UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TOLAK PELURU DENGAN MENGGUNAKAN GAYA MENGAJAR INKLUSI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 17 MEDAN TAHUN AJARAN 2012/2013.

21  Download (0)

Teks penuh

(1)

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TOLAK PELURU DENGAN MENGGUNAKAN GAYA MENGAJAR INKLUSI

PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 17 MEDAN TAHUN AJARAN 2012/2013

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

OLEH

LEO PRASETYA MELIALA NIM : 608112159

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

UNIVERSITAS NEGERI

(2)
(3)
(4)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya, Maka penulisan skripsi ini dapat terselesaikan walaupun dengan wujud yang sangat sederhana. Adapun judul skripsi saya ini adalah “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Tolak Peluru Gaya Menyamping dengan Menggunakan Gaya Mengajar Inklusi Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 17 Medan tahun ajaran 2012/2013.”

Penulis menyadari, bahwa keberadaan skripsi ini yang tak punya arti apa-apa, namun dalam penyelesaian yang sangat banyak mendapat bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada :

1. Bapak Prof Dr. Ibnu Hajar, M.Si selaku Rektor Universitas Negeri Medan beserta staf-stafnya.

2. Bapak Drs. Basyaruddin Daulay, M.Kes selaku Dekan FIK UNIMED. Bapak Drs. Suharjo, M.Pd selaku PD I. Bapak Drs. Mesnan, M.Kes selaku PD II. Serta Bapak Dr. Budi Valianto, M.Pd selaku PD III FIK UNIMED. 3. Bapak Drs Suryadi Damanik, M.Kes selaku Ketua Jurusan PJKR FIK

UNIMED.

4. Bapak Afri Tantri SPd,MPd selaku Sekretaris Jurusan PJKR FIK

UNIMED

5. Bapak Drs.M.Yusuf selaku Pembimbing Skripsi yang telah banyak

meluangkan waktu memberikan bimbingan dan arahan yang sangat berharga dalam penulisan skripsi ini.

(5)

6. Kepada Ibu Kepala Sekolah beserta Staf Pengajar SMA Negeri 17 Medan yang telah memberikan Izin dan Membantu mensukseskan penelitian ini. 7. Teristimewa kepada Orang Tua saya, Saya Ucapkan ribuan Terima Kasih

Ayahanda Sersan Roni Sembiring dan Ibunda Lidya br Tarigan,Amk yang telah bersusah payah membesarkan, membimbing, dan membiayai serta mendoakan saya hingga dapat menyelesaikan studi ini.

8. Kepada Abangnda Febrianto Prima Meliala,S.kom dan adik saya Putri

Green Meliala.

9. Saya mengucapkan Terimakasih Terkhusus buat Sonya Savritanta br

Ginting,Amd yang sudah memotivasi saya dari awal sampai akhir peneyelesaian skripsi ini.

10. Sahabat-sahabat saya Sarel Deanta Sebayang,SE Jani Ebenezer Tarpuci S.kom,Defri Sebayang SE,Jonathan Ginting S.Pd,Elias Dame S.Pd, Zoel Manurung S.Pd, Pangihutan Butar-Butar S.Pd yang sudah membantu saya dalam menyelesaikan skripsi ini.

11. Dan seluruh rekan-rekan mahasiswa seperjuangan stambuk 2008, yang terlibat dalam membantu dalam penyelesaian skripsi ini.

(6)

Semua pihak yang tidak penulis sebutkan satu persatu yang turut serta memberikan bantuan dan sumbangan pemikiran selama penulis mengikuti perkuliahan. Kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan kepada penulis yang tidak dapat disebutkan satu persatu, semoga bantuan yang diberikan mendapat berkat dari Tuhan Yang Maha Esa.

Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak.

Medan, September 2013 Penulis

Leo Prasetya Meliala

NIM : 608112159

(7)
(8)

DAFTAR ISI A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 5

3. Hakikat Gaya mengajar ... 14

4. Hakikat gaya mengajar Inklusi ... 16

5. Hakikat Hasil Belajar………. 23

B. Kerangka Berfikir ... 26

(9)

1. Lokasi ... 28

2. Waktu ... 28

B.Populasi dan Sampel ... 28

1. Populasi ... 29

2. Sampel ... 29

C. Metode Penelitian ... 29

D. Desain Penelitian... 30

E. Instrumen Penelitian ... 33

F. Teknik Analisis Data ... 35

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskriptor Data Penelitian………39

B. Hasil Penelitian……….40

1. Kondisi Awal ……….40

2. Pelaksanaan siklus I………42

3. Pelaksanaan siklus II……….……..46

C. Pembahasan Hasil Penelitian……….49

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan………...52

B. Saran………..52

(10)

DAFTAR TABEL

Tabel Hal

1. Tujuan gaya mengajar Inklusi ……… 21

2. Populasi dan sampel ………... 29

3. Indikator dan Penilaian ………... 37-38 4. Tabel 3 Deskripsi data hasil belajar Tolak Peluu………....39

5. Tabel 4 Hasil Tes Awal (pretest) Teknik Tolak Peluru………41

6. Tabel 5 Hasil Tes I (Siklus I) Tolak Peluru………..43

7. Tabel 6 Hasil Tes II (Siklus II) Tolak Peluru………....47

(11)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I

Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II

Lampiran 3. Lembar Observasi Kegiatan Guru Siklus I

Lampiran 4. Lembar Observasi Kegiatan Guru Siklus II

Lampiran 5. Lembar Observasi Siklus I Tolak Peluru

Lampiran 6. Lembar Observasi Siklus II Tolak Peluru

Lampiran 7. Penilaian Proses Hasil Belajar Tolak Peluru (Pre Test)

Lampiran 8. Penilaian Proses Hasil Belajar Tolak Peluru Siklus I

Lampiran 9. Penilaian Proses Hasil Belajar Tolak Peluru Siklus II

Lampiran 10. Tingkat Ketuntasan Belajar Siswa Pada Tes Tindakan Awal (Pre Test)

Lampiran 11. Tingkat Ketuntasan Belajar Siswa Pada Tes Tindakan (Post Test) Siklus I

Lampiran 12. Tingkat Ketuntasan Belajar Siswa Pada Tes Tindakan (Post Test) Siklus II

Lampiran 13. Total Peningkatan Hasil Belajar Siswa

(12)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan mempunyai peranan yang cukup besar dalam membina kehidupan

bermasyarakat menuju masa depan yang lebih baik. Hal ini disebabkan karena

pendidikan merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas setiap individu baik secara

langsung ataupun tidak langsung dipersiapkan untuk menopang dan mengikuti laju

perkembangan. Ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mensukseskan

pembangunan yang sejalan dengan kebutuhan manusia.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong

upaya-upaya untuk pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses

belajar. Belajar suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri sendiri setiap orang

sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi Karena adanya interaksi antara

seseorang dengan lingkungannya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja

dan dimana saja. Salah satu pertanda bahwa seseorang itu belajar adanya perubahan

tingkah laku pada diri orang itu yang tampak pada terjadinya perubahan pada tingkat

pengetahuan ,keterampilan dan sikapnya.

Olahraga bagian dari kehidupan yang tidak terpisahkan dari semua aspek

kehidupan manusia. Secara teori, jasmani dan rohani seorang dapat menjadi sehat

(13)

2

jasmani dan rohani ini sangatlah penting dalam menghadapi tantangan hidup

sepanjang kehidupan manusia.

Atletik induk dari seluruh cabang olahraga karena pada cabang atletik ada

unsure-unsur gerak yang terdapat dalam berbagai cabang olahraga lainnya misalnya :

jalan,lari,lompat,dan lempar. Cabang olahraga atletik terdiri dari berbagai nomor

yang di perlombakan yaitu : jalan cepat,lari,lompat dan lempar. Untuk nomor lari

terbagi kepada lari jarak pendek,lari jarak menengah,dan lari jarak jauh. Pada nomor

lempar terdiri dari lempar lembing,lempar cakram,lontar martil, tolak peluru.

Sementara untuk lompat terdiri dari lompat jauh, lompat jankit ,lompat tinggi dan

lompat tinggi galah, dan pada nomor jalan cepat terdiri dari satu nomor yaitu jalan

cepat saja.

Salah satu nomor yang terdapat dalam nomor lempar pada cabang olahraga

atletik adalah Tolak Peluru. Tolak peluru suatu bentuk gerakan menolak atau

mendorong alat yang bundar dengan berat tertentu yang terbuat dari logam (peluru)

yang dilakukan dari bahu dengan satu tangan untuk mendapat jarak semaksimal

mungkin.

Dalam pembelajaran atletik di SMA sesuai dengan silabus pendidikan jasmani

dan kesehatan di SMA tolak peluru hanya 2 kali pertemuan dan materi tolak peluru

(14)

3

Berdasarkan observasi siswa SMA N 17 Medan kelas X ,tentang pelajaran

Tolak Peluru, masih banyak ditemukan siswa yang mengalami kesulitan pada teknik

dasar tolak peluru, hal itu terbukti banyak siswa yang belum memahami bagaimana

cara memegang peluru yang benar, sikap awal dan akhir siswa pada saat menolak

peluru. Salah satu penyebab hal ini adalah karena kurang diterapkannya gaya

pembelajaran yang lain,pada hal sudah banyak gaya mengajar yang ditemukan.

Proses pembelajaran olahraga di sekolah juga cenderung membosankan sesuai

dengan wawancara dari salah satu siswa kelas X SMA N 17 Medan. Hal ini terbukti

siswa lebih menyenangi pelajaran olahraga dengan bola besar. Hal tersebut

dikarenakan guru hanya memberikan bola dan membiarkan siswa bermain tanpa ada

pengawasan dari guru pada jam pelajaran berlangsung. Untuk itu peneliti

menggunakan gaya mengajar inklusi, karena peneliti ingin melihat perkembangan

kemampuan siswa dalam proses belajar tolak peluru khususnya gaya ortodok

(menyamping). Gaya mengajar inklusi bertujuan untuk melibatkan semua

siswa,menyesuaikan terhadap perbedaan individu,memberi kesempatan untuk

memulai tugas pada tingkat kemampuan sendiri, memberi kesempatan untuk menilai

tugas dengan tugas-tugas yang lebih ringan dan dilanjutkan ke tingkat tugas yang

lebih sulit (berjenjang) sesuai dengan tingkat kemampuan tiap siswa, belajar melihat

hubungan antara kemampuan merasa dan tugas yang dapat dilakukan oleh siswa,

individualisasi dimungkinkan karena memilih diantara alternatif tingkat tugas yang

(15)

4

Penjas salah satu pelajaran yang mendukung dalam pencapain prestasi siswa

SMA, Khususnya di kelas X. Standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang

harus dicapai siswa adalah 70. Sementara itu KKM yang ditetapkan sekolah yaitu

sekitar 90 % dari keseluruhan siswa.

Kenyataan menunjukkan bahwa dari 40 orang jumlah siswa kelas X3 , siswa

laki-laki berjumlah 18 orang,sedangkan siswa perempuan berjumlah 22 orang. Hasil

observasi yang memperoleh nilai KKM hanya 45 % (18 orang) yang melewati KKM

dan 55 % (22 orang) yang tidak melampaui nilai sesuai KKM.

Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, diantaranya adalah

motivasi,minat,bakat,semangat,kondisi fisik,sarana atau media pembelajaran, guru

dan stretegi pembelajaran yang digunakan oleh guru dan lain-lain. Menyadari hal

tersebut, perlua adanya suatu pembaharuan dalam pembelajaran untuk

memungkinkan siswa dapat mempelajari pendidikan jasmani dan kesehatan

khususnya materi Tolak Peluru menjadi lebih mudah, lebih cepat, lebih bermakna,

efektif dan menyenangkan. Untuk itu diperlukan suatu cara agar siswa dapat

menguasai gerakan tolak peluru dengan benar sehingga akan menghasilkan teknik

tolakan yang benar dan maksimal. Jika selama ini guru pendidikan jasmani kesehatan

menyajikan materi tolak peluru dengan menggunakan strategi pembelajaran yang

membosankan tanpa mengikut sertakan siswa-siswa dalam proses pembeljaran yang

(16)

5

menggunakan metode dan strategi yang melibatkan seluruh siswa dalam proses

belajar mengajar.

Alasan peneliti untuk meneliti tolak peluru gaya ortodok peneliti ingin melihat

penerapan gaya mengajar inklusi terhadap kemampuan proses belajar tolak peluru

siswa kelas X. Proses yang dimaksud dalam belajar tolak peluru adalah mulai dari

cara pegangan , cara menolak, sikap badan saat akan menolak dan sikap badan setelah

melakukan tolakan, agar para siswa dapat memenuhi KKM yang ditetapkan sekolah.

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik mengadakan suatu penelitian

yang berjudul “Upaya meningkatkan hasil belajar tolak peluru dengan menggunakan

gaya mengajar inklusi pada siswa kelas X SMA Negeri 17 Medan Tahun ajaran

2012/2013”

B. Indentifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka yang menjadi identifikasi

masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Faktor – Faktor apa saja yang mempengaruhi

pembelajaran jasmani pada pelajaran Tolak Peluru siswa kelas X SMA Negeri 17

Medan Tahun Ajaran 2012/2013?, 2) Apakah cara mengajar guru berpengaruh

terhadap hasil belajar Tolak Peluru dalam menunjang pembelajaran pendidikan

jasmani pada siswa kelas X SMA Negeri 17 Medan Tahun Ajaran 2012/2013?, 3)

Apakah pelaksanaan Gaya mengajar Inklusi dapat meningkatkan hasil belajar Tolak

(17)

6

C. Batasan Masalah

Agar peneliti lebih terarah pada tujuan yang diharapkan dan tidak

memberikan tafsiran yang berbeda maka masalahnya harus di batasi. Dalam

penelitian ini penulis membuat suatu batasan masalah sebagai berikut :

“Upaya meningkatkan hasil belajar Tolak Peluru gaya menyamping menggunakan

gaya mengajar Inklusi Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 17 Medan Tahun Ajaran

2012/2013.”

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan Pembatasan masalah maka rumusan dalam penelitian ini adalah:

“Bagaimanakah cara menggunakan gaya mengajar Inklusi pada siswa dapat

mengalami perubahan hasil belajar Tolak Peluru Gaya Menyamping pada siswa

Kelas X SMA Negeri 17 Medan Tahun Ajaran 2012/2013.

E. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah : Untuk mengetahui

bagaimana gaya mengajar Inklusi terhadap hasil belajar Tolak Peluru Gaya

(18)

7

F. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

1. Meningkatkan hasil belajar dan menambah wawasan pada siswa untuk belajar

kreatif, aktif, dalam pembelajaran Tolak Peluru dengan menggunakan gaya mengajar

inklusi.

2. Sebagai bahan pertimbangan bagi tenaga pengajar dalam memilih pendekatan dan

model pembelajaran yang tepat terhadap Tolak Peluru.

3. Hasil peneltian ini diharapkan memberikan gambaran tentang kualitas hasil belajar

siswa yang di timbulkan oleh pembelajaran metode inklusi , dan

4. Sebagai refrensi ilmiah bagi mahasiswa lainnya, terutama bekal kepada

(19)

52

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil belajar siswa pada siklus I setelah tes hasil belajar I dapat dilihat bahwa kemampuan awal siswa dalam melakukan Tolak Peluru Gaya Menyamping masih rendah. Dari 40 orang siswa terdapat 24 orang siswa (60%) yang telah mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 16 orang siswa (40%) belum mencapai ketuntasan belajar. Dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 62,29. Sedangkan pada siklus II dapat dilihat bahwa kemampuan siswa dalam melakukan tes hasil belajar secara klasikal sudah meningkat. Dari 40 orang siswa terdapat 35 orang siswa (87,5%) yang telah mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 5 orang siswa (12,5%) belum mencapai ketuntasan belajar. Dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 76,25.

Dari pembahasan hasil penelitian data dapat disimpulkan bahwa “Melalui Gaya Mengajar Inklusi Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Tolak Peluru Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 17 Medan Tahun Ajaran 2012/2013”.

B. Saran

Sebagai saran yang dapat diberikan peneliti adalah sebagai berikut :

(20)

53

materi yang disesuaikan karena hal ini dapat membangkitkan semangat siswa.

2. Dari hasil penelitian ditemukan kebanyakan siswa tidak berani mengajukan pendapat ataupun pertanyaan tentang hal-hal yang belum dimengerti secara langsung, maka disarankan kepada guru yang akan melaksanakan gaya mengajar ini diharapkan dapat mempelajari bagaimana cara memotivasi siswa untuk disiplin dan aktif dalam belajar.

3. Kepada para teman-teman mahasiswa FIK UNIMED untuk dapat mencoba

melakukan model penelitian tindakan kelas ( PTK ) dengan menggunakan strategi atau gaya mengajar yang lain.

4. Kepada para pembaca yang mungkin akan melakukan penelitian menggunakan gaya mengajar inklusi kiranya dapat mencoba dengan materi lainnya.

(21)

DAFTAR PUSTAKA

Djamarah.2000,Strategi Belajar Mengajar, Jakarta :Rineka Cipta

Husdarta dan Yudha M.Saputra.2000 Belajar dan Pembelajaran, Jakarta : Depdiknas

Kristiyanto,Agus.2010 Penelitian Tindakan Kelas dalam Pendidikan Jasmani dan Kepelatihan

Olahraga . :UNS Press.

Mosston,Muska.2000 Teaching physical Education .Third Editin.sydey Colombus

Toronto.London.Merill Publishing Company.

Slameto.2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta

Suryosubroto.2009 Proses Belajar Mengajar Di sekolah, Jakarta : Rineka Cipta

Figur

Tabel
Tabel p.10

Referensi

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di