EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE DRILL DAN DQQ TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Departemen Pendidikan Fisika
Oleh
INDRA SUTISNA 0900607
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA DEPARTEMEN PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE DRILL DAN DQQ TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Oleh Indra Sutisna
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
© Indra Sutisna 2015 Universitas Pendidikan Indonesia
Februari 2015
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE DRILL DAN DQQ TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Oleh
Indra Sutisna
NIM. 0900607
DISETUJUI DAN DISAHKAN OLEH: Pembimbing I,
Dr. Setiya Utari, M.Si
NIP. 196707251992032002
Pembimbing II,
Drs. Dedi Sasmita, M.Si
NIP. 196506151998031001
Mengetahui,
Ketua Departemen Pendidikan Fisika
Dr. Ida Kaniawati, M.Si.
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Efektivitas Penggunaan Metode Drill dan DQQ terhadap Peningkatan Hasil Belajar Ranah Kognitif Siswa SMA
Indra Sutisna NIM: 0900607
Pembimbing I: Dr. Setiya Utari, M.Si Pembimbing II: Drs. Dedi Sasmita, M.Si
ABSTRAK
Di Indonesia nilai Ujian Nasional (UN) menjadi indikator keberhasilan sebuah sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan. Sehingga pada umumnya sekolah di semester ke-6 selalu menyelenggarakan kegiatan tutorial dengan menggunakan metode drill. Langkah ini dipandang tepat karena mampu melatih kemampuan matematis siswa dalam menyelesaikan persoalan fisika, namun kurang melatih kemampuan pemahaman konsep. Metode DQQ dapat dijadikan sebagai salah satu cara dalam meningkatkan penguasaan konsep dalam kegiatan tutorial. Penelitian dengan desain counterbalance bertujuan untuk mendapatkan gambaran perbedaan penggunaan metode drill dan DQQ. Penelitian ini diterapkan disalah satu sekolah Negeri di daerah Kabupaten Sukabumi dengan menggunakan sampel dari dua kelas yang homogen (Fhitung=1.23< Ftabel = 1.85). Hasil analisis data dengan
membandingkan skor rata-rata tiap kelompok pada posttest untuk masing-masing perlakuan menunjukan bahwa metode drill =82.45>metode DQQ =73.29. Disamping itu, berdasarkan hasil analisis data juga diperoleh bahwa metode drill efektif untuk melatih kemampuan kognitif level dasar (C1+C2) siswa, tetapi kurang melatih kemampuan kognitif level tinggi (C3+C4) siswa. Sebaliknya, metode DQQ efektif untuk melatih kemampuan kognitif level tinggi siswa, tetapi kurang melatih kemampuan kognitif level dasar siswa.
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
The efectiveness of using Drill Method and DQQ Method against improvement of studying Result in Cognitive Domain for High School
Students
Indra Sutisna NIM: 0900607
Supervisor I: Dr. Setiya Utari, M.Si Supervisor II: Drs. Dedi Sasmita, M.Si
ABSTRACT
In Indonesia, the National Examination’s score (UN) becomes an indicator of
achievement at schools in implementing education. That is why in general schools in sixth semester always implements tutorial activity using Drill Method. This
action is exactly right because it is able to train students’ mathematic ability in
doing Phisics questions, yet it less trains concept comprehension. DQQ Method is able to be one of way in increasing concept mastery in tutorial activity. This esearch is using counterbalance design aims to get illustration of differences between using Drill Method and DQQ Methode. This research is implemented in one of high school in Sukabumi regency by using samples from two classes which are homogeneous (Fhitung=1.23<Ftabel = 1.85). The result of data analysis by
comparing the average score in every groups in posttest for every single threatment shows that Drill Method = 82,45> DQQ Method = 73.29. Besides that, according to the result of data analysis also obtained that Drill Method was
effective to train the students’ cognitive ability in basic level (C1+C2), yet it less trained students’ cognitive ability in high level (C3+C4). In contrary, the DQQ Method was effective to train students’ cognitive ability in high level, yet it less
trained students’ cognitive ability in basic level.
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
LEMBAR PENGESAHAN ... ii
PERNYATAAN... iii
ABSTRAK ... iv
UCAPAN TERIMA KASIH... vi
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR TABEL ... x
DAFTAR GAMBAR ... xii
DAFTAR LAMPIRAN... xiii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah... 6
D. Pembatasan Masalah... 6
E. Variabel Penelitian ... 7
F. Tujuan Penelitian ... 7
G. Manfaat Penelitian ... 7
H. Struktur Organisasi Skripsi... 7
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
A. Metode Drill ... 9
B. Metode DQQ ... 13
C. Hasil Belajar ... 24
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 29
A. Metode dan Desain Penelitian... 29
B. Partisipan Penelitian... 31
C. Populasi dan Sampel Penelitian ... 31
D. Prosedur Penelitian ... 31
E. Instrumen Penelitian ... 34
F. Teknik Analisis Instrumen Penelitian ... 35
G. Hasil Uji Coba Instrumen ... 38
H. Teknik Pengumpulan Data ... 46
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 48
A. Keterlaksanaan Pembelajaran ... 48
B. Hasil Belajar Siswa Setelah Diberikan Pembelajaran dengan Menggunakan Metode Drill dan DQQ ... 52
C. Efektivitas Penggunaan Metode Drill dibandingkan dengan metode DQQ ... 57
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 59
A. Kesimpulan ... 59
B. Saran ... 59
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
LAMPIRAN ... 67
DAFTAR TABEL Tabel 2.1. Jenis-Jenis Diskusi ... 14
2.2. Kelebihan dan Kelemahan Metode Diskusi Kelompok ... 20
2.3. Dimensi Proses Kognitif ... 25
3.1. Matriks Desain Counterbalance ... 29
3.2. Desain Penelitian Counterbalance untuk Dua Jenis Perlakuan... 30
3.3. Kriteria Presentase Keterlaksanaan Model Pembelajaran ... 34
3.4. Klasifikasi Indeks Kesukaran ... 35
3.5. Kriteria Daya Pembeda ... 36
3.6. Kriteria Nilai Validitas ... 37
3.7. Kriteria Nilai Reliabilitas ... 38
3.8 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Instrumen Fluida Statis Aplikasi (Hitungan) ... 39
3.9. Distribusi Soal Fluida Statis Aplikasi (Hitungan) Berdasarkan Domain Kognitif ... 40
3.10. Rekapitulasi Hasil Uji Coba Instrumen Fluida Statis Konsep ... 41
3.11. Distribusi Soal Fluida Statis Konsep Berdasarkan Domain Kognitif ... 42
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
3.13. Distribusi Soal Fluida Dinamis Aplikasi (Hitungan)
Berdasarkan Domain Kognitif ... 44
3.14. Rekapitulasi Hasil Uji Coba Instrumen Fluida Dinamis Konsep ... 45
3.15. Distribusi Soal Fluida Dinamis Konsep Berdasarkan Domain
Kognitif ... 46
4.1. Pelaksanaan Penelitian untuk Dua Jenis Perlakuan ... 49
4.2. Presentase Keterlaksanaan Pembelajaran dengan
Menggunakan Metode Drill ... 50 4.3. Presentase Keterlaksanaan Pembelajaran dengan
Menggunakan Metode DQQ. ... 51 4.4. Rata-rata hasil belajar siswa dengan menggunakan metode Drill
