LAPORAN HASIL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN KEGIATAN
DI DSN. SENGON RT.14 RW.05 DESA BEDALISODO KEC.WAGIR KAB.MALANG
Laporan ini Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Asuhan Kebidanan Komunitas
Disusun Oleh:
Hijjatul Isnaini (1402450040)
Anisah Salamah (1402450041)
Al Fisha Rahma (1402450042)
Mazaya Yusrina Abidah (1402450043) Rifzi Devi Nurvitasari (1402450044) Shela Desy Sartika (1402450045)
Sinta Dewanti (1402450046)
Kinanggun Saengtyasa (1402450047) Fajri Diyah Maulani (1402450048) Nur Ratnawati Musdjalifah (1402450049) Alfi Zamilul Haniah (1402450050)
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEBIDANAN
Proses Kegiatan Tahap
Kegiatan
Waktu Kegiatan Mahasiswa Kegiatan
peserta Memberikan
pertanyaan bersifat review kepada anggota Menyimpulkan
materi
Mengucapkan terimakasih Salam penutup
Menjawab pertanyaan
MATERI PENYULUHAN
PERAWATAN PAYUDARA PADA MASA NIFAS
A. Definisi Perawatan Payudara Pada Masa Nifas
Merupakan suatu tindakan perawatan payudara yang dilaksanakan, baik oleh pasien maupun dibantu orang lain yang dilaksanakan mulai hari pertama atau kedua setelah melahirkan. Perawatan payudara bertujuan untuk melancarkan sirkulasi darah dan mencegah tersumbat nya aliran susu sehingga memperlancar pengeluaran ASI, serta menghindari terjadinya pembengkakan dan kesulitan menyusui, selain itu juga menjaga kebersihan payudara agar tidak mudah terkena infeksi. Adapun langkah-langkah dalam perawatan payudara.
(Anggraini Y.,2010) Perawatan payudara sangat penting dilakukan selama hamil sampai menyusui. Hal ini karena payudara merupakan satu-satu penghasil ASI yang merupakan makanan pokok bayi baru lahir sehingga harus dilakukan sedini mungkin.
(Azwar, 2008). Hasil yang baik dapat diperoleh dengan syarat sebagai berikut:
1. Perawatan harus dikerjakan secara sistematis dan teratur 2. Kepercayaan diri ibu untuk menyusui bayinya
3. Hindari stress dan konsumsi makanan dengan menu seimbang 4. Memperhatikan kebersihan sehari-hari
5. Memakai bra yang bersih dan bentuknya menyokong payudara 6. Hindari gerakan kasar yang akan melukai payudara
7. Istirahat yang cukup dan pikiran yang tenang 8. Menghindari rokok dan minuman yang beralkohol
B. Tujuan Perawatan Payudara pada Masa Nifas
Berikut ini adalah tujuan dari dilakukannya perawatan payudara pada masa nifas:
3. Memperlancar keluarnya ASI. 4. Mencegah payudara bengkak.
5. Mencegah bendungan ASI pada payudara.
C. Alat dan Bahan yang Dibutuhkan Pada Perawatan Payudara Masa Nifas
1. Waslap 2 buah 2. Handuk 2 buah
3. Baby oil, minyak zaitun atau bisa diganti dengan minyak goreng yang masih baru.
4. 2 buah baskom yang berisi air hangat dan air dingin 5. Kapas
D. Cara Perawatan Payudara Pada Masa Nifas
Cara melakukan perawatan payudara pada masa nifas, yaitu : 1. Mencuci tangan
2. Basahi kapas dengan minyak / baby oil, dan kompres puting susu dengan kapas minyak tersebut selama 3-5 menit.
3. Setelah 3-5 menit, bersihkan puting susu dengan gerakan memutar, bersihkan sampai bersih
4. Ketuk-ketuk payudara dengan jari-jari tangan dengan gerakan memutar.
5. Gerakan I : Licinkan kedua telapak tangan dengan minyak, Kedua tangan diletakkan diantara kedua payudara kearah atas, samping, bawah dan lepaskan ke arah depan (lakukan gerakan 30 kali)
6. Gerakan II : Licinkan kedua telapak tangan dengan minyak , telapak tangan kiri menopang payudara kiri, dan jari-jari tangan saling dirapatkan, Sisi kelingking kanan mengurut payudara kiri dari pangkal payudara ke arah puting, demikian pula pada payudara sebelah kanan (lakukan 30 kali).
