PENGADILAN TINGGI MEDAN

14 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perdata dalam peradilan tingkat banding, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara antara :

KAMRIA HUTAPEA, umur 69 tahun, pekerjaan ibu rumah tangga, beralamat di Jalan Seksama Ujung Gang Resmi nomor 1 Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Kota Medan, dalam hal ini diwakili oleh kuasanya H. Hasanuddin, SH, Yusron Sitorus, SH, Zupri Husin Siregar, SH, masing-masing Advokat dari Kantor Law Office Sitorus & Associates beralamat Jalan Panca Karya nomor 87-C/Dwikora nomor 87-C Medan berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 25 September 2015, selanjutnya disebut sebagai Pembanding semula Penggugat;

l a w a n

1. BONAR GERSON HUTAPEA, S.H., umur 45 tahun, Ketua Koperasi KSU Tri guna Unit Simpan Pinjam Medan Sumut, beralamat di Jalan Purwo nomor 1-A Medan, selanjutnya disebut sebagai Terbanding semula Tergugat;

2. AGUSTINA KARNAWATI, S.H., pekerjaan Notaris, beralamat di Jalan Putri Hijau Baru nomor 34 Medan (depan Deli Plaza dulu), selanjutnya disebut sebagai Turut Terbanding semula Turut Tergugat;

Pengadilan Tinggi tersebut;

Telah membaca berkas perkara dan surat-surat yang berhubungan dengan perkara tersebut;

TENTANG DUDUK PERKARA;

Menimbang, bahwa Penggugat dengan surat gugatannya tanggal Oktober 2015 yang didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Medan tanggal 20 Oktober 2015 dalam register perkara nomor 570/Pdt.G/2015/PN.Mdn telah mengajukan gugatan dengan dalil-dalil sebagai berikut :

(2)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

1. Bahwa Penggugat mempunyai 1 (satu) bangunan Rumah Permanen berdiri diatas tanah seluas ± 362 m, yang terletak di Kota Medan, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Prov Sumatera Utara, Sertifikat Hak Milik No : 2156, tertanggal 07 Oktober 2004, Surat Ukur No : 75 / Binjai / 2004, tertanggal 18 Juni 2004 ;

2. Bahwa pada awal Tahun 2011, Penggugat bertemu dengan Tergugat yang tidak asing buat Penggugat keberadaannya, sama seperti saudara kandung, disamping satu marga, satu suku, dan pernah tinggal bersama (jiran dekat rumah) sewaktu saudara Penggugat berada di Pontianak Kalimantan bersama-sama dengan Tergugat ;

3. Bahwa ada beberapa kali pertemuan sampai pertengahan Tahun 2011, Penggugat dalam pertemuan-pertemuan tersebut menyampaikan Curahan Hati Penggugat yang saat itu membutuhkan uang sebesar ± Rp 175.000.000,- (seratus tujuh puluh lima juta rupiah) dan uang tersebut akan Penggugat pakai dalam waktu ± 8 (delapan) bulan dan Tergugat meresponnya dengan baik ; 4. Bahwa Penggugat kalau mau jual Rumah agak susah lakunya, apalagi Rumah

Penggugat saat itu Penggugat tawarkan seharga ± Rp. 1.000.000.000,- (satu milliard rupiah), kebanyakan pembeli menawar sekitar Rp. 800.000.000,- (delapan ratus juta rupiah), dan pada saat sekarang ini rumah tersebut telah bernilai ± Rp. 1.500.000.000,- (satu milliard lima ratus juta rupiah) ;

5. Bahwa dari kesimpulan pembicaraan Penggugat dengan Tergugat, Tergugat memberi jalan dengan meminjamkan uang pada Penggugat sebesar Rp. 175.000.000,- (seratus tujuh puluh lima juta rupiah), tetapi dengan memberi Agunan Sertifak Hak Milik rumah tempat tinggal yang Penggugat utarakan, dalam jangka waktu kesepakatan ± 8 (delapan) bulan ;

6. Bahwa setelah disepakati bersama tanggal penerimaan Uang yang ditentukan oleh Tergugat, Tergugat meminta pada Penggugat menandatangani surat-surat Perjanjian yang bekenaan dengan pinjam meminjam tersebut dihadapan Turut Tergugat ;

