• Tidak ada hasil yang ditemukan

ISSN: Jurnal Pendidikan Islam, Sosial dan Keagamaan. Vol. 13, No. 01, Maret 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ISSN: Jurnal Pendidikan Islam, Sosial dan Keagamaan. Vol. 13, No. 01, Maret 2020"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

ISSN: 1979-27439

Jurnal Pendidikan Islam, Sosial dan Keagamaan

S O S I O A K A D E M I K A

Vol. 13, No. 01, Maret 2020 Kinerja Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

Zarkoni, Muhamad Toyib, dan Suhairi

Budaya Hidup Anak Jalanan dan Dampaknya pada Pendidikan (Survei Anak Jalanan di Provinsi Jambi)

Norainun dan Zarkoni

Membangun Kelayakan Stratejik Pendidikan Tinggi melalui Penjaminan Mutu Syarifuddin. K

Efektivitas Proses Pembelajaran serta Pengaruh Positif Terhadap Siswa Sekolah Dasar Negeri 298/VI Bukit Beringin III pada Masa Pandemi Covid-19

Suharno

Penerapan Pembelajaran Daring Class serta Pengaruh Terhadap Evaluasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Negeri 264/VI Bukit Bungkul II pada Masa Pandemi Covid-19

Sutiyana

Penyelesaian Permohonan Isbat Nikah dalam Maqhasid Syariah di Pengadilan Agama Bangko

Afrizal

Eksistens Pos Bantuan Hukum di Pengadilan Agama Bangko Ainul Mardhiah

Pengembangan Media Film Dokumenter sebagai Pendukung Pembelajaran Akuntansi Pokok Bahasan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang bagi Siswa SMK Kelas x Akuntansi

Hartini

PemanfaatanE-LearningMoodlePadaMataPelajaranMatematikadiSMKNegeri1KotaJambi AR. Nefrida

Pengembangan Pembelajaran Teknik Dasar Service Bawah Bolavoli untuk Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Kota Jambi

Sujono

ImplementasiEmployabilitySkillspadaSMKProgramKeahlianTeknikKomputerJaringan Sepriadi Erman

Persepsi Siswa Kelas XI Bisnis Daring dan Pemasaran dan XII Multimedia Terhadap Seleksi Minat dan Bakat Siswa pada Kelas X di SMK Negeri 1 Kota Jambi

Atika Syam

Diterbitkan oleh:

STAI SYEKH MAULANA QORI BANGKO-JAMBI

(2)

Vol. 13, No. 01, Maret 2020 ISSN: 1979-27439 Jurnal Pendidikan Islam, Sosial dan Keagamaan

S O S I O A K A D E M I K A

Penanggung Jawab

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Syekh Maulana Qori Bangko M. Thoiyibi, S.Sos., M.H. (Ketua STAI Syekh Maulana Qori Bangko)

Dr. H. M. Joni, Lc., M.A (Wakil Ketua I STAI SMQ Bangko) Dr. H. Firdaus, M.A. (Wakil Ketua II STAI SMQ Bangko) Drs. Hamdan, M.Pd.I (Wakil Ketua III STAI SMQ Bangko)

Pimpinan Redaksi Masruri, S.Pd.I., M.Pd.I

Abdul Kholik, M.Fil.

Penyunting Pelaksana Ibrahim, S.Pd., M.Pd.I.

Salahuddin, S.E., M.M.

Habibah, S.Pd.I., M.Pd.I.

Pelaksana Tata Usaha Muhammad Nuzli, S.Pd.I., M.Pd.

Ahmadi, S.Pd.I., M.M.

Alamat Redaksi

STAI SYEKH MAULANA QORI BANGKO

Jln. Prof. Muhammad Yamin SH, Pasar Atas Bangko-Jambi Telp. 0746- 3260012

e-mail:[email protected]

(3)

Jurnal Sosio Akademika Vol. 13, No. 01, Maret 2020

http://ejurnal.staismqbangko.ac.id/toc-issues-20.mu iii

PENGANTAR REDAKSI Assalamu’alaikum Wr. Wb

Salah satu tujuan berdirinya STAI Syekh Maulana Qori sebagaimana secara eksplisit tercermin dalam Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: 488 Tahun 2002 tentang status STAI Syekh Maulana Qori adalah untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan agama Islam serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. Untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan ini lebih lanjut di atur dalam Permendiknas nomor: 22 Tahun 2011 tentang Terbitan Berkala.

Dengan demikian, STAI Syekh Maulana Qori tidak hanya dituntut agar mengembangkan ilmu pengetahuan terutama ilmu-ilmu keislaman dan kemasyarakatan melalui kegiatan pembelajaran, penelitian, dan menyebarluaskannya. Berdasarkan amanat tersebut, pimpinan STAI Syekh Maulana Qori telah mengambil kebijakan yang mengarah kepada peningkatan mutu intelektual akademik dosen STAI Syekh Maulana Qori melalui penerbitan jurnal berkala ilmiah, dan untuk pengelolaannya diberikan pada Pusat Penelitian.

Sosio Akademika: Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan adalah salah satu jurnal ilmiah berkala, yang bertujuan pertama, untuk meningkatkan kemampuan akademik para dosen, karyawan, guru, ilmuan maupun cendekiawan dalam menulis karya ilmiah yang lebih baik sesuai dengan kaidah sistematika jurnal terakreditasi. Kedua, dapat menjadi wadah pembelajaran menulis bagi dosen-dosen pemula dan karyawan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam aspek keterampilan menulis ilmiah. Ketiga, menambah khazanah jurnal yang ada di lingkungan STAI Syekh Maulana Qori untuk pengembangan citra diri sebagai lembaga perguruan tinggi Islam yang ada di Provinsi Jambi.

