Betrand Raynaldi +62-21-515-1141 [email protected] For subscription of our Daily Focus, please contact us at [email protected]
Embun Pagi
Transportation infrastructure
Pada minggu ini ada kejadian yang cukup membuat publik cukup terkejut, berita pertama adalah mengenai kenaikan BBM sebesar 31% yang kemudian disusul oleh kenaikan BI rate sebesar 25 bps. Dari penghematan subsidi akibat kenaikan BBM pemerintah mendapat dana 100 trilliun, dana ini dapat dialokasikan ke sektor produktif seperti infrastruktur pada tahun anggaran 2015.
Berikut ini adalah pembangunan infrastruktur untuk sektor transportasi yang akan dilakukan Jokowi pada periode kepemimpinannya (2015-2019):
1. Jalan: Jalan baru sepanjang 2650 Km dan Jalan Tol 1000 km
2. Bandara: Pembangunan 15 bandara baru, pengembangan bandara untuk pelayanan kargo udara di 6 lokasi. Pengadaan 20 pesawat perintis.
3. Pelabuhan: Pembangunan 24 pelabuhan baru dan 60 Pelabuhan penyebrangan. Pengadaan 26 kapal barang perintis,50 kapal penyebrangan perintis, 2 kapal ternak, 500 unit kapal rakyat
4. Jalur Kereta: pembangunan 3268 jalur kereta baru yang berada di Jawa, Sumatra, Sulawesi dan Kalimantan.
5. Pembangunan angkutan masal, Bus Rapid Transit di 29 kota.
Pembangunan infrastruktur tersebut diatas akan mendorong pergerakan arus barang dan orang yang akan semakin lancar yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih merata. Sampai kuartal ketiga pulau Jawa masih menyumbang PDB nasional sebesar 58.51%, diikuti oleh Sumatera sebesar 23,74%, sementara Kalimantan menempati urutan ketiga yakni 9.30%. Dari data tersebut terlihat pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak merata.
Akan memberikan sentiment positif kepada sektor 1) Property, dengan kemudahan akses transportasi akan mendorong pertumbuhan property baik untuk perumahan maupun komersial seperti pergudangan, dll. 2) Penerbangan, pertumbuhan jumlah penumpang dan kargo 3) Logistik dan distribusi, peningkatan volume dan kelancaran pengangkutan. 4) Pengangkutan laut, terutama untuk kargo umum/container.
Market Index
Last Trade Chg (%) MoM YoY
JCI 5,127.9 0.5 1.2 17.3
MSCI EM 989.9 0.1 1.2 -3.5
HANG SENG 23,373.3 -0.7 2.0 -0.7
KOSPI 1,967.0 -0.6 1.9 -2.5
FTSE 6,696.6 -0.2 6.3 0.2
DJIA 17,685.7 0.2 7.7 10.5
NASDAQ 4,675.7 -0.6 10.4 19.6
Key Rates
Last Trade Chg (bps) MoM YoY
Policy Rate 7.50 333 0 0
3yr 7.67 0 -10 11
10yr 7.90 0 -17 -47
FX
Last Trade Chg (%) MoM YoY
USD/IDR 12,142.00 0.0 0.9 4.6
USD/KRW 1,099.28 0.0 3.7 3.9
USD/JPY 116.86 0.0 9.3 16.8
USD/CNY 6.12 -0.1 0.0 0.5
Commodities
Last Trade Chg (%) MoM YoY
WTI 74.6 0.0 -8.9 -18.0
Gold 1,182.7 -1.2 -5.2 -5.0
Coal 62.1 0.4 -3.8 -24.8
Palm Oil 760.0 0.0 2.7 -15.8
Rubber 118.6 0.0 0.6 -35.7
Nickel 15,650.0 -0.9 -0.3 14.8
Copper 6,631.0 -1.1 -0.1 -4.9
Tin 19,625.0 0.1 1.5 -14.0
JCI Index VS MSCI Emerging Markets
600 800 1,000 1,200
3,000 4,000 5,000 6,000
(pt) JCI
MSCI EM (pt)
Local flashes
