• Tidak ada hasil yang ditemukan

Vol. 8 No. 2, Agustus 2020 Ar-Razi Jurnal Ilmiah ISSN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Vol. 8 No. 2, Agustus 2020 Ar-Razi Jurnal Ilmiah ISSN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Vol. 8 No. 2, Agustus 2020 Ar-Razi Jurnal Ilmiah ISSN. 2503-4448

109

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN JARUMIA (JAM RUMUS KIMIA) PADA SUB MATERI TATA NAMA SENYAWA BINER DI SMA NEGERI 1 TEKARANG

Eca Seponsah1), Raudhatul Fadhilah1), Dedeh Kurniasih1)

1)Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Muhammadiyah Pontianak Jalan Ahmad Yani No. 111, Pontianak

email : [email protected]

ABSTRACT

The low knowledge of student learning outcomes in the binary compound nomenclature for class X MIA at SMA Negeri 1 Tekarang is due to the difficulty and confusion of students in writing the names for binary compound nomenclature. One of the factors for the success of the learning method is the use of appropriate learning media. A learning medium is needed, namely the Jarumia learning media to make it easier for students to understand the concept of chemical compound nomenclature. This study aims to develop the Jarumia learning media in the binary compound nomenclature for class XI at SMA Negeri 1 Tekarang which is valid and practical. The instruments used were validation sheets and teacher and student response questionnaires. This type of research is the ADDIE (Analysis, design, development, implementation, evaluation) model of Research and Development (R&D). The results of the analysis show that the Jarumia learning media developed is valid with an average value of 0.93 with high criteria. The percentage of the results of the questionnaire responses to the initial field trials and the main field trials were 89.74%

and 85.45%, respectively, with very practical criteria. Thus, the needle learning media developed is suitable for use as a learning medium on compound nomenclature material, especially in the binary compound sub-material.

Keywords: ADDIE, binary, compound, instructional,Jarumia, media, nomenclature

PENDAHULUAN

Tata nama senyawa kimia merupakan salah satu materi yang dipelajari di SMA/MA pada kelas X di Semester 2 yang terdapat dalam kurikulum 2013. Tata nama senyawa kimia adalah sebuah aturan penamaan kimia yang disusun secara sistematis berdasarkan aturan-aturan tertentu, materi yang ada didalam tata nama kimia yaitu tata nama senyawa anorganik. Tata nama senyawa anorganik termasuk kedalam penamaan senyawa biner yang terdiri dari unsur nonlogam dan nonlogam atau antara unsur nonlogam dengan unsur logam. Senyawa anorganik berisikan hafalan yang cukup banyak, sehingga membuat siswa merasa kesulitan. Dalam memahami konsep tata nama senyawa kimia, siswa sebelumnya harus mengetahui tentang nama unsur, nama lambang, muatan, bilangan oksidasi dan aturan penamaan senyawa serta penulisan rumus kimianya (Martha, 2019).

Hasil wawancara peneliti kepada guru kimia dan siswa diperoleh informasi bahwa materi tata nama senyawa kimia dianggap sulit oleh siswa. Kesulitan terjadi karena siswa tidak bias membedakan antara senyawa logam dengan nonlogam dan nonlogam dengan nolnlogam, selain itu siswa tidak bias menentukan suatu pada unsur. Hasil observasi yang dilakukan pada proses pembelajaran guru menggunakan media buku paket, spidol dan papan tulis. Dilihat dari kegiatan pembelajaran dimulai hanya 8 siswa yang mencatat materi yang di jelaskan oleh guru, dan

(2)

Vol. 8 No. 2, Agustus 2020 Ar-Razi Jurnal Ilmiah ISSN. 2503-4448

110

memperhatikan guru mengajar selain itu kebanyakan siswa kurang aktif, dan pasif pada saat proses pembelajaran yaitu sibuk dengan teman sebangku dan mengantuk. Media yang digunakan tersebut membuat siswa merasa bosan karena menggunakan media papan tulis selama proses pembelajaran. Padahal media pembelajaran itu adalah dapat menarik perhatian siswa dan dapat membimbing siswa untuk belajar mandiri. Sehingga diperlukan dikembangkan media yang tepat untuk menguatkan pemahan siswa dan membuat siswa aktif dalam pembelajaran salah satunya media pembelajaran Jarumia media pembelajaran alternatif lain yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

Media pembelajaran Jarumia merupakan media pembelajaran yang berbentuk jam rumus kimia tata nama senyawa kimia, senyawa biner logam dengan nonlogam dan senyawa biner nonlogam dengan nonlogam yang memiliki rumus senyawa yang dapat menarik perhatian siswa dan memudahkan pemahaman siswa dalam penggunaanya. Kelebihan media ini dapat menarik perhatian siswa, mudah digunakan dan bahan untuk pembuatan media mudah dicari dan ekonomis. Hasil usulan literature menunjukan media jarumia belum pernah diteliti, oleh karena itu perlu dikembangkan media pembelajaran yang dapat menarik motivasi siswa.