Sosio Akademika: Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan ini diperuntukkan bagi “mahasiswa baru dan lama”, dosen, karyawan dan peminat informasi-informasi terapan maupun filosofis tentang pendidikan, sosial, bahasa serta budaya yang mengakar pada ilmu keislaman. Oleh karena itu fokus tulisannya lebih banyak menyentuh pada “Pendidikan Islam dalam arti luas dan persoalan sosial kemasyarakatan serta terdapat pula beberapa tulisan yang membahas tentang syari’ah sebagai salah satu keilmuan dalam Islam”.

Pada kesempatan ini tim redaksi mengucapkan alhamdulillahirobbil

‘alamin yang mana jurnal Sosio Akademika STAI SMQ Bangko telah berjalan pada tahun ke-13, seiring dengan ini diterbitkan pula jurnal Vol. 13, No. 01, Maret 2020. Yang merupakan semangat ke arah pengembangan yang lebih baik.

Saran dan masukan dari semua pihak sangat kami harapkan demi terwujudnya tujuan dan cita-cita mulia kita bersama. Semoga kita dapat berkarya lebih baik lagi di masa mendatang. Demi kemajuan civitas akademika STAI Syekh Maulana Qori.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Tim Redaksi

(4)

DAFTAR ISI

Tim Redaksi... i Pengantar Redaksi... ii Daftar isi... v Kinerja Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

Zarkoni, Muhamad Toyib, dan Suhairi... 1-10 Budaya Hidup Anak Jalanan dan Dampaknya pada Pendidikan (Survei

Anak Jalanan di Provinsi Jambi)

Norainun dan Zarkoni... 11-26 Membangun Kelayakan Stratejik Pendidikan Tinggi melalui

Penjaminan Mutu

Syarifuddin. K... 27-52 Efektivitas Proses Pembelajaran serta Pengaruh Positif Terhadap Siswa

Sekolah Dasar Negeri 298/VI Bukit Beringin III pada Masa Pandemi Covid-19

Suharno... 53-72 Penerapan Pembelajaran Daring Class serta Pengaruh Terhadap

Evaluasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Negeri 264/VI Bukit Bungkul II pada Masa Pandemi Covid-19

Sutiyana... 73-84 Penyelesaian Permohonan Isbat Nikah dalam Maqhasid Syariah di

Pengadilan Agama Bangko

Afrizal... 85-104 Eksistens Pos Bantuan Hukum di Pengadilan Agama Bangko

Ainul Mardhiah... 105-116 Pengembangan Media Film Dokumenter sebagai Pendukung

Pembelajaran Akuntansi Pokok Bahasan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang bagi Siswa SMK Kelas x Akuntansi

Hartini... 117-126 Pemanfaatan E-Learning Moodle Pada Mata Pelajaran Matematika di

SMK Negeri 1 Kota Jambi

AR. Nefrida... 127-136 Pengembangan Pembelajaran Teknik Dasar Service Bawah Bolavoli

untuk Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Kota Jambi

Sujono... 137-146 Implementasi Employability Skills pada SMK Program Keahlian Teknik

Komputer Jaringan

Sepriadi Erman... 147-158 Persepsi Siswa Kelas XI Bisnis Daring dan Pemasaran dan XII

Multimedia Terhadap Seleksi Minat dan Bakat Siswa pada Kelas X di SMK Negeri 1 Kota Jambi

Atika Syam... 159-168

(5)

147

IMPLEMENTASI EMPLOYABILITY SKILLS PADA SMK PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER JARINGAN

Sepriadi Erman

Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kota Jambi ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan ketrampilan kerja dan tingkat pencapaiannya pada Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan.

Penelitian menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tempat penelitian di SMKN 1 Kota Jambi dan SMKN 2 Kota Jambi. Analisis data dengan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan ketrampilan kerja di SMK Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan di SMKN 1 Kota Jambi sudah sangat baik karena sebagian besar sudah dipegang pada jenjang tertinggi, sedangkan di SMKN 2 Kota Jambi masuk kategori baik, karena paling dikuasai di tingkat menengah. Sedangkan pencapaian tingkat ketrampilan kerja pada SMK Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan SMKN 1 Kota Jambi tingkat satu 0%, tingkat dua sebesar 34,30%, dan tingkat tiga sebesar 65,70%.

Sedangkan di SMK N 2 Kota Jambi yang menguasai satu tingkat 17,10%, tingkat dua sebesar 54,30%, dan tingkat tiga sebesar 28,60%.

Kata kunci : implementasi, tingkat pencapaian, keterampilan kerja ABSTRACT

The purpose of this study was to determine the application of work skills and the level of achievement in the Computer Network Engineering Expertise Program.

This research uses quantitative and qualitative methods. Data collection was carried out by observation, interviews, and documentation. The research sites are SMKN 1 Jambi City and SMKN 2 Jambi City. Data analysis with descriptive qualitative and quantitative. The results of this study indicate that the application of work skills in the Vocational School Computer Network Engineering Skills Program at SMKN 1 Jambi City is very good because most of them have been held at the highest level, while at SMKN 2 Jambi City it is in the good category, because most are mastered at the middle level. While the achievement of the level of work skills at SMK Computer Network Engineering Skills Program at SMKN 1 Jambi City level one is 0%, level two is 34.30%, and level three is 65.70%.

