• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL POWER READING TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT OLEH SISWA KELAS XI MAN 2 MODEL MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH PENGGUNAAN MODEL POWER READING TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT OLEH SISWA KELAS XI MAN 2 MODEL MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014."

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

ii

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi ini berjudul “Pengaruh Penggunaan Model Power Reading Terhadap Kemampuan Membaca Cepat Oleh Siswa Kelas XI MAN 2 Model Medan Tahun Pembelajaran 2013/2014.” Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk mengikuti ujian mempertahankan skripsi guna mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Medan.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa segala upaya yang penulis lakukan dalam penyusunan skripsi ini tidak akan terlaksana dengan baik tanpa adanya bantuan dan bimbingan serta dorongan dari berbagai pihak, untuk itu dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Prof. Dr. Ibnu Hajar Damanik, M.Si., selaku Rektor Universitas Negeri Medan.

2. Dr. Isda Pramuniati, M.Hum., selaku Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan.

3. Dr. Rosmawaty, M.Pd., selaku Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Medan.

4. Drs. Sanggup Barus, M.Pd., selaku Sekretaris Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Medan.

5. Dr. Wisman Hadi, M.Hum., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Medan.

6. Drs. Basyaruddin, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Skripsi.

7. Drs. T.R. Pangaribuan, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Akademik 8. Dra. Rosmaini, M.Pd., selaku Dosen Pengarah.

9. Muhammad Surip, S.Pd, M.Si., selaku Dosen Pengarah.

(2)

iii

11.Drs. H. Amarullah, SH, M.Pd., selaku Kepala Sekolah beserta Seluruh Guru Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas XI MAN 2 Model Medan, Pegawai Tata Usaha, serta Siswa kelas XI MAN 2 Model Medan yang telah banyak membantu dalam penelitian.

12.Ayahanda tersayang Ali Bugis Siregar dan Ibunda tercinta Roswita Rambe yang selama ini membantu penulis baik bantuan moral maupun material serta jerih payah mengasuh, memberikan semangat, dan kasih sayang yang tiada ternilai kepada penulis. khususnya suami tercinta saya Samsudin Manurung yang telah memotivasi dan mendukung saya selama ini. Tak lupa untuk adik-adik saya Andi Suhendra Siregar dan Eka Sari Siregar yang memberi semangat.

13.Seluruh keponakan saya, Elis Lubis, Zakia Khairani, Altafunnisa Harahap, dan Aprilia Hasanah.

14.Seluruh sahabat hebat saya di kelas B Reguler 2009 dan angkatan 2009. 15.Semua yang berperan dalam kehidupan dan perkuliahan saya, dan semua

yang telah mendoakan keberhasilan saya.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari segi isi, organisasi, maupun kebahasaannya. Oleh sebab itu, Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan skripsi ini. Semoga skripsi ini berguna bagi kita semua. Amin...

Medan, Desember 2013 Penulis

(3)

i

ABSTRAK

Nur Baiti Siregar. NIM 209411019. Pengaruh Penggunaan Model Power Reading Terhadap Kemampuan Membaca Cepat oleh Siswa Kelas XI MAN 2 Model Medan Tahun Pembelajaran 2013/2014.

Penelitan ini bertujuan untuk mendiskripsikan pengaruh penggunaan model power reading terhadap kemampuan membaca cepat oleh siswa kelas XI MAN 2 Model Medan tahun pembelajaran 2013/2014.Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas XI MAN 2 Model Medan yang berjumlah 315 orang. Sementara sampel penelitian yang diambil secara acak kelas (cluster random sampling). Kelas yang dijadikan sampel adalah kelas XI-3 sebagai kelas eksperimen.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan model desain penelitian One Group Pre-test Post-test Design yang hanya dilaksanakan pada satu kelas. Di dalam desain ini pengukuran dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum eksperimen dan sesudah eksperimen. Pengukuran yang dilakukan sebelum eksperimen disebut pre-test dan pengukuran sesudah eksperimen disebut post-test.

