beri dulu kesempatan tubuh paling tidak dua jam untuk mencerna makanan secara sempurna,” tutur Triska.

Nggak mau dong kamu merasa lemas saat berpuasa?

(8)

Setelah sahur, tubuh tidak menerima asupan gizi sama sekali baik dari makanan maupun minuman. Dalam rentang waktu tersebut, tubuh tidak memproduksi enzim sama sekali. Pada saat berbuka, seseorang hendaknya membatalkan puasa dengan makanan ringan, seperti kurma, buah-buahan lainnya, maupun teh manis. Prinsipnya, makanan tersebut bisa meningkatkan glukosa darah dalam waktu cepat dan juga menstimulus enzim pencernaan.

“Ibaratnya saja mesin fotokopi yang baru dinyalakan tapi langsung digunakan untuk memfotokopi sebanyak 500 lembar. Sama seperti tubuh, itu akan memperberat kerja pencernaan karena enzim dihasilkan secara bertahap,” tutur Triska.

Pada saat berbuka, tubuh memerlukan makanan dengan unsur lengkap, seperti nasi (karbohidrat), tahu dan tempe atau ikan (protein), dan sayur-sayuran (vitamin). Sama seperti sebelumnya, porsi sayuran harus lebih banyak dari karbohidrat.

Asupan air

Secara umum, tubuh memerlukan 1,5 – 2 liter air per hari. Tinggal bagaimana mengatur asupan air pada saat berpuasa sesuai aktivitas yang dijalani. “Tubuh kita cenderung mengalami dehidrasi saat berpuasa karena tidak bisa minum. Kebutuhan cairan harus tetap terpenuhi, apalagi kalau kita beraktivitas di tempat yang terik dan banyak mengeluarkan keringat,” tutur Triska.

Bagaimana dengan anak kos? Biasanya, mereka cenderung sahur ataupun berbuka dengan nasi, mi instan, telor, dan makanan berlemak. Menanggapi hal itu, Triska mengatakan, anak kos harus bisa memilih makanan. Apabila kondisi tersebut diteruskan, maka tubuh akan kekurangan mikronutrien, terutama vitamin dan mineral.

“Sebaiknya, pilih makanan yang tidak terlalu banyak mengandung gorengan. Semakin banyak mengonsumsi gorengan, lemak akan semakin menumpuk dalam tubuh,” imbuh Triska.

(9)

Penulis: Defrina Sukma S. Editor: Nuri Hermawan

Bijaksana dalam Mengonsumsi

Makanan Saat Lebaran

UNAIR NEWS – Lebaran merupakan salah satu momen yang

ditunggu-tunggu oleh umat muslim terutama di Indonesia. Biasanya, Lebaran identik dengan makanan bersantan dan manis. Barangkali, sebagian besar keluarga akan menyediakan sajian opor ayam, gulai, sambal goreng kentang, hingga kue-kue manis seperti kastengel, putri salju, dan nastar. Tanpa sadar, kita dengan mudah menyantap makanan tersebut tanpa memikirkan risiko bagi tubuh.

Menurut Triska Susila Nindya, MPH, pengajar pada Departemen Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, hendaknya kita bersikap bijaksana dalam memilih makanan yang akan diasup tubuh.

“Biasanya yang sering terlupakan pada saat Idul Fitri adalah sayuran dan buah-buahan. Itu jarang sekali karena hampir makanan kita berbasis lemak, bahkan kue seperti nastar dan kastengel itu mengandung mentega. Itu sudah menjadi sumber lemak. Belum lagi, ada gula. Tanpa sadar kita sudah banyak menumpuk gula dan lemak di dalam tubuh,” tutur Triska.

Pada orang dengan usia muda, makanan dengan dominasi lemak dan gula tak begitu berefek bagi tubuh. Namun, bagi orang dengan usia dewasa dan tua, konsumsi lemak dan gula secara berlebihan akan berdampak buruk. Apabila, pola makan seperti itu dilakukan secara rutin, akan mengakibatkan penyakit degeneratif seperti diabetes dan hiperkolesterol.