GZCO: Gozco akan tarik pinjaman bank Rp 783 miliar. PT Gozco Plantation Tbk (GZCO) melalui anak usahanya, PT Suryabumi Agrolanggeng (SA) telah meneken perjanjian pinjaman dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). Liviana, Sekretaris Perusahaan GZCO mengatakan, total plafon pinjaman mencapai Rp 783 miliar. Adapun, tenor pinjaman tersebut adalah delapan tahun sejak penandatanganan. (Kontan) SUGI: Sugih Energy Bentuk Anak Usaha Baru di Singapura. PT Sugih Energy Tbk resmi memiliki anak perusahaan baru di Singapura, Sugih Energy International, Pte., Ltd., setelah mendapat sertifikat pendirian untuk pengesahannya pada 17 November 2014. Berdasarkan keterangan perseroan dalam keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/11/2014), anak perusahaan tersebut sepenuhnya akan dikendalikan oleh perseroan. (Bisnis Indonesia)
SSMS: Sawit Sumbermas akuisisi perusahaan sawit Rp 1, 54 triliun. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) berniat melakukan akuisisi perusahaan dari pihak terafiliasi dengan total nilai mencapai Rp 1,54 triliun. Berdasarkan prospektus, emiten perkebunan ini akan mengambilalih kepemilikan PT Tanjung Sawit Abadi (TSA) dan PT Sawit Multi Utama (SMU). Akuisisi itu akan dilakukan melalui anak usaha SSMS, yakni PT Kalimantan Sawit Abadi (KSA). (Kontan)
SMGR: Semen Indonesia Kuasai 65 Persen Pasar Kalimantan Tengah. Penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dengan merek Semen Gresik di Area Kalimantan Tengah terus mengalami peningkatan. Hingga Oktober 2014 penjualan Semen Gresik untuk area Kalimantan Tengah meliputi Palangkaraya, Pulang Pisau, Kuala Pembuang, Waringin Barat dan Timur serta Gunung Mas mencapai 272 ribu ton dengan market share sebesar 65 persen. (Berita Satu)
WOMF: WOM Finance rilis obligasi Rp 800 miliar. PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk alias WOM Finance kembali menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I WOM Finance Tahap II Tahun 2014 senilai Rp 800 miliar. Obligasi yang ditawarkan ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I WOM Finance. Penerbitan obligasi ini akan terdiri dari dua seri. Yakni, Seri A dengan nilai pokok Rp 300 miliar dan berjangka waktu 370 hari. Sementara, Seri B dengan nilai pokok Rp 500 miliar berjangka waktu tiga tahun. Masing-masing tingkat bunga yang ditawarkan 10,25%
dan 11,25%. (Kontan)
ADMF: Pembiayaan syariah Adira Finance naik 3 kali lipat. Di tengah perlambatan pertumbuhan bisnis industri pembiayaan, unit usaha syariah PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk masih mampu membukukan kinerja kinclong. Sampai kuartal ketiga tahun ini, pembiayaan syariah Adira Finance tercatat tumbuh 233,3%, yakni dari Rp 300 miliar pada periode yang sama tahun lalu menjadi sebesar Rp 1 triliun. I Dewa Made Susila, Direktur Keuangan Adira Finance mengatakan, tidak seperti bisnis pembiayaan konvensional, bisnis pembiayaan berprinsip syariah yang dijalaninya justru melejit.
(Kontan)
TRAM: Trada Maritime berniat lunasi utang US$57 juta. PT Trada Maritime Tbk (TRAM) menjadikan pengurangan tanggungan utang sebagai fokus utama setidaknya dalam tiga tahun ke depan. Emiten pelayaran itu berencana melunasi utang senilai US$ 57 juta pada periode 2014 hingga 2017 mendatang. "Kami akan melunasi utang secara bertahap menggunakan dana hasil pendapatan usaha," kata Irawati Gardjito, Direktur Keuangan TRAM. (Kontan)
Technical analysis
Investor sentiment
Sentiment kenaikan BBM dan BI rate yang menggambarkan peluang terjadinya perubahan subsidi BBM sehingga membawa perbaikan jangka panjang membuat IHSG merespon positive, hal ini berpeluang berlanjut pada perdagangan hari ini.
