33 A. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasional (correlation reseacrh) yang meneliti hubungan antara variabel yang satu dengan lainnya. Dalam metode ini peneliti dapat mencari atau menjelaskan suatu hubungan dan menguji berdasarkan dengan teori yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menyatakan hubungan korelatif antara variabel. Peneliti menghubungkan antara kesejahteraan spiritual dengan skala nyeri. Pendekatan cross sectional merupakan jenis penelitian yang memfokuskan pada waktu pengukuran atau observasi variabel independen maupun dependennya dilakukan hanya pada saat itu saja atau satu kali (Nursalam, 2008). Penelitian ini mengetahui hubungan kesejahteraan spiritual dengan skala nyeri saat dilakukan tindakan invasif pada anak di Rumah Sakit Umum Daerah Al – Ihsan Provinsi Jawa Barat.
B. Variabel Penelitian
Variabel penelitian merupakan segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh peneliti dalam bentuk apapun sehingga menghasilkan informasi yang dibutuhkan, yang kemudian disimpulkan (Sugiyono, 2017).
A. Variabel Independen
Variabel independen merupakan variabel yang memberikan dampak pada variabel dependen sehingga akan meninbulkan suatu perubahan terhadap variabel
dependen (Sugiyono, 2017). Variabel independen pada penelitian ini adalah kesejahteraan spiritual anak di Rumah Sakit Umum Daerah Al – Ihsan Provinsi Jawa Barat.
B. Variabel Dependen
Variabel dependen merupakan variabel yang mendapatkan dampak dari akibat variabel independen (Sugiyono, 2017). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah skala nyeri saat dilakukan tindakan invasif pada anak di Rumah Sakit Umum Daerah Al – Ihsan Provinsi Jawa Barat.
C. Definisi Operasional
Tabel 3. 1 Definisi Operasional
No Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Hasil Ukur Skala Ukur Independen
1. Kesejahteraan Spiritual
Kesejahteraan spiritual yang dimiliki oleh responden yang menunjukkan bahwa responden tersebut dapat menerima keadaannya.
Kuesioner dengan skala Likert (Abbasi, dkk, 2014)
1. Skor < 30,67
=
kesejahteraan spiritual rendah 2. Skor 30,67 –
34,84 =
kesejahteraan spiritual sedang 3. Skor > 35,33
=
kesejahteraan spiritual tinggi
Ordinal
Dependen
2. Skala Nyeri Rasa nyeri yang dirasakan oleh responden.
Faces Paint Rating Scale (Mardhan, 2013)
1. 0 = tidak nyeri
2. 1 – 3 = nyeri ringan
3. 4 – 6 = nyeri sedang
Ordinal
4. 7 – 10 = nyeri berat Perancu
3. Usia Keberadaan hidup anak dimulai dari lahir ke dunia usia 8 – 18 tahun.
Kuesioner karakteristik responden
1. 8 – 12 tahun 11 bulan 2. 13 – 14
tahun 11 bulan 3. 15 – 16
tahun 11 bulan 4. 17 – 18
tahun 11 bulan
Interval
4. Jenis Kelamin Untuk membedakan responden antara laki – laki dengan perempuan .
Kuesioner karakteristik responden
1. Laki – laki 2. Perempuan
Nominal
5. Suku Merupakan suatu
kelompok etnik yang dimiliki oleh responden dari berbagai daerah.
Kuesioner karakteristik responden
1. Sunda 2. Jawa 3. Batak 4. Lain – lain
Nominal
6. Pendidikan Tahap pendidikan yang telah ditetapkan oleh lembaga berdasarkan
tingkat dan
perkembangan responden.
Kuesioner karakteristik responden
1. Tidak sekolah 2. SD
3. SMP 4. SMA
Nominal
8. Beribadah Aktifitas yang
dilakukan oleh responden sebagai tanda bakti terhadap Allah
Kuesioner karakteristik responden
1. Setiap waktu 2. Sering 3. Jarang 4. Tidak pernah
Nominal
9. Kebiasaan
Berdo’a Kebiasaan responden yang merupakan sebuah ibadah dan perintah Allah.
