ISSN: 1979-27439
Jurnal Pendidikan Islam, Sosial dan Keagamaan
S O S I O A K A D E M I K A
Vol. 13, No. 01, Maret 2020 Kinerja Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu PendidikanZarkoni, Muhamad Toyib, dan Suhairi
Budaya Hidup Anak Jalanan dan Dampaknya pada Pendidikan (Survei Anak Jalanan di Provinsi Jambi)
Norainun dan Zarkoni
Membangun Kelayakan Stratejik Pendidikan Tinggi melalui Penjaminan Mutu Syarifuddin. K
Efektivitas Proses Pembelajaran serta Pengaruh Positif Terhadap Siswa Sekolah Dasar Negeri 298/VI Bukit Beringin III pada Masa Pandemi Covid-19
Suharno
Penerapan Pembelajaran Daring Class serta Pengaruh Terhadap Evaluasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Negeri 264/VI Bukit Bungkul II pada Masa Pandemi Covid-19
Sutiyana
Penyelesaian Permohonan Isbat Nikah dalam Maqhasid Syariah di Pengadilan Agama Bangko
Afrizal
Eksistens Pos Bantuan Hukum di Pengadilan Agama Bangko Ainul Mardhiah
Pengembangan Media Film Dokumenter sebagai Pendukung Pembelajaran Akuntansi Pokok Bahasan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang bagi Siswa SMK Kelas x Akuntansi
Hartini
PemanfaatanE-LearningMoodlePadaMataPelajaranMatematikadiSMKNegeri1KotaJambi AR. Nefrida
Pengembangan Pembelajaran Teknik Dasar Service Bawah Bolavoli untuk Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Kota Jambi
Sujono
ImplementasiEmployabilitySkillspadaSMKProgramKeahlianTeknikKomputerJaringan Sepriadi Erman
Persepsi Siswa Kelas XI Bisnis Daring dan Pemasaran dan XII Multimedia Terhadap Seleksi Minat dan Bakat Siswa pada Kelas X di SMK Negeri 1 Kota Jambi
Atika Syam
Diterbitkan oleh:
STAI SYEKH MAULANA QORI BANGKO-JAMBI
Vol. 13, No. 01, Maret 2020 ISSN: 1979-27439 Jurnal Pendidikan Islam, Sosial dan Keagamaan
S O S I O A K A D E M I K A
Penanggung Jawab
Ketua Yayasan Pendidikan Islam Syekh Maulana Qori Bangko M. Thoiyibi, S.Sos., M.H. (Ketua STAI Syekh Maulana Qori Bangko)
Dr. H. M. Joni, Lc., M.A (Wakil Ketua I STAI SMQ Bangko) Dr. H. Firdaus, M.A. (Wakil Ketua II STAI SMQ Bangko) Drs. Hamdan, M.Pd.I (Wakil Ketua III STAI SMQ Bangko)
Pimpinan Redaksi
Masruri, S.Pd.I., M.Pd.I Abdul Kholik, M.Fil.
Penyunting Pelaksana
Ibrahim, S.Pd., M.Pd.I. Salahuddin, S.E., M.M. Habibah, S.Pd.I., M.Pd.I.
Pelaksana Tata Usaha
Muhammad Nuzli, S.Pd.I., M.Pd. Ahmadi, S.Pd.I., M.M.
Alamat Redaksi
STAI SYEKH MAULANA QORI BANGKO
Jln. Prof. Muhammad Yamin SH, Pasar Atas Bangko-Jambi Telp. 0746- 3260012
Jurnal Sosio Akademika Vol. 13, No. 01, Maret 2020
http://ejurnal.staismqbangko.ac.id/toc-issues-20.mu iii
PENGANTAR REDAKSI Assalamu’alaikum Wr. Wb
Salah satu tujuan berdirinya STAI Syekh Maulana Qori sebagaimana secara eksplisit tercermin dalam Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: 488 Tahun 2002 tentang status STAI Syekh Maulana Qori adalah untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan agama Islam serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. Untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan ini lebih lanjut di atur dalam Permendiknas nomor: 22 Tahun 2011 tentang Terbitan Berkala.
Dengan demikian, STAI Syekh Maulana Qori tidak hanya dituntut agar mengembangkan ilmu pengetahuan terutama ilmu-ilmu keislaman dan kemasyarakatan melalui kegiatan pembelajaran, penelitian, dan menyebarluaskannya. Berdasarkan amanat tersebut, pimpinan STAI Syekh Maulana Qori telah mengambil kebijakan yang mengarah kepada peningkatan mutu intelektual akademik dosen STAI Syekh Maulana Qori melalui penerbitan jurnal berkala ilmiah, dan untuk pengelolaannya diberikan pada Pusat Penelitian.
Sosio Akademika: Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan adalah salah satu jurnal ilmiah berkala, yang bertujuan pertama, untuk meningkatkan kemampuan akademik para dosen, karyawan, guru, ilmuan maupun cendekiawan dalam menulis karya ilmiah yang lebih baik sesuai dengan kaidah sistematika jurnal terakreditasi. Kedua, dapat menjadi wadah pembelajaran menulis bagi dosen-dosen pemula dan karyawan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam aspek keterampilan menulis ilmiah. Ketiga,
menambah khazanah jurnal yang ada di lingkungan STAI Syekh Maulana Qori untuk pengembangan citra diri sebagai lembaga perguruan tinggi Islam yang ada di Provinsi Jambi.
Sosio Akademika: Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan ini diperuntukkan bagi “mahasiswa baru dan lama”, dosen, karyawan dan peminat informasi-informasi terapan maupun filosofis tentang pendidikan, sosial, bahasa serta budaya yang mengakar pada ilmu keislaman. Oleh karena itu fokus tulisannya lebih banyak menyentuh pada “Pendidikan Islam dalam arti luas dan persoalan sosial kemasyarakatan serta terdapat pula beberapa tulisan yang membahas tentang syari’ah sebagai salah satu keilmuan dalam Islam”.