Weekly Chart
Pada chart 1 kita akan melakukan analisa IHSG dengan menggunakan data timeframe weekly, dimana jelas terlihat bahwa resistance indikator PSAR yang ditunjukan panah biru pada level 5.165 yang merupakan gap, harus ditembus terlebih dahulu untuk membuat trend IHSG bullish. Selama ini belum ditembus maka seperti indikator MACD jelas bahwa trend masih dalam konsolidasi atau trend koreksi. Walaupun indikator stochastic masih mengarah keatas namun perlu berhati-hati jika indikator PSAR gagal ditembus.
3 minute Chart
Untuk melihat secara detail pergerakan harian kita bisa melihat chart2 dimana tampak bahwa indikator stochastic memberikan sinyal akan adanya pelemahan namun memang masih ada support level pada 5.120 terelbih dahulu yang perlu dijaga sebelum mencapai level 5.090.
Chart 1. Daily chart Chart 2. 3 minute Chart
Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Recommendation Trading Buy
Target price 5,165
Stop-loss 5,000
Close 5,127
Indikator
Stoch OB
MACD UP
PSAR UP
Volume NM
GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution
UP = Up OB = Overbought
DN = Down OS = Oversold
NM = Normal
Stocks on our focus list
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
Kenaikan sebesar 0.94% telah mampu membuat indikator stochastic saham AALI mengalami goldencross sehingga membuka peluang penguatan lanjutan.
Pada chart 3 kita bisa melihat bahwa garis hitam sebagai resistance yang perlu dilewati untuk mencapai 26.000 sebagai target awal.
Strategy trading bu pendek dapat dilakukan dengan level entruy pada open market price dan target profit taking mulai 25.900.
Recommendation Trading buy
Target price 25,900
Stop-loss 23,400
Entry price Open market price
Close 23,975
Indikator
Stoch GC
MACD UP
PSAR UP
Volume NM
GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution
UP = Up OB = Overbought
DN = Down OS = Oversold
NM = Normal
Chart 3. AALI
Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
PT London Sumatra Tbk (LSIP)
Walaupun kenaikan saham LSIP pada perdagangan kemarin masih terbatas namun kenaikan ini telah mampu membuat indikator stochastic dan indikator MACD mengalami goldencross yang membuka peluang penguatan lanjutan.
Masih ada resistance indikator PSAR pada level psikologis 2.000 yang harus ditembus untuk mampu membuat trend kenaikan saham LSIP menjadi bullish.
Strategy trading buy pendek dapat dilakukan dengan target awal pada 2.050 hingga 2.100 terlebih dahulu namun harus tetap menjaga level 1.890.
Recommendation Trading Buy Target price 2,050 – 2,100
Stop-loss 1,890
Entry price Open Market Price
Close 1,930
Indikator
Stoch GC
MACD GC
PSAR DN
Volume NM
GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution
UP = Up OB = Overbought
DN = Down OS = Oversold
NM = Normal
Chart 4. LSIP
Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
PT Gozco Plantations Tbk (GZCO)
Kenaikan yang cukup fantastis dilakukan oleh saham GZCO dalam beberapa pekan terakhir ini. Hal ini membuat indikator PSAR dan indikator MACD mengirimkan sinyal bullish.
Jika kita lihat chart 5 dimana saat ini memang fase konsolidasi adalah trend yang dimiliki dalam jangka pendek . namun batas garis merah yang merpakan level support pada level 113 dapat dijadikan area beli hingga level 120.
Target kenaikan sendiri mulai 135 hingga 148 dapat dijadikan target profit taking.
Mengingat indikator MACD yang sangat bullish terhadap saham ini.