(10)

Untuk menghindari efek buruk itu, maka seseorang wajib mengimbanginya dengan mengonsumsi sayuran, buah-buahan, dan berolahraga teratur. “Prinsipnya, adalah makanan yang masuk sama dengan yang keluar. Kita sering tidak sadar, tiba-tiba ketika waktunya masuk kuliah atau kerja, kok berat badan kita bertambah,” imbuhnya.

Triska menambahkan, pihaknya mengimbau masyarakat untuk membatasi konsumsi makanan tersebut. “Sebenarnya tidak ada makanan yang dilarang. Boleh, tapi cukup. Masalahnya, kita sering melampaui batas cukup itu. Kue ini enak sekali, akhirnya keterusan sampai habis satu toples. Silakan dicoba dua atau tiga kue, tapi kita harus bijaksana dalam mengatur nafsu kita untuk menghabiskan makanan di depan mata,” ujarnya. Beragam keluhan yang biasanya muncul usai Lebaran antara lain asam urat, hipertensi, dan diare. Menurut Triska, hal ini berkaitan dengan gaya hidup dan pola makan. “Biasanya kita memakan makanan tanpa memperhatikan higienitas dan sanitasi. Kemungkinan penyebab diarenya juga besar. Ada juga, misalnya kita habis memegang uang, kita langsung comot makanan tanpa mencuci tangan dengan benar, itu akan meningkatkan transmisi penyakit infeksi seperti diare. Jadi, sama-sama ada penyakit menular dan tidak menular,” imbuh Triska. (*)

Penulis: Defrina Sukma S. Editor: Nuri Hermawan

Beberapa Langkah Awal Memburu

Beasiswa

UNAIR NEWS – Pendidikan adalah pondasi kemajuan bangsa.

(11)

penjajah diinisiasi oleh kaum terpelajar. Jika dulu pendidikan hanya diperuntukkan bagi kaum bangsawan, kini semua kalangan punya kesempatan yang sama untuk belajar.

Sudah banyak lembaga, institusi, baik plat merah maupun swasta, yang menawarkan beasiswa pendidikan sampai jenjang doktor. Mulai kursus singkat hingga pendidikan bertahun-tahun. Kuliah dengan beasiswa menjadi impian banyak orang. Khususnya, bagi yang memiliki keterbatasan biaya. Berikut sejumlah langkah awal memburu beasiswa. Mudah-mudahan bermanfaat.

1. Kumpulkan informasi

Informasi beasiswa bisa didapatkan melalui internet dengan memasukkan kata kunci yang relevan. Misalnya, ingin mencari beasiswa S1, masukkan kata kunci beasiswa S1.

Selain itu, saat ini banyak website yang disediakan bagi para pencari beasiswa, seperti Beasiswa Pascasarjana, Scholarship Position, dan sebagainya. Biasanya, website tersebut menyediakan layanan milis untuk mendapatkan update informasi melalui email sesuai dengan kriteria beasiswa yang diinginkan. Kita bisa memasukkan kriteria beasiswa, seperti jenjang pendidikan, jurusan, hingga jenis beasiswa (penuh atau sebagian).

2. Menyeleksi informasi

Dengan banyaknya informasi beasiswa yang kita dapatkan, selanjutnya kita bisa memilih beasiswa yang paling sesuai dengan kemauan dan kemampuan. Cermati persyaratan, deadline pendaftaran, serta besaran dan durasi beasiswa.

3. Persiapan administrasi

Setelah menentukan beasiswa apa yang akan kita lamar, selanjutnya adalah mempersiapkan semua persyaratan. Terutama, persyaratan administrasi. Syarat-syarat administrasi ini di antaranya ijazah dan transkrip, portofolio, bukti prestasi,

(12)

surat rekomendasi, rencana studi, kemampuan bahasa, dan lain sebagainya.

Saat ini, hampir semua beasiswa mensyaratkan kemampuan Bahasa Inggris. Kadang-kadang beberapa beasiswa di negara dengan bahasa selain Bahasa Inggris, mensyaratkan pelamar menguasai bahasa asli negara tersebut.

4. Pelajari tahapan seleksi

Tahapan seleksi masing-masing beasiswa berbeda. Ada beasiswa yang hanya menyeleksi pelamar dari persyaratan administrasi, ada yang mengadakan tes tulis sampai wawancara.