8. Selanjutnya rangsang payudara dengan air hangat dingin bergantian, siram / kompres payudara dengan air hangat dulu baru air dingin, siram bergantian sampai 5 menit.
9. Keringkan payudara dengan handuk.
10. Gunakan BH yang menopang payudara bukan yang menekan payudara.
11. Rapikan alat-alat 12. Cuci tangan
Perawatan Puting Susu :
Puting susu memegang peranan penting pada saat menyusui. Air susu ibu akan keluar dari lubang-lubang pada puting susu oleh karena itu puting susu perlu dirawat agar dapat bekerja dengan baik, tidak semua wanita mempunyai puting susu yang menonjol (normal). Ada wanita yang mempunyai puting susu dengan bentuk yang mendatar atau masuk kedalam, bentuk puting susu tersebut tetap dapat mengeluarkan ASI jika dirawat dengan benar. Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk merawat puting susu:
1. Setiap pagi dan sore sebelum mandi puting susu (daerah areola mamae), satu payudara diolesi dengan minyak kelapa sekurang-kurangnya 3-5 menit.
2. Jika puting susu normal, lakukan perawatan dengan oleskan minyak pada ibu jari dan telunjuk lalu letakkan keduanya pada Puting susu dengan gerakan memutar dan ditarik-tarik selama 30 kali putaran untuk kedua puting susu.
3. Jika puting susu datar atau masuk kedalam lakukan tahapan berikut: a. Letakkan kedua ibu jari disebelah kiri dan kanan puting susu,
kemudian tekan dan hentakkan kearah luar menjahui puting susu secara perlahan.
b. Letakkan kedua ibu jari diatas dan dibawah puting susu lalu tekan serta hentakkan kearah puting susu secara perlahan.
4. Kemudian untuk masing-masing puting digosok dengan handuk kasar agar kotoran-kotoran yang melekat pada puting susu dapat terlepas. 5. Akhirnya payudara dipijat untuk mencoba mengeluarkan ASI.
Lakukan langkah-langkah perawatan diatas 4-5 kali pada pagi dan sore hari, sebaiknya tidak menggunakan alkohol atau sabun untuk membersihkan puting susu karena akan menyebabkan kulit kering dan lecet. Pengguna pompa ASI atau bekas jarum suntik yang dipotong ujungnya juga dapat digunakan untuk mengatasi masalah pada puting susu yang terbenam.
1. Puting Susu Terbenam
Puting susu yang terbenam akan menyulitkan bayi dalam menyusu, hal ini biasanya terjadi pada ibu yang memang memiliki bentuk puting datar ataupun masuk ke dalam. Bila tidak dilakukan perawatan dengan benar hal ini bisa menimbulkan masalah karena bayi nantinya tidak bisa menyusu dengan nyaman.
2. Produksi ASI Terbatas
Faktor kurangnya melakukan perawatan payudara menyebabkan ASI tidak lancar sehingga produksinya hanya terbatas. Pyudara yang terawatt akan memproduksi ASI yang cukup untuk kebutuhan bayi. 3. ASI Lama Keluar
Bagi ibu nifas yang merasa belum siap untuk menyusui anaknya juga dapat menyebabkan ASI lama keluarnya. Karena merawat payudara juga dapat dinilai sebagai kesiapan ibu untuk menyusui bayinya nanti.
4. Payudara Kotor
Menjaga kebersihan payudara sangatlah penting sekali. Payudara yang kotor akan mempermudah bakteri masuk ke tubuh bayi saat bayi menghisap puting susu ibunya. Selain itu payudara yang kotor juga bisa menyumbat lubang keluarnya ASI.
