• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Narkoba - Gambaran Pola Konsumsi Pangan dan Status Gizi Pada Pecandu Narkoba di Panti Sosial Pamardi Putra Insyaf Sumatera Utara Tahun 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Narkoba - Gambaran Pola Konsumsi Pangan dan Status Gizi Pada Pecandu Narkoba di Panti Sosial Pamardi Putra Insyaf Sumatera Utara Tahun 2014"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2.1. Kecukupan Gizi Rata-rata Yang Dianjurkan Per Orang Per Hari
Tabel 2.2. Klasifikasi IMT Menurut FAO/WHO
Gambar 1. Kerangka Konsep

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu, Kabupaten Bogor juga memiliki proporsi pengeluaran pangan sumber protein hewani yang relatif besar yaitu ikan sebesar 6 persen, daging sebesar 4 persen, telur

Semur ayam Cah jagung muda Kue Susu Bubur nasi Gulai ikan Oseng-oseng tahu Tumis kembang kol+telur semangka Bubur nasi Filet ikan panggang Tempe bacem Tumis

Sementara itu, komoditas sumber protein seperti kelompok buah biji berminyak dan pangan hewani (daging, telur, susu, dan ikan) hanya menyumbang antara 1% - 21% dari

- Hewan laut Ikan kembung Tongkol Udang Cumi Kepiting Kerang Dll, sebutkan... -

Meningkatnya konsumsi jajanan, susu dan buah ini karena adanya pemberian makanan dalam feeding program berupa roti, kue, biskuit, susu, buah, jus buah, dan

Foto yang dikirim informan 9 ini makan pagi berupa protein hewani, yaitu susu, makan siang didapatkan karbohidrat berupa nasi, protein hewani yaitu ikan, lemak dari minyak yang digunkan

10 o Makanan pokok : Pasien biasa mengkonsumsi nasi o Lauk hewani : Pasien biasa mengkonsumsi telur, ikan, dan daging ayam o Lauk nabati : Pasien biasa mengkonsumsi tahu dan tempe

Menganalisa perbedaan status gizi berdasarkan pola konsumsi serealia dan umbi-umbian, kacang-kacangan, daging, ikan, telur, susu, buah, sayuran, lemak, makanan jajanan, minuman, gula