• Tidak ada hasil yang ditemukan

Management SDM sumber daya manusia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Management SDM sumber daya manusia"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN

“MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA”

OLEH :

KELOMPOK 7

FARMASI B 2013

ANGGOTA KELOMPOK :

REZTI ARIANTI J. (70100113047)

NURAMALIA SAHIB (70100113036)

SUHAEMI HASNIDAR (70100113100)

FACHRI HUZAIR SUHAEFI (70100113092)

AJAD ADE SUADLI (70100113085)

JURUSAN FARMASI

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UIN ALAUDDIN MAKASSAR

(2)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu sumber daya yang penting dalam manajemen adalah sumber

daya manusia atau human resources. Pentingnya sumber daya manusia ini, perlu disadari oleh semua tingkatan manajemen. Bagaimanapun majunya teknologi saat

ini, namun faktor manusia tetap memegang peranan penting bagi keberhasilan

suatu organisasi. Bahkan dapat dikatakan bahwa manajemen itu pada hakikatnya

adalah manajemen sumber daya manusia atau manajemen sumber daya manusia

adalah identik dengan manajemen itu sendiri.

Berhasil dan tidaknya sebuah tujuan di dalam bidang apapun maka disitu

terkait erat dengan faktor sumber daya manusia yang ada dalam pengelolaan kerja

pendidikan islam. Sumber daya manusia merupakan salah satu parameter sentral

didalam dunia kerja, disamping faktor pendukung yang lain seperti teknologi,

organisasi dan lain sebagainya.

Manusia merupakan asset utama suatu organisasi yang menjadi perencana

dan pelaku aktif dari setiap aktivitas organisasi. Mereka mempunyai pikiran,

perasaan, keinginan, status dan latar belakang pendidikan, usia, jenis kelamin

yang heterogen yang dibawa ke dalam suatu organisasi (Sudarmayanti, 2007).

MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia), terdiri dari kata manajemen

(3)

(manusia), money (uang), methode (metode/ cara/ sistem), materials (bahan),

machines (mesin), dan market (pasar). Kemudian, unsur manusia yang

merupakan salah satu unsur sumberdaya berkembang menjadi suatu bidang ilmu

manajemen yang disebut MSDM yang merupakan terjemahan dari man power

manajemen. Manajemen yang mengatur unsur manusia ini ada yang menyebut

manajemen kepegawaian atau manajemen personalia.

Fokus kajian MSDM adalah masalah tenaga kerja manusia yang diatur

menurut urutan fungsi-fungsinya, agar efektif dan efisien dalam mewujudkan

tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat. Karyawan adalah perencana, pelaku

dan selalu berperan aktif dalam aktivitas perusahaan / bisnis.

B. Rumusan masalah

Berdasarkan uraian di atas, maka yang menjadi rumusan masalah pada

makalah ini adalah sebagai berikut.

1. Apa itu Manajemen Sumber Daya Manusia ?

2. Bagaimana peranan Manajemen Sumber Daya Manusia ?

3. Apa fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia ?

4. Bagaimana pendekatan Manajemen Sumber Daya Manusia ?

5. Bagaimana proses tahapan Manajemen Sumber Daya Manusia ?

6. Bagaimana mengelola Sumber Daya Manusia ?

7. Apa pandangan islam mengenai Manajemen Sumber Daya Manusia ?

C. Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari pembuatan

(4)

1. Mengetahui tentang Manajemen Sumber Daya Manusia.

2. Mengetahui peranan Sumber Daya Manusia.

3. Mengetahui fungsi Sumber Daya Manusia.

4. Mengetahui pendekatan Manajemen Sumber Daya Manusia.

5. Mengetahui proses tahapan Manajemen Sumber Daya Manusia.

6. Mengetahui cara mengelola Sumber Daya Manusia.

(5)

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian

Sumber Daya Manusia (SDM) dalam konteks bisnis, adalah orang yang

bekerja dalam suatu organisasi yang sering pula disebut karyawan. Sumber Daya

Manusia merupakan aset yang paling berharga dalam perusahaan, tanpa manusia

maka sumber daya perusahaan tidak akan dapat mengahasilkan laba atau

menambah nilainya sendiri. Manajemen Sumber Daya Manusia didasari pada

suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia, bukan mesin, dan bukan

semata menjadi sumber daya bisnis. Manajemen Sumber Daya Manusia berkaitan

dengan kebijakan dan praktek-praktek yang perlu dilaksanakan oleh manajer,

mengenai aspek-aspek Sumber Daya Manusia dari Manajemen Kerja.

Manajemen sumber daya manusia (human resources management) adalah rangkaian aktivitas organisasi yang diarahkan untuk menarik, mengembangkan,

dan mempertahankan tenaga kerja yang efektif. Manajement sumber daya

manusia diperlukan dalam konteks lingkungan yang kompleks dan terus berubah.