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR GAMBAR
Gambar
3.1. Tahapan Penelitian ... 33
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN A : PERANGKAT PEMBELAJARAN ... 67
A.1 Perangkat Pembelajaran Metode Drill Pertemuan (I&II) ... 68
A.1.a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Metode Drill Pertemuan (I&II) ... 68
A.1.b. Lembar Soal Siswa Metode Drill Pertemuan (I&II) ... 102
A.2 Perangkat Pembelajaran Metode DQQ (I&II) ... 110
A.2.a Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Metode DQQ (I&II)... 110
A.2.b Lembar Soal Siswa Metode DQQ (I&II) ... 139
LAMPIRAN B : INSTRUMEN PENELITIAN ... 146
B.1. Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Metode Drill & DQQ ... 147
B.2 Kisi – Kisi Instrumen ... 149
B.3. Lembar Judgement Instrumen ... 155
B.4. Soal Uji Coba Instrumen ... 210
B.5. Soal Posttest ... 223
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
C.1. Kelompok Siswa ... 237
C.2 Hasil Uji Homogenitas ... 239
C.3 Hasil Uji Coba Instrumen ... 240
C.4. Perhitungan Validitas Soal ... 248
C.5. Perhitungan Daya Pembeda Soal ... 284
C.6. Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal... 296
C.7. Perhitungan Reliabilitas Soal ... 304
LAMPIRAN D : PENGOLAHAN DATA PENELITIAN ... 312
D.1. Analisis Keterlaksanaan Metode Drill ... 313
D.2. Analisis Keterlaksanaan Metode DQQ ... 314
D.3. Hasil Posttest Siswa... 315
D.4. Hasil Posttest tiap Level Kognisi ... 323
D.5. Analisis Posttest tiap Level Kognisi... 338
LAMPIRAN E : DOKUMENTASI PENELITIAN ... 337
E.1. Foto-foto Kegiatan Penelitian
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB I
PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan yang memiliki sumber daya
alam yang melimpah ruah diberbagai belahan pulaunya, baik sumber daya alam
yang dapat diperbaharui maupun sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
Hal tersebut merupakan berkah yang tak ternilai dari Tuhan yang Maha Kuasa
untuk diolah dan dimanfaatkan untuk memenuhi hajat hidup bangsa Indonesia itu
sendiri. Akan tetapi dalam pemanfaatannya, perlu dilakukan secara berkelanjutan
(sustainable) agar anak cucu dikemudian hari dapat menikmatinya. Sehingga
dalam pengolahan dan pemanfaatannya, dibutuhkan sumber daya manusia yang
berkualitas.
Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah
melalui pendidikan. Kualitas seorang manusia ditentukan dari kualitas
pendidikannya. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka semakin
tinggi pula kualitas orang tersebut, begitu pula sebaliknya. Disisi lain, salah satu
penentu kualitas pendidikan dapat dilihat dari hasil belajar yang diperoleh oleh
siswa setelah pembelajaran. Oleh karena itu, pada akhir dasawarsa ini, hasil
belajar didalam dunia pendidikan menjadi perhatian yang sangat serius dan
memegang peranan yang sangat penting.
Hasil belajar menurut Watson (dalam Maher, 2004, hlm. 1) adalah sesuatu
yang bisa dilakukan oleh siswa saat ini yang sebelumnya mereka tidak bisa
melakukannya. Hasil belajar adalah perubahan pada diri seseorang sebagai hasil
dari pengalaman belajar. Sebagaimana dikemukakannya bahwa “learning
2
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
penilaian untuk menggambarkan prestasi yang dicapai seseorang siswa sesuai
dengan kriteria yang ditetapkan”.
Bloom merumuskan hasil belajar kedalam tiga domain penting, yaitu
kognitif, afektif dan psikomotorik. Pada ranah kognitif, Taksonami Bloom yang
sudah direvisi oleh Lorin W. Anderson dan David Krathwohl mengkategorikan
dimensi proses kognitif siswa kedalam beberapa jenis, yaitu : mengingat,
memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta.
Hasil belajar pada ranah kognitif penting dilakukan untuk mengetahui
sejauh mana kemampuan pengetahuan siswa dalam menguasai materi yang sudah
dipelajari. Tujuan utamanya adalah mengembangkan seluruh potensi yang
dimiliki oleh peserta didik dalam rangka meningkatkan kecerdasan dan
pengetahuannya sebagai bekal untuk mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai
dengan minat dan bakatnya masing masing.
Agar hasil belajar pada ranah kognitif yang diperoleh tidak mengecewakan,
maka seorang guru yang baik perlu memperhatikan beberapa faktor yang dapat
mempengaruhi hasil belajar siswa. Mustamin (2010, hlm. 38) membagi
faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa kedalam dua kategori, yaitu:
1. Faktor Internal; faktor yang mempengaruhi kegiatan belajar ini lebih ditekankan pada faktor dari dalam individu yang belajar. Faktor yang mempengaruhi kegiatan tersebut adalah faktor psikologis, antara lain motivasi, perhatian, pengamatan, tanggapan, dan lain sebagainya.
2. Faktor Eksternal; pencapaian tujuan belajar perlu diciptakan adanya sistem lingkungan belajar yang kondusif. Hal ini akan berkaitan dengan faktor dari luar siswa. Faktor yang mempengaruhi adalah mendapatkan pengetahuan, penanaman konsep dan keterampilan, serta pembentukan sikap.
Dengan demikian, perlu diciptakan situasi lingkungan belajar yang kondusif
agar minat dan motivasi belajar siswa terhadap pelajaran fisika meningkat.
Sehingga diharapkan apabila minat dan motivasi belajar fisikanya sudah
3
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Berdasarkan hasil wawancara dilapangan dengan salah satu guru fisika
SMA yang ada di Kabupaten Sukabumi, menjelaskan bahwa minat dan motivasi
belajar siswa terhadap pembelajaran fisika masih sangat rendah. Menurutnya, hal
tersebut terjadi karena dalam pembelajaran, guru hanya menggunakan media
pembelajaran seadanya, menulis di papan tulis, dan mengerjakan latihan soal-soal
yang ada di Lembar Kerja Siswa (LKS). Ini dikarenakan sarana dan prasarana
yang ada disekolah masih sangat kurang sehingga pembelajaran fisika pun tidak
menarik bagi siswa. Contohnya: sekolah tidak memiliki alat-alat percobaan fisika,
sehingga guru jarang melakukan percobaan, dan yang paling memprihatinkan
sekolah juga tidak memiliki laboratorium fisika karena ruangannya digunakan
untuk ruangan guru. Sejalan dengan hal tersebut, Luangrath & Pettersson (2012,
hlm. 1) juga memandang bahwa pembelajaran fisika masih sangat formal dan
teoritis, sebagaimana dikemukakannya bahwa “The teachers only explain
concepts with words, and write or draw pictures on the blackboard and most of
the teachers do not use demonstrations. The students spend a lot of time solving
end-of-chapter problems from the textbook individually.”
Kondisi tersebut semakin memprihatinkan karena soal evaluasi
pembelajaran yang diberikan oleh guru pada saat ulangan harian, Ulangan Tengah
Semester (UTS) dan Ulangan Akhir Semester (UAS), 85% lebih berupa soal
hitungan, dan 15 % berupa soal konsep. Hal tersebut didasarkan pada proporsi
soal Ujian Nasional (UN) soalnya hampir kebanyakan berupa soal hitungan.
Dengan demikian, siswa diharapkan menjadi terbiasa menjawab soal-soal
hitungan, sehingga pada saat menjawab soal Ujian Nasional (UN) siswa tidak
stress.
Fakta tersebut cukup beralasan karena di Indonesia nilai Ujian Nasional
(UN) masih menjadi indikator keberhasilan sebuah sekolah dalam
menyelenggarakan pendidikan. Sehingga pada umumnya sekolah di semester ke-6
selalu menyelenggarakan kegiatan tutorial dalam rangka mempersiapkan siswa
menghadapai Ujian Nasional (UN).
Dalam kegiatan tutorial tersebut, guru-guru di Indonesia pada umumnya
4
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
memberikan latihan secara berulang kali dengan tujuan agar siswa dapat
mengingat secara matematis suatu pengetahuan/keterampilan sehingga menjadi
mantap dan permanen.
Dalam praktiknya dilapangan, metode Drill juga biasa digunakan dalam
rangka persiapan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
Cara tersebut dipandang paling ampuh oleh guru-guru fisika atau Lembaga
Bimbingan Belajar (BIMBEL) untuk meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan matematis siswa agar lebih mantap dan permanen. Hal tersebut
dapat dimengerti karena dengan menggunakan metode Drill 1) siswa memperoleh
pengetahuan yang kokok karena dilakukan secara bertahap dan teratur, 2) siswa
terbiasa untuk belajar mandiri karena pengerjaan soal dilakukan secara individu,
3) daya ingat siswa akan lebih tinggi karena pelajaran difokuskan pada pelajaran
yang dilatihkan dan dilakukan berulang kali, 4) siswa memiliki kemampuan
matematis dan motoris yang baik. Sehingga mampu menyelesaikan latihan dalam
waktu yang relatif singkat dan cepat. 5) lebih menghemat waktu.
Akan tetapi, metode Drill memiliki beberapa kelemahan. Misalkan, karena
metode Drill dilakukan secara berulang kali bukan tidak mungkin akan
menimbulkan kebosanan pada diri siswa. Metode Drill menghambat bakat dan
inisiatif siswa karena diarahkan menyelesaikan persoalan dengan cara statis,
membentuk kebiasaan yang kaku, siswa dilatih menghafal pertanyaan-pertanyaan
(soal-soal). Mereka harus tahu, dan menghafal jawaban-jawaban atau
pertanyaan-pertanyaan tertentu.
Alangkah lebih baik, proses pembelajaran fisika itu sesuai dengan amanat
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan Bab IV Pasal 19 No.1 tentang Standar Proses, disana dijelaskan
bahwa : Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas,
dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta
5
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Atas dasar hal tersebut, secara garis besar metode Drill mampu melatih
kemampuan matematis siswa dalam menyelesaikan persoalan fisika, terutama
soal-soal berupa hitungan (aplikasi). Akan tetapi, metode Drill kurang mampu
melatih kemampuan pemahaman konsep siswa.
Metode DQQ (Discussion Qualitative Questions) dapat dijadikan sebagai
salah satu cara dalam meningkatkan penguasaan konsep dalam kegiatan tutorial.
Metode DQQ dikembangkan oleh Luangrath & Pettersson di Fakultas Natural
Sains Universitas Nasional Laos. Metode DQQ adalah metode diskusi kelompok
berbasis pertanyaan kualitatif. Jika dilihat dari tahapan pembelajarannya, metode
DQQ tidak jauh berbeda dengan metode diskusi kelompok tradisional. Hanya saja
mereka menambahkan pertanyaan kualitatif kedalam diskusi kelompok pada sesi
kuliah tambahan (tutorial) yang diadakan setiap minggu. Adapun kelebihan
pembelajaran dengan menggunakan metode DQQ diantaranya: 1) Siswa memiliki
kesempatan yang baik untuk menunjukkan ide-ide mereka dan untuk bertukar
pikiran dengan teman-teman mereka, 2) mengurangi stress siswa ketika mereka
menemukan masalah yang sulit, 3) siswa belajar untuk berpikir, berbicara dan
berbagi ide-ide, 4) memperhatikan perasaan siswa lain, mereka tidak boleh
mengabaikan komentar dari beberapa siswa 5) memperoleh campuran siswa yang
baik, menengah dan lemah di masing-masing kelompok sehingga siswa bisa
saling membantu dalam kelompok. 6) mendapatkan pegangan pada konsep.
Para peneliti tersebut meyakini bahwa metode DQQ memiliki prospek
untuk memberikan pembelajaran yang baik bagi para siswa, seperti yang
diungkapkannya bahwa“…the group discussions seem to have prospect to give good learning possibilities for the students”( Luangrath & Pettersson, 2012, hlm. 198).
Berdasarkan uraian diatas, maka penelitian ini bermaksud mengadopsi
metode DQQ dan membandingkannya dengan metode Drill yang umum
digunakan oleh guru-guru di Indonesia pada saat melakukan Kegiatan Belajar
Mengajar (KBM). Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan hasil belajar
siswa pada ranah kognitif, dan ingin mengetahui efektivitas dari kedua metode
6
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Oleh karena itu, penulis bermaksud untuk melakukan penelitian dengan
judul : “Efektivitas Penggunaan Metode Drill dan DQQ terhadap Peningkatan Hasil Belajar Ranah Kognitif Siswa SMA”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka penulis merumuskan
masalah sebagai berikut: Manakah yang lebih efektif, penerapan pembelajaran
dengan menggunakan metode Drill, atau penerapan pembelajaran dengan
menggunakan metode DQQ dalam meningkatkan hasil belajar siswa SMA pada
ranah kognitif?
Rumusan masalah diatas dapat dijabarkan ke dalam beberapa pertanyaan
berikut:
1. Bagaimana hasil belajar siswa siswa SMA pada ranah kognitif setelah
diberikan pembelajaran dengan menggunakan metode Drill?
2. Bagaimana hasil belajar siswa siswa SMA pada ranah kognitif setelah
diberikan pembelajaran dengan menggunakan metode DQQ?
3. Bagaimana efektivitas penggunaan metode Drill dibandingkan dengan
metode DQQ dalam meningkatkan hasil belajar siswa SMA pada ranah
kognitif?
C. Pembatasan Masalah
Agar fokus pada masalah yang dikaji, maka pembatasan masalah dalam
penelitian ini adalah:
1. Efektivitas penggunaan metode Drill dalam meningkatkan hasil belajar siswa
SMA pada ranah kognitif dibandingkan dengan metode DQQ, ditentukan
dengan membandingkan skor rata-rata untuk semua kelompok pada posttest
untuk setiap perlakuan (Fraenkel et.al.).
2. Hasil belajar dibatasi pada ranah kognitif. Hasil belajar siswa pada ranah
kognitif yang dimaksud mengacu pada taksonami Bloom yang sudah direvisi
oleh Anderson dan Krathwohl serta dihubungkan dengan standar kompetensi
7
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
dibatasi pada empat tahapan, yaitu: mengingat (C1), memahami (C2),
menerapkan (C3), dan menganalisis (C4).
D. Variabel Penelitian
Untuk mengetahui sifat yang memiliki variasi dan menjawab pertanyaan apa
yang diteliti, maka ditetapkan dua variabel penelitian sebagai berikut:
1. Variabel bebas : metode Drill dan DQQ.
2. Variabel terikat : hasil belajar siswa SMA pada ranah kognitif.
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini yaitu untuk:
1. Mengetahui hasil belajar siswa siswa SMA pada ranah kognitif setelah
diberikan pembelajaran dengan menggunakan metode Drill.
2. Mengetahui hasil belajar siswa siswa SMA pada ranah kognitif setelah
diberikan pembelajaran dengan menggunakan metode DQQ.
3. Mengetahui efektivitas penggunaan metode Drill dibandingkan dengan
metode DQQ dalam meningkatkan hasil belajar siswa SMA pada ranah
kognitif.
F. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan bukti konkret
bagi para pemerhati dunia pendidikan tentang potensi metode DQQ untuk
diterapkan dan dikembangkan di Indonesia dalam rangka meningkatkan hasil
belajar siswa pada ranah kognitif.
G. Struktur Organisasi Skripsi
Bagian ini menjelaskan sistematika dalam penulisan skripsi. Adapun
8
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
menggambarkan secara umum latar belakang peneliti melakukan penelitian.
Termasuk didalamnya terkandung bagaimana peneliti merumuskan masalah,
membatasi masalah, menentukan variabel, menguraikan tujuan dan manfaat
penelitian, serta membentuk struktur organisasi skripsi. Bab II, Kajian Pustaka,
menggambarkan landasan teori-teori yang mendukung penelitian. Teori-teori yang
dimaksud disini adalah teori tentang metode Drill, metode DQQ, dan hasil belajar.
Bab III, Metode Penelitian, menggambarkan tentang metodologi penelitian yang
digunakian didalam penelitian. Termasuk didalamnya membahas tentang metode
dan desain penelitian yang digunakan, partisipan yang terlibat didalam penelitian,
penentuan populasi dan sampel penelitian, prosedur penelitian, menentukan
instrument penelitian, serta menetukan teknik pengumpulan dan pengolahan data
yang digunakan. Bab IV, Hasil Penelitian dan Pembahasan, berisi tentang data
yang diperoleh dari hasil penelitian, dan analisis terhadap hasil penelitian tersebut.
Bab V, Kesimpulan dan Saran, berisi tentang kesimpulan peneliti yang
berlandaskan pada analisis data penelitian, serta pembubuhan saran yang
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode dan Desain Penelitian
Mengingat tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas metode
Drill dan metode DQQ dalam meningkatkan hasil belajar siswa SMA pada ranah
kognitif, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
Quasi-Experiment.
Desain penelitian yang digunakan adalah Desain Counterbalance
(Counterbalanced Designs). Tujuannya yaitu untuk mendapatkan gambaran
perbedaan penggunaan metode Drill dan DQQ. Berikut ini adalah matriks desain
counterbalance:
Tabel 3.1 Matriks Desain Counterbalance
(Dreyer dan Walt, 1994, hlm. 133)
Keterangan:
A= kelompok A, B = kelompok B, C = kelompok C, D = kelompok D.
X1 = perlakuan 1, X2 = perlakuan 2, X3 = perlakuan 3, X4 = perlakuan 4.
Desain ini juga dapat digunakan dengan kelompok utuh, dan berputar
kelompok pada interval selama eksperimen tersebut. Semua kelompok
mendapatkan perlakuan selama eksperimen. Seperti yang dikemukakan oleh
Dreyer dan Walt (1994, hlm. 133) bahwa “This design can also be used with
intact groups, and it rotates the groups at intervals during the experimentation.
X1 X2 X3 X4
Group
A B C D
C A D B
B D A C
30
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
All subjects receive all experimental treatments at some time during the
experiment.”
Atas keperluan penelitian, maka peneliti hanya menggunakan dua kelompok
untuk dua jenis perlakuan. Dalam pelaksanaannya, dua kelompok diberi perlakuan
dua kali secara bergantian. Kelompok pertama menerima perlakuan 1 dengan
menggunakan metode Drill, dan soal latihan yang diberikan berupa soal hitungan
fluida statis (soal fluida statis hitungan/aplikasi), kemudian diberi posttest berupa
soal konsep (soal fluida statis konsep). Setelah itu, kelompok pertama diberi
perlakuan 2 dengan menggunakan metode DQQ dan soal latihan yang diberikan
berupa soal konsep (soal fluida dinamis konsep), kemudian diberi posttest berupa
soal hitungan fluida dinamis (soal fluida dinamis hitungan/aplikasi). Sementara
kelompok kedua menerima perlakuan 2 terlebih dahulu dengan menggunakan
metode DQQ, dan soal latihan yang diberikan berupa soal konsep (soal fluida
statis konsep), kemudian diberi posttest berupa soal hitungan (soal fluida statis
hitungan/aplikasi). Setelah itu, kelompok kedua diberi perlakuan 1 dengan
menggunakan metode Drill, dan soal latihan yang diberikan berupa soal hitungan
(soal fluida dinamis hitungan/aplikasi), kemudian diberi posttest berupa soal
konsep (fluida dinamis konsep). Selengkapnya dapat dilihat pada tabel dibawah
ini:
Tabel 3.2 Desain Penelitian Counterbalance untuk Dua Jenis Perlakuan
Group I X11 O11 X21 O21
Group II X12 O12 X22 O22
(Fraenkel et.al, 2012, hlm. 275)
Keterangan:
X11 = perlakuan (treatment) menggunakan metode Drill dengan soal fluida statis
(hitungan/aplikasi).
X12 = perlakuan (treatment) menggunakan metode DQQ dengan soal fluida statis
31
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
X21 = perlakuan (treatment) menggunakan metode DQQ dengan soal fluida
dinamis konsep.
X22 = perlakuan (treatment) menggunakan metode Drill dengan soal fluida
dinamis (hitungan/aplikasi).
O11 = posttest soal fluida statis konsep.
O12 = posttest soal fluida statis (hitungan/aplikasi).
O21 = posttest soal fluida dinamis (hitungan/aplikasi).
O22 = posttest soal fluida dinamis konsep.
Efektivitas dari masing-masing perlakuan dapat diukur dengan
membandingkan skor rata-rata untuk semua kelompok pada posttest untuk setiap
perlakuan. Fraenkel et.al (2012, hlm. 275), mengatakan bahwa untuk menentukan
efektivitas dari masing-masing perlakuan caranya adalah “…by comparing the
average scores for all groups on the posttest for each treatment.”
B. Partisipan Penelitian
Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini adalah 60 orang siswa SMA
kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Surade Kabupaten Sukabumi semester genap
tahun ajaran 2013/2014. Kelas XI IPA 4 sebanyak 30 orang dan Kelas XI IPA 5
sebanyak 30 orang. Ditambah 3 orang observer yang membantu peneliti dalam
mengumpulkan data observasi keterlaksanaan pembelajaran.
C. Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA kelas XI di salah satu
SMA yang ada di kabupaten Sukabumi tahun pelajaran 2013/2014. Dalam
penelitian ini sampelnya dipilih dua kelas yang homogen. Kelas yang dimaksud
adalah kelas XI IPA 4 dengan jumlah 30 orang siswa dan kelas kelas XI IPA 5
dengan jumlah 30 orang siswa.
D. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian yang dilakukan terdiri dari beberapa tahap, yakni :
32
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
a. Melakukan studi pendahuluan untuk mengetahui masalah pembelajaran fisika
disekolah.
b. Melakukan kajian pustaka mengenai metode Drill dan DQQ.
c. Melakukan studi kurikulum mengenai tujuan,indikator, dan hasil belajar dari
sebuah pokok bahasan yang dipilih yang harus dicapai oleh siswa selama
proses belajar-mengajar berlangsung.
d. Menetapkan sekolah yang akan dijadikan tempat subyek penelitian.
e. Membuat surat izin penelitian
f. Koordinasi dengan guru fisika di tempat dilaksanakannya penelitian.
g. Menentukan populasi dan sampel.
h. Menyusun Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Skenario
pembelajaran, dan media pembelajaran.
i. Menyusun instrument penelitian.
j. Melakukan judgment soal pilihan ganda.
k. menguji coba instrument.
l. Melakukan analisis uji coba instrument.
2. Tahap pelaksananaan
a. Memberikan perlakuan (treatment) kepada siswa dengan metode Drill dan
DQQ disertai observasi yang dilakukan oleh observer untuk mengetahui
seberapa jauh keterlaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti.
b. Melakukan posttest untuk mengetahui efektivitas pembelajaran dengan
menggunakan metode Drill dan DQQ.
c. Langkah a dan b dilakukan sebanyak dua kali dengan menggunakan teknik
silang (cross sectional/counterbalance), baik untuk metode pembelajaran
yang digunakan maupun posttest yang dilakukan.
3. Tahap Akhir Penelitian
a. Mengolah dan menganalisis data yang diperoleh.
b. Membuat kesimpulan berdasarkan hasil yang diperoleh dari pengolahan data
33
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Secara garis besar, tahapan penelitian yang dilakukan dapat digambarkan
sebagai berikut:
Tahap Persiapan Penelitian
Tahap Pelaksanaan Penelitian
Tahap Akhir Penelitian
Judgment Instrumen Penelitian Uji Coba dan Analisis
Instrumen Penelitian
Pembelajaran dengan metode Drill (Soal hitungan fluida statis)
Studi Pendahuluan
Studi Pustaka & Studi Kurikulum
Menyusun Perangkat Pembelajaran & Instrumen
Posttest (Soal konsep fluida statis)
Pengolahan dan Analisis Data Penelitian
Kesimpulan
Menyusun Laporan
Pembelajaran dengan metode DQQ (Soal Konsep fluida statis)
Posttest (Soal hitungan fluida statis)
Kelas B Kelas A
Pembelajaran dengan metode DQQ (Soal Konsep fluida Dinamis)
Pembelajaran dengan metode Drill (Soal hitungan fluida dinamis)
Posttest (Soal hitungan fluida Dinamis) Posttest (Soal konsep fluida Dinamis)
Tahap 1
34
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu E. Instrumen Penelitian
Instrument penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Tes
Tes yang akan diberikan berupa pilihan ganda, diberikan pada saat posttest
untuk mengetahui pengaruh treatment pada hasil belajar siswa.
2. Lembar Observasi
Lembar observasi digunakan untuk mengukur keterlaksanaan model
pembelajaran dengan metode Drill maupun metode DQQ selama kegiatan
belajar-mengajar berlangsung. Lembar observasi berupa daftar isian singkat atau daftar
checklist dengan memuat kolom ya atau tidak. Diisi oleh pengamat (observer).
Pengolahan lembar observasi ini yaitu dengan cara memberi skor 1 jika indikator
fase pembelajaran terlaksana dan nol apabila tidak terlaksana. Presentase data
hasil observasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
% KM = ∑
∑ x 100 %
Tabel 3.3 Kriteria Presentase Keterlaksanaan Model Pembelajaran
KM % Kriteria
KM = 0 Tak satu kegiatan pun terlaksana
0 < KM < 25 Sebagian kecil kegiatan terlaksana
25 < KM < 50 Hampir setengah kegiatan terlaksana
KM = 50 Setengah kegiatan terlaksana
50 < KM < 75 Sebagian besar kegiatan terlaksana
75< KM < 100 Hampir seluruh kegiatan terlaksana
KM = 100 Seluruh kegiatan terlaksana
Keterangan : Gambar 3.1 Tahapan Penelitian
35
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
% KM = presentase keterlaksanaan model.
F. Teknik Analisis Instrumen Penelitian
Analisis instrument penelitian terdiri dari taraf kesukaran butir soal, daya
pembeda, validitas, dan reliabilitas.
1. Indeks Kesukaran (Difficulty Index/Item Difficulty)
Idealnya soal yang baik itu adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak
terlalu susah. Untuk mengetahui hal tersebut, maka diperlukan bilangan yang
dapat menunjukan sukar dan mudahnya sesuatu soal, bilangan ini disebut indeks
kesukaran (difficulty index/Item Difficulty).
Rumus untuk mencari Indeks Kesukaran adalah:
P =
(Arikunto, 2009,hlm. 208)
dengan :
P = indeks kesukaran.
B = banyaknya siswa yang menjawab soal itu dengan benar.
JS = jumlah seluruh siswa peserta.
Indeks kesukaran menggambarkan taraf kesukaran soal yang sering
diklasifikasikan sebagai berikut :
Tabel 3.4 Klasifikasi Indeks Kesukaran
Indeks Tingkat Kesukaran
0,00 – 0,30 Sukar
0,30 – 0,70 Sedang
0,70 – 1,00 Mudah
36
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 2. Daya Pembeda (Item Discrimination)
Item diskriminasi atau daya diskriminasi dari item tes mengacu pada sejauh
mana keberhasilan atau kegagalan pada item tersebut menunjukkan kemampuan
yang hendak diukur. Hal ini menentukan sejauh mana item yang diberikan
mendiskriminasikan antara peserta ujian dalam fungsi atau kemampuan diukur
dengan item. Sebagaimana dikemukakan oleh Boopathiraj & Chellamani (2013,
hlm. 189) bahwa:
“Item discrimination or the discriminating power of a test item refers to the degree to which success or failure on an item indicates possession of the ability being measured. It determines the extent to which the given item discriminates among examinees in the function or ability measured by the item.”
Rumus untuk mencari indeks diskriminasi adalah :
D = – = PA– PB
(Arikunto, 2009, hlm. 213)
dengan :
D = indeks diskriminasi.
J = jumlah peserta tes.
JA = banyaknya peserta kelompok atas.
JB = banyaknya kelompok bawah.
BA = banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal itu dengan benar.
BB = banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal itu dengan
benar.
PA = proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar.
PB = proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar.
Seperti halnya indeks kesukaran, daya pembeda pun diklasifikasikan menjadi
beberapa kriteria.
Tabel 3.5 Kriteria Daya Pembeda
37
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
0,00 – 0,20 Jelek
0,20 – 0,40 Cukup
0,40 – 0,70 Baik
0,70 – 1,00 Baik Sekali
DP < 0 Tidak baik, sebaiknya dibuang.
(Arikunto, 2009, hlm. 218)
3. Validitas
Validitas berarti menyangkut kesahihan atau keabsahan. Sementara menurut
Anastasi dan Urbina (dalam Ayodele, 2012, hlm. 391) validitas didefinisikan
sebagai sejauh mana tes atau alat ukur benar-benar mengukur apa yang hendak
diukur atau seberapa baik tes atau instrument memenuhi arti fungsinya.
Sebagaimana dikemukakannya bahwa “validity has been defined as the degree to
which a test or measuring instrument actually measures what it purports to measure or how well a test or a meaning instrument fulfils its function.”
rxy = ∑ ∑ ∑ √ ∑ ∑ ∑ ∑
(Arikunto, 2009, hlm. 72)
dengan :
rxy = koefisien korelasi antara variable X dan variable Y, dua variable yang
dikorelasikan.
N = jumlah siswa.
X = skor tiap butir soal.
Y = skor total tiap butir soal.
Tabel 3.6 Kriteria Nilai Validitas
Nilai rxy Kriteria
0,80 < rxy≤1,00 Sangat tinggi
0,60 < rxy≤ 0,80 Tinggi
0,40 < rxy≤ 0,60 Cukup
0,20 < rxy≤ 0,40 Rendah
38
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
(Arikunto, 2009, hlm. 75)
4. Reliabilitas
Instrument yang baik yaitu instrument yang ajeg dalam memberikan data
yang sesuai dengan kenyataan. Sebuah instrument dikatakan reliabel (dapat
diandalkan) apabila dilakukan pada kelompok serupa dari responden dalam
konteks yang sama, hasil yang sama akan diperoleh. Sebagaimana dikemukakan
olehBowling (dalam Ayodele, 2012, hlm. 395) “...for a research to be reliable, it
must demonstrate that if it were to be carried out on a similar group of
respondents in a similar context, similar results would be obtained.” Untuk
mencari reliabilitas digunakan rumus K-R.20:
r11 =
∑
(Arikunto, 2009, hlm. 100)
dengan :
r11 = reliabilitas tes secara keseluruhan.
p = proporsi subjek yang menjawab item dengan benar.
q = proporsi subjek yang menjawab item dengan salah (q = 1-p). pq = jumlah hasil perkalian antara p dan q.
n = banyaknya item.
S = standar deviasi dari tes (standar deviasi adalah akar varians).
Tabel 3.7 Kriteria Nilai Reliabilitas
Nilai rxy Kriteria
0,80 < rxy≤1,00 Sangat tinggi
0,60 < rxy≤ 0,80 Tinggi
0,40 < rxy≤ 0,60 Cukup
0,20 < rxy≤ 0,40 Rendah
0,00 < rxy≤ 0,20 Sangat Rendah
39
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 5. Hasil Uji Coba Instrumen
Uji coba instrument dilakukan pada kelas yang memiliki karakteristik yang
sama dengan sampel kelas yang akan dijadikan penelitian, yaitu kelas yang telah
mendapatkan materi yang akan dijadikan penelitian.
Instrument tes yang diuji cobakan berupa 15 soal fluida statis aplikasi
(hitungan), 15 soal fluida statis konsep, 15 soal fluida dinamis aplikasi (hitungan)
dan 15 soal fluida dinamis konsep. Data hasil uji coba instrument diolah
kemudian dianalisis untuk mengetahui layak atau tidaknya instrument dipakai
dalam penelitian. Data tersebut berupa validitas, daya pembeda, tingkat kesukaran
dan reliabilitas yang selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3.8, Tabel 3.10 Tabel
3.12 dan Tabel 3.14.
Tabel 3.8 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Instrumen Fluida Statis Aplikasi
(Hitungan).
Soal Validitas Daya Pembeda
Tingkat
Kesukaran Ket Nilai Kategori Nilai Kategori Nilai Kategori
1 0.66 tinggi 0.57 baik 0.57 sedang Dipakai
2 0.81 sangat
tinggi 0.43 baik 0.79 mudah Dipakai
3 0.34 rendah 0.21 cukup 0.89 mudah Dipakai
4 0.68 tinggi 0.43 baik 0.79 mudah Dipakai
5 0.65 tinggi 0.29 cukup 0.79 mudah Dipakai
6 0.73 tinggi 0.21 cukup 0.89 mudah Dipakai
7
0.59 cukup 0.71
baik
sekali 0.57 sedang Dipakai
8
0.54 cukup 0.71
baik
sekali 0.57 sedang Dipakai
9 0.31 rendah 0.07 jelek 0.96 mudah Direvisi
40
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
11 0.67 tinggi 0.57 baik 0.71 mudah Dipakai
12 0.28 rendah 0.21 cukup 0.68 sedang Dipakai
13 0.44 cukup 0.29 cukup 0.64 sedang Dipakai
14 0.19 sangat
rendah 0.14 jelek 0.79 mudah Direvisi
15 0.49 cukup 0.14 jelek 0.79 mudah Direvisi
Reliabilitas Instrumen 0.82 sangat
tinggi
Berdasarkan Tabel 3.8 terlihat bahwa beberapa butir soal dengan validitas
rendah dan daya pembeda jelek direvisi, yakni nomor 9, 10, 14 dan 15. Hal
tersebut dilakukan mengingat keterbatasan waktu penelitian dan agenda sekolah
tempat melakukan penelitian. Sehingga semua soal dipakai.
Atas keperluan analisis, maka instrument tes diatas yang sudah direvisi
dikelompokan berdasarkan jenjang kognitif menurut taksonomi Bloom yang telah
direvisi oleh Anderson dan Krathwohl. Adapun matriks distribusi soal fluida statis
aplikasi (hitungan) dapat dilihat pada tabel 3.9 berikut ini :
Tabel 3.9. Distribusi Soal Fluida Statis Aplikasi (Hitungan) Berdasarkan
Domain Kognitif.
No. Domain Kognitif Kode Nomer Soal Jumlah Soal
1. Mengingat C1 1,2,3,12, 4
2. Memahami C2 4,6,7,8,9,14,dan 15. 7
3. Menerapkan C3 5,10,11, 3
4. Menganalisis C4 13, 1
Total 15
Berdasarkan Tabel 3.9.terlihat bahwa matriks distribusi soal fluida statis
aplikasi (hitungan) tidak merata untuk tiap jenjang kognitif. Sejujurnya, peneliti
[image:32.596.112.515.113.289.2]41
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
waktu penelitian yang berbenturan dengan agenda sekolah, maka dengan sangat
terpaksa matriks soal digunakan apa adanya.
Tabel 3.10 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Instrumen Fluida Statis Konsep.
Soal Validitas Daya Pembeda
Tingkat
Kesukaran Ket Nilai Kategori Nilai Kategori Nilai Kategori
1 0.31 rendah 0.36 cukup 0.82 mudah Dipakai
2 0.57 cukup 0.29 cukup 0.86 mudah Dipakai
3 0.69 tinggi 0.29 cukup 0.86 mudah Dipakai
4 0.38 rendah 0.07 jelek 0.82 mudah Direvisi
5 0.50 cukup 0.21 cukup 0.46 sedang Dipakai
6 0.13 sangat
rendah 0.07 jelek 0.96 mudah Direvisi
7 0.28 rendah 0.21 cukup 0.89 mudah Dipakai
8 0.44 cukup 0.29 cukup 0.86 mudah Dipakai
9 0.58 cukup 0.50 baik 0.54 sedang Dipakai
10 0.56 cukup 0.50 baik 0.61 sedang Dipakai
11 0.05 sangat
rendah 0.07 jelek 0.96 mudah Direvisi
12 0.10 sangat
[image:33.596.113.511.348.735.2]42
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
13 0.66 tinggi 0.57 baik 0.57 sedang Dipakai
14 0.37 rendah 0.21 cukup 0.89 mudah Dipakai
15 0.35 rendah 0.14 jelek 0.86 mudah Direvisi
Reliabilitas Instrumen 0.66 tinggi
Berdasarkan Tabel 3.10. dapat dilihat bahwa beberapa butir soal nomor 4, 6,
11, 12, dan 15 memiliki validitas rendah dan daya pembeda jelek. Akan tetapi
karena keterbatasan waktu penelitian dan berbenturan dengan agenda sekolah.
semua soal tetap dipakai.
Sama seperti sebelumnya, untuk keperluan analisis, maka instrument tes
yang sudah direvisi dikelompokan berdasarkan jenjang kognitif menurut
taksonomi Bloom yang telah direvisi oleh Anderson dan Krathwohl. Adapun
matriks distribusi soal fluida statis konsep dapat dilihat pada tabel 3.10 berikut ini:
Tabel 3.11. Distribusi Soal Fluida Statis Konsep Berdasarkan Domain
Kognitif.
No. Domain Kognitif Kode Nomer Soal Jumlah Soal
1. Mengingat C1 1,2,10, 3
2. Memahami C2 3,5,6,7,12,13,14,dan 15. 8
3. Menerapkan C3 4,8,9, 3
4. Menganalisis C4 11, 1
Total 15
Berdasarkan Tabel 3.11. terlihat bahwa distribusi soal fluida statis konsep
untuk tiap jenjang kognitif jumlahnya tidak merata. peneliti berusaha membuat
proporsi soal untuk tiap domain kognitif sama. Akan tetapi karena keterbatasan
waktu penelitian yang berbenturan dengan agenda sekolah, pembuatan soal yang
[image:34.596.113.514.113.197.2]43
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tabel 3.12 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Instrumen Fluida Dinamis Aplikasi
(Hitungan).
Soal
Validitas Daya Pembeda Tingkat
Kesukaran Ket Nilai Kategori Nilai Kategori Nilai Kategori
1 0.41 cukup 0.08 jelek 0.96 mudah Direvisi
2 0.30 rendah 0.17 jelek 0.92 mudah Direvisi
3 0.61 tinggi 0.25 cukup 0.79 mudah Dipakai
4 0.41 cukup 0.08 jelek 0.96 mudah Direvisi
5 0.59 cukup 0.17 jelek 0.92 mudah Direvisi
6 0.57 cukup 0.50 baik 0.50 sedang Dipakai
7 0.51 cukup 0.17 jelek 0.83 mudah Direvisi
8 0.32 rendah 0.25 cukup 0.71 mudah Dipakai
9 0.70 tinggi 0.67 baik 0.50 sedang Dipakai
10
0.87
sangat
tinggi 0.42 baik 0.79 mudah Dipakai
11 0.75 tinggi 0.42 baik 0.71 mudah Dipakai
[image:35.596.112.511.386.748.2]44
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
13 0.61 tinggi 0.25 cukup 0.88 mudah Dipakai
14 0.70 tinggi 0.67 baik 0.33 sedang Dipakai
15 0.27 rendah 0.17 jelek 0.83 mudah Direvisi
Reliabilitas Instrumen 0.83 sangat
tinggi
Berdasarkan Tabel 3.12 terlihat bahwa beberapa butir soal dengan validitas
rendah dan daya pembeda jelek direvisi. Hal tersebut dilakukan mengingat
keterbatasan waktu penelitian dan berbenturan dengan agenda sekolah. Sehingga
semua soal dipakai.
Untuk keperluan analisis, maka instrument tes diatas yang sudah direvisi
dikelompokan berdasarkan jenjang kognitif menurut taksonomi Bloom yang telah
direvisi oleh Anderson dan Krathwohl. Adapun matriks distribusi soal fluida
dinamis aplikasi dapat dilihat pada tabel 3.13 berikut ini :
Tabel 3.13. Distribusi Soal Fluida Dinamis Aplikasi (Hitungan)
Berdasarkan Domain Kognitif.
No. Domain Kognitif Kode Nomer Soal Jumlah Soal
1. Mengingat C1 1,2,3, 3
2. Memahami C2 4,5, 6, 3
3. Menerapkan C3 7,8,9,10,11,12,14, 7
4. Menganalisis C4 13,15. 2
Total 15
Berdasarkan Tabel 3.13. dapat dilihat bahwa matriks distribusi soal fluida
dinamis aplikasi jumlahnya tidak sama untuk tiap domain kognitif. Peneliti
berusaha untuk membuat distribusi matrik soal tersebut sama. Akan tetapi karena
keterbatasan waktu penelitian yang berbenturan dengan agenda sekolah, maka
[image:36.596.113.514.113.223.2]45
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tabel 3.14 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Instrumen Fluida Dinamis Konsep.
Soal
Validitas Daya Pembeda Tingkat
Kesukaran
Ket Nilai Kategori Nilai Kategori Nilai Kategori
1 0.57 cukup 0.38 cukup 0.19 sukar Dipakai
2 0.00 sangat
rendah 0.00 jelek 1.00 mudah Direvisi
3 0.24 rendah 0.08 jelek 0.96 mudah Direvisi
4 0.59 cukup 0.54 baik 0.27 sukar Dipakai
5 0.59 cukup 0.46 baik 0.69 sedang Dipakai
6 0.40 rendah 0.31 cukup 0.31 sedang Dipakai
7 0.56 cukup 0.31 cukup 0.85 mudah Dipakai
8 0.66 tinggi 0.23 cukup 0.88 mudah Dipakai
9 0.23 rendah 0.23 cukup 0.42 sedang Dipakai
10 0.60 cukup 0.46 baik 0.77 mudah Dipakai
[image:37.596.111.511.406.761.2]46
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
12 0.40 rendah 0.31 cukup 0.85 mudah Dipakai
13 0.30 rendah 0.23 cukup 0.81 mudah Dipakai
14 0.70 tinggi 0.62 baik 0.62 sedang Dipakai
15 0.32 rendah 0.15 jelek 0.85 mudah Direvisi
Reliabilitas Instrumen 0.75 tinggi
Berdasarkan Tabel 3.14, dapat dilihat bahwa butir soal nomor 2, 3, dan 15.
memiliki validitas rendah dan daya pembeda jelek. Akan tetapi karena
keterbatasan waktu penelitian dan berbenturan dengan agenda sekolah. Semua
soal tetap dipakai.
Atas keperluan analisis, maka instrument tes diatas yang sudah direvisi
dikelompokan berdasarkan jenjang kognitif menurut taksonomi Bloom yang telah
direvisi oleh Anderson dan Krathwohl. Adapun matriks distribusi soal fluida
dinamis konsep dapat dilihat pada tabel 3.15 berikut ini :
Tabel 3.15. Distribusi Soal Fluida Dinamis Konsep Berdasarkan Domain
Kognitif.
No. Domain Kognitif Kode Nomer Soal Jumlah Soal
1. Mengingat C1 1,2,3,4. 4
2. Memahami C2 5,7,8,9,10,11, 6
3. Menerapkan C3 12, 1
4. Menganalisis C4 6,13,14,15. 4
Total 15
Berdasarkan Tabel 3.15. terlihat bahwa jumlah distribusi soal fluida dinamis
konsep tidak sama untuk tiap jenjang domain kognitif. Peneliti berusaha untuk
membuat distribusi soal tiap jenjang kognitif tersebut sama. Akan tetapi, karena
keterbatasan waktu penelitian yang berbenturan dengan agenda sekolah, maka
matriks soal yang ada tetap digunakan.
[image:38.596.114.512.113.336.2]47
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 1. Data kuantitatif
Data kuanitatif ini diperoleh dari hasil posttest siswa untuk mengetahui efektivitas
metode Drill dan metode DQQ dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada
ranah kognitif.
2. Data kualitatif
Data kualitatif ini diperoleh dari lembar observasi untuk mengetahui
keterlaksanaan pembelajaran metode Drill dan DQQ.
3. Teknik Pengolahan Data 1) Uji Homogenitas
Untuk mengetahui apakah sampel yang akan diteliti memiliki varian
yang sama atau homogen, maka kita dapat menentukannya dengan
menggunakan Uji Fisher (Uji F). Nilai Fhitung dapat dicari dengan rumus:
dengan: = variansi yang lebih besar, dan
= variansi yang lebih kecil.
(Murbakara, 2011, hlm. 65)
Kemudian nilai F hitung dibandingkan dengan F tabel dengan derajat
kebebasan: (dk) = n – 1, dengan n = jumlah anggota sampel.
Untuk menentukan sebuah sampel homogen atau tidak, caranya adalah
membandingkan Fhitung dan FT abel . Jika Fhitung < FT abel, maka sampel tersebut
dikatakan homogen.
2) Pemberian Skor
Skor satu apabila jawaban benar dan skor nol apabila jawaban salah.
Rumusnya adalah :
S = ∑
48
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Keterangan :
S = skor siswa.
R = jawaban siswa yang benar.
3) Menghitung skor rata-rata.
Skor rata-rata dapat dihitung dengan menjumlahkan seluruh skor yang
diperoleh oleh siswa dan dibagi dengan jumlah siswa.
Untuk analisis level kognitif, maka tiap soal dikelompokan berdasarkan
matriks yang sudah dibuat. Kemudian hitung rata-rata skornya
masing-masing.
Setelah dihitung rata-ratanya, kelompokkan nilai rata-rata tersebut
berdasarkan pertemuan, materi dan metode yang diberikan dengan tetap
mengacu pada tiap domain kognitif. Selengkapnya lihat pada lampiran D.4.
Setelah itu, buat bagan level kognisi terhadap metode yang diberikan.
Jumlahkan rata-rata yang sudah dihitung untuk masing-masing metode dan
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian, pengolahan data,
analisis data, dan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya,
diperoleh kesimpulan sebagai berikut.
1. Hasil belajar siswa setelah diberikan pembelajaran dengan menggunakan
metode Drill rata-rata adalah 82.45
2. Hasil belajar siswa setelah diberikan pembelajaran dengan menggunakan
metode DQQ rata-rata adalah 73.29.
3. Secara keseluruhan metode Drill lebih efektif dibandingkan dengan metode
DQQ dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada ranah kognitif. Akan
tetapi, jika dilihat berdasarkan rata-rata level kognisi, metode Drill efektif
untuk melatih kemampuan kognitif level dasar siswa, sementara metode DQQ
efektif untuk melatih kemampuan kognitif level tinggi siswa.
B. Saran
Dari keseluruhan penelitian yang telah dilakukan, diajukan beberapa saran,
diantaranya:
1. Agar dapat menguasai fisika dengan baik, sebaiknya siswa harus menguasai
kemampuan dasar matematika terlebih dahulu. Kemampuan dasar matematika
yang dimaksud disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan.
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA
Aini, Nurul. (2013). PENERAPAN METODE DRILL DALAM PENINGKATAN
PENGUASAAN KOSA KATA BAHASA ARAB PADA SISWA KELAS
VIII A MTs NEGERI PUNDONG BANTUL. Skripsi Sarjana Fakultas
Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Yogyakarta. [Online]. Tersedia : Respository.upi.edu. [12 Maret 2014]
Akbar, R.O. dan Imroni, M. (2012). Pengaruh Pemahaman Konsep Turunan
Terhadap Kecepatan dan Percepatan Dalam Mata Pelajaran Fisika
Pada Siswa di MAN Buntet Pesantren Kabupaten Cirebon. 2(1), 66–
72. [Online].Tersedia : http://edumajournal.files.wordpress.com [19
September 2014]
Anderson, L.W dan Krathwohl, D.R (2010). KERANGKA LANDASAN UNTUK
PEMBELAJARAN, PENGAJARAN, DAN ASESMEN, Alih Bahasa
Agung Prihantoro. Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR.
Arikunto, Suharsimi. (2009). DASAR-DASAR EVALUASI PENDIDIKAN (Edisi
Revisi). Jakarta : Bumi Aksara.
Ayodele, O.J. (2012). Validity and Reliability Issues in Educational Research.
Journal of Educational and Social Research. 2(2), hlm. 391-400.
[Online].Tersedia :
http://www.mcser.org/images/stories/JESRJOURNAL/Jesr_May_2012
/oluwatayo_james_ayodele.pdf [24 Oktober 2014]
Benckert, S. & Pettersson, S. (2008). Learning Physics in Small-Group
61
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Science & Technology Education. 4(2), hlm. 121-134.
[Online].Tersedia : www.ejmste.com. [28 Oktober 2012]
Boopathiraj, C. & Chellamani, DR. K. (2013). ANALYSIS OF TEST ITEMS ON
DIFFICULTY LEVEL AND DISCRIMINATION INDEX IN THE TEST
FOR RESEARCH IN EDUCATION. International Journal of Social
Science & Interdisciplinary Research. 2 (2), hlm. 189-193.
[Online].Tersedia :
http://indianresearchjournals.com/pdf/IJSSIR/2013/February/15.pdf
[24 Oktober 2014]
Dasuki. (2006). PERBANDINGAN PENGGUNAAN METODE CERAMAH DAN
DISKUSI DALAM MEMAHAMI PELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI
MAN 11 LEBAK BULUS JAKARTA SELATAN. Skripsi Sarjana
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SYARIF
HIDAYATULLAH JAKARTA. [Online]. Tersedia :
http://idb4.wikispaces.com/file/view/dv4013
PERBANDINGAN+PENGGUNAAN+METODE+CERAMAH+DAN
+DISKUSI.pdf. [21 November 2012]
Dreyer, C dan Walt, L.V.D. (1994). The interpretation and evaluation of
quantitative research studies in Second Language Acquisition.
Department o f English Language and Literature Potchefstroom
University for CHE. 15 (3), hlm. 121-137. [Online].Tersedia :
http://literator.org.za/index.php/literator/article/viewFile/681/851 [14
November 2014]
Eckart, T.M. (2009). Productive whole-class discussions: A qualitative analysis of
peer leader behaviors in general chemistry. Disertasi Sarjana
62
Indra Sutisna, 2015
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E D RILL D AN D QQ TERHAD AP PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA SMA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
South Florida. [Online]. Tersedia : http://scholarcommons.usf.edu/etd
[6 November 2012]
Fischer, R.L., Jacobs, S.L, Herbert, W.N.P. (2004). Small-Group Discussion
Versus Lecture Format for Third-Year Students in Obstetrics and
Gynecology. The American College of Obstetricians and
Gynecologists. 104(2), hlm. 349-353. [Online].Tersedia :
journals.lww.com/green
journals/fulltext/2004/08000/small_group_discussion_versus_lecture_f
ormat_for.23.aspx [12 November 2012]
Fraenkel, J.R., Wallen, N.E. dan Hyun, H.H. (2012). How to Design and Evaluate
Research (Eighth edition). New York: McGraw-Hill.
Hasbi, M. (2012). Pengaruh Kemampuan Trigonometri TerhadapKemampuan
Fisika Dikaitkan dengan Gaya Kognitif Mahasiswa Program Studi
Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tadulako. 1, (1), hlm. 1-10.
[Online]. Tersedia :
http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/AKSIOMA/article/view/1280
/929 [19 September 2014]
Jahng, N. dan Bullen M. (2012). Exploring Group Forming Strategies by
Examining Participations Behaviours during Whole Class
Discussions. European Journal of Open, Distance and E-Learning.
Hlm. 1-10. [Online]. Tersedia : http://www.eurodl.org/?article=500 [12
November 2012]
Kamal, S. dan Triana, N. (2011). PENGGUNAAN METODE DRILL DALAM
PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS. Pendidikan Bahasa Inggris
63