Whereas in SMK N 2 Jambi City which mastered one level 17.10%, the second level was 54.30%, and the third level was 28.60%.

Keywords : implementation, level of achievement, job skills PENDAHULUAN

Kekuatan daya saing sebuah bangsa terletak pada sumber daya manusianya. Ini berarti bahwa bangsa yang maju didukung oleh sumber daya

(6)

Sepriadi Erman Implementasi Employability Skills...

manusia yang memiliki kompetensi yang tinggi. Tenaga kerja yang berdaya saing dan terampil salah satu di antaranya dilahirkan dari pendidikan kejuruan yang bermutu dan relevan dengan tuntutan dunia kerja yang terus menerus berkembang. Dengan demikian, dunia pendidikan juga harus mengikuti perkembangan dan perubahan zaman. Maka di perlukan langkah-langkah untuk memperbaiki sekolah kejuruan. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan mengeluarkan Inpres nomer 9 tahun 2016 tentang revitalisasi sekolah menengah kejuruan dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia.

Dengan diberlakukanya AEC secara otomatis akan terjadi liberalisasi di semua bidang. Salah satunya adalah bidang jasa yang menyangkut penempatan sumber daya manusia, karena sumber daya manusia merupakan faktor penentu keunggulan dalam persaingan nasional dan global (Habibie, 2013).

Dalam rangka mempersiapkan tamatan yang siap bekerja mengisi lowongan pekerjaan yang ada baik lokal, global dan international atau untuk mandiri dengan menciptakan lapangan kerja sendiri maka employability skills atau ketrampilan untuk bekerja perlu didorong ketercapaiannya pada level yang tertinggi.

Pada era global, warga negara tidak hanya dituntut untuk menguasai kemampuan membaca, menulis dan berhitung seperti beberapa dasawarsa yang lalu akan tetapi dituntut untuk memiliki sejumlah kompetensi lain seperti literasi zaman digital, berfikir inventif, modal intelektual, kemampuan komunikasi interaktif, ketrampilan sosial dan personal dan menciptakan karya yang berkualitas dan terkini (Maftuh, 2010).

Agar dalam pembahasan permasalahan lebih fokus maka dalam penelitian ini hanya dibatasi pada implementasi capaian employability skills dan tingkat level yang dicapai oleh siswa SMK program keahlian Teknik Komputer Jaringan.

Adapun rumusan masalahnya bagaimanakah implementasi employability skills pada SMK Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan di SMKN 1 Kota Jambi dan SMKN 2 Kota Jambi. Dan seberapa jauh level employability skills siswa pada SMK Program Teknik Komputer Jaringan di SMKN 1 Kota Jambi dan SMKN 2 Kota Jambi.

Sedangkan tujuan dari peneitian ini untuk mengetahui bagaimanakah implementasi employability skills pada SMK Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan SMKN 1 Kota Jambi dan SMKN 2 Kota Jambi. Dan mengetahui seberapa jauh level employability skills siswa pada SMK Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan di SMKN 1 Kota Jambi dan SMKN 2 Kota Jambi.

Landasan teori yang dipergunakan dasar dari penelitian ini adalah:

1. Pendidikan Kejuruan

(7)

Sepriadi Erman Implementasi Employability Skills...

Jurnal Sosio Akademika Vol. 13, No. 01, Maret 2020

http://ejurnal.staismqbangko.ac.id/toc-issues-20.mu 149

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan lembaga pendidikan kejuruan yang bertujuan menyiapkan peserta didik menjadi tenaga kerja yang terampil dan mengutamakan kemampuan untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu.

Kuat (2015) menyatakan bahwa tuntutan peran dan fungsi SMK dalam mempersiapkan kelulusan yang memiliki standar kelulusan internasional, memiliki kompetensi dan relevansi yang tinggi dengan tuntutan global masih sekedar orientasi dan tujuan semata, implementasinya jauh dari harapan antara impian dan kenyataan yang jauh berbeda. Menurut Djojonegoro (2009:29) Untuk menghadapi tantangan dan peluang masa mendatang, maka isi atau kurikulum pendidikan kejuruan yang akan di ajarkan kepada para peserta didik agar menampilkan sosok utuh karakteristik kualitas sumber daya manusia seperti yang direalisasikan, yaitu karakteristik kualitas dasar yang kuat dan karakteristik kualitas instrumental yang dinamis.

Menurut Yoga Pramono (2009:36) menyatakan pendidikan menengah kejuruan diselenggarakan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK). SMK didirikan berbasis umum sementara MAK didirikan berbasis agama Islam. Pendidikan menengah kejuruan dikelompokkan dalam beberapa bidang kejuruan didasarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni, perkembangan dunia industri/dunia usaha, ketenagakerjaan baik secara nasional, regional maupun global, kecuali untuk program kejuruan yang terkait dengan upaya-upaya pelestarian warisan budaya.

