• Tidak ada hasil yang ditemukan

ISSN: Jurnal Pendidikan Islam, Sosial dan Keagamaan. Vol. 13, No. 01, Maret 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ISSN: Jurnal Pendidikan Islam, Sosial dan Keagamaan. Vol. 13, No. 01, Maret 2020"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

ISSN: 1979-27439

Jurnal Pendidikan Islam, Sosial dan Keagamaan

S O S I O A K A D E M I K A

Vol. 13, No. 01, Maret 2020 Kinerja Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

Zarkoni, Muhamad Toyib, dan Suhairi

Budaya Hidup Anak Jalanan dan Dampaknya pada Pendidikan (Survei Anak Jalanan di Provinsi Jambi)

Norainun dan Zarkoni

Membangun Kelayakan Stratejik Pendidikan Tinggi melalui Penjaminan Mutu Syarifuddin. K

Efektivitas Proses Pembelajaran serta Pengaruh Positif Terhadap Siswa Sekolah Dasar Negeri 298/VI Bukit Beringin III pada Masa Pandemi Covid-19

Suharno

Penerapan Pembelajaran Daring Class serta Pengaruh Terhadap Evaluasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Negeri 264/VI Bukit Bungkul II pada Masa Pandemi Covid-19

Sutiyana

Penyelesaian Permohonan Isbat Nikah dalam Maqhasid Syariah di Pengadilan Agama Bangko

Afrizal

Eksistens Pos Bantuan Hukum di Pengadilan Agama Bangko Ainul Mardhiah

Pengembangan Media Film Dokumenter sebagai Pendukung Pembelajaran Akuntansi Pokok Bahasan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang bagi Siswa SMK Kelas x Akuntansi

Hartini

PemanfaatanE-LearningMoodlePadaMataPelajaranMatematikadiSMKNegeri1KotaJambi AR. Nefrida

Pengembangan Pembelajaran Teknik Dasar Service Bawah Bolavoli untuk Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Kota Jambi

Sujono

ImplementasiEmployabilitySkillspadaSMKProgramKeahlianTeknikKomputerJaringan Sepriadi Erman

Persepsi Siswa Kelas XI Bisnis Daring dan Pemasaran dan XII Multimedia Terhadap Seleksi Minat dan Bakat Siswa pada Kelas X di SMK Negeri 1 Kota Jambi

Atika Syam

Diterbitkan oleh:

STAI SYEKH MAULANA QORI BANGKO-JAMBI

(2)

Vol. 13, No. 01, Maret 2020 ISSN: 1979-27439 Jurnal Pendidikan Islam, Sosial dan Keagamaan

S O S I O A K A D E M I K A

Penanggung Jawab

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Syekh Maulana Qori Bangko M. Thoiyibi, S.Sos., M.H. (Ketua STAI Syekh Maulana Qori Bangko)

Dr. H. M. Joni, Lc., M.A (Wakil Ketua I STAI SMQ Bangko) Dr. H. Firdaus, M.A. (Wakil Ketua II STAI SMQ Bangko) Drs. Hamdan, M.Pd.I (Wakil Ketua III STAI SMQ Bangko)

Pimpinan Redaksi Masruri, S.Pd.I., M.Pd.I

Abdul Kholik, M.Fil.

Penyunting Pelaksana Ibrahim, S.Pd., M.Pd.I.

Salahuddin, S.E., M.M.

Habibah, S.Pd.I., M.Pd.I.

Pelaksana Tata Usaha Muhammad Nuzli, S.Pd.I., M.Pd.

Ahmadi, S.Pd.I., M.M.

Alamat Redaksi

STAI SYEKH MAULANA QORI BANGKO

Jln. Prof. Muhammad Yamin SH, Pasar Atas Bangko-Jambi Telp. 0746- 3260012

e-mail:[email protected]

(3)

Jurnal Sosio Akademika Vol. 13, No. 01, Maret 2020

http://ejurnal.staismqbangko.ac.id/toc-issues-20.mu iii

PENGANTAR REDAKSI Assalamu’alaikum Wr. Wb

Salah satu tujuan berdirinya STAI Syekh Maulana Qori sebagaimana secara eksplisit tercermin dalam Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: 488 Tahun 2002 tentang status STAI Syekh Maulana Qori adalah untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan agama Islam serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. Untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan ini lebih lanjut di atur dalam Permendiknas nomor: 22 Tahun 2011 tentang Terbitan Berkala.

Dengan demikian, STAI Syekh Maulana Qori tidak hanya dituntut agar mengembangkan ilmu pengetahuan terutama ilmu-ilmu keislaman dan kemasyarakatan melalui kegiatan pembelajaran, penelitian, dan menyebarluaskannya. Berdasarkan amanat tersebut, pimpinan STAI Syekh Maulana Qori telah mengambil kebijakan yang mengarah kepada peningkatan mutu intelektual akademik dosen STAI Syekh Maulana Qori melalui penerbitan jurnal berkala ilmiah, dan untuk pengelolaannya diberikan pada Pusat Penelitian.

Sosio Akademika: Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan adalah salah satu jurnal ilmiah berkala, yang bertujuan pertama, untuk meningkatkan kemampuan akademik para dosen, karyawan, guru, ilmuan maupun cendekiawan dalam menulis karya ilmiah yang lebih baik sesuai dengan kaidah sistematika jurnal terakreditasi. Kedua, dapat menjadi wadah pembelajaran menulis bagi dosen-dosen pemula dan karyawan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam aspek keterampilan menulis ilmiah. Ketiga, menambah khazanah jurnal yang ada di lingkungan STAI Syekh Maulana Qori untuk pengembangan citra diri sebagai lembaga perguruan tinggi Islam yang ada di Provinsi Jambi.

Sosio Akademika: Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan ini diperuntukkan bagi “mahasiswa baru dan lama”, dosen, karyawan dan peminat informasi-informasi terapan maupun filosofis tentang pendidikan, sosial, bahasa serta budaya yang mengakar pada ilmu keislaman. Oleh karena itu fokus tulisannya lebih banyak menyentuh pada “Pendidikan Islam dalam arti luas dan persoalan sosial kemasyarakatan serta terdapat pula beberapa tulisan yang membahas tentang syari’ah sebagai salah satu keilmuan dalam Islam”.