Media yang dikembangkan modifikasi media liputase yang dikembangkan oleh Mulyahati (2015). Media pembelajaran jarumia bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dan menambah wawasan pengetahuan siswa pada materi tata nama senyawa biner. Adapun kelebihan dari media pembelajaran jarumia yaitu media yang dikembangkan mudah digunakan, bahan yang digunakan pada media mudah dicari dan ekonomis, hanya saja kelemahan dari media pembelajaran jarumia yaitu jarumnya tidak bise fleksibel sehingga sulit untuk menentukan rumus senyawa.

METODEPENELITIAN

Jenis penelitian

Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Menurut Sugiyono (2016) metode penelitian dan pengembangan atau lebih dikenal dengan Research and Development adalah metode yang penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tertentu. Menurut Mulyatiningsih (2012) penelitian dan pengembangan bertujuan untuk mengembangkan produk berupa media pembelajaran. Dalam penelitian ini model pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan ADDIE yang meliputi Analysis (analisis), Design (desain), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), Evaluastion (evaluasi) (Sugiyono, 2016).

Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA SMA Negeri 1 Tekarang yang terdiri atas 2 kelas yaitu kelas X MIA 1 dan kelas X MIA 2. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam peneltian ini adalah teknik purposive sampling. Dari hasil pertimbangan tersebut, peneliti menggunakan kelas X MIA 1 dan kelas X MIA 2 masing- masing sebanyak 15 orang siswa yang memiliki nilai ulangan ketidaktuntasan paling rendah dan jumlah siswa 30 sebagai sampel dalam penelitian.

(3)

Vol. 8 No. 2, Agustus 2020 Ar-Razi Jurnal Ilmiah ISSN. 2503-4448

111

Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian dan pengembangan pada penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Model ADDIE dapats digunakan untuk berbagai macam bentuk pengembangan produk seperti model, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, media, dan bahan ajar. Prosedul penelitian model pengembangan ADDIE meliputi Analysis (analisis), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi), evaluatiton (evaluasi) (mulyatiningsih, 2012).

Teknik Dan Alat Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik komunikasi tidak lansung dan teknik komunikasi langsung. Selanjutnya alat pengumpylan data menggunakan lembar validasi, lembar angket serta menggunakan pedoman wawancara.

Teknik Analisis Data

1. Analisis Kevalidan Media Pembelajaran Jarumia

Kevalidan media pembelajaran Jarumia didasarkan pada perolehan data validasi. Hasil dari kevalidan media pembelajaran Jarumia dihitung berdasrkan koefisien validasi Aiken dan Indeks validasi dirumuskan seperti pada Persamaan 1 (Retnawati, 2016).

Tabel 1 Koefisien Validasi Aiken

Kriteria Penilaian

Kurang Sesuai Sesuai Sangat Sesuai

1 2 3

V=

∑𝑠

𝑛 (𝑒−1)

(Persamaan 1)

Dari persamaan 1, V adalah indeks kesepakatan validator mengenai validitas butuh; s skor yang ditetapkan setip balidator dikurangi skor terendah dalam katagori yang dipakai (s = r-10, dengan r= skor katagori pilihan validator dan 10 skor terendah dalam katagori penyekoran); n adalah banyaknya validator; dan c adalah banyaknya katagori yang dapat dipilih validator.

Berdasarkan kriteria tersebut media pembelajaran jarumia dikatakan valid apabila memperoleh nilai minimal 0,4 - 0,8 dengan kriteria valid. Kriteria kevalidan diperoleh dengan interprestasi skor seperti pada Tabel 2 (Retnawati, 2016).

Tabel 2 Kriteria Kevalidan Penilaian Kriteria

≤ 0,4 0,4- 0,8

≥ 0,8

Kurang Valid Valid Sangat Valid

2. Aspek Kepraktisan Media Pembelajaran Jarumia

Kepraktisan media pembelajaran Jarumia diperoleh berdasarkan angket respon siswa. Hasil dari kepraktisan dihitung dengan persentase dari hasil angket respon yang diperoleh berdasarkan perhitungan skala Guttman pada Tabel 3 (Bintiningtiyas, 2016).