Recommendation Trading buy Target price 135 - 148
Stop-loss 113
Entry price Open market price
Close 120
Indikator
Stoch UP
MACD DN
PSAR DN
Volume NM
GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution
UP = Up OB = Overbought
DN = Down OS = Oversold
NM = Normal
Chart 5. GZCO
Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
Chart 6. JCI Vs. IDR/USD Chart 7. JCI performance (absolute vs. relative)
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Note: Relative to MSCI EM Index
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
Chart 8. Foreigner’s net purchase (EM) Chart 9. Energy price
Note: The latest figure for India is November 18th
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
Chart 10. Non-ferrous metal price Chart 11. Precious metal price
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research 11,300
11,400 11,500 11,600 11,700 11,800 11,900 12,000 12,100 12,200 12,300 12,400
4,700 4,800 4,900 5,000 5,100 5,200 5,300
8/14 9/14 10/14
(IDR)
(pt) JCI Composite Index (L)
USD/IDR (R)
0.5 1.6 1.7
17.9
0.4
2.2
0.4
21.2
0 4 8 12 16 20 24
1D 1W 1M 1Y
Absolute Relative (%, %p)
361
451
36
15 28 2
444 602
85
64 62
420
0 100 200 300 400 500 600 700
Korea Taiwan Indonesia ThailandPhilippines India
1 Day 5 Days
(USDmn)
90 95 100 105 110 115
70 75 80 85 90 95 100 105
8/14 9/14 10/14 11/14
(USD/b) Brent (L)
CPO(R)
(USD)
70 75 80 85 90 95 100 105 110
8/14 9/14 10/14 11/14
(D-3M=100) Copper Nickel Tin
75 80 85 90 95 100 105
8/14 9/14 10/14 11/14
Silver Gold Platinum
Table. Key valuation metrics
Company Name Ticker Price Market Cap Price Performance (%) P/E(X)* P/B(X)* ROE(%)*
(IDR) (IDRbn) 1D 1W 1M 1Y FY13 FY14 FY13 FY14 FY13 FY14
BANKING
Bank Central Asia Tbk PT BBCA 13,350 329,144 1.9 3.7 6.2 30.9 19.9 17.5 4.3 3.6 23.0 22.0
Bank Mandiri Persero Tbk PT BMRI 10,525 245,583 0.2 -0.2 6.0 36.7 12.5 10.9 2.4 2.1 20.9 20.7
Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk PT BBRI 11,100 273,828 -0.4 1.4 3.7 42.3 11.5 10.2 2.9 2.4 27.5 25.8 Bank Negara Indonesia Persero Tbk PT BBNI 5,825 108,628 0.4 -0.9 2.6 30.2 10.8 9.6 1.9 1.7 19.5 19.2
Bank Danamon Indonesia Tbk PT BDMN 4,205 40,303 -0.4 1.2 6.7 9.2 13.0 11.0 1.2 1.1 9.6 10.2
Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk PT BTPN 4,245 24,792 -0.1 1.6 -4.6 -0.7 12.2 10.0 2.1 1.8 18.9 19.5 PROPERTY
Surya Semesta Internusa Tbk PT SSIA 820 3,858 6.5 10.1 13.9 12.3 9.9 7.4 1.5 1.3 19.2 18.3
Ciputra Property Tbk PT CTRP 810 4,982 1.9 4.5 6.6 28.6 11.8 9.5 N/A N/A 10.1 13.9
Pakuwon Jati Tbk PT PWON 458 22,057 3.4 3.6 8.3 76.2 11.8 11.5 4.0 3.2 36.1 30.2
Alam Sutera Realty Tbk PT ASRI 473 9,294 2.4 5.1 0.2 -7.3 7.2 6.7 1.6 1.3 22.0 20.9