Pada kesempatan ini tim redaksi mengucapkan alhamdulillahirobbil

‘alamin yang mana jurnal Sosio Akademika STAI SMQ Bangko telah berjalan pada tahun ke-13, seiring dengan ini diterbitkan pula jurnal Vol. 13, No. 01, Maret 2020. Yang merupakan semangat ke arah pengembangan yang lebih baik.

Saran dan masukan dari semua pihak sangat kami harapkan demi terwujudnya tujuan dan cita-cita mulia kita bersama. Semoga kita dapat berkarya lebih baik lagi di masa mendatang. Demi kemajuan civitas akademika STAI Syekh Maulana Qori.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Tim Redaksi

(4)

DAFTAR ISI

Tim Redaksi... i Pengantar Redaksi... ii Daftar isi... v Kinerja Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

Zarkoni, Muhamad Toyib, dan Suhairi... 1-10 Budaya Hidup Anak Jalanan dan Dampaknya pada Pendidikan (Survei

Anak Jalanan di Provinsi Jambi)

Norainun dan Zarkoni... 11-26 Membangun Kelayakan Stratejik Pendidikan Tinggi melalui

Penjaminan Mutu

Syarifuddin. K... 27-52 Efektivitas Proses Pembelajaran serta Pengaruh Positif Terhadap Siswa

Sekolah Dasar Negeri 298/VI Bukit Beringin III pada Masa Pandemi Covid-19

Suharno... 53-72 Penerapan Pembelajaran Daring Class serta Pengaruh Terhadap

Evaluasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Negeri 264/VI Bukit Bungkul II pada Masa Pandemi Covid-19

Sutiyana... 73-84 Penyelesaian Permohonan Isbat Nikah dalam Maqhasid Syariah di

Pengadilan Agama Bangko

Afrizal... 85-104 Eksistens Pos Bantuan Hukum di Pengadilan Agama Bangko

Ainul Mardhiah... 105-116 Pengembangan Media Film Dokumenter sebagai Pendukung

Pembelajaran Akuntansi Pokok Bahasan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang bagi Siswa SMK Kelas x Akuntansi

Hartini... 117-126 Pemanfaatan E-Learning Moodle Pada Mata Pelajaran Matematika di

SMK Negeri 1 Kota Jambi

AR. Nefrida... 127-136 Pengembangan Pembelajaran Teknik Dasar Service Bawah Bolavoli

untuk Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Kota Jambi

Sujono... 137-146 Implementasi Employability Skills pada SMK Program Keahlian Teknik

Komputer Jaringan

Sepriadi Erman... 147-158 Persepsi Siswa Kelas XI Bisnis Daring dan Pemasaran dan XII

Multimedia Terhadap Seleksi Minat dan Bakat Siswa pada Kelas X di SMK Negeri 1 Kota Jambi

Atika Syam... 159-168

(5)

73

PENERAPAN PEMBELAJARAN DARING CLASS SERTA PENGARUH TERHADAP EVALUASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 264/VI BUKIT

BUNGKUL II PADA MASA PANDEMI COVID-19.

Sutiyana

Guru Sekolah Dasar Negeri 264/VI Merangin

Abstrak

Penerapan Pembelajaran Daring Class serta pengaruh terhadap Evaluasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Negeri 264/VI Bukit Bungkul II pada masa Pandemi Covid-19.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Pembelajaran Daring Class serta pengaruh terhadap Evaluasi Belajar Siswa dapat di pahami sebagai pendidikan formal yang diselenggarakan oleh sekolah dasar yang peserta didiknya dan instrukturnya (guru) berada di lokasi terpisah, sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya serta berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menghubungkan pembelajaran berbasis Daring Class terhadap siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 264/VI Bukit Bungkul II. Metode penelitian ini menggunakan teknik analisis data pra-eksperimen dengan desain intact grup comperison. Populasi yang diambil adalah kelas V yang berjumlah 22 siswa terbagi menjadi 13 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan, sehingga dapat disimpulkan adanya perbedaan yang signifikan antara pembelajaran Daring Class dengan pembelajaran pada biasanya atau tatap muka di kelas pembelajaran Konvensional.

Kata Kunci: Penerapan Pembelajaran Daring Class terhadap Evaluasi Belajar Siswa PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan dampak yang signifikan dalam beberapa aspek kehidupan masyarakat. Salah satunya dalam aspek pendidikan masyarakat dapat dengan mudah memperoleh pengetahuan atau wawasan dari internet. Banyaknya sumber yang tersebar di internet memungkinkan masyarakat dapat mengaksesnya melalui smartphone atau gadget. Indonesia tengah dihadapkan dengan tantangan era revolusi industri. Tidak hanya sektor ekonomi, sosial, dan teknologi, namun sektor pendidikan kini juga mau tidak mau harus dapat beradaptasi dengan era ini. Perkembangan itu mulai dimanfaatkan oleh beberapa sekolah dasar di Indonesia dalam penyelenggaraan program pendidikannya.

Program tersebut dikenal sebagai program pembelajaran daring atau sistem e-learning atau online learning. Pembelajaran Daring merupakan pemanfaatan jaringan internet dalam proses pembelajaran (Isman, 2016).

Pembelajaran Daring Learning sendiri dapat di pahami sebagai pendidikan formal yang diselenggarakan oleh sekolah dasar yang peserta didiknya dan

(6)

Sutiyana Penerapan Pembelajaran Daring...

instrukturnya (guru) berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamya. Pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan peserta didik (Azhar, 2011).

Kelebihan pembelajaran Daring Learning seluruh lapisan masyarakat di mana saja di Indonesia dapat mengikuti program ini. Misalkan, anak yang sekolah di sekolah dasar yang ingin memperoleh ilmu pendidikan yang sama di sekolah dasar favorit yang terletak di luar pulau. Namun karena suatu kondisi tidak dapat meninggalkan rumah. Dengan adanya program ini siswa sekolah dasar tersebut dapat tetap mengikuti pembelajaran tanpa meninggalkan rumah dan sekolahnya. Sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga, serta biaya yang dikeluarkan oleh siswa sekolah dasar. Daring memberikan metode pembelajaran yang efektif, seperti berlatih dengan adanya umpan balik terkait, menggabungkan kolaborasi kegiatan dengan belajar mandiri, personalisasi pembelajaran berdasarkan kebutuhan siswa yang menggunakan simulasi dan permainan (Ghirardini, 2011).

