• Tidak ada hasil yang ditemukan

No. 61 ENGINEER MONTHLY JAKARTA. antara. paradoks dan mimpi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "No. 61 ENGINEER MONTHLY JAKARTA. antara. paradoks dan mimpi"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

ENGINEER MONTHLY

No. 61 | www.pii.or.id

JAKARTA

antara

(2)

2 | ENGINEER MONTHLY | No. 61 www.pii.or.id

log

in

ENGINEER MONTHLY Pemimpin Umum Pemimpin Redaksi Editor Kontributor Sekretariat PII Website Email

Ir. Rudianto Handojo

Ir. Aries R. Prima

Ir. Aries R. Prima Ir. Aditya Warman Ir. Mahmudi

Biro Media PII

Ir. Erpandi Dalimunthe, MT

Elmoudy Freez

: www.pii.or.id : [email protected]

Koordinator Promosi

Desain Grafis & Layout

Jl. Bandung No. 1, Menteng Jakarta Pusat 10310 Telp : (021) 31904251-52 Fax : (021) 31904657

Banyak pemikir, praktisi dan pengamat yang sudah membuat

hitung-hitungan bahwa Jakarta akan dihantam kemacetan sangat parah

pada 2014. Ir. Bobby Gafur Umar, Ketua Persatuan Insinyur Indonesia

menyatakan bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah kebijakan yang

cermat dan applicable, matang secara politis, dan kuat secara

finansial. Dan yang paling utama adalah berorientasi pada

kepentingan orang banyak di Jakarta. Kebijakan demikian harus

diambil dengan cepat dan tegas.

Volume lalu lintas merupakan kumpulan unsur mobilitas atau

pergerakan dari satu lokasi ke tempat lainnya. Volume lalu-lintas yang

lebih besar dibandingkan kapasitas jalan merupakan penyebab

utama terjadinya kemacetan lalu-lintas di kota-kota besar seperti

Jakarta. Solusinya sebenarnya sederhana, yakni mengurangi volume

lalu-lintas atau menambah infrastruktur transportasi.

Lalu, beberapa pekan yang lalu, warga Jakarta benar-benar

mengalami malapetaka. Akibat curah hujan tinggi yang terus

mengguyur di Jakarta dan sekitarnya dari hari-hari sebelumnya,

Ibukota Republik Indonesia ini benar-benar menjadi kubangan

raksasa. Bahkan beberapa jalan utama, seperti Thamrin, Sudirman,

Gatot Subroto dan Rasuna Said menjelma menjadi “sungai” besar.

Untuk mencegah kejadian ini berulang kembali, pemerintah provinsi

DKI Jakarta benar-benar harus memikirkan solusi jangka menengah

dan panjang, bukan sekadar tanggap darurat lagi. Pendekatan

teknologi perlu dilakukan.

Beberapa pendekatan untuk membaca ulang Jakarta kami hadirkan

di edisi kali ini. Mulai persoalan kemacetan, banjir, sampah, dan

berbagai pemikiran konstruktif - untuk membangkitkan kembali

sebuah kota yang kita cita-citakan.

Jakarta Lumpuh

Ir. Rudianto Handojo

(3)

Data diolah dan divisualisasi oleh Biro Media PII, 2012

INDONESIA

dalam angka (2011)

(4)

www.pii.or.id 4 | ENGINEER MONTHLY | No. 61

mind

map

MENJAGA DAYA TAMPUNG

JAKARTA

(5)

www.pii.or.id No. 61 | ENGINEER MONTHLY | 5

mind

map

(6)

www.pii.or.id 6 | ENGINEER MONTHLY | No. 61

mind

set

mencari

PETA JALAN

JAKARTA

Pertambahan jumlah penduduk dan terus tumbuhnya kelas

menengah YANG tidak dibarengi infrastruktur memadai,

membuat problem Jakarta bertambah kusut. Kemacetan

lalu-lintas parah di mana-mana, tak cuma jalan protokol, di ‘jalan

tikus’ pun kemacetan mengular. Benar bahwa persoalan

Jakarta bukan semata kemacetan lalu-lintas. Kriminalitas,

bencana banjir seperti yang menimpa warga Jakarta bulan

lalu, permukiman kumuh, kebutuhan air bersih sampai

sampah, menjadi problem yang tak kalah serius.