Jika hanya dilakukan seleksi administrasi, pastikan bahwa persyaratan yang Anda kumpulkan lengkap dan relevan dengan beasiswa yang Anda lamar. Cantumkan pengalaman penelitian Anda yang sesuai dengan jurusan yang Anda tuju untuk meyakinkan reviewer bahwa Anda bisa menyelesaikan studi dengan baik.

Rencana studi juga menjadi salah satu poin yang harus diperhatikan. Reviewer memilih pelamar yang sudah memiliki rencana studi yang jelas. Sehingga, bisa dipetakan penerima beasiswa akan berkontribusi di mana.

Jika ada tahapan tes tulis, pelajari materinya. Biasanya pihak pemberi beasiswa memberikan kisi-kisi ujian tulis. Untuk wawancara, lebih mengarah pada penggalian informasi tentang diri pelamar. Mulai dari keluarga, motivasi belajar hingga cita-cita.

5. Manfaatkan relasi

Langkah kelima ini bisa menjadi yang terpenting dari keempat langkah sebelunya. Jika Anda memiliki kakak kelas yang mendapatkan beasiswa sama dengan yang Anda minati, Anda bisa bertanya dan meminta saran padanya. Hal ini tentu memudahkan dan dapat memperbesar peluang Anda mendapatkan beasiswa.

(13)

Penulis: Inda Karsunawati

Hal-Hal yang dapat Mengurangi

Potensi

Kerugian

saat

Kebakaran

UNAIR NEWS – Saat terjadi kebakaran, kerugian pasti diderita.

Namun, semua itu bisa diminimalkan, bila paham dan sadar penanganan bencana sejak dini. Memang, lebih baik mencegah daripada mengobati. Namun, saat kebakaran benar-benar terjadi, yang mesti dilakukan adalah sebisa mungkin mereduksi potensi kerugian .

Artikel ini dirangkum dari wawancara tim UNAIR News dengan Dr. drg. Setya Haksama, M.Kes, dosen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat UNAIR. Berikut beberapa tips yang perlu diketahui:

Pahami arah dan jalur evakuasi

1.

Tiap gedung, sudah seharusnya memiliki standar K3 ( Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Dalam standar tersebut, ada kewajiban untuk memberi petunjuk arah jalur evakuasi bila terjadi bencana. Termasuk, bila terjadi kebakaran.

Umumnya, petunjuk itu didominasi warna hijau, sehingga gampang terlihat. Perhatikanlah petunjuk arah di gedung kita. Di mana exit door darurat kalau ada bencana, mesti diingat-ingat keberadaannya.

Sampai pada arah “Titik Kumpul Evakuasi” yang umumnya berada di tanah lapang. Yakinlah, tulisan atau petunjuk itu bukan sebuah pajangan. Semua itu dibuat untuk diketahui semua orang

(14)

yang ada di gedung. Bila orang-orang sudah tahu ke mana mesti pergi saat bencana kebakaran datang, kepanikan dapat diminimalkan.

Ketahui cara menggunakan Alat Pemadam Kebakaran

2.

Jangan berpikir bahwa alat pemadam kebakaran hanya domain petugas keamanan atau security. Semua orang di dalam gedung, perlu tahu cara penggunaannya. Sebab, tidak ada yang tahu pasti di mana titik sumber api bila bencana sudah datang. Tidak ada yang tahu juga, siapa orang yang paling dekat sehingga bisa dengan cepat memadamkannya.

Bayangkan, bila semua orang di dalam gedung tahu cara memadamkan api dengan alat yang sudah disediakan, tatkala s e s e o r a n g t a h u a d a b a h a y a a p i , d i a b i s a l a n g s u n g mengoperasikannya. Api tak sempat membesar dan membuat banyak kerugian.

Sekali lagi, alat kebakaran berupa tabung-tabung warna merah itu bukan pajangan. Tak ada salahnya, kita mengetahui cara kerjanya.

Sebisa mungkin cegah kebakaran

3.

Seperti yang sudah disampaikan di atas, mencegah lebih baik daripada mengobati. Selagi bisa, cegahlah kebakaran. Jangan meremehkan potensi bencana kebakaran yang ada di kantor atau gedung kita.