Dari pengolahan data, diperoleh nilai rata-rata pretest 59, standar deviasi 24,06, kemampuan efektif membaca siswa yang berkategori sangat baik sebanyak 2 orang atau 10%, berkategori baik sebanyak 5 orang atau 25%, berkategori sedang sebanyak 6 orang atau 30%, berkategori kurang sebanyak 4 orang atau 20%, dan berkategori kurang sekali sebanyak 3 orang atau 15%. Nilai rata-rata

postest 76, standar deviasi 22,44, kemampuan efektif membaca siswa yang berkategori sangat baik sebanyak 6 orang atau 30%, berkategori baik sebanyak 8 orang atau 40%, berkategori sedang sebanyak 3 orang atau 15%, berkategori kurang sebanyak 2 orang atau 10%, dan berkategori kurang sekali sebanyak 1 orang atau 5%.

Berdasarkan uji normalitas, hasil pre-test dan post-test dinyatakan berdistribusi normal. Kemudian, berdasarkan uji homogenitas dinyatakan bahwa sampel berasal dari populasi yang homogen. Setelah uji normalitas dan homogenitas dilakukan, maka diketahuilah t0 sebesar 2,25. Selanjutnya, t0 dikonsultasikan dengan tabel t pada taraf signifikansi 5% dengan df = n 1 = 20 -1 = -19 diperoleh taraf signifikan 5% sebesar 2,09. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, maka dapat diketahui t0 > ttabel, yakni 2,25 > 2,09.. Dengan demikian H0 (hipotesis nihil) ditolak dan Ha (hipotesis alternatif) diterima.

(4)

iv

B. IdentifikasiMasalah ... 7

C. PembatasanMasalah ... 8

D. RumusanMasalah ... 8

E. TujuanPenelitian ... 8

F. ManfaatPenelitian ... 9

BAB II KERANGKA TEORETIS, KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN ... 10

A. Kerangka teoretis ... 10

1.Hakikat Model Power Reading ... 10

a. Pengertian Model Power Reading ... 10

b. Manfaat Power Reading ... 12

(5)

v

7. Hubungan Antara KEM, Tujuan Membaca, Karakteristik Bacaan 23 8. Jenjang Pendidikan dan Kecepatan Efektif Membaca (KEM) ... 24

9. Pembelajaran Membaca Cepat di MAN dalam Kurikulum KTSP MAN Kelas XI ... 25

B. Kerangka Konseptual ... 27

C. Hipotesis Penelitian ... 28

BAB III Metodologi penelitian ... 29

A. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 29

1. Lokasi Penelitian ... 29

2. Waktu Penelitian ... 29

B. Populasi dan Sampel Penelitian ... 29

1. Populasi ... 29

2. Sampel ... 30

C. Metode dan Desain Penelitian ... 31

D. Defenisi Operasional Variabel Penelitian ... 35

E. Teknik Pengambilan Data dan Instrumen Penelitian ... 36

F. Organisai Pengolahan Data ... 37

G. Teknik Analisis Data Penelitian ... 40

BAB IV : HASIL PENELITIAN. ... 43

A. Hasil Penelitian ... 43

B. Analisis Data ... 52

1. Analisis data kemampuan membaca cepat sebelum Model Power Reading diterapkan ... 52

2. Analisis data kemampuan membaca cepat sesudah Model Power Reading diterapkan ... 54

(6)

vi

a. Uji Normalitas Data... 57

1. Uji normalitas hasil kemampuan membaca cepat sebelum Model power reading diterapkan ... 57

2. Uji normalitas hasil kemampuan membaca cepat sesudah Model power reading diterapkan ... 59

b. Uji Homogenitas ... 60

C. Pengujian Hipotesis ... 62

D. Temuan Penelitian ... 63

1. Kemampuan siswa kelas xi man 2 model medan dalam Membaca cepat sebelum model Powe Reading diterapkan ... 63

2. Kemampuan Siswa Kelas XI MAN 2 Model Medan Membaca Cepat Sesudah Model Power Reading Diterapkan ... 65

3. Pengaruh Penggunaan Model Power Reading dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Cepat Siswa Kelas XI MAN 2 Model Medan ... 66

E. Pembahasan Hasil Penelitian ... 67

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 70

A. Kesimpulan ... 70

B. Saran ... 70

(7)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 4.1 Grafik Kecepatan Membaca Cepat Siswa Sebelum