(4)

Vol. 8 No. 2, Agustus 2020 Ar-Razi Jurnal Ilmiah ISSN. 2503-4448

112

Tabel 3 Skala Guttnam

Kriteria Penilaian Ya

Tidak

1 0

Kepraktisan dihitung dengan rumus seperti pada Persamaan 2 dan diinterprestasikan kriterianya seperti pada Tabel 3

P(%)=𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙

𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑘𝑟𝑖𝑡𝑒𝑟𝑖𝑎 x 100% (Persamaan 2)

Skor kriteria = skor tertinggi x jumlah pertanyaan x jumlah responden.

Tabel 4 Kriteria Kepraktisan

Persentase Kriteria

21% - 40%

41% - 60%

61% - 80%

81% - 100%

Kurang Praktis Cukup Praktis

Praktis Sangat Praktis

HASILPENELITIANDANPEMBAHASAN

Pengembangan media pembelajaran jarumia pada materi tata nama senyawa ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran Jarumia pada sub materi tata nama senyawa biner 1. Produk Yang Dikembangkan

a. Desain media pembelajaran

Pada tahap ini, peneliti mulai mendesain produk yang akan dibuat sesuai dengan karakteristik siswa dan materi yang akan digunakan dalam media pembelajaran jarumia. Konsep awal dari media pembelajaran jarumia terinpirasi dari media pembelajaran liputase (lingkaran putar tata nama senyawa) yang dikembangkan oleh Maria Yekiana Mulyahati (2015). Desain media pembelajaran jarumia dapat dilihat pada Gambar 1-3.

(a) (b)

a. Logam yang satuan bilangan oksidasi alkali, alkali tanah dan aluminium

Logam + Nonlogam – ida

b. Logam yang mempunyai lebih dari 1 bilangan oksidasi

Logam + (bilangan oksidasi logam)+

nonlogam - ida

(5)

Vol. 8 No. 2, Agustus 2020 Ar-Razi Jurnal Ilmiah ISSN. 2503-4448

113

Gambar 1 a) Bagian set 1, b) Bagian belakang (unsur logam dengan nonlogam)

(a) (b)

Gambar 2 a) Bagian depan set 2 b) Bagian (unsur nologam)

Gambar 3. Bagian Dalam media pembelajaran jarumia

b. Pembuatan produk

Berdasarkan desain produk yang telah dirancang, kemuadian dilakukan pembuatan produk. Semua komponen yang telah dipersiapkan dirangkai menjadi satu kesatuan menjadi produk media pembelaaran jarumia dibuat semenarik mungkin agar siswa senang dan tertarik dalam proses pembelajaran. Produk dapat diliat dari Gambar 1

A BC

Baterai ABC

Dinamo

Bagian belakang saklar

Kabel penghubung

a. Atom bermuatan positif diletakkan di depan dan atom negativf di belakang sesuai urutan berikut

B-Si-C-Sb-As-P-N-H-Te-Se-S-I-Br-Cl-O-F Nonlogam (+) + nonologam (-) – Ida b. Pasangan atom yang senyawa lebih dari satu jenis

menggunakan angka indeks bahasa yunani Jumlah atom – nonlogam + jumlah atom – nonlogam - ida

(6)

Vol. 8 No. 2, Agustus 2020 Ar-Razi Jurnal Ilmiah ISSN. 2503-4448

114

Gambar 4. Media Pembelajaran Jarumia

c. Validasi Produk

1. Validasi ahli materi dan media

Hasil validasi pada 2 ahli mtaeri, diperoleh hasil bahwa media pembelajaran jarumia dapat layak digunakan untuk uji coba lapangan tanpa syarat revisi dengan kevalidan 0,65 dengan kriteria valid. Kemudian hasil validasi pada 2 ahli media, menunjukan bahwa media pembelajaran jarumia dapat digunakan untuk uji coba lapangan dengan validasi ahli sebesar 0,93 dengan kriteria sangat valid dengan syarat sesuai saran/masukan. Adapun saran/masukan ahli materi adalah pembuatan kotak pada media pembelajaran.

2. Validasi rencana proses pembelajaran

Rencana proses pembelajaran (RPP) yang telah dibuat divalidasi dahulu menggunakan lembar validasi RPP sebelum digunakan. Dari hasil validasi diperoleh bahwa RPP layak digunakan untuk uji coba lapangan dengan validasi ahli sebesar 0,83 dengan kriteria sangat valid dengan syarat sesuai saran/masukan. Adapun saran/masukan ahli materi adalah penambahan pada materi dan penyesuaian kegiatan pembelajaran lewat daring online.

2. Aspek Kepraktisan

Aspek kepraktisan dapat diketahui dari analisis angket respon guru dan siswa terhadap media pembelajaran jarumia. Hasil rekapitulasi angket respon siswa dan angket respon guru pada uji coba lapangan awal masing-masing sebesar 89,74% dan 90,38% dengan kriteria sangat praktis.