Misalnya, yang terkait dengan korsleting listrik. Jangan menumpuk steker atau colokan listrik terlalu banyak pada satu sumber listrik. Gunakan material listrik seperti kabel, sakelar, stop kontak, steker yang telah terjamin kualitasnya dan berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia). Gunakan pemutus arus listrik (sekering) yang sesuai dengan daya tersambung, jangan dilebihkan atau dikurangi.(*)

(15)

Editor : Dilan Salsabila

Fokus, Cari Profesi Sesuai

Passion

SURABAYA – Kala usia sudah beranjak mendekati ulang tahun perak, seseorang harus fokus dan memiliki tujuan hidup yang jelas. Khususnya, soal profesi yang ingin digeluti. Jangan sampai cita-cita bercabang. Sebab, konsentrasi yang “mendua” dapat membuat seseorang tidak maksimal merealisasikan harapan. Parahnya, hal itu potensial membuat semua mimpi justru hancur berantakan.

“Kita harus bisa membedakan mana yang ingin dijadikan profesi, dan mana yang sekadar hobi,” papar Ismail Nachu, Ketua ICMI Orwil Jatim.

Alumnus IAIN (sekarang UIN) Sunan Ampel itu menuturkan, profesi harus dijalankan secara serius. Kaitannya erat dengan masa depan. Maka itu, sebaiknya memang hanya ada satu. Berbeda dengan hobi yang sangat boleh berjumlah banyak. Hobi dilakukan sekadarnya. Tidak harus diseriusi dengan seksama.

Kalau memang profesi yang diinginkan belum diketahui, telaah mendalam mesti dilakukan. Segera saja bertanya pada diri sendiri. Harus jujur. “Akan sangat indah bila profesi sesuai dengan passion dalam diri. Sesuai dengan gairah yang dimiliki,” imbuh pria yang saat ini menggeluti bidang usaha property tersebut.

Ada sejumlah metode untuk melacak profesi yang sesuai dengan passion. Termasuk, agar dalam perjalanan menapakinya, hati tidak gampang goyah. Diakui atau tidak, sejak masih bocah

(16)

hingga menginjak dewasa, manusia pasti memiliki beragam keinginan.

Keinginan yang banyak kadang mencipta aneka bayangan tentang profesi yang dimimpikan. Di situlah fokus hidup kerap terganggu. Ya, karena terlalu banyak tujuan yang ingin didatangi.

“Saya sering menyarankan pada teman-teman untuk mengeleminasi tujuan atau profesi yang sekadar bayang-bayang itu. Sisakan satu saja yang dirasa paling mungkin diraih, sesuai dengan passion, dan paling membahagiakan,” kata lelaki asal Pasuruan tersebut.

Bagaimana teknis proses eleminasi itu? Misalnya, bisa dengan cara menuliskan semua cita-cita yang pernah dimimpikan di atas secarik kertas. Semua, tanpa kecuali. Setelah itu, coret satu per satu. Coret yang dianggap tidak benar-benar diinginkan. Pastikan, hanya ada satu yang terbaik dan secara jujur diiakui oleh hati dan pikiran.

Kalau sudah ada satu profesi idaman, kejar itu sampai tercapai. Konsentrasi dan kerahkan semua tenaga dan pikiran. Jangan pernah terpengaruh dengan masa lalu. Jangan biarkan masa lalu menjadi alasan dan tempat bersembunyi. Apalagi, bila sampai meninabobokan dan menjadi pemakluman atas segala kegagalan di masa kini.

“Kita harus selesaikan urusan dengan masa lalu. Dengan demikian, kita bisa lebih bebas dalam melangkah mencari masa depan. Maka itu, niatnya harus kuat sedari awal. Pastikan ada satu fokus saja dalam diri kita,” ungkap pria yang pernah aktif di LSM tersebut.

Ismail menerangkan, manusia diutus Tuhan untuk memakmurkan bumi dan seisinya. Nah, kalau dirinya sendiri belum makmur, mana mungkin bisa memakmurkan muka bumi. Sementara itu, kemakmuran hanya mungkin diraih bila sukses dalam profesi

(17)

masing-masing.

Tiap orang sangat mungkin memiliki profesi yang berbeda. Sesuai passion masing-masing. Tidak ada masalah dengan hal itu. Bahkan, perbedaan semacam ini merupakan hukum alam yang sah-sah saja. Yang jelas, semua profesi memiliki tanggungjawab yang sama untuk bermanfaat bagi sekitar.