Perkembangan teknologi memungkinkan pembelajaran di dalam kelas dapat di akses di rumah maupun di lingkungan sekitarnya. Komunikasi dua arah pada program pembelajaran daring antara guru dengan siswa atau antara siswa dengan siswa, dan guru dengan guru akan semakin baik karena semakin banyaknya pilihan media komunikasi yang tersedia. Media komunikasi yang banyak memungkinkan guru memberikan pembelajaran secara langsung melalui video pembelajaran atau rekaman. Serta juga pada proses selanjutnya siswa dapat memutar kembali video atau rekaman tersebut berulang kali sebagai materi pembelajaran bila mana ada materi yang susahuntuk dipahami.

Siswa yang mengikuti program pembelajaran Daring Learning dapat lebih menghemat waktu dan tenaga. Sehingga waktu dan tenaga yang tersisa dapat digunakan untuk hal-hal lainnya di luar jam pembelajaran. Misalkan saja, dapat digunakan untuk belajar atau kegiatan lomba cerdas cermat. Hal tersebut dapat dilakukan karena pada dasarnya masa-masa pembelajaran bukan hanya soal belajar materi pembelajaran saja. Masa-masa pembelajaran juga dapat digunakan untuk menggali potensi atau keterampilan dalam berbagai bidang selain dalam bidang akademik. Untuk persiapan sistem pembelajaran Daring Learning, sekolah dasar banyak melakukan persiapan seperti pembenahan dan revitalisasi baik dari segi infrastruktur, sarana prasarana dan sumber daya. Memang untuk menghadapi era digital harus dilakukan secepat mungkin karena teknologi tidak dapat dibendung.

Persiapan yang harus di siapkan sekolah dasar antara lain pertama sarana prasarana salah satu yang harus disiapkan oleh sekolah dasar adalah sarana prasarana, seperti platform dan juga sarana prasarana yang memadai seperti komputer, wifi, layar proyektor yang dipakai oleh sekolah dasar dalam

(7)

Sutiyana Penerapan Pembelajaran Daring...

Jurnal Sosio Akademika Vol. 13, No. 01, Maret 2020

http://ejurnal.staismqbangko.ac.id/toc-issues-20.mu 75

melaksanakan pembelajaran Daring Learning, dan salah satu aspek fasilitas terpenting lagi yaitu data sekolah dan informasi yang harus tersampaikan dengan baik untuk kalangan pendidik maupun yang dididik. Bila di era yang tengah memasuki revolusi industri ini masih terdapat permasalahan dalam penyaluran informasi yang terhalangi dikarenakan permasalahan pada Sistem yang belum mampu dimiliki bagi sebuah instansi pendidikan sangatlah tidak baik, langkah yang dapat dipilih yaitu dengan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran yaitu dengan menggunakan metode pembelajaran Daring Learning dalam penerapan sistem informasi di lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Kedua SDM yang mampu untuk memanfaatkan program pembelajaran Daring Learning, tentu sekolah harus mempersiapkan SDM yang mengetahui tentang sistem yang akan digunakan, seperti mempersiapkan platform yang akan digunakan pembelajaran Daring Learning, dan juga mempersiapkan penanggung jawab bahan materi yang akan digunakan dalam proses pembelajaran Daring Learning.

Pembelajaran Daring Learning mempunyai manfaat yang pertama dapat membangun komunikasi dan diskusi yang sangat efisien antara guru dengan murid, kedua siswa saling berinteraksi dan berdiskusi antara siswa yang satu dengan yang lainnya tanpa melalui guru, ketiga dapat memudahkan interaksi antara siswa guru, dengan orang tua, keempat sarana yang tepat untuk ujian maupun kuis, kelima guru dapat dengan mudah memberikan materi kepada siswa berupa gambar dan video selain itu murid juga dapat mengunduh bahan ajar tersebut, keenam dapat memudahkan guru membuat soal di mana saja dan kapan saja

PEMBAHSAN

1. Peran Guru Sebagai Pengajar

Mengajar merupakan salah satu tugas seorang guru yang harus dilaksanakan dengan baik karena dalam tugas mengajar guru menyampaikan dan mentransformasikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada peserta didik. Dengan pengajaran yang baik maka ilmu pengetahuan yang diberikan akan terserap dengan optimal oleh peserta didik. Menurut Wina Sanjaya (2006:95) terdapat dua konsep dasar mengajar, yaitu: mengajar sebagai proses menyampaikan materi pelajaran. Sebagai proses menyampaikan atau menambah ilmu pengetahuan maka mengajar memiliki beberapa karakteristik, yaitu: Proses pengajaran berorientasi pada guru, artinya guru berperan sebagai penyampai materi belajar atau informasi kepada peserta didik sehingga guru harus menyiapkan berbagai hal, misalnya bagaimana cara menyampaikannya, media apa yang diperlukan, atau metode apa yang tepat sesuai dengan materi yang akan disampaikan.

Siswa sebagai objek belajar, artinya siswa dianggap sebagai organisme pasif yang belum memahami apa yang harus dipahami sehingga melalui proses pengajaran mereka dituntut memahami segala sesuatu yang diberikan oleh

(8)

Sutiyana Penerapan Pembelajaran Daring...

guru. Sebagai objek belajar, kesempatan siswa untuk mengembangkan kemampuan sesuai dengan minat dan bakatnya, bahkan untuk belajar sesuai dengan gayanya, sangat terbatas. Sebab, dalam proses pembelajaran segalanya diatur dan ditentukan oleh guru. Kegiatan pengajaran terjadi pada tempat dan waktu tertentu, artinya proses pengajaran berlangsung ditempat tertentu misalnya di kelas dengan penjadwalan ketat sehingga siswa hanya belajar jika ada kelas yang telah dipersiapkan sebagai tempat belajar. Waktu dalam pembelajaran juga sangat ketat karena jika waktu belajar suatu materi pelajaran tertentu habis maka siswa akan belajar materi lain sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Tujuan utama pengajaran adalah penguasaan materi, artinya keberhasilan suatu proses pengajaran diukur dari sejauh mana siswa dapat menguasai materi pelajaran yang disampaikan guru dengan menggunakan alat evaluasi seperti tes hasil belajar tertulis yang dilakukan secara periodik.