Menggunakan Model Power Reading ... 47 Gambar 4.2 Grafik Kemampuan Pemahaman Bacaan Siswa Sebelum

Menggunakan Model Power Reading ... 47 Gambar 4.3 Grafik Kemampuan Efektif Membaca Siswa Sebelum

Menggunakan Model Power Reading ... 48 Gambar 4.4 Grafik Kategori Kemampuan Efektif Membaca Siswa

Sebelum Menggunakan Model Power Reading ... 48 Gambar 4.5 Grafik Kecepatan Membaca Cepat Siswa

Menggunakan Model Power Reading ... 50 Gambar 4.6 Grafik Kemampuan Pemahaman Bacaan Siswa

Menggunakan Model Power Reading ... 50 Gambar 4.7 Grafik Kemampuan Efektif Membaca Siswa

MenggunakanModel Power Reading ... 51 Gambar 4.8 Grafik Kategori Kemampuan Efektif Membaca Siswa

Menggunakan Model Power Reading ... 51 Gambar 4.9 Distribusi Frekuensi Pre-Test ... 54

(8)
(9)

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 Silabus Bahasa Indonesia Kelas XI Semester Ganjil ... 74

Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ... 75

Lampiran 3 Teks Kemampuan Membaca Cepat ... 82

Lampiran 4 Soal Pilihan Ganda ... 85

Lampiran 5 Lembar Jawaban Siswa ... 91

Lampiran 6 Kunci Jawaban Siswa ... 92

Lampiran 7 Aspek Penilaian ... 93

Lampiran 8 Uji Validitas Tes ... 95

Lampiran 9 Perhitungan Uji Validitas Tes ... 96

Lampiran 10 Perhitungan Reliabelitas Tes ... 98

Lampiran 11 Skor Siswa Sebelum Menggunakan Model Power Reading (Pre-Test) ... 99

Lampiran 12 Skor Siswa Sesudah Menggunakan Model Power Reading (Post-Test) ... 100

Lampiran 12 Daftar Nilai Kritis Untuk Uji Lilliefors ... 103

Lampiran 13 Tabel Wiayah Luas Di Bawah Kurva Normal 0 KE Z ... 104

(10)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Zaman milenium identik dengan zaman teknologi dan informasi. Hal ini berimplikasi pada semakin mudahnya masyarakat mengakses data atau informasi yang dibutuhkan. Berbagai media canggih yang digunakan untuk mengumpulkan data bermunculan seiring bergulirnya waktu. Media-media tersebut tidak hanya media cetak, namun juga media elektronik atau media maya. Kehadiran media-media tersebut telah mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya terhadap ilmu pengetahuan.

Usaha pemenuhan kebutuhan manusia dalam memperoleh dan mengelola ilmu pengetahuan dapat diraih melalui empat keterampilan berbahasa, yakni keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Artinya keterampilan berbahasa merupakan keterampilan yang paling utama dalam mengakses bidang ilmu lainnya, seperti ilmu hukum, kesehatan, perekonomian dan sebagainya. Jika sesorang telah mampu menggunakan keterampilan bahasanya dengan baik, maka ia akan menguasai ilmu kajian lain yang diminatinya dengan lancar. Selain itu, bahasa juga menempati posisi utama dalam aktualisasi diri manusia. Dengan bahasa manusia dapat mengenal dirinya, dan berpartisipasi dengan masyarakat. Oleh kerena itu, bahasa memilki peranan penting dalam aspek kehidupan manusia, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan. Salah satu aspek keterampilan berbahasa yang mendominasi perlu diperhatikan adalah keterampilan membaca.

1

(11)

2

Membaca merupakan aspek dalam keterampilan berbahasa yang merupakan hal penting dalam kehidupan sehari-hari. Banyak bahan bacaan seperti surat kabar, majalah, dan tabloid yang dapat memberikan informasi. Dengan membaca kita memperoleh informasi atau berita-berita yang terjadi di seluruh dunia ini. Namun, kemampuan membaca seorang pembacalah yang menentukan pemerolehannya dalam menerima informasi.