Menurut Hasan (2010:4) bahwa fungsi pendidikan kejuruan adalah (1) menyiapkan siswa menjadi manusia Indonesia seutuhnya yang mampu meningkatkan kualitas hidup, mampu mengembangkan dirinya, dan memiliki keahlian dan keberanian membuka peluang meningkatkan penghasilan, (2) menyiapkan menjadi tenaga kerja produktif, dalam rangka memenuhi keperluan tenaga kerja dunia usaha dan industri, menciptakan lapangan kerja, merubah status siswa ketergantungan menjadi produktif, (3) menyiapkan siswa menguasai iptek sehingga mampu menguasai dan memiliki kemampuan dasaruntuk mengembangkan dirinya. Adapun pendidikan kejuruan bertujuan (1) memberikan bekal ketrampilan individual dan ketrampilan yang laku di masyarakat, sehingga peserta didik secara ekonomis dapat menopang kehidupannya, (2) membantu peserta didik memperoleh atau mempertahankan pekerjaan yang diinginkan, (3) mendorong produktivitas ekonomi secara regional maupun nasional, (4) mendorong terjadinya tenaga terlatih untuk menopang ekonomi dan industri, dan (5) mendorong dan meningkatkan kualitas masyarakat.

Keberhasilan lulusan merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan SMK.

Untuk menentukan keberhasilan program pendidikan kejuruan di SMK diukur dengan menerapkan ukuran ganda, yaitu (1) Kriteria keberhasilan di sekolah, meliputi aspek keberhasilan siswa dalam memenuhi persyaratan kurikulum yang sudah diorientasikan ke persyaratan dunia kerja, (2) Kriteria keberhasilan di luar

(8)

Sepriadi Erman Implementasi Employability Skills...

sekolah. Diindikasikan oleh keberhasilan atau penampilan lulusan setelah berada di dunia kerja (Andamari, dkk, 2003: 6).

2. Employability Skills

Penyiapan peserta didik agar memiliki keterampilan teknis dan keterampilan yang bersifat generik (employability skills) berpangkal pada pada kualitas pelaksanaan program pembelajaran. Dalam pelaksanaan program pembelajaran terjadi interaksi di antara berbagai faktor, baik faktor raw input (siswa) maupun masukan instrumentalia. Beberapa hasil penelitian menunjukkan faktor yang saling berinteraksi dalam proses pembelajaran diantaranya sistem pembelajaran (Shyi- Huey, 2005:2; Robinson, 2006:115; Ogbeide, 2006:33), lingkungan belajar yang tercipta ketika terjadi proses pembelajaran (Vermeulen

& Schmidt, 2008:440; Kember, Leung & Ma, 2007:621), 2005:299) sebagai faktor yang memediasi pengembangan keterampilan mahasiswa. Sistem pembelajaran merupakan gambaran tentang pendekatan yang digunakan oleh dosen dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran (Chappell, 2003:3). Menurut Goodwin (2012:

3) employability skill meliputi: non-technical skills, including generic skills, essential skills, soft skills, key competencies, transferable skills, enterprise skills and general capabilities.

Untuk menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja terampil, diperlukan profil lulusan pendidikan kejuruan yang memiliki ketrampilan kerja (employability skills) yaitu kemampuan bekerja yang meliputi: (1) memiliki karakter yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia, (2) memiliki kompetensi bekerja, (3) menguasai ICT, (4) mampu berkomunikasi dengan Bahasa Inggris, (5) sehat jasmani dan rohani, (6) memiliki kemampuan literasi, (7) memiliki cara berfikir kritis, kreatif, inovatif dan berorientasi pada pemecahan masalah, (8) memiliki cara yang kerja komunikatif dan bias bekerja sama, (9) mampu melakukan pengumpulan informasi/ data serta menggunakan perangkat teknologi informasi dan media, (10) memiliki integritas dan kedisiplinan dalam melaksanakan tugas-tugas dan mengemban kewajiban terkait profesinya (Mustaghfirin Amin, 2016).

Sekolah Menengah Kejuruan dalam memberikan ketrampilan untuk bekerja salah satunya mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) ada tujuh kompetensi kunci yang harus dimiliki oleh seorang teknisi agar yang bersangkutan kompeten, yaitu keterampilan umum yang diperlukan agar kriteria unjuk kerja tercapai pada tingkatan kinerja yang dipersyaratkan untuk peran/fungsi pada suatu pekerjaan. Kompetensi kunci tersebut meliputi:

a. Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi.

b. Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi.

c. Merencanakan dan mengorganisir aktifitas-aktifitas.

(9)

Sepriadi Erman Implementasi Employability Skills...

Jurnal Sosio Akademika Vol. 13, No. 01, Maret 2020

http://ejurnal.staismqbangko.ac.id/toc-issues-20.mu 151

d. Bekerja dengan orang lain dan kelompok.

e. Menggunakan ide-ide dan teknik matematika.

f. Memecahkan masalah.

g. Menggunakan teknologi (SKKNI, 2003: 5).

Sementara itu tujuh kompetensi kunci versi SKKNI dibagi dalam tiga level atau tingkatan yaitu : (1) tingkat 1 harus mampu: (a) melaksanakan proses yang telah ditentukan dan (b) menilai mutu berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, (2) tingkat 2 harus mampu: (a) mengelola proses dan (b) menentukan kriteria untuk mengevaluasi proses, (3) tingkat 3 harus mampu: (a) menentukan prinsip-prinsip dan proses, (b) mengevaluasi dan mengubah bentuk proses, dan (c) menentukan kriteria untuk pengevaluasian proses (SKKNI, 2003:

5).