Ayo,

Jangan

Ragu

Berkomunitas!

Dalam salah satu sesi penjurian Stand Up Comedy yang diadakan di TV swasta, Raditya Dika menyarankan pada salah satu peserta, “Tetaplah berkomunitas, di sana ada sangat banyak pelajaran,”

Ya, berkomunitas, berorganisasi, dan berkumpul dengan kawan-kawan yang punya kesamaan visi atau misi, pasti membuka w a w a s a n b a r u . T e r l e b i h , b i l a j u m l a h k a w a n d i komunitas/organisasi/perkumpulan itu banyak. Tentu, bakal ada banyak pula peluang menambah pengetahuan.

Berikut sejumlah manfaat dari kegemaran positif tersebut.

1. Menjadi ajang silaturahmi. Dengan terus menjaga tali

silaturahmi, kebersamaan makin terjaga. Rasa persaudaraan terasah. Imbasnya, peluang frustrasi bakal menurun. Kebahagiaan lebih mudah didapat karena kita yakin: kita tidak hidup sendiri.

Di sisi lain, kita dapat mulai memikirkan tentang apa saja yang dapat dilakukan secara bersama-sama. Khususnya, menjalankan pekerjaan yang memiliki nilai tambah di kemudian

(18)

hari. Tidak menutup kemungkinan, terdapat proyek atau ide produktif yang bisa dilakukan bareng dan bakal memberi keuntungan.

2. Gudang ilmu. Berkumpul dengan kawan-kawan pasti menciptakan

interaksi sosial. Interaksi tersebut tak jarang membahas sesuatu yang bermanfaat. Memang, kadang ada juga yang kumpul-kumpul sekadar untuk ketawa-ketiwi. Hal yang seperti itu hendaknya kita hindari.

Sayang, kalau berkumpul sekadar buat bersenda gurau. Jatuhnya, jadi seperti sekelompok anak kecil. Maka itu, ajang pertemuan di komunitas/organisasi/perkumpulan mesti membawa nilai positif. Upayakan terjadi transfer ilmu di dalamnya. Kalau bukan kita yang berbagi pengetahuan, biarkan kawan-kawan kita yang menebarkan wawasan.

3. Belajar menerima perbedaan. Di dalam sebuah perkumpulan,

perbedaan merupakan keniscayaan. Di sana adalah miniatur dunia secara umum. Ingat, kawan-kawan, dunia terbentuk oleh banyak perbedaan. Nah, yang jadi masalah adalah bagaimana kita menyikapinya.

Bila di satu lingkup kecil kita sudah dapat menerima pihak-pihak yang berpendapat tak sama, di lingkup yang lebih besar kita pasti lebih sanggup bersikap bijak. Orang yang kaku dan tidak mau menerima perbedaan akan cenderung memaksakan pendapat. Kalau jadi pemimpin, dia akan otoriter atau diktator. Dan itu sudah bukan zamannya lagi.

4 . M e n g a s a h j i w a k e p e m i m p i n a n . U m u m n y a , s e b u a h

komunitas/organisasi/perkumpulan memiliki pemimpin. Baik yang sifatnya pucuk tertinggi, maupun pemimpin seksi-seksi tertentu. Kadang kala, ada pula kegiatan yang butuh kepanitiaan dan koordinasi. Di sini jiwa kepemimpinan terasah. Apalagi, bila roda kepemimpinan memang tersistem untuk dijalankan bergilir. Jadi, semua anggota, mau tidak mau, akan mencicipi kursi kepemimpinan itu.

(19)

Komunitas/organisasi/perkumpulan mengajarkan kita untuk cermat dalam mengelola potensi (SDM maupun non-SDM). Lihatlah para pemimpin Indonesia dan dunia selama ini. Mereka pasti berangkat dari komunitas/organisasi/perkumpulan yang telah sukses mengantarkan mereka menjadi pribadi yang hebat.

5. Jaringan Informasi. Di era modern seperti sekarang ini,

informasi menjadi sangat penting. Bahkan, beberapa literatur menyebutkan, informasi sudah menjelma komoditas yang diperebutkan. Tanpa informasi yang memadai, seseorang akan sulit menggapai cita-cita, mencari pekerjaan, dan mendapatkan apapun yang diinginkan.