Tiga komponen utama yang sangat penting dri konteks tersebut adalah

kepentingan strategis manajement sumber daya manusia dan lingkungan hokum

dan social dari manajement sumber daya manusia (Griffin, 2004: 414).

Menurut Drs. Malayu S.P. Hasibuan, Manajement Sumber Daya Manusia

adalah ilmu dan seni yang mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar

efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan

(6)

Manajemen Sumber Daya Manusia adalah bagian dari ilmu Manajemen

yang secara khusus mengatur aspek manusianya. Hal ini adalah hasil dari

perkembangan ilmu manajemen itu sendiri yang selama ini dikenal memiliki

enam unsure, yaitu Men, Money, Methode, Materials, Machines dan Market.

Unsure Men itulah yang membidani lahirnya ilmu manajemen sumber daya manusia (Arifin, 2007: 8).

Manajemen Sumber daya Manusia berkaitan dengan cara pengelolaan

sumber daya insane, dalam organisasi dan lingkungan yang mempengaruhinya,

agar mampu memberikan kontribusi secara optimal bagi pencapaian organisasi.

Manajemen Sumber Daya Manusia menurut Bambang Wahyudi (2002: 1), “Ilmu

dan seni atau proses memperoleh, memajukan atau mengembangkan, dan

memelihara sumber daya manusia yang kompeten sedemikian rupa, sehingga

tujuan organisasi dapat tercapai dengan efisiensi dan ada keputusan pada diri

pribadi-pribadi yang bersangkutan”.

Definisi lain menurut Edwin B. flippo dalam buku Bambang Wahyudi,

Manajemen Sumber Daya Manusia (2002: 9):

Personel Management is the planning, organizing, directing, and controlling of the procurement, development, competition, integration, maintenance, and separation of human resource to the end that individual, organizational, and societal objectives are accomplished”.

Artinya:

(7)

pengintegrasian, pemeliharaan dan pemisahan sumber daya manusia ke suatu titik

akhir dimana tujuan-tujuan perorangan, organisasi dan masyarakat.

B. Peranan Manajemen Sumber Daya Manusia

Peranan MSDM adalah mengatur dan menetapkan program kepegawaian

yang meliputi hal-hal berikut ini (Arifin, 2007: 8-9),

1. Menetapkan jumlah, kualitas dan penempatan tenaga kerja yang sesuai

dengan kebutuhan perusahaan.

2. Melakukan rekruitmen karyawan, seleksi dan penetapan pegawai sesuai

klasifikasi pegawai yang dibutuhkan perusahaan.

3. Menetapkan program kesejahteraan, pengmbangan, promosi dan

pemutusan hubungan kerja.

4. Membuat perkiraan kebutuhan pegawai di masa yang akan datang.

5. Memperkirakan kondisi ekonomi pada umumnya dan perkembangan

perusahaan pada khususnya.

6. Senantiasa memantau perkembangan undang-undang ketenagakerjaan

dari waktu ke waktu khususnya yang berkaitan dengan masalah gaji/ upah atau

kompensasi terhadap pegawai.

7. Memberikan kesempatan karyawan dalam hal pendidikan, latihan dan

penilaian prestasi kerja karyawan.

8. Mengatur mutasi karyawan.

9. Mengatur pension, pemutusan hubungan kejra beserta perhitungan

(8)

C. Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia

Fungsi manajemen sumber daya manusia meliputi perencanaan,

pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, pengadaan, pengembangan,

kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan, dan pemutusan

hubungan kerja.

1. Perencanaan

Pengertian perencanaan disini adalah merencanakan tenaga kerja secara

efektif serta efisien agar sesuai kebutuhan perusahaan dalam membantu

terwujudnya tujuan, yaitu dengan menetapkan program kepegawaian sesuai

fungsi-fungsi yang dimilikin oleh MSDM itu sendiri.

2. Pengorganisasian

Yang dimaksud disini dengan pengorganisasa dalam hal ini adalah

kegiatan mengorganisir semua karyawan melalui menetapkan pembagian kerja,

hubungan kerja, pendelegasian wewenang, integrasi, dan koordinasi dalam bagan

organisasi.

3. Pengarahan

Pengertian pengarahan disini adalah kegiatan mengarahkan semua

karyawan, agar bersedia bekerja sama, bekerja efektif serta efisien dalam

membantu tercapainya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Pada

umumnya pengarahan akan dilakukan oleh atasan dengan menugaskan bawahan

(9)

4. Pengendalian

Pengendalian adalah kagiatan mengendalikan semua karyawan, agar

mentaati peraturan-peraturan perusahaan serta bekerja sesuai rencana yang telah

ditetapkan perusahaan. Selanjutnya, jika di tengah perjalanan ternyata terdapat

penyimpangan atau kesalahan, maka harus diadakan tindakan korektif atau

perbaikan serta penyempurnaan rencana tersebut. Kehadiran karyawan,

kedisiplinan, perilaku, kerja sam, pelaksanaan pekerjaan, dan menjaga situasi

lingkungna pekerjaan adalah hal-hal yang harus dikendalikan oleh perusahaan.