Pada kesempatan ini tim redaksi mengucapkan alhamdulillahirobbil ‘alamin yang mana jurnal Sosio Akademika STAI SMQ Bangko telah berjalan pada tahun ke-13, seiring dengan ini diterbitkan pula jurnal Vol. 13, No. 01, Maret 2020. Yang merupakan semangat ke arah pengembangan yang lebih baik.
Saran dan masukan dari semua pihak sangat kami harapkan demi terwujudnya tujuan dan cita-cita mulia kita bersama. Semoga kita dapat berkarya lebih baik lagi di masa mendatang. Demi kemajuan civitas akademika STAI Syekh Maulana Qori.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
DAFTAR ISI
Tim Redaksi... i Pengantar Redaksi... ii Daftar isi... v
Kinerja Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan
Zarkoni, Muhamad Toyib, dan Suhairi... 1-10
Budaya Hidup Anak Jalanan dan Dampaknya pada Pendidikan (Survei Anak Jalanan di Provinsi Jambi)
Norainun dan Zarkoni... 11-26
Membangun Kelayakan Stratejik Pendidikan Tinggi melalui Penjaminan Mutu
Syarifuddin. K... 27-52
Efektivitas Proses Pembelajaran serta Pengaruh Positif Terhadap Siswa Sekolah Dasar Negeri 298/VI Bukit Beringin III pada Masa Pandemi Covid-19
Suharno... 53-72
Penerapan Pembelajaran Daring Class serta Pengaruh Terhadap Evaluasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Negeri 264/VI Bukit Bungkul II pada Masa Pandemi Covid-19
Sutiyana... 73-84
Penyelesaian Permohonan Isbat Nikah dalam Maqhasid Syariah di Pengadilan Agama Bangko
Afrizal... 85-104
Eksistens Pos Bantuan Hukum di Pengadilan Agama Bangko
Ainul Mardhiah...105-116
Pengembangan Media Film Dokumenter sebagai Pendukung
Pembelajaran Akuntansi Pokok Bahasan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang bagi Siswa SMK Kelas x Akuntansi
Hartini... 117-126
Pemanfaatan E-Learning Moodle Pada Mata Pelajaran Matematika di SMK Negeri 1 Kota Jambi
AR. Nefrida... 127-136
Pengembangan Pembelajaran Teknik Dasar Service Bawah Bolavoli untuk Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Kota Jambi
Sujono...137-146
Implementasi Employability Skills pada SMK Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan
Sepriadi Erman... 147-158
Persepsi Siswa Kelas XI Bisnis Daring dan Pemasaran dan XII
Multimedia Terhadap Seleksi Minat dan Bakat Siswa pada Kelas X di SMK Negeri 1 Kota Jambi
105
E K S I S T E N S I P O S B A N T U A N H U K U M DI PENGADILAN AGAMA BANGKO
Ainul Mardhiah
Dosen Tetap Program Studi Hukum Keluarga Islam STAI Syekh Mualana Qori Bangko
ABSTRAK
Mahkamah Agung mengeluarkan Peraturan Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum Bagi Masyarakat Tidak Mampu Di Pengadilan. Bantuan hukum tersebut dikhususkan untuk orang-orang yang tidak mampu dan tidak mempunyai biaya untuk membuat surat gugatan atau permohonan, menyewa advokat dan konsultasi masalah hukum. Dan menurut PERMA Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum Bagi Masyarakat Tidak Mampu Di Pengadilan, jenis jasa yang diberikan oleh Pos Bantuan Hukum adalah pemberian informasi, konsultasi, atau advis hukum, bantuan pembuatan dokumen hukum yang dibutuhkan, penyediaan informasi daftar Organisasi Bantuan Hukum sebagaimana dimaksud dalam UU Nomor 16 Tahun 2011 Tentang Bantuan Hukum atau organisasi bantuan hukum atau advokat lainnya yang dapat memberikan bantuan hukum cuma-cuma. Di Pengadilan Agama Bangko terdapat Pos Bantuan Hukum dan sudah berlangsung selama lebih kurang delapan tahun. Dan untuk petugas dari Pos bantuan Hukum ini adalah diambil dari sarjana syari’ah dan bekerjasama dengan Lembaga Advokasi Bantuan Hukum Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Maulana Qori Bangko. Penelitian ini dilakukan di Pengadilan Agama Bangko Kelas IB, pada bulan April sampai Juli. Bahan dan alat yang digunakan adalah alat perekam, hp untuk membuat dokumentasi atau foto, dan alat tulis. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan. Eksistensi Posbakum berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2014 sangat membantu masyarakat yang tidak mampu dengan melakukan pemberian informasi, konsultasi dan advis hukum dan bantuan pembuatan dokumen atau membuat gugatan, dalam bantuan pembuatan gugatan atau pun permohonan, petugas Pos Bantuan Hukum membuatkannya secara utuh dan siap diajukan ke meja satu.
PENDAHULUAN
Bantuan hukum merupakan suatu media yang dapat digunakan oleh semua orang dalam rangka menuntut haknya atas adanya perlakuan yang tidak sesuai dengan kaidah hukum yang berlaku. Hal ini didasari oleh arti pentingnya perlindungan hukum bagi setiap insan manusia sebagai subjek hukum guna menjamin adanya penegakan hukum. Program bantuan hukum adalah khusus bantuan hukum bagi golongan masyarakat yang berpenghasilan rendah atau miskin. Ukuran kemiskinan sampai saat ini masih tetap merupakan masalah yang sulit dipecahkan.
Ainul Mardhiah Eksistensi Pos Bantuan...
