Pengaruh Penambahan Kitosan Terhadap Karakteristik Bioplastik Dari Pati Talas (Colocasia esculenta) Menggunakan Plasticizer Sorbitol

Download (0)

Full text

(1)

vii

ABSTRAK

Bioplastik adalah plastik berbasis biologis atau yang sering disebut plastik yang terbuat dari sumber daya terbarukan dan dapat didaur ulang oleh proses biologis. Pati dari umbi talas (Colocasia esculenta) digunakan sebagai bahan baku pembuatan bioplastik menggunakan sorbitol sebagai plastizicer dan kitosan sebagai pengisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan profil gelatinisasi pati umbi talas, mengetahui pengaruh penambahan kitosan dan sorbitol terhadap sifat kekuatan tarik, pemanjangan pada saat putus, penyerapan air dan profil gelatinisasi bioplastik dari pati talas. Penelitian ini menggunakan metode casting dalam pembuatan bioplastik dengan suhu gelatinisasi 75 oC dan variasi

konsentrasi pati 20 % w/v, 30 % w/v, dan 40 % w/v. Selanjutnya dilakukan variasi penambahan sorbitol (10 % w/w, 20 % w/w, 30 % w/w, 40 % w/w, dan 50 % w/w), dan variasi penambahan pengisi kitosan (0,5 w/v ; 1 w/v ; 1,5 w/v ; 2 w/v ; dan 2,5 w/v). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pati talas dengan ukuran partikel 100 mesh memiliki kandungan pati 93,55 %, kadar air 6,5%, kadar abu 0,76%, amilosa 17,9 %, amilopektin 75,66 %, kadar protein 1,02%, kadar lemak 1,44%. Analisa sifat pasta dengan metode Rapid Visco Analyzer (RVA) menunjukkan pati talas memiliki temperatur gelatinisasi 72,94 oC dengan viskositas puncak 6632 cP, sedangkan bioplastik pati talas memiliki temperatur gelatinisasi 77,72 oC dengan viskositas puncak 3476 cP. Dari hasil analisa FT-IR

diperoleh perubahan gugus fungsi O-H bioplastik pati talas dengan pengisi kitosan dan plasticizer sorbitol pada bilangan gelombang 3765 cm-1, dari hasil analisa morfologi patahan bioplastik diperoleh bahwa penyebaran pengisi kitosan tidak merata dan masih terdapat beberapa fraksi kosong. Penambahan kitosan dan sorbitol berpengaruh terhadap sifat kekuatan tarik dan pemanjangan pada saat putus bioplastik yang dihasilkan. Seiring bertambahnya variasi kitosan maka nilai kekuatan tarik meningkat, seiring bertambahnya variasi sorbitol maka nilai pemanjangan pada saat putus meningkat. Bioplastik terbaik pada penelitian ini adalah bioplastik pada komposisi pati 40 % w/v dengan kitosan 2,5 w/v, dan sorbitol 30 % w/w yang memiliki nilai kekuatan tarik 8,36 MPa dan nilai pemanjangan pada saat putus 22,06 %.

Kata kunci: pati, talas, bioplastik, kitosan, sorbitol

(2)

viii

ABSTRACT

Bioplastics are plastics based on biological or often referred to a plastic made from renewable resources and can be recycled by biological processes. Starch from the tubers of taro (Colocasia esculenta) is used as a raw material for the bioplastic using sorbitol as plastizicer and chitosan as a filler. This study aims to determine the characteristics and profile of taro starch gelatinization, determine the effect of chitosan and sorbitol to the properties of tensile strength, elongation at break, water absorption and gelatinization profile bioplastics from taro starch. This study uses a casting method in the manufacture of bioplastics with gelatinization temperature 75 oC and a variety starch concentration of 20 % w/v,

30% w/v and 40% w/v. Furthermore, the variation of the addition of sorbitol (10 % w/w, 20 % w/w, 30 % w/w, 40 % w/w and 50 % w/w), and the variation of addition of chitosan (0.5 w/v ; 1 w/v, 1.5 w/v; 2 w/v; and 2.5 w/v). The results showed that taro starch with a particle size of 100 mesh have 93.55 % starch content, 6.5 % moisture content, 0.76 % ash content, 17.9 % amylose, 75.66 % amylopectin, 1.02 % protein, and 1.44% fat. Analysis of the nature of the pasta with the method of Rapid Visco Analyzer (RVA) showed starch taro has a temperature of gelatinization 72.94 °C with peak viscosity 6632 cP, while the taro starch bioplastics have temperature of gelatinization 77.72 °C with a peak viscosity 3476 cP. From the analysis of FT-IR obtained a change of functional groups of O-H of bioplastics at wave number 3765 cm-1, from the analysis of the morphology of fracture bioplastics obtained that the spread of filler chitosan is uneven and there are still some factions empty. Addition of chitosan and sorbitol affect the properties of tensile strength and elongation at break of bioplastics produced. By increasing variation chitosan increased the value of tensile strength, by increasing variation of sorbitol, the value of the elongation at break increases. The best bioplastics produced on this research is on the composition of starch 40 % w/v with chitosan 2.5 w/v, and sorbitol 30 % w/w which has a value of 8.36 MPa tensile strength and elongation at break value of 22.06%.

Keywords: starch, taro, bioplastics, chitosan, sorbitol

Figure

Updating...

References

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in