5. Payudara Membengkak
Bengkak pada payudara umumnya terjadi karena penyempitan duktus laktiferi atau oleh kelenjar-kelenjar yang tak dikosongkan dengan sempurna. Dalam masa laktasi, terjadi peningkatan produksi ASI pada ibu yang berlebihan. Apabila bayi sudah kenyang dan selesai menyusu dan payudara tidak dikosongkan, maka terdapat sisa ASI di payudara yang lama kelamaan akan menumpuk sehingga menimbulkan bengkak pada payudara.
6. Kulit Payudara Terutama Puting Mudah Lecet
Tehnik yang salah dalam menyusui dapat mengakibatkan puting susu menjadi lecet dan menimbulkan rasa nyeri pada saat bayinya menyusu yang akhirnya dapat berujung ibu tidak mau menyusui bayinya lagi.
Engorgement yang biasa disebut dengan payudara bengkak disebabkan pengeluaran ASI yang tidak lancar karena bayi tidak sering menyusu atau terlalu cepat disapih. Dapat pula disebabkan adanya gangguan let down reflex (Sarwono, 2005).
2. Penyebab
a. Menyusu yang tidak kontinyu, sehingga ASI yang diproduksi terkumpul di duktus.
b. Penyumbatan duktus yang disebabkan oleh: penggunaan bra yang terlalu ketat, penekanan pada payudara saat menyusui, dan puting susu yang kotor.
3. Tanda dan Gejala
Perbedaan antara payudara yang bengkak dan payudara yang penuh harus dimengerti dengan baik. Tanda pada payudara penuh adalah payudara terasa berat, panas dan keras. Berikut gejala yang timbul bila payudara bengkak:
a. Benjolan terlihat jelas dalam perabaan lunak.
b. Terasa nyeri, karena ada pembengkakan yang terlokalisasi. c. Payudara odema.
d. Putting susu kencang.
e. Kulit mengkilat walau tidak merah.
f. ASI tidak keluar kemudian badan menjadi demam setelah 24 jam
4. Pencegahan
a. Menyusui bayi segera setelah lahir dengan posisi dan perlekatan yang benar.
b. Menyusui bayi tanpa jadwal atau on demand.
c. Keluarkan ASI dengan tangan/pompa bila produksi melebihi kebutuhan bayi.
d. Jangan memberikan minuman lain pada bayi.
e. Lakukan perawatan payudara pasca persalinan(masase dan sebagainya).
f. Gunakan BH yang menopang payudara. 5. Penatalaksanaan
a. Lakukan pengompresan payudara dengan menggunakan kain basah dan hangat selama 5 menit.
b. Urut payudara dari arah pangkal menuju putting atau gunakan sisir yang renggang untuk mengurut payudara dengan arah “Z” menuju putting dengan diolesi minyak atau baby oil. c. Keluarkan ASI sebagian dari bagian depan payudara sehingga
putting susu menjadi lunak.
d. Anjurkan ibu untuk menyusukan bayi setiap 2-3 jam. Apabila tidak dapat menghisap seluruh ASI sisanya dikeluarkan dengan tangan.
e. Meletakkan kain dingin setelah selesai menyusui. f. Payudara dikeringkan.
Gambar Kompres Payudara Bengkak
ASI dan Menyusui
1. ASI Eksklusif
Makanan terbaik bagi bayi adalah air susu ibu/ ASI (Shelov, 2005:79). kebutuhan nutrisi bayi sampai usia 6 bulan dapat dipenuhi hanya dengan memberikan ASI saja atau yang biasa dikenal sebagai ASI eksklusif. ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan tambahan lain pada bayi berumur 0-6 bulan. Tidak ada makanan apapun yang terbaik bagi bayi selain ASI, karena ASI sudah didesain secara khusus untuk bayi yang mana sudah disesuaikan dengan kebutuhan bayi, tidak kurang dan tidak lebih (Yuliarti, 2010:1-2).
pencernaan, dan juga antibodi. semua zat-zat tersebut dalam kadar yang seimbang sehingga aman dan baik bagi bayi (Shelov, 2005:79; Yuliarti, 2010: 7).