Kuesiner karakteristik responden
1. Setiap waktu 2. Sesudah
sholat 3. Jarang 4. Tidak pernah
Nominal
10.
Tindakan invasif
Suatu tindakan medis. Kuesioner karakteristik responden
1. Infus
2. Ambil darah Nominal 11. Jenis Penyakit Kategori penyakit yang
diderita oleh responden.
Penyakit yang dimiliki
1. Akut 2. Kronis
Nominal
D. Kerangka Penelitian
Bagan 3 1 Kerangka Penelitian
Sumber:Potter & Perry (2006); Rahadhanie (2015); Wijanarko (2012); Caldeira, dkk (2017); Lewis, dkk (2014); Itsna (2015); Sofiyah (2015)
Keterangan
= Diteliti
= Tidak diteliti
= Diteliti
= Tidak diteliti
Kesejahteraan Spiritual (Variabel Independen) 1. Tidak Sama Sekali 2. Sedikit Sekali 3. Cukup Sering 4. Sangat Sering
Skala Nyeri (Variabel Dependen)
1. Tidak Nyeri
2. Nyeri Ringan
3. Nyeri Sedang
4. Nyeri Berat
Tindakan Invasif
Faktor yang mempengaruhi : 1. Usia
2. Jenis kelamin 3. Suku
4. Pendidikan 5. Diagnosa medis 6. Tindakan Invasif 7. Kebiasaan
beribadah 8. Berdo’a
E. Pupulasi dan Sampel 1. Populasi
Menurut Sugiyono (2017), populasi yaitu suatu objek maupun subjek yang telah ditentukan oleh peneliti berdasarkan karakteristik yang telah dipilih sebelumnya.
Populasi pada penelitian ini adalah pasien anak usia 8 – 18 tahun yang di rawat di ruangan Lukmanul Hakim RSUD Al- Ihsan Bandung.
2. Sampel
Sampel merupakan suatu bagian dari populasi yang telah ditetapkan pada penelitian tersebut (Sugiyono, 2017). Besar sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus besar sampel uji korelasi, karena penelitian ini adalah uji hubungan korelasi ordinal – ordinal, dan mengaju pada penelitian sebelumnya yang dilakukan Sofiyah (2015). Nilai koefisien korelasi yang ditentukan oleh peneliti adalah sebesar (r) 0,4. Rumus besar sampel korelasi adalah
2
N = Zα + Zβ + 3 0,5ln 1+ r
1+ r Keterangan :
N : Jumlah subjek yang diperlukan
α : kesalahan tipe 1 untuk α = 0,05, maka nilai Zα = 1,96 β : kesalahan tipe 2 untuk β = 0, 10, maka nilai Zβ = 1,645 ln : eksponensial atau log dari bilangan natural
r : Koefisien korelasi minimal yang di anggap bermakna (r = 0,4)
Hasil perhitungan:
2
N = 1,96 + 1,645 + 3 0,5ln 1+ 0,4
1-0,4
2
= 3,605 + 3 0,423
= 72
Maka, jumlah keseruhuan yang akan dijadikan responden dalam penelitian adalah sebanyak 72.
F. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik sampling cara yang digunakan untuk mengambil sampel dari populasi sehingga diperoleh sampel dalam jumlah yang telah ditentukan (Hamidi, 2007). Dalam penelitian ini teknik sampling yang diambil yaitu secara consecutive sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan cara memilih sampel yang sesuai dan memenuhi kriteria penelitian sampai dengan kurun waktu tertentu sampai dengan jumlah sampel terpenuhi (Hidayah, 2009). Kriteria dari subjek penelitian yang akan dilakukan terdiri dari :
1. Krtiteria Inklusi
Menurut Nursalam (2008), kriteria inklusi merupakan karakteristik partisipan atau responden yang merupakan salah satu dari populasi yang diteliti. Adapun kriterianya sebagai berikut :
a. Responden merupakan anak usia sekolah umur 8-18 tahun.
b. Responden yang sedang di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah Al – Ihsan Provinsi Jawa Barat.
c. Beragama islam.
d. Responden yang dilakukan tindakan invasif seperti infus maupun pengambilan darah vena.