5. Rekruitmen

Rekruitmen adalah proses seleksi dan penarikan, penempatan untuk

mendapatkan karyawan yangs sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Proses

rekruitmen yang menghasilkan karyawan yang sesuai akan membantu

terwujudnya tujuan perusahaan.

6. Pengembangan

Pengembangan adalah proses peningkatan keterampilan teknis, konseptual,

dan moral karyawan melalui pendidikan dan pelatihan (training) yang diberikan

sesuai kebutuhan pekerja masa kini maupun masa depan.

7. Kompensasi

Pengertian kompensasi dalam hal ini adalah pemberian balas jasa langsung

dan tidak langsung, baik itu berupa uang atau barang kepada karyawan sebagai

imbal jasa yang diberikan kepada perusahaan. Secara prinsip, yang namanya

kompensasi sesuai dengan prestasi kerjanya serta layak, yaitu adil karena sesuai

(10)

yang berpedoman pada sekurang-kurangnya sama dengan batas upah minimum

pemerintah.

8. Pengintegrasian

Pengertian pengintegrasian adalah aktivitas untuk mempersatukan

kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan, agar tercipta kerja sama yang

serasi, sinergis dan saling menguntungkan. Saling menguntungkan dalam hal ini

adalah bagi perusahaan tentu saja kaitannya dengan perolehan laba yang optimal

dan bagi karyawan dapat memperoleh imbal jasa yang bisa memenuhi

kebutuhannya. Oleh karena mempersatukan dua kepentingan yang bertolak

belakang, aktivitas pengintegrasian merupakan hal yang penting dan sulit dalam

manajemen sumber daya manusia.

9. Pemeliharaan

Pemeliharaan adalah aktivitas untuk menjaga atau meningkatkan kondisi

fisik, mental, dan loyalitas karyawan, agar mereka tetap mau bekerja sama sampai

pension tiba. Aktivitas ini dapat dilakukan perusahaan dengan memberikan

program kesejahteraan karyawan.

10. Kedisiplinan

Untuk mencapai tujuan maksimal, kedisiplinan merupakan fungsi

manajemen sumber daya manusia yang terpenting karena tanpa disiplin yang baik

akan sulit terwujud tujuan yang maksimal. Kedisiplinana adalah keinginan dan

kesadaran untuk mentaati peraturan-peraturan perusahaan dan norma-norma social

(11)

11. Pemberhentian

Pemberhentian adalah putusnya hubungan kerja seseorang dari

perusahaan. Pemutusan hubungan kerja ini dapat terjadi oleh berbagai sebab,

seperti keinginan karyawan, keinginan perusahaan, kontrak kerja berakhir,

pension, dan lain-lain (Arifi, 2007: 9-12).

D. Pendekatan Manajemen Sumber Daya Manusia

Dalam setiap kegiatan atau aktivitas organisasi dari waktu ke waktu selalu

timbul masalah-masalah. Untuk mengatasi masalah – masalah yang timbul ada

beberapa pendekatan sesuai dengan periodenya. Maksudnya pendekatan yang

lebih akhir menunjukkan lebih baru ditinjau dari segi waktunya. Namun sampai

sekarang pun masih ada pimpinan perusahaan yang menggunakan pendekatan

lama dalam mengatasi permasalahan. Di bawah ini dikemukakan tiga pendekatan:

Pendekatan Mekanis, Pendekatan Paternalisme, dan, Pendekatan Sistem Sosial.

1. Pendekatan Mekanis (klasik)

Perkembangan di bidang Industri dengan penggunaan mesin – mesin dan

alat – alat elektronika membawa kemajuan yang sangat pesat dalam efisiensi

kerja. Dalam pendekatan mekanis, apabila ada permasalahan yang berhubungan

dengan tenaga kerja, maka unsur manusia dalam organisasi disamakan dengan

faktor produksi lain, sehingga pimpinan perusahaan cenderung menekan pekerja

dengan upah yang minim sehingga biaya produksi rendah. Pandangan pendekatan

ini menunjukkan sikap bahwa tenaga kerja harus dikelompokkan sebagai modal

yang merupakan faktor produksi. Dengan hal ini maka di usahakan untuk

(12)

mungkin dan memperoleh hasil yang lebih besar untuk kepentingan pemberi

kerja. Pendekatan ini cukup dominan di Negara – Negara industri barat sampai

dengan tahun 1920-an.

2. Pendekatan Paternalisme (Paternalistik)

Dengan adanya perkembangan pemikiran dari para pekerja yang semakin

maju dari para pekerja, yang menunjukkan mereka dapat melepaskan diri dari

ketergantungan manajemen atau pimpinan perusahaan mengimbangkan dengan

kebaikan untuk para pekerja. Paternalisme merupakan suatu konsep yang

menganggap manajemen sebagai pelindung terhadap karyawan, berbagai usaha

telah dilakukan oleh pimpinan perusahaan supaya para pekerja tidak mencari

bantuan dari pihak lain. Pendekatan ini mulai hilang pada waktu periode tahun

1930–an.

3. Pendekatan Sistem Sosial (Human Relation)

Manajemen Sumber Daya Manusia atau personalia merupakan proses yang

kompleks. Dengan kekomplekan kegiatan manajemen Sumber Daya Manusia,

maka pimpinan perusahaan mulai mengarah pada pendekatan yang lain yaitu

pendidikan sistem sosial yang merupakan suatu pendekatan yang dalam

pemecahan masalah selalu memperhitungkan faktor – faktor lingkungan. Setiap

ada permasalahan, maka diusahakan dipecahkan dengan sebaik mungkin dengan

(13)

E. Proses Tahapan Manajemen Sumber Daya Manusia 1. Recruitment (pengadaan),

Pengadaan Manajemen Sumber Daya Manusia Recruitment disini

diartikan pengadaan, yaitu suatu proses kegiatan mengisi formasi yang lowong,

mulai dari perencanaan, pengumuman, pelamaran, penyarigan sampai dengan

pengangkatan dan penempatan. Pengadaan yang dimaksud disini lebih luas

maknanya, karena pengadaan dapat merupakan salah satu upaya dari

pemanfaatan. Jadi pengadaan disini adalah upaya penemuan calon dari dalam

organisasi maupun dari luar untuk mengisi jabatan yang memerlukan SDM yang

berkualitas. Jadi bisa berupa recruitment from outside dan recruitment from

within. Recruitment from within merupakan bagian dari upaya pemanfatan SDM

yang sudah ada, antara lain melalui pemindahan dengan promosi atau tanpa

promosi. Untuk pengadaan pekerja dari luar tahapan seleksi memegang peran

penting.

2. Maintenance (pemeliharaan)

Pemeliharaan atau maintenance merupakan tanggung jawab setiap

pimpinan. Pemeliharaan SDM yang disertai dengan ganjaran (reward system)

akan berpengaruh terhadap jalannya organisasi. Tujuan utama dari pemeliharaan

adalah untuk membuat orang yang ada dalam organisasi betah dan bertahan, serta

dapat berperan secara optimal. Sumber daya manusia yang tidak terpelihara dan

merasa tidak memperoleh ganjaran atau imbalan yang wajar, dapat mendorong

pekerja tersebut keluar dari organisasi atau bekerja tidak optimal. Pemeliharaan

(14)

seksama hakikat manusianya. Manusia memiliki persamaan disamping perbedaan,

manusia mempunyai kepribadian, mempunyai rasa, karya, karsa dan cipta.

Manusia mempunyai kepentingan, kebutuhan, keinginan, kehendak dan

kemampuan, dan manusia juga mempunyai harga diri. Hal-hal tersebut di atas

harus menjadi perhatian pimpinan dalam manajemen SDM.

3. Development (pengembangan).

Pengembangan Sumber Daya Manusia Sumber daya manusia yang ada

didalam suatu organisasi perlu pengembangan sampai pada taraf tertentu sesuai

dengan perkembangan organisasi. Apabila organisasi ingin berkembang yang

diikuti oleh pengembangan sumber daya manusia. Pengembangan sumber daya

manusia ini dapat dilaksanakan melalui pendidikan dan pelatihan yang

berkesinambungan. Pendidikan dan pelatihan merupakan upaya untuk

pengembangaan SDM, terutama untuk pengembangan kemampuan intelektual dan

kepribadian. Pendidikan pada umumnya berkaitan dengan mempersiapkan calon

tenaga yang digunakan oleh suatu organisasi, sedangkan pelatihan lebih berkaitan

dengan peningkatan kemampuan atau keterampilan pekerja yang sudah

menduduki suatu jabatan atau tugas tertentu. Untuk pendidikan dan pelatihan ini,

langkah awalnya perlu dilakukan analisis kebutuhan atau need assessment, yang

menyangkut tiga aspek, yaitu:

a. Analisis organisasi untuk menjawab pertanyaan: “Bagaimana organisasi

melakukan pelatihan bagi pekerjanya”,

(15)

c. Analisis pribadi, menekankan “Siapa yang membutuhkan pendidikan dan

pelatihan apa”.

Hasil analisis ketiga aspek tersebut dapat memberikan gambaran tingkat

kemampuan atau kinerja pegawai yang ada di organisasi tersebut.

F. Mengelola Sumber Daya Manusia 1. Membuat analisis pekerjaan

Analisis pekerjaan adalah suatu proses mempelajari komponen –

komponen pekerjaan secara terpisah maupun dalam hubungannya secara

keseluruhan untuk menentukan tuga-tugas pekerjaan. Dengan perkataan lainnya,

analisis pekerjaan berhubungan dengan fakta-fakta tentang pekerjaan dan

bagaimana persyaratannya untuk mengerjakan pekerjaan dengan baik. Adapun

pentingnya analisis pekerjaan adalah sebagai berikut.

a. Menentukan nilai-nilai pekerjaan.

b. Merumuskan kebutuhan akan pelatihan pegawai.

Untuk mendapatkan data analisis pekerjaan dapat dilakukan dengan cara

sebagai berikut.

a. Wawancara dan observasi.

b. Konferensi.

c. Daftar pertanyaan.

2. Membuat analisis jabatan

(16)

pekerjaan, sehingga nantinya dapat diperoleh keterangan-keterangan pekerjaan

untuk menilai jabatan tertentu.

Untuk menetapkan kualifikasi pegawai yang diperlukan adalah sebagai

berikut.

a. Apa yang harus dikerjakan.

b. Bagaimana wewenang dan tanggung jawabnya.

c. Bagaimana kondisi – kondisi pekerjaannya.

d. Alat-alat apa yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan.

e. Bagaimana latar belakang pendidikan dan latihannya.

f. Berapa besar upah atau gaji.

g. Bagaimana lamanya jam kerja dan promosinya.

Fungsi analiss jabatan adalah sebagai berikut.

a. Memberikan gambaran umum tentang unsure jabatan seorang pegawai.

b. Mencatat syarat – syarat perorangan yang penting untuk masing –

masing jabatan.

c. Mencatat tanggung jawab orang yang memegang jabatan.

d. Mencatat beberapa kondisi kerja pegawai yang bersangkutan.

Keterangan – keterangan tipe pegawai yang cocok untuk memangku suatu

jabatan diantaranya sebagai berikut.

a. Jenis kelamin.

b. Keadaan fisik pegawai.

(17)

e. Syarat-syarat pendidikan.

f. Temperamen pegawai.

g. Karakter pegawai.

h. Minat pegawai.

3. Menyusun Struktur Organisasi

Tujuan suatu perusahaan menyusun struktur organisasi adalah sebagai

berikut.

a. Membedakan suatu tugas pekerjaan.

b. Memberikan kemungkinan dilakukannya koordinasi atas tugas – tugas,

sehingga kegiatan pekerjaannya akan lebih efektif.

c. Menentukan batasan tanggung jawab dan wewenang yang dibutuhkan.

d. Sebagai alat untuk menyokong dan mencerminkan pelaksanaan strategi

usaha.

Dalam analisis yang terakhir, struktur organisasi meruakan suatu alat yang

memberikan pegelompokkan kegiatan – kegiatan khusus dan pengelompokkan

orang – orang untuk tujuan menerapkan manajemen kepegawaian.

4. Menempatkan Orang – Orang Sesuai Jabatan dalam Organisasi

Untuk menempatkan orang – orang yang sesuai dengan jabatan di dalam

organisasi terlebih dahulu harus diketahui sifatnya, keahliannya, dan keadaan

pekerjaan yang bersangkutan. Hal tersebut penting sekali karena berhasil tidaknya

seorang yang akan ditempatkan untuk melaksanakan tugasnya di dalam organisasi

(18)

Pertimbangan – pertimbangan di dalam menempatkan orang – orang

sesuai dengan jabatan dalam organisasi yaitu sebagai berikut.

a. Memperhatikan bakat – bakat khusus dan cita – cita mereka.

b. Mengelompokkan orang – orang kemudian membagi kegiatan –

kegiatannya.

Orang yang ditunjuk, sesuai dengan jabatan dalam organisasi harus ditangani

dengan hati – hati, karena hal tersebut sangat penting untuk keberhasilan

pekerjaan dalam pengorganisasian. Adapun tujuan dari menempatkan orang –

orang dalam organisasi adalah memungkinkan sekelompok orang – orang yang

disebut pegawai untuk bekerja secara bersama-sama dan efisien sebagai suatu

kesatuan.

Pekerjaan seluruhnya dipisahkan melalui fungsi-fungsi agar supaya setiap

individu dari kelompok kerja dapat melaksanakan sebagian dari pekerjaan

seluruhnya dengan cara sebaik-baiknya. Pegawai adalah sangat penting sekali

dalam pengorganisasian, sebab pegawai dapat membangun atau dapat juga

merusak setiap struktur organisasi. Oleh sebab itu, struktur oganisasi yang sehat

adalah perlu sekali untuk meningkatkan prestasi dan produktivitas para pegawai.

5. Mutasi dan Promosi

Mutasi adalah kegiatan dari pimpinan perusahaan untuk memindahkan karyawan dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lain yang dianggap setingkat atau sejajar.

(19)

Tujuan mutasi yaitu.

a. Persiapan untuk promosi.

b. Mengusahakan orang tepat pada tempat yang tepat.

c. Meningkatkan kerja sama kelompok.

d. Meningkatkan semangat dan kegairahan kerja.

e. Menciptakan persaingan sehat.

f. Agar dapat saling mengganti.

g. Mengurangi labour turn over.

Pertimbangan dalam promosi adalah sebagai berikut.

a. Perlu diperhatikan syarat-syarat tertentu seperti pengalaman, tingkat

pendidikan, loyalitas, kejujuran dan sebagainya.

b. Agar dalam pelanksanaan promosi moral yang tinggi selalu terjaga, maka

hendaknya dapat ditetapkan syarat –syarat promosi secara tegas dan jelas.

c. Agar promosi yang dilakukan tidak terjadi kesalahan maka evaluasi harus

dilakukan secara rutin, lengkap, dan objektif.

d. Dalam promosi sering dipersoalkan perlu tidaknya senioritas dan ambisi

ditetapkan sebagai syarat untuk promosi.

e. Mempersiapkan calon – calon yang akan dipromosiakan hendaknya

dilakukan jauh sebelumnya, sehingga bilamana sewaktu-waktu diperlukan

telah siap dengan orang-orang yang tepat.

6. Pelatihan

Pelatihan atau training adalah suatu kegiatan dari perusahaan yang

(20)

ketermapilan dan pengetahuan dari para karyawannya, sesuai dengan keinginan

dari perusahaan yang bersangkutan.

Proses pelatihan dilaksanakan setelah terjadi pengankatan karyawan, sebab

latihan hanya diberikan pada karyawan dari perusahaan yang bersangkutan.

Memang latihan ada kalanya diberikan, setelah karyawan tersebut ditetapkan dan

ditugaskan, tetapi ada kalanya latihan diberikan kepada karyawan sebelum

ditempatkan dan ditugaskan. Hal tersebut tergantung kebijaksanaan perusahaan

bersangkutan yang menurut pertimbangannya lebih baik.

Ada beberapa sasaran yang ingin dicapai dengan mengadakan latiha,

antara lain :

a. Pekerjaan yang diharapkan lebih cepat dan lebih baik.

b. Penggunaan bahan dapat lebih dihemat.

c. Penggunaan peralatan dan mesin diharapkan lebih tahan lama.

d. Angka kecelakaan diharapkan lebih kecil.

e. Tanggung jawab diharapkan lebih besar.

f. Biaya produksi diharapkan lebih rendah.

g. Kelangsungan perusahaan diharapkan lebih terjamin.

Keuntugan – keuntungan yang dapat diperoleh setelah sasaran tercapai

adalah sebagai berikut.

a. Mengurangi pengawasan.

b. Meningkatkan rasa harga diri.

(21)

e. Memudahkan pelaksanaan pendelegasian wewenang.

Beberapa contoh sistem pelatihan yaitu.

a. Sistem magang.

b. Sistem ceramah/kuliah.

c. Sistem peragaan.

d. Sistem bimbingan.

e. Sistem latihan praktek.

f. Sistem diskusi.

g. Sistem permainan.

h. Sistem kombinasi.

G. Pandangan Islam

Manusia merupakan makhluk yang memiliki kemampuan istimewa dan

menempati kedudukan tertinggi di antara makhluk lainnya, yakni menjadi

(22)

Ayat di atas dipertegas dengan ayat lainnya dalam (Q.S. al-An’am/6: 165

Islam menghendaki manusia berada pada tatanan yang tertinggi dan luhur.

Oleh karena itu manusia dikaruniai akal, perasaan, dan tubuh yang sempurna.

Ilam, melalui yat-ayat al-Qur’an telah mengisyaratkan tentang kesempurnaan diri

manusia, seperti antara lain disebutkan dalam Q.S at-Tin/95: 4,

Kesempurnaan demikian dimaksudkan agar manusia menjadi individu

yang dapat mengembangkan seluruh potensi sumber daya yang dimilikinya.

Dalam pengelolaan sumber daya manusia mengacu pada apa yang

dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW didasarkan pada konsep Islam

mengenai manusia itu sendiri. Konsep Pertama: Manusia diciptakan untuk

beribadah kepada Tuhan. Oleh karena itu segala kagiatan manusia harus

merupakan bentuk ibadah, ibadah dalam arti luas, tidak hanya ibadah yang

(23)

kedua: Manusia adalah khalifatullah fil adli-wakil Allah di bumi, yang bertugas

memakmurkan bumi. Konsentrasi dari kedua konsep ini adalah segala kegiatan

manusia akan dinilai dan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat. Dengan konsep

tersebut islam mengusahakan sumber daya manusia untuk ikut memakmurkan

bumi dalam lingkup pengabdian kepada Tuhan dengan memanfaatkan seoptimal

mungkin potensi yang telah dianugerahkan oleh Tuhan.

Dalam hal recruitment & selection, beliau sangat mementingkan

profesionalisme. Beliau bersabda, “Jika suatu urusan diserahkan kepada yang

bukan ahlinya, maka tunggulah saat (kehancuran)-nya.” (HR Bukhari dan

Ahmad). Rasulullah juga bersabda. “Siapa yang mengangkat seseorang sebagai

pegawai dari suatu kaum, padahal pada kaum itu terdapat seseorang yang diridhai

Allah (cakap, soleh dan beriman) maka ia telah berkhianat kepada Allah,

Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. (HR al-Hakim).

Rasulullah sangat memperhatikan masalah remunerasi. Dalam hadis

riwayat Abdur-Razzaq dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id al-Khudri, Nabi

s.a.w.bersabda: “Barang siapa mempekerjakan pekerja, beritahukanlah

upahnya.”Sedangkan dalam Hadis Riwayat Ibn Majah dari Ibnu Umar, bahwa

Nabi bersabda: “Berikanlah upah pekerja sebelum keringatnya kering.” Hasan

Langgulung mengemukakan beberapa pemikirannya tentang strategi pendidikan

Islam dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia diantaranya dapat di

tempuh melalui dari dua model, yaitu strategi pendidikan yang bersifat makro dan

strategi pendidikan yang bersifat mikro. Strategi yang bersifat makro terdiri dari

(24)

pembentukan insan shaleh dan masyarakat shaleh. Kedua, dasar-dasar pokok

pendidikan Islam yang menjadi landasan kurikulum terdiri dari 8 aspek; keutuhan,

keterpaduan, kesinambungan, keaslian, bersifat ilmiah, bersifat praktikal,

kesetiakawanan, dan keterbukaan. Ketiga, prioritas dalam tindakan yang meliputi

penyerapan semua anak-anak yang mencapai usia sekolah, kepelbagaian jalur

perkembangan, meninjau kembali materi dan metode pendidikan, pengukuhan

pendidikan agama, administrasi dan perencanaan, dan kerja sama regional dan

antar negara di dalam dunia Islam. Sedangkan strategi yang bersifat mikro hanya

terdiri dari satu komponen saja, yaitu tazkiyah al-nafs (pembersihan jiwa).

Tazkiyah itu bertujuan membentuk tingkah laku baru yang dapat menyimbangkan

roh, akal, dan badan seseorang Dalam hubungannya dengan organizational

management, Rasulullah adalah manager yang piawai dalam mendelegasikan

suatu tugas kepada para sahabatnya.Kemampuan pendelegasian yang baik ini

dikarenakan beliau sangatmengenal karakter, potensi dan (minat) masing-masing

sahabatnya. Ada yang menarik dalam sejarah Islam, Umar bin Khatab adalah

seorang yang tinggi besar, kuat serta pandai berperang. Akan tetapi Umar tak

pernah diangkat menjadi panglima perang. Justru Usamah, pemuda 16 tahun,

pernah ditugaskan menjadi seorang panglima perang. Itu karena Rasulullah

paham, bahwa selain memiliki kompetensi dalam berperang, Umar memiliki

kompetensi sebagai seorang pemimpin (khalifah). Dan ia disiapkan untuk itu.

Rasulullah juga telah mencontohkan implementasi Participative Management.

(25)

Rasul dan sahabat dalam perang Khandaq. Di samping itu, Rasulullah juga sangat

piawai dalam memberikan motivasi kepada sahabatnya secara tepat sesuai

keadaan sahabatnya. Beliau tidak hanya memotivasi untuk masalah akhirat saja,

Beliau juga memotivasi para sahabatnya untuk selalu optimal di semua posisi dan

peran kehidupan masing-masing. Yang menarik adalah Rasulullah memberikan

perhatian yang istimewa kepada semua sahabatnya, sehingga diriwayatkan bahwa

setiap sahabat merasa bahwa dia adalah orang yang paling diperhatikan dan

dicintai Rasul-Nya. Inilah salah satu bentuk immaterial compensation yang

dicontohkan oleh Rasulullah. Pada praktiknya, Rasulullah tidak hanya sebagai

seorang manager, beliau adalah seorang leader. Dan lebih dari itu, beliau tidak

hanya menjadi seorang leader, tetapi leader yang mampu mencetak leader-leader

unggul. Hal ini bisa dilihat dari jejak khulafaur rasyidin dan semua sahabatnya

(26)

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan uraian materi di atas maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Manajemen Sumber Daya Manusia adalah suatu rangkaian aktivitas

organisasi yang diarahkan untuk menarik, mengembangkan, dan mempertahankan

tenaga kerja yang efektif, serta didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan

adalah manusia, bukan mesin, dan bukan semata-mata menjadi sumber daya

bisnis.

2. Peranan MSDM adalah mengatur dan menetapkan program

kepegawaian yang meliputi beberapa hal seperti menetapkan jumlah kualitas,

seleksi dan penetapan pegawai; rekruitmen karyawan; menetapkan program

kesejahteraan, pengembangan dan promosi; membuat perkiraan kebutuhan

pegawai di masa depan; memperkirakan kondisi ekonomi; memantau

perkembangan UU ketenagakerjaan; memberikan kesempatan pendidikan dan

latihan; mengatur mutasi; dan mengatur pension.

3. Fungsi manajemen sumber daya manusia meliputi perencanaan,

pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, pengadaan, pengembangan,

kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan, dan pemutusan

hubungan kerja.

4. Pendekatan dalam manajemen sumber daya manusia terdiri atas tiga

(27)

5. Proses tahapan manajemen sumber daya manusia terbagi atas

recruitment (pengadaan), maintenance (pemeliharaan), dan development

(pengembangan).

6. Untuk mengelola sumber daya manusia dimulai dari membuat analisis

pekerjaan, menyusun amalisis jabatan, menyusun struktur organisasi,

menempatkan orang-orang sesuai jabatan atau organisasi, mutasi dan promo

hingga pelatihan.

7. Sumber daya manusia merupakan kekuatan terbesar dalam pengolahan

seluruh resources yang ada dimuka bumi, karena pada dasarnya seluruh ciptaan

Allah yang ada dimuka bumi ini sengaja diciptakan oleh Allah untuk

kemaslahatan umat manusia .Oleh karena itu sumber daya yang ada ini harus

dikelola dengan benar karena itu merupakan amanah yang akan dimintai

pertanggungjawabannya kelak. Untuk mendapatkan pengelolaan yang baik ilmu

sangatlah diperlukan untuk menopang pemberdayaan dan optimalisasi manfaat

sumber daya yang ada. Di dalam surah Ar-Rohman ayat ke 33, Allah telah

menganjurkan manusia untuk menuntut ilmu seluas-luasnya tanpa batas dalam

rangka membuktikan kemahakuasaan Allah SWT

B. Saran

Beberapa tanggapan dan masukkan dari semua pihak sangat kami

harapkan untuk memperbaiki maupun mengoreksi makalah ini agar menjadi

(28)

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Johar & A. Fauzi. 2007. Aplikasi Excel dalam Aspek Kuantitatif Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Alex Media Komputindo. Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Tafsirnya (Edisi Revisi 2008). Jakarta:

Depag Hal: 89-90.

Griffin, Ricky. 2004. Manajemen, Edisi 7. Jakarta: Erlangga.

Iskandar,Yan SE. 2014. Diunduh pada tanggal 12 juni 2015, pukul 21:30 WITA

dari:http://www.academia.edu/9917399/MAKALAH_MANAJEMEN_S

UMBER_DAYA_MANUSIA

Langgulung, Hasan. 2003. Peralihan Paradigma dalam Pendidikan Islam dan Sains Sosial, Cet I. Jakarta: Gaya Media Pratama.

Manullang, M. 2005. Dasar – Dasar Manajemen. Yogyakarta: Gajah Mada Uneversity Press.

Siagian, Sondang P. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi ke 13.

Referensi

Dokumen terkait

Pangkalan data secara minimum tercipta dengan adanya informasi tentang analisis pekerjaan melalui uraian pekerjaan, spesifikasi pekerjaan dan standar prestasi

Pengembangan SDM dilakukan berkaitan dengan kepentingan penilaian kinerja setiap pegawai yang.. berdampak pada promosi, mutasi, rotasi, demosi untuk penetapan

Promosi merupakan kesempatan untuk berkembang dan maju yang dapat mendorong karyawan untuk lebih baik atau lebih bersemangat dalam melakukan suatu pekerjaan dalam

Agen tenaga kerja adalah organisasi yang membantu perusahaan- perusahaan merekrut karyawan dan pada saat yanag sama menolong orang dalam usaha mereka

Hasil yang didapat dari uji F menunjukkan variabel peran karyawan, peran pimpinan, peran hubungan karyawan dan pimpinan, aspek organisasi, dan lingkungan kerja secara

Perusahaan dirasa perlu menjaga kualitas kehidupan kerja dan kepuasan para karyawan untuk menurunkan minat karyawan tersebut untuk berpindah ke pekerjaan atau perusahaan

Employee engagement dalam sebuah pekerjaan mempunyai peran penting bahwa dengan adanya pengaruh employee engagement terhadap kinerja karyawan, maka perusahaan dapat

Sehubungan dengan hal tersebut peneliti akan melakukan penelitian di Perusahaan Mutiara Ferindo dengan alasan penelitian ini dapat meningkatkan kinerja pegawai sehingga perusahaan perlu