Bantuan hukum merupakan bagian penting dalam pemberian akses terhadap keadilan. Di dal am Al - Qur 'a n seacara tegas dijelaskan bahwa memberi pertolongan (bantuan) antara manusia, dalam semua aspek kehidupan sangat dianjurkan terutama dalam perkara-perkara kebajikan dan sangat dilarang apabila tolong menolong tersebut dilakukan untuk mengerjakan kemungkaran dan maksiat kepada Allah SWT, hal ini tertuang dalam Al-Qur'an surah AI-Maidah ayat 2 yang artinya:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah[389], dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram[390], jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya[391], dan binatang-binatang qalaa-id[392], dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya[393] dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, Maka bolehlah berburu. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya (QS. Al-Maidah[5].2).98
Ayat di atas menjelaskan bahwa tolong menolong atau memberi bantuan antar sesama itu sangat dianjurkan oleh agama baik pertolongan itu dalam hal-hal yang bersifat keduniaan maupun dalam hal yang bersifat keuhkrawian. Dalam hal ini juga pemberian bantuan hukum dalam Islam juga diperbolehkan karena pemberian bantuan hukum merupakan suatu kebaikan karena dalam hal ini turut membantu seseorang yang sedang mengalami kesulitan khususnya dalam menyelesaikan perkara di Pengadilan Agama.
Penegakan hukum dalam ajaran Islam dilakukan oleh penguasa kehakiman tanpa membedakan antara yang kaya dan miskin, pria dan wanita dan lain sebagainya. Siapa pun yang bersalah atau melanggar hukum dan ketentuan Allah SWT, maka pasti akan dijatuhi hukuman sesuai ketentuan Hukum Allah SWT. Ketegasan pelaksanaan hukum Islam yang berdimensi dunia akhirat bagi pelanggar hukum menjadi tebusan dosanya di akhirat. Sikap tegas dan adil dalam menegakkan hukum hanya bisa dilakukan oleh pemimpin yang bertakwa.
Bagi rakyat yang tidak mampu dan buta hukum dalam lapisan masyarakat yang buta huruf atau berpendidikan rendah yang tidak mengetahui dan menyadari hak-haknya sebagai subjek hukum atau karena kedudukan sosial dan ekonomi serta akibat tekanan-tekanan dari yang lebih kuat tidak mempunyai keberanian untuk membela dan memperjuangkan haknya.
98Departemen Agama RI, Alqur’an dan Terjemahan, Jakarta: Lentera Abadi, 1990, hal.
Ainul Mardhiah Eksistensi Pos Bantuan...
Jurnal Sosio Akademika Vol. 13, No. 01, Maret 2020
http://ejurnal.staismqbangko.ac.id/toc-issues-20.mu 107
Bantuan hukum dalam pengertiannya yang luas dapat diartikan sebagai upaya untuk membantu golongan yang tidak mampu dalam bidang hukum.99 Setelah dikeluarkan Surat Edaran Mahkamah Agung No. 10 Tahun 2010, Pengadilan Agama Bangko berpandangan bahwa beracara secara cepat, mudah dan biaya ringan, itulah yang sering didengar dengan istilah constante justitie, yaitu salah satu asas beracara di lembaga peradilan. Program yang ditawarkan oleh Peradilan Agama adalah program Pos Bantuan Hukum yang disebut dengan POSBAKUM, melalui Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 10 Tahun 2010 Tentang Pelayanan Bantuan Hukum.
Adapun tujuan dari adanya pemberian pelayanan hukum ini adalah di lingkungan Peradilan Agama adalah untuk:
1. Membantu masyarakat pencari keadilan yang tidak mampu secara ekonomis dalam menjalankan proses hukum di pengadilan
2. Meningkatkan akses terhadap keadilan
3. Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang hukum melalui penghargaan, pemenuhan dan perlindungan hukum terhadap hak dan kewajiban
4. Memberikan pelayanan prima kepada masyarakat pencari keadilan
Dari beberapa tujuan diatas menunjukkan bahwa negara juga menjamin hak dan kewajiban masyarakat, dan memberi perlindungan hukum ketika berhadapan dengan proses hukum dengan mendirikan Pos Bantuan Hukum di Pengadilan Agama. Pos Bantuan Hukum adalah tempat bantuan hukum bagi orang yang tidak mampu dan awam hukum.
Gugatan atau permohonan berperkara di Pengadilan dapat diajukan secara lisan maupun tertulis, tetapi dalam perkembangan hukum dewasa ini, gugatan atau pun permohonan harus diajukan secara tertulis.100Masyarakat yang tidak mampu dan awam hukum dalam mengajukan perkaranya ke pengadilan agama seringkali dihadapkan pada aturan dan bahasa hukum yang terkadang kaku dan prosedural. Baik dalam tahapan ligitasi atau pun non ligitasi yang keseluruhannya harus dilakukan sesuai aturan hukum itu sendiri atau jika tidak permohonan atau gugatan yang diajukan akan dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvankelijkeverklaard) atau bahkan ditolak oleh majelis hakim di pengadilan padahal bisa jadi hanya karena tidak memenuhi aspek prosedural hukum
Pengadilan Agama sebagai salah satu institusi yang memberikan perlindungan dan bantuan hukum terhadap permasalahan yang telah terjadi telah mengupayakan berbagai cara yang tepat dan efektif dalam menyelesaikan kasus yang dialami masyarakat, khususnya persoalan sosial kegagamaan yang sering
99Bambang Sunggono, Bantuan Hukum Dan Hak Asasi Manusia, Bandung: CV. Mandar
Maju, 2009. Hal. 7
100Asadullah Al- Faruq,Hukum Acara Peradilan Islam, Yogyakarta: Pustaka Yustisia, 2009.
Ainul Mardhiah Eksistensi Pos Bantuan...
menimpa mereka, melalui pelayanan Pos Bantuan Hukum , bekerjasama dengan instansi pemerintah yang terkait.
