• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aurora Dan Proses Terjadinya hujan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Aurora Dan Proses Terjadinya hujan "

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Aurora Dan Proses Terjadinya

Aurora merupakan pancaran cahaya pada langit daerah lintang tinggi, sebagai akibat atas pembelokan partikel angin matahari oleh magnetosfer ke arah kutub, serta adanya reaksi dengan molekul-molekul atmosfer.

Matahari, atau Bintang merah yang menjadi pusat orbit planet-planet wilayah tatasurya ternyata hanyalah satu diantara milyaran bintang lainnya di galaksi bimasakti. Pada inti pusatnya, ia memiliki suhu 14 juta kelvin dengan tekanan 100 milyar kali lipat tekanan atmosfer di bumi. Cahaya yang dipancarkan matahari berasal dari reaksi fusi termonuklir yang terjadi pada inti bintang. Secara konveksi, energi hasil reaksi fusi tersebut dialirkan ke permukaan. Dari aliran konveksi tersebut, tercipta medan magnet yang sangat kuat di permukaan matahari. Daerah-daerah medan magnet tersebut relatif gelap (lebih dingin) dari pada sekitarnya, sehingga ia dinamakan bintik matahari atau sunspot.

(2)

Perjalanan angin matahari menuju bumi, dapat ditempuh selama 18 jam hingga 2 hari perjalanan antariksa. Ketika melewati Merkurius

dan Venus, angin matahari akan langsung begitu saja menerpa atmosfernya, sehingga planet tersebut mengalami peningkatan suhu yang luar biasa akibat dari terpaan aliran proton dan elektron yang dibawanya. Namun demikian, lain halnya ketika angin matahari itu menghantam bumi.

Bumi ini bagaikan magnet yang berukuran sangat besar, dengan kutub-kutub magnetnya hampir berdekatan dengan kutub geografis bumi. Sehingga bumi ini dilapisi oleh medan magnet (magnetosfer) yang berbentuk sebuah perisai yang mirip dengan buah apel, dimana bumi berada pada inti buahnya dan magnetosfer berada pada kulit buah apel.magnetosfer ini terdiri dari beberapa lapisan, dengan lapisan terbawahnya, sabuk radiasi van allen yang berada di sekitar ekuator (khatulistuwa). Layaknya sebuah perisai, magnetosfer dan sabuk van allen melindungi bumi dari terpaan partikel angin matahari.

Angin matahari

ditunjukkan pada garis kuning

sedang medan magnet bumi

ditunjukkan pada garis biru. Ketika

(3)

magnetosfer, partikel-partikel angin matahari dibelokkan dan tertarik menuju kutub medan magnet bumi. Semakin tinggi energi partikel, maka semakin dalam lapisan magnetosfer yang berhasil ditembus olehnya. Aliran partikel yang tertarik ke kutub medan magnet bumi akan bertumbukan dengan atom-atom yang ada di atmosfer. Energi yang dilepaskan akibat reaksi dari proton dan elektron yang bersinggungan dengan atom-atom di atmosfer, dapat dilihat secara visual melalui pendar cahaya yang berwarna-warni di langit, atau yang kita kenal sebagai Aurora. Di kutub utara bumi, aurora ini disebut sebagai aurora borealis, dan di kutub selatan, disebut sebagai aurora

australis.

Interaksi antara angin

matahari dengan medan magnet bumi. Sebagian partikel-partikel matahari tertarik menuju kutub. Reaksi antara partikel angin matahari dengan atmosfer bumi, menghasilkan berbagai macam warna pada

aurora. Perbedaan warna ini dipengaruhi oleh jenis atom yang berinteraksi dengan proton dan elektron, mengingat pada ketinggian-ketinggian tertentu, jenis atom penyusun atmosfer tidaklah sama. Pada ketinggian di atas 300 km, partikel angin matahari akan bertumbukan dengan atom-atom hidrogen sehingga terbentuk warna aurora kemerah-merahan. Semakin turun, yakni pada ketinggian 140 km, partikel angin matahari bereaksi dengan atom oksigen yang membentuk cahaya aurora berwarna biru atau ungu. Sementara itu, pada ketinggian 100 km proton dan elektron bersinggungan dengan atom oksigen dan nitrogen sehingga aurora tervisualisasikan dengan warna hijau dan merah muda.

Jika teman-teman berniat dan berminat untuk melihat keelokan aurora

(4)

ketika aktivitas matahari sedang meningkat, atau dengan kata lain intensitas angin matahari tinggi, maka cahaya aurora pun akan terbentuk semakin terang.

Potret Aurora di kutub utara

Referensi:

Fredette. 2006. Visual Ilmua dan pengetahuan Populer untuk Pelajar dan Umum: Memahami alam Semesta. Bandung: PT Bhuana Ilmu Populer.

Sudibyo. 2011. Mengenal Badai Matahari (Dan Implikasinya bagi Pengukuran Arah Kiblat). Diakses di http://www.facebook.com/note.php?

note_id=10150220689144595

Visualisasi: http://vimeo.com/25811412

Referensi

Dokumen terkait

Jika pada tiap pembelahan inti uranium dihasilkan energi sebesar 200 MeV (mega elektron volt), hitunglah energi yang dilepaskan sampai tahap ke-6 reaksi fisi..

Walaupun energi potensial akibat gaya tarik menarik antara elektron dan proton menjadi hanya dua kali dari dalam atom hidrogen di limit R → 0, energi potensial tolakan dua proton

- Atom terdiri atas inti ataom yang mengandung proton dan neutron" dan elektron-elektron yang mengelilingi inti atom berada pada orbital-orbital tertentu

Kompleks I adalah pompa proton yang digerakkan oleh energi dari transpor elektron, dan reaksi yang dikatalis adalah: proton digerakkan dalam arah tertentu dari satu lokasi

Radiasi elektromagnetik dan angin matahari (solar wind) yang merupakan pancaran partikel (proton, elektron dan ion) energi tinggi.. sangat mempengaruhi atmosfer dan medan

Energi Ikatan untuk Menghitung Perubahan Entalpi Reaksi Seperti yang dijelaskan di atas, reaksi kimia akan melibatkan energi untuk pemutusan ikatan antar atom pereaksi dan

Ketika material berinteraksi dengan cahaya yang memiliki energi tinggi, maka dapat menyebabkan terpentalnya elektron yang berada pada tingkat energi paling rendah pada suatu atom..

• Afinitas elektron EA suatu unsur didefinisikan sebagai jumlah energi yang dilepaskan ketika elektron ditambahkan ke kulit valensi atom gas terisolasi dari unsur tersebut, untuk