Selain kandungan gizinya yang lengkap, ASI eksklusif juga memiliki banyak manfaat. Manfaat ASI eksklusif antara lain yaitu lebih hemat (tidak perlu membeli), lebih higienis (diminum langsung dari tempat produksinya), aman (steril, tanpa bahan pengawet atau bahan tambahan lainnya), tidak merepotkan (tidak perlu memanaskan dan siap minum), meningkatkan kedekatan ibu dan bayi baik secara fisik maupun emosi, membantu proses pemulihan ibu pada masa nifas (involusi, mencegah perdarahan) dapat digunakan sebagai metode kontrasepsi yaitu metode amenore laktasi, dan menurunkan resiko terjadinya kanker ovarium dan kanker payudara pada ibu dikemudian hari. ASI eksklusif dapat menurunkan angka kejadian alergi, gangguan pernapasan, diare, dan obesitas pada anak (Yuliarti, 2010:8,11).
ASI sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak. Menurut penelitian, anak-ank yang tidak diberi ASI mempunyai IQ (Intellectual Question) lebih rendah 7-8 poin dibandingkan dengan anak-anak yang diberi ASI secara eksklusif (Yuliarti, 2010:8). selain keuntungan yang tampak ketika masih bayi, menyusui juga mempunyai kontribusi dalam menjaga kesehatan anak seumur hidupnya.
2. Masalah-masalah yang sering dialami ibu menyusui
- ibu bekerja. Solusi: memerah dan menyimpan ASI sehingga bayi tetap dapat konsumsi ASI, tetap menyusui ketika ibu sedang tidak bekerjadengan tujuan agar ASI ibu tetap keluar karena dirangsang oleh bayi.
- ASI sedikit pada hari-hari pertama atau bahkan tidak keluar. Solusi: sering menyusui bayi, konsultasi ke tenaga kesehatan, perawatan payudara.
- payudara bengkak. Solusi: perawatan payudara bengkak, tetap menyusui. - puting lecet. Lakukan cara dan posisi menyusui yang benar.
MATERI CARA MENYUSUI YANG BENAR Cara menyusui yang benar
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam cara menyusui yang benar yaitu posisi ibu, posisi bayi, dan pelekatan. Ibu dapat menyusui dengan posisi duduk maupun berbaring. Posisi bayi harus miring dan tubuh bayi membentuk garis lurus, bayi menghadap ke ibu dan dada bayi menempel pada perut ibu. Pelekatan mulut bayi yang benar yaitu apabila seluruh areola di permukaan atas dan sebagian areola di area bawah masuk ke mulut bayi tidak hanya puting saja, muka bayi menengadah dan melihat ibu dan dagu bayi menempel ke payudara ibu (Roesli, 2011).
satu-satunya posisi yang biasa dicoba pada beberapa hari pertama. Sokong kepala ibu dengan lengan dan sokong bayi dengan lengan atas (Saryono, 2008; h. 35)), dan crisscross. Posisi-posisi tersebut dapat digunakan oleh ibu sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan ibu dan bayi.
Tanda-tanda bayi lapar antara lain: bayi membuka mulut jika bibir bawah bibir bawah, dagu, atau pipinya disentuh; membuka mulut, menjilat atau memasukkan tangannya; menunjukkan gerakan-gerakan mengisap dengan mulut dan lidahnya; memutarkan kepalanya ke arah payudara jika digendong ibu; melakukan gerakan-gerakan halus dan mengeluarkan suara; menangis merupakan tanda lapar yang lanjut; kadang-kadang, ibu merasakan payudara penuh. ASI cukup jika bayi tenang dan rileks, buang air kecil 5-6 kali/hari, buang air besar 2 kali atau lebih per hari, bayi melepaskan puting susu sendiri (Roesli, 2011).
Akibat cara menyusui yang salah antara lain yaitu puting susu menjadi lecet, ASI tidak keluar secara optimal sehingga mempengaruhi produksi ASI, bayi enggan menyusu, dan bayi menjadi kembung.
MATERI PENYULUHAN
1. Pengertian Cara Menyusui yang Benar
Cara menyusui yang benar dalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar.
Memberi ASI dalam suasana yang santai bagi ibu dan bayi. Buat kondisi ibu senyaman mungkin. Selama beberapa minggu pertama, bayi perlu diberi ASI setiap 2,5 -3 jam sekali. Menjelang akhir minggu ke enam, sebagian besar kebutuhan bayi akan ASI setiap 4 jam sekali. Jadwal ini baik sampai bayi berumur antara 10-12 bulan. Pada usia ini sebagian besar bayi tidur sepanjang malam sehingga tidak perlu lagi memberi makan di malam hari.
Cara menyusui sangat mempengaruhi kenyamanan bayi menghisap air susu. Bidan/perawat perlu mamberikan bimbingan pada ibu dalam minggu pertama setelah persalinan (nifas) tentang cara-cara menyusui yang sebenarnya agar tidak menimbulkan masalah.
2. Cara Menyusui yang benar
1. Mengatur posisi bayi terhadap payudara ibu
3. Jelaskan pada ibu bagaimana teknik memegang bayinya Empat hal pokok yakni :
a. Kepala dan badan bayi berada pada satu garis.
b. Muka bayi harus menghadap ke payudara, sedangkan hidungnya kearah putting susu.
c. Ibu harus memegang bayinya berdekatan dengan ibu.
d. Untuk BBL : ibu harus menopang badan bayi bagian belakang, disamping kepala dan bahu.
4. Payudara dipegang dengan menggunakan ibu jari diatas, sedangkan jari yang lainnya menopang bagian bawah payudara, serta gunakanlah ibu jari untuk membentuk puting susu demikian rupa sehingga mudah memasukkannya ke mulut bayi.
5. Berilah rangsangan pada bayi agar membuka mulut dengan cara menyentuhkan bibir bayi ke puting susu atau dengan cara menyentuh sisi mulut bayi.
6. Tunggulah sampai bibir bayi terbuka cukup lebar.
7. Setelah mulut bayi terbuka cukup lebar, gerakkan bayi segera ke payudara dan bukan sebaliknya ibu atau payudara ibu yang digerakkan ke mulut bayi.
8. Arahkan bibir bawah bayi di bawah puting susu hingga dagu bayi menyentuh payudara.
Gambar. Perlekatan benar Gambar. Perlekatan salah
Teknik Melepaskan Hisapan Bayi
Setelah selesai menyusui kurang lebih selama 10 menit, lepaskan hisapan bayi dengan cara :
a. Masukkan jari kelingking ibu yang bersih kesudut mulut bayi b. Menekan dagu bayi ke bawah
c. Dengan menutup lubang hidung bayi agar mulutnya membuka d. Jangan menarik putting susu untuk melepaskan.
Caramenyendawakan bayi setelah minum ASI
Setelah bayi melepaskan hisapannya, sendawanya bayi sebelum menyusukan dengan payudara yang lainnya dengan cara :
Cara 1
1. Sandarkan bayi dipundak ibu, tepuk punggungnya dengan pelan sampai bayi bersendawa.
Cara 2
1. Tegakkan bayi, tegakkan kepala bayi di pundak sampai posisi lambung bayi akan tertekan oleh bahu dan pundak, tepuk-tepuk punggung bayi. 2. Dudukkan bayi di pangkuan ibu atau ayah, letakkan salah satu telapak
tangan ibu di perut bayi dan telapak tangan lain di punggung bayi, condongkan badan bayi sampai sebagian berat badan bayi tertumpu pada tangan yang menunjang perut bayi dan dagu bayi menempel pada tangan ibu.
3. Tepuk-tepuk pungggung bayi oleh tangan ibu atau ayah.
3. Ciri-ciri bayi dapat menyusu dengan benar 1. Bayi tampak tenang
2. Badan bayi menempel pada perut ibu
3. Dagu bayi menempel pada perut dan payudara ibu 4. Mulut bayi terbuka cukup lebar
5. Bibir bawah bayi juga terbuka lebar
6. Areola yang kelihatan lebih luas di bagian atas daripada di bagian bawah mulut bayi
7. Bayi ketika menghisap ASI cukup dalam menghisapnya, lembut dan tidak ada bunyi.
8. Putting susu tidak merasa nyeri.
9. Kepala dan badan bayi berada pada garis lurus. 10. Kepala bayi agak menengadah.
1. Posisi badan ibu
2. Posisi badan ibu dan bayi
3. Posisi mulut bayi dan payudara ibu (pelekatan) Berikut ini adalah beberapa posisi ibu menyusui: 1. Posisi menyusui ibu bersalin normal
Ibu yang melahirkan secara spontan bias lebih leluasa dalam memilihmemilih posisi meyusui,sambil duduk atau berbaring menyamping. Jika posisi duduk yang dipilih:
- Gunakan kursi yang nyaman
- Upayakan telapak kaki menginjak lantai
- Gunakan dingklik (bangku kecil) sebagai pengganjal bila posisi kaki agak menggantung
2. Posisi menyusui ibu yang melahirkan melalui persalinan Seksio Caesaria (SC)
Football position adalah posisi menyusui yang disarankan untuk ibu yang melahirkan melalui persalinan SC. Pada posisi ini: - Tubuh bayi digendong dengan salah satu tangan ibu.
- Upayakan letak kepala bayi berada tepat dibawah payudara dan membentuk garis lurus dengan badan bayi
- Posisi ini aman karena bawah perut ibu yang masih nyeri akibat operasi dapat terlindungi
- Posisi ini merupakan posisi yang paling nyaman bagi ibu maupun bayinya.
Sama dengan ibu yang melahirkan melalui persalinan SC, Football position juga tepat untuk bayi kembar, dimana kedua bayi disusui bersamaan kiri dan kanan, dengan cara:
- Kedua tangan ibu memeluk masing-masing satu kepala bayi, seperti memegang bola.
- Letakkan tapat dibawah payudara ibu.
- Posisi kaki bayi boleh dibiarkan menjuntai keluar.
- Untuk memudahkan, kepala bayi diletakkan pada satu bidang datar yang memiliki ketinggian kurang lebih sepinggang ibu. - Dengan demikian ibu cukup menopang kepala kedua bayi
kembarnya saja.
- Cara lain adalah dengan meletekkan bantal diatas pangkuan ibu.
4. Posisi menyusui ibu dengan ASI berlimpah
Pada ibu-ibu yang memiliki ASI berlimpah dan memancar (penuh) dan alirannya deras, terdapat posisi khusus untuk menghindari agar bayi tidak tersedak, dengan cara:
- Ibu tidur terlentang lurus, sementara bayi diletakkan diatas perut ibu dalam posisi berbaring lurus dengan kepala menghadap ke payudara, atau
- Bayi di tengkurapkan diatas dada ibu, tangan ibu sedikit menahan kepala bayi. Dengan posisi ini, maka bayi tidakakan tersedak
Posisi ini sangat baik untuk bayi yang baru lahir. Bagaimana caranya? Pastikan punggung Anda benar-benar mendukung untuk posisi ini. Jaga bayi di perut Anda, sampai kulitnya dan kulit Anda saling bersentuhan. Biarkan tubuhnya menghadap ke arah Anda, dan letakkan kepalanya pada siku Anda.
2) The cross cradle hold.
Satu lengan mendukung tubuh bayi dan yang lain mendukung kepala, mirip dengan posisi dudukan tetapi Anda akan memiliki kontrol lebih besar atas kepala bayi. Posisi menyusui ini bagus untuk bayi prematur atau ibu dengan puting payudara kecil.
3) The football hold.
Caranya, pegang bayi di samping Anda dengan kaki di belakang Anda dan bayi terselip di bawah lengan Anda, seolah-olah Anda sedang memegang bola kaki. Ini adalah posisi terbaik untuk ibu yang melahirkan dengan operasi caesar atau untuk ibu-ibu dengan payudara besar. Tapi, Anda butuh bantal untuk menopang bayi.
4) Saddle hold.
Ini merupakan cara yang menyenangkan untuk menyusui dalam posisi duduk. Ini juga bekerja dengan baik jika bayi Anda memiliki pilek atau sakit telinga. Caranya, bayi Anda duduk tegak dengan kaki mengangkangi Anda sendiri.
5) The lying position.