Pengadilan Agama Bangko adalah salah satu tempat yang mengadakan Pos Bantuan Hukum. Berdasarkan hasil observasi bahwa hambatan utama untuk mendapatkan keadilan di pengadilan Agama Bangko adalah masalah keuangan yang berkaitan dengan biaya perkara dan transportasi para pencari keadilan untuk sampai ke pengadilan. dalam hal ini untuk masyarakat miskin di beri kemudahan oleh Mahkamah Agung dengan diadakannya sidang keliling dan proses berperkara secara prodeo dan juga Pos Bantuan Hukum.
Mahkamah Agung mengeluarkan Peraturan Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum Bagi Masyarakat Tidak Mampu Di Pengadilan. Bantuan hukum tersebut dikhususkan untuk orang-orang yang tidak mampu dan tidak mempunyai biaya untuk membuat surat gugatan atau permohonan, menyewa advokat dan konsultasi masalah hukum. Dan menurut PERMA Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum Bagi Masyarakat Tidak Mampu Di Pengadilan, jenis jasa yang diberikan oleh Pos Bantuan Hukum adalah pemberian informasi, konsultasi, atau advis hukum, bantuan pembuatan dokumen hukum yang dibutuhkan, penyediaan informasi daftar Organisasi Bantuan Hukum sebagaimana dimaksud dalam UU Nomor 16 Tahun 2011 Tentang Bantuan Hukum atau organisasi bantuan hukum atau advokat lainnya yang dapat memberikan bantuan hukum cuma-cuma. Dan untuk pemberi jasa Pos Bantuan Hukum ini adalah advokat, sarjana hukum dan sarjana syari’ah. Dan pemberi jasa berasal dari organisasi bantuan hukum, perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat.
Di Pengadilan Agama Bangko terdapat Pos Bantuan Hukum dan sudah berlangsung selama lebih kurang delapan tahun. Dan untuk petugas dari Pos bantuan Hukum ini adalah diambil dari sarjana syari’ah dan bekerjasama dengan Lembaga Advokasi Bantuan Hukum Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh maulana Qori Bangko. Adapun peran dari petugas Pos Bantuan Hukum ini adalah membantu di bidang pembuatan gugatan dan dalam memberikan pelayanan atau informasi dalam pelayanan hukum. Sedangkan dalam peraturan yang ada peran dari Pos Bantuan Hukum salah satunya adalah pemberian advokat. Namun di Pengadilan Agama Bangko Pos Bantuan Hukum berperan untuk membuat gugatan, pemberian informasi dan juga pemberian layanan, dan untuk pemberian advokat belum ada.101
Penelitian ini dilakukan di Pengadilan Agama Bangko Kelas IB, pada bulan April sampai Juli. Bahan dan alat yang digunakan adalah alat perekam, hp untuk membuat dokumentasi atau foto, dan alat tulis. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan. Untuk mendukung studi lapangan
Ainul Mardhiah Eksistensi Pos Bantuan...
Jurnal Sosio Akademika Vol. 13, No. 01, Maret 2020
http://ejurnal.staismqbangko.ac.id/toc-issues-20.mu 109
diperlukan data kepustakaan. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yaitu metode analisis data yang mengelompokkan dan menyeleksi data yang diperoleh, kemudian dihubungkan dengan teori-teori, asas-asas, dan kaidah-kaidah hukum yang diperoleh dari studi kepustakaan sehingga diperoleh jawaban atas permasalahan yang dirumuskan.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan partisipasif, yaitu melibatkan informan secara aktif dalam wawancara sehingga terjadi komunikasi yang baik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dan wawancara. Studi Kepustakaan merupakan metode pengumpulan data yang dipergunakan dengan mencari dan mengumpulkan serta mengkaji Al-Qur’an sebagai sumber hukum Islam, peraturan perundang- undanga n, hasil peneliti an, jurnal ilmiah, artikel ilmiah, makalah seminar dan arsip- arsip yang berhubungan dengan pelaksanaan pos bantuan hukum.Wawancara adalah proses memperoleh keterangan dari informan dengan memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian melalui wawancara terstruktur yaitu dengan menggunakan pedoman wawancara (interview guide).
PEMBAHASAN
1. Pos Bantuan Hukum
Kehadiran Pos bantuan Hukum di Pengadilan Agama di seluruh Indonesia mendapat sambutan hangat dari segenap masyarakat, terutama masyarakat yang tidak mampu. Pos Bantuan Hukum sebagaimana tujuannya memberikan pelayanan secara Cuma-Cuma bagi orang yang tidak mampu untuk mengakses dan mendapatkan pelayanan yang berkaitan dengan persoalan hukum di lingkungan Peradilan Agama. Dengan demikian keberadaan Pos Bantuan Hukum memberikan kemudahan sekaligus keringanan di tengah masyarakat yang alergi terhadap proses hukum yang terkesan mahal, sulit dan berliku.
Posbakum Pengadilan adalah layanan yang dibentuk oleh dan ada pada setiap Pengadilan tingkat pertama untuk memberikan layanan hukum berupa informasi, konsultasi, dan advis hukum, serta pembuatan dokumen hukum yang dibutuhkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang Kekuasaan Kehakiman, Peradilan Umum, Peradilan Agama, dan Peradilan Tata Usaha Negara.102
Pos Bantuan Hukum memberikan pelayanan tanpa pungutan biaya yang diperuntukkan bagi kalangan yang tidak mampu, dengan pelayanan yang maksimal. Tentu target dan tujuan kehadiran Pos Bantuan Hukum sudah dirumuskan secara seksama oleh para pemangku kebijakan. Pos Bantuan Hukum
102Ketua Mahkamah Agung RI,Peraturan Mahkamah Agung No.1 Tahun 2014 Tentang
Pedoman Pemberian Layanan Hukum Bagi Masyarakat Tidak Mampu Di Pengadilan,
Ainul Mardhiah Eksistensi Pos Bantuan...
ini diselenggarakan bagi para pencari keadilan yang secara ekonomi tidak mampu sesuai peraturan perundang-undang yang berlaku.