Demikian juga siswa, hal penentuan keberhasilan siswa sebagai subjek belajar adalah membaca. Jika siswa banyak membaca tentu memiliki informasi atau wawasan yang luas. Semakin banyak siswa membaca maka semakin banyak pula informasi yang didapat. Hal ini senada dengan Tampubolon (1987: 6) yang menyatakan,

“Fungsi bahasa tulisan begitu penting dalam kehidupan, menuntut kemampaun membaca maksimal dari anggota masyarakat. Kemampuan masayarakat dimaksud sangat perlu dalam kehidupan dewasa ini, dimana informasi tentang berbagai pengetahuan mengalir deras dan akan semakin perlu lagi dalam abad ke-21 mendatang karena informasi akan lebih deras”.

Tujuan utama dalam membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, serta memahami isi bacaan (Tarigan, 1969: 9). Sebuah arti atau makna sangat berhubungan dengan maksud atau tujuan kita dalam membaca. Dalam dunia pendidikan dan perkembangan ilmu pengetahuan, aspek membaca merupakan suatu kebutuhan.

(12)

3

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada standar kompetensi membaca siswa kelas XI SMA/sederajat (2007: 12) tertulis bahwa siswa harus mampu memahami ragam bacaan tulis dengan membaca cepat dan membaca intensif dan salah satu kompetensi dasarnya adalah siswa harus mampu mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat lebih kurang 300 kata per menit. Harras, dkk (2007: 439) menyebutkan bahwa, “ kecepatan ideal yang seharusnya dicapai untuk siswa SD 200 kata per menit, siswa SMU 250 kata per menit, mahasiswa 325 kata per menit, pasca sarjana 400 kata per menit bahwa orang dewasa awam seharusnya memiliki kecepatan membaca 200 kata per menit”. Akan tetapi kenyataannya hal tersebut kurang tercapai sesuai dengan kecepatan ideal membaca yang diharapkan seperti yang dikemukakan Keke Aritonang dalam jurnal Pendidikan Penabur pada juni 2006 yang berjudul,

“Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Membaca Cepat”. Hal ini terlihat dari

aktivitas pembelajaran sehari-hari di kelas, ternyata masih banyak di antara siswa tersebut yang kurang atau tidak mampu dalam membaca cepat dan mengemukakan pemahamannya terhadap isi bacaan sehingga siswa kurang dapat mencapai keberhasilan dalam belajar.

(13)

4

Indonesia pada umumnya hanya mengutamakan penyelesaian target materi dalam kurikulum yang orientasinya mengacu pada usaha meningkatkan kemampuan siswa dalam mengerjakan sosl-soal. Padahal banyak yang kurang mengacu pada keterampilan berbahasa, baik menyimak, berbicara, membaca, maupun menulis.

Menurut salah seorang guru bahasa dan sastra Indonesia Rosliana Nasution, S.Pd MAN 2 Model aspek keterampilan berbahasa yang relatif kurang dikuasai siswa, khususnya siswa kelas XI, antara lain keterampilan reseptif, yakni menyimak dan membaca. Oleh karenanya, hal itu menjadi sorotan utama penelitian ini, khususnya masalah keterampilan membaca. Keterampilan membaca dianggap sebagai keterampilan berbahasa yang sulit dipahami, namun keterampilan ini sangat penting untuk dikuasai oleh mereka. Jika seorang siswa dapat menguasai keterampilan membaca, tentunya akan mudah menguasai aspek keterampilan selanjutnya, yaitu menulis. Hal ini dapat dipahami karena jumlah bacaan yang dibaca seseorang akan menentukan kualitas tulisan yang dia hasilkan.

(14)

5

menyukai membaca dan materi yang berkaitan dengannya. Namun demikian mayoritas, siswa masih melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk saat membaca, seperti membaca dengan menggerakkan bibir, subvokalisasi, regresi, serta membaca kata perkata. Kebiasaan-kebiasaan ini tentunya sangat mempengaruhi kecepatan membaca mereka.