Ketercapaian masing-masing kompetensi kunci dalam implementasinya di sekolah sangat tergantung sumber daya yang berada di sekolah mulai dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru produktif dan siswa. Di samping itu ketersediaan sarana prasarana sangat berpengaruh juga terhadap seberapa jauh tingkat ketercapaian kompetensi inti tersebut.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif- interpretatif. Kualitatif dibutuhkan di mana “the researcher is interested in understanding how participants make meaning of a situation or phenomenon, this meaning is mediated through the researcher as instrument, the strategy is inductive, and the outcome is descriptive” (Merriam, 2002, p. 6).

Penelitian ini berlangsung di dua sekolah yaitu SMKN 1 Kota Jambi dan SMKN 2 Kota Jambi. SMKN 1 Kota Jambi merupakan SMK yang sudah maju dan berprestasi yang sudah membekali siswanya untuk siap mengikuti uji kompetensi dan sertifikasi. Sedangkan SMKN 2 Kota Jambi merupakan sekolah negeri yang memiliki 9 (Sembilan) Program Keahlian salah satunya Program Teknik Komputer Jaringan (TKJ).

Peneliti mengumpulkan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan analisis dokumen. Tiga instrumen yang berbeda yang diadopsi untuk memastikan bahwa data yang kaya dan informasi dapat diperoleh dalam penelitian ini (Creswell, 2012).

Keabsahan data diuji dengan teknik trianggulasi. Menurut Creswell (1994:

83) trianggulasi digunakan untuk mendapatkan data yang akurat menghilangkan tumpang tindih temuan; mengetahui konvergensi temuan penelitian; mencari sudut pandang baru, dan melakukan ekspansi cakupan studi.

Proses validasi data dilakukan sebagai berikut. Data primer yang masuk dianalisis melalui tiga alur kegiatan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Reduksi data dimaksudkan untuk proses

(10)

Sepriadi Erman Implementasi Employability Skills...

pemilihan dan pemusatan perhatian dan penyederhanaan,pengabstrakan, dan transformasi data kasar yang diperoleh dari catatan lapangan. Reduksi merupakan langkah untuk menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasi data sehingga kesimpulan finalnya dapat ditarik kesimpulan. Penyajian data merupakan pemaparan dan uraian sekumpulan informasi yang tersusun yang memungkinkan untuk pengambilan tindakan. Penyajian data penelitian bisa berupa teks naratif, matrik, diagram, grafik, jaringan, bagan, dan gambar. Penarikan kesimpulan merupakan suatu tahap dari konfigurasi kegiatan yang utuh dan diverifikasi selama penelitian. Proses verifikasi juga dilakukan dengan melakukan pemeriksaan silang dengan dokumen dan data yang dapat memperkuat pengambilan kesimpulan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam laporan hasil penelitian ini dibedakan antara laporan kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Secara kuantitatif berdasarkan data yang diperoleh dari SMKN 1 Kota Jambi dan SMKN 2 Kota Jambi dilihat berdasarkan tujuh kompetensi kunci serta tiga tingkat/level dari penerapan employability skills adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Capaian level employability skill SMKN 1 Kota Jambi

(11)

Sepriadi Erman Implementasi Employability Skills...

Jurnal Sosio Akademika Vol. 13, No. 01, Maret 2020

http://ejurnal.staismqbangko.ac.id/toc-issues-20.mu 153

Tabel 2. Capaian level employability skill SMKN 2 Kota Jambi

Dari tabel 1 dan tabel 2 tersebut di atas dapat di ketahui bahwa capaian employability skill untuk kompetensi 1 sampai dengan 7 untuk SMKN 1 Kota Jambi tidak ada yang berada pada level satu atau 0% ini berarti bahwa tidak ada siswa yang kurang kompeten. Sedangkan di SMKN 2 Kota Jambi untuk level satu secara rata-rata masih ada sebanyak 17,10 % ini berarti bahwa masih ada sekitar 17,10% siswa yang kurang kompeten terutama untuk kompetensi 1 masih ada 20%, pada kompetensi 2 masih ada 40%, kompetensi 3 masih ada 20%, kompetensi 5 masih ada 20 %, dan pada kompetensi 6 masih ada 20%.

Sedangkan untuk kompetensi 4 dan 7 sudah kompeten.

Siswa SMKN 1 Kota Jambi untuk level dua rata rata capaian kompetensi employability skill sebesar 34,30% ini berarti sepertiga dari jumlah siswa sudah baik/kompeten, capaian kompetensi 1 sebesar 20%, kompetensi 2 sebanyak 20%, kompetensi 3 sebanyak 60%, kompetensi 4 sebesar 20%, kompetensi 5 sebanyak 60%, kompetensi 6 sebesar 40%, dan kompetensi 7 sebesar 20%. Sedangkan di SMKN 2 Kota Jambi jumlah siswa yang mencapai level dua ada 54,30% ini berarti separuh lebih jumlah siswa sudah baik/kompeten.

Adapun secara kompetensi capaiannya sebagai berikut kompetensi 1 sebanyak 60% siswa sudah menguasai pada level menengah, kompetensi 2 sebesar 60%, kompetensi 3 sebesar 60%, kompetensi 4 sebesar 20%, kompetensi 5 sebesar 80%, kompetensi 6 sebanyak 60% dan kompetensi 7 sebesar 40%.