Bumi Serpong Damai PT BSDE 1,640 30,130 3.8 6.1 6.5 16.3 10.4 11.7 2.2 1.9 25.3 18.2
CONSTRUCTION
Total Bangun Persada Tbk PT TOTL 990 3,376 -1.0 3.7 5.3 73.7 21.5 17.6 4.3 3.8 20.1 22.3
Adhi Karya Persero Tbk PT ADHI 2,695 4,855 0.2 6.3 -4.1 56.7 14.8 12.2 2.8 2.4 19.4 19.7
Wijaya Karya Persero Tbk PT WIKA 3,075 18,909 -0.2 7.3 7.1 83.0 28.1 22.5 5.1 4.4 19.1 19.6
Pembangunan Perumahan Persero Tbk PT PTPP 2,970 14,382 0.0 7.2 20.7 145.5 27.2 20.3 6.1 5.0 22.9 25.6
Waskita Karya Persero Tbk PT WSKT 1,030 9,975 -1.0 3.5 12.0 123.9 23.3 18.3 3.6 3.2 16.2 17.4
RETAIL & CONSUMER
Indofood Sukses Makmur Tbk PT INDF 6,650 58,390 0.0 1.5 -4.7 -1.5 13.9 12.2 2.2 2.0 16.3 17.0
Kalbe Farma Tbk PT KLBF 1,780 83,438 2.3 5.6 5.3 38.0 39.1 32.5 8.8 7.6 23.7 24.4
Mitra Adiperkasa Tbk PT MAPI 5,575 9,255 -0.9 7.2 0.0 12.1 40.7 25.0 3.6 3.1 8.9 13.4
Unilever Indonesia Tbk PT UNVR 31,100 237,293 -1.6 1.8 -2.7 6.5 42.0 38.2 49.2 45.5 124.9 124.7
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk PT ICBP 11,150 65,015 1.4 -0.2 -2.2 9.9 24.5 21.2 4.6 4.1 19.5 19.8
Ramayana Lestari Sentosa Tbk PT RALS 860 6,103 1.8 1.8 17.0 -23.9 15.6 14.5 1.8 1.7 11.8 11.9
Mayora Indah Tbk PT MYOR 24,900 22,269 -2.6 -3.3 -17.5 -16.6 31.0 21.8 5.1 4.2 16.1 21.0
Ace Hardware Indonesia Tbk PT ACES 815 13,977 2.5 -2.4 -2.4 16.4 24.4 21.0 6.0 4.9 26.6 25.5
Gudang Garam Tbk PT GGRM 63,700 122,564 2.0 5.7 5.3 67.4 22.8 20.0 3.7 3.3 17.2 17.4
Nippon Indosari Corpindo Tbk PT ROTI 1,170 5,922 0.9 -2.9 2.6 11.4 28.7 22.2 6.1 5.0 23.1 23.4
AUTOMOTIVE
Astra International Tbk PT ASII 7,150 289,457 -0.7 0.7 9.2 5.9 14.4 13.1 3.1 2.7 21.8 20.9
Indomobil Sukses Internasional Tbk PT IMAS 3,520 9,734 3.5 -6.5 -17.8 -27.8 17.5 12.3 1.6 1.4 10.2 10.6
Astra Otoparts Tbk PT AUTO 3,850 18,556 2.1 4.1 -6.1 -3.8 13.7 11.1 1.8 1.6 13.8 15.4
TELECOMMUNICATION
Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk PT TLKM 2,775 279,720 0.7 1.6 -2.5 25.9 17.9 16.4 4.0 3.7 22.8 22.6
XL Axiata Tbk PT EXCL 5,125 43,739 0.5 -3.3 -14.6 -0.5 181.3 33.8 2.8 2.7 2.1 7.4
Indosat Tbk PT ISAT 3,155 17,144 1.8 -5.1 -16.8 -9.9 20.2 18.5 1.1 1.0 2.5 5.4
INFRASTRUCTURE
Jasa Marga Persero Tbk PT JSMR 6,925 47,090 0.7 7.8 13.5 38.5 29.8 25.9 4.6 4.2 15.5 16.2
Tower Bersama Infrastructure Tbk PT TBIG 9,400 45,087 1.1 0.5 10.6 49.2 32.2 24.1 8.5 5.7 29.4 27.0 MINING
Aneka Tambang Persero Tbk PT ANTM 930 8,871 0.0 1.1 -2.1 -30.1 N/A 16.3 0.7 0.7 1.2 3.4
Timah Persero Tbk PT TINS 1,180 8,788 -1.3 -2.9 5.4 7.8 15.5 13.1 1.6 1.5 11.9 12.7
Tambang Batubara Bukit Asam Persero Tbk PTBA 12,300 28,341 -0.4 -2.4 -2.8 2.9 13.7 13.3 3.1 2.8 24.5 22.3 CEMENT