2. Guru sebagai subjek pembelajaran

Guru adalah subjek pembelajaran siswa, Sebagai subjek pembelajar, guru berhubungan/berinteraksi secara langsung dengan siswa. Sebagaimana mestinya setiap individu mempunyai karakteristik, motivasi belajar siswa yang berbeda-beda. Atas hal tersebut, maka guru dapat menggolongkan motivasi belajar siswa dengan melakukan penguatan-penguatan pada motivasi instrumental, motivasi sosial, motivasi berprestasi, dan motivasi intrinsik siswa.

Kegiatan Belajar Mengajar adalah inti kegiatan dalam pendidikan.

Dalam Kegiatan Belajar Mengajar akan melibatkan semua komponen pengajaran, dan akan menentukan sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Dalam Kegiatan Belajar Mengajar, guru dan anak didik terlibat dalam sebuah interaksi dengan bahan pelajaran sebagai mediumnya. Dalam interaksi itulah, siswa yang lebih aktif dan guru hanya berperan sebagai motivator dan fasilitator.

Dalam Kegiatan Belajar Mengajar, guru sebaiknya memperhatikan perbedaan individual anak didik, yaitu pada aspek biologis, intelektual, dan psikologis. Kerangka demikian, dimaksudkan agar guru mudah dalam melakukan pendekatan kepada setiap anak didik secara individual.

Pemahaman terhadap ketiga aspek tersebut, akan merapatkan hubungan guru dengan anak didik, sehingga memudahkan melakukan pendekatan Mastery Learning yang merupakan salah satu strategi belajar-mengajar pendekatan individual.

Dalam pembelajaran sudah barang tentu memerlukan metode dalam pembelajaran, Metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam Kegiatan Belajar Mengajar, metode diperlukan oleh guru dan penggunaannya yang bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai setelah pengajaran berakhir. Seorang guru tidak akan dapat

(9)

Sutiyana Penerapan Pembelajaran Daring...

Jurnal Sosio Akademika Vol. 13, No. 01, Maret 2020

http://ejurnal.staismqbangko.ac.id/toc-issues-20.mu 77

melaksanakan tugasnya, bila tidak menguasai metode mengajar. Oleh karena itu, di sinilah kompetensi guru diperlukan dalam pemilihan metode yang tepat.

Dengan menguasai dari berbagai macam metode dan bisa menempatkan pada situasi dan kondisi yang sesuai dengan keadaan siswa.

Alat juga tidak kalah penting dalam sebuah perangkat pembelajaran, Alat adalah segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan dalam mencapai tujuan pengajaran, alat mempunyai fungsi, yakni sebagai perlengkapan, pembantu mempermudah usaha mencapai tujuan, dan alat sebagai tujuan. Alat dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu alat dan alat bantu pengajaran. Yang dimaksud dengan alat adalah berupa suruhan, perintah, larangan, dan sebagainya. Sedangkan alat bantu pengajaran adalah berupa globe, papan tulis, kapur tulis, gambar, diagram, slide, video, dan sebagainya.

Sumber belajar sesungguhnya banyak sekali terdapat di mana-mana, misalnya di sekolah, halaman, pusat kota, pedesaan, dan sebagainya.

Pemanfaatan sumber-sumber pengajaran tersebut, tergantung pada kreativitas guru, waktu, biaya, serta kebijakan-kebijakan lainnya. Dalam mengemukakan sumber belajar ini, para ahli sepakat bahwa segala sesuatu dapat digunakan sebagai sumber belajar sesuai dengan kepentingan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk mendapatkan gambaran apa saja yang termasuk kategori sumber belajar.

3. Belajar daring class sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam mencegah Covid-19

Virus corona kini menjadi momok yang menakutkan karena menyebabkan kecemasan bagi masyarakat dunia. Corona Virus famili Corona viridae diberi nama corona karena struktur tubuhnya terlihat seperti mahkota adalah keluarga besar virus yang mengakibatkan infeksi pada saluran pernapasan baik pada hewan atau manusia. Walaupun virus ini lebih banyak ditemukan pada hewan, tetapi virus ini bisa menyerang dari hewan ke manusia lalu dari manusia ke manusia.

Pada tanggal 11 Februari 2020, WHO (World Health Organization) menyebutkan bahwa penyakit dari virus corona dinamakan COVID-19 mempunyai kependekan dari Corona Virus Disease yang muncul di tahun 2019, virus corona ini adalah tipe baru yang awalnya ditemukan di Wuhan, provinsi Hubei, China. WHO menetapkan darurat dunia atas penyebaran virus corona yang begitu luas seluruh pihak harus ikut berpartisipasi meningkatkan pengawasannya terhadap kesehatan masyarakat.

Dengan model pembelajaran daring saat ini, ada beberapa peserta didik yang menerima pembelajaran daring alasannya karena model pembelajaran daring lebih santai, menyenangkan, fleksibel, efisien, singkat,

(10)

Sutiyana Penerapan Pembelajaran Daring...

praktis, cepat, tepat, aman, mudah, hemat waktu, hemat tenaga. Cara itu juga bisa dilakukan jarak jauh tanpa berkumpul di tempat yang sama.

Selain itu manfaat lain dari model pembelajaran dalam jaringan adalah orang tua bisa mengawasi anak-anaknya belajar, membuat siswa atau guru menjadi melek teknologi, mempercepat era 4.0, meningkatkan kemampuan di bidang ilmu teknologi. Siswa juga menjadi lebih kreatif dalam menyelesaikan tugas mereka, dapat mengkondisikan diri senyaman mungkin untuk belajar tanpa aturan yang formal.

Mereka memanfaatkan teknologi yang ada untuk kebermanfaatan mungkin merupakan salah satu inovasi yang bagus dan perlu untuk ditingkatkan dalam proses digital mengingat perlu dikuasainya sistem informasi teknologi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan pada era 4.0 yang serba canggih ini.