Selain itu, berdasarkan hasil wawancara dengan salah seorang guru bahasa dan Sastra Indonesia dari ibu Rosliana Nasution, S.Pd, pada bulan April didapatkan data tentang salah satu faktor yang cukup mempengaruhi kemampuan membaca cepat siswa kelas tersebut. Faktor itu adalah belum adanya model yang sesuai untuk diaplikasikan pada pembelajaran membaca cepat. Hal ini berimplikasi pada belum terpenuhinya KEM ideal siswa SMA kelas XI MAN 2 Model Medan, yakni 300 kata per menit. Cara lama yang masih digunakan para guru adalah pemberian tugas membaca (Purwantini, 2009: 6). Padahal metode ini kurang efektif untuk membangkitkan motivasi membaca siswa. Oleh karena itu, guru dituntut mengembangkan model yang dapat memberikan stimulus kepada siswa agar menjadi siwa yang aktif dan mahir.

(15)

6

diyakni mampu memberikan stimulus untuk meningkatkan kecepatan membaca siswa.

Model Power Reading merupakan sebuah model yang diciptakan oleh seorang trainer asal Singapura bernama Adam Khoo yang kini mempelopori AKLTG (Adam Khoo Technologies Group). Program Super Learning milik Adam dan Super-Teen yang pernah diikuti olehnya saat muda merupakan program yang dipelopori oleh Ernest Wong dan mendasari model membaca ini (Khoo, 2008: 55, 61).

Model membaca ini diciptakan dengan dasar dan prinsip pengumpulan informasi secara cepat dan akurat dari sebuah teks (Khoo, 2008: 59). Dalam pelaksanaannya, model ini dilakukan dengan teknik-teknik tertentu yang dapat memicu keaktifan siswa dalam belajar membaca cepat. Power Reading dikatakan sebuah model karena di dalamnya berisi tentang pola-pola pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran (Trianto, 2010: 51) tujuannya untuk meningkatkan KEM siswa dalam menyerap informasi dari suatu bacaan.

(16)

7

perubahan yang signifikan pada kemampuan membaca cepat siswa. Hal ini berarti bahwa model merupakan sebuah patokan yang dapat dijadikan sebagai sarana dalam menyusun rencana pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Hal ini didukung oleh penelitian sebelumnya oleh Desi Purwantini di tahun 2009 dengan judul “Peningkatan Kecepatan Efektif Membaca (KEM) dengan Menggunakan Teknik Tri Fokus dalam Pembelajaran Membaca Cepat. Berkaca dari hasil penelitian tersebut, penulis mendapatkan sebuah pemikiran dengan mencari teknik yang didalamnya termuat proses pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan keterampilan siswa dalam mengumpulkan informasi secara cepat dalam membaca.

Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Power Reading dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Cepat Siswa Kelas XI MAN 2 Model Medan Tahun Pembelajaran 2013/2014.”

Model pembelajaran Power Reading bisa dijadikan sebagai salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan yang telah dijelaskan sebelumnya.

B. Identifikasi Masalah

Sesuai dengan latar belakang masalah penelitian ini, maka masalah yang dapat diidentifikasi sebagai berikut:

(17)

8

2. Siswa kesulitan dalam menentukan gagasan pokok, mengungkapkan makna yang tersurat dalam bacaan, berkonsentrasi dalam waktu lama, dan mereaksi secara kritis bahan yang sudah dibaca.

3. Pengajaran membaca di sekolah kurang diminati, 4.Kemampuan membaca cepat siswa rendah.

5. Model membaca yang diajarkan guru tidak efektif

A. Pembatasan Masalah

Untuk menghindari permasalahan yang terlalu luas, serta untuk mengarahkan pembicaraan suatu masalah. Maka, permasalahan perlu dibatasi dan difokuskan pada bagaimana Kemampuan membaca cepat siswa kelas XI MAN 2 Model dengan menggunakan model Power Reading.

D. Rumusan Masalah

Rumusan masalah terdapat 3 hal sebagaimana dikemukakan di bawah ini: 1. Bagaimana kemampuan membaca cepat siswa kelas XI MAN 2 Model

Medan tahun pembelajaran 2013/2014 sebelum perlakuan model pembelajaran Power Reading?

2. Bagaimana kemampuan membaca cepat siswa kelas XI MAN 2 Model Medan tahun pembelajaran 2013/2014 sesudah perlakuan model pembelajaran Power Reading?