Dengan berkumpul bersama banyak orang, sumber informasi tak akan terputus. Keberadaan orang-orang di sekeliling juga turut memperkuat jaringan.

Jaringan yang luas bakal memudahkan kita dalam menempuh kehidupan di masa datang. Misalnya, informasi tentang lowongan pekerjaan yang kita sukai, kadang datang dari mereka yang “bisik-bisik” di jaringan kita sendiri. Maka itu, jangan pernah remehkan jaringan informasi.

6. Jalan pelancar jodoh. Mungkin sebagian orang menganggap ini

klise. Namun, cobalah lihat sekeliling. Pasti, ada banyak kawan, saudara, dosen, dan kerabat yang memiliki pasangan dari komunitas/organisasi/perkumpulan yang sama.

Kesamaan visi atau misi menjadi salah satu sebab kenapa mereka berjodoh. Namun, bisa jadi pula, semua berkutat pada falsafah lawas: tresna jalaran saka kulina. Entahlah…

Yang jelas, bagi mereka yang masih jomblo, berkumpul dengan kawan-kawan yang punya kesamaan pandangan bukanlah ide buruk. Dan bisa jadi, di tempat itu jodoh dapat diraih. Tapi ingat, bagaimanapun juga, meski memiliki persamaan, antar manusia juga memiliki banyak perbedaan. Seperti yang dijelaskan pada poin nomor 3, kita mesti lihai menyikapi perbedaan yang ada.

(20)

Akhirul kalam, selamat berkomunitas!

Inilah Ciri Orang yang

Bekerja Sesuai Kegemaran

UNAIR NEWS – Hampir setiap orang pernah mengalami kebingungan

dalam hidup. Termasuk para kawula muda. Sering kali, mereka dihadapkan pada pertimbangan sekaligus pilihan dalam menjalani kegiatan sesuai kegemaran.

Tapi, ada tanda-tanda yang bisa dirasakan ketika seseorang melakoni aktivitas yang sesuai dengan kegemarannya. Mentor profesional sekaligus dosen Syafril Riza memaparkan ciri-ciri tentang orang yang sudah bekerja sesuai kegemarannya di acara seminar “Apakah Pilihanku Salah?”, Sabtu (16/9), di Aula Kahuripan Kantor Manajemen Kampus C.

Ciri pertama yang diutarakan Syafril adalah mengalirnya rasa semangat ketika mengawali hari. “Orang yang bekerja sesuai passion-nya (kegemaran), dia pasti akan semangat memulai hari. Dia akan datang menyapa semua temannya dengan semangat,” terang Syafril di acara yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa D-3 Manajemen Perhotelan.

Ciri kedua yang tampak adalah kemampuan mengendalikan emosi. Karena rasa semangat dan senang akan terus dirasakan oleh seseorang yang bekerja sesuai passion.

“Ini sekadar tips buat kamu yang belum menikah. Carilah pasangan yang bekerja atau berbisnis sesuai passion. Kalau dia berbisnis atau bekerja tidak sesuai passion, ketika dia pulang bekerja, dia hanya mengucapkan sumpah serapah,” imbuh Syafril seraya disambut gelak tawa peserta seminar.

(21)

Petanda ketiga yang dipaparkan Syafril adalah keberanian untuk mengambil risiko. Syafril yang hobi bermain bola basket menuturkan bahwa pekerja yang memiliki bidang yang selaras dengan kegemaran akan merasa tertantang untuk menjajal hal-hal baru.

Selain itu, hal yang tampak dari orang yang bekerja sesuai passion adalah totalitas dalam mengikuti aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaannya.

Syafril tak menampik bahwa menemukan kegemaran merupakan proses yang membutuhkan waktu. Ia mengaku, dirinya sempat ingin menjadi pegawai bank karena ingin berdandan rapi dan keren. Namun, keinginannya itu mendadak sirna ketika ditawari menjadi guru.

“Saya ditawari jadi guru ekstrakurikuler KIR (karya ilmiah remaja). Ternyata, saya suka. Saya senang jadi pusat perhatian dan sharing pengalaman. Sempat terjadi pertarungan batin. Tapi, pesan saya, carilah dan coba hal-hal baru sampai kamu menemukan passion,” kisahnya.