Petugas Posbakum Pengadilan adalah Pemberi layanan di Posbakum Pengadilan yang merupakan Advokat, Sarjana Hukum, dan Sarjana Syariah yang berasal dari Lembaga Pemberi Layanan Posbakum Pengadilan yang bekerjasama dengan Pengadilan dan bertugas sesuai dengan kesepakatan jam layanan Posbakum Pengadilan di dalam perjanjian kerjasama tersebut. Lembaga Pemberi Layanan Posbakum Pengadilan adalah lembaga masyarakat sipil penyedia advokasi hukum dan/atau unit kerja advokasi hukum pada organisasi profesi advokat dan/atau lembaga konsultasi dan bantuan hukum di perguruan tinggi.103
Pelayanan Posbakum diawasi langsung oleh ketua Pengadilana Agama Bangko. Untuk pengawasan harian dilakukan oleh Panitera dan melaporkannya kepada Ketua. Hal ini bersesuaian dengan ketentuan 36 Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2014. Pada Pengadilan Agama Bangko dalam Pasal 5 tentang Hak dan Kewajiban dalam Perjanjian kerjasama Pengadilan Agama Bangko dengan Posbakum.
2. Eksistensi Pos Bantuan Hukum Di Pengadilan Agama Bangko
Pada tahun 2012 Pengadilan Agama Bangko membentuk Pos Bantuan Hukum danbekerjasama dengan Lembaga Advokasi dan Konsultasi Hukum Islam (LAKHI) Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Maulana Qori Bangko. “Pemberi jasa di pos bantuan hukum ditunjuk oleh ketua Pengadilan Agama Bangko melalui kerja sama dengan Lembaga Advokasi dan Konsultasi Hukum Islam Sekolah Tinggi Agama islam Syekh Maulana Qori Bangko dan sudah berlangsung selama 8 tahun”.104
Pos Bantuan Hukum untuk masyarakat pencari keadilan yang tidak mengetahui proses berperkara dan yang tidak mampu secara ekonomis dalam menjalankan proses hukum di Pengadilan Agama Bangko, bagi masyarakat yang akan meminta bantuan hukum pada pos bantuan hukum di Pengadilan Agama Bangko dapat datang ke Kantor Pengadilan Agama Bangko.105
Pembentukan Pos bantuan hukum berdasarkan SEMA Nomor 10 Tahun 2010 Tentang Pedoman Pemberian Hukum. Adapun peraturan mengenai Posbakum di Peradilan Agama yang terakhir adalah dikeluarkan oleh Mahkamah Agung lewat PERMA Nomor 1 Tahun 2014 sebagai penyempurnaan dari peraturan-peraturan sebelumnya. Sebagaimana yang terdapat pada pasal 1 ayat 6 sebagai berikut: “Posbakum Pengadilan adalah layanan yang dibentuk oleh dan ada pada setiap Pengadilan tingkat pertama untuk memberikan layanan hukum
103Ketua Mahkamah Agung RI,Peraturan Mahkamah Agung No.1 Tahun 2014 Tentang
Pedoman Pemberian Layanan Hukum Bagi Masyarakat Tidak Mampu Di Pengadilan,
Jakarta:Mahkamah Agung RI, 2014, hal.1
104Syafrianto, S,Ag, Sekretaris Pengadilan Agama Bangko, Wawancara, Tanggal 17 Maret
2020
Ainul Mardhiah Eksistensi Pos Bantuan...
Jurnal Sosio Akademika Vol. 13, No. 01, Maret 2020
http://ejurnal.staismqbangko.ac.id/toc-issues-20.mu 111
berupa informasi, konsultasi, dan advis hukum, serta pembuatan dokumen hukum yang dibutuhkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang Kekuasaan, Kehakiman, Peradilan Umum, Peradilan Agama, dan Peradilan Tata Usaha Negara.”106
Sejak dari berdirinya Posbakum di Pengadilan Agama Bangko ternyata mendapat respons baik dari masyarakat. Hal ini terbukti dari banyaknya masyarakat tidak mampu antusias dalam menggunakan jasa pos bantuan hukum. Tentunya masyarakat yang meminta bantuan hukum dengan berbagai perkara yang menjadi kompetensi absolut Pengadilan Agama Bangko
Menurut Wakil Panitera Pengadilan Agama Bangko dan juga Petugas Posbakum, bukan hanya orang yang tidak mampu secara ekonomi yang bisa menggunakan jasa posbakum. Orang yang mampu secara ekonomi pun bisa mendapatkan bantuan hukum. Di mana tidak semua orang yang berpendidikan mengerti dan mengetahui tentang hukum, apalagi mengenai tatacara beracara di pengadilan agama.
Banyak manfaat yang diperoleh dari keberadaan Posbakum ini. Masyarakat bisa mendapatkan pemahaman utuh tentang proses hukum yang akan dilaluinya di Pengadilan agama. Selain itu mereka juga bisa menghemat uang, waktu dan tenaga dengan bantuan dari Posbakum.
Ada beberapa pelayanan yang diberikan oleh Posbakum di pengadilan agama Bangko yakni:
a. Pemberian Informasi, Konsultasi, Atau Advis Hukum
Pemberian informasi maksudnya disini apabila pihak pemohon dan termohon ingin mengetahui mengenai tata cara berperkara di Pengadilan Agama, petugas posbakum dapat menjelaskan kepada pemohon dan termohon sehingga mereka memahaminya. Pemberian advis merupakan pemberian nasehat hukum dari petugas posbakum terhadap pemohon layanan. Pelayanan hukum berikut yang dapat diberikan yaitu pemberian konsultasi, di mana petugas posbakum memberikan konsultasi hukum terhadap para pihak baik itu penggugat atau pemohon maupun tergugat atau pun termohon agar dapat mengetahui duduk perkara dari permasalahan mereka.