3. Adakah pengaruh model pembelajaran Power Reading terhadap peningkatan kemampuan membaca cepat siswa kelas XI MAN 2 Model Medan tahun pembelajaran 2013/2014?

E. Tujuan Penelitian

(18)

9

1. Menggambarkan kemampuan membaca cepat siswa kelas XI MAN 2 Model Medan tahun pembelajaran 2013/2014 sebelum perlakuan model pembelajaran

Power Reading.

2. Menggambarkan kemampuan membaca cepat siswa kelas XI MAN 2 Model Medan tahun pembelajaran 2013/2014 sesudah perlakuan model pembelajaran

Power Reading.

3. Menggambarkan pengaruh model Power Reading terhadap peningkatan kemampuan membaca cepat siswa kelas XI MAN 2 Model Medan tahun pembelajaran 2013/2014

F. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang dirumuskan dalam penelitian ini ada dua yaitu manfaat teoretis dan manfaat praktis.

1. Manfaat Teoretiss

a. Sebagai masukan dalam alternatif dan improvisasi dalam membaca cepat.

b. Penelitian ini akan menguatkan berbagai teori membaca, model serta pengetahuan baru mengenai penyerapan informasi secara cepat, sehingga keterampilan membaca cepat dapat bermanfaat, diterima dan diserap dengan baik oleh siswa.

2. Manfaat Praktis

a. Siswa dapat lebih mudah menyerap informasi dari suatu teks dengan arahan model identifikasi kata kunci Power Reading.

b. Guru akan memiliki referensi teknik pengajaran dalam membaca cepat dengan menggunakan model identifikasi Power Reading.

(19)

70

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan sebelumnya, maka disimpulkan hal-hal sebagai berikut.

1. Kemampuan membaca cepat siswa kelas XI MAN 2 Model Medan Tahun Pembelajaran 2013/2014 sebelum menggunakan model Power Reading tergolong cukup nilai rata-rata 59.

2. Kemampuan membaca cepat siswa kelas XI MAN 2 Model Medan Tahun Pembelajaran 2013/2014 sesudah menggunakan model Power Reading tergolong baik dengan nilai rata-rata 76.

3. Ada Pengaruh Penggunaan Model Power Reading Terhadap Kemampuan Membaca Cepat Siswa Kelas XI MAN 2 Model Medan Tahun Pembelajaran 2013/2014. Ini terbukti dari hasil uji t diperoleh nilai thitung > ttabel, yakni 2,25 >2,09.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka sebagai tindak lanjut penelitian ini perlu diuraikan beberapa saran berikut ini.

1. Perlunya guru bidang studi bahasa Indonesia di sekolah setempat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca cepat dengan menggunakan model Power Reading, karena pembelajaran ini terbukti berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan membaca cepat siswa. Pendidik sudah seharusnya memperhatikan model yang tepat dalam sebuah

(20)

71

pembelajaran. Kurang tepatnya model yang digunkan dalam pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Oleh karena itu, perlu adanya refernsi mengenai sekumpulan model pembelajaran yang dapat digunakan dalam mengajarkan materi.

2. Kemampuan membaca cepat dengan menggunkan model Power Reading

perlu adanya pembenahan, dan pengembangakan model pembelajaran yang telah diterapkan peneliti agar lebih mengena bagi siswa. Oleh karena itu, para peneliti dalam bidang pendidikan dan bahasa dapat melakukan penelitian serupa dengan memadukan atau menerapkan metode pembelajaran lain, sehingga didapatkan alternative lain untuk pembelajaran membaca cepat yang mampu meningkatkan kemampuan siswa menjadi lebih baik lagi.

3. Perlu dilakukan penelitian lanjutan oleh peneliti lain guna meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca cepat khususnya dalam meningkatkan kemampuan berpikir siswa dengan sungguh-sungguh memperhatikan minat siswa dan jika peneliti lanjutan ingin menggunakan model pembelajaran ini hendaknya mencoba materi lain yang dianggap sesuai demi keefektifan penggunaan model pembelajaran ini.