Pemerintah Indonesia mulai cepat dan tanggap untuk menganjurkan warganya menerapkan social distancing atau mengisolasi diri di rumah untuk mengantisipasi penyebaran virus yang semakin meluas. karena semakin mewabahnya virus COVID-19 yang berdampak luas bagi sektor penting di Indonesia terutama pada sektor pendidikan di Indonesia, aktivitas yang melibatkan kumpulan orang orang, kini mulai dibatasi di Indonesia seperti bersekolah, beribadah, bekerja dan lain-lain.

Sejak kasus virus corona mulai meningkat, sekolah atau universitas saat ini tidak lagi melakukan aktivitas seperti biasanya, karena pemerintah memberlakukan sistem di rumah saja maka kegiatan belajar mengajar baik formal atau informal yang setiap hari dilakukan oleh peserta didik semuanya harus dilakukan di rumah saja.

Salah satu langkah yang tepat dalam situasi seperti ini adalah memanfaatkan teknologi jaringan dan teknologi informasi bagi pengembangan sistem pembelajaran di sekolah atau perguruan tinggi yaitu dengan model pembelajaran daring (dalam jaringan) atau online learning model (OLM) antar sekolah atau perguruan tinggi.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menginisiasi program “Belajar dari Rumah”. Program yang mulai ditayangkan di TVRI sejak 13 April 2020 (pukul 8.00) ini merupakan suatu bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah untuk memutuskan rantai penyebaran Covid-19.

Pelaksanaan program ini merupakan kelanjutan dari langkah Kemdikbud menyediakan serana yang bisa dipakai oleh para siswa/i untuk melaksanakan proses pembelajaran selama Pandemi Covid-19. Program ini ditujukan kepada para siswa/i jenjang TK/PAUD, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Perguruan Tinggi. Sejalan dengan itu, menteri pendidikan dan kebudayaan, Nadiem Makarim juga mengeluarkan kebijakan melalui surat edaran.

(11)

Sutiyana Penerapan Pembelajaran Daring...

Jurnal Sosio Akademika Vol. 13, No. 01, Maret 2020

http://ejurnal.staismqbangko.ac.id/toc-issues-20.mu 79

Adapun surat nomor 4 tahun 2020 berisi tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darudat penyebaran virus corona yang isinya sebagai berikut: Pertama, belajar dari rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan. Kedua, belajar dari rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup, antara lain mengenai Pandemi Covid-19. Ketiga, aktivitas dan tugas pembelajaran dari rumah dapat bervariasi antar siswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses atau fasilitas belajar di rumah.

Keempat, bukti atau produk aktivitas belajar dari rumah diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberikan skor atau nilai kuantitatif (http//m.kumparan.com).

Dari sini, kita dapat melihat bahwa kebijakan yang diambil oleh menteri pendidikan dan kebudayaan merupakan suatu bentuk dukungan positif kepada pihak pemerintah pusat dalam mencegah Covid-19 dan memperjuangkan semangat belajar para siswa serta meningkatkan kualitas kecerdasan anak- anak bangsa.

4. Dampak positif dan negatif pembelajaran daring class

Berhadapan dengan situasi Pandemi Covid-19 setiap negara mengambil kebijakan sendiri dalam mengatasi penyebaran wabah Covid-19. Presiden Joko widodo mengambil kebijakan physical distancing dan social distancing dalam mengatasi Pandemi Covid-19. Hal ini juga berdampak pada dunia pendidikan secara khusus pada proses belajar-mengajar di sekolah. Berhadapan dengan situasi ini menteri pendidikan dan kebudayaan Indonesia menerapkan kebijakan belajar Daring untuk semua siswa/i mulai dari jenjang TK sampai Perguruan Tinggi demi mendukung kebijakan pemerintah dalam menangani wabah Covid-19.

Tujuan dari model pembelajaran daring saat ini adalah Kita bisa belajar di rumah untuk menghindari wabah COVID-19, Mempersiapkan peserta didik yang siap bersaing di era digital, proses pembelajaran jadi lebih rileks, rajin menyusun tenggat waktu untuk mengerjakan tugas/belajar materi yang diberikan, mengirim tugas tepat waktu, lebih banyak waktu untuk belajar.

Untuk sekolah atau kampus-kampus yang sudah terbiasa menerapkan pembelajaran jarak jauh tanpa adanya tatap muka setiap hari itu dilakukan sudah terbiasa, tapi saat ini masih ada sekolah di Indonesia yang tidak pernah atau jarang melakukan sistem pembelajaran dalam jaringan berbasis online karena virus COVID-19, semua itu saat ini wajib dilakukan walaupun itu tidak memungkinkan untuk menghambat penyebaran virus.

Menurut penulis, kegiatan belajar daring ini memiliki dampak positif dan negatifnya. Dampak positifnya adalah: pertama, semua siswa bisa

(12)

Sutiyana Penerapan Pembelajaran Daring...

mendapatkan materi dengan mudah dan belajar mengevaluasi pembelajaran sendiri di mana pun mereka berada. Kedua, semua siswa bisa belajar baik di ruangan tertutup maupun di ruangan terbuka. Materi yang diberikan akan mudah dipahami jika terdapat kebebasan dalam manajemen waktu. Ketiga, pembelajaran daring membantu siswa menikmati pendidikan tanpa kendala biaya, waktu, dan tempat.

Dampak negatif kegiatan belajar daring adalah: pertama, manajemen waktu belajar yang buruk sehingga waktu cenderung digunakan untuk memenuhi kepentingan pribadi dalam media sosial. Kedua, kurangnya pemahaman siswa terhadap pembelajaran daring sehingga banyak siswa yang tidak menggunakan waktu dengan tepat dan konsisten. Ketiga, kesulitan dalam memahami materi yang dipelajari. Keempat, program belajar daring ini kurang efektif menjangkau banyak siswa karena banyak siswa yang bertempat tinggal di daerah yang jauh dari jangkauan internet sehingga mereka ketinggalan informasi dari sekolah (Kompasiana.com).

Dari kuesioner yang saya peroleh rata-rata Kendala model pembelajaran daring di tengah Pandemi COVID-19 bagi para peserta didik adalah karena lemah pada sinyal jaringan internet, karena waktu yang diterapkan sangat singkat. Contohnya seperti kuliah online dalam sistem baris scanner, fotocopi, bahkan poto. Mencari file setelah scanner itu kadang- kadang terkendala dalam mencari di mana letak file tersebut. Setiap daerah belum tentu memiliki jaringan yang stabil. Apalagi dalam sistem belajar seperti ini butuh kuota ekstra.