(7)

P

ercepatan pembangunan pada 2010. Jumlah itu infrastruktur yang menunjang m e n i n g k a t l a g i sistem transportasi demi menjadi 114,78 juta m e n g a t a s i p r o b l e m pada 2011 namun kemacetan lalu-lintas, mendesak m e n g a l a m i segera dilakukan. Sebab jika tidak, penurunan menjadi pada 2014, menurut studi Japan 110 juta tahun lalu International Corporation Agency yang diduga karena ( J I C A ) d a n T h e I n s t i t u t e f o r t u r u n n y a k u a l i t a s Transportation and Development p e l a y a n a n Policy (ITDP), lalu-lintas Jakarta akan TransJakarta akibat lumpuh total. Jika bencana yang dalam banyak armada bus kamus transportasi disebut gridlock itu yang rusak, sulitnya terjadi, Jakarta benar-benar menjadi memperoleh bahan

sebuah neraka. bakar gas (BBG) dan

tidak sterilnya jalur Sistem transportasi yang ada di Jakarta busway.

memang centang perenang. Padahal

dulu, di masa penjajahan Belanda dan B a g i J a k a r t a , Jakarta masih bernama Batavia, kota ini menambah koridor punya sistem transportasi yang dan bus TransJakarta

S e p e r t i d i u n g k a p k a n M e n t e r i termasuk modern di zamannya. Saat saja tak cukup untuk mengatasi

Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, itu sistem transportasi Jakarta tak kalah kemacetan lalu-lintas. Unit Kerja

pembangunan enam ruas tol ini lebih dengan kota-kota di Eropa dan AS. Presiden bidang Pengawasan dan

pada pemenuhan kuantitas jalan di Bahkan Jakarta dianggap pionir Pengendalian Pembangunan (UKP4)

Jakarta yang saat ini masih 6%. penerapan sistim transportasi umum pernah merancang 17 langk ah

Padahal, angka idealnya adalah 10%-perkotaan modern berbasis jalan rel di strategis mengatasi kemacetan di

12%. Selain bus TransJakarta, Pemprov

Asia. Jakarta. Ke-17 langkah strategis itu

DKI juga akan melanjutkan kembali antara lain penerapan electronic road

proyek monorel yang terhenti sejak Tapi sejalan dengan terus berkem- pricing (ERP), sterilisasi jalur bus

2007. Monorel ini akan melengkapi bangnya kota dan kebijakan rezim (busway) TansJakarta dan menambah

infrastruktur transportasi Jakarta. Presiden Soeharto (1967-1988) yang k o r i d o r b u s w a y , p e r c e p a t a n

Proyek yang menelan dana investasi memposisikan Jakarta sebagai sentral pembangunan MRT, pembangunan

Rp12 triliun itu akan dibiayai dengan segala-galanya di Indonesia, kota ini double track Cik arang-Jak ar ta,

skema pendanaan 20%-30% berasal seperti ‘gagap’ melihat perkembangan pembatasan penggunaan kendaraan

dari pemerintah pusat dan Pemprov yang terjadi. Sistem MRT zaman bermotor dan membangun enam ruas

DKI. Sementara sisanya, menurut baheula dikubur dalam ruang sejarah jalan tol layang (elevated).

rencana, ditutup dari pinjaman melalui lalu coba dibangkitkan lagi pada 1986,

sindikasi perbankan. Sedangkan untuk k e m u d i a n p a d a 1 9 9 2 d e n g a n Jokowi juga Dewan Transportasi Kota

transportasi dari dan menuju Bandara melibatkan konsultan asal Inggris, The Jakarta menentang pembangunan