Syafril yang juga sering mengisi acara pelatihan sejenis di tempat lain juga sempat merasa bosan dengan kegemarannya yang menjadi rutinitas. Jika itu terjadi, penggemar drama Korea biasanya memilih untuk rehat sejenak dari rutinitas dengan melakukan kegiatan santai seperti jalan-jalan maupun wisata kuliner.

Di akhir perbincangannya dengan para peserta, ia berpesan agar mereka menjalani hidup dengan rasa optimis namun realistis. Berpikir positif memang diperlukan tetapi harus diimbangi dengan pertimbangan-pertimbangan matang.

(22)

Berorganisasi Memperbesar

Peluang Dapat Beasiswa

SURABAYA – Di artikel yang lain, UnairNews sudah sempat membahas tentang sejumlah manfaat bila kita aktif dalam komunitas/organisasi/perkumpulan. Manfaat tersebut antara lain, sebagai ajang silaturahmi, gudang ilmu, tempat belajar menerima perbedaan, mengasah jiwa kepemimpinan, memperluas jaringan informasi dan jalan pelancar jodoh.

Tentu, masih banyak keuntungan lain yang dapat diperoleh dari berorganisasi. Alumnus Universitas Airlangga (Unair) yang saat ini sedang melanjutkan studi di The University of Edinburgh Agie Nugroho memastikan hal itu.

Sarjana Ilmu Administrasi Negara itu menuturkan, aktif berorganisasi bakal mendongkrak rasa percaya diri. Baik saat bersosialisasi di masyarakat, maupun ketika melamar pekerjaan. Individu dilatih untuk berani tampil, mengemukakan pendapat di muka umum, dan menjalankan kerja tim.

“Kapasitas soft skill pasti meningkat. Kita jadi paham seluk beluk public speaking, handling complain, dan mengerti persoalan administrasi serta birokrasi,” kata lelaki yang tengah menempuh studi di bidang Public Policy tersebut.

Yang lebih menarik, peluang untuk mendapatkan beasiswa atau kesempatan ikut pertukaran pelajar/mahasiswa juga lebih besar. Sebab, pengalaman berorganisasi kerap menjadi nilai tambah bagi calon pelamar. Agie sendiri berangkat ke Edinburgh berkat beasiswa.

Selama kuliah, Agie mengaku ikut beragam organisasi. Mulai BEM FISIP Unair, Purna Caraka Muda Indonesia, Sobat Bumi, hingga

(23)

komunitas sosial Sego Bungkusan. Dia juga pernah mendapat kesempatan menjadi peserta pertukaran pelajaran ke Jepang dan berkonferensi di Taiwan.

“Kita akan memiliki jaringan yang luas. Kawan-kawan kita menjadi banyak. Tidak hanya di lingkup nasional. Bahkan, di level internasional,” kata pemuda yang pernah bekerja part time di Deteksi Jawa Pos tersebut.

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil uji statistik didapatkan data terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan suami terhadap motivasi ibu memberi ASI pada bayi 0-6 bulan, maka

Dalam penulisan ilmiah ini penulis menganalisa biaya standar dan biaya sesungguhnya pada biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik untuk produksi buku cetak

Program aplikasi ensiklopedia tujuh keajaiban dunia ini merupakan sebuah karya yang nantinya diharapkan dapat digunakan di masyarakat untuk membantu, khususnya bagi anak-anak

berpendidikan rendah, lebih banyak petani jenis kelamin laki-laki, dengan lama bekerja ≥ 5 tahun, dengan pengetahuan kurang, namun mempunyai lama kontak yang kurang,

Sistem pendukung pengambilan keputusan untuk menentukan relawan terbaik di PMI Kota Bengkulu menggunakan metode Additive Weighting (SAW) dibuat dengan menggunakan bahasa

Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara media tanam fly ash dan klasifikasi batang stek tidak berpengaruh nyata terhadap panjang tunas, umur tunas muncul, dan

Dari hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa dari kunjungan ke berbagai kecamatan yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Arau baik dari kawasan hulu mapun hilir

Data pokok tanaman pangan yang dikumpulkan adalah luas panen dan produktivitas (hasil per hektar).. Produksi tanaman pangan merupakan hasil perkalian antara luas