Kendala laptop atau android bermasalah ketika sedang ujian atau server error. Kesimpulan lain, waktu dibatasi, tidak ada kuota internet dan keterbatasan media yang di gunakan dan penyesuaian terhadap finansial setiap orang berbeda-beda untuk menghadapi situasi seperti sekarang.

Kendala lain,masih ada miskomunikasi, kadang-kadang kadang apa yang dijelaskan guru disalahpahami oleh siswa harus belajar mandiri tidak ada kolaborasi di lingkungan terbuka.

Di peroleh pada pertanyaan “jika Pandemi Covid-19 sudah selesai, apakah anda setuju jika model pembelajaran daring masih diterapkan?”

diperoleh hasil tertinggi adalah tidak. Alasannya karena kendala kendala yang sudah di bahas di atas.

Kesimpulan dari jajak pendapat itu, beberapa responden, mengenai model pembelajaran dalam jaringan banyak yang mengatakan bahwa model pembelajaran dalam jaringan kurang efektif dilakukan di tengah Pandemi Covid-19. Oleh karena itu sebaiknya guru memberikan sedikit kelonggaran waktu dalam mengumpulkan tugas. Selain itu karena guru adalah orang tua ketika di sekolah, tidak hanya memberikan ilmu, guru harus dijadikan panutan yang baik untuk siswa sebaiknya guru menjalin tali silaturahmi yang baik

(13)

Sutiyana Penerapan Pembelajaran Daring...

Jurnal Sosio Akademika Vol. 13, No. 01, Maret 2020

http://ejurnal.staismqbangko.ac.id/toc-issues-20.mu 81

dengan orang tua peserta didik agar pembelajaran daring lebih efektif, karena pembelajaran jarak jauh guru harus memberikan saran, motivasi, semangat kepada para siswa atau mahasiswa dalam pembelajaran.

Tidak ada tekanan atau paksaan dalam mengerjakan, jika guru memaksa siswa mengerjakan tugas dengan waktu yang sangat sedikit siswa bisa stres dan keliru dalam menjawab dan tidak bisa berkonsentrasi karena gugup jika waktunya sedikit, karena pertama kalinya siswa melakukan pembelajaran di dalam rumah bukan di sekolah. Proses pembelajaran daring yang diterapkan oleh menteri pendidikan Indonesia dalam situasi Pandemi Covid-19 sesungguhnya harus mendapat dukungan penuh dari semua pihak secara khusus para guru, orang tua, dan para siswa/i sendiri. Keaktifan staf pengajar yang ada di seluruh Indonesia dalam mendukung kebijakan menteri pendidikan Indonesia patut di-apresiasi. Mereka telah berjuang semaksimal mungkin dalam memberikan materi kepada para siswa melalui proses belajar daring. Namun, penulis juga memberi masukan untuk diperhatikan bersama dalam proses belajar daring dalam situasi Pandemi Covid-19, secara khusus bagi para guru, orang tua, dan para siswa/i.

Pertama, untuk para guru. Para guru harus memahami sebaik mungkin proses belajar daring, termasuk langkah praktisnya. Kegiatan belajar daring bukanlah sebuah penindasan terhadap siswa/i. Artinya setiap tugas yang diberikan kepada siswa/i harus sesuai dengan tingkatan pendidikan dan kemampuan yang dimiliki oleh para siswa/i itu sendiri. Misalnya, tugas yang diberikan kepada siswa/i Sekolah Dasar sesuai dengan kemampuan dan pengetahuan yang mereka peroleh. Bukan sebaliknya memberikan tugas kepada siswa/i Sekolah Dasar seperti memberikan tugas kepada siswa/i Sekolah Menengah Atas. Kedua, untuk orang tua. Orang tua harus mengontrol proses belajar anak selama berada di rumah dalam situasi Pandemi Covid-19.

Orang tua harus menjamin keseriusan anak dalam mengikuti proses belajar daring. Ketiga, untuk para siswa/i. Para siswa/i harus mengatur waktu belajar secara teratur sehingga proses belajar daring dalam situasi Pandemi Covid-19 dapat memperoleh hasil yang baik pula. Dalam diri siswa harus ada tekad kuat dan keseriusan dalam mengikuti kegiatan belajar daring. Jika ketiga point ini dapat dijalankan dengan baik, pada akhirnya tercapai hasil yang positif.

5. Evaluasi belajar siswa

Kegiatan Belajar Mengajar memiliki ruh dalam kegiatannya, ruh itu bisa dimaksudkan ialah penilaian terhadap peserta didik (evaluasi) pembelajaran.

Dalam Kegiatan Belajar Mengajar akan melibatkan semua komponen pengajaran, dan akan menentukan sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan serta dapat tercapainya tujuan pembelajaran terhadap peserta didik. Dalam Kegiatan Belajar Mengajar, guru dan anak didik terlibat dalam sebuah interaksi dengan bahan pelajaran sebagai mediumnya. Dalam interaksi itulah, siswa yang lebih aktif dan guru hanya berperan sebagai motivator dan fasilitator,

(14)

Sutiyana Penerapan Pembelajaran Daring...

serta sampailah pada titik akhir dari pembelajaran itu sendiri yaitu evaluasi pembelajaran atau memberikan penilaian terhadap anak didik. penilaian terhadap anak didik sangat diperlukan, karena seorang guru bisa mengetahui sejauh mana batas pemahaman peserta didik dalam menerima pengajaran yang diajarkan oleh guru.

Evaluasi adalah penafsiran, penilaian, perkiraan keadaan, dan penentuan nilai dari Sesuatu. Jadi, evaluasi dalam pendidikan dapat diartikan sebagai suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai segala sesuatu dalam dunia pendidikan atau segala sesuatu yang ada hubungannya dengan dunia pendidikan. Berbeda dengan pendapat tersebut Ny. Roestiyah N.K., mengatakan bahwa evaluasi adalah kegiatan mengumpulkan data seluas- luasnya, sedalam-dalamnya, yang berkaitan dengan kapabilitas siswa guna mengetahui sebab-akibat dan hasil belajar siswa yang dapat mendorong dan mengembangkan kemampuan belajar.