Soek arno -Hatta, PT Kereta Api DCM Group Ltd. Hasilnya, tak lebih dari e n a m r u a t o l l a y a n g k a r e n a

I n d o n e s i a ( K A I ) a k a n s e g e r a sekadar tumpukan kertas kerja tanpa menganggap sama dengan menggelar

merealisasikan KRL Commuter Line

aksi. ‘karpet merah’ bagi pemilik kendaraan

Bandara Internasional Soekarno-Hatta pribadi. Namun pertengahan Februari

yang menurut rencana dioperasikan Baru pada awal 2004 dalam wujud lalu Jokowi akhirnya menyetujui

A g u s t u s 2 0 1 4 d e n g a n j u m l a h busway dengan bus TransJakarta, proyek tersebut. “Setelah dijelaskan,

perjalanan 30 kali dalam sehari. konsep MRT coba dihidupkan untuk saya menyadari bahwa ada dua hal

membatasi penggunaan kendaraan yang menjadi kekurangan DKI Jakarta pribadi. Hasilnya lumayan. Pada 2009 yakni kurang jalan dan transportasi jumlah penumpang TransJakarta massal,” kata Jokowi singkat.

tercatat 83,2 juta dan menjadi 86,9 juta Proyeksi Alternatif

www.pii.or.id No. 61 | ENGINEER MONTHLY | 7

mind

set

Percepatan Pembangunan

(8)

www.pii.or.id

re

view

8 | ENGINEER MONTHLY | No. 61

Ir. Bobby Gafur Umar, MBA

Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia

Kecepatan dan Ketangkasan

Kepemimpinan

Banyak pengamat yang sudah

m e m b u at h i t u n g - h i t u n g a n

bahwa Jakarta akan dihantam

kemacetan sangat parah pada

2014.

m a k a t a k p e r l u b e r l a m a - l a m a pengurangan jumlah dan penggunaan memutusk an solusi kemacetan kendaraan pribadi, dan kebijakan lalulintas di Jakarta. Semua opsi jangka panjangnya harus terfokus kebijakan yang ditempuh, nantinya pada pembangunan prasarana dan harus mengacu pada sejumlah kondisi, infrastruktur transportasi yang layak-yang memang sudah amat mendesak nyaman-memadai dan tepat sasaran.

untuk segera diatasi. Dari sejumlah opsi, Pemprov DKI telah

memikirkan opsi kebijakan “nomor Dalam sebuah guyonan, seorang Pertama, pertumbuhan jumlah polisi genap-ganjil” untuk menekan penyiar radio pernah berseloroh kendaraan yang mencapai 11% per penggunaan kendaraan pribadi. bahwa pada saat itu kendaraan yang tahun. Data Polda Metro Jaya juga

kita gunakan sudah harus memiliki menyebutkan, 12 juta kendaraan Masih ada opsi lain seperti menaikkan ‘alamat yang jelas’. Pemiliknya tak lagi bermotor rata-rata masuk dan melintas besaran pajak dalam persentase yang harus mengantongi STNK (Surat Tanda di Jakarta setiap hari. Bayangkan juga sangat besar, menerapkan ERP Nomor Kendaraan), tapi sudah menjadi jika jumlah kendaraan baru di Jakarta (electronic road pricing), pembatasan ‘wajib PBB’ (Pajak Bumi dan Bangunan). per hari mencapai 1.130 unit. usia kendaraaan dan sebagainya. Artinya, kendaraan bermotor terutama Akibatnya, tak hanya lokasi kemacetan Semua opsi punya plus-minus, tetapi roda empat – telah berubah fungsi yang bertambah, tetapi durasi jam lagi-lagi – keputusan yang akan sedikit menjadi sarana tempat tinggal, tidak macet di Jakarta dipastikan juga akan radikal memang harus diambil. lagi sebagai sarana mobilisasi personal semakin lama. Membangun infrastruktur transportasi