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi penulis bahwa Pemohon yang ingin mendapatkan layanan posbakum yang datang ke Pengadilan Agama Bangko rata-rata ingin mencari solusi dan keadilan dalam permasalahan mereka hadapi, namun tidak semua yang datang untuk mencari keadilan memahami syarat-syarat dan prosedur berperkara di Pengadilan Agama Bangko serta tata cara beracara di Pengadilan Agama. Hal ini dilatarbelakangi oleh beberapa faktor seperti pendidikan yang rendah serta minimnya pengetahuan tentang hukum atau berpendidikan tinggi namun tidak
Ainul Mardhiah Eksistensi Pos Bantuan...
memahami tentang hukum dan para pencari keadilan terlalu larut dalam permasalahan mereka. Petugas Pos Bantuan Hukum bertindak sebagai pemberi informasi saja. Petugas Posbakum menanyakan bantuan apa yang diinginkan oleh penggugat atau pemohon. Jika pemohon hanya ingin informasi maka petugas Posbkum dapat menjelaskan tata cara pengajuan gugatan atau pun permohonan serta syarat- syaratnya dan prosedur beracara yang akan dihadapi. Petugas Posbakum menjelaskan bahwa posbakum tidak dapat bertindak sebagai advokat pendamping, akan tetapi hanya bisa membantu dalam pembuatan dokumen yang dibutuhkan seperti gugatan yang akan diajukan oleh pemohon.
Advis merupakan gambaran mengenai hal-hal apa saja yang harus dilakukan oleh penggugat atau pemohon maupun termohon atau tergugat di persidangan. berdasarkan wawancara dengan petugas Posbakum bahwa petugas hanya membantu untuk mempermudah pihak dalam menghadapi persidangan dikarenakan ketidakpahaman mereka mengenai proses beracara di pengadilan agama. Posbakum disini juga tidak bisa berperan sebagai pengacara di persidangan.
b. Bantuan Pembuatan Dokumen Hukum Yang Dibutuhkan
Pembuatan dokumen hukum yang dibutuhkan seperti pembuatan surat gugatan, serta dokumen lainnya yang berhubungan dengan upaya hukum baik banding, kasasi maupun peninjauan kembali, dapat dibantu oleh petugas posbakum. Hal ini dikarenakan masyarakat banyak yang kurang memahami dan awam bila disangkutkan dengan hukum.
Berdasarkan hasil observasi bahwa untuk membantu pemohon/ penggugat dalam membuat gugatan, pemohon/penggugat menceritakan kronologis permasalahan yang dihadapi oleh pemohon/penggugat sampai akan diajukannya gugatan ke Pengadilan Agama Bangko. Apabila permasalahan yang telah diuraikan oleh pemohon/ penggugat dapat diajukan gugatan ke Pengadilan Agama maka petugas dapat membantu untuk membuat gugatan. Selain gugatan, petugas posbakum juga dapat membantu pemohon/ penggugat dan atau termohon/tergugat untuk membuat dokumen hukum lain serta yang berhubungan dengan upaya hukum banding, kasasi maupun peninjauan kembali.
c. Penyediaan informasi daftar Organisasi Bantuan Hukum
Sebagaimana dimaksud dalam UU Nomor 16 Tahun 2011 Tentang Bantuan Hukum atau organisasi bantuan hukum atau advokat lainnya yang dapat memberikan bantuan hukum cuma-cuma. Maksudnya adalah Petugas Posbakum Pengadilan Agama Bangko juga menyediakan daftar Organisasi Bantuan Hukum yang dapat memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma. Namun berdasarkan keterangan dari petugas Posbakum bahwa petugas Posbakum belum menyediakan daftar Organisasi Bantuan Hukum karena para pemohon/ penggugat terutama dalam kasus perceraian, Isbat nikah, dan dispensai nikah
Ainul Mardhiah Eksistensi Pos Bantuan...
Jurnal Sosio Akademika Vol. 13, No. 01, Maret 2020
http://ejurnal.staismqbangko.ac.id/toc-issues-20.mu 113
tidak pernah meminta bantuan advokat karena mereka merasa bisa untuk menyelesaikannya sendiri. Namun dalam hal pembagian harta warisan maupun pembagian harta gono gini yang sering meminta bantuan advokat.
3. Prosedur pemberian bantuan hukum oleh petugas Posbakum
Prosedur pelaksanaan bantuan hukum oleh Pos Bantuan Hukum didasari dengan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 10 Tahun 2010 dan PERMA Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum Bagi Masyarakat Tidak Mampu Di Pengadilan. Pemberian bantuan hukum yang diberikan oleh Pos Bantuan Hukum harus melalui prosedur pemberian bantuan hukum, tentunya dengan dasar hukum yang berlaku. Bantuan hukum ini diberikan kepada masyarakat tidak mampu dan yang menghadapi masalah hukum. Dan untuk masyarakat yang mampu juga diberikan bantuan hukum karena tidak semua yang mampu mengerti akan hukum. Dalam pembuatan gugatan baik yang mampu dan tidak mampu tetap dibantu.107
Bukan hanya orang yang tidak mampu secara ekonomi yang menggunakan jasa posbakum. Orang yang mampu secara ekonomi pun bisa mendapatkan bantuan hukum. Di mana tidak semua orang yang berpendidikan mengerti dan mengetahui tentang hukum, apalagi mengenai tatacara beracara di pengadilan agama.