2. Kriteria Eksklusi
Kriteria eksklusi merupakan responden yang tidak termasuk atau tidak memenuhi kriteria penelitian yang dapat menghambat berjalannya pelaksanaan penelitian (Nursalam, 2008). Kriterianya adalah sebagai berikut :
a. Responden yang mengalami penurunan kesadaran.
b. Responden yang sedang mengalami kegawatan.
c. Responden yang pernah mengalami nyeri tetapi tidak diberikan intervensi apapun.
G. Validitas dan Reliabilitas
Menurut Notoatmodjo (2010), validitas merupakan suatu indikator yang menunjukkan alat ukur yang benar – benar diukur, yang bertujuan untuk mengetahui
apakah kuesioner yang dipakai dan yang sudah disusun oleh peneliti tersebut mampu mengukur apa yang seharunya diukur. Maka agar kuesioner tersebut valid perlu diuji dengan uji korelasi antara nilai dari setiap item pertanyaan dengan total skor pada kuesioner tersebut.
Reliabilitas merupakan suatu indikator yang menunjukkan sajauh mana alat yang dipakai untuk mengukur dapat dipakai atau diandalkan, yang berarti dapat menunjukkan hasil yang konsisten atau tetap apabila dilakukan pengukuran lagi terhadap suatu fenomena yang sama, dan dengan alat ukur yang sama juga (Notoatmodjo, 2010). Pada kuesioner kesejahteraan spiritual anak menggunakan kuesioner SWBS yang telah dimodifikasi dilakukan oleh Sofiyah (2015) dengan judul penelitian Hubungan Kesejahteraan Spiritual Orang Tua dengan Kesejahteraan Spiritual dan Kualitas Hidup Anak yang Mengalami Kanker, dengan hasil validitas dan reliabilitas yang diperoreh adalah 0,709 (<r tabel) dan dinyatakan reliabel.
H. Teknik Analisis Data
Pengumpulan data penelitian ini pada bulan April sampai dengan Juni 2019. Setelah semua data telah terkumpul maka tahap selanjutnya yang harus dilakukan adalah pengolahan data, proses pengolahan data terdiri dari empat tahap yaitu (Notoatmodjo, 2012):
1. Pengolahan Data
a. Editing, merupakan suatu proses pengecekan kembali atau pelengkapan data seperti data demografi dan kuesioner serta kejelasan jawaban (Sumantri, 2015).
Pada proses ini peneliti melakukan pemeriksaan kelengkapan jawaban dalam lembar kuesioner karakteristik responden dan kesejahteraan spiritual pada anak.
b. Coding, merupakan proses pengkodean pada beberapa variabel yang akan diteliti, yang bertujuan untuk mempermudah dan memperingkas waktu penelitian (Sumantri, 2015). Pada proses ini peneliti memberikan pengkodean pada lembar kuesioner atau pada setiap jawaban responden.
c. Entry dan Processing, pada tahap ini memasukkan data yang telah didapatkan agar dapat di analisis (Lapau, 2013). Pada penelitian ini peneliti memasukkan data seperti karakteristik responden, data spiritual, status kesehatan, kesejahteraan spiritual pada anak, tindakan invasif, jenis penyakit dan skala nyeri.
d. Cleaning, tahap ini merupakan tahap dimana peneliti akan melakukan pembersihan data atau mengoreksi apabila ada kesalahan (Lapau, 2013). Peneliti memeriksa kembali agar tidak ada kesalahan dalam pemberian kode pada penelitian.