Dari kedua pengertian evaluasi tersebut, dapat pula diketahui tujuan penggunaan evaluasi, yang dilihat dari dua segi, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.

a. Tujuan Umum dari evaluasi adalah:

Mengumpulkan data-data yang membuktikan taraf kemajuan murid dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Memungkinkan pendidik/ guru menilai aktivitas/ pengalaman yang didapat. Menilai metode mengajar yang digunakan.

Untuk mengetahui tingkat efektivitas dari metode-metode pengajaran yang telah dipergunakan dalam proses pembelajaran selama jangka waktu tertentu. Jadi tujuan umum yang kedua dari evaluasi pendidikan adalah untuk mengukur dan menilai sampai di manakah efektivitas mengajar dan metode- metode mengajar yang telah diterapkan atau dilaksanakan oleh pendidik, serta kegiatan belajar yang dilaksanakan oleh pendidik.

b. Tujuan Khusus dari evaluasi adalah:

Merangsang kegiatan siswa, menemukan sebab-sebab kemajuan atau kegagalan, memberikan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan, perkembangan dan bakat siswa yang bersangkutan, memperoleh bahan laporan tentang perkembangan siswa yang diperlukan orang tua dan lembaga pendidikan.

Untuk memperbaiki mutu pelajaran/ cara belajar dan metode mengajar. Dari tujuan-tujuan tersebut, maka pelaksanaan evaluasi mempunyai manfaat yang sangat besar. Manfaat itu ditinjau dari pelaksanaannya dan ketika akan memprogramkan serta melaksanakan Proses Belajar Mengajar di masa mendatang.

Dari tujuan itu, juga dapat dipahami bahwa pelaksanaan evaluasi diarahkan kepada evaluasi proses dan evaluasi produk. Evaluasi Proses, adalah

(15)

Sutiyana Penerapan Pembelajaran Daring...

Jurnal Sosio Akademika Vol. 13, No. 01, Maret 2020

http://ejurnal.staismqbangko.ac.id/toc-issues-20.mu 83

suatu evaluasi yang diarahkan untuk menilai bagaimana pelaksanaan Proses Belajar Mengajar yang telah dilakukan mencapai tujuan, kendala apa saja yang ditemui, dan bagaimana kerja-sama setiap komponen pengajaran yang telah diprogramkan dalam satuan pelajaran. Sedangkan Evaluasi Produk, adalah suatu evaluasi yang diarahkan kepada bagaimana hasil belajar yang telah dilakukan oleh siswa, dan bagaimana penguasaan siswa terhadap bahan/materi pelajaran yang telah diberikan guru ketika Proses Belajar Mengajar berlangsung.

Ketika evaluasi dapat memberikan manfaat bagi guru dan siswa, maka evaluasi mempunyai fungsi sebagai berikut :

1) Untuk memberikan umpan-balik (feed-back) kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki Proses Belajar Mengajar, serta mengadakan perbaikan program bagi murid.

2) Untuk memberikan angka yang tepat tentang kemajuan atau hasil belajar dari setiap murid, antara lain digunakan dalam rangka pemberian laporan kemajuan belajar murid kepada orang tua, penentuan kenaikan kelas, serta penentuan lulus-tidaknya seorang murid.

3) Untuk menentukan murid di dalam situasi belajar-mengajar yang tepat, sesuai dengan tingkat kemampuan dan karakteristik lainnya yang dimiliki murid.

4) Untuk mengenal latar belakang (psikologis, fisik, dan lingkungan) murid yang mengalami kesulitan belajar, agar nantinya dapat dipergunakan sebagai dasar dalam pemecahan kesulitan belajar yang timbul tersebut.

HASIL DAN PEMBAHASAN

PembelajaranIPA di Sekolah Dasar (SD) adalah salah satu pembelajaran pokok yang harus di pelajari oleh siswa. Pembelajaran IPA di SD merupakan pembelajaran pokok yang harus di tempuh di jenjang SMP dan SMA. Sains atau IPA adalah usaha manusia dalam memahami alam semesta melalui pengamatan yang tepat pada sasaran, serta menggunakan prosedur, dan dijelaskan dengan penalaran sehingga mendapatkan suatu kesimpulan (Susanto, 2013).

Pembelajaran IPA berbasis Daring Learning dengan aplikasi edmodo.

Edmodo adalah pembelajaran berbasis jejaring sosial yang aman dan gratis dalam memudahkan guru untuk membuat dan mengelola kelas virtual sehingga siswa dapat terhubung dengan teman sekelas dan guru kapan saja dan di mana saja. Edmodo dapat membantu pengajar membangun sebuah kelas virtual berdasarkan pembagian kelas nyata di sekolah, di mana dalam kelas tersebut.

SIMPULAN

Berdasarkan penelitian ilmiah yang penulis lakukan terhadap penerapan pembelajaran Daring Class terhadap Evaluasi pembelajaran siswa

(16)

Sutiyana Penerapan Pembelajaran Daring...

terdapat sisi positif dan negatif yang penulis temui dari siswa dan orang tua yaitu, Misalkan, anak yang sekolah di sekolah dasar yang ingin memperoleh ilmu pendidikan yang sama di sekolah dasar favorit yang terletak di luar pulau.

Namun karena suatu kondisi tidak dapat meninggalkan rumah. Dengan adanya program ini siswa sekolah dasar tersebut dapat tetap mengikuti pembelajaran tanpa meninggalkan rumah dan sekolahnya. Sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga, serta biaya yang dikeluarkan oleh siswa sekolah dasar.

kurangnya pemahaman siswa terhadap pembelajaran daring sehingga banyak siswa yang tidak menggunakan waktu dengan tepat dan konsisten. Namun terdapat pula kesulitan dari siswa yaitu, kesulitan dalam memahami materi yang dipelajari, program belajar daring ini kurang efektif menjangkau banyak siswa karena banyak siswa yang bertempat tinggal di daerah yang jauh dari jangkauan internet sehingga mereka ketinggalan informasi dari sekolah.

Model pembelajaran daring saat ini, ada beberapa peserta didik yang menerima pembelajaran daring alasannya karena model pembelajaran daring lebih santai, menyenangkan, fleksibel, efisien, singkat, praktis, cepat, tepat, aman, mudah, hemat waktu, hemat tenaga. Cara itu juga bisa dilakukan jarak jauh tanpa berkumpul di tempat yang sama.