Sedangkan untuk penguasaan employability skill pada level tiga siswa SMKN 1 Kota Jambi secara rata-rata ada 65,70% ini berarti bahwa sebagian besar siswa sudah amat baik/amat kompeten, hal ini dapat dilihat dari capaian masing- masing kompetensinya untuk kompetensi 1 sebesar 80%, kompetensi 2 sebesar 80%, kompetensi 3 sebesar 40%, kompetensi 4 sebesar 80%, kompetensi 5 sebesar 40%, kompetensi 6 sebesar 60% dan kompetensi 7

(12)

Sepriadi Erman Implementasi Employability Skills...

sebesar 80% siswa yang mencapai pada level tiga . Untuk siswa SMKN 1 Kota Jambi yang menguasai employability skill pada level tiga secara rata-rata baru 28,60% ini berarti bahwa belum ada sepertiga siswa yang mencapai kriteria amat baik/amat kompeten, sudah ada yang dapat mencapai level tiga untuk kompetensi 3 sebesar 20%, kompetensi 3 sebesar 20%, kompetensi 4 mencapai 80 % dan kompetensi 6 sebesar 20%, dan kompetensi 7 sejumlah 60%.

Sementara secara kualitatif data di lapangan tentang implementasi employability skill siswa SMKN 1 Kota Jambi dan SMKN 2 Kota Jambi adalah sebagai berikut:

a. Kompetensi dalam mengumpulkan, menganalisis, dan mengorganisasikan informasi.

Dalam mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi SMKN 1 Kota Jambi Jurusan Teknik Komputer Jaringan, sudah amat baik dalam penguasaan kompetensi, karena siswa mampu meneliti dan menyaring lebih dari satu sumber dan mengevaluasi kualitas informasi sedangkan untuk SMKN 2 Kota Jambi dalam menguasai kompetensi pada tataran baik berarti siswa mampu mengakses dan merekam lebih dari satu sumber informasi.

b. Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide

Siswa SMKN 1 Kota Jambi dalam aspek mengkomunikasikan informasi dan ide-ide sudah amat kompeten karena siswa mampu memilih model dan bentuk yang sesuai dan memperbaikidan mengevaluasi jenis komunikasi dan berbagai macam jenis dan gaya berkomunikasi sedangkan untuk SMKN 2 Kota Jambi pada tataran cukup kompeten karena siswa mampu menerapkan gagasan informasi dengan memilih gaya yang paling sesuai.

c. Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan

Siswa SMKN 1 Kota Jambi maupun SMKN 2 Kota Jambi jurusan Teknik Komputer Jaringan dalam merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan sudah baik/kompeten, karena siswa sudah mampu mengorganisir dan mengatur proses pekerjaan dan mampu menetapkan prioritas kerja.

d. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok

Baik Siswa SMKN 1 Kota Jambi dan SMKN 2 Kota Jambi jurusan Teknik Komputer Jaringan dalam bekerjasama dengan orang lain dan kelompok sangat kompeten, hal ini karena siswa mampu bekerjasama untuk menyelesaikan kegiatan-kegiatan yang bersifat kompleks.

e. Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis

Siswa SMKN 1 Kota Jambi maupun SMKN 2 Kota Jambi Jurusan Teknik Komputer Jaringan, dalam menggunakan gagasan secara matematis dan teknis baik/kompeten, hal ini ditandai siswa mampu memilih gagasan dan teknik bekerja yang tepat untuk menyelesaikan tugas-tugas yang komplek.

f. Memecahkan masalah

Ketika timbul permasalahan, siswa SMKN 1 Kota Jambi jurusan Teknik Komputer Jaringan amat kompeten dalam memecahkan masalah, karena siswa

(13)

Sepriadi Erman Implementasi Employability Skills...

Jurnal Sosio Akademika Vol. 13, No. 01, Maret 2020

http://ejurnal.staismqbangko.ac.id/toc-issues-20.mu 155

mampu memecahkan masalah yang komplek dengan menggunakan pendekatan metode yang sistimatis. Sedangkan siswa SMKN 1 Kota Jambi sudah kompeten dalam memecahkan masalah, karena siswa mampu memecahkan masalah untuk tugas rutin secara mandiri berdasarkan pedoman/panduan yang ada.

g. Menggunakan teknologi

Siswa SMKN 1 Kota Jambi Jurusan Teknik Komputer Jaringan dalam menggunakan teknologi amat kompeten demikian juga SMKN 2 Kota Jambi juga amat kompeten dalam memanfaatkan teknologi, karena siswa sudah mampu menggunakan teknologi untuk membuat desain/merancang, dan menggabungkan, serta mampu memodifikasi dan mengembangkan produk.

SIMPULAN

Implementasi employability skills pada SMKN 1 Kota Jambi jurusan Teknik Komputer Jaringan amat baik karena dari tujuh kompetensi keahlian inti sebagian besar sudah menguasai pada level yang tertinggi, sedangkan di SMKN 2 Kota Jambi masuk pada kategori baik, karena sebagian besar menguasai pada level menengah.

Capaian level employability skills pada SMKN 1 Kota Jambi jurusan Teknik Komputer Jaringan level satu tidak ada, level dua sebesar 34,30%, dan level tiga sebesar 65,70%. Sedangkan di SMKN 2 Kota Jambi yang menguasai level satu sebesar 17,10%, level dua sebesar 54,30%, dan level tiga sebesar 28,60%.

DAFTAR RUJUKAN

Anonim. (2014). Common Employability Skills, A Foundation for Success in the Workplace: The Skills All Employees Need, No Matter Where They Work.