2. Analisa Data
Menurut Hidayat (2017), analisa data merupakan suatu cara untuk mengolah data yang telah disimpulkan sehingga dapat menjadi suatu informasi. Cara pengolahan data dengan cara menghitung persentase, agar lebih mudah maka interpretasi digolongkan berdasarkan presentase. Penelitian ini menggunakan beberapa analisis yaitu:
a. Analisis Univariat
Menurut Notoadmodjo (2010), analisis univariat merupakan untuk memberikan gambaran umum pada data hasil penelitian. Variabel dengan jenis data ketegorik berupa usia, pendidikan, jenis kelamin, suku, kebiasaan beribadah, berdo’a, tindakan invasif dan jenis disajikan dalam bentuk mean, median, standar deviasi, 95% CI min- max yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 3. 2
Analisis Univariat dalam Penelitian
No Variabel Skala Penyajian Hasil
1. Usia, pendidikan,
Interval
Mean, median, standar deviasi, 95% CI min- max
2. Jenis kelamin, suku, kebiasaan beribadah, berdo’a, tindakan invasif dan jenis penyakit
Nominal Distribusi frekuensi dan persentase
b. Analisis Bivariat
Menurut Notoatmodjo (2010), analisis bivariat merupakan analisis data untuk mencari korelasi atau pengaruh antara dua variabel mapun lebih akan akan diteliti. Pada analisis ini digunakan untuk membuktikan hipotesis yang telah dirumuskan yaitu apakah ada hubungan antara kesejahteraan spiritual anak dengan skala nyeri pada saat dilakukan tindakan invasif. Uji yang digunakan peneliti dalam analisis bivariat pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 3. 3
Analisis Bivariat dalam Penelitian
No Variabel yang Dicari Hubungannya Analisa
Variabel 1 Variabel 2
1. Skala kesejahteraan spiritual anak (Numerik (Numerik)
Skala Nyeri Saat dilakukan tindakan invasif (Numerik)
Spearman Rank
Tabel 3. 4
Rumus Kategori Skor Kesejahteraan Spiritual Anak
Kriteria Kategori
X < (Mean – 1SD) Rendah
(Mean – 1SD) < X ≤ (Mean + 1SD) Sedang
X > (Mean + 1SD) Tinggi
Sumber: Azwar (2010)
Pada penelitian ini, peneliti mengkategorikan skor Kesejahteraan Spiritual Anak sebagai berikut :
Kategori skor Kesejahteraan Spiritual Anak X min : 26
X max : 40
Range = Xmax – Xmin
= 40 – 26 = 14 Mean = (Xmax + Xmin) / 2
= 40 + 26 = 66 / 2 = 33 Standar Deviasi = Range / 6
= 14 / 6 = 2,33
Setelah mendapatkan nilai Mean, dan Standar Deviasi maka selanjutkan akan membuat kriteria kategorisasi berdasarkan pedoman atau rumus yang sudah ada, sebagi berikut :
Tabel 3.5
Hasil Skor Kategorisasi Kesejahteraan Spiritual Anak
Rendah
X < (Mean – 1SD)
=X < 33 – 2, 33
= X < 30, 67 Sedang
(Mean – 1SD) < X ≤ (Mean + 1SD)
= 33 – 2,33 < X ≤ 33 + 2,33
= 30,67 < X ≤ 35,33
Tinggi
X > (Mean + 1SD)
= X > 33 + 2,33
= X > 35,33
Sehingga dapat disimpulkan :
1. X < 30,67 : Kesejahteraan Spiritual Rendah 2. 30,67 < X ≤ 34,84 : Kesejahteraan Spiritual Sedang 3. X > 35,33 : Kesejahteraan Spiritual Tinggi I. Prosedur Penelitian
1. Tahap Persiapan
Tahap persiapan peneliti dimulai dengan mentukan fenomena yang akan diteliti dan mengajukan fenomena tersebut kepada pembimbing. Setelah mendapatkan izin dari pembimbing maka tahap selanjutnya adalah mentukan variabel yang akan dilteliti dan mencari landasan teori – teori yang sesuai dengan variabel. Kemudian mengurus perizinan tempat penelitain dan mengajukkan surat permohonan izin penelitian ke Rumah Sakit Umum Daerah Al – Ihsan Provinsi Jawa Barat. Setelah mendapatkan izin penelitian kemudian peneliti melanjutkan mempersiapkan alat pengumpulan data dengan instrumen penelitian yang digunakan. Instrumen penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah kuesioner mengenai kesejahteraan spiritual anak.