DAFTAR RUJUKAN

Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, Jakarta:Rajawali Pers,2006 Chabib Thoha, Staraegi Belajar Mengajar, Yogyakarta:Pustaka Belajar, 1996

Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya, 2010

Mardapi, D. Penyusun Tes Hasil Belajar, Yogyakarta:Program PS UNY,2004 Nasoetion, N dan Suryanto, A, Evaluasi Pembelajaran, Jakarta:UT, 1999 Suharsimi, Dasar-DasarEvaluasi Pendidikan, Jakarta:Bumi Aksara, 1991 Sukardi, Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 2008

(17)

Jurnal Sosio Akademika Vol. 13, No. 01, Maret 2020

168 http://ejurnal.staismqbangko.ac.id/toc-issues-20.mu

PETUNJUK PENULISAN ARTIKEL Ketentuan Umum

1. Artikel harus merupakan produk ilmiah orisinil dan belum pernah dipublikasikan di media dan terbitan manapun,

2. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia baku (atau bahasa asing) dengan ragam tulisan ilmiah atau ilmiah populer, tetapi bukan ragam komunikasi lisan,

3. Panjang tulisan antara 15-25 halaman kwarto atau A4 dengan satu spasi, 4. Artikel dikirimkan melalui akun penulis yang dapat didaftarkan di

http://ejurnal.staismqbangko.ac.id/pendaftaran.mu

Hak penulis yang diterbitkan Jurnal Sosio Akademika Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Maulana Qori Bangko adalah:

1. Mendapat rekomendasi untuk penerbitan surat keterangan yang dikeluarkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Maulana Qori Bangko,

2. Penulis artikel mendapatkan hard copy sebanyak 2 (dua) eksemplar.

Petunjuk Teknis 1. Judul:

a. Informatif mencerminkan isi artikel

b. Maksimum 12 kata (Bahasa Indonesia) atau 10 kata (Bahasa Inggris) c. Memuat variabel atau konsep yang dicakup dalam artikel

d. Tidak ada singkatan

e. Tidak menggunakan kata-kata klise

2. Penulis, yaitu: nama penulis diketik tanpa mencantumkan gelar kesarjanaan dan gelar lainnya, dan ditambah dengan pekerjaan dengan jelas

3. Abstrak:

a. Abstrak ringkas dan padat (dalam 1 alinea) tentang ide-ide yang paling penting

b. Abstrak memuat:

1) Masalah dan/atau tujuan penelitian 2) Prosedur penelitian

3) Ringkasan hasil penelitian 4) Simpulan

c. Abstrak ditulis dalam Bahasa Inggris untuk bisa diakses sehingga memperoleh peluang untuk disitasi

d. Menurut Undang-undang tentang Bahasa, abstrak juga harus ditulis dalam bahasa Indonesia

e. Abstrak memuat 50-250 kata 4. Kata Kunci:

a. Kata kunci memuat kata-kata konseptual, b. Jumlah kata kunci sekitar maksimal 5 kata, c. Dapat berbentuk kata maupun prase.

5. Pendahuluan

a. Biasanya tidak diberi judul b. Memuat:

1) Latar belakang atau konteks penelitian,

(18)

2) Landasan teori (jika diperlukan),

3) Hasil kajian pustaka yang menunjukkan adanya kesenjangan temuan penelitian,

4) Wawasan rencana pemecahan masalah dan potensi kontribusinya bagi perkembangan bidang ilmu,

5) Rumusan tujuan penelitian.

6. Metode (khusus tulisan ilmiah hasil penelitian) a. Desain/prosedur penelitian

b. Populasi & sampel/sumber data

c. Alat/Instrumen & bahan yang digunakan d. Bagaimana data dikumpulkan

e. Bagaimana data dianalisis

7. Hasil (khusus tulisan ilmiah hasil penelitian) 8. Pembahasan

a. Pemaknaan/penafsiran hasil analisis data

b. Membandingkan dengan hasil-hasil temuan penelitian sebelumnya untuk menunjukkan adanya temuan baru yang memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu

c. Pengintegrasian hasil-hasil penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan

d. Penyusunan teori baru atau modifikasi teori yang ada 9. Simpulan dengan pendekatan:

a. Menjawab masalah penelitian yang diajukan pada bagian pendahuluan b. Merupakan inti sari hasil pembahasan yang dianggap paling penting/yang

mengandung sesuatu yang baru 10. Biodata Singkat tentang penulis

Alamat Redaksi

STAI SYEKH MAULANA QORI BANGKO

Jln. Prof. Muhammad Yamin SH, Pasar Atas Bangko-Jambi Telp. 0746-3260012/ 0812-7380-416/082185911720 e-mail: [email protected]

Sosio Akademika: Jurnal Pendidikan Islam, Sosial dan Keagamaan, merupakan jurnal ilmiah populer membahas masalah Pendidikan, Sosial dan Keagamaan

yang aktual, terbit berdasarkan Surat Keputusan Ketua STAI Syekh Maulana Qori (SMQ) Bangko sebagai wahana komunikasi dan informasi antar Peneliti,

Ilmuan, Dosen dan Cendikiawan.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian komponen kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat mengalami perubahan dengan diawali dari komponen tujuan dengan menentukan sasaran yang jelas

"Jika Proses Belajar Mengajar siswa Kelas VI menggunakan metode pengajaran berbasis tugas/proyek dalam menyampaikan materi pembelajaran, maka dimungkinkan minat

Dalam menunjang tercapainya Proses Belajar Mengajar (PBM) yang optimal dan menciptakan pemahaman mahasiswa yang benar, buku ajar (materi pengajaran) merupakan

Salah satu komponen yang paling penting untuk menunjang keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas adalah metode, yaitu cara yang dipergunakan oleh

Kegiatan belajar mengajar sangat diperlukannya interaksi antara guru dan murid yang memiliki tujuan. Agar tujuan ini dapat tercapai sesuai dengan target dari guru

e ‐Learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer,maupun

Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelas

penentuan tentang sesuatu yanga akan dijalankan dalam mencapai tujuan tertentu, oleh siapa, dan bagaimana.9 Pengajaran adalah proses belajar mengajar di mana guru dan peserta didik