yang leluasa bergerak. y a n g p a s a d a l a h y a n g

Kedua, per tumbuhan prasarana terpenting.Sebab, ini menyangkut Personifikasi demikian mungkin agak transportasi publik yang tidak sigfi masa depan lalu-lintas Jakarta. b e r l e b i h a n , n a m u n d a p a t nikan dan menurunnya jumlah P e m b a n g u n a n i n f r a s t r u k t u r m e n g g a m b a r k a n b e t a p a pengguna sarana transportasi publik di transportasi Jakarta memang sebuah mengerikannya kondisi lalulintas Jakarta. Jumlah kendaraan angkutan keharusan. Pilihannya sudah jelas dan Jakarta jika tidak segera dilakukan umum dari segala jenis pada 2010 lalu disepakati semua kalangan dan pembenahan. Karena itu harus ada hanya 63.112 unit, justru menurun pemangku kepentingan: membangun obat mujarab dan harus ada ‘upaya sim- dibanding tahun sebelumnya 63.427 (tambahan) jalan tol, memperluas salabim’ dari para pengambil kebijakan unit. Data Masyarakat Transportasi jaringan transportasi TransJakarta, di Pemprov DKI. Mereka harus berani Indonesia (MTI) juga menyebutkan membangun dan mengembangkan mengambil keputusan-keputusan ironi, bahwa pangsa angkutan umum MRT (mass rapid transportation), yang ‘radikal-pragmatis’. Kebijakan terhadap total perjalanan di membangun dan mengembangkan s e m a c a m i n i d i y a k i n i a k a n Jabodetabek turun dari 38,2% pada jaringan rel tunggal (monorel), dan menghasilkan terobosan-terobosan 2002, menjadi hanya 17,1% pada 2011. membangun deep-tunnel sebagai yang efektif. Data lain yang disajikan oleh pihak salah satu infrastruktur strategis yang Organda pada 2010 menunjukkan dihitung akan mampu mengurai Yang dibutuhkan saat ini adalah bukti serupa. Terjadi penurunan tajam kemacetan di Jakarta.

kebijakan yang cermat dan applicable jumlah pengguna angkutan umum secara teknis, matang secara politis, yang hanya menyisakan load factor dan kuat secara finansial. Dan yang sebesar 24%.

paling utama adalah berorientasi pada

kepentingan orang banyak di Jakarta. Jika ingin radikal-pragmatis, solusi Kebijakan demikian harus diambil masalah transportasi di Jakarta dengan cepat dan tegas. Kalau semua seharusnya cukup mengacu pada dua sepakat untuk menempuh kebijakan fakta di atas saja. Kebijakan jangka dengan pendekatan radikal-pragmatis, pendeknya mengacu pada upaya

(9)

www.pii.or.id No. 61 | ENGINEER MONTHLY | 9

Tulus Abadi

Anggota Dewan Transportasi KOTA Jakarta

Karpet Merah bernama

Ruas Tol Dalam Kota

re

view

Jakarta itu kota yang sakit,

kata Penalosa, mantan Wali

Kota Bogota-Kolombia - saat

b e r k u n j u n g k e J a k a r ta

beberapa tahun silam.

belum final. Dalam konteks tata ruang mengatasi kemacetan di Jakarta tapi Jakarta, Jokowi bahkan berkeras akan dengan membangun jalan tol dalam mewujudkan Ruang Terbuka Hijau kota.

(RTH) di Jakarta menjadi minimal 30%.

Saat ini RTH di Jakarta sangat minim, Oleh karena itu, kebijakan yang pa ling hanya 9% dari total luas wilayah. Bebe mendesak dan rasional bagi Jokowi rapa pilihan kebijakan tersebut, baik untuk mengatasi problema kemacetan pada konteks manajemen transportasi di Jakarta, secara garis besar hanya ada P e r n y a t a a n P e n a l o s a t e r a s a publik dan atau managemen tata dua; pertama, segera bangun sarana menyak itk an, tetapi fenomena ruang kota, merupakan on the track transportasi publik masal, seperti MRT,