Dan rekapitulasi hasil rata-rata angket respon siswa dan guru pada uji coba lapangan utama masing-masing sebesar 85,45% dan 94,23% dengan kriteria sangat praktis. Artinya media pembelajaran jarumia ini layak digunakan pada materi tata nama senyawa kimia khususnya pada sub materi senyawa biner.

SIMPULANDANSARAN SIMPULAN

Media pembelajaran jarumia yang dikembangkan dalam penelitian ini telah layak digunakan sebagai media pemelajaran pada materi tata nama senyawa kimia khususnya pada sub materi senyawa biner. Kevalidan aspek materi dan media menunjukan nilai kriteria kevalidan masing-masing sebesar 0,65 dan 0,95 dengan kriteria valid dan sangat valid, aspek kepraktisan memiliki kriteria persentase hasil angket respon uji coba lapangan awal dan uji coba lapangan utama masing-masing sebesar 89,74% dan 85,45%.

(7)

Vol. 8 No. 2, Agustus 2020 Ar-Razi Jurnal Ilmiah ISSN. 2503-4448

115

SARAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, terdapat temuan yang dapat dijadikan sebagai saran, antara lain:

1. Media pembelajaran jarumia dapat digunakan sebagai alternative guru dalam pembelajaran sub materi senyawa biner, maka diharapkan media pembelajaran jarumia disiapkan

sebelum melakukan pembelajaran.

2. Media pembelajaran jarumia sebelum digunakan harus membuat perjanjian kepada siswa berupa sanksi/hukuman yang melanggar aturan dalam permainan, agar siswa lebih tertib dalam pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Binitiningtiyas, N. & Lutfi, A (2016). Pengembangan Permaian Varminitz Chemistry Sebagai Media Pembelajaran pada Materi System Periodic Unsur (Development of Varminitz Chemistry as Learning Media on Periodic System of Element).Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan. 5 (2)

Martha, T. R. (2019). Pemahaman Konsep Tata Nama Senyswa Anorganik hasil Pembelajaran Menggunakan Metode Diskusi Berbantuan LKS Pada Siswa Kelas X-10 SMA Negeri 4 Palangka Raya Tahun Ajaran 2018/2019. Universitas Palangka Raya.

Mulyahati, Y. M. (2015). Media Liputase Dalam Pembelajaran Tatanama Senyawa. (Online).

(https://youtu.be/3YQ0wn1c7Tw. Diakses 5 November 2019).

Mulyatiningsih, E. (2012). Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan: Bandung: Penerbit Alfabeta.

Pasaribu, Y. B Y. (2010). Upaya Meningkatkan Aktifitas dan Hasil Belajar Kimia Pokok Bahasa

“Tata Nama Senyawa Kimia“ Melaluai Model Pembelajaran Demontrasi Dengan Alat Peraga Kartu Tata Nama Senyawa. Jurnal Formatif 3(2): 136-144.

Retnawati, H. (2016). Validitas Reliabilitas dan Karakteristik Butir (Panduan untuk Peneliti, Mahasiswa, dan Psikomotorian). Yogyakarta: Parama Publishing.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan; Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D.

Alfabeta Bandung.

Gambar

Tabel 4 Kriteria Kepraktisan
Gambar 3. Bagian Dalam media pembelajaran jarumia
Gambar 4. Media Pembelajaran Jarumia

Referensi

Dokumen terkait

materi tata nama senyawa yang direpresentasikan dalam bahan ajar berbasis web,. kualitas web yang dikembangkan pada materi tata nama senyawa sebagai

Menurut Sugiyono (2012: 243) teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif merupakan cara yang diarahkan untuk menjawab rumusan masalah atau menguji

Peserta uji coba awal merupakan siswa kelas XI IPA 1, IPA 2, IPA 3 SMA Negeri 10 Pontianak.Hasil belajar siswa setelah tes menggunakan instrumen penilaian

Wawancara lain dengan 3 siswa kelas XI IPA SMAN 1 Sanggau, yaitu siswa dengan hasil belajar rendah, sedang dan tinggi, menunjukkan bahwa siswa mengalami

Pembelajaran Berbasis Masalah dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa khususnya pada materi pecahan kelas VII di MTs Swasta

Secara umum dapat disimpulkan bahwa alat praktikum susunan pegas yang dikembangkan layak untuk digunakan sebagai media bantu dalam pembelajaran fisika pada materi

Mahasiswa calon guru sudah bisa membuat penilaian sumatif, namun untuk penilaian formatif belum dapat dilakukan karena pada saat mahasiswa calon guru praktik

Walaupun begitu, karena setiap responden rata-rata memberikan respon “S setuju” untuk setiap pernyataan-pernyataan pada ketiga aspek tersebut, maka media SISCA yang dikembangkan layak