(21)

72

DAFTAR PUSTAKA

Ahuja, Pramila dan Ahuja, G.C 2010. Membaca Secara Efektfi dan Efisien. Bandung Kiblat.

Alex, Shirran. 2008. Evaluating Students. Jakarta: P.T. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Arikunto, Suharsimi dkk. 2006 Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek,

Jakarta: Rineka Cipta.

Aritonang, Keke. T. 2006. MeningkatkanKemampuan Siswa dalam Membaca Cepat. Jurnal Pendidikan Penabur. Jakarta hal 20-27.

De Porter, B. dan Hamacki, M. 2000. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: Kaifa.

Depdikbud. 2005. Keterampilan Membaca. Jakarta: Direktorat Menengah Umum. Depdiknas. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Hamijaya, Nunu. A dkk. 2008. Quick Reading: Melejitkan DNA Membaca. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Harsasujana. A.S. 2000. Keterampilan Membaca. Jakarata: Depdikbud.

Harjasujana, A.S. dan Vismaia S. Damaianti . 2003. Membaca dalam Teori dan Praktik. Bandung: Mutiara.

Harras, dkk. 2007. Membaca 1. Jakarta: Universitas Terbuka

Iskandarwassid dkk. 2008. Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung: Rosda Khoo, Adam. 2008. I’m Gifted So are You!. Jakarta: PT Gramedia

Nurhadi. 2005. Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

. 2008. Membaca Cepat dan efektif. Bandung. Sinar Baru Algesindo. Purwantini, Desi. 2009. Peningkatan Kecepatan Efektif Membaca (KEM) dengan

Menggunakan Teknik Tri Fokus dalam Pembelajan Membaca Cepat. UPI: Tidak diterbitkan.

(22)

73

Soedarso. 1989. Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta: Gramedia.

. 2006 . Speed Reading. Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta: PT. Gramedia.

Sudjana, N. 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito

Syamsudin AR. Dan Vismaia S. Damaianti. 2007. Metode Peneltian Pendidikan Bahasa. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Tarigan, Hendry Guntur 1987. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Tampubolon, DP. 1986. Kemampuan Membaca: Teknik Membaca Efektif dan Efisien. Bandung: Angkasa.

Tampubolon, DP. 1987. Kemampuan Membaca: Teknik Membaca Efektif dan Efisien. Bandung: Angkasa.

Triyanto 2010. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Balai Pustaka.

Wahab, Abdul Aziz. 2000. Metode-Metode dan Model Mengajar IPS. Bandung: Alfabeta.

(23)

Gambar

Gambar 4.1  Grafik Kecepatan Membaca Cepat Siswa Sebelum

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan membaca kritis dengan kemampuan meresensi novel “Rembulan Merah” oleh siswa kelas XI SMA Dharma Bakti Medan.. Populasi

Hasil penelitian dari kemampuan mengidentifikasi fakta dan opini yang menggunakan model pembelajaran member dan menerima (take and give) siswa kelas XI MAN Panyabungan

Pengaruh Model Pembelajaran Time Token terhadap Kemampuan Berpidato Siswa Kelas XI SMA Swasta Free Methodist Medan Tahun Pembelajaran 2013/2014.. Jurusan Bahasa dan

Kemampuan Membandingkan Isi, Struktur, dan Ciri Kebahasaan Teks Prosedur Kompleks Siswa Kelas XI MAN 2 Model Medan Tahun Pembelajaran 2016/2017, Program Studi

Dengan demikian berarti ada hubungan yang signifikan antara membaca kritis GHQJDQ NHPDPSXDQ PHUHVHQVL QRYHO ³5HPEXODQ 0HUDK´ ROHK 6LVZD .Hlas XI SMA Dharma Bakti Medan

Berdasarkan wawancara awal yang dilakukan peneliti denganpustakawan, siswa kelas XI, dan salah satu guru MAN 2 Model Medan, siswa diberikan kebebasan dalam

Berdasarkan hasil dari penelitian kemampuan membaca cepat pada siswa kelas XI IPS Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bintan, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan menunjukkan bahwa

Kendala penerapan Kurikulum Merdeka oleh guru BK MAN 2 Model