menunjukkan hal itu. Bagi Penalosa, policy. monorel, dan per banyak koridor

yang berhasil mewujudkan Bogota busway. Segera pula perbaiki dan

m e n j a d i k o t a m a n u s i a w i b a g i Namun kemudian, warga Jakarta revitalisasi angkutan umum yang warganya, ada dua ciri utama kota yang dikejutkan oleh kebijakan Jokowi yang sudah ada, khususnya TransJakarta. sakit. Pertama, tidak mempunyai menyetujui usulan Kementerian

sarana transportasi publik nyaman, Pekerjaan Umum (Kemen PU), untuk Jokowi juga harus segera membatasi aman, dan manusiawi. Kedua, tidak melanjutkan rencana pembangunan dan mengendalikan penggunaan mempunyai ruang publik yang enam ruas tol dalam kota (toldalkot). kendaraan pribadi. Boleh saja memadai. Terhadap kedua hal itu, Alasan Jokowi, persetujuannya itu mendorong implementasi sistem terbukti Jakarta sangat “miskin”, miskin k a r e n a d e s a i n t o l d a l k o t g a n j i l g e n a p s e b a g a i m a n a transportasi publik yang nyaman dan mengakomodasi lajur khusus untuk diwacanakan akhir-akhir ini. Namun miskin ruang publik. Ruang publik jalur TransJakarta. Tentu saja, sikap sistem ini harus dalam pengawasan yang mendominasi kota Jakarta Jokowi ini sangat kontra-produktif, ka kuat dan penegakan hukum yang hanyalah pusat perbelanjaan atau mal rena selama kampanye Cagub DKI serius, jika tidak ingin ditertawakan yang bertebaran di berbagai sudut tahun lalu, Jokowi de ngan tegas warga. Sebenarnya, yang paling ideal

kota. menolak membangun 6 ruas toldalkot adalah segera menerapkan sistem

ter sebut. Bahkan, setelah menjadi electronic road pricing (ERP) yang lebih Relevan dengan hal itu, terpilihnya gubernur pun, sikap Jokowi masih jelas terukur daripada ganjil genap. ERP, Joko Widodo ( Jokowi) sebagai dan tegas: menolak toldalkot! Nyaris selain menurunkan kema cetan dan Gubernur Jakarta, yang mengusung tak ada yang memberikan dukungan polusi, juga menghasilkan income bagi jargon ‘Jakarta Baru’, terlihat membawa terhadap Jokowi untuk membangun Pemprov Jakarta.

h a r a p a n m e m b u n c a h u n t u k enam ruas toldalkot dimaksud, baik

menyembuhkan Jakarta se bagai kota dari para pakar transportasi, dan atau Jadi, kalau Jokowi ingin dikenang

yang sakit. Secara lantang Jokowi ahli perkotaan. sebagai Gubernur Jakarta yang

menggebrak dengan perbaikan sarana mampu mewujudkan Jakarta sebagai

transportasi publik. Contoh, akan Toldalkot tak ubahnya ‘karpet merah’ kota manusiawi (bukan kota sakit), memberikan hibah 1.000 bus sedang bagi industri otomotif untuk makin maka membangun toldalkot jelas untuk menggantikan armada bus getol memproduksi kendaraan bukan pilihan.

sedang (seperti kopaja, Metromini) bermotornya, apalagi bahan bakarnya yang nyaris menjadi besi tua. masih disubsidi. Ingat, pada 2012, Menggebrak pula dengan akan G a b u n g a n I n d u s t r i O t o m o t i f membangun tiga koridor monorel (Gaik indo) merilis data bahwa sekaligus. Tak lupa juga akan merevitali pihaknya mampu menjual 1,2 juta unit sasi TransJakarta dengan menambah mobil baru! Ibarat kebakaran, toldalkot 600 armada baru. Jokowi juga akan adalah bensin yang disiramkan pada melanjutkan pembangunan angkutan api yang sedang membara. Jadi mitos masal cepat (MRT), walau sampai kini dan tidak masuk akal jika ingin