National Network of Business Industry Association.

Anonim. (2009). Quick Tips: Employability. Skills RMIT students can visit the Careers toolkit.www.rmit.edu.au/careers/toolkit.

Baharudin. (2009). Pendidikan dan Psikologi Perkembangan. Yogyakarta. Arruz Media

Budi Winarni. (2015). Pengaruh antara penerapan fullday school terhadap kedisiplinan siswa MI Muhammadiyah PK Kartasura Tahun 2014/2015.

Publikasi Ilmiah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Creswell, J. W. (2012). Educational research: planning, conducting, and evaluating quantitative and qualitative research 4th edition. New Jersey:

Upper Saddle River.

Esposto, A., & Meagher, G.A. (2007).The future demand for employability skillsand the implications for the VET system.Diakses pada tanggal 26 Juli 2008 dari http://www.avetra.org.au/publications/12-Esposto.pdf

(14)

Sepriadi Erman Implementasi Employability Skills...

Ghozali I, dan Fuad. (2005). Structural Equation Modeling, Teori, Konsep dan Aplikasi dengan Program LISREL 8,8. Badan Penerbit Universitas Diponegoro: Semarang.

Goodwin, Sue et.al.(2012). Employability skill framework, stage 1.Departement Education, Employment and Workplace Relations.

Habibie, B.J. (2013).Sumber Daya Manusia Masyarakat Madani, pidato KONASPI ke 7, Yogyakarta.

Hasan, Nor. (2006). Fullday School Model Pembelajaran Bahasa Asing. Jurnal Tadris. 1(21): 114.

Hengky Latan. (2012). Structural Equation Modeling Konsep dan Aplikasi menggunakan LISREL 8,80. Alfabeta Bandung.

Hildebrand, Charlene. (2010). Effect of allday, and half-day kindergarten programming on reading, writing, math and classroom social behaviors.National FORUM Journal University of Nebraska-Kearney.

I Made Suarta. (2011). Analisisdan Pengembangan Employability Skills Mahasiswa Politeknik Bali. Disertasi, Universitas Negeri Yogyakarta.

James Bisset etc. (2014). A Review of The Literature on Current Practice In The Development Of Employability Skills. The Society ff College, National and University Libraries (SCONUL).www.sconul.ac.uk

Kember, D., Leung, D.Y.P., & Ma, R.S.F. (2007). Characterizing Learning Environments Capable of Nurturing Generic Capabilities in Higher education. Research in Higher Education, 45(8): 609-632.

Kuat, T.. (2015). Penumbuhan Jiwa Kewirausahaan Melalui Praktik Bisnis di Business Center (Studi Kasus: SMK Muhammadiyah 2 Surakarta). Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial. 25(1): 115-125.

Lankard, B. A. (1990). Employability The Fifth Basic Skill. ERIC Digest No. 104.

Columbus: Center on Education and Training for Employment. The Ohio State University. (ERIC No. EDO-CE-90-104)Yorke, 2006

Loehlin. (1998). Latent Variable Models: An Introduction to Factor, Path, and Structural Analysis. Lawrence Elbaum Associates, Mahwa, NJ.

Maftuh, Benyamin. (2010). Memperkuat peran IPS dalam Membelajarkan Ketrampilan Sosial dan Resolusi Konflik. Pidato pengukuhan jabatan guru besar dalam bidang pendidikan ilmu pengetahuan sosial pada Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia.

Matthew Kelly. (2011). The importance of vocational education in high schools.

Volume 7 Issue 10Echo Newsletter.American Culinary Federation Philadelphia Chapter.

Merriam, S. B. (2002). Qualitative Research in Practice: Examplesfor Discussion and Analysis. San Francisco: Jossey-Bass.

(15)

Sepriadi Erman Implementasi Employability Skills...

Jurnal Sosio Akademika Vol. 13, No. 01, Maret 2020

http://ejurnal.staismqbangko.ac.id/toc-issues-20.mu 157

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2005). An expanded source book: Qualitative data analysis. Thousand Oaks, CA: Sage.

Mulyasa, H.E. (2012). ManajemenPendidikanKarakter. Jakarta: PT BumiAksara.

Mustaghfirin Amin. (2016). Makalah Seminar Pendidikan Vokasi:

Tantangan dan Peluang

SMK Menghadapi Pasar Bebas ASEAN. Yogyakarta.

Nur Asni Alfiana Alfiah. (2014). Pengaruh Implementasi Fullday School terhadap Tingkat Kecerdasan Emosional dan Penyesuaian Sosial di MI Sultan Agung Sleman, Skripsi, Fakultas IlmuTarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

(16)
(17)

Jurnal Sosio Akademika Vol. 13, No. 01, Maret 2020

168 http://ejurnal.staismqbangko.ac.id/toc-issues-20.mu

PETUNJUK PENULISAN ARTIKEL Ketentuan Umum

1. Artikel harus merupakan produk ilmiah orisinil dan belum pernah dipublikasikan di media dan terbitan manapun,

2. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia baku (atau bahasa asing) dengan ragam tulisan ilmiah atau ilmiah populer, tetapi bukan ragam komunikasi lisan,

3. Panjang tulisan antara 15-25 halaman kwarto atau A4 dengan satu spasi, 4. Artikel dikirimkan melalui akun penulis yang dapat didaftarkan di

http://ejurnal.staismqbangko.ac.id/pendaftaran.mu

Hak penulis yang diterbitkan Jurnal Sosio Akademika Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Maulana Qori Bangko adalah:

1. Mendapat rekomendasi untuk penerbitan surat keterangan yang dikeluarkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Maulana Qori Bangko,

2. Penulis artikel mendapatkan hard copy sebanyak 2 (dua) eksemplar.

Petunjuk Teknis 1. Judul:

a. Informatif mencerminkan isi artikel

b. Maksimum 12 kata (Bahasa Indonesia) atau 10 kata (Bahasa Inggris) c. Memuat variabel atau konsep yang dicakup dalam artikel

d. Tidak ada singkatan

e. Tidak menggunakan kata-kata klise

2. Penulis, yaitu: nama penulis diketik tanpa mencantumkan gelar kesarjanaan dan gelar lainnya, dan ditambah dengan pekerjaan dengan jelas

3. Abstrak:

a. Abstrak ringkas dan padat (dalam 1 alinea) tentang ide-ide yang paling penting

b. Abstrak memuat:

1) Masalah dan/atau tujuan penelitian 2) Prosedur penelitian

3) Ringkasan hasil penelitian 4) Simpulan

c. Abstrak ditulis dalam Bahasa Inggris untuk bisa diakses sehingga memperoleh peluang untuk disitasi

d. Menurut Undang-undang tentang Bahasa, abstrak juga harus ditulis dalam bahasa Indonesia

e. Abstrak memuat 50-250 kata 4. Kata Kunci:

a. Kata kunci memuat kata-kata konseptual, b. Jumlah kata kunci sekitar maksimal 5 kata, c. Dapat berbentuk kata maupun prase.

5. Pendahuluan

a. Biasanya tidak diberi judul b. Memuat:

1) Latar belakang atau konteks penelitian,

(18)

2) Landasan teori (jika diperlukan),

3) Hasil kajian pustaka yang menunjukkan adanya kesenjangan temuan penelitian,

4) Wawasan rencana pemecahan masalah dan potensi kontribusinya bagi perkembangan bidang ilmu,

5) Rumusan tujuan penelitian.

6. Metode (khusus tulisan ilmiah hasil penelitian) a. Desain/prosedur penelitian

b. Populasi & sampel/sumber data

c. Alat/Instrumen & bahan yang digunakan d. Bagaimana data dikumpulkan

e. Bagaimana data dianalisis

7. Hasil (khusus tulisan ilmiah hasil penelitian) 8. Pembahasan

a. Pemaknaan/penafsiran hasil analisis data

b. Membandingkan dengan hasil-hasil temuan penelitian sebelumnya untuk menunjukkan adanya temuan baru yang memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu

c. Pengintegrasian hasil-hasil penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan

d. Penyusunan teori baru atau modifikasi teori yang ada 9. Simpulan dengan pendekatan:

a. Menjawab masalah penelitian yang diajukan pada bagian pendahuluan b. Merupakan inti sari hasil pembahasan yang dianggap paling penting/yang

mengandung sesuatu yang baru 10. Biodata Singkat tentang penulis

Alamat Redaksi

STAI SYEKH MAULANA QORI BANGKO

Jln. Prof. Muhammad Yamin SH, Pasar Atas Bangko-Jambi Telp. 0746-3260012/ 0812-7380-416/082185911720 e-mail: [email protected]

Sosio Akademika: Jurnal Pendidikan Islam, Sosial dan Keagamaan, merupakan jurnal ilmiah populer membahas masalah Pendidikan, Sosial dan Keagamaan

yang aktual, terbit berdasarkan Surat Keputusan Ketua STAI Syekh Maulana Qori (SMQ) Bangko sebagai wahana komunikasi dan informasi antar Peneliti,

Ilmuan, Dosen dan Cendikiawan.

Gambar

Tabel 1. Capaian level employability skill SMKN 1 Kota Jambi
Tabel 2. Capaian level employability skill SMKN 2 Kota Jambi

Referensi

Dokumen terkait

Eksperimen ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari peningkatan clockspeed yang didapat setelah dilakuakan Overclock terhadapap kinerja sistem, Pada sistem komputer

diperoleh hasil yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan dan kemampuan peserta dalam mengoperasikan komputer, membuat bahan ajar dengan teknologi computer

Hubungan yang positif dan signifikan pengalaman Praktik Kerja Industri dengan kesiapan kerja di bidang Komputer dan jaringan siswa SMK Kelas XII Kompetensi Keahlian

Sistem Dualband atau lebih biasa disebut juga dengan sistem multiband, memberikan potensi dalam penyediaan kapasitas overlay pada jaringan eksisting dengan

Hasil penelitian pada mata kuliah CAD/CAM dengan menggunakan metode pengajaran reguler tanpa pembelajaran remedial, menunjukkan 26.66% mahasiswa yang bisa menguasai

Objek dari penelitian tindakan kelas ini adalah (1) implementasi model pembelajaran dengan metode problem solving pada siswa kelas XII MIA-3 SMA Negeri 3 Sibolga dan

Inti dari FMADM adalah menentukan nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian dilanjutkan dengan proses perankingan yang akan menyeleksi alternatif yang sudah

Riwayat-riwayat yang menjelaskan demikian adalah, diantaranya: Pertama, Ali menceritakan kepadaku, dia berkata: Abu Shalih menceritakan kepada kami, dia berkata: Muawiyah