Untuk mendapatkan layanan hukum yang tepat maka untuk Petugas Pemberi bantuan Hukum yang bertugas di Pos Bantuan Hukum Pengadilan Agama Bangko adalah Advokat/Sarjana Hukum/Sarjana Syari’ah yang menguasai hukum Islam, memiliki pengalaman minimal satu tahun dalam pemberian bantuan hukum dan harus menguasai tata cara beracara di Pengadilan Agama Bangko, sebagaimana di atur dalam PERMA Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum Bagi Masyarakat Tidak Mampu Di Pengadilan.108
Perkara-perkara di Pengadilan Agama Bangko masuk ke dalam ranah perdata tetapi masyarakat tetap membutuhkan bantuan hukum. Masih banyak masyarakat yang belum memahami hak-haknya ketika berperkara di Pengadilan Agama Bangko. Ini menjadi tanggung jawab besar bagi petugas Pos Bantuan Hukum, mereka bertugas harus mengetahui secara luas tentang hukum acara di Pengadilan Agama Bangko.
Pemohon bantuan hukum adalah pencari keadilan yang terdiri dari orang perseorangan atau kelompok orang yang secara ekonomis tidak mampu harus membuktikan bahwa yang bersangkutan adalah golongan tidak mampu yang berhak atas pelayanan bantuan hukum melalui Pos Bantuan Hukum Pengadilan Agama Bangko. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Sekretaris Pengadilan Agama Bangko adalah: Pelaksanaan bantuan hukum yang dilaksanakan oleh Posbakum harus melalui prosedur pemberian bantuan hukum, tentunya dengan
107Observasi, tanggal 14 Juli 2020
Ainul Mardhiah Eksistensi Pos Bantuan...
dasar hukum yang berlaku, oleh karena itu pemohon dalam permohonannya di haruskan melampirkan persyaratan sebagai berikut:
a. Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Lurah/Kepala Desa setempat
b. Surat Keterangan tunjangan Sosial lainnya seperti kartu keluarga miskin(KKM), Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), Kartu Program Keluarga Harapan (KPKH) ;
c. Surat pernyataan tidak mampu yang dibuat dan ditandatangani oleh pemohon bantuan hukum dan diketahui oleh Ketua Pengadilan Agama.109
Prosedur pemberian bantuan hukum oleh Pos Bantuan Hukum adalah sebagai berikut:
a. Para pencari keadilan atau pemohon jasa bantuan hukum mengajukan permohonan kepada Pos Bantuan Hukum dengan mengisi formulir pelayanan Pos Bantuan Hukum Pengadilan Agama Bangko,
b. Permohonan dilampiri Fotocopy Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) Kepala Desa atau pun Lurah, Fotocopy Surat Keterangan Tunjangan Sosial dengan memperlihatkan aslinya, dan Surat Pernyataan tidak mampu membayar jasa advokat,
c. Pemohon yang sudah mengisi formulir dan melampirkan SKTM, akan diberikan jasa layanan pembuatan gugatan atau pun permohonan.110
Dalam bantuan pembuatan gugatan atau pun permohonan, petugas Pos Bantuan Hukum membuatkannya secara utuh dan siap diajukan ke meja satu. Gugatan atau pun permohonan yang telah dibuatkan oleh petugas Pos Bantuan Hukum diserahkan ke meja satu dalam bentuk hard copy dan soft copy.111
4. Keberadaan Petugas Posbakum
Pos bantuan hukum di Pengadilan Agama Bangko mengadakan kerjasama dengan salah satu perguruan tunggi yang ada di Kabupaten Merangin, yakni Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Maulanan Qori Bangko di bahwah naungan Lembaga Advokasi dan Konsultasi Hukum (LAKHI). Pos Bantuan Hukum beranggotakan empat (4) orang. Untuk anggota posbakum ini diambil dari alumni Prodi Hukum Islam. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi di lapangan bahwa untuk petugas Posbakum di ambil dari alumni Prodi Hukum Islam bukan mahasiswa yang masih dalam tahap belajar. Karena untuk menjadi petugas Posbakum harus menguasai hukum keluarga. Selain itu penempatan petugas posbakum ini harus berdasarkan peraturan yang ada sebagaimana yang tertuang dalam peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2014.
Salah satu petugas Posbakum mengatakan bahwa untuk menjadi petugas Posbakum minimalnya harus magang di Posbakum lebih kurang selama satu tahun. Untuk menjadi petugas Posbakum bukan hanya memiliki wawasan tentang
109Syafrianto, S,Ag, Sekretaris PA Bangko, Wawancara, tanggal 9 Juli 2020 110Jimarni, S.Sy, Petugas Pos Bantuan Hukum, Wawancara, tanggal 9 Juli 2020 111Observasi, tanggal 10 Juli 2020
Ainul Mardhiah Eksistensi Pos Bantuan...
Jurnal Sosio Akademika Vol. 13, No. 01, Maret 2020
http://ejurnal.staismqbangko.ac.id/toc-issues-20.mu 115
hukum keluarga saja tapi juga harus bisa membuat gugatan untuk pihak penggugat dan pemohon. Untuk membuat surat gugatan, petugas Posbakum mempersilahakan kepada pihak penggugat maupun pemohon untuk menceritakan kronologi permasalahan sehingga mereka menginginkan perceraian. Kewajiban petugas Posbakum adalah mendengarkan segala hal yang diceritakan mengenai kronologi kejadian yang melatar belakangi kejadian tersebut. Setelah mendengarkan dan dan mempelajari kronologinya jika perkara tersebut dirasa bisa untuk dipersidangkan, maka petugas Posbakum harus membuatkan surat gugatan sesuai yang diminta dan sejalan dengan kronologi yang di ceritakan.112 SIMPULAN
Eksistensi Posbakum berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2014 sangat membantu masyarakat yang tidak mampu dengan melakukan pemberian informasi, konsultasi dan advis hukum dan bantuan pembuatan dokumen atau membuat gugatan, dalam bantuan pembuatan gugatan atau pun permohonan, petugas Pos Bantuan Hukum membuatkannya secara utuh dan siap diajukan ke meja satu. Gugatan atau pun permohonan yang telah dibuatkan oleh petugas Pos Bantuan Hukum diserahkan ke meja satu dalam bentuk hard copy dan soft copy hukum yang dibutuhkan serta penyediaan informasi daftar Organisasi bantuan hukum sebagaimana yang dimaksud dalam Undang-undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum atau Organisasi Bantuan Hukum atau Advokat lainnya yang dapat memberikan bantuan hukum cuma-cuma.