(10)

www.pii.or.id 10 | ENGINEER MONTHLY | No. 61

pii

active

(11)
(12)

www.pii.or.id 12 | ENGINEER MONTHLY | No. 61

(13)

BERSAMA ASPAL PERTAMINA MEMBANGUN INFRASTRUKTUR INDONESIA

BNA (Buton Natural Asphalt) Blend Pertamina merupakan produk Aspal Modifikasi (Modified Asphalt) hasil blending antara Aspal Minyak (Petroleum Asphalt) dan Aspal Alam Buton (Buton Natural Asphalt) yang memenuhi standar kualitas internasional dan diproduksi untuk memenuhi kebutuhan Aspal nasional yang berkualitas tinggi sesuai standar spesifikasi dari Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum RI untuk digunakan/diaplikasikan pada pembangunan infrastruktur di Indonesia yang meliputi pembangunan jalan tol, jalan negara, jalan provinsi, jembatan, bandara, dan sirkuit.

....

Parameter Hasil Uji Spesifikasi Bina Marga Metode Pengujian

Min 40, Max 55

Daktilitas @ 25 °C (cm) 150 Min 100 SNI 06-2432-1991

Indeks Penetrasi -0.25 Min -0.5

Kadar Aspal (%) 90.16 Min 90 SNI 06-2432-1991

Titik Nyala (°C) 301.5 Min 232 SNI 06-2433-1991

Berat Jenis 1.0445 Min 1 SNI 06-2441-1991

Kehilangan Berat setelah TFOT (%) 0.189 Max 0.8 SNI 06-2440-1991 Penetrasi setelah TFOT (%) 79.29 Min 54 SNI 06-2456-1991 Daktilitas setelah T FOT (%) 93.93 Min 50 SNI 06-2434-1991

Indeks Penetrasi setelah T FOT 0.04 Min 0

-Stabilitas Penyimpanan (°C) 0.05 Max 2.2 ASTM D 5976-87 Min 385, Max 2000 SNI 06-2456-1991 54 Penetrasi @ 25 °C (mm) Viskositas @ 135 °C (cst) 1826 SNI 06-6721-2002

(14)

Segenap Keluarga Besar

PERSATUAN INSINYUR INDONESIA

mengucapkan selamat

atas

Pelantikan Pengurus Pusat PII

sebagai Ketua Umum PII Periode 2012-2015

dan

sebagai Wakil Ketua Umum PII Periode 2012-2015

Ir. Bobby Gafur Umar, MBA

(15)
(16)

i

frame

www.pii.or.id 16 | ENGINEER MONTHLY | No. 61

Referensi

Dokumen terkait

Untuk dapat mencapai efektivitas kerja, organisasi yang bergerak dalam bidang pelayanan dalam hal ini pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Jawa

Umum akan memberikan daftar stok barang dan daftar departemen perusahaan kepada staf umum untuk dicatat dalam buku barang dan buku departemen perusahaan. Setiap Awal

Sontak dia terkejut karena Daffa masih belum mengerjakan soal apapun “Mana jawabannya?!” Tanyanya dengan suaranya yang berat.. Kepalanya sedikit menunduk untuk melihat dari

Karakteristik personal adalah kondisi potensi, kapasitas kemampuan dan kemauan seorang sesuai kebutuhan dunia kerja. Perusahaan mencari calon karyawan dengan potensi,

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel ukuran dewan komisaris, profitabilitas dan kinerja lingkungan berpengaruh positif terha- dap pengungkapan ISR

Setelah mengikuti kuliah, mahasiswa mampu menjelaskan dasar farmasi masyarakat meliputi paradigma sehat dan sakit; sistem pelayanan kesehatan; konsep penyakit

Hasil penelitian menggunakan analisis ragam menunjukkan, meskipun penggunaan binder bakterin tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap sintasan dan produksi udang

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan: Multimedia flipbook materi reaksi redoks pada level representasi submikroskopik dikembangkan dengan