2. Tahap Pelaksanaan
Peneliti memulai dengan berkordinasi dengan perawat yang sedang melakukan tindakan invasif seperti infus maupun pengambilan darah vena kepada responden.
Setelah itu peneliti sebelumnya memperkenalkan diri dan menjelaskan prosedur penelitian kepada responden, setelah responden mengerti tentang penjelasan penelitian peneliti mengobservasi skala nyeri pada responden saat tindakan invasif dengan Faces Pain Scale. Peneliti meminta responden untuk menyetujui surat persetujuan (informed concent) sebagai sampel dari penelitian, yang kemudian menjelaskan maksud dan tujuan dari penelitian dan responden mengisi kuesioner kesejahteraan spiritual anak.
Peneliti berkordinasi dengan perawat yang melakukan tindakan invasif seperti infus mapun pengambilan darah vena kepada responden.
3. Tahap Akhir
Pada tahap ini setelah semua responden yang terlibat dari penelitian yang telah menjawab lembar kuesioner, maka peneliti memeriksa kembali kelengkapan data yang diperoleh. Selanjutnya peneliti mengolah data yang sudah terkumpul untuk dianalisis dan menuangkan hasil data tersebut dalam bentuk laporan yang disusun sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan.
J. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan pada bulan April sampai dengan Juni 2019, yang bertempat di Rumah Sakit Umum Daerah Al – Ihsan Provinsi Jawa Barat. Alasan peneliti memilih
rumah sakit ini sebagai tempat penelitian yaitu karena merupakan rumah sakit dengan mutu SDM dalam suasana islami, berdo’a sebelum melakukan tindakan serta mempunyai fasilitas IPRS dan Pelayanan Spiritual Care.
K. Etika Penelitian
Etika penelitian dalam melaksanakan penelitian khusunya apabila yang menjadi subjeknya adalah manusia, maka harus memahami hak dasar manusia. Sehingga penelitian yang akan dilaksanakan benar – benar menjunjung tinggi kebebasan manusia (Notoadmodjo, 2012). Adapun etika penelitian dalam penelitian ini diantaranya:
1. Asas Kemanfaatan (Beneficence)
Pada asas kemanfaatan peneliti harus dapat mempertimbangkan keuntungan maupun resiko dari penelitian yang dilakukan terhadap responden. Penelitipun diwajibkan agar dapat merancang penelitian sebaik mungkin untuk mengurangi terjadinya segala seuatu yang tidak diharapkan atau dapat meminimalidir segala resiko yang ada.
2. Asas Keadilan (Justice)
Prinsip ini peneliti harus beprilaku adil pada setiap responden dengan tidak membeda – bedakan responden yang satu dengan yang lainnya.
Adapun terdapat hal – hal yang perlu diperhatikan dalam suatu penelitian diantaranya:
1. Lembar Persetujuan (Informed Consent)
Informed consent merupakan suatu lembar persetujuan antara peneliti dengan responden. Responden berhak mendapatkan informasi yang jelas tentang penelitian yang dilakukan sehingga peneliti perlu informed consent pada responden agar responden dapat memahami tujuan dari penelitian
2. Tanpa Nama (Anonimity)
Peneliti harus memiliki jaminan kerahasiaan responden dengan tidak memberikan atau mencantumkan identitas responden pada hasilk penelitian. Peneliti dapat menggunakan koding atau insial sebagai pengganti identitas responden pada lembar kuesioner yang diisi.
3. Kerahasiaan
Peneliti harus menjamin kerahasiaan dari hasil penelitian. Informasi atau hasil penelitian yang sudah terkumpul dijaga kerahasiaannya oleh peneliti, hanya beberada dapa yang akan di cantumkan pada hasil laporan.