DAFTAR RUJUKAN
Departemen Agama RI,Alqur’an dan Terjemahan, Jakarta: Lentera Abadi, 1990 Bambang Sunggono, Bantuan Hukum Dan Hak Asasi Manusia, Bandung: CV.
Mandar Maju, 2009
Asadullah Al- Faruq, Hukum Acara Peradilan Islam, Yogyakarta: Pustaka Yustisia, 2009.
Ketua Mahkamah Agung RI, Peraturan Mahkamah Agung No.1 Tahun 2014 Tentan Pedoman Pemberian Layanan Hukum Bagi Masyarakat Tidak Mampu Di Pengadilan,Jakarta:Mahkamah Agung RI, 2014
Ketua Mahkamah Agung RI, Peraturan Mahkamah Agung No.1 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum Bagi Masyarakat Tidak Mampu Di Pengadilan,Jakarta:Mahkamah Agung RI, 2014, hal.1
PETUNJUK PENULISAN ARTIKEL Ketentuan Umum
1. Artikel harus merupakan produk ilmiah orisinil dan belum pernah dipublikasikan di media dan terbitan manapun,
2. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia baku (atau bahasa asing) dengan ragam tulisan ilmiah atau ilmiah populer, tetapi bukan ragam komunikasi lisan,
3. Panjang tulisan antara 15-25 halaman kwarto atau A4 dengan satu spasi, 4. Artikel dikirimkan melalui akun penulis yang dapat didaftarkan di
http://ejurnal.staismqbangko.ac.id/pendaftaran.mu
Hak penulis yang diterbitkan Jurnal Sosio Akademika Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Maulana Qori Bangko adalah:
1. Mendapat rekomendasi untuk penerbitan surat keterangan yang dikeluarkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Maulana Qori Bangko,
2. Penulis artikel mendapatkan hard copy sebanyak 2 (dua) eksemplar. Petunjuk Teknis
1. Judul:
a. Informatif mencerminkan isi artikel
b. Maksimum 12 kata (Bahasa Indonesia) atau 10 kata (Bahasa Inggris) c. Memuat variabel atau konsep yang dicakup dalam artikel
d. Tidak ada singkatan
e. Tidak menggunakan kata-kata klise
2. Penulis, yaitu: nama penulis diketik tanpa mencantumkan gelar kesarjanaan dan gelar lainnya, dan ditambah dengan pekerjaan dengan jelas
3. Abstrak:
a. Abstrak ringkas dan padat (dalam 1 alinea) tentang ide-ide yang paling penting
b. Abstrak memuat:
1) Masalah dan/atau tujuan penelitian 2) Prosedur penelitian
3) Ringkasan hasil penelitian 4) Simpulan
c. Abstrak ditulis dalam Bahasa Inggris untuk bisa diakses sehingga memperoleh peluang untuk disitasi
d. Menurut Undang-undang tentang Bahasa, abstrak juga harus ditulis dalam bahasa Indonesia
e. Abstrak memuat 50-250 kata 4. Kata Kunci:
a. Kata kunci memuat kata-kata konseptual, b. Jumlah kata kunci sekitar maksimal 5 kata, c. Dapat berbentuk kata maupun prase. 5. Pendahuluan
a. Biasanya tidak diberi judul b. Memuat:
Jurnal Sosio Akademika Vol. 13, No. 01, Maret 2020
http://ejurnal.staismqbangko.ac.id/toc-issues-20.mu 169
2) Landasan teori (jika diperlukan),
3) Hasil kajian pustaka yang menunjukkan adanya kesenjangan temuan penelitian,
4) Wawasan rencana pemecahan masalah dan potensi kontribusinya bagi perkembangan bidang ilmu,
5) Rumusan tujuan penelitian.
6. Metode (khusus tulisan ilmiah hasil penelitian) a. Desain/prosedur penelitian
b. Populasi & sampel/sumber data
c. Alat/Instrumen & bahan yang digunakan d. Bagaimana data dikumpulkan
e. Bagaimana data dianalisis
7. Hasil (khusus tulisan ilmiah hasil penelitian) 8. Pembahasan
a. Pemaknaan/penafsiran hasil analisis data
b. Membandingkan dengan hasil-hasil temuan penelitian sebelumnya untuk menunjukkan adanya temuan baru yang memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu
c. Pengintegrasian hasil-hasil penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan
d. Penyusunan teori baru atau modifikasi teori yang ada 9. Simpulan dengan pendekatan:
a. Menjawab masalah penelitian yang diajukan pada bagian pendahuluan b. Merupakan inti sari hasil pembahasan yang dianggap paling penting/yang
mengandung sesuatu yang baru 10. Biodata Singkat tentang penulis
Alamat Redaksi
STAI SYEKH MAULANA QORI BANGKO
Jln. Prof. Muhammad Yamin SH, Pasar Atas Bangko-Jambi Telp. 0746-3260012/ 0812-7380-416/082185911720 e-mail: [email protected]
Sosio Akademika: Jurnal Pendidikan Islam, Sosial dan Keagamaan, merupakan jurnal ilmiah populer membahas masalah Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
yang aktual, terbit berdasarkan Surat Keputusan Ketua STAI Syekh Maulana Qori (SMQ) Bangko sebagai wahana komunikasi dan informasi antar Peneliti,