7. Bahwa sebelum uang Penggugat terima, Penggugat diminta menandatangani Surat Perjanjian dihadapan Turut Tergugat, tetapi dalam menandatangani surat-surat tersebut, Tergugat tidak pernah hadir dihadapan Turut Tergugat ; 8. Bahwa yang menjadi pertanyaan Penggugat yang sudah tua dan buta hukum

ini setelah menandatangani surat-surat tersebut, Turut Tergugat dan demikian pula Tergugat tidak pernah memberikan pertinggal surat-surat yang ditanda tangani tersebut, dan yang anehnya lagi Tergugat tidak hadir sewaktu penanda tanganan surat-surat Perjanjian tersebut ;

(3)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

9. Bahwa uang pinjaman yang Penggugat terima pada bulan Mei 2011 sebesar Rp. 175.000.000,- (seratus tujuh puluh lima juta rupiah), dan uang tersebut telah Penggugat kembalikan pada awal bulan Februari 2012 (sesuai kwitansi) yang ditandatangani oleh Tergugat sebesar Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah) ;

10. Bahwa yang menjadi pertanyaan Penggugat, setelah pembayaran uang pinjaman tersebut, Tergugat tak pernah memberitahukan berapa hutang Penggugat, yang Penggugat tau hanya Rp. 175.000.000,- (seratus tujuh puluh lima juta rupiah), dan akhirnya pada pertengahan Tahun 2015, Tergugat menyatakan Hutang Penggugat sudah mencapai ± Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah), dan rumah tempat tinggal tersebut telah menjadi miliknya sesuai Akte Perjanjian yang ditanda tangani dihadapan Notaris (Turut Tergugat), yang Penggugat tak pernah tahu isi Perjanjian tersebut, Tergugat pun tidak hadir pada penandatanganan Surat Perjanjian tersebut ;

11. Bahwa yang menjadi pertanyaan lagi bagi Penggugat, apa bisa Perjanjian di tanda tangani tanpa hadir kedua belah pihak yang membuat Perjanjian dan Turut Tergugat harus bertanggung jawab atas kejadian ini, dan setelah hal ini menjadi polemik diantara Penggugat dan Tergugat, akhirnya Penggugat menemui Turut Tergugat dan meminta surat Akte yang pernah ditanda tangani tersebut dan Turut Tergugat memberikan salinan Akte tersebut kepada Penggugat pada tanggal 15 Juli 2015, 2 (dua) hari sebelum lebaran ( Fc. Surat Perjanjian terlampir ) ;

12. Bahwa atas peristiwa ini, Tergugat telah berkali-kali datang ketempat tinggal Penggugat meminta rumah diserahkan pada Tergugat, dan Penggugat berkeberatan oleh karena saat ini rumah tempat tinggal tersebut, sudah diminta pihak lain untuk dibeli dengan harga Rp. 1.200.000.000,- (satu milliard dua ratus juta rupiah), dan seandainya Tergugat menyatakan rumah telah dibelinya dihadapan Notaris ( Turut Tergugat ), kapan uangnya Tergugat serahkan pada Penggugat, sedangkan uang yang pernah Penggugat terima adalah uang pinjaman Rp. 175.000.000,- (seratus tujuh puluh lima juta rupiah), yang telah dikembalikan Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah) ; 13. Bahwa atas peristiwa ini Penggugat sangat-sangat merasa dirugikan oleh

Tergugat maupun Turut Tergugat, untuk itu agar Gugatan ini tidak sia-sia dan Rumah milik Penggugat tidak menjadi milik Tergugat dan atau pihak lain ( pihak ketiga ) yang memperolehnya baik dari Tergugat maupun Turut Tergugat, diminta pada Majelis Hakim yang menyidangkan perkara ini untuk meletakkan Sita Jaminan ( Conservatoir Beslag ) atas rumah tempat tinggal Tergugat ;

(4)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

14. Bahwa perbuatan Tergugat dan Turut Tergugat yang menerbitkan surat Perjanjian, sesuai Akte Pengikatan Jual Beli No : 72, yang dibuat hari kamis, tanggal 21 April 2011, dihadapan Notaris Agustina Karnawati, SH ( Turut Tergugat ) adalah cacat hukum, oleh karena perjanjian ditanda tangani Penggugat sendirian tanpa dihadiri oleh Tergugat ;

15. Bahwa Penggugat juga memohon pada Majelis Hakim Yang Mulia untuk membatalkan seluruh surat-surat yang Penggugat tanda tangani, yang berhubungan dengan pinjam meminjam uang yang Penggugat pinjam Rp. 175.000.000,- (seratus tujuh puluh lima juta rupiah) tersebut, oleh karena telah disalah gunakan dari awal oleh Tergugat dan Turut Tergugat ;