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk PT INTP 24,475 90,098 -0.1 4.5 6.9 26.5 17.3 15.9 3.6 3.2 21.6 21.0
Holcim Indonesia Tbk PT SMCB 2,295 17,586 -0.6 1.3 -11.7 -15.8 17.8 15.6 1.9 1.8 10.9 11.5
Semen Indonesia Persero Tbk PT SMGR 16,075 95,349 0.8 3.9 0.5 21.3 16.6 15.2 4.0 3.5 25.2 24.2
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
*Note: Valuation metrics based on Bloomberg consensus estimates
Sector performance Top 10 market cap performance
Name Index Chg (%) Ticker Price Market Cap (IDRbn) Chg (%)
Agricultural 2,184.3 0.3 SILO IJ 15400 17,804 12.00
Mining 1,252.1 -0.3 BEST IJ 645 6,221 8.40
Basic-Industry 538.2 0.4 ADMF IJ 7850 7,850 5.4
Miscellaneous Industry 1,252.1 -0.3 DSNG IJ 3700 7,843 4.96
Consumer Goods 2,135.4 0.1 SMRA IJ 1365 19,693 4.6
Property & Construction 483.2 1.7 MDLN IJ 520 6,517 4.00
Infrastructure 1,164.3 0.6 PLIN IJ 2650 9,408 3.92
Finance 715.0 0.5 SCMA IJ 3405 49,787 3.81
Trade 878.8 0.9 BSDE IJ 1640 30,130 3.8
Composite 5,127.9 0.5 ABMM IJ 2800 7,709 3.70
Source: Bloomberg
Top 5 leading movers Top 5 lagging movers
Name Chg (%) Close Name Chg (%) Close
BBCA IJ 1.9 13,350 UNVR IJ -1.6 31,100
GGRM IJ 2.0 63,700 ASII IJ -0.7 7,150
TLKM IJ 0.7 2,775 BBRI IJ -0.5 11,100
SILO IJ 12.0 15,400 SSMS IJ -7.4 1,250
KLBF IJ 2.3 1,780 MYOR IJ -2.6 24,900
Source: Bloomberg
Economic Calendar
Time Currency Detail Forecast Previous
12:00am JPY BOJ Monthly Report
2:00am EUR German PPI m/m -0.1% 0.0%
3:00am EUR French Flash Manufacturing PMI 48.9 48.5
3:00am EUR French Flash Services PMI 48.6 48.3
3:30am EUR German Flash Manufacturing PMI 51.5 51.4
3:30am EUR German Flash Services PMI 54.5 54.4
4:00am EUR Flash Manufacturing PMI 50.9 50.6
4:00am EUR Flash Services PMI 52.3 52.3
7:45am USD FOMC Member Tarullo Speaks
8:30am USD CPI m/m -0.1% 0.1%
8:30am USD Core CPI m/m 0.2% 0.1%
8:30am USD Unemployment Claims 286K 290K
9:45am USD Flash Manufacturing PMI 56.2 55.9
10:00am EUR Consumer Confidence -11 -11
10:00am USD Philly Fed Manufacturing Index 18.9 20.7
10:00am USD Existing Home Sales 5.16M 5.17M
10:00am USD CB Leading Index m/m 0.6% 0.8%
10:30am USD Natural Gas Storage -12B 40B
1:30pm USD FOMC Member Mester Speaks
Note: Time is based on Indonesian local time Source: Forex Factory
Disclaimers
This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Daewoo Securities Indonesia (DWS). It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of DWS and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied) of DWS, its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither DWS, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.