16. Bahwa Penggugat juga meminta pada Majelis Hakim Yang Mulia agar menyatakan surat-surat yang terbit setelah Perjanjian yang ditanda tangani tersebut, dan yang telah beralih pada pihak ketiga lainnnya Batal Demi Hukum ; 17. Bahwa Penggugat minta pada Majelis Hakim Yang Mulia, bahwa hutang Penggugat yang masih tersisa pada Tergugat saat ini berjumlah Rp. 175.000.000,-, dikurangkan yang telah dibayar Rp. 150.000.000,-, yang sampai saat ini hutang Penggugat berjumlah Rp. 175.000.000,- - Rp. 150.000.000,- = Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah) ;

18. Bahwa atas peristiwa ini, Penggugat tetap merasa dirugikan oleh Tergugat dan Turut Tergugat, untuk itu meminta pada Majelis Hakim Yang Mulia menyatakan perbuatan Tergugat dan Turut Tergugat adalah merupakan Perbuatan Melawan Hukum ( Onrechtsmatigedaad ) ;

Berdasarkan hal – hal yang Penggugat kemukakan diatas, telah cukup mempunyai dasar, kiranya permohonan ini diterima dan dimohonkan kepada Ketua Pengadilan Negeri Medan, berkenan memanggil Tergugat dan Turut Tergugat pada suatu hari Persidangan, selanjutnya Penggugat memohon kiranya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan yang memeriksa dan mengadili perkara ini, berkenan mengambil keputusan sebagai berikut :

1. Mengabulkan Gugatan Penggugat untuk seluruhnya ;

2. Menyatakan perbuatan Turut Tergugat dan Tergugat yang melakukan rekayasa penandatanganan Perjanjian Pengikatan Jual Beli sepihak No : 72, tertanggal 21 April 2011, yang diperbuat dihadapan Turut Tergugat dan tanpa dihadiri Tergugat adalah Perbuatan Melawan Hukum ( Onrechtsmatigedaad ) ;

3. Menyatakan segala Perikatan yang telah diperbuat oleh Tergugat maupun Turut Tergugat, sehubungan dengan Pinjaman uang Rp. 175.000.000,- (seratus tujuh puluh lima juta rupiah) antara Penggugat dengan Tergugat batal demi hukum ;

(5)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

4. Menyatakan Sita Jaminan yang diletakkan dalam perkara ini sah dan berharga; 5. Menyatakan batal demi hukum seluruh perikatan yang diperbuat oleh Tergugat

dengan pihak ketiga yang bertalian ( berhubungan ) dengan Akte No : 72, tertanggal 21 April 2011 yang diperbuat Turut Tergugat ;

6. Menyatakan sisa Hutang Penggugat yang belum dibayar kepada Tergugat sesuai pinjaman yang pernah diterima sampai saat ini berjumlah sebesar Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah)

7. Memerintahkan Tergugat untuk mengembalikan Sertifikat Hak Milik No : 2156, tertanggal 07 Oktober 2004, an. Penggugat dalam keadaan baik dan utuh ; 8. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam

perkara ini disemua tingkatan.

Apabila Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya ( Ex Aequo Et Bono ).

Menimbang, bahwa atas gugatan Penggugat tersebut, Tergugat telah mengajukan jawaban dan sekaligus gugatan rekonpensi sebagai berikut :

I.Dalam Eksepsi

Bahwa Tergugat secara Tegas Menolak seluruh dalil-dalil Gugatan Penggugat, kecuali yang secara tegas diakui dalam jawaban ini.

GUGATAN KABUR (OBSCUUR LIBEL)

Bahwa objek gugatan Penggugat tidak jelas, gugatan kabur (Obscuur Libel) sehingga tidak memenuhi syarat formil, dengan alasan sebagai Berikut :

- Bahwa dalam dalil Gugatan, Penggugat mendalilkan telah terjadi hubungan antara Penggugat dengan Tergugat Mengenai Hutang-Piutang yang terjadi pada bulan April 2011 yaitu sebesar Rp. 175.000.000,- (seratus tujuh puluh lima juta rupiah) dalam waktu ± 8 (delapan) bulan;

- Bahwa dalam hal ini Tergugat tegaskan tentang hutang piutang tidak pernah ada, Tergugat Mensomeer semua pernyataan dari Penggugat mengenai hubungan hukum atas hutang piutang yang dilakukan oleh Penggugat dan Tergugat;

- Bahwa hubungan hukum yang dilakukan oleh Penggugat dan Tergugat yaitu mengenai Perikatan jual-beli antara Penggugat dengan Tergugat berdasarkan Akta Perikatan Jual Beli No. 72 yang dibuat dan ditandatangani oleh Notaris AGUSTINA KARNAWATI, SH yang beralamat di Jl. Putri Hijau Baru No. 34 Medan;

(6)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

- Bahwa dalil gugatan yang di ajukan Penggugat pada point 18 (delapan belas) hal 3 (tiga) menyatakan “ perbuatan Tergugat adalah merupakan Perbuatan Melawan Hukum” yang mana Penggugat merasa dirugikan; - Bahwa Penggugat tidak menjelaskan secara jelas, peristiwa mana yang

dimaksud sehingga menyebabkan kerugian bagi Penggugat dan secara langsung menyatakan Tergugat telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum;

- Bahwa dalam hal ini dalil gugatan Penggugat menurut Tergugat tidak menjadi dasar lagi untuk mengajukan Gugatannya, sesuai dengan kesepakatan diantara Penggugat dan Tergugat telah melakukan perikatan jual-beli atas 1 (satu) pintu bangunan permanen yang didirikan di atas tanah seluas 362 m2 (tiga ratus enam puluh dua meter persegi) dengan Sertifikat Hak Milik No. 2156, yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan Kel. Binjai, Kec. Medan Denai, tertanggal 07 Oktober 2004, dengan Surat Ukur No. 75/Binjai/2004, tertanggal 18 Juni 2004;

- Bahwa atas kesepakatan jual-beli yang dibuat oleh Penggugat dan Tergugat maka telah ditetapkan harga sebesar Rp. 180. 000. 000,- (seratus delapan puluh juta rupiah), yang mana uang tersebut telah diterima secara tunai oleh Penggugat. Sebelum penandatanganan Akta Perikatan Jual Beli; - Bahwa oleh karena Perikatan Jual-Beli No. 72 yang dibuat Notaris

AGUSTINA KARNAWATI, SH, pada hari Kamis tanggal 21 April 2011 yaitu oleh pejabat yang berwenang untuk itu, maka sepanjang menyangkut kebenaran yang termaktub dengan Akta itu adalah benar adanya, dan tidak dapat terbantahkan;

- Bahwa dalam hal Perbuatan Melawan Hukum menurut pasal 1365 KUHPerdata yaitu : “ Tiap Perbuatan Melanggar Hukum, yang membawa kerugian kepada seorang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut”, secara tegas dikatakan setiap perbuatan orang, yang menerbitkan kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian dimaksud untuk menggantinya;

- Bahwa dalam konteks gugatan Penggugat dalam perkara aquo jelas dan nyata Tergugat tidak melakukan unsur-unsur dari Perbuatan Melawan Hukum, oleh karena yang terjadi adalah Perikatan Jual-Beli berdasarkan Akta Notaris No. 72 yang dibuat Notaris AGUSTINA KARNAWATI, SH pada hari Kamis tanggal 21 April 2011;

Bahwa oleh karena itu apabila dihubungkan dengan dalil-dalil Penggugat, maka Gugatan Penggugat dapat dikatakan kabur (obscuur libel), sebagaimana

(7)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Yurisprudensi Mahkamah Agung RI No. 492K/Sip/1970 tanggal 21 November 1970 menyatakan :

“Gugatan yang tidak sempurna karena tidak menyebutkan dengan jelas apa yang dituntut haruslah ditolak atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima”

POKOK PERKARA

1. Bahwa apa yang disampaikan Tergugat dalam eksepsi secara Mutatis Mutandis merupakan bagian dari pada Jawaban dalam Pokok Perkara; 2. Bahwa Tergugat menyangkal seluruh dalil-dalil Penggugat kecuali apa yang

diakui secara tegas dalam Jawaban ini;

3. Bahwa benar antara Tergugat dan Penggugat telah terjadi hubungan hukum dalam hal Perikatan Jual-Beli 1 (satu) pintu bangunan permanen yang didirikan di atas tanah seluas 362 m2 (tiga ratus enam puluh dua meter persegi) dengan Sertifikat Hak Milik No. 2156, yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan, Kel. Binjai, Kec. Medan Denai tertanggal 07 Oktober 2004, dengan Surat Ukur No. 75/Binjai/2004, tertanggal 18 Juni 2004;

4. Bahwa Tergugat tidak pernah memberikan pinjaman kepada Penggugat namun hubungan hukum yang dilakukan Penggugat dan Tergugat yaitu hubungan Perikatan Jual Beli atas kesepakatan kedua belah pihak sebagaimana termaktub dalam Akta No. 72 yang dikeluarkan oleh Notaris Agustina Karnawati, SH;

5. Bahwa Perikatan Jual-Beli dengan Akta No. 72 yang dikeluarkan oleh Notaris AGUSTINA KARNAWATI, SH, sebelum ditandatangani oleh Penggugat dan Tergugat terlebih dahulu dibacakan oleh Notaris AGUSTINA KARNAWATI, SH adalah sah dan mengikat sesuai dengan persetujuan Penggugat dan Tergugat, yang mana Penggugat mengikatkan diri baik untuk pada saat Perikatan dibuat (cq. Tanggal 21 April 2011) maupun diwaktu yang akan datang untuk menjual dan menyerahkan kepada pihak Tergugat;

6. Bahwa harga dari penjualan atas sebidang tanah dengan ukuran 362 m2 (tiga ratus enam puluh dua meter persegi) dengan alas hak berupa Sertifikat Hak Milik No. 2156 tertanggal 07 Oktober 2004 dengan Surat Ukur No. 75/Binjai/2004, tertanggal 18 Juni 2004, telah disepakati dengan jumlah uang sebesar Rp. 180.000.000,- (seratus delapan puluh juta rupiah) diserahkan di Kantor Tergugat di Jl. Bilal kepada Penggugat;

7. Bahwa Perjanjian Perikatan Jual-Beli tersebut sebagai pihak pertama bukan hanya Penggugat (KAMRIA HUTAPEA) saja, akan tetapi anak-anak dari

(8)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Penggugat Rismawati br. Simatupang, Rosliana br. Simatupang juga turut menghadap/hadir bersama dengan Penggugat di Kantor turut Tergugat di Jl. Putri Hijau Baru No. 34 Medan;

8. Bahwa dalam melakukan Perjanjian Perikatan Jual-Beli antara Penggugat dan Tergugat, Penggugat juga telah memperoleh persetujuan dari anak-anak Penggugat sendiri yaitu : Humala Alamsyah Simatupang (berdasarkan Surat Kuasa dan telah dilegalisasi No. 130/LEG/RT/IV/2011 oleh Notaris Rita Tiomerti Tampubolon, SH), dan Salahuddin Simatupang, SE yang juga merupakan anak dari Pengggat sendiri berdasarkan Surat Kuasa dan telah dilegalisasi No. 36/LEG/NOT/IV/2011 oleh Notaris Lindawati, SH, MKn; 9. Bahwa oleh karena itu Perikatan Jual-Beli yang dibuat oleh Penggugat dan

Tergugat merupakan suatu kesepakatan yang mana dalam hal ini, apa yang telah disepakati harus dipenuhi atau promise must be keep oleh kedua belah pihak, sebab ini merupakan salah satu asas hukum;

10. Bahwa 10 (sepuluh) bulan kemudian sekitar tanggal 14 Februari 2012 Penggugat melalui Percakapan Via Telepon selular mengatakan kepada Tergugat, menantu dari Penggugat (istri dari Humala Alamsyah Simatupang) telah mentransfer uang ke rekening Bank Mandiri milik Tergugat sebesar Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah);

11. Bahwa berita yang diberikan Penggugat kepada Tergugat membuat Tergugat heran dan secara langsung menanyakan kepada Penggugat maksud dan tujuan dari Penggugat mentransfer uang tersebut, karena hal ini tidak ada diberitahukan sebelumnya kepada Tergugat dan tanpa adanya persetujuan dari Tergugat namun Penggugat tidak dapat memberikan keterangan kepada Tergugat;

12. Bahwa akhirnya Penggugat terus-terusan mendatangi Tergugat dengan cara mendesak untuk meminta tanda terima kwitansi atas uang yang telah ditransfer oleh menantu Penggugat (cq. istri dari Humala Alamsyah Simatupang);

13. Bahwa atas desakan dari Penggugat yang telah mentransfer uang ke rekening Tergugat dan Tergugat sendiri tidak mengerti atas dasar apa Penggugat mentransfer uang tersebut maka Tergugat membuat dan memberikan kwitansi dengan bunyi “Penitipan uang yang ditandatangani dipertengahan Tahun 2014”;

14. Bawa sampai saat gugatan ini diajukan oleh Penggugat tidak ada kejelasan yang diberikan kepada Tergugat atas uang yang telah di transfer oleh menantu Penggugat (cq. istri dari Humala Alamsyah Simatupang);

(9)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Berdasarkan hal-hal yang telah diuraikan oleh Tergugat, maka mohon kiranya Majelis Hakim yang mulia, untuk menolak atau setidak-tidaknya tidak menerima gugatan Penggugat.

DALAM REKONPENSI

1. Bahwa Tergugat Konpensi selanjutnya disebut Penggugat Rekonpensi dengan ini mengajukan gugatan Rekonpensi terhadap Penggugat Konpensi selanjutnya disebut Tergugat Rekonpensi;

2. Bahwa hal-hal yang diuraikan dalam Konpensi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan menjadi satu kesatuan dalam Rekonpensi tanpa satupun di kecualikan;

3. Bahwa Tergugat Rekonpensi telah lalai dalam melakukan kewajibannya dalam hal Perikatan jual-beli yang mana telah dilakukan atas dasar kesepakatan dengan penandatanganan Akta Notaris No. 72 yang di keluarkan oleh AGUSTINA KARNAWATI, S.H, pada tanggal 21 Apri 2011; 4. Bahwa jual-beli dianggap telah terjadi setelah mencapai kesepakatan yang

dilakukan oleh Penjual dengan Pembeli sebagaimana dalam pasal 1458 KUHPerdata yaitu “ jual-beli itu dianggap telah terjadi antara kedua belah pihak, seketika setelahnya orang-orang ini mencapai kesepakatan tentang kebendaan tersebut dan harganya, meskipun kebendaan itu belum diserahkan, maupun harganya belum dibayar “ ;

5. Bahwa kesepakatan dalam perikatan jual-beli antara Penggugat Rekonpensi dengan Tergugat Rekonpensi dibuat tanpa adanya Paksaan dan tekanan dari pihak manapun dan dalam hal ini juga telah mendapat persetujuan dari anak-anak Tergugat Rekonpensi dengan Demikian Perikatan Jual-Beli berdasarkan Akta Notaris No. 72 AGUSTINA KARNAWATI, SH yang beralamat di Jl. Putri Hijau Baru No. 34 Medan, sangat sempurna dan tidak terbantahkan;

6. Bahwa Penggugat Rekonpensi telah memberikan terlebih dahulu kepada Tergugat Rekonpensi uang sebesar Rp. 180.000.000,-(seratus delapan puluh juta rupiah) secara tunai sesuai dengan kesepakatan dari harga Penjualan dan Pembelian dan uang tersebut diterima oleh Tergugat Rekonpensi sebelum Perikatan Jual-Beli dilakukan sebagaimana Termaktub dalam “ Akta Notaris No. 72 Pasal 2 (dua)”;

7. Bahwa oleh karena itu, sudah selayaknya Tergugat Rekonpensi untuk mengosongkan rumah tersebut dan melakukan/menyerahkan yang telah dijual oleh Tergugat Rekonpensi ke dalam kekuasaan dan Kepunyaan si pembeli yaitu Penggugat Rekonpensi;

(10)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

8. Bahwa peristiwa hukum yang telah diperbuat antara Penggugat Rekonpensi dengan Tergugat Rekonpensi ini sangat tidak tepat, jika Majelis Hakim yang mulia meletakkan Sita jaminan (conservatoir Beslag) atas objek perkara Aquo ini. Dikarenakan Tergugat Rekonpensi sudah menerima Pembayaran Penuh dari Penggugat Rekonpensi;

9. Bahwa dari uraian diatas jelas dan nyata Tergugat Rekonpensi telah melakukan Perbuatan Ingkar janji dan bukan Penggugat Rekonpensi yang melakukan Perbuatan Melawan Hukum, maka gugatan Aquo ini hanyalah alasan Tergugat Rekonpensi menghalang-halangi Penggugat Rekonpensi untuk mendapatkan haknya sekaligus gugatan aquo ini menunjukkan itikad buruk Tergugat Rekonpensi;

I. DALAM KONPENSI A. DALAM EKSEPSI

-. Menerima Eksepsi Teergugat untuk seluruhnya B. DALAM POKOK PERKARA

-. Menolak Gugatan Penggugat untuk seluruhnya

-. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini

II. DALAM REKONPENSI

- Mengabulkan Gugatan Penguggat Rekonpensi untuk seluruhnya

- Menyatakan Tergugat Rekonpensi telah melakukan Perbuatan Ingkar janji atau Wanprestasi

- Menyatakan Sah dan Mengikat Perikatan Jual-Beli dalam Akta No. 72 pada tanggal 21 April 2011 yang dikeluarkan oleh Notaris AGUSTINA KARNAWATI, S.H

- Menghukum Tergugat Rekonpensi untuk mengosongkan Objek dalam Perkara Aquo ini untuk selanjutnya menyerahkan kepada Penggugat Rekonpensi dalam keadaan kosong.

- Menyatakan Putusan ini dapat dijalankan serta merta (uit voerbaar bij vooraad) walaupun ada perlawanan banding atau kasasi

Atau ;

Apabila Majelis Hakim yang memeriksa, mengadili dan memutus Perkara ini berpendapat lain, Mohon Putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono)

Menimbang, bahwa atas gugatan Penggugat tersebut, Turut Tergugat telah mengajukan jawaban sebagai berikut :

(11)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Dalam Pokok Perkara :

- Bahwa akte nomor 72 tentang Pengikatan jual beli yang diperbuat antara Penggugat dan Tergugat memang benar dilakukan dihadapan Turut Tergugat selaku Notaris dan PPAT yang berhak untuk membuat akte tersebut ;

- Bahwa akte nomor 72 tersebut dibuat dihadapan para pihak yaitu adanya Penggugat dan Tergugat dan juga ditandatangani masing-masing pihak, akte tersebut diperbuat Turut Tergugat sesuai dengan maksud dan keinginan para pihak ;

- Bahwa akte nomor 72 tentang Pengikatan jual beli tidak ada tentang masalah hutang seperti diutarakan oleh Penggugat dalam gugatannya tersebut karena sudah jelas dan terang akte No.72 adalah akte Pengikatan Jual Beli ;

- Bahwa akte nomor 72 tentang Pengikatan jual beli tersebut dibuat telah sesuai prosedur ketentuan undang-undang yang berlaku dan diperbuat dihadapan pejabat yang berwenang sehingga tidak ada alasan bagi Penggugat untuk dapat mengajukan pembatalan akte No.72 tentang Pengikatan Jual Beli tersebut ;

- Bahwa oleh karena akte nomor 72 merupakan akte yang sah karena telah diperbuat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan juga dibuat karena keinginan adanya kesepakatan para pihak yakni Tergugat dan Penggugat ;

Berdasarkan uraian tersebut diatas maka dengan ini Turut Tergugat mohon kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan yang memeriksa perkara ini karena wajar dan patut untuk menolak gugatan penggugat seluruhnya ;

Atau : apabila Majelis Hakim berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya (Ex Aquo et bono) ;

Menimbang, bahwa terhadap gugatan Penggugat tersebut Pengadilan Negeri Medan telah menjatuhkan putusan nomor : 570/Pdt.G/2015/PN.Mdn tanggal 12 Mei 2016 yang amarnya berbunyi sebagai berikut :

DALAM KONPENSI : Dalam Eksepsi :

- Menolak eksepsi Tergugat.- Dalam Pokok Perkara :

(12)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

DALAM REKONPENSI :

- Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima.- DALAM KONPENSI DAN REKONPENSI :

- Membebani Penggugat Konpensi/Tergugat Rekonpensi untuk membayar biaya perkara yang hingga kini sejumlah Rp.929.000,- (Sembilan ratus dua puluh Sembilan ribu rupiah).

Membaca Relaas Pemberitahuan Putusan Diluar Hadir yang disampaikan oleh Jurusita Pengganti Pengadilan Negeri Medan kepada Turut Tergugat tanggal 2 Nopember 2016;

Membaca Akta Pernyataan Permohonan Banding yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Negeri Medan, yang menerangkan bahwa Kuasa Hukum Pembanding semula Penggugat pada tanggal 19 Mei 2016, telah mengajukan permohonan banding terhadap putusan Pengadilan Negeri Medan nomor : 570/Pdt.G/2015/PN.Mdn tanggal 12 Mei 2016, dan permohonan banding tersebut telah diberitahukan kepada Terbanding semula Tergugat pada tanggal 4 Nopember 2016, kepada Turut Terbanding semula Turut Tergugat pada tanggal 2 Nopember 2016;

Membaca Relaas Pemberitahuan Untuk Melihat, Membaca dan Memeriksa Berkas Perkara Pengadilan Negeri Medan, yang disampaikan kepada Kuasa Hukum Pembanding semula Penguggat, tanggal 25 Januari 2017, kepada Kuasa Hukum Terbanding semula Tergugat tanggal 4 Nopember 2017, dan kepada Turut Terbanding semula Turut Tergugat pada tanggal 2 Nopember 2016, yang menerangkan bahwa dalam tenggang waktu 14 (empat belas) hari setelah tanggal pemberitahuan tersebut kepada kedua belah pihak berperkara telah diberi kesempatan untuk memeriksa dan mempelajari berkas perkara tersebut sebelum dikirim ke Pengadilan Tinggi;

TENTANG PERTIMBANGAN HUKUMNYA;

Menimbang, bahwa permohonan banding dari Kuasa Hukum Pembanding semula Penguggat telah diajukan dalam tenggang waktu dan menurut tata cara serta memenuhi persyaratan yang ditentukan Undang-Undang, oleh karena itu permohonan banding tersebut secara formal dapat diterima;

Menimbang, bahwa setelah membaca, meneliti dan mempelajari dengan seksama berkas perkara dan surat-surat yang berhubungan dengan perkara ini, turunan resmi putusan Pengadilan Negeri Medan nomor : 570/Pdt.G/2015/PN.Mdn

(13)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

tanggal 12 Mei 2016, Majelis Hakim Tingkat Banding berpendapat alasan dan pertimbangan hukum yang telah diambil oleh Majelis Hakim Tingkat Pertama dalam putusannya berkenaan dengan hal-hal yang disengketakan oleh kedua belah pihak, telah tepat dan benar menurut hukum, maka Majelis Hakim Pengadilan Tinggi mengambil alih alasan dan pertimbangan hukum Majelis Hakim Tingkat Pertama yang dipandang sudah tepat, benar dan beralasan menurut hukum tersebut dan menjadikannya sebagai alasan dan pertimbangannya sendiri dalam mengadili perkara ini ditingkat banding;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, maka Putusan Pengadilan Negeri Medan nomor : 570/Pdt.G/2015/PN.Mdn tanggal 12 Mei 2016, yang dimintakan banding tersebut dapat dipertahankan dan harus dikuatkan;

Menimbang, bahwa oleh karena tetap dipihak yang kalah maka Pembanding semula Penguggat dibebankan membayar biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan;

Memperhatikan KUHPerdata dan R.B.g, serta peraturan-peraturan hukum lainnya yang bersangkutan dalam perkara ini;

MENGADILI :

- Menerima permohonan banding dari Kuasa Hukum Pembanding semula Penguggat;

- Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Medan nomor : 570/Pdt.G/2015/PN.Mdn tanggal 12 Mei 2016, yang dimohonkan banding tersebut;

- Menghukum Pembanding semula Penguggat untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan, yang dalam tingkat banding ditetapkan sebesar Rp.150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah);

Demikian diputus dalam sidang musyawarah Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Medan pada hari Senin tanggal 05 Juni 2017 oleh kami : LINTON SIRAIT, SH.MH. Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Medan sebagai Hakim Ketua Majelis, H. ERWAN MUNAWAR, SH.MH. dan AGUNG WIBOWO, SH.MHum. masing-masing sebagai Hakim-Hakim Anggota, yang ditunjuk untuk memeriksa dan mengadili perkara tersebut dalam peradilan tingkat banding, berdasarkan Penetapan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Medan nomor : 114/PDT/2017/PT-MDN tanggal 19 April 2017, putusan tersebut diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari Selasa tanggal 13 Juni 2017, oleh Hakim Ketua Majelis dengan

(14)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

didampingi Hakim-Hakim Anggota serta JAINAB, SH. sebagai Panitera Pengganti pada Pengadilan Tinggi Medan, tanpa dihadiri oleh kedua belah pihak berperkara maupun kuasa hukumnya;

Hakim - Hakim Anggota, Hakim Ketua Majelis,

ttd ttd

ttd ttd

1. H. ERWAN MUNAWAR, SH.MH. LINTON SIRAIT, SH.MH.

ttd ttd 2.AGUNG WIBOWO,SH.Mhum. Panitera Pengganti, ttd ttd JAINAB, SH. Perincian Biaya : 1. Meterai Rp. 6.000,- 2. Redaksi Rp. 5.000,- 3. Pemberkasan Rp 139.000,- Jumlah Rp. 150.000,-

Untuk salinan sesuai